cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil Ngurah Rai, I. G.B.; Kawengian, Shriley E.S.; Mayulu, Nelly
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.14627

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan suatu kondisi di mana jumlah dan ukuran sel darah merah, atau konsentrasi hemoglobin di bawah batas nilai normal, akibatnya dapat merusak kapasitas darah untuk mengangkut oksigen yang di hantarkan ke seluruh tubuh. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami anemia karena peningkatan volume plasma yang berakibat pengenceran kadar hemoglobin (hb) tanpa perubahan bentuk sel darah merah. Ibu hamil dianggap mengalami anemia bila kadar Hb-nya <11,0 g/dL. Anemia dapat memperburuk proses kelahiran.. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara status pekerjaan, pendidikan dan penghasilan suami dengan kadar hemoglobin. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-November 2016 di Puskesmas Bahu, Ranotana, Tuminting, Kombos dan Paniki. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 49 orang. Dari hasil penelitian diperoleh nilai p masing-masing sebesar 0,362 status pekerjaan dengan kadar hb, 0,688 pendidikan dengan kadar hb dan 0,650 penghasilan suami dengan kadar hb yakni lebih besar dibanddingkan angka α=0,05. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin (hb) dengan status pekerjaan, pendidikan dan penghasilan suami.Kata kunci: kadar hemoglobin, anemia, ibu hamil. Abstract: Anemia is a condition which the number and size of red blood cells or the hemoglobin concentration below the normal value, that can damage the capacity of the blood to transport oxygen throughout the body. Pregnant women is one of the groups at risk of anemia. high risk cause of increased plasma volume resulting in hemoglobin dilution without change in shape of the red blood cells. Pregnant women considered to have anemia when hemoglobin concentrate counted below 11.0g/dL and can worsen of giving birth progress. This study aims to determine whether there is a relation between employment status, education, and the husband’s income with the hemoglobin level in pregnant women. The study design used cross-sectional research by total sampling method to 49 people during september-november 2016 in Bahu, Ranotana, Tuminting, Kombos, and Paniki public health center. Result of research acquired the p-value of 0.362, respectively the status of the job with hemoglobin rate 0.688, education level and hemoglobin rate 0.650, the husband’s income level with hemoglobin rate is bigger than the α=0.05. Conclusion: There is no relation between the level of hemoglobin with employment status, education and husband’s income. Keywords: hemoglobin, anemia, pregnancy woman
IDENTIFIKASI BAKTERI AEROB PADA PENDERITA BATUK BERDAHAK DI POLIKLINIK INTERNA BLU RSUP PROF. dr. R. D. KANDOU MANADO Panggalo, Jumria Tandi; Porotu’o, John; Buntuan, Velma
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4572

Abstract

Abstract: Phlegm is cough showed an infection and inflammation of the respiratory tract. The purpose of this study is to identify aerobic bacteria in patients with cough with phlegm in Interna Polyclinic Prof. dr. R. D. Kandou. This is a descriptive study with 30 samples of patients with phlegm cough was obtained. Thirty sputum were collected for microbiological testing by standard culture techniques. The result of this study is 30 patients with phlegm cough is men (20; 66,7%), woman (10;33,3%), aged 21-35 years old (4; 13,3%), 36-50  years old(8; 26,7%), 51-65 years old (10; 33,3%) dan ≥66 years old (8; 26,7%). Thirty samples of Sputum examines, 29 sample showed growth of microba and got two bacteria positive gram, there are   Streptococcus (7; 24,1%) and Staphylococcus aureus (1;3,4%); and eight bacteria negative gram, there are  Proteus, (6; 20,7%), Enterobacter aerogens (5;17,2%), Klebsiella ozaenae, Acinetobacter baumanii (2;6,9%) dan Citrobacter difersus, Escherichia coli, Hafnia alfei, Seratia marcescens (1; 3,4 %). In this study we found that the most bacterial positive gram causes phlegm cough is Streptococcus, and negative gram are Proteus and Enterobacter aerogenes. Keywords: phlegm cough, sputum ,aerobic bacteria.     Abstrak: Dahak pada batuk menunjukkan adanya infeksi dan peradangan saluran pernapasan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi bakteri aerob pada penderita  batuk berdahak di Poliklinik Interna RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  pada 30 sampel penderita batuk berdahak. Tigapuluh sputum dikumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan mikrobiologi dengan teknik kultur. Hasil dari penelitian ini ialah 30 penderita batuk berdahak didapatkan pria (20; 66,7%), wanita (10; 33,3%); berusia 21-35 tahun (4; 13,3%), 36-50 (8; 26,7%), 51-65 (10; 33,3%) dan ≥66 tahun (8; 26,7%). Tigapuluh  sputum yang diperiksa, 29 sampel memperlihatkan pertumbuhan kuman dan  didapatkan 2 bakteri gram positif  dari hasil kultur yaitu  Streptococcus (7; 24,1%) , Staphylococcus aureus (1; 3,4 %), 8 bakteri gram negatif yaitu Proteus (6; 20,7%), Enterobacter aerogens (5; 17,2%), Klebsiella ozaenae, Acinetobacter baumanii (2; 6,9%) dan Citrobacter difersus, Escherichia coli, Hafnia alfei, Seratia marcescens (1; 3,4 %). Kesimpulan Penelitian ini  didapatkan bakteri  gram positif terbanyak penyebab batuk berdahak yaitu Streptococcus dan bakteri gram negatif terbanyak yaitu Proteus dan Enterobacter aerogenes. Kata Kunci: Batuk berdahak, Sputum, Bakteri aerob.
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Resisten Arsen pada Sedimen di Pesisir Laut Buyat Tahun 2018 Pantow, Natalia M.; Kepel, Billy J.; Fatimawali, .
eBiomedik Vol 6, No 2 (2018): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.6.2.2018.21996

Abstract

Abstract: Metals are very important and widely used in many aspects of human life, however, they can cause environmental pollution which is harmful to life. Arsenic is a very toxic metal that can cause kidney damage and is responsible to various chronic health problems, especially cancer. The coastal area of Buyat Sea in North Sulawesi Province has a high level of activity in mining industry. The mining waste results in environmental pollution due to arsenic release, thus triggers the occurence of arsenic-resistant bacteria. This study was aimed to determine whether there were arsenic-resistant bacteria in soil sediment originated from the coastal area of Buyat Sea and to identify the types of arsenic-resistant bacteria. This was a descriptive explorative study. Samples of soil sediment were obtained from one point on the coastal area of Buyat Sea. The results showed that there were 10 isolates of arsenic-resistant bacteria. There were five genera of bacteria that were resistant to arsenic, namely Escherichia, Klebsiella, Hafnia, Staphylococcus, and Bacillus. Conclusion: In the coastal area of Buyat Sea, five genera of arsenic-resistant bacteria were identified, as follows: Escherichia, Klebsiella, Hafnia, Staphylococcus, and Bacillus.Keywords: arsenic, sediment, arsenic-resistant bacteria Abstrak: Logam sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia walaupun dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kehidupan. Arsen merupakan logam berat yang sangat bersifat toksik dan dapat merusak ginjal serta bertanggung jawab terhadap berbagai gangguan kesehatan kronis, termasuk kanker. Daerah pesisir Buyat laut di Provinsi Sulawesi Utara memiliki tingkat aktivitas yang tinggi dalam bidang industri pertambangan. Limbah pertambangan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan oleh karena pelepasan arsen yang dapat memicu terjadinya bakteri resisten arsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri resisten arsen pada sedimen yang berasal dari daerah pesisir laut Buyat dan untuk mengidentifikasi jenis bakteri resisten arsen yang ditemukan. Jenis penelitian ialah deskriptif eksploratif. Sampel penelitian ialah sedimen tanah di satu titik di pesisir laut Buyat. Hasil penelitian mendapatkan 9 isolat bakteri resisten arsen dan ditemukan lima genus bakteri yang resisten terhadap arsen yaitu Escherichia, Klebsiella, Hafnia, Staphylococcus, dan Bacillus. Simpulan: Di daerah pesisir laut Buyat ditemukan bakteri resisten arsen pada sedimen yaitu genus Escherichia, Klebsiella, Hafnia, Staphylococcus, dan Bacillus.Kata kunci: arsen, sedimen tanah, bakteri
HUBUNGAN KINERJA OTAK DENGAN SPIRITUALITAS DIUKUR MENGGUNAKAN INDONESIA SPIRITUAL HEALTH ASSESSMENT PADA GURU SMA DI TIDORE Rachmatika, Ditha; Wongkar, Djon
e-Biomedik Vol 2, No 3 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i3.6040

Abstract

Abstract: The human brain is the center of the structure which has a volume around 1.350cc and consists of 100 million nerve cells or neuron. The human brain is responsible for the whole body and way of thinking. Brain also influential on human spirituality. Spirituality has 4 thing that can be observed is a ritual, spiritual experience, the meaning of life and positive emotions. Neuroscience is the science which studies human self as a pocess that takes at the level of neural cells to the human nexus with God.  Indonesian Spiritual Health Assessment is a checks are made based on the theoretical concept of the spiritual which consists of 3 components, namely spiritual health item, brain system assessment  and neurofeedback. Objective: Determine the relationship of spirituality human brain performance with high school teacher in the town of tidore. Methods: Type of observational study with cross-sectional research design. Study sample is a high school teacher in the town of Tidore totaling 65 people.  Data collected by distributing questionnaires to the respondents in the form of Indonesia Spiritual Health Assessment (ISHA). Result and Conclusion: Based on research that has been conducted on 65 subjects were obtained results that there is a relationship between the performance of human brain with spirituality. The result can be concluded that there is a relationship between the performance of the human brain with spirituality. The result can be concluded: (1) Cortex prefrontal have no association with a spiritual experience and the meaning of  life, but there is relationship with positive emotions and rituals; (2) system limbic have no association with spiritual experiences, positive emotion, the meaning of life and rituals; (3) ganglia basalis have no association with spiritual experiences, positive emotions and the meaning of life, but there is relationship with rituals; (4) gyrus cingulatus have no association with spiritual experiences, positive emotion and meaning of life, but there is relationship with rituals; (5) temporal lobe have relationship with spiritual experience, but no association with positive emotions, the meaning of life and rituals. Keywords: Brain performance, Spirituality.     Abstrak: Latar Belakang:Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh tubuh dan cara berpikir. Otak juga sangat berpengaruh terhadap spiritualitas manusia.Spiritualitas memiliki 4 hal yang dapat diamati yaitu ritual, pengalaman spiritual, makna hidup, dan emosi positif. Neurosains adalah ilmu yang mengkaji diri manusia sebagai proses yang berlangsung pada tingkat sel saraf hingga proses perhubungan manusia dengan Tuhan. Indonesia Spiritual Health Assessment adalah pemeriksaan yang dibuat berdasarkan konsep teoritis spiritualitas, yang terdiri dari tiga komponen yaitu Spiritual Health Item, Brain System Assessment, dan Neurofeedback. Tujuan: Mengetahui hubungan kinerja otak dengan spiritualitas manusia pada guru SMA di Kota Tidore. Metode: Jenispenelitian ini yaitu penelitian observasional dengan desain penelitian crosssectional.Sampel penelitian yaitu guru SMA di Kota Tidore Kepulauan yang berjumlah 65 orang. Data diambil dengan cara membagikan kuesioner yang berupa Indonesia Spiritual Health Assessment (ISHA) kepada responden. Hasil dan simpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada 65 subjek penelitian diperoleh hasil yaitu ada hubungan antara kinerja otak dengan spiritualitas manusia. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa: (1) Korteks prefrontal tidak ada hubungan dengan pengalaman spiritual dan makna hidup, tetapi ada hubungan dengan emosi positif dan ritual; (2) Sistem limbic tidak ada hubungan dengan pengalaman spiritual, emosi positif makna hidup dan ritual; (3) Ganglia basalis tidak ada hubungan dengan pengalaman spiritual, emosi positif dan makna hidup, tetapi ada hubungan dengan ritual; (4) Girus singulatus tidak ada hubungan dengan pengalaman spiritual, emosi positif dan makna hidup, tetapi ada hubungan dengan ritual; (5) Lobus temporal ada hubungan dengan pengalaman spiritual, tetapi tidak ada hubungan dengan emosi positif, makna hidup dan ritual. Kata Kunci: Kinerja Otak, Spiritualitas.
GAMBARAN KADAR LDL PADA REMAJA OBES DI MINAHASA Rawung, Inda V. M.; ., Fatimawali; Manampiring, Aaltje E.
e-Biomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i3.11288

Abstract

Abstract: Obesity is commonly found in Indonesian including elderly, teenagers, and children. Besides genetic factor, there are some other factors that cause obesity inter alia lifestyle with unhealthy food consumption. Foods such as fatty meat contains low density lipoprotein (LDL) cholesterol which might adversely affect our condition since the early age. This was a descriptive study with a cross sectional design conducted at SMK Negeri 2 and 3 in Tondano Minahasa. Sampels were 54 obese teenagers. The results showed that half of the obese students had above normal LDL cholesterol level.Keywords: teenagers, obese, LDLAbstrak: Obesitas merupakan hal yang sering dijumpai di Indonesia dan mengenai berbagai lapisan usia baik tua, muda, remaja, bahkan usia lanjut. Obesitas terjadi bukan saja terjadi karena faktor genetik, tetapi dapat juga disebabkan antara lain oleh pola hidup daan kebiasaan makan yang tidak sehat. Daging yang berlemak mengandung kolesterol low density lipoprotein (LDL) yang berpengaruh buruk bagi kesehatan bila tidak ditanggulangi sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain potong lintang dan dilakukan terhadap remaja obes di SMK Negeri 2 dan 3 di Kabupaten Minahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% remaja obes di Kabupaten Minahasa memiliki nilai kadar LDL yang lebih tinggi dari batas normal.Kata kunci: remaja, obes, LDL
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH DUA JAM POSTPRANDIAL PADA MAHASISWA ANGKATAN 2011 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI DENGAN INDEKS MASSA TUBUH ≥ 23 kg/m2 ., Fitriani
e-Biomedik Vol 1, No 2 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i2.5467

Abstract

Abstract: Description Of Two-Hour Postprandial Blood Glucose Level At Students Of Faculty Medicine Sam Ratulangi University Year 2011 With Body Mass Index ≥ 23 kg/m2. Introduction: Postprandial Hyperglycemia is one of the early abnormalities of glucose homeostasis. The factors that cause an increase in blood glucose levels are influenced by physical activity, eating habits, and BMI. Body Mass Index (BMI) which is included in overweight and obesity group can lead to increas in blood glucose levels. Along with these lifestyle changes, impaired glucose tolerance occurred mainly in adult age groups. Purpose: Purpose of this study was to describe blood glucose levels at two-hours postprandial at Faculty of Medicine Sam Ratulangi University year 2011 with BMI ≥ 23 kg/m2. Method: Method used in this study was purposive sampling. Twenty five students were involved in the present study. Result: Research results showed that 100% of respondents had normal two-hour postprandial blood glucose levels. Conclusion: It can be concluded that blood glucose levels at Faculty of Medicine Sam Ratulangi University year 2011 with BMI ≥ 23 kg/m2 were all normal. Keywords: Blood Glucose Levels, BMI ≥ 23 kg/m2.     Abstrak: Gambaran Kadar Glukosa Darah Dua Jam Postprandial Pada  Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Dengan Indeks Massa Tubuh ≥  23 kg/m2. Pendahuluan: Hiperglikemia postprandial merupakan salah satu kelainan awal homeostasis glukosa.  Faktor yang menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dipengaruhi oleh aktivitas  fisik, perubahan pola makan, dan IMT.  Indeks Massa Tubuh (IMT) yang termasuk pada kelompok berat badan lebih dan obesitas dapat memicu peningkatan kadar glukosa darah.  Sejalan dengan perubahan gaya hidup seperti faktor tersebut, gangguan toleransi glukosa terutama terjadi pada kelompok umur dewasa.  Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah dua jam postprandial pada mahasiswa angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dengan IMT ≥ 23 kg/m2.  Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 25 orang. Hasil: Setelah dilakukan penelitian terhadap responden, 100% responden memiliki kadar glukosa darah dua jam postprandial normal. Simpulan: Dari hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar glukosa darah pada mahasiswa angkatan 2011 dengan IMT ≥ 23 kg/m2 semuanya normal. Kata kunci: Kadar Glukosa Darah, IMT ≥ 23 kg/m2.
HUBUNGAN BISING DAN FUNGSI PENDENGARAN PADA TEKNISI MESIN KAPAL YANG BERSANDAR DI PELABUHAN BITUNG Lumonang, Nina P.; Moningka, Maya; Danes, Vennetia R.
e-Biomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i3.9366

Abstract

Abstract: Noise is one of the unavoidable problems as a result of technological development. Hearing loss due to noise is called sensorineural hearing loss, which is oftenly not realized because it does not disturb daily conversation. Risk factors of hearing loss are inter alia noise intensity, length of employment, length of noise exposure in a day, and the usage of Ear Protective Equipment (EPE). This study aimed to determine the relationship between noise and hearing function among ship engine technicians in Bitung Port. This was an analytical study using a cross-sectional design. Samples consisted of 20 respondents. Noise measurement obtained noise intensities of 87 dB and 93 dB. Of 20 respondents, there were 7 exposed to over a predetermined noise. The audiometric examination showed 3 of 20 respondents (15%) with hearing loss. The bivariate analysis showed a significant relationship between hearing loss and noise intensity (p = 0.008). Conclusion: There was a significant relationship between noise and hearing function among ship engine technicians in Bitung port.Keywords: noise, ship engines technician, hearingAbstrak: Kebisingan merupakan salah satu masalah yang tidak dapat dihindari akibat kemajuan teknologi. Gangguan pendengaran akibat bising ialah tuli sensorineural, yang pada awalnya tidak disadari, karena belum mengganggu percakapan sehari-hari. Faktor resiko terjadinya tuli ialah antara lain intensitas bising, lama masa kerja, lama terpajan bising dalam sehari, ketaatan pemakaian Alat Pelindung Telinga (APT). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan adanya hubungan antara bising dan fungsi pendengaran pada teknisi mesin kapal yang bersandar di Pelabuhan Bitung. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan potong lintang. Sampel berjumlah 20 orang. Hasil pengukuran kebisingan mendapatkan intensitas bising 87 dB dan 93 dB. Dari 20 petugas hanya 7 orang yang bekerja melebihi NAB kebisingan yang telah ditetapkan. Hasil pemeriksaan dengan audiometri mendapatkan 3 orang (15%) yang menderita tuli dan 17 orang (85%) normal. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara gangguan pendengaran dan intensitas bising (p=0,008). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara bising dan fungsi pendengaran pada teknisi mesin kapal di pelabuhan Bitung.Kata kunci: bising, teknisi mesin kapal, fungsi pendengaran
Hubungan kinerja otak dengan spiritualitas diukur dengan menggunakan Indonesia spiritual health assessment pada tokoh agama Kristen Gereja Mawar Sharon di Sulawesi Utara Arie, Febryola; Pasiak, Taufiq F.; Kaseke, Martha M.
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.14663

Abstract

Abstract: To date, studies on brain field are growing and now they have touched the spiritual dimension. Amin divided the brain into five major systems, namely the prefrontal cortex, basal ganglia, the limbic system, gyrus cingulatus, and temporal lobes. One of the tools that can be used to measure the relationship between the performance of the brain and spirituality is Indonesia Spiritual Health Assessment (ISHA). There are four components of spirituality: spiritual experiences, positive emotion, meaning of life, and rituals. This sudy was aimed to determine the relationship between the performance of brain and the spirituality of religious leaders of Mawar Sharon Church in North Sulawesi. This was a descriptive analytical study with a survey method. Data were analyzed with Spearman correlation test. Subjects were 50 Christian religious leaders of Mawar Sharon Church in North Sulawesi. The results showed that there was a weak but significant correlation between gyrus cingulatus and spiritual experiences as well as positive emotions; and between the temporal lobe and meaning of life and ritual. Conclusion: There was a weak but significant correlation between the brain performance and the human spirituality measured by ISHA in religious leaders of Mawar Sharon Church in North Sulawesi.Keywords: brain, ISHA, spirituality Abstrak: Dewasa ini penelitian mengenai ilmu otak semakin berkembang bahkan hingga saat ini pendekatannya telah menyentuh dimensi spiritual. Amin membagi otak ke dalam lima sistem utama yaitu korteks prefrontalis, ganglia basalis, sistem limbik, girus singulatus, dan lobus temporalis. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur hubungan antara kinerja otak dengan spiritualitas ialah instrumen Indonesia Spiritual Health Assessment (ISHA). Terdapat empat komponen spiritualitas yaitu pengalaman spiritual, emosi positif, makna hidup, dan ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kinerja otak dengan spiritualitas pada tokoh agama Gereja Mawar Sharon di Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan metode survey. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Subjek penelitian ialah 50 orang tokoh agama Kristen Gereja Mawar Sharon di Sulawesi Utara. Hasil penelitian mendapatkan hubungan lemah namun bermakna antara girus singulatus dengan pengalaman spiritual dan emosi positif, dan lobus temporalis dengan makna hidup dan ritual. Simpulan: Terdapat hubungan yang lemah namun bermakna antara kinerja otak dengan spiritualitas manusia diukur menggunakan ISHA pada tokoh agama Kristen Gereja Mawar Sharon di Sulawesi Utara. Kata kunci: otak, ISHA, spiritualitas
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Siswa dengan Tindakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Usoh, Julita A.; Umboh, Jootje M. L.; Kandou, Grace D.
eBiomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.7.2.2019.26547

Abstract

Abstract: Clean and healthy life behavior could be achieved by applying the principles of learning process related to school, family, and community environments. Due to this learning process, it is expected that students could analyze, interpret, and socialize their experiences in their daily lifes. This study was aimed to evaluate the relationship between knowledge and behavior and attitude about clean and healthy life among elementary school students of SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. This was an analytical survey study with a cross sectional design. Population consisted of 63 students of grade IV, V, and VI; all became samples of this study. Data were analyzed by using the chi square test (α=0.05). The chi-square test showed that the relationship between knowledge and clean and healthy life attitude obtained a p-value of 0.004, meanwhile the relationship between behavior and clean and healthy life attitude obtained a p-value of 0.002. In conclusion, there was a significant relationship between knowledge and attitude as well as between behavior and attitude about clean and healthy life among students of SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Keywords: knowledge, behavior, attitude Abstrak: Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan wujud realitas kehidupan manusia dengan menerapkan prinsip-prinsip proses belajar yang didapatkan baik dari lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Dengan adanya proses belajar diharapkan siswa mampu untuk menelaah dan menafsirkan sesuatu yang setiap saat dihadapinya serta mensosialisaikan dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa dengan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitian ialah survei analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian yaitu semua siswa kelas IV,V,VI di SD Negeri Tumbak berjumlah 63 siswa. Sampel penelitian ini mencakup seluruh populasi. Data dianalisis menggunakan uji chi square (α=0,05). Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara pengetahuan siswa dengan PHBS mendapatkan nilai p=0,004, sedangkan terhadap hubungan antara sikap siswa dengan PHBS mendapatkan nilai p=0,002. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SD Negeri Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan
PENGARUH MEROKOK TERHADAP FUNGSI EREKSI PRIA Hasan, Nurbaiti M. S.; Tendean, Lydia; Wantouw, Benny
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.6637

Abstract

Abstract: Every year in Indonesia 199 billion cigarettes were consumed, caused 5 million people died. If this event can’t be prevent, the mortality rate will be increase in twice closed to 10 million people each year in 2020. Smoking can make a lot of health problem, include erectile dysfunction. The aim of this study is to find out the effect of smoking on male’s erectile function. This is a descriptive observation study that was conducted in Malalayang Station, District Malalayang, Manado City. There were 50 males who participated in this study. Erectile function was assessed using IIEF-5 (International Index of Erectile Function-5). This study shows that most of the 50 men who participated in this study reported a disfunction in erectile function. As much as 2% men had severe dysfunction, 33% have moderate dysfunction, 38% have mild to moderate dysfunction, and 38% have mild dysfunction. Based on our findings, we concluded that smoking affects the incidence of erectile dysfunction.Keywords: cigarette, erectile dysfunction.Abstrak :Konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 milia rbatang rokok, akibatnya terjadi kematian 5 juta orang pertahunnya, bila hal ini tidak dapat dicegah maka jumlah kematian akan meningkat 2 kali mendekati 10 juta orang pertahun pada Merokok dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan salah satunya adalah disfungs iereksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu ipengaruh merokok terhadap fungsi ereksi pria. Penelitiaan dilakukan di Terminal Malalayang, Kecamatan Malalayang, Kota Manado dengan jumlah sampel 50 orang perokok. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif. Fungsi ereksi dapat dinilai dengan menggunakan kuesioner IIEF-5 (International Index of Erectile Function).Penelitian ini menunjukan bahwa dari 50 pria perokok seluruhnya mengalami disfungsi ereksi, yaitu pria dengan disfungsi ereksi berat 2%, disfungsi ereksi sedang 33%, disfungsi ereksi sedang-ringan 38%, dan disfungsi ereksi ringan 38%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa merokok berpengaruh terhadap terjadinya disfungsi ereksi pria.Kata kunci: rokok, disfungsi ereksi.