cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
GAMBARAN KADAR ALBUMIN SERUM PADA VEGETARIAN LACTO-OVO Pongsibidang, Frans A. K.; Tiho, Murniati; Kaligis, Stefana H. M.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.11045

Abstract

Abstract: Vegetarian lacto-ovo is one of three large groups of vegetarians, where this type eating vegetable foodstuffs and abstained all kinds of meat, but still consumes milk and eggs. Vegetarian diet which regularly planned well, provide many health benefits. On the other hand, vegetarian potentially at risk of suffering from various diseases macro and micro nutrient deficiencies, for example, is protein. Albumin, which is one of the three major groups of plasma protein, globulin and fibrinogen in addition, contributes up to 80% of the osmotic pressure of plasma. Albumin can be obtained from meat, eggs, soy beans, nuts, and seeds. The levels of serum albumin is an important prognostic indicators because there is a correlation between the levels of serum albumin with increased risk of morbidity and mortality. Methods: The purpose of this study is to describe serum albumin levels in lacto-ovo vegetarians. This cross-sectional study was conducted in September 2015- January 2016. Sampling using total sampling method performed at the University of Klabat Airmadidi, with 25 respondents. Results: From the results of laboratory tests, 20 subjects (80%) with normal serum albumin levels, and 5 subjects (20%) with high levels of serum albumin. Conclusion: Based on the results, we can conclude that serum albumin levels in lacto-ovo vegetarian mostly normal.Keywords: lacto-ovo vegetarian, protein, serum albuminAbstrak: Vegetarian lacto-ovo merupakan salah satu dari tiga kelompok besar vegetarian, dimana tipe ini mengonsumsi bahan pangan nabati dan berpantang makan segala jenis daging, namun masih mengonsumsi susu dan telur. Diet vegetarian yang teratur terencana dengan baik memberikan banyak manfaat kesehatan. Di sisi lain, vegetarian berpotensi berisiko menderita berbagai penyakit defisiensi nutrisi mikro dan makro, contohnya adalah protein. Albumin yang merupakan salah satu dari 3 kelompok besar protein plasma, selain globulin dan fibrinogen, berperan hingga 80% terhadap tekanan osmotik plasma. Albumin dapat diperoleh dari daging, telur, kacang kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Kadar albumin serum merupakan indikator prognostik penting karena terdapat korelasi antara kadar serum albumin dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar albumin serum pada vegetarian lacto-ovo. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada bulan September 2015 - Januari 2016. Pengambilan sampel dengan metode total sampling dilakukan di Universitas Klabat Airmadidi, dengan jumlah responden 25 orang. Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan 20 subyek (80%) dengan kadar albumin serum normal, dan 5 subyek (20%) dengan kadar albumin serum tinggi. Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gambaran kadar albumin serum pada vegetarian lacto-ovo sebagian besar normal.Kata kunci: vegetarian lacto-ovo, protein, albumin serum
GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PEMAIN MUSIK DI SEKOLAH MUSIK TOMS YAMAHA MUSIC SCHOOL MANADO Garusim, Hermin; Engka, Joice N. A; Supit, Siantan
eBiomedik Vol 1, No 3 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.3.2013.3264

Abstract

Abstract: Blood pressureand pulse rateis very important in the health sectorin general, and particularly in the field of medicine, since the blood pressure and pulse rateis a factor that can be used as an indicator to assessa person's cardiovascular system. Blood pressure is the force used by the blood against the walls of blood vessels (arteries). Blood pressure is a vital sign in the human body. Numerous studies have shown an relationship between changes of blood pressure with pounding music that are to heard or playing a musical instrument. Physiologically increases and decreasesin blood pressurecan becaused bya particulargenre. As well as the increase and decrease in blood pressure both before and after playing music in fluenced by physical activity while playing certain musical instruments. For example, a drum player, his blood pressure willincrease two-fold in time afterplayingthe music, and theviolin decreased time after playing music. The purpose of this study, was to determine what kind of instrument music that can increase and decrease blood pressure. The type of research is observational with cross sectional study. The variable in this study is a music player and high blood pressure. The subjects was students in the school musical TOM's Yamaha Music School as many as 40 people who have met the criteria for inclusion are aged 10-35 years consisted of men and women, physically and mentally healthy, not suffering from hypertension and signed the informed consent. Measurement of blood pressure used tensimeter aneroid ABN spectrum and Littmann stethoscope. Before playing the music, the averages blood pressure with result that optimal is 106/74mmHg, the averages blood pressure with result that normal is 121/80mmHg, the averages blood pressure with result that high normal is 130/90mmHg, and the averages blood pressure with result that mild hypertension is 140/92mmHg. Based on this research, it was found there are difference in a blood pressure before and after playing music. The normal blood pressure before playing music and will increase or decrease in time after playing the music.Key words: Blood pressure, MusicAbstrak: Tekanan darah dan denyut nadi merupakan hal yang sangat penting dalam bidang kesehatan pada umumnya dan khususnya di bidang Kedokteran, karena tekanan darah maupun denyut nadi merupakan faktor yang dapat dipakai sebagai indikator untuk menilai sistem kardiovaskuler seseorang. Tekanan darah adalah tenaga yang di gunakan oleh darah terhadap diding pembuluh darah (arteri). Tekanan darah merupakan salah satu tanda vital di dalam tubuh manusia. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara perubahan tekanan darah dengan dentuman musik baik yang hanya didengarkan maupun pada saat memainkan alat musik. Secara fisiologis peningkatan dan penurunan tekanan darah dapat diakibatkan oleh aliran musik tertentu. Serta Peningkatan dan penurunan tekanan darah pada saat sebelum dan sesudah bermain musik dipengaruhi oleh aktifitas fisik saat memainkan alat musik tertentu. Misalnya pemain musik drum, tekanan darahnya akan meningkat dua kali lipat pada saat sesudah bermain musik, dan violin (biola) menurun saat sesudah bermain musik.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis alat musik apa yang dapat meningkatkan dan menurunkan tekanan darah. Adapun jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Adapun variable pada penelitian ini adalah pemain musik dan tekanan darah. Subjek penelitian ini adalah siswa ? siswi di sekolah musik TOM?s Yamaha Music school yaitu sebanyak 40 orang yang telah memenuhi criteria inklusi yaitu berumur 10-35 tahun terdiri atas pria dan wanita, sehat jasmani dan rohani, tidak menderita hipertensi dan menandatangani informed consent. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter aneroid ABN spectrum dan stetoskop Littman. Sebelum bermain musik hasil didapatkan tekanan darah optimal dengan rata ? rata tekanan darah 106/74mmHg, tekanan darah normal dengan rata ? rata 121/80mmHg, tekanan darah normal tinggi 130/90mmHg, dan tekanan darah dengan hipertensi ringan rata ? rata 140/92mmHg. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan adanya perbedaan tekanan darah yang dilakukan saat sebelum dan sesudah bermain musik. Tekanan darah normal pada saat sebelum bermain musik dan akan meningkat atau menurun pada saat sesudah bermain musik.Kata Kunci : tekanan darah, musik
KARAKTERISTIK ERITROSIT PADA PASIEN ANAK DENGAN INFEKSI VIRUS DENGUE DI MANADO Kewo, Indah R. A.; Rambert, Glady; Manoppo, Firginia
eBiomedik Vol 3, No 2 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.2.2015.8438

Abstract

Abstract: Dengue infection is a kind of viral infectious disease that can cause death. There are several hematological abnormalities frequently found in dengue infection, as follows: leukopenia, thrombocytopenia, coagulation disorders, bone marrow suppression, as well as increases in hemoglobin level and hematocrit value due to leakage of plasma. This study aimed to obtain the characteristic features of erythrocytes in children infected with dengue virus in Manado. This study used a cross sectional design and was conducted from December 2014 until January 2015 at Pancaran Kasih GMIM Hospital, Wolter Monginsidi Hospital, and Advent Hospital in Manado. Examination of the characteristics of erythrocytes was conducted at Prokita Malalayang Laboratory. Samples were 37 patients. The results showed that low erythrocyte count was found in 2 patients (5.41%); normal erythrocyte count in 34 patients (91.9%); and increased erythrocyte count in 1 patient (2.7%). Low mean copuscular volume (MCV) (MCHC) was found in 35 patients (94.6%), and increased MCHC in 2 patients (5.4%). Conclusion: Most children with dengue viral infection in Manado had normal erythrocyte count, along with MCV and MCHC in the range of the reference values (normocytic and normochromic).Keywords: Dengue virus infection, the number of erythrocytes, MCV, MCHC.Abstrak: Infeksi virus dengue merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian. Kelainan hematologi sering muncul pada demam berdarah dengue diantaranya leukopenia, trombositopenia, gangguan koagulasi, penekanan sumsum tulang, juga terjadi peningkatan kadar hemoglobin dan nilai hematokrit karena kebocoran plasma yang dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik eritrosit pada anak yang terinfeksi virus dengue di Manado. Desain penelitian potong lintang dengan jumlah sampel 37 pasien. Penelitian ini dilaksanakan di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado, RS Wolter Mongisidi Manado, dan RS Advent Manado pada bulan Desember 2014 sampai Januari 2015. Pemeriksaan karakteristik eritrosit dilakukan di Laboratorium Prokita Malalayang. Hasil penelitian memperlihatkan jumlah eritrosit rendah ditemukan pada 2 orang (5,41%); normal 34 orang (91,9%); dan meningkat 1 orang (2,7%). Nilai mean copuscular volume (MCV) rendah pada 8 orang (21,6%); normal 28 orang (75,7%); dan meningkat 1 orang (2,7%). Nilai mean copuscular hemoglobin consentration (MCHC) normal pada 35 orang (94,6%), dan meningkat 2 orang (5,4%). Simpulan: Pada sebagian besar pasien anak dengan infeksi virus dengue di Manado didapatkan jumlah eritrosit dalam batas nilai normal, serta nilai MCV dan MCHC berada diantara rentang nilai rujukan (normositik dan normokromik).Kata kunci: infeksi virus dengue, eritrosit, MCV, MCHC
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kehamilan di Kota Manado Setiadhi, Yudhaputra; Kawengian, Shirley E.S.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14633

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition where the systolic blood pressure is >140mmHg and the diastolic blood pressure is >90mmHg measured by a sphygmomanometer. The measurements were performed at least 2 times in a span of one week. Uncontrolled hypertension can cause damage to the arteries, damage to the heart, damage to the brain, kidneys and eyes, as well as accelerating the onset of chronic cardiovascular diseases. Hypertension in pregnancy could affect such things as reduced blood flow to the placenta, fetal growth restriction, premature birth, fetal death, and increased risk of cardiovascular disease. One of the factors that affect the risk of hypertension is a family history of hypertension.The study aimed to see whether there is a relationship between a family history of hypertension and hypertension in pregnancy. The data were collected using cross-sectional method. This cross-sectional study was conducted in September-November 2016, in Bahu Public Health Center, Ranotana Public Health Center, Tuminting Public Health Center, Kombos Public Health Center, and Paniki Public Health Center. The sample were taken with total sampling method, with the total number of respondents that are willing around 144 respondent. Based on the research, from 50 respondent with a family history of hypertension, 1 respondent (2%) belong to the category of stage 1 hypertension, 20 respondent (40%) belong to the category of pre-hypertension and 29 respondents (58%) were normal. Conclusion: Based on the results, it can be deduced that a family history of hypertension mostly did not affect the incidence of hypertension in pregnant woman.Keywords: hypertension, maternal hypertension, family history of hypertension  Abstrak: Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik >140mmHg dan tekanan darah diastolik >90mmHg yang diukur dengan sphygmomanometer. Pengukuran dilakukan minimal 2 kali dalam rentang waktu 1 minggu. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah arteri, kerusakan pada jantung, kerusakan pada otak, ginjal dan mata, serta mempercepat terjadinya penyakit kardiovaskular yang kronis. Hipertensi pada wanita hamil dapat mempengaruhi beberapa hal seperti aliran darah ke plasenta berkurang, pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur, bayi meninggal dalam kandungan, dan meningkatnya risiko terkena penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor rikiko yang mempengaruhi hipertensi adalah riwayat hipertensi pada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara riwayat hipertensi pada keluarga dan hipertensi pada kehamilan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional. Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada bulan September-November 2016 di Puskesmas Bahu, Puskesmas Ranotana, Puskesmas Tuminting, Puskesmas Kombos dan Puskesmas Paniki. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan dengan metode total sampling dengan jumlah responden yang bersedia sebanyak 144 orang. Berdasarkan penelitian didapatkan dari 50 responden dengan riwayat hipertensi pada keluarga 1 responden (2%) masuk ke dalam kategori hipertensi stadium 1, 20 responden (40%) masuk ke dalam kategori pre-hipertensi dan 29 responden (58%) yang normal. Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa riwayat hipertensi pada keluarga sebagian besar tidak mempengaruhi angka kejadian hipertensi pada ibu hamilKata kunci: hipertensi, hipertensi kehamilan, riwayat hipertensi pada keluarga
KASUS PTERIGIUM DI POLIKLINIK MATA RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2011 Yumte, Margaretha; Rares, Laya; Saerang, J. S. M. M.
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4579

Abstract

Abstract: Pterygium is a triangular-shaped tissue growth fibrovascular that grows from the conjunctiva to the cornea in the area interpalpebra. Pterygium of the conjunctiva grows wings shaped in accordance with bulbi.Prevalence pterygium Perdami Clinical Management Guidelines, the incidence is high at Indonesia pterigium equator area 13.1%.To know pterygium incident at the Ophthalmology Department Prof. Dr. R. D. Kandou Manado period January to December 2011.Retrospective descriptive study by examining the data (card patients) who had examination and treatment in Ophthalmology Department and the medical record Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.The research results obtained from the patients of Pterygium is 213 patients were women had the highest number of 122 patients (57.28%). Pterygium largest number of people in the age group 50-59 years (30.04%). Largest Occupation  the retired of  71 patients (33.33%). Patient data obtained from recurrent patients as much as 1 patient (0.52%). The eyes are the most heavily exposed to the OS pterygium as many as 70 patients (42.20%) and the grade of the most much on the grade of patient pterygium II by 67 patients (46.20%).As much as 213 patients who had  examination and treatment with surgery pterygium, pterygium postoperative recurrence in patients with acquired and at least this proves that  pterygium postoperative complications are rare these days, although in fact this is complications that are often.Visus good 6/3-6/7,is the most visual acuity found in pterygium with grade of I, II and III, while the grade of IV to normal visual acuity is the most.In IV grade  is usually disturbing visual axis and more low visual acuity good vision, is to bad.This is proves that the higher the grade of pterygium the more high influence on our visual function is lowered. Key Word: Pterygium, recurrent data, visual acuity, grade of pterygium     Abstrak: Pterygium adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga yang tumbuh dari arah konjungtiva menuju kornea pada daerah interpalpebra. Pterygium tumbuh berbentuk sayap pada konjungtiva bulbi.Prevalensi pterigium sesuai dengan Panduan Manajemen Klinis Perdami,insidens pterigium cukup tinggi di Indonesia didaerah equator 13,1%.Penelitian ini untuk mengetahui insiden pterigium di Poliklinik Mata RSUP.Prof.dr.R.D.Kandou  periode Januari sampai Desember 2011.Bersifat Deskriptif retrospektif dengan meneliti data rekam medic pasien di poliklinik mata RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Dari hasil penelitian didapatkan 213 penderita pterigium.Penderita Pterigium berjenis kelamin perempuan memiliki jumlah terbanyak yaitu 122 penderita (57,28%).Jumlah penderita pterigium terbanyak pada kelompok umur 50-59 tahun(30,04%).Jenis Pekerjaan terbanyak pada pensiunan yaitu71 penderita(33,33%).Dari data pasien didapatkan pasien rekuren sebanyak 1 penderita (0,52%).Bagian  mata yang paling banyak terkena pterigium pada OS yaitu sebanyak 70 penderita (42,20%) dan derajat yang paling banyak pada penderita pterigium yaitu  derajat II sebanyak 67 penderita (46,20%).Sebanyak 213 penderita yang melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan maupun operasi  pterigium,pterigium postoperasi pada pasien rekuren paling sedikit didapatkan dan hal ini membuktikan bahwa komplikasi pterigium postoperasi akhir ini sudah jarang terjadi walaupun sebenarnya hal ini merupakan  komplikasi yang masih sering terjadi.Visus baik/normal 6/3-6/7,5 merupakan visus yang paling banyak  ditemukan pada pterigium dengan derajat I,II dan III sedangkan pada derajat IV untuk visus normal ini adalah  yang paling sedikit.Pada derajat IV ini biasanya sudah mengganggu aksis visual dan lebih banyak visus low  vision baik,sedang sampai buruk.Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi derajat pterigium maka semakin  tinggi pengaruhnya pada fungsi visual kita menjadi menurun. Kata Kunci: Pterigium,data rekuren,visus,derajat pterigium
Gambaran Kadar Ureum Darah pada Ibu Hamil Trimester III di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado Matialo, Patricia P.; Assa, Youla; Mewo, Yanti
e-Biomedik Vol 6, No 2 (2018): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v6i2.22157

Abstract

Abstract: Urea is waste product of protein breakdown metabolism. In the normal pregnancy, blood urea in pregnant women will decrease compared with in non-pregnant women due to physiological change of hematology, cardiovascular, and kidney hormonal in pregnancy. This study was aimed to obtain the blood urea profile of 3rd trimester of pregnancy. This was a descriptive study with a cross-sectional design, using total sampling technique. Subjects were 3rd trimester pregnant women who came to Robert Wolter Mongisidi Hospital Manado from October to November 2018. There were 39 subjects in this study. Blood urea examination showed that 39 subjects (100%) had normal blood urea levels. Conclusion: All 3rd trimester pregnant women had normal blood urea level.Keyword: blood urea level, pregnancy Abstrak: Urea adalah sisa-sisa produk metabolisme dari pemecahan protein. Pada kehamilan normal, kadar urea dalam darah akan menurun dibandingkan dengan yang tidak hamil disebabkan oleh perubahan fisiologik terutama hematologi, kardiovaskular, hormonal pada ginjal yang terjadi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kadar ureum darah pada ibu hamil trimester III. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang, dilaksanakan selama bulan Oktober – November 2018 di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode total sampling. Terdapat 39 ibu hamil trimester III sebagai subyek penelitian. Pada pemeriksaan kadar ureum didapatkan 39 subyek (100%) mempunyai kadar ureum normal. Simpulan: Kadar ureum darah pada semua ibu hamil trimester III dalam batas normal.Kata kunci: ureum, kehamilan
PENGARUH SENAM POCO-POCO TERHADAP KADAR KOLESTEROL LOW DENSITY LIPOPROTEIN DARAH Saputra, Asep D.; Ticoalu, Shane H. R.; Wongkar, Djon
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.6503

Abstract

Abstract: High level of plasma LDL-cholesterol concentrations is one of the cause of atherosclerosis that may result in cardiovascular diseases (CVD), such as coronary heart disease (CHD) and stroke. Exercise can improve plasma LDL-cholesterol concentrations. A type of exercise, poco-poco, is categorized to the aerobic gymnastics. This study aimed to know the influence of poco-poco to plasma LDL-cholesterol concentrations. This was an experimental study with one group prestest-posttest design. Samples were 25 female students of 2013 batch Pharmacy study program of Sam Ratulangi University Manado that were chosen with purposive sampling. Samples did poco-poco gymnasticss three times a week for four consecutive weeks. The results showed that after four weeks of poco-poco there was an increase of the average of plasma LDL-cholesterol concentrations for 1.120 mg/dl, but this increase was not statistically significant (p > 0.05). Conclusion: There was no significant influence of doing poco-poco for four weeks to plasma LDL-cholesterol concentrations.Keywords: poco-poco gymnastics, low density lipoproteinAbstrak: Tingginya kadar kolesterol-LDL darah merupakan penyebab utama terjadinya aterosklerosis yang berujung pada munculnya penyakit kardiovaskular (PKV), seperti penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke. Olahraga merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk memperbaiki kadar kolesterol-LDL darah. Senam poco-poco termasuk dalam olah raga dengan kategori senam aerobik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam poco-poco terhadap kadar kolesterol-LDL darah. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain one group prestest-posttest. Sampel penelitian ialah mahasiswa Fakultas MIPA Program Studi Farmasi Universitas Sam Ratulangi Manado Angkatan 2013 sebanyak 25 orang yang dipilih secara purposive sampling. Sampel melakukan senam poco-poco sebanyak tiga kali dalam seminggu selama empat minggu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa setelah melakukan senam poco-poco selama empat minggu terjadi peningkatan rata-rata kadar kolesterol-LDL darah sebanyak 1,120 mg/dl, namun perubahan ini tidak bermakna secara statistik (p > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat perubahan yang bermakna secara statistik terhadap kadar kolesterol-LDL darah setelah melakukan senam poco-poco selama empat mingguKata kunci: senam poco-poco, low density lipoprotein
KAPASITAS VITAL PARU PADA PENDUDUK DATARAN TINGGI DESA RURUKAN TOMOHON ., Juarfianti; Engka, Joice N. A.; Supit, Siantan
eBiomedik Vol. 3 No. 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7420

Abstract

Abstract: Breath is inspiring air from outside and expiring air out of the body. Lung vital capacity is the maximum amount of air that can be expired from the lungs (approximately 4600 ml). The value of vital lung capacity of adult males is 20-25% higher than of adult females. Some studies have shown that there are many factors influencing the lung vital capacity. This study aimed to describe lung vital capacity among plateu population of Rurukan Tomohon village. This was a descriptive analytic cross sectional study. Subjects were 30 people, aged 20-70 years old, who lived in Rurukan plateu. The lung vital capacity was measured by using a spirometer. Data were processed and presented as distribution frequency tables. The results showed that the majority of respondents were over 40-50 years old (36.7%), housewives (46.7%), had index of obesity I (50%), with the degree of restrictive lung vital capacity within normal limit (80%). Conclusion: Most of the people living in Rurukan plateau had normal lung vital capacity.Keywords: vital lung capacity, plateuAbstrak: Pernapasan adalah menghirup udara dari luar serta menghembuskan udara keluar dari tubuh. Kapasitas vital paru adalah jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan dari paru (kira-kira 4600 ml). Nilai kapasitas vital paru pria dewasa lebih tinggi 20-25% daripada wanita dewasa. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kapasitas vital paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kapasitas vital paru pada penduduk dataran tinggi desa Rurukan Tomohon. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang. Subjek penelitian terdiri dari 30 orang berusia 20-70 tahun yang tinggal di dataran tinggi. Data diperoleh melalui pengukuran kapasitas vital paru menggunakan spirometer. Data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia >40-50 tahun (36,7%), pekerjaan ibu rumah tangga (46,7%), indeks massa tubuh obes I (50%), dan derajat restriktif kapasitas vital paru normal (80%). Simpulan: Sebagian besar penduduk dataran tinggi desa Rurukan mempunyai kapasitas vital paru normal.Kata kunci : kapasitas vital paru, dataran tinggi.
Isolasi bakteri resisten merkuri pada urin pasien dengan tumpatan amalgam di puskesmas paniki bawah Sompie, Intan P.R.; Kepel, Billy J.; Budiarso, Fona
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14599

Abstract

Abstract: Mercury is one of the most toxic heavy metals. Although it can be harmful for human health, the use of mercury in daily life virtually covers all aspects of human life, including its use as the material for dental amalgam fillings. The mercury in amalgam may enter the body, be absorbed by the digestive tract, and then be excreted through the urine. There are bacteria known to be resistant to mercury. This stduy was aimed to obtain and identify the mercury-resistant bacteria in the urine of patients with amalgam fillings. This was a descriptive-explorative study using urine samples of 2 patients who had used amalgam fillings for at least 6 months at Puskesmas (primary health care) Paniki Bawah. The samples underwent morphology, physiology, and biochemistry tests at the Microbiology Laboratory of Pharmacy FMIPA Sam Ratulangi University. The results showd that there were 3 genus of mercury resistant bacteria that survived in 10 ppm, 20 ppm, and 40 ppm concentrations of mercury, as follows: Bacillus, Klebsiella, and Staphylococcus. Conclusion: There are 3 genus of mercury resistant bacteria in the urine of patients with amalgam dental fillings.Keywords: mercury, amalgam, urine, bacteria, resistant Abstrak: Merkuri merupakan salah satu jenis logam berat berbahaya. Walaupun diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia, namun pemanfaatan merkuri dalam kehidupan sehari-hari hampir meliputi semua aspek kehidupan manusia, termasuk dalam penggunaannya sebagai bahan tumpatan gigi amalgam. Merkuri dalam amalgam akan masuk ke dalam tubuh, diabsorbsi melalui saluran pencernaan, dan dieskresikan melalui urin. Diketahui bahwa terdapat bakteri yang resisten terhadap merkuri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bakteri resisten merkuri yang terdapat pada urin pasien dengan tumpatan amalgam. Jenis penelitian ialah deskriptif eksploratif dengan mengambil sampel urin pada 2 pasien yang menggunakan tumpatan amalgam minimal 6 bulan di Puskesmas Paniki Bawah. Sampel diuji secara morfologi, fisiologi, dan biokimia di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian mendapatkan dari berbagai uji yang dilakukan ditemukan 3 genus bakteri resisten merkuri yang bertahan pada konsentrasi merkuri 10 ppm, 20 ppm, dan 40 ppm, yaitu Bacillus, Klebsiella, dan Staphylococcus. Simpulan: Terdapat 3 genus bakteri resisten merkuri pada urin pasien dengan tumpatan amalgam di Puskesmas Paniki Bawah. Kata kunci: merkuri, amalgam, urin, bakteri, resisten
Gambaran Kadar Asam Urat Serum pada Mahasiswa dengan Indeks Massa Tubuh ≥23 kg/m2 di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Rampi, Paterick R.; Assa, Youla A.; Mewo, Yanti M.
eBiomedik Vol 5, No 2 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.5.2.2017.18511

Abstract

Abstract: Diseases caused by high uric acid levels are still commonly found in societies world wide. There is a correlation between uric acid level and increased body mass index (BMI). Higher body mass index in this case overweight and obesity is associated with higher risk of insulin resistance and excessive leptin production which may contribute to hyperuricemia. This study was aimed to obtain the profile of serum uric acid level among students with a BMI of ≥23 kg/m2 at Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University. This was a descriptive study with a cross sectional design. Samples were obtained by using total sampling method. There were 53 respondents that met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that there were 48 respondents (90.6%) whose serum uric acid levels were within normal limits, one respondent (1.9%) with hyperuricemia, and four respondents (7.5%) with hypouricemia. Conclusion: The majority of respondents had uric acid level within normal limit.Keywords: serum uric acid, body mass index, students Abstrak: Penyakit yang disebabkan akibat tingginya kadar asam urat masih banyak diderita oleh masyarakat dunia sekarang ini. Terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan peningkatan indeks massa tubuh (IMT). Semakin tinggi indeks massa tubuh dalam hal ini overweight dan obesitas berhubungan dengan semakin tinggi juga risiko terjadinya resistensi insulin dan produksi leptin yang berlebih sehingga keadaan ini dapat berkontribusi menimbulkan hiperurisemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar asam urat serum pada mahasiswa dengan IMT ≥23 kg/m2 di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Terdapat 53 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian memperlihatkan 48 responden (90,6%) memiliki kadar asam urat serum dalam batas normal, satu responden (1,9%) dengan hiperurisemia, dan empat responden (7,5%) dengan hipourisemia. Simpulan: Sebagian besar responden memiliki kadar asam urat serum dalam batas normal.Kata kunci: asam urat serum, indeks massa tubuh, mahasiswa