cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Hubungan antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswa Kepaniteraan Klinik Madya (co-assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tombokan, Kevin C.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Engka, Joice N.A.
eBiomedik Vol 5, No 1 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.5.1.2017.15978

Abstract

Abstract: Menstruation is one of the aspects of sexual maturity which occurs at the end stage of puberty in a woman. Stress entangles the neuroendocrinological system that might further affect the menstrual cycle pattern. The most common type of stress experienced by students is academical stress. This study was aimed to determine the correlation between stress and menstrual cycle pattern among pre-clinical medical students (co-assistant) at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was an observational analytical study with a cross-sectional design. There were 34 respondents obtained by using purposive sampling technique. Stress degree was assessed by using modified Depression, Anxiety, and Stress Scales 42 (DASS-42) questionnaire meanwhile the menstrual cycle pattern was assessed by using an ordinal-scaled questionnaire. Data were analyzed with the Spearman Rank Correlation test. The correlation between stress and the menstrual cycle pattern showed a p-value = 0.014 and an r = 0.417. Conclusion: There was a moderate significant correlation between stress and menstrual cycle pattern among pre-clinical medical students (co-assistant) ar Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado.Keywords: stress, menstrual cycle patterns, co-assistant Abstrak: Menstruasi merupakan salah satu aspek kematangan seksual yang pertama kali terjadi pada masa pubertas seorang wanita. Stres melibatkan sistem neuroendokrinologi sehingga dapat memengaruhi pola siklus menstruasi. Stres yang paling umum dialami oleh mahasiswa ialah stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswa Kepaniteraan Klinik Madya (co-assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Terdapat 34 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Derajat stres dinilai menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scales 42 (DASS-42) termodifikasi dan pola siklus menstruasi dinilai dengan kuesioner yang menggunakan skala ordinal. Data penelitian dianalisis dengan uji Spearman Rank Correlation. Hasil uji korelasi antara stres dan pola siklus menstruasi mendapatkan p=0,014 dan r=0,417. Simpulan: Terdapat hubungan moderat yang bermakna antara stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswa Kepaniteraan Klinik Madya (co-assistant) di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Kata kunci: stres, pola siklus menstruasi, mahasiswa (co-assistant)
IDENTIFIKASI BAKTERI RESISTEN MERKURI PADA URINE, FESES DAN KALKULUS GIGI PADA INDIVIDU DI KECAMATAN MALALAYANG, MANADO, SULAWESI UTARA Pattuju, Sarah Mariana; ., Fatimawali; Manampiring, Aaltje
eBiomedik Vol 2, No 2 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.2.2014.5108

Abstract

Abstract: Consumption of shells, fishes and some sea mammals is one of the main track in which people get contaminated by mercury. Mercury is neurotoxin and is very harmful for human body. Mercury accumulation in human body resulted in bacteria adapting and its being resistance to mercury. Objective: To detect the existence of bacteria that can live in the environmental condition contaminated by mercury and to identify mercury resistance bacteria on urine, feces and dental calculus of individual in district Malalayang, Manado, North Sulawesi. Method: This research employs explorative descriptive research design. The sample of the study is the mercury resistance bacteria on urine, feces, and dental calculus in district Malalayang, Manado, North Sulawesi. The study is begun conducted in October and end in December 2013. The study is begun done by isolating mercury resistance bacteria on Broth Nutrient containing HgCl2 and Phenylmercury, continued by morphology testing, physiology testing and biochemistry testing in Biotechnology Laboratory of MIPA faculty of Sam Ratulangi University. Result: There are mercury resistance bacteria on urine, feces and dental calculus taken from individual in district Malalayang. There are 3 genus of Bacteria founded, which are E. Coli, Staphylococcus and Bacillus sp. In this study, the highest level of bacteria resistance on mercury conducted on HgCl2 concentration of 10 ppm, 20 ppm and 40 ppm is on concentration of 40 ppm. On Phenylmercury with concentration of 5 ppm, 10 ppm and 20 ppm is on concentration of 20 ppm. Key Words: Mercury, bacteria, urine, feces, dental calculus.     Abstrak: Konsumsi kerang, ikan dan beberapa mamalia laut merupakan salah satu jalur utama masyarakat terpapar merkuri. Merkuri bersifat neurotoksin dan sangat berbahaya bagi tubuh. Akumulasi merkuri dalam tubuh mengakibatkan bakteri beradaptasi dan kemudian menjadi resisten terhadap merkuri.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui adanya bakteri yang dapat hidup pada kondisi lingkungan yang telah tercemar merkuri dan mengidentifikasi bakteri resisten merkuri pada urine, feses dan kalkulus gigi pada individu di Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif eksploratif. Sampel pada penelitian ini adalah bakteri resisten merkuri pada urine, feses dan kalkulus gigi yang diambil dari seorang penduduk di Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara. Penelitian di laksanakan mulai bulan Oktober sampai bulan Desember 2013. Penelitian dilakukan mulai dari isolasi bakteri resisten merkuri pada Nutrient Broth yang mengandung HgCl2 dan Fenil Merkuri, dilanjutkan uji morfologi, uji fisiologi dan uji biokimia di Laboratorium Bioteknologi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. Hasil: Terdapat bakteri resisten merkuri pada urine, feses dan karang gigi yang diambil dari individu di Kecamatan Malalayang. Ada 3 genus bakteri yang ditemukan yaitu E. Coli, Staphylococcus dan Bacillus sp. Tingkat resistensi bakteri terhadap merkuri yang tertinggi pada peneltian ini yang dilakukan pada konsentrasi HgCl2 10 ppm, 20 ppm dan 40 ppm yaitu pada konsentrasi 40 ppm. Pada Fenil Merkuri dengan konsentrasi 5 ppm, 10 ppm dan 20 ppm yaitu pada konsentrasi 20 ppm. Kata kunci: Merkuri, bakteri, urine, feses, kalkulus gigi.
Hubungan obesitas dengan tekanan darah dan aktivitas fisik pada remaja di Kota Bitung Batara, Deviwanti; Bodhi, Widdhi; Kepel, Billy J.
eBiomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.1.2016.10842

Abstract

Abstract: Obesity is one of the global health problem which is often found. Indonesia is a developing country with high incident of obesity. Adolescents are the age group with high levels of obesity risk. The increasing of obesity followed by increasing co-morbidity the potential to be disease in a later time. Obesity increasing the risk of high blood pressure. Hypertension in adolescents already many found. Hypertension in adolescents is problem because it can be continued in adults. one important factor which play a role in obesity is physical activity. Objective: This research to determine the relationship of obesity with blood pressure and physical activity in adolescents in Bitung. Methodology: This study was observational analytic cross sectional design. Results: There were 60 subjekts as the subject of study that meets the inclusions kriteria which have been measured. Consisted of 21 boys and 39 girls. Of 60 obese adolescents are 34 adolescents with high blood pressure, 26 adolescent with normal blood pressure, 52 adolescent with moderate physical activity, 8 adolescents with low physical activity, there is no a significant relationship with blood pressure (Chi Square Test p=0,120), and there is no a significant relationship with physical activity (Chi Square Test: p=0,486. Conclusion: There is no a relationship between obesity with blood pressure and physical activity in adolescents in Bitung.Keywords: obesity, blood pressure and physical activity.Abstrak: Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang semakin sering ditemukan. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan tingkat obesitas yang tinggi. Remaja merupakan kelompok umur dengan tingkat risiko obesitas yang tinggi. Peningkatan obesitas disertai dengan peningkatan ko-morbiditas yang berpotensi menjadi penyakit degeneratif di kemudian hari. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya penyakit tekanan darah tinggi. Hipertensi pada remaja sudah banyak ditemukan. Hipertensi pada remaja merupakan suatu masalah karena dapat berlanjut hingga usia dewasa. Salah satu faktor penting yang berperan pada obesitas adalah aktivitas fisik. Obesitas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan obesitas dengan tekanan darah dan aktivitas fisik pada remaja di kota Bitung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Hasil: Terdapat 60 subjek yang memenuhi kriteria inklusi yang telah diukur. Terdiri dari 39 perempuan dan 21 laki-laki dan 39 perempuan. Dari 60 remaja obes tersebut, 34 remaja dengan tekanan darah tinggi, 26 remaja dengan tekanan darah normal, 52 dengan aktivitas fisik sedang, 8 dengan aktivitas fisik rendah, tidak terdapat hubungan bermakna dengan tekanan darah (Uji Chi Square : p=0,120), dan dengan aktivitas fisik (Uji Chi Square : p=0,486). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara obesitas dengan tekanan darah dan aktivitas fisik pada remaja di kota Bitung.Kata kunci: obesitas, tekanan darah, aktivitas fisik
JENIS DAN KEPADATAN TUNGAU DEBU RUMAH DI KELURAHAN BITUNG KARANG RIA KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Batti, Cindy A.; Wahongan, Greta J. P.; Tuda, Josef S. B.
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.1611

Abstract

Abstract: House Dust Mites located throughout the world, including Indonesia. Arthropods live in carpets, mattresses, clothes, etc. House Dust Mite populations most found in the bedroom of dust, especially in the mattress dust. House Dust Mites can also be found outside the home as in the nests of bird, mammals, skin surface and other animals. Factors supporting the number of House Dust Mites include temperature and humidity. The purpose of this study to determine the species and density of House Dust Mites in Bitung Karang Ria village, sub-district of Tuminting Manado city. This research method is descriptive survey with a cross sectional approach (cross-sectional). The results of this study suggest that the species of House Dust Mites located in Bitung Karang Ria village is Acarus spp, Tarsonemus spp, Glycyphagus destructor, Dermatophagoides spp, Cheyletus spp. The family room there is a lot more positive while the House Dust Mites populations more in the bedroom. House dust mites average density in the bedroom 2.63 and the family room 2.28. Conclusions: Species of House Dust Mites are most commonly found are Acarus spp and House Dust Mite density was higher in the bedroom than the living room. Key words: House Dust Mite, Species, Density, Bitung Karang Ria village.     Abstrak: Tungau Debu Rumah (TDR) terdapat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Artropoda ini hidup pada karpet, kasur, pakaian, dll. Populasi TDR terbanyak didapatkan pada debu kamar tidur terutama pada debu kasur. Selain di dalam rumah, TDR dapat pula ditemukan di luar rumah seperti pada sarang burung, permukaan kulit mamalia dan binatang lainnya. Faktor pendukung banyaknya TDR antara lain yaitu suhu dan kelembaban udara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan kepadatan TDR di Kelurahan Bitung Karang Ria Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode penelitian ini bersifat survey deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis TDR yang terdapat di Kelurahan Bitung Karang Ria yaitu Acarus spp, Tarsonemus spp, Glycyphagus destructor, Dermatophagoides spp, Cheyletus spp. Ruang keluarga lebih banyak yang positif terdapat TDR sedangkan populasi TDR lebih banyak pada ruang tidur. Kepadatan rerata TDR pada ruang tidur yaitu 2,63 dan ruang keluarga 2,28. Simpulan: Jenis TDR yang paling banyak ditemukan yaitu Acarus spp serta kepadatan TDR lebih tinggi pada ruang tidur dibandingkan ruang keluarga. Kata kunci: Tungau Debu Rumah, Jenis, Kepadatan, Kelurahan Bitung Karang Ria.
GAMBARAN KADAR KOLESTEROL LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) PADA MASYARAKAT PEROKOK DI PESISIR PANTAI Sanhia, Aji M.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Engka, Joice N. A.
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.7425

Abstract

Abstract: Low Density Lipoprotein (LDL) is a type of lipoprotein that transports cholesterol most widely in the body. Smoking is one of the factors that can cause elevated levels of LDL cholesterol, which nicotine is one element in cigarettes cathecolamine that stimulates secretion, increases lipolysis, and also increases free fatty acids. Excessive levels of LDL cholesterol in the blood will increase the risk of cholesterol buildup in the arteries, followed by atherosclerosis. This study aimed to describe the levels of LDL cholesterol in seashores community smoker. This was a descriptive analysis with a cross sectional design. Samples in this study were 40 people. The results showed that the mean LDL cholesterol level of 40 samples was 132.93 mg / dl which 24 sample (60%) was at the above the borderline threshold. There was no subject with high LDL level. Conclusion: There was an increase in LDL level in smokers who lived in seashores.Keywords: low density lipoprotein (LDL), smokers.Abstrak: Low Density Lipoprotein (LDL) merupakan jenis lipoprotein yang paling banyak mengangkut kolesterol di dalam tubuh. Merokok merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar kolesterol LDL, dimana nikotin yang merupakan salah satu unsur pada rokok merangsang sekresi katakolamin, meningkatkan lipolisis, dan meningkatkan asam lemak bebas. Kadar kolesterol LDL yang berlebihan dalam darah akan meningkatkan resiko penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri yang diikuti dengan terjadinya aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol LDL pada masyarakat di pesisir pantai. Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analisis dengan rancangan Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang yang sesuai kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden. Hasil penelitian memperlihatkan tingkat kolesterol LDL rata-rata pada 40 sampel ialah 132,93 mg/dl, dengan 24 sampel (60%) berada di atas ambang batas dan sisanya memiliki kadar LDL di bawah ambang batas. Simpulan: Terdapat peningkatan kadar LDL pada perokok yang tinggal di pesisir pantai.Kata kunci: low density lipoprotein (LDL), perokok.
Hubungan Paparan Suhu Dingin terhadap Perubahan Tekanan Darah Sebelum dan Sesudah Bekerja Lopak, Grace N.; Lintong, Fransiska; Moningka, Maya
eBiomedik Vol 5, No 2 (2017): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.5.2.2017.18516

Abstract

Abstract: Exposure to cold temperature causes human body to maintain a fixed normal body temperature, enabling it to adapt to changes in the environment. Blood pressure is the pressure of blood pumped by the heart against the artery walls. Cold temperature of working environment might be a factor effecting blood pressure changes. This study was aimed to obtain the relationship between the exposure of cold temperature and the changes in blood pressure before and after working. This was an analytical experimental study conducted in October to November 2017 at Big Fish and Bakso Mutiara restaurants Manado. The Paired t-test on the relationship between systolic blood pressure before and after working showed a P value of 0.000, meanwhile on the relationship between diastolic blood pressure before and after working showed a P value of 0.000. Conclusion: There was a relationship between the exposure of cold temperature and the changes in blood pressure before and after workingKeywords: cold temperature, blood pressure Abstrak: Paparan suhu dingin menyebabkan tubuh manusia selalu mempertahankan suhu tubuh tetap normal sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitar. Tekanan darah merupakan tekanan dari darah yang dipompa oleh jantung terhadap dinding arteri. Suhu lingkungan kerja yang dingin dapat menjadi faktor yang memengaruhi perubahan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan suhu dingin terhadap perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah bekerja. Jenis penelitian ialah analitik eksperimental yang dilakukan pada bulan Oktober – November 2017 di RM Big Fish dan RM Bakso Mutiara Manado. Berdasarkan hasil analisis dengan uji Paired t-test terhadap tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah bekerja diperoleh hasil P = 0,000 dan terhadap tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah bekerja dengan hasil P = 0,000. Simpulan: Terdapat hubungan paparan suhu dingin dan perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah bekerja.Kata kunci: suhu dingin, tekanan darah
GAMBARAN HISTOPATOLOGIK LAMBUNG TIKUS WISTAR YANG DIBERIKAN BUAH PEPAYA SEBELUM INDUKSI ASPIRIN Nanlohy, Vallery Jerry
e-Biomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i2.5486

Abstract

Abstract: Aspirin contains acetyl salicylic acid which can cause qualitative change on the gastric mucosa. The active ingredients of papaya can increase immunity and protect the stomach from the use of aspirin and steroid. Objective: To reveal the histophatological features of the stomach of Wistar rats administered with papaya juice before aspirin induction. Method: This experimental research employed 20 wistar rats which were divided into the negative control group (A) and treatment groups. All rats were fed with regular or standard pellets for 10 days. Treatment groups were classified into four groups; rats were given papaya juice of 0.8 cc/day (group B), rats were administered aspirin of 30 mg/day (group C), rats were given papaya juice 0.8 cc/day before induced with aspirin (group D), and rats were given papaya juice 2.4 cc/day before induced with aspirin of 30 mg/day (group E). On the eleventh day, the rats were terminated to isolate the stomach followed by macroscopic and microscopic examinations. Results: It was found that the microscopic features were normal in negative control group and group B. In group C, histological examination showed acute gastritis, i.e.,inflammatory cells, edema mucosa and capillary dilatation. Rats in group D and E showed lower degree of acute gastritis compared with group C. Conclusions: Administration of papaya juice for 10 days before aspirin  is given may reduce the signs of acute gastritis as demonstrated by histopathological features of the stomach of wistar rats. Administration of papaya juice of 2.4 cc/day result in lower degree of gastritis compared with recommended dose of papaya juice (0.8 cc/day). Keywords: Aspirin, papaya, stomach.   Abstrak: Aspirin mengandung asam asetil salisilat  yang dapat menimbulkan perubahan kualitatif mukus lambung. Bahan aktif buah pepaya dapat meningkatkan kekebalan dan melindungi lambung dari penggunaan obat aspirin dan steroid. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran histopatologik lambung tikus wistar yang diberikan jus buah pepaya sebelum induksi aspirin. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan 20 ekor tikus wistar yang dibagi dalam kelompok kontrol negatif (A) dan kelompok perlakuan yang diberikan diet pellet standar selama 10 hari. Kelompok perlakuan dibagi dalam empat kelompok, yaitu  kelompok  yang diberikan jus pepaya 0,8 cc/hari (B), kelompok  yang diberikan aspirin 30 mg/hari (C),  kelompok  yang diberikan jus pepaya 0,8 cc/hari sebelum diinduksi aspirin (D), dan kelompok  yang diberikan jus pepaya 2,4 cc/ hari sebelum diinduksi aspirin 30 mg/hari (E). Pada hari ke-11 Tikus wistar diterminasi  untuk diambil lambungnya yang kemudian diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Hasil: Penelitian ini menunjukkan gambaran mikroskopik yang normal pada kelompok kontrol negatif dan perlakuan B. Pada kelompok perlakuan C menunjukkan gambaran histologik gastritis akut, yaitu sel-sel radang, edema mukosa, dan pelebaran kapiler. Pada kelompok perlakuan D dan E menunjukkan gambaran histologi gastritis akut yang lebih ringan dibandingkan dengan kelompok perlakuan C. Simpulan: Pemberian jus buah pepaya sebelum pemberian aspirin selama 10 hari dapat mengurangi tanda-tanda gastritis akut yang terlihat pada gambaran histopatologik lambung tikus wistar. Pemberian jus buah pepaya sebanyak 2,4 cc/hari menghasilkan gambaran gastritis  yang lebih ringan dibandingkan dengan pemberian dosis anjuran (0,8 cc/hari) jus buah pepaya. Kata Kunci: Aspirin, pepaya, lambung.
GAMBARAN PERILAKU REMAJA TERHADAP KEBIASAAN MENGONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL DI DESA SAPA KECAMATAN TENGA KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2012 Issakh, Raynald A.; Ottay, Ronald; Rombot, Dina V.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.11039

Abstract

Abstract: Alcohol is one of the most widely abused substance in the world. Alcohol use is prevalent in the medical field as a preservative and antiseptic. Alcohol abuse can be bad for our health, and can lead to dependence. Alcoholism is the people who are addicted to alcohol. This study aims to obtain an overview of adolescent behavior in the consumption of alcoholic beverages in the village of Sapa environment II Tenga subdistrict, Minahasa southern disctrict. This study is a descriptive study using a survey method to get an overview of adolescent behavior towards alcohol consumption habits. Results and conclusions: Knowledge: 97.8% of adolescent know the bad effects of alcohol on health. Attitude: The adolescent agreed participation of the sociality community, parents, religious leaders, and security personnel in the prevention of the abuse of alcoholic beverages. Action: 71 of 93 adolescents admitted to consuming alcoholic beverages.Keywords: alcohol, alcoholism, youth (adolescent), behaviou.Abstrak: Alkohol merupakan salah satu zat yang paling banyak disalahgunakan diseluruh dunia. Penggunaan alkohol yang lazim pada bidang kedokteran adalah sebagai pengawet dan antiseptik. Penyalahgunaan alkohol dapat berakibat buruk bagi kesehatan, dan dapat menyebabkan ketergantungan. Alkoholisme adalah orang yang kecanduan pada alkohol. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran umum dari perilaku remaja dalam mengkonsumsi minuman beralkohol di desa Sapa lingkungan II kecamatan Tenga kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey untuk mendapatkan gambaran perilaku remaja terhadap kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol. Hasil dan Simpulan: Pengetahuan: 97,8% remaja mengetahui dampak buruk minuman beralkohol pada kesehatan. Sikap: Para remaja menyetujui peran serta masyarakat, orang tua, pemuka agama, dan aparat keamanan dalam pencegahan penyalahgunaan minuman beralkohol. Tindakan : 71 dari 93 remaja mengaku mengkonsumsi minuman beralkohol.Kata kunci: alkohol, alkoholisme, remaja, perilaku.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE Patandianan, Restiayuh
e-Biomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i2.3248

Abstract

Abstract : Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted by Aedes mosquitoes. DHF affects children tend to further increase the morbidity and mortality that needed more attention, both clinical symptoms and laboratory results. In laboratory hemoglobin levels and platelet counts normal weight changes corresponding degree of illness. This research was an analytic retrospective with a cross-sectional. Data sources were secondary data from medical records at BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Samples were obtained 56 patients who met the inclusion criteria DHF of the total population sample of 137 patients. The results of the data obtained is then processed into statistical data using parametric test (Pearson test) for found the relationship between hemoglobin levels with platelet counts with α = 0,05. . It was found that there was no relationship between hemoglobin levels with platelet counts (p=0,097). Conclusion In this study there was no significant correlation between hemoglobin levels with platelet counts in DHF.Keywords: dengue hemorrhagic fever, hemoglobin levels, platelet counts.Abstrak: Demam berdarah dengue merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes. DBD yang menyerang anak-anak cenderung lebih meningkatkan morbiditas dan mortalitas sehingga diperlukan perhatian lebih, baik pada gejala klinis maupun hasil laboratorium. Pada pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin dan jumlah trombosit biasa mengalami perubahan. Penelitian ini bersifat analitik retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Sumber data merupakan data sekunder dari rekam medik Depertemen Ilmu Kesehatan Anak di BLU RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado. Sampel penilitian diperoleh 56 pasien DBD yang memenuhi kriteria inklusi dari total populasi sampel 137 pasien. Hasil penelitian diuji menggunakan uji parametrik (Uji Pearson), untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan jumlah trombosit dengan α = 0,05. Uji Pearson menunjukkan tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan jumlah trombosit (p=0,097). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan jumlah trombosit.Kata Kunci: demam berdarah dengue, hemoglobin, trombosit
PENGARUH LATIHAN BEBAN TERHADAP KEKUATAN OTOT LANSIA R., Febriani Patandianan; Wungouw, Herlina I. S.; Marunduh, Sylvia
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.8075

Abstract

Abstract: Elderly are people who have biological systems changing both functional and structural due to the aging process. They experience a decline usphysical capacity, marked by the decrease. This study aimed to determine the effect of weight training on muscle strength of elderly. This was an experimental study with pre-post test group design. Results and Conclusion: In several movements which are showed a significant p value=0.000 (p<0.005) in muscle strength with elbow flexion, elbow extension, and shoulder extension. A significant value of p=0.001(p<0.005) is obtained on the movement of shoulder flexion, shoulder abduction, left foot flexion, and right foot extension, another results p value= 0.002 (p<0.005) in foot dorsoflexion, and p value 0.003 (p<0.005) on the movements of the left leg extension, leg flexion while dextra obtained significant p value=0.004 (p<0.005). As a conclusion weight training can strengthen the muscle of elderly.Keywords: weight training, muscle strength, elderlyAbstrak: Lansia merupakan orang yang sistem biologisnya mengalami perubahan-perubahan struktur dan fungsi dikarenakan usia yang sudah lanjut. Pada lansia terjadi penurunan kapasitas fisik yang ditandai dengan penurunan massa otot serta kekuatannya yang akan menjadi penghambat dalam melaksanakan aktivitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan beban terhadap kekuatan otot lansia. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan pre-post one group test. Hasil dan simpulan: Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan p=0,000 (p<0,05) pada kekuatan otot dengan gerakan fleksi siku, ekstensi siku dan ekstensi bahu. Nilai signifikan p=0,001 (p<0,05) pada gerakan fleksi bahu, abduksi bahu dan fleksi kaki sinistra, ekstensi kaki dextra, nilai p=0,002 (p<0,005) pada dorsofleksi kaki dan nilai p=0,003 (p<0,05) pada gerakan ekstensi kaki sinistra, sedangkan gerakan fleksi kaki dextra diperoleh nilai signifikan p=0,004 (p<0,05). Pada penelitian ini terdapat pengaruh latihan beban terhadap kekuatan otot lansia.Kata kunci: latihan beban, kekuatan otot, lansia