cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Teknologi Hasil Perikanan
ISSN : 23374284     EISSN : 26847205     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Media Teknologi Hasil Perikanan adalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNSRAT. Media ini akan mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka terbaru dalam bidang Teknologi Hasil Perikanan, khususnya yang berhubungan dengan penerapan teknologi bagi peningkatan kualitas produk perikanan, pengembangan produk baru hasil perikanan, keamanan produk hasil perikanan,pemanfaatan limbah hasil perikanan serta topik lain yang berhubungan erat dengan pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Aktivitas Antikanker Serviks Dari Rumput Laut Laurencia sp Cythia Carissa Tanjung; Grace Sanger; Silvana Dinaintang Harikedua
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.10.3.2022.37985

Abstract

Cervical cancer is a pathological condition that is one of the main causes of death in the world. There are various medical treatments such as chemotherapy and immunotherapy but the treatment causes dangerous side effects at very high costs. Marine algae are an excellent source of bioactive compounds that are proven to have biofunctional activities, such as antioxidants and anti-cancer. This review focuses on the cytotoxic activity of Laurencia sp. against HeLa cells. Recent discoveries have shown that Laurencia sp. has cytotoxic activity ranging from IC50 21.81–32.49 µg/mL to inhibit the development of HeLa cells. Polysaccharides from marine algae are also known to cause cell death by inducing apoptosis. Carrageenan also has shown anti-HPV efficiency in vitro. By looking at the activity and ability present in Laurencia sp. to act against HeLa cells, this seaweed can be a source for new natural products as anticancer and Indonesia has a large number of seaweed species that contain many bioactive compounds that are beneficial to the body and can be made into high-value health products.Keyword:     Laurencia sp, HeLa cells, cervical cancer, HPV, anti-cancer. Kanker serviks merupakan kondisi patologis yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Ada berbagai perawatan medis seperti kemoterapi dan imunoterapi tetapi percawatan tersebut menyebabkan efek samping yang berbahaya dengan biaya yang sangat tinggi. Alga laut merupakan sumber senyawa bioaktif yang sangat baik yang terbukti memiliki aktivitas biofungsional, seperti antioksidan dan anti kanker. Ulasan ini berfokus pada aktivitas sitotoksik Laurencia sp. terhadap sel HeLa. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa Laurencia sp. memiliki aktivitas sitotoksik mulai dari IC50 21,81–32,49µg/mL untuk menghambat perkembangan sel HeLa. Polisakarida dari alga laut juga diketahui menyebabkan kematian sel dengan menginduksi apoptosis. Karagenan juga telah menunjukkan efisiensi anti-HPV secara in vitro. Dengan melihat aktivitas dan kemampuan yang ada pada Laurencia sp. untuk bertindak melawan sel HeLa, rumput laut ini dapat menjadi sumber produk alami baru sebagai antikanker dan Indonesia memiliki banyak spesies rumput laut yang banyak mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh dan dapat menjadi produk kesehatan yang bernilai tinggi.Kata kunci:  Laurencia sp, sel HeLa, kanker serviks, HPV, antikanker.
Pengujian Kandungan Histamin dan Mutu Organoleptik Bahan Baku Ikan Kaleng Charles Dotulong Masinambou; Feny Mentang; Lita A. D. Montolalu; Verly Dotulong; Roike Iwan Montolalu; Albert Royke Reo; Djuhria Wonggo
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.10.3.2022.40328

Abstract

Fishery products are products that are prone to spoilage, so a careful and accurate handling method is needed to maintain the quality of fishery products. The purpose of this research is to see if the raw materials used by PT. Sinar Pure Foods International for the manufacture of canned fish has a good quality. The test parameters used in this study were the temperature of the fish spine, organoleptic (appearance) according to SNI 2729:2013 and histamine levels. The results of the spine temperature showed that all of the 7 samples has temperature not more than 4°C. The results of organoleptic testing of raw materials (appearance) of 7 samples had an average value higher than a score of 7 and for processed fish products from 7 samples have a value of lower than 50 ppm..Keyword:     Histamine, organoleptic, canned fish, Tuna Hasil Perikanan adalah produk yang mudah mengalami kebusukan sehingga diperlukan cara penanganan yang cermat dan akurat untuk mempertahankan mutu produk hasil perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah bahan baku yang digunakan PT. Sinar Pure Foods International untuk pembuatan produk ikan kaleng bermutu baik atau tidak. Parameter uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu tulang belakang ikan, organoleptik (kenampakan) sesuai SNI 2729:2013 dan kadar histamin. Hasil pengecekan suhu tulang belakang memperlihatkan bahwa dari 7 sampel suhu tulang belakangnya tidak lebih dari 4°C. Hasil pengujian bahan baku secara organoleptik (kenampakan) dari 7 sampel memiliki nilai rata-yang tidak lebih rendah dari skor 7. Hasil pengujian kadar histamin pada bahan baku menunjukkan bahwa kadar histamin pada bahan baku dari 7 sampel memiliki nilai yang tidak lebih dari 30 ppm dan untuk produk olahan ikan kaleng dari 7 sampel memiliki nilai yang tidak lebih dari 50 ppm.Kata kunci:  Histamin, organoleptik, ikan kaleng, Tuna
Flavonoid dan Tanin Ekstrak Air Subkritis Benang Sari dan Kepala Putik Bunga Mangrove Sonneratia alba Juliastri Hidayanti Langi; Djuhria Wonggo; Lena Jeane Damongilala; Lita Adonia Diana Yoice Montolalu; Silvana Dinaintang Harikedua; Daisy Monica Makapedua; Albert Royke Reo
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.10.3.2022.40658

Abstract

Mangrove Sonneratia alba merupakan mangrove pionir yang mampu bertahan hidup di lokasi pantai dengan pengaruh pasang surut dan salinitas, selain itu sistem perkembangan terjadi sepanjang tahun. Bagian- bagian mangrove sonneratia alba sudah diteliti mulai daari buah, daun, akar dan batang dengan menggunakan esktrak air mendidih dan metode ekstraksi yang menggunakan pelarut organik. Namun penelitian tentang bunga mangrove sonneratia alba khususnya benang sari dan kepala putik yang menggunakan ekstrak air mendidih mauun ekstraksi menggunakan pelarut organik belum dilakukan dan belum diketahui jenis senyawa yang terkandung.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan flavonoid dan tanin pada ekstrak air subkritis benang sari dan kepala putik bunga mangrove sonneratia alba pada suhu 120˚C yang diambil didesa wori kecamatan wori, Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Bunga Mangrove diambil dan disortir benang sari dan kelapa putik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Metode Empiris. Metode ekstraksi yang digunakan adalah Air Subkritis pada suhu 120ºC selama 20 menit dengan menggunakan autoclaf. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rendemen, kandungan flavonoid dan tanin. Hasil penelitian menunjukan bahwa benang sari dan kepala putik bunga mangrove sonneratia alba memiliki nilai rendemen kering yang diperoleh yaitu 36,74% dan Nilai rendemen ekstrak yang diperoleh yaitu 22,08%. Hasil kandungan flavonoid yaitu rata-rata 19.77 mg/ml dan hasil kandungan tanin yaitu rata-rata 0.535 mg/ml.
Mutu Selai Rumput Laut Eucheuma denticulatum dengan Perlakuan Konsentrasi Gula dan Pewarna Alami Yang Berbeda Romaryo Savsavubun; Lena Jeane Damongilala; Joyce Christiana Valencia Palenewen; Verly Dotulong; Jenki Pongoh; Daisy Monica Makapedua
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.10.3.2022.40871

Abstract

Alga merah mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri terhadap bakteri patogen maupun non patogen. Eucheuma denticulatum adalah salah satu jenis alga merah yang mengandung karbohidrat sebesar 13,38%, lemak sebesar 0,13%, serta mengandung serat kasar sebesar 1,39%. Oleh karena itu, alga ini dapat dimanfaatkan melalui suatu upaya sebagai produk diversifikasi yang memberikan nilai tambah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengolahan selai rumput laut merah Eucheuma denticulatum dengan perlakuan konsentrasi gula dan pewarna alami yang berbeda, serta melihat nilai viskositas, angka lempeng total, dan serat kasar yang terkandung di dalam selai. Hasil yang diperoleh untuk nilai viskositas tertinggi pada formulasi A1B1 (gula 100 g, pewarna alami 0 ml) yaitu 77,41 sedangkan yang terendah pada formulasi A2B3 (gula 150 g, pewarna alami 10 ml) yaitu 59,71. Angka lempeng total selai menunjukkan bahwa angka lempeng total terendah yaitu 0,9 x 102 formulasi A1B1 (gula 100 g, pewarna alami 0 ml) dan jumlah tertinggi terlihat pada formulasi A2B3 (gula 150 g, pewarna alami 10 ml) yaitu 1,6 x 102. Hasil ini berada di bawah baku mutu SNI 01-3746-1995 tentang selai buah yaitu maksimal 5 x 102 koloni/g. Sedangkan untuk nilai kandungan serat kasar selai E. denticulatum memiliki rata-rata 0,10 %. Produksi selai rumput laut dari E. denticulatum telah berhasil dibuat dan dapat diterima oleh masyarakat. Di mana nilai viskositas, angka lempeng total, dan serat kasar berada dalam batas baku mutu.
Karakteristik Nata de Seaweed dengan Perbedaan Konsentrasi Rumput Laut Gracilaria sp. Siti Rohmah; Aris Munandar; Dini Surilayani
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.10.3.2022.41413

Abstract

Nata is a final product from the fermentation process that used Acetobacter xylinum bacteria which produces cellulose that has chewy texture, white color and resembles a gel. These bacteria can grow and thrive in media containing a carbon source. Seaweed contains carbohydrates that can be used as a carbon source for the growth of Acetobacter xylinum bacteria. The aimed of this study was to determine the optimum concentration of Gracilaria sp. and its effect on the characteristics of nata de seaweed product. The experimental design used in this study was completely randomized design with four treatments and two replications. The treatment level was various concentration of the filtrate of Gracilaria sp. namely PO (0% of Gracilaria and 3% of Kappaphycus alvarezii), PA (2% of Gracilaria sp.), PB (3% of Gracilaria sp.),and PC (4% of Gracilaria sp.). The chemical and physical data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at 5% significance level and further analyze using the Least Significant Difference (LSD). Meanwhile, the hedonic test data was analyzed using Kruskal Wallis non-parametric statistical test. The present study suggested that the best concentration of nata de seaweed was found in PC treatment (4% of Gracilaria sp.) with 88.95% moisture content, 1.52% of total sugar, 0.47% of crude fiber, 38.67% yield, 6.75 mm of thickness, 1.25 mm of springiness, 5.30 of appearance score, 5.90 of texture score,  4.70 of aroma score and 5.07 of taste score.Keyword:     fermentation, Gracilaria sp., nata de seaweed, sensory, physicochemical Nata merupakan produk yang dihasilkan dari proses fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum yang menghasilkan selulosa dengan tekstur kenyal, berwarna putih dan menyerupai gel. Bakteri ini dapat tumbuh dan berkembang apabila nutrisi yang dibutuhkan cukup, seperti karbon. Sumber karbon dapat diperoleh dari gula alami seperti sukrosa dan fruktosa. Media yang digunakan dalam pembuatan nata adalah media yang mengandung karbohidrat sebagai sumber nutrisi bakteri A. xylinum. Rumput laut mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai sumber karbon bagi pertumbuhan bakteri tersebut. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal perbedaan konsentrasi filtrat rumput laut Gracilaria sp. yang terdiri atas empat taraf yaitu PO (Penggunaan filtrat rumput laut Kappaphycus alvarezii 3%), PA (Penggunaan filtrat rumput laut Gracilaria sp. 2%), PB (Penggunaan filtrat rumput laut Gracilaria sp. 3%), dan PC (Penggunaan filtrat rumput laut Gracilaria sp. 4%) dengan masing-masing dilakukan dua kali ulangan. Data analisis kimia dan fisik yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan taraf uji 5% dan dilanjutkan menggunakan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Sedangkan untuk data uji hedonik akan dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik Kruskal Wallis. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan PC (4% Gracilaria sp.) dengan nilai kadar air 88,95%, total gula 1,52%, serat kasar 0,47%, rendemen 38,67%, ketebalan 6,75 mm, kekenyalan 1,25 mm, kenampakan 5,40, tekstur 5,90, aroma 4,70 dan rasa 5,07.Kata kunci:  fermentasi, Gracilaria sp., nata de seaweed, sensori, fisikokimia
Cover MTHP V10N3 Desember 2022 Silvana Dinaintang Harikedua
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.10.3.2022.42695

Abstract

Pengaruh Konsentrasi Larutan Edible Coating Kitosan-Air Kelapa dan Lama Penyimpanan terhadap Fillet Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Asri Silvana Naiu; Lukman Mile; Theovani Rondonuwu
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.43322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total mikroba dan nilai sensori fillet ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang dilapisi edible coating berbahan kitosan-air kelapa selama penyimpanan dingin.  Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu A: variasi konsentrasi kitosan dan air kelapa  sebagai larutan edible coating dengan 4 level, yakni A0 (kontrol, tanpa edible coating); A1 (90% kitosan+10% air kelapa); A2 (80% kitosan+20% air kelapa); A3 (70% kitosan+30% air kelapa) dan B: lama penyimpanan yang terdiri atas 4 level, yakni B0 (0 hari); B1 (3 hari); B2 (6 hari); B3 (9 hari).  Sampel disimpan dalam ruang pendingin bersuhu ±5°C selama 9 hari. Setiap 3 hari dilakukan pengujian jumlah mikroba dan nilai sensori terhadap fillet ikan.  Total mikroba dianalisis dengan ANOVA, sedangkan nilai sensori diuji dengan Kruskal Wallis.  Perlakuan yang memberikan pengaruh nyata terhadap parameter, diuji lanjut dengan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan berpengaruh nyata terhadap total mikroba, namun tidak memberikan pengaruh terhadap nilai sensori.  Hasil uji  interaksi perlakuan menunjukkan bahwa perlakuan A0 hingga A2 selama penyimpanan 0 hari  hingga hari ke-6 berbeda tidak nyata, dengan nilai TPC 3,51 hingga 4,53 cfu/mg, namun mulai tampak perbedaan memasuki penyimpanan hari ke-9, fillet tanpa edible coating tidak memenuhi syarat SNI (2013).  Sementara itu, nilai kenampakan dan tekstur pada semua taraf perlakuan A dapat diterima hingga hari ke-6 dan nilai bau hingga hari ke-9 dengan nilai sensori rata-rata 7
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SHEET MASK DENGAN EKSTRAK AIR TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) Devi Wulansari; Iman Mukhaimin; Nuraeni Nuraeni; Rika Sebtiana Kristantri
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.43574

Abstract

Teripang merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup besar di Indonesia. Pemanfaatan teripang di Indonesia kurang popular disebabkan penampilan yang kurang diminati oleh konsumen. Ekstrak teripang pasir dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kesehata\n kulit menggunakan masker kertas/sheet mask. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi dan uji aktivitas antioksidan sediaan sheet mask dengan penambahan ekstrak air teripang pasir. Pembuatan sheet mask menggunakan bahan utama ekstrak air teripang pasir.Pengujian ekstrak teripang pasir meliputi uji aktivitas antioksidan, uji viskositas, uji kadar air, uji ALT dan uji hedonik. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan konsentrasi ekstrak teripang pasir yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah konsentrasi 9% dengan dengan nilai IC50 pada konsentrasi 999,39 ppm dan nilai ALT 1,9 x 101 cfu/gram. Nilai uji hedonik menunjukkan pada konsentrasi 9% disukai kenampakan dan aromanya dengan skor rata-rata 7,87 dan 7,93 secara berurutan.
Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Beberapa Jenis Ikan Demersal di Perairan Teluk Manado, Sulawesi Utara Chairil Anwar; Djuhria Wonggo; Eunike Mongi
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.10.3.2022.43909

Abstract

 The purpose of this study was to determine the levels of heavy metal Lead (Pb) and heavy metal Cadmium (Cd) in several types of demersal fish in the waters of Manado Bay. The samples used were 6 types of demersal fish commonly found in the bay of Manado, namely Sillago sihama, Lethrinus obsoletus, Garres filamenysuso, Polydactylus plabejus, Lutjanus rusellii and Mugil cephalus. Analysis of heavy metal content using the Atomic Absorption Spectro-photometry (AAS) method. The levels of heavy metals in fish samples were compared with the quality standards set by the Consumption Safe Limit (BSN) SNI 7387:2009. The results showed that the levels of Lead (Pb) were <0.08 mg/kg and Cadmium (Cd) were <0.01 mg/kg for each sample of demersal fish. Keyword:        Pb, Cd, Heavy Metals, Demersal fish, Manado Bay.  
Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) pada Proses Pembuatan Amplang di BDS Snack, Balikpapan, Kalimantan Timur Adlina Ardhanawinata; Irman Irawan; Henny Pagoray; Fitriyana; Bagus Fajar Pamungkas; Ita Zuraida
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.44657

Abstract

SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) is an important step that plays a role in maintaining the quality of a food product and meeting food safety guarantees according to standards. There are 8 key aspects of SSOP that must be met by a food business entity to produce good quality and product quality. The purpose of this field is to obtain information related to the application of SSOP in the production of amplang at BDS Snack located in Jl. Rekreasi lama RT.13 Manggar, Bangsal pengolahan perikanan dan hasil Laut Balikpapan. The working method used in this field review is a qualitative descriptive method with primary data collection obtained through observation, interviews, active participation and documentation. Amplang production process includes the preparation of raw materials, weighing, milling, mixing materials, printing, frying, draining, sorting, packaging and distribution. The results of the field review show that the implementation of 8 key aspects of SSOP in BDS Snack has been implemented well. Keywords:      Amplang, Application of SSOP, Fisheries product.   SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) merupakan langkah penting yang memegang peran dalam menjaga kualitas suatu produk makanan serta memenuhi jaminan keamanan pangan sesuai standar. Terdapat 8 aspek kunci SSOP yang harus dipenuhi oleh suatu badan usaha makanan untuk menghasilkan kualitas dan mutu produk yang baik. Tujuan dari tinjauan lapangan ini yaitu untuk memperoleh informasi terkait penerapan SSOP pada produksi amplang pada UMKM BDS Snack yang berlokasi di Jl. Rekreasi lama RT.13 Manggar, Bangsal pengolahan perikanan dan hasil Laut Balikpapan. Metode kerja yang digunakan dalam tinjauan lapangan ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, partisipasi aktif dan dokumentasi. Proses produksi amplang meliputi proses persiapan bahan baku, penimbangan, penggilingan, pencampuran bahan, pencetakan, penggorengan, penirisan, penyortiran, pengemasan dan distribusi. Hasil tinjauan lapangan diketahui bahwa penerapan 8 aspek kunci SSOP di BDS Snack sudah terlaksana dengan baik. Kata kunci:    Amplang, Penerapan SSOP, Produk Perikanan.