Claim Missing Document
Check
Articles

Readiness of Elementary Teachers in Minimum Competency Assessment: Teachers' Competence in Arranging Literature and Numeration Tests Titis Angga Rini; Puri Selfi Cholifah; Ni Luh Sakinah Nuraini; Kay Margetts
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 8, No. 2, December 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v8i2.16157

Abstract

Minimum competency assessment is a new challenge for classroom teachers in implementing and integrating it in learning to maximize its diagnostic and curative function on the quality of Indonesian education. This is the background of this research to analyze the readiness of teachers in arranging literacy and numeracy tests in elementary schools. This study used a content analysis design to reveal a test prepared by elementary school teachers for minimum competency assessment involving 30 elementary school teachers. Data analysis results are presented in the form of percentage accuracy of items with quantitative descriptive and examples of items that are described qualitatively. The results showed that the competence of school teachers in compiling literacy and numeracy assessment questions in elementary schools was still not optimal in terms of form, content, context, and cognitive level, especially for reflect and evaluate levels for literacy assessments and reasoning levels for required numeracy assessments. Especially for literary content on literacy, scientific context on literacy and numeracy, and third-level literacy and numeracy. Based on the results of the study, it can be concluded that the competency of elementary school teachers in implementing a minimum competency assessment needs to be carried out to meet the standards and functions of the Indonesian national assessment. This study provides an overview of teacher readiness in carrying out minimum competency assessments in elementary schools related to their role as learning evaluators
Pengembangan Media Teori Pendidikan Kewarganegaraan Liberal Berbasis Teknologi bagi Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19 Putri Mahanani; Sutarno Sutarno; Muchtar Muchtar; Puri Selfi Cholifah
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Education Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v6i22021p061

Abstract

Abstract: The theory of citizenship education is one of the main materials that must be understood by the next generation of the nation. One of the theories of civic education is the theory of liberal citizenship education. Based on the results of the initial interviews conducted, so far the learning media for civic education theory is still very limited. Therefore, it is necessary to develop technology-based learning media so that students can learn optimally even during the Covid-19 pandemic. This study aims to produce valid and interesting learning media for liberal citizenship education theory materials for college students. The research method used is the 4D model. Data collection techniques using observation techniques and questionnaires. The data analysis technique used quantitative descriptive techniques in the form of percentages and qualitative descriptive techniques in the form of exposure to generalizations from the results of the experiments carried out. The results showed that the learning media for liberal citizenship theory developed was valid and interesting. The results of media validation are 97.5 percent with a very valid category. The results of material expert validation are 91.67 percent with a very valid category. Meanwhile, the developed media has an attractive percentage of 89.44 percent of students. Abstrak: Teori Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu materi utama yang harus dipahami generasi penerus bangsa. Teori pendidikan kewarganegaraan salah satunya yaitu teori pendidikan kewarganegaraan liberal. Berdasarkan hasil wawancara awal yang dilakukan, selama ini media pembelajaran materi teori pendidikan kewarganegaraan masih sangat terbatas. Oleh karenanya perlu untuk dikembangkan media pembelajaran berbasis teknologi agar mahasiswa bisa belajar maksimal meskipun di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran materi teori pendidikan kewarganegaraan liberal yang valid dan menarik bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu model 4D. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif berupa persentase dan teknik deskriptif kualitatif berupa paparan generalisasi dari hasil uji coba yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran materi teori kewarganegaraan liberal yang dikembangkan telah valid dan menarik. Hasil validasi media sebesar 97,5 persen dengan kategori sangat valid. Hasil validasi ahli materi sebesar 91,67 persen dengan kategori sangat valid. Sementara itu media yang dikembangkan memiliki persentase menarik sebesar 89,44 persen dari mahasiswa.
PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR: MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR PROFESIONAL MELALUI BLENDED LEARNING Puri Selfi Cholifah
Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan dan Hukum Islam Vol 15 No 1 (2017): (APRIL 2017)
Publisher : LPPM IAI IBRAHIMY GENTENG BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Professional development is one of the fundamental cores for teacher profession by involving collaboration through professional learning community. Some studies revealed a shifting paradigm from traditional to technology integrated professional learning community practice. Blended learning is an alternative solution in implementation of professional learning community that combines online and face-to-face learning. This paper explores conceptual analysis related to teacher professional development, professional learning community including collaboration, blended learning in this context, and professional learning community based on blended learning model.
Pemahaman Perspektif Sosial, Penalaran Moral dan Prososial, serta Pengaruh Teman Sebaya pada Siswa Sekolah Dasar Puri Selfi Cholifah
Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2017): (September 2017)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.759 KB)

Abstract

Education that can be seen from psychosocial perspective is an attempt to develop human capacity through interpersonal relationship in society or family. Furthermore, a school plays important role in developing social and moral skills and cognitions, as an integral part of student’s development tasks, including its positive and negative impacts of peer relationship that occurs in elementary context. Consequently, it is needed an integral comprehension related to development tasks in specific context in order to detect, prevent, or cure the problems of the students. This paper explores a conceptual analysis of several context related to social perspective, moral and prosocial reasoning that divided into two characteristics, and impact of peer relationships both in positive and negative and its concept as social agent.
Pendampingan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis High Order Thinking Skill (HOTS) Berlandaskan Merdeka Belajar bagi Guru SD Putri Mahanani; Ni Luh Sakinah Nuraini; Puri Selfi Cholifah; Titis Angga Rini; Muchtar Muchtar; Siti Umayaroh‬
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v6i2.4009

Abstract

Kemajuan teknologi menuntut kehidupan manusia semakin berkembang. Dengan demikian, semakin banyak pula keterampilan dan kompetensi yang harus dimiliki. Di abad 21 ini, keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan wajib yang seharusnya dikuasai oleh generasi penerus supaya mereka dapat bersaing di dunia yang akan datang. Merdeka belajar sebagai salah satu kebijakan baru Menteri Pendidikan memberikan tantangan baru bagi seluruh sekolah di Indonesia, termasuk SD. Permasalahan yang ada yaitu kesulitan guru dalam menuangkan pembelajaran berbasis High Order Thinking Skill (HOTS) dalam perangkat pembelajaran. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memaparkan pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran berbasis HOTS berlandaskan Merdeka Belajar bagi guru SD. Metode yang digunakan yaitu pendampingan. Instrumen yang dipakai yaitu angket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dengan pendampingan, pengetahuan serta keterampilan guru dalam membuat perangkat pembelajaran berbasis HOTS berbasis Merdeka belajar mengalami peningkatan dan termasuk dalam kategori baik. Tingkat kepuasan kegiatan yang dilaksanakan sebesar 94%.
PENGEMBANGAN E-MODUL MATERI PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR Wicaksana, M. Fandhika Tri; Cholifah, Puri Selfi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah belum tersedianya bahan ajar yang memadai untuk kebutuhan siswa kelas V sekolah dasar dalam mempelajari sejarah penjajah Belanda di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengembangkan dan menghasilkan materi e-modul IPAS tentang sejarah penjajahan Belanda di Indonesia untuk sekolah dasar kelas V yang layak digunakan dan memenuhi kebutuhan siswa. Dalam penelitian pengembangan (R&D) ini menggunakan model pengembangan ADDIE untuk membuat e-modul. Data yang diperoleh selama pembelajaran dan pengembangan bahan ajar e-modul terdapat dua jenis, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif didapatkan melalui hasil validasi dan pengujian menggunakan angket. Untuk menentukan persentase dan kelayakan produk bahan ajar e-modul, produk dinilai oleh validator dan respon pengguna melalui angket yang dibagikan. Saran dan masukan yang disampaikan oleh ahli bahan ajar dan ahli materi digunakan untuk menghasilkan data kualitatif. Peneliti menggunakan saran dan masukan tersebut untuk menyempurnakan produk e-modul yang dikembangkan atau merevisi produk. Validasi ahli materi menghasilkan skor 90,90 persen, validasi ahli bahan ajar menghasilkan skor 98,33 persen, dan skor respon pengguna (guru) menghasilkan skor 96,42 persen. Uji coba kelompok kecil menghasilkan 91,66 persen sedangkan uji coba kelompok besar menghasilkan 93,43 persen. Maka disimpulkan bahan ajar e-modul IPAS materi penjajahan Belanda di Indonesia untuk sekolah dasar kelas V dapat dianggap sangat valid berdasarkan penilaian validasi ahli materi, ahli bahan ajar, serta sangat praktis dan menarik oleh respon pengguna guru dan siswa, oleh karena itu produk layak diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.
Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis TPACK bagi Guru Kota Malang Nuraini, Ni Luh Sakinah; Cholifah, Puri Selfi; Rini, Titis Angga; Aurelia, Davina; Sofirin, Ahmat; Huzaimah, Cempa; Nafisah, Nada
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6306

Abstract

Kelompok Kerja Guru 8 Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang mengungkapkan bahwa mereka seringkali merasa kesulitan dalam penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Hal ini dikarenakan harus sesuai dengan CP kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Tujuan penelitian ini adalah untuk wadah pelatihan bagi guru terkait modul ajar yang berbasis technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup tahap perencanaan dengan menjajaki kebutuhan mitra, tahap pelaksanaan yang dilakukan dengan format blended learning dengan pemanfaatan platform Google Sites. Selanjutnya tahap evaluasi dengan penilaian hasil dengan teman sejawat. Hasil data menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya pada pembelajaran, serta mampu menggabungkan pengetahuan tentang materi, pedagogi, dan teknologi yang dimiliki untuk merancang pembelajaran. Melalui kegiatan pelatihan pengembangan modul ajar berbasis TPACK ini, lebih dari 90% peserta dapat menyajikan contoh-contoh penerapan TPACK yang menarik dikemas dalam bentuk modul ajar kurikulum merdeka. Pelatihan pengembangan modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis TPACK sukses dilaksanakan serta dipandang menarik dan bermanfaat oleh guru.
Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis TPACK bagi Guru Kota Malang Nuraini, Ni Luh Sakinah; Cholifah, Puri Selfi; Rini, Titis Angga; Aurelia, Davina; Sofirin, Ahmat; Huzaimah, Cempa; Nafisah, Nada
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6306

Abstract

Kelompok Kerja Guru 8 Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang mengungkapkan bahwa mereka seringkali merasa kesulitan dalam penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka. Hal ini dikarenakan harus sesuai dengan CP kurikulum merdeka yang menggunakan pendekatan technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Tujuan penelitian ini adalah untuk wadah pelatihan bagi guru terkait modul ajar yang berbasis technological, pedagogical, and content knowledge (TPACK). Metode yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup tahap perencanaan dengan menjajaki kebutuhan mitra, tahap pelaksanaan yang dilakukan dengan format blended learning dengan pemanfaatan platform Google Sites. Selanjutnya tahap evaluasi dengan penilaian hasil dengan teman sejawat. Hasil data menunjukkan bahwa sebagian besar guru sudah mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya pada pembelajaran, serta mampu menggabungkan pengetahuan tentang materi, pedagogi, dan teknologi yang dimiliki untuk merancang pembelajaran. Melalui kegiatan pelatihan pengembangan modul ajar berbasis TPACK ini, lebih dari 90% peserta dapat menyajikan contoh-contoh penerapan TPACK yang menarik dikemas dalam bentuk modul ajar kurikulum merdeka. Pelatihan pengembangan modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis TPACK sukses dilaksanakan serta dipandang menarik dan bermanfaat oleh guru.
Implementation of Discipline Character Education Through Scout Activities at SDN Grujugan Lor 1 Bondowoso Fajar, Delan Wardhana; Cholifah, Puri Selfi; Ahdhianto, Erif
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : June 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i1.68194

Abstract

Disciplined character education through scout activities is an effort to develop and familiarize scout members to become disciplined individuals. This research aims to describe the implementation of disciplined character education through scout activities at SDN Grujugan Lor 1. This type of research is descriptive qualitative. The informants in this research were school principals, scout leaders and scout members. Data collection in research uses observation, interviews and documentation. Data were analyzed through data reduction, data presentation and conclusions. Data validity checking techniques use extended observations, increased persistence, and triangulation. The results of this research show that scout leaders implement disciplined character through scout activities including 4 discipline indicators, namely time discipline, discipline in obeying rules, attitude discipline, and worship discipline. Scout leaders in implementing disciplined character education through scouts apply strategies by providing advice, example, habituation, and punishment or sanctions for those who break the rules. Supporting factors are that the scoutmaster has completed the basic (KMD) and advanced (KML) scoutmaster courses, full parental support, and complete infrastructure. The inhibiting factors are the large number of scout members, short time, and there are some scout members or students who don't like scout activities
Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Peningkatan Profesionalisme Guru SD di Kota Malang Cholifah, Puri Selfi; Nuraini, Ni Luh Sakinah; Rini, Titis Angga
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i2.21475

Abstract

Common problems include teachers having difficulty carrying out classroom action research activities and also having difficulty writing scientific articles. This problem has an impact on other problems, namely efforts to continue seeking promotion with work that is not original. Based on the problems that occur in partner schools, an alternative solution is offered, namely providing assistance in writing scientific papers for elementary school teachers in Malang City. In this activity, almost all participants fully participated in the activities that had been carried out and were also involved in submitting the final assignment. In the majority, the final assignments submitted are draft articles based on IMRAD style journals. Based on the results of the review of assignments that have been developed, as many as 15 work titles are in the journal review stage to be ready for publication. This shows the success of the activities carried out.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad Ryan Fauzi Afifah, Rifdah Aflacha Aflacha Aflacha Amilatus Nurul Dzikria Amilatus Nurul Dzikria Annisa Mustaqimah Arda Purnama Putra Aurelia, Davina Azni Yati Binti Kamaruddin Azril Adam Farisi Azril Adam Farisi Bagus Cahyanto Christianto Saputro Davina Aurelia Delan Wardhana Fajar Delta Prima Putri Nastiti Delta Prima Putri Nastiti Dhera Andhini Rachmawati Dhera Andhini Rachmawati Dimyati Dimyati Dimyati Dina Nisatul Ilmi Dina Nisatul Ilmi Dwiki Mariyati Dwiki Mariyati Dyah Wahyuning Astrini Dyah Wahyuning Astrini Erif Ahdhianto, Erif Erika Dwi Yunita Erika Dwi Yunita Fajar, Delan Wardhana Herlina Mursyidah Herlina Mursyidah Hermiati, Fridyana Klise Huzaimah, Cempa Ike Yuli Kurniawati Imam Nawawi Indriyani Rachman Iva Sugiarti Kay Margetts Khofifah Nila Abibah Khofifah Nila Abibah khusnul khotimah Khusnul Khotimah Khusnul Khotimah M. Zainuddin Melinda Puspitasari Melinda Puspitasari Misye Agustin Tri Wahyuni Misye Agustin Tri Wahyuni Mohamad Fatih Mohamad Vijay Mohamad Vijay Mohammad Sofwan Raharjo Mohammad Sofwan Raharjo Muchtar Muchtar Muchtar Muchtar Muchtar Muchtar Muhammad Farkhan Sayoga Muhammad Farkhan Sayoga Muhammad Resnanda Anugerah Murae Fumitoshi Mustaqimah, Annisa Nafisah, Nada Ni Luh Sakinah Nuraini Ni Luh Sakinah Nuraini Ni Luh Sakinah Nurani Prakasa, Yanuar Galih Prayogo Wahyu Hidayat Prayogo Wahyu Hidayat Putri Mahanani, Putri Rahmah Dyah Pintasari Rahmah Dyah Pintasari Rifdah Afifah Rifdah Afifah Santy Dinar Permata Saputri, Anjani Dian Silva Nabila Silva Nabilla Silva Nabilla Siti Umayaroh Siti Umayaroh Sofirin, Ahmat Suhartono Suhartono SUKAMTI . Sumanto Sutansi, Sutansi Sutarno Sutarno Syaiful Imam Titis Angga Rini Tri Murti Tri Murti Ulil Maknunah Ulil Maknunah Wahyuni, Misye Agustin Tri Waridah, Ni’matu Wicaksana, M. Fandhika Tri Yesita Galatia Maysella Yesita Galatia Maysella Yohannes Kurniawan Barus Yulia Linguistika Yulia Linguistika Yunita Nur Shavirah Yunita Nur Shavirah