cover
Contact Name
Ni Luh Sakinah Nuraini
Contact Email
niluh.sakinah.fip@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sd@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang No.5 Gedung D2 GKB lt.1
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
ISSN : 08548285     EISSN : 25811983     DOI : 10.17977
Core Subject : Education,
Periodically published twice a year in May and November ( ISSN 0854-8285 ) ( E ISSN 2581-1983 ) ; contains writings on conceptual ideas, studies and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of elementary schools.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
Potensi Peran Modal Sosial Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar pada Masa Darurat Pandemi Covid-19 Heri Setiawan; Styo Mahendra Wasita Aji; Ilham Syahrul Jiwandono; Itsna Oktaviyanti
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p191

Abstract

This article aims to examine the potential role of social capital in elementary school learning in the Covid-19 emergency. The method used is the study of literature, through the analysis of various relevant reading sources. Based on the results of the study, social capital has the potential role to succeed in learning in the time of the coronavirus pandemic. Social capital can arise naturally from the typical local wisdom of each region. Each school can dig and formulate social capital in its environment. The role of social capital can be used for the success of learning from home in times of pandemic. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi peran modal sosial dalam pembelajaran sekolah dasar di masa darurat Covid-19 ini. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur, melalui analisis berbagai sumber bacaan yang relevan. Berdasarkan hasil kajian, modal sosial memiliki potensi peran untuk mensukseskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Modal sosial dapat muncul secara alami dari kearifan lokal yang khas setiap daerah. Setiap sekolah dapat menggali dan merumuskan modal sosial di lingkungannya. Peran modal sosial dapat didayagunakan demi kesuksesan belajar dari rumah di masa pandemi. 
Profil Peran Orang Tua dan Guru dalam Penyiapan Masa Transisi Anak ke Sekolah Dasar Lia Dwi Ayu Pagarwati; Lantip Diat Prasojo; Sugito Sugito; Arif Rohman
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 30 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p014

Abstract

The purpose of this study is to describe the role of teachers (SD and TK) and parents in preparing for the transition period of children to elementary school in Kecamatan Air Sugihan. This research uses descriptive quantitative research with a survei method. Respondents in this study were 7 first grade elementary school teachers, 11 kindergarten teachers, and 89 parents of students. The study results indicate that child development is not optimal and environmental changes are the main problems in the transition period of children so that the roles of teachers (SD and TK) and parents play an essential role in the transition period of children to produce optimal school readiness. This role is in the form of responsibility for children's school readiness, as a motivator for children, as a role model, as a supervisor and as a place to ask children so that all the needs of children's school readiness are met. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan peran guru (SD dan TK) dan orangtua dalam penyiapan masa transisi anak ke sekolah dasar di kecamatan Air Sugihan. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Responden dalam penelitian ini 7 orang guru kelas I SD, 11 orang guru TK, dan 89 orangtua siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak yang belum optimal dan perubahan lingkungan merupakan masalah utama dalam masa transisi anak sehingga peran guru (SD dan TK) dan orangtua sangat berperan penting dalam hal masa transisi anak agar menghasilkan kesiapan bersekolah yang optimal. Peran tersebut berupa tanggung jawab terhadap kesiapan sekolah anak, motivator bagi anak, sebagai panutan, sebagai pengawas dan sebagai tempat bertanya anak sehingga semua kebutuhan dalam kesiapan sekolah anak terpenuhi.
Peran Guru Dalam Proses Kreatif Batik Tulis Peserta Didik di Sekolah Dasar Probosiwi Probosiwi; Nurul Aulia Dewi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p128

Abstract

This article aims to describe the process of student creativity, explain the role of teachers in developing student creativity, and explain the supporting and inhibiting factors in developing students' creativity in the local subject “batik tulis” at SD Muhammadiyah Bantul City. The method used is a qualitative type with a descriptive approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and document review. The results showed that the creative process of students in making written batik works well, namely from the aspect of the individual (person), encouragement (press), critical thinking skills (process), and tangible creativity (product). The teachers perform their roles as well as demonstrator, class manager, mediator, facilitator, and evaluator.Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan proses kreativitas peserta didik, peran guru dalam mengembangkan kreativitas peserta didik, serta menjelaskan faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran muatan lokal batik tulis di SD Muhammadiyah Bantul Kota. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreativitas peserta didik dalam membuat karya batik tulis berlangsung dengan baik, yakni dari aspek individu, dorongan, keahlian berpikir kritis, dan kreativitas berwujud. Guru menjalankan perannya dengan baik, yakni sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator, fasilitator, dan evaluator. 
Development of Bilingual Pop Up Book Media on Javanese Puppet Stories for Elementary School Students Wahyu Dinil Mustaqim; Arda Purnama Putra; Tri Murti
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 30 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p077

Abstract

This research and development aim to develop bilingual pop-up book media on Javanese puppet stories that valid according to the material experts, media experts, and teachers, as well as practical students. The research uses an ADDIE model with 5 stages, that is analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of validation by the material expert, media expert, and by the user (teacher) sequentially get a percentage of 96.4; 100; and 95.4 percent. While the result of the practicality test on the small scale test and the large scale test got a percentage of  93.3 and 97.5 percent. Media is categorized as very valid and very practical and can be used for elementary school students.
Prediktor Kesulitan Membaca Permulaan di Sekolah Dasar Mohammad Arif Taboer; Endang Rochyadi; Sunardi Sunardi; Bahrudin Bahrudin
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p182

Abstract

This article is intended to describe predictors of initial reading difficulty in students with reading difficulties in primary schools. This study used a descriptive research design. The results of this study indicate that the predictors that cause reading difficulties in students are (1) phonological awareness, (2) visual perception, and (3) one predictor that is still uncertain. However, the interesting thing is the phenomenon where students do not experience obstacles in phonological awareness or visual perception, but still experience difficulties in reading. The presumptions that appear in the last predictor are related to external factors. Artikel ini ditujukan guna mendeskripsikan prediktor kesulitan membaca permulaan pada siswa dengan kesulitan membaca di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prediktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa adalah (1) kesadaran fonologi, (2) persepsi visual, dan (3) satu prediktor yang masih belum diketahui secara pasti. Namun demikian hal yang menarik adalah fenomena dimana para siswa tidak mengalami hambatan dalam kesadaran fonologi ataupun persepsi visual, namun masih tetap mengalami kesulitan dalam membaca. Dugaan yang muncul pada prediktor terakhir adalah berkenaan dengan faktor eksternal. 
Penggunaan Model Inkuiri Sosial untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Siswa Kelas V Samuel Patra Ritiauw; Elsinora Mahananingtyas; Titin Ode
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 30 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p032

Abstract

This study aims to examine the application of social inquiry models related to increasing social intelligence in social studies subjects in an elementary school. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental research type with a One Group Pretest-Postest design. The result shows that the five indicators of social intelligence developed are self-awareness, working with others, communicating, empathizing, and problem-solving. All indicators have been successfully improved by implementing the social model of inquiry on 25 fifth-grade students of MI Salman Al-Farisi. Of the five indicators of social intelligence developed, problem-solving intelligence is the indicator of social intelligence with the highest increase compared to the empathic indicator, which is in the low criterion, while other indicators are in the medium category. Penelitian bertujuan menguji penerapan model inkuiri sosial terkait dengan peningkatan  kecerdasan sosial pada Mata Pelajaran IPS di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu dengan desain One Group Pretest-Postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator kecerdasan sosial yang dikembangkan yakni kesadaran diri, mampu bekerjasama dengan orang lain, mampu berkomunikasi, berempati dan pemecahan masalah, berhasil ditingkatkan melalui implementasi model sosial inkuiri pada 25 siswa kelas V MI Salman Al-Farisi. Dari kelima indikator kecerdasan sosial yang dikembangkan, kecerdasan memecahkan masalah merupakan indikator kecerdasan sosial yang paling tinggi peningkatannya jika dibandingkan dengan indikator berempati yang berada pada kriteria rendah, sementara indikator lainnya berada pada kategori sedang.
Evaluasi Program Sekolah Adiwiyata di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota Anindya Chasti Pelita; Hendro Widodo
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p145

Abstract

This study aims to evaluate and describe the supporting and inhibiting factors in the implementation of the Adiwiyata program at Muhammadiyah Bantul City Elementary School. This type of research is evaluative research with the CIPP model. Collecting data through observation, documentation, and interviews. The results showed that the context component contained environmental protection and management efforts, the input component included the budget used, the process component including the maintenance of facilities and infrastructure needed to be improved, and the product component showed that there were quite a several academic and non-academic products produced. The supporting factors for the implementation of the Adiwiyata program are supporting human resources and infrastructure, while the inhibiting factor is the lack of environmental sensitivity and knowledge of the school community.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program Adiwiyata di Sekolah Dasar Muhammadiyah Bantul Kota. Jenis penelitian ini penelitian evaluatif model CIPP. Pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan komponen context memuat upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, komponen input mencakup anggaran yang digunakan, komponen process mencakup pemeliharaan sarana dan prasarana perlu ditingkatan, serta komponen product menunjukkan cukup banyak produk yang dihasilkan akademik dan non-akademik. Faktor pendukung pelaksanaan program Adiwiyata adalah dukungan sumber daya manusia dan sarana prasarana, sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya kepekaan dan pengetahuan lingkungan hidup dari warga sekolah.
The Influence of The Question Box Media Assisted Teams Games Tournament Model on Science Learning Outcomes at Elementary School Zulherman Zulherman; Khairil Iba; Andhini Ayu Paramita; Supriansyah Supriansyah; Galih Baskoro Aji
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 30 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p088

Abstract

This study aims to provide an empirical picture of whether or not the Teams Games-Tournament (TGT) learning model aided by Question Box media has an impact on the fourth-grade science learning outcomes at SDN Cengkareng Barat 16 Pagi West Jakarta in the second semester of the 2018/2019 academic year. The research population consisted of 55 students consisting of 28 students of class IV A and 27 students of IV B. The sampling technique used is saturated sampling. This study used a quantitative approach, and the research method used was a quasi-experimental design with a Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. The result showed an effect of the Teams Games-Tournament (TGT) learning model assisted by the question box media on student learning outcomes in science.
Analisis Kompetensi dan Kesiapan Mahasiswa PGSD dalam Pengelolaan Pembelajaran ABK di Sekolah Inklusi Endang Poerwanti; Nawang Sulistyani
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 30 Nomor 1 Mei 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v30i12021p047

Abstract

One of the superior profiles that prospective elementary school teacher students should have is competence in providing inclusive education services. The importance of these competencies is analyzed in this study to describe the competence and readiness of University Muhammadiyah Malang Elementary School Teacher Education Study Program students in managing ABK learning in inclusive schools. The mixed-method research with research subjects was 300 students, five lecturers, and one East Java inclusion development team. The research data were collected through a group discussion forum, questionnaires, and documentation which were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. From the research results obtained the formulation of ten competencies in the management of inclusive learning that should be mastered by prospective elementary school teacher students. The results also showed that the majority of UMM PGSD Study Program students had good readiness in mastering the ten competencies, including 85 percent mastering criteria 1, 2, 3, 4, 7, and 8; 65 percent mastered criteria 5 and 6; 80 percent mastered criteria 9 and 10. Salah satu profil unggul yang hendaknya dimiliki mahasiswa calon guru SD adalah kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan inklusi. Pentingnya kompetensi tersebut dianalisis dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan kompetensi dan kesiapan mahasiswa Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang dalam pengelolaan pembelajaran ABK di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan mix method dengan subjek penelitian adalah 300 mahasiswa, lima dosen dan satu tim pengembang inklusi Jawa Timur. Data penelitian dikumpulkan melalui forum group discussion, angket dan dokumentasi yang dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh rumusan sepuluh kompetensi pengelolaan pembelajaran inklusi yang hendaknya dapat dikuasai mahasiswa calon guru SD. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa Prodi PGSD UMM memiliki kesiapan yang baik dalam menguasai sepuluh kompetensi tersebut, antara lain 85 persen menguasai kriteria 1, 2, 3, 4, 7 dan 8; 65 persen menguasai kriteria 5 dan 6; 80 persen menguasai kriteria 9 dan 10. 
Peningkatan Keterampilan Menyimak Melalui Film Animasi Bagi Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar Fikria Nurfadhilah Yasmine; Ratna Trieka Agustina; Titis Angga Rini
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Volume 29 Nomor 2 November 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p170

Abstract

This study aims to describe the learning activities and analyze the improvement of listening skills through fable fairy animated film in III A students of Karanganyar State Elementary School 1 Malang Regency. This type of research is classroom action research (CAR) Kemmis and Taggart models. Data collection techniques used were observation, interviews, tests, and documentation. The data analysis technique used is descriptive quantitative and descriptive qualitative. The results showed that fable fairy animated films can improve the listening skills of students in class III A Karanganyar State Elementary School 1 Malang Regency.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran dan menganalisis peningkatan keterampilan menyimak melalui film animasi fabel pada peserta didik kelas III A SDN Karanganyar 1 Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan atau observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film animasi fabel dapat meningkatkan keterampilan menyimak peserta didik kelas III A SDN Karanganyar 1 Kabupatn Malang.