cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ORTOPEDAGOGIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Sekolah Luar Biasa sebagai Pusat Sumber Pengembangan Keterampilan Vokasional Tata Boga bagi Anak Dengan Hambatan Kecerdasan Ringan di Sekolah Inklusif Juli Niara; Ahsan Romadlon Junaidi; Ahmad Samawi; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p72-79

Abstract

: Keberadaan Pusat Sumber sebagai pusat informasi mengenai anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu tempat yang diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap bagi orang tua, guru serta masyarakat sekitar mengenai pendidikan, penanganan anak berkebutuhan khusus, asesmen serta informasi lainnya yang berkaitan dengan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Untuk itu sekolah dengan seting inklusif diharapkan dapat membantu anak mengembangkan potensinya dengan optimal.Sekolah dengan seting inklusif memerlukan dukungan yang mumpuni baik itu dukungan sistem (support system), dukungan regulasi (regulation support) maupun dukungan professional (professional support). Mempersiapkan ADHK Ringan untuk memiliki modalitas bekerja sesuai dengan Standar Perusahaan, salah satunya melalui program Vokasional. Untuk itu kehadiran pusat sumber diharapkan dapat membantu pelaksanaan pendidikan inklusif. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Tujuan dari penelitian untuk membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang berupa pengembangan dan pengelolaan pusat sumber sekolah inklusif dan pelaksanaan pendidikan inklusif yang diselenggarakan di sekolah dasar. Bedasarkan hasil penelitian ini, dapat diperoleh informasi yaitu identifikasi kebutuhan pusat sumber dan program pusat sumber yang akan dikembangakan. Hal itu akan berdampak pada kebutuhan mendesak yang dihadapi oleh sekolah penyelenggara pendidikan Inklusif adalah pengembangan program pusat sumber yaitu pusat sumber sebagai pusat bantuan layanan professional, yang memberikan informasi secara meneyeluruh tentang anak berkebutuhan khusus, terkait identifikasi, layanan pendidikan, pembelajaran dan pelatihan assesmen yang dilakukan oleh tim atau guru dari pusat sumber kepada guru-guru di sekolah reguler penyelenggara pendidikan Inklusif tingkat pendidikan dasar.
The Effectiveness of Social Stories Method with Audio Visual Media on Social Interaction and Positive Behavior in Children with Autism at the Bhakti Luhur Autism Therapy Unit Malang City Indonesia Selvi Marce Pasapan; Ahsan Romadlon Junaidi; Ranti Novianti; Ediyanto Ediyanto
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p18-23

Abstract

This research aims to analyze the effectiveness of social stories using audio-visual media on social interactions and positive behavior of children with autism. The research method used in this research is qualitative research with a literature study and observation approach. Children with Autism Spectrum Disorder experience difficulty in establishing social interactions with their environment. Based on the results of observations, the Bhakti Luhur Autism Therapist Unit, which is an early intervention therapy unit for children with autism, treated 38 children with Autism Spectrum Disorder specifications by dividing them into 6 groups according to ability. The results of observations carried out by teachers in group therapy class 1 consisting of 5 children with an average age of 7-11 years found that children had difficulty carrying out social interactions with the people around them, were less able to build reciprocal communication, and were unable to understand messages, difficulty in understanding unstructured social rules, difficulty in understanding and responding to other people's emotions, and not being able to imitate their environment so that they have difficulty interacting. By looking at the problems experienced by children with Autism Spectrum Disorder, it is necessary to use methods that can attract children's attention and social interaction skills through social stories. According to Sugiarto, et al (2004), quantitatively the treatment of social stories with picture cards is quite significant in improving the interaction abilities of children with Autism Spectrum Disorder. As technology develops, the presentation of social stories is basically less effective if it is only based on visuals. A more innovative approach is needed to overcome this. Isniawati, et al (2023) suggest adding activities related to social behavior through audio capture with more sophisticated tools.
Satamo Interactive Media to Improve The Sewing Skills for Mentally Disabled Children: A Preliminary Study Nining Rulif Fitriani; Mohammad Efendi; Ahmad Samawi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p102-105

Abstract

This research was motivated by the problems of mildly mentally retarded children at SMALB in the process of learning sewing skills, especially motorbike gloves and it is named Satamo. Children with mild mental retardation find it difficult to remember the stages in the process of sewing motorbike gloves in sequence and they find it difficult to remember abstract things. This research is qualitative research with a preliminary study method. The research subjects were mildly mentally retarded children at SMALB Blitar City. The data collection process was carried out using direct observation techniques. Test the validity of the data using triangulation techniques. Research results are children with mild mental retardation easily forget and find it difficult to remember abstract things in the process of learning to sew motorbike gloves, so children need video tutorial learning media to make it easier for students to learn motorbike glove sewing skills
Meningkatkan Keterampilan Melepas Diapers Melalui Teknik Modelling bagi Anak Autis di Sekolah Inklusi Rina Listya; Ahsan Romadlon Junaidi; Ediyanto Ediyanto; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p47-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan melepas diapers pada anak autis kelas III di Sekolah Inklusi melalui penerapan teknik modelling. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya kemandirian anak autis dalam aktivitas sehari-hari, khususnya toilet training, yang sering kali menjadi tantangan akibat ketergantungan pada diapers. Anak autis mengalami kesulitan dalam memahami dan mengekspresikan kebutuhan buang air, sehingga diperlukan intervensi yang efektif untuk membantu mereka menguasai keterampilan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif, melalui observasi, wawancara dan literatur review. Subjek penelitian adalah anak autis kelas III di Sekolah Inklusi yang masih mengalami ketergantungan pada diapers. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi, wawancara dengan guru dan orang tua, serta evaluasi hasil kerja siswa. Teknik modeling dipilih sebagai intervensi karena kemampuannya dalam memfasilitasi pembelajaran melalui pengamatan dan peniruan perilaku yang diperagakan oleh guru. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan peningkatan keterampilan melepas diapers pada anak autis, yang meliputi kemampuan mengenali tanda-tanda tubuh, mengikuti langkah-langkah menuju toilet, dan melepas diapers secara mandiri. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi anak selama proses toilet training dan mengevaluasi efektivitas teknik modeling dalam mengatasi hambatan tersebut. Manfaat penelitian mencakup aspek praktis bagi pendidik dan orang tua dalam mengajarkan keterampilan mandiri, kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus, serta peningkatan kualitas hidup anak autis melalui kemandirian dan integrasi sosial. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan layanan pendidikan di SLB dan lembaga serupa.
Persepsi Budaya Positif dan Motivasi Kerja Guru Sekolah Luar Biasa di Wilayah Dinas Pendidikan Aceh Yossi Novianti; Ediyanto Ediyanto; Umi Safiul Ummah
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p129-132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara persepsi guru mengenai budaya positif sekolah dengan motivasi kerja mereka pada Sekolah Luar Biasa (SLB) di bawah Dinas Pendidikan Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 362 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang memuat 18 butir pernyataan untuk variabel budaya positif dan 21 butir untuk variabel motivasi kerja. Instrumen penelitian telah teruji validitas dan reliabilitasnya dengan hasil yang memadai. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson, regresi linear sederhana, serta analisis faktor eksploratori (EFA) pada variabel X untuk melihat struktur konstruk budaya positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menilai budaya positif sekolah berada pada kategori tinggi, yang tercermin dalam adanya kepemimpinan partisipatif, kerja sama yang solid, dan sistem evaluasi yang bersifat konstruktif. Motivasi kerja guru juga tergolong tinggi, baik pada aspek intrinsik maupun ekstrinsik. Uji korelasi menghasilkan nilai r = 0,843 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Uji regresi memperlihatkan bahwa budaya positif mampu menjelaskan 71% variasi motivasi kerja guru. Analisis faktor menunjukkan bahwa budaya positif terdiri atas tiga dimensi utama, sementara motivasi kerja juga terbagi ke dalam tiga dimensi. Hasil ini menegaskan bahwa budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan partisipatif merupakan kunci penting dalam meningkatkan motivasi kerja guru SLB.
Implementasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Inklusi Annafi Al Mutaali; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p80-85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusi di SD Negeri 2 Peureulak melalui pendekatan Indeks Praktik Inklusif pada indikator pembelajaran. Studi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menilai sejauh mana pelaksanaan prinsip-prinsip pembelajaran inklusif diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar negeri yang menyelenggarakan pendidikan inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur dan analisis tematik terhadap respons dari lima responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator pembelajaran inklusif telah dilaksanakan dengan baik. Guru merencanakan pembelajaran dengan menyesuaikan kebutuhan semua siswa, mendorong partisipasi aktif dalam proses belajar, serta menerapkan penilaian yang mendukung prestasi. Lingkungan kelas yang mendukung, sikap saling menghormati, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler turut memperkuat budaya inklusi. Namun, masih terdapat tantangan pada aspek kemandirian siswa dalam menggunakan teknologi pembelajaran dan keterbatasan tenaga pendamping. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran inklusif di SDN 2 Peureulak sudah berada pada arah yang tepat, namun memerlukan penguatan pada dukungan teknis dan sumber daya manusia untuk mencapai kualitas yang lebih optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan inklusi di tingkat sekolah dasar.
Analisis In-Service Training dalam Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Non-PLB dalam Memahami Kebutuhan Belajar Siswa Sulastri Sulastri; Ahmad Samawi; Ranti Novianti; Wiwik Dwi Hastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p24-28

Abstract

Pelatihan dalam jabatan (in-service training) telah menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan kapasitas profesional guru, termasuk guru non-Pendidikan Luar Biasa (non-PLB) yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB). Guru non-PLB kerap menghadapi tantangan dalam memahami kebutuhan belajar siswa berkebutuhan khusus karena tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas in-service training dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru non-PLB agar mampu memahami dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan kebutuhan siswa SLB. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru non-PLB di SLB Negeri Pembina Bener Meriah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran dan wawancara mendalam dengan guru peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dalam jabatan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, baik dari aspek perencanaan pembelajaran, penggunaan strategi pembelajaran yang adaptif, maupun evaluasi hasil belajar siswa. Guru juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap karakteristik siswa SLB dan merasa lebih percaya diri dalam mengajar. Faktor pendukung efektivitas pelatihan meliputi adanya pendampingan, materi pelatihan yang relevan, dan praktik langsung di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa in-service training sangat penting sebagai strategi pengembangan profesional guru non-PLB. Diperlukan pengembangan kurikulum pelatihan yang lebih spesifik, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan teknologi untuk memperkuat dampak pelatihan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan pelatihan guru dalam pendidikan inklusif dan pendidikan khusus.
Pengembangan Pendidikan Inklusif Melalui Sistem Layanan Pembelajaran Tabitha Buang Komas; Ahsan Romadlon Junaidi; Umi Safiul Ummah; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p106-111

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia diwujudkan melalui Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang tekanan pada pemerataan pendidikan tanpa ada diskriminasi terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pendidikan inklusif dalam sistem layanan pembelajaran yang merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan inklusif yang efisien dan efektif dalam sistem layanan pembelajaran, serta peningkatan mutu pendidikan bagi peserta yang dibesarkan berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilangsungkan di beberapa sekolah yang telah mengimplementasikan sistem layanan pembelajaran inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dikembangkan mampu meningkatkan mutu pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Meningkatkan pendidikan dan pemahaman terhadap kebutuhan peserta didik dengan penerapan sistem layanan pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik berkebutuhan khusus.
Pendidikan Vokasional Anak Berkebutuhan Khusus Pada Masa Transisi Pasca Kelulusan di SMK Negeri 3 Takengon Maulida Maulida; Ahsan Romadlon Junaidi; Ediyanto Ediyanto; Wiwik Dwi Hastuti; Ranti Novianti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p52-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan vokasional di SMK Negeri 3 Takengon dan jenis keterampilan vokasional yang diterapkan bagi alumni anak berkebutuhan khusus di SMK Negeri 3 Takengon. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya ialah pendidikan vokasional di SMK Negeri 3 Takengon beserta alumni yang aktif mengikuti kegiatan vokasional di sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Implementasi pendidikan vokasional SMK Negeri 3 Takengon dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan anak, guru serta sekolah. Secara penerapannya dari perencanaan, proses pelakasanaan dan evaluasinya sekolah sudah memberikan usaha yang cukup baik untuk memenuhi syarat dalam menerapkan pendidikan vokasional, walaupun masih saja terdapat kendala pada sarana prasana, tempat, tenaga pendidik, komunikasi dan program lanjutan, namun disisi lain kendala tersebut dapat diminimalisir dengan cara alternatif yang disesuaikan dengan kondisi anak, guru dan sekolah tersebut. 2) Program pendidikan vokasional yang diberikan oleh sekolah kepada alumni anak berkebutuhan khusus di SMK Negeri 3 Takengon diantaranya yaitu untuk anak M adalah keterampilan tata boga, untuk anak J dan P adalah pertanian.
The Role of School Principals in Improving Teacher Competency through Learning Communities in Public Special Schools Blitar City Indonesia Khoirun Nisak; Ahsan Romadlon Junaidi; Ahmad Samawi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (Special Issue)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p1-5

Abstract

This research is preliminary research on the role of school principals in improving the competency of Special School teachers through a Learning Community in one of the Special Schools in Blitar City. This research aims to determine the role of school principals in improving the competence of special school teachers through Learning Communities. This research uses a descriptive qualitative method. The subjects of the research are teachers in a Public Special School. The research is conducted in a Public Special Schools in Blitar City. The techniques used to collect data in this research are observation and documentation. The research results show that the managerial role of the school principal is a crucial element that plays the most important role in improving the competence of special school teachers. To improve the competency of special school teachers can be obtained by developing a Learning Community in the educational institution properly. The role played by the school principal is to facilitate collaborative learning about the MERDEKA curriculum, discuss and practice good practices of MERDEKA curriculum, facilitate collaboration in the development of teaching plans, learning reflections with teachers colleagues by reviewing learning modules related to rubric of assessment, problems faced in teaching learning process and the solutions taken. The Learning Community is a forum for teachers to exchange ideas and all matters related to teaching learning activities.