cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal e-Biomedik
ISSN : 2337330X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal eBiomedik memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus dengan cakupan bidang kedokteran dari ilmu dasar sampai dengan aplikasi klinis.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
PERBANDINGAN KADAR KALIUM DARAH SEBELUM DAN SESUDAH AKTIVITAS FISIK INTENSITAS BERAT Pokneangge, Ronald J.; Tiho, Murniati .; Mewo, Yanti M.
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.11878

Abstract

Abstract: Physical activities include all body movements ranging from a small movement to a movement that involves several large muscles such as lifting the arms and legs. During a physical activity, the body temperature will increase, and as a compensatory mechanism, the body will sweat and release several kinds of electrolyte such as magnesium, sodium, and potassium. Potassium is a macronutrient that is widely available in the intracellular fluid (ICF). The normal value of serum potassium is 3.5-5.0 mmol/L. This study aimed to obtain the comparison of blood potassium levels of fourth year students of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado, before and after vigorous physical activities. This was an experimental study with a one group pretest-posttest design. There were 21 male students as respondents obtained by using the simple random sampling method. Data were analyzed by using the paired t-test. The physical activity conducted was playing futsal for 2x20 minutes with a break of 10 minutes in between. The results showed that the average of serum potassium level before doing the physical activity was 3.7 mmol/L, and the average of the serum potassium level after doing physical activity was 3.8 mmol/L. The paired t-test showed a p value of 0.061 (p>0.05). Conclusion: There was no significant difference between serum potassium levels before and after vigorous physical activity, Keywords: potassium, physical activity, vigorous intensity Abstrak: Aktivitas fisik meliputi semua gerakan tubuh mulai dari gerakan kecil sampai gerakan yang melibatkan pergerakan beberapa otot besar seperti saat mengangkat lengan atau tungkai. Ketika melakukan aktivitas fisik, terjadi peningkatan suhu tubuh dan sebagai mekanisme kompensasinya tubuh akan mengeluarkan keringat dan beberapa jenis elektrolit misalnya magnesium, natrium dan kalium. Kalium merupakan salah satu makronutrien yang banyak terdapat dalam cairan intrasel (CIS). Nilai normal kalium serum yaitu 3,5-5,0 mmol/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar kalium darah sebelum dan sesudah aktivitas fisik intensitas berat pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan tahun 2011. Jenis penelitian ini eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Responden diperoleh menggunakan metode simple random sampling. Hasil pengukuran kadar kalium serum sebelum dan sesudah aktivitas fisik intensitas berat dianalisis menggunakan uji paired t-test. Aktivitas fisik yang dilakukan yaitu bermain futsal selama 2x20 menit dengan diselingi istirahat selama 10 menit. Hasil penelitian memperlihatkan dari 21 responden (laki-laki) rerata kadar kalium serum sebelum melakukan latihan fisik 3,7 mmol/L, dan rerata kadar kalium serum sesudah melakukan latihan fisik 3,8 mmol/L. Uji paired t test menunjukkan nilai p=0,061 (p>0,05). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar kalium serum sebelum dan sesudah latihan fisik intensitas berat.Kata kunci: kalium, aktivitas fisik, intensitas berat
NILAI INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) DAN NILAI UJIAN MODUL MAHASISWA ANGKATAN 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Reteng, Patrick
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3644

Abstract

Abstract: Intelligence quotient (IQ) is an assessment of someone’s cognitive ability. The paradigm places IQ as the only predictor of success in education. Nowadays, most of universities in Indonesia place IQ score as one of the entrance requirement. However, this presumption remains controversy. Some studies show that IQ score correlates with academic achievement, while some other studies show a contrary result. This study was carried out to correlate test score with IQ score of students. This is a cross-sectional study that was conducted to 100 undergraduate students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University. IQ score was assessed using Intelligenz Struktur Test (IST), while test score was obtained from medical education module’s test; the first module they learned in Medical School. This study found a positively moderate and significant correlation between IQ and test score (r = 0.391; p < 0.01). Keywords: IQ, test score    Abstrak: Intelligence Quotient (IQ) merupakan suatu bentuk penaksiran kemampuan kognitif seseorang. Paradigma saat ini menempatkan IQ sebagai satu-satunya tolak ukur kesuksesan di dunia pendidikan. Saat ini sejumlah perguruan tinggi menggunakan IQ sebagai salah satu syarat penerimaan mahasiswa. Namun demikian, IQ sebagai prediktor kesuksesan seseorang dalam dunia pendidikan masih kontroversi. Beberapa penelitian menujukkan IQ memiliki hubungan dengan nilai, namun beberapa penelitian menunjukkan hasil yang sebaliknya. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan antara IQ dengan hasil ujian mahasiswa. Penelitian ini merupakan suatu penelitian potong lintang yang dilakukan terhadap 100 orang mahasiswa angkatan 2013 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Nilai IQ didapatkan melalui Intelligenz Struktur Test (IST), sedangkan nilai ujian yang diambil adalah nilai ujian modul pendidikan kedokteran. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif sedang yang signifikan antara IQ dengan nilai ujian modul pendidikan kedokteran (r = 0,391; p < 0,01). Kata Kunci: IQ, nilai ujian
SURVEI PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP POPULASI TUNGAU DEBU RUMAH DI SEKITAR RUMAH PENDUDUK KELURAHAN MALALAYANG SATU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Abraham, Mikhael; Pijoh, Victor; Runtuwene, John
e-Biomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i3.9624

Abstract

Abstract: Dust contains a variety of air-borne particles that spread in the air. The house dust contains house dust mites which are found most in the furniture of the house. House dust mites can be a serious problem for human health. The temperature and moisture of Manado is suitable for the breeding of house dust mites. This study aimed to determine the behavior of the public towards the house dust mites population around the residential houses in subdistrict Malalayang Satu district Malalayang Manado. This was a descriptive study with using questionnaire. Samples were 100 people obtained by simple random sampling method. This study was conducted in November – December 2012. The results showed that the average level of knowledge of the population was in good category with a score of 4.77 points (maximum 8 points). Respondents’ attitude is categorized as good with the average score of 20,01 points (maximum 21 points). Respondent’s action is categorized as good with average score of 7.04 points (maximum 10 points). Conclusion: Knowledge, attitude, and action of people in subdistrict Malalayang Satu Malalayang Manado belonged to good category.Keywords: house dust mite, behaviourAbstrak: Debu merupakan gabungan dari bermacam-macam partikel yang menyebar di udara. Di dalam debu rumah terdapat tungau debu rumah (TDR) yang banyak ditemukan pada perabot-perabot rumah. TDR dapat menjadi masalah serius bagi kesehatan manusia. Suhu dan kelembaban kota Manado cukup ideal bagi perkembangbiakan TDR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat terhadap populasi TDR di sekitar rumah penduduk kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan kuesioner. Sampel penelitian berjumlah 100 orang yang diambil berdasarkan simple random sampling. Penelitian dilakukan di kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang Manado pada bulan November – Desember 2012. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan penduduk masuk dalam kategori baik dengan skor 4,77 poin (maksimal 8 poin). Sikap responden dikategorikan baik dengan skor rata-rata 20,01 poin (maksimal 21 poin). Tindakan responden dikategorikan baik dengan skor rata-rata 7,04 poin (maksimal 10 poin). Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat kelurahan Malalayang Satu kecamatan Malalayang kota Manado termasuk kategori baik.Kata kunci: tungau debu rumah, perilaku
Gambaran berat jenis urin pada pasien tuberkulosis paru dewasa di Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Pratama, Aldira B.; Mongan, Arthur E.; Wowor, Mayer F.
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.14712

Abstract

Abstract: Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. Drugs that given to the TB patients such as isoniazid, pyrazinamide, ethambutol, streptomycin, and rifampicin. Rifampicin and streptomycin can damage the kidneys and can changes in the urine specific gravity. This study aims to describe the specific gravity of urine in adult pulmonary TB patients in the department of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This research uses descriptive observational method by means of random consecutive sampling to obtain data on the weight of the urine in adult pulmonary TB patients conducted in October-November 2016 in the department Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. The sample used is a urine sample from pulmonary TB patient with inclusion criteria. The result of urine specific gravity test that obtained from 30 patients with pulmonary tuberculosis, 27 patients (90%) with the results of 1010-1025, 1 patient (3.33%) with the results of the urine specific gravity ≤1.005, and 2 patients with the results of the urine specific gravity ≥ 1030. outpatients have an average urine specific gravity higher than inpatients. Overview urine specific gravity in this study largely still in the normal range.Keywords: pulmonary tuberculosis, Urinalysis, urine specific gravity Abstrak: Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Obat yang diberikan pada pasien TB meliputi isoniazid, pirazinamid, etambutol, streptomisin, dan rifampisin. Rifampisin dan streptomisin dapat merusak ginjal dan dapat menyebabkan perubahan berat jenis urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran berat jenis urin pada pasien TB paru dewasa di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan cara random consecutive sampling untuk mendapatkan data tentang berat jenis urin pada pasien TB paru dewasa yang dilakukan pada oktober-november 2016 di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Sampel yang digunakan adalah sampel urin sewaktu pasien TB paru yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Hasil pemeriksaan berat jenis urin yang didapatkan dari 30 pasien TB paru, 27 pasien (90%) dengan hasil 1.010-1.025, 1 pasien (3,33%) dengan hasil berat jenis urin ≤1.005, dan 2 pasien dengan hasil berat jenis urin ≥1.030. pasien rawat jalan mempunyai rerata berat jenis urin lebih tinggi daripada pasien rawat inap. Gambaran berat jenis urin pada penelitian ini sebagian besar masih pada rentang normal. Kata kunci: tuberkulosis paru, urinalisis, pemeriksaan berat jenis urin
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MELAHIRKAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DI BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI BLU RSU PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Sarampang, Yoslianto; Wagey, Freddy W.; Loho, Maria F.
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4616

Abstract

Abstract: Most mothers now breastfeed less than 6 months and more gave extra food at that age but when viewed in terms of nutritional content of breast milk is superior to the other foods that have a lot of risks that can be caused to the health of the baby. Method: This research used a descriptive analytic cross-sectional study (cross-sectional) located in the obstetrics and gynecology section childbirth Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Malalayang Manado in November 2012. Result: Based on the statistical test using the chi square test (p <0.05) in this study was p = 0.031 (p <0.05). Thus it is said that there is a significant relationship between the level of knowledge of mothers giving birth to the complementary feeding. Conclusion: In terms of education are mostly good (high school) we can say that there is no relationship with the mother despite knowledge of the test results obtained statistically significant value. It can be seen from the findings that most mothers who have given birth (72%) turned out to have given formula milk shortly after birth. Keywords: Knowledge, Childbirth, Complementary Feeding.   Abstrak: Kebanyakan ibu sekarang memberikan ASI tidak sampai 6 bulan dan lebih memberikan makanan tambahan pada usia tersebut padahal bila dilihat dari segi kandungan nutrisi ASI lebih unggul dari makanan pendamping yang lain sehingga memiliki banyak resiko yang bisa di timbulkan terhadap kesehatan bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan studi potong lintang (cross sectional) yang berlokasi di ruang nifas bagian obstetri dan ginekologi RSU Prof. Dr. R. D. Kandou Malalayang Manado bulan November 2012. Hasil: Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji chi square (p<0,05) pada penelitian ini adalah p = 0,031(p<0,05). Dengan demikian dikatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu melahirkan dengan pemberian MP-ASI.  Simpulan: Dilihat dari segi pendidikan yang kebanyakan adalah baik (SLTA) dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan dengan pengetahuan ibu meskipun dari hasil uji statistik diperoleh nilai yang bermakna. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa kebanyakan ibu yang telah melahirkan (72%) ternyata telah memberikan susu formula sesaat setelah lahir. Kata kunci: Pengetahuan, Melahirkan, MP-ASI (Makanan Pendamping ASI).
PERAN SERTA MASYARAKAT SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN PROGAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 MANADO Sitepu, Hendra; Ratag, Gustaaf A. E.; Siagian, Iyone T.
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.10147

Abstract

Abstract: One of the strategic efforts to improve the quality of Indonesian human is education and health efforts, so that these efforts can best be done through educational institutions. School as a venue for the teaching and learning process should be "Health Promoting School", meaning that schools can improve the health of the school citizens. UKS as a vehicle to improve the ability of healthy life and the health of students and create a healthy environment, it has Trias UKS program that includes health education, health care and fostering the life of a healthy school environment. Therefore, the promotion and development UKS as health and education efforts must be carried in an integrated, planned, purposeful and responsible in instilling, grow, develop and lead to live, please, and implement the principles of healthy living in the lives of young people everyday. This study was conducted to determine the school community participation in the implementation of UKS program at SMPN 1 Manado. This research is a qualitative research. The results showed that the role of the public schools and the implementation of UKS program at SMPN 1 Manado has not reached the desired goal, this is due to the lack of coordination between the public schools and the challenges and obstacles that come from within and from outside the school. Implementation of socialization which continue - being so understanding of the UKs be well received is necessary. Mainly from the Health Center staff and institutions - institutions associated with UKS.Keywords: the participation of the school community, UKS, school health, SMP Negeri 1, UKS executiveAbstrak: Salah satu upaya yang strategis untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia adalah upaya pendidikan dan kesehatan, sehingga upaya ini paling tepat dilakukan melalui institusi pendidikan. Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar harus menjadi “Health Promoting School”, artinya sekolah yang dapat meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya. UKS sebagai salah satu wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang sehat, maka program UKS mempunyai Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. Oleh karena itu pembinaan dan pengembangan UKS sebagai upaya pendidikan dan kesehatan harus di laksanakan secara terpadu, berencana, terarah dan bertanggung jawab dalam menanamkan, menumbuhkan, mengembangkan dan membimbing untuk menghayati, menyenangi dan melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran serta masyarakat sekolah dalam pelaksanaan program UKS di SMP Negeri 1 Manado. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran serta masyarakat sekolah dan pelaksanaan program UKS 798Sitepu, Ratag, Siagian: Peran serta masyarakat...di SMP Negeri 1 Manado belum mencapai tujuan yang diinginkan, hal ini dikarenakan kurangnya koordinasi antara masyarakat sekolah dan adanya tantangan dan hambatan yang berasal dari dalam maupun dari luar sekolah. Pelaksanaan sosialisasi yang terus – menerus sehingga pemahaman tentang UKS dapat diterima dengan baik sangatlah perlu dilakukan. Terutama dari petugas Puskesmas dan instansi – instansi yang terkait dengan UKS.Kata kunci: peran serta masyarakat sekolah, UKS, SMP Negeri 1 Manado, pelaksana UKS
Mekanisme Kinerja Otak yang Mengatur Fungsi Spiritual pada Pasien Penyakit Jantung di RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado dengan Menggunakan Applied Neuroscience for Spiritual Health Assessment (ANSHA) Rumani, Gabriella P. H.; Pasiak, Taufiq F; Kalangi, Sonny J. R.
eBiomedik Vol 8, No 1 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.8.1.2020.27648

Abstract

Abstract: The brain as an organ with complex connections produces cognitive functions associated with the prefrontal cortex and emotional processes in the limbic system. Brain involvement results in the manifestation of spiritual states. Research using SPECT by Amen divides five brain systems, including the prefrontal cortex, limbic system, basal ganglia, cingulate gyrus, and temporal lobe. Spirituality as a transcendent form of connection to the larger context is divided into four dimensions, there are meaning of life, spiritual experiences, positive emotions, and ritual. The Applied Neuroscience for Spiritual Health Assessment (ANSHA) instrument is an examination based on theoretical concepts of spirituality to determine the relationship of the spiritual dimension to the mechanism of the human brain. This study aims to determine the specific brain performance mechanisms that regulate spiritual functions with one-to-one, one-to-many, many-to-one, or unrelated relationships using ANSHA in heart disease patients who are hospitalized at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. This type of research is descriptive correlative with analytic survey methods. Samples obtained were 17 patients. Spearman correlation test results showed a direct correlation (0.593) with sig. 0.012> α = 0.05 between cingulate gyrus and spiritual experiences. In conclusion, there is a moderate correlation on the mechanism of brain performance that regulates spiritual function in heart disease patients at Prof. RSUP Dr. R. D. Kandou that was measured using ANSHA.Keywords: brain performance, spirituality, ANSHA Abstrak: Otak sebagai organ dengan koneksi yang kompleks menghasilkan fungsi kognitif yang berasosiasi dengan korteks prefrontalis dan proses emosional pada sistem limbik. Keterlibatan otak menghasilkan perwujudan keadaan spiritual. Penelitian menggunakan SPECT oleh Amen membagi lima sistem otak, yaitu korteks prefrontalis, sistem limbik, ganglia basalis, girus singulatus, dan lobus temporalis. Spiritualitas sebagai bentuk transenden pada koneksi untuk konteks yang lebih besar terbagi atas empat dimensi, yaitu makna hidup, pengalaman spiritual, emosi positif, dan ritual. Instrumen Applied Neuroscience for Spiritual Health Assessment (ANSHA) merupakan alat ukur pemeriksaan berdasar pada konsep teoritis spiritualitas untuk mengetahui hubungan dimensi spiritual dengan kinerja otak manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kinerja otak spesifik yang mengatur fungsi spiritual dengan hubungan one to one, one to many, many to one, atau tidak berhubungan menggunakan ANSHA pada pasien penyakit jantung yang dirawat inap di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan metode survei analitik. Sampel yang didapatkan berjumlah 17 pasien. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya korelasi searah (0,593) dengan  sig. 0,012 > α=0,05 antara girus singulatus dan pengalaman spiritual. Simpulan penelitian ini ialah terdapat korelasi sedang pada mekanisme kinerja otak yang mengatur fungsi spiritual pada pasien penyakit jantung di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou diukur menggunakan ANSHA. Kata kunci: kinerja otak, spiritualitas, ANSHA
JENIS DAN KEPADATAN TUNGAU DEBU RUMAH PADA BEBERAPA HABITAT DI RUMAH PENDERITA PENYAKIT ALERGI Ponggalunggu, Wiska F.; Pijoh, Victor D.; Wahongan, Greta J. P.
eBiomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.1.2015.6734

Abstract

Abstract. House dust mites are the most found allergens in homes scattered throughout the world that associated with allergic manifestations in the respiratory tract and skin, such as bronchial asthma, allergic rhinitis and atopic dermatitis. The most common house dust mite is from the family Pyroglyphidae, four of which have a close relationship with the incidence of allergy: Dermatophagoides pteronyssinus, Dermatophagoides farinae, Dermatophagoides microceras, and Euroglyphus maynei. This study aims to determine the type and density of house dust mites in several habitats in the homes of people with allergic diseases. This study is a descriptive study using cross-sectional method. Samples were dust in allergic patient’s home in Malalayang I, taken from three habitats, namely bed (mattress and bed linen), bedrooms floor and sofa, as many as 96 samples. Of the 96 samples, there are 60 samples positive of dust mites and 36 negative samples. This study found 157 mites (124 adults and 33 larvae mites). Of the 124 adult mites were identified, there are 122 from order Astigmata with the dominant species is Dermatophagoides pteronyssinus, and two others of the order Prostigmata. In each habitat that is in the bed (mattress and bed linen), bedrooms floor and sofa, Pyroglyphidae is the most prevalent.Keywords: house dust mite, allergiesAbstrak. Tungau debu rumah (TDR) adalah alergen dalam rumah terbanyak yang tersebar di seluruh dunia yang dikaitkan dengan manifestasi alergi pada saluran pernapasan dan kulit, seperti asma bronkial, rinitis alergi dan dermatitis atopik. TDR yang paling sering ditemukan adalah dari famili Pyroglyphidae, empat di antaranya memiliki hubungan yang erat dengan kejadian alergi: Dermatophagoides pteronyssinus, Dermatophagoides farinae, Dermatophagoides microceras, dan Euroglyphus maynei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan tungau debu rumah pada beberapa habitat di rumah penderita penyakit alergi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode cross-sectional. Sampel penelitian adalah debu di rumah penderita alergi di Kelurahan Malalayang I yang diambil dari 3 habitat, yaitu tempat tidur (kasur dan sprei), lantai kamar tidur, dan sofa sebanyak 96 sampel. Dari 96 sampel, 60 sampel positif tungau debu dan 36 sampel negatif. Pada penelitian ini ditemukan 157 tungau (124 tungau dewasa dan 33 larva). Dari 124 tungau dewasa yang terindentifikasi, dari ordo Astigmata sebanyak 122 dengan spesies yang dominan adalah Dermatophagoides pteronyssinus, dan dua lainnya dari ordo Prostigmata. Pada masing-masing habitat yaitu di tempat tidur (kasur dan sprei), lantai kamar tidur dan sofa, famili Pyroglyphidae paling banyak ditemukan.Kata kunci: tungau debu rumah, alergi
Gambaran kadar ureum pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialisis Loho, Irendem K. A.; Rambert, Glady I.; Wowor, Mayer F.
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.12658

Abstract

Abstract: Chronic kidney disease (CKD) is a pathophysiological process with diverse etiology, resulting in a progressive decreased in renal function, and generally ends up with kidney failure. In CKD patient, the level of urea increases -uremia- a clinical syndrome that occurs in all organs due to the increased level of urea. During catabolism process, protein is broken down into amino acids and deamination ammonia which is further synthesized to become urea. Increased level of urea depends on the glomerular filtration rate (GFR). Decreased of GFR (<15ml / min) can cause renal failure and uremia. This study aimed to determine the levels of urea in patients with stage 5 CKD non-dialysis. This was an observational descriptive study. This study was conducted from December 2015 to January 2016 at two hospitals, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital and Adventist Hospital Manado. Samples were blood samples of all patients suffering from CKD stage 5 non-dyalisis within the specified time. The results of laboratory tests showed that of 35 patients diagnosed with stage 5 CKD non-dialysis all had increased urea levels (100%). Conclusion: There was an increase in urea level of patients with stage 5 chronic kidney disease non-dialysis either of outpatients or inpatients.Keywords: urea serum, stage 5 non-dialysis chronic kidney disease.Abstrak: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan suatu proses patofisiologi dengan etiologi beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Umumnya pada PGK terjadi peningkatan kadar ureum dan mengakibat-kan terjadinya uremia yaitu suatu sindrom klinik yang terjadi pada semua organ akibat meningkatnya kadar ureum. Dalam proses katabolisme, protein dipecah menjadi asam amino dan deaminasi ammonia yang selanjutnya disintesis menjadi urea. Peningkatan kadar ureum bergantung pada tingkat laju filtrasi glomerulus (LFG). Pada penurunan LFG (<15ml/mnt) dapat terjadi gagal ginjal dan uremia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar ureum pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non-dialisis. Jenis penelitian ini ialah deskriptif observasional. Penelitian dilakukan sejak Desember 2015-Januari 2016 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou dan RS Advent Teling Manado. Sampel penelitian ialah sampel darah dari semua pasien yang menderita penyakit ginjal kronik stadium 5 nondialisis dalam kurun waktu yang ditentukan. Hasil pemeriksaan laboratorium dari 35 pasien yang terdiagnosis penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialisis memperlihatkan peningkatan kadar ureum serum (100%). Simpulan: Terjadi peningkatan kadar ureum serum pada pasien penyakit ginjal kronik stadium 5 non-dialisis baik yang dirawat jalan maupun dirawat inap.Kata kunci: ureum, penyakit ginjal kronik stadium 5 non dialisis
KADAR HEMOGLOBIN PADA PETANI TERPAPAR PESTISIDA DI KELURAHAN RURUKAN KECAMATAN TOMOHON TIMUR Rangan, Andy Abraham
eBiomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.2.1.2014.3759

Abstract

Abstract: Haemoglobin is a red pigment which and it’s main function is carries oxygen which located inside the red blood cell. Haemoglobin carries oxygen from lungs to the rest of the body where it releases the oxygen to burn and then carries carbon dioxide back to the lungs to be taken out. Pesticides are toxic substances meant for attracting, seducing, destroying or mitigating any pest. One of the impacts of pesticides on health is blood profile disturbance. The goal of this study is to know the haemoglobin level profile on pesticide-exposed farmers in Rurukan zone, East Tomohon district. This study is a cross sectional study. Twenty six male and twenty four female farmers who have met inclusion criteria were evaluated and fifty samples were analyzed by ABX Pentra XL 80 hematology analyzer to determine the haemoglobin level.Conclusion : The mean haemoglobin level on male respondents were 14,49 g/dL and the mean haemoglobin level on female respondents were 13,28 g/dL. The result of the study suggest that the haemoglobin level on pesticide-exposed farmers in Rurukan zone, East Tomohon district were in normal range. Key Words: Haemoglobin, Pesticide   Abstrak: Hemoglobin adalah  pigmen merah pembawa oksigen dalam sel darah merah. Hemoglobin berfungsi sebagai pengikat oksigen, membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbon dioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Pestisida adalah suatu zat yang bersifat racun yang berfungsi untuk memberantas organisme pengganggu tanaman. Salah satu dampak dari paparan pestisida terhadap kesehatan yaitu gangguan pada profil darah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada petani terpapar pestisida di kelurahan Rurukan kecamatan Tomohon Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Lima puluh orang dipilih menjadi responden yang terdiri dari dua puluh enam sampel laki-laki dan dua puluh empat sampel perempuan yang telah memenuhi kriteria inklusi. Lima puluh sampel darah kemudian diperiksa dengan menggunakan alat ABX Pentra XL 80 untuk diukur kadar hemoglobinnya. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini didapatkan rerata kadar hemoglobin pada responden laki-laki sebesar 14,49 g/dL dan rerata kadar hemoglobin pada responden perempuan sebesar 13,28 g/dL. Dengan ini peneliti mengambil kesimpulan bahwa gambaran kadar hemoglobin pada petani terpapar pestisida di Kelurahan Rurukan Kecamatan Tomohon Timur termasuk dalam kategori normal.Kata kunci: Hemoglobin, pestisida