JETT (Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan)
JETT is a scientific journal published by Telkom University Bandung, Fully supported by Diploma of Telecommunication Engineering and became the scientific media for researchers and lecturers who will publish the results of their research. The aim of the Journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. JETT published twice a year: July (9 to 10 articles) and December (9 to 10 articles).
Articles
176 Documents
PEMBANGUNAN PROTO TYPE KULIAH ON-LINE MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ACTIVE OPTIKAL NETWORK
Mia Rosmiati;
Adit Satriya
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.165 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.101
Transformasi ilmu pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Proses transformasi ilmu pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara.seperti yang diungkapkan oleh Tjutju Soendari [2]. Dengan adanya perkembangan teknologi jaringan computer dan adanya perkembangan dalam fiber optik sebagai media yang dapat mengantarkan informasi secara real time dengan kapasitas data yang besar dan dalam waktu yang singkat, telah mendukung berkembangnya sistem kuliah on-line. Hal ini dapat menunjang proses perkuliahan yang memiliki kelas paralel seperti halnya proses perkuliahan yang ada di Telkom apllied science school yang memiliki lebih dari dua kelas untuk setiap mata kuliahnya sehingga dengan adanya system ini memungkinkan jumlah dosen yang dibutuhkan untuk system perkuliahan ini berkurang. Sistem perkuliahan on-line membutuhkan transfer data yang bersifat real time dengan kualitas gambar yang baik. Sebuah prototype perkuliahan on-line yang dibangun untuk menghubungkan 3 buah client yang berada pada ruangan yang berbeda tetapi saling terhubung kedalam sebuah jaringan, menunjukkan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Active Optikal Network berbasis active splitter menunjukkan nilai delay 4,54 ms sedangkan delay untuk jaringan berbasis kabel UTP adalah 54,5 ms. Sehingga perbandingan nilai delay ini menunjukkan kuliah on-line lebih baik jika menggunakan jaringan serat optik.
PENGARUH METODE WEBQUAL 4.0 TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA WEBSITE POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Agnes Manik;
Irma Salamah;
Eka Susanti
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 4 No 1: JETT Juli 2017
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1655.526 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v4i1.994
Website is one form of mass media that published through internet ne twork that can be accessed wherever and whenever. To be able to get a quality website must be done. By measuring the quality of a website, it can be known the user‘s perception of the website. In this study using WebQual method that has been modofied with the addition the dimension of user satisfactionwith the three main dimensions of WebQual 4.0 usability, information, service interaction. This research was conducted in the environment of State Polytechnic of Sriwijaya. This research was conducted by using questionnaire. The population of this research is State Polytechnic of Sriwijaya collegers. The result obtained in this study is the development of a better website, it is found that the quality of information and quality of usability affects positive on user satisfaction. Quality of service interaction affects a negative on the usersatisfaction of State Polytechnic of Sriwijaya user.
KUNCI KEAMANAN DAN PEMBATAS KECEPATAN UNTUK SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN SENSOR KECEPATAN BERBASIS MIKROKONTROLLER
Tomy Okta Syafri;
Roby Rifaldy Hartanto;
Tody Ariefianto Wibowo;
Dwi Andi Nurmantris
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 1: JETT Juli (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (894.066 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i1.92
Pada saat ini, sepeda motor telah menjadi kebutuhan utama bagi warga masyarakat sebagai alat pendukung aktivitas sehari-hari. Model yang semakin bervariasi dan harganya yang semakin kompetitif membuat populasi sepeda motor juga makin meningkat. Sayangnya, makin menjamurnya sepeda motor, makin meningkat juga kasus-kasus pencurian sepeda motor. Di sisi lain, resiko cidera bahkan kematian makin mengancam para pengguna sepeda motor sendiri dengan banyaknya kasus-kasus kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Pada penelitian ini, kami merancang dan mengimplementasikan kunci keamanan pada sepeda motor untuk mengurangi resiko pencurian serta pembatas kecepatan untuk mengurangi resiko kecelakaan bagi pengguna sepeda motor. Kedua fungsi alat ini dirancang menggunakan sensor kecepatan dan mikrokontroller ATmega328 atau dikenal Arduio Uno.
MANFAAT PEMASANGAN OPTICAL TERMINATION PREMISES DALAM JARINGAN FIBER TO THE HOME
Mahyar Koswara
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 2: JETT Desember (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (731.781 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v3i2.306
Tumbuhnya pelanggan broadband berbasis jaringan Fiber To The Home (FTTH) ternyata dibarengi dengan banyaknya keluhan atau gangguan yang terjadi. Keluhan yang terjadi adalah lamanya waktu penyelesaian atau perbaikan gangguan dan sulitnya Teknisi masuk ke dalam rumah pelanggan saat melakukan perbaikan gangguan. Gangguan terbesar berada pada segmen antara Optical Distribution Point (ODP) dan Roset [1]. Gangguan yang terjadi pada segmen ini adalah sering terjadi putusnya kabel drop. Pada umumnya aktivitas yang dilakukan jika ada gangguan/putus kabel drop, baik itu di bagian outdoor maupun indoor proses perbaikannya kabel drop diganti mulai dari ODP sampai ke Roset. Hal ini tidak terlepas dari desain infrastruktur jaringan pelanggan FTTH [2]. Dalam desain jaringan pelanggan FTTH ini kabel drop ditarik dari port output adapter ODP yang berada di luar rumah sampai ke Roset yang berada di dalam rumah. Berdasarkan standar instalasi [3] [4] bahwa instalasi kabel drop dari ODP ke Roset harus melalui perangkat OTP. Pemasangan OTP bertujuan untuk mempermudah melokalisir gangguan dan demarkasi atau titik batas antara kabel bagian luar rumah (outdoor) dan bagian dalam rumah (indoor). Dengan dipasangnya ODP jika terjadi gangguan maka kabel yang terganggu itu saja yang dilakukan perbaikan atau penggatian dan hal ini akan menghemat/efesien dalam pemakaian kabel drop.
IDENTIFIKASI KODE JARI TANGAN PADA SISTEM OPERASI ANDROID DENGAN METODE EUCLIDEAN DISTANCE UNTUK SISTEM KUNCI PINTU
Santy Fauziyah;
Unang Sunarya;
Ratri Dwi Atmaja
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 1 No 1: JETT Desember (2014)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.272 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v1i1.83
Keamanan adalah kebutuhan vital bagi setiap manusia, baik untuk melindungi dirinya maupun materi yang dimilikinya. Banyaknya produsen yang memproduksi smartphone untuk berbagai macam kalangan ekonomi membuat sebagian besar lapisan masyarakat dapat mengenal dan menggunakan teknologi ini. Salah satu kelebihan sistem operasi android yaitu menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri. Dengan memanfaatkan fitur yang ditawarkan oleh sistem operasi android di atas, dalam penelitian ini direalisasikan sistem keamanan kunci pintu berbasis mikrokontroler yang diakses menggunakan citra kode jari tangan yang diambil menggunakan smartphone dan kemudian diolah menggunakan algoritma yang telah dirancang dengan metode klasifikasi Euclidean distance sehingga menghasilkan keputusan yang digunakan untuk mengeksekusi kunci pintu. Komunikasi antara smartphone dan hardware dilakukan dengan menggunakan bluetooth. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat akurasi algoritma secara non-realtime adalah 86,11%. Tingkat akurasi sistem rata-rata secara realtime adalah 84%. Jarak jangkau maksimum komunikasi bluetooth antara aplikasi dan hardware adalah 16,9 meter.
SIMULASI DATA ACQUISITION ALAT UJI FLIGHT CONTROL ACTUATOR PESAWAT MENGGUNAKAN SOFTWARE LABVIEW
Decy Nataliana;
Usep Ali Albayumi;
M.Sheen Parawansa;
Arsyad Ramadhan Darlis
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 3 No 1: JETT Juli (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.828 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v3i1.133
Flight control system merupakan suatu sistem di pesawat udara yang digunakan untuk pergerakan pesawat di udara dari satu kondisi terbang ke kondisi terbang lainnya. Alat uji flight control system actuator pesawat ini untuk mengetahui beban yang diterima terhadap jarak dari pergerakan aktuator pesawat. Sistem akuisisi data dari alat uji flight control actuator berupa data beban dan jarak, serta pemberian PWM (Pulse Width Modulation). Data akuisisi menggunakanbantuan software Labview sebagai software untuk memprogram dan interface data akuisisi pada PC dan juga pada bagian hardware mekanikal menggunakan mikrokontroler arduino uno sebagai media untuk akuisisi data. DAQ alat uji flight control actuator pesawat dirancang menggunakan LabView yang telah direalisasikan, yaitu mampu menampilkan data berat yang diterima aktuator, yang berupa motor servo sebagai unit under test, dengan berat maksimum 2kg serta mampu menampilkan data pergerakan unit under test dari pergerakan 3 cm – 5 cm, serta mampu menampilkan PWM yang diberikan pada unit under test saat bergerak maju sebesar 45, saat bergerak mundur 135 dan saat berhenti 90.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PERANGKAT VISIBLE LIGHT COMMUNICATION SEBAGAI TRANSCEIVER VIDEO
Didin Yulian;
Denny Darlis;
Suci Aulia
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.422 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i2.106
Saat ini lampu penerangan ruangan banyak menggunakan LED (Light Emiting Diode) sebagai komponen utamanya, dan diperkirakan untuk 10 tahun ke depan penggunaan lampu sebagai alat penerangan sudah seluruhnya menggunakan lampu jenis ini. Sementara itu lampu hanya digunakan sebagai alat penerangan ruangan saja. Secara teoritis cahaya dari lampu jenis LED bisa digunakan sebagai media transmisi kecepatan tinggi. Visible Light Communication adalah sistem komunikasi yang menggunakan cahaya tampak sebagai media transmisi menggunakan komponen LED.Dalam penelitian ini, dikembangkan sebuah perangkat VLC untuk mengirimkan sinyal video analog. Sinyal video dikirimkan melalui LED di blok transmitter. Kemudian diterima oleh blok penerima, dengan photodiode sebagai penerima informasi. Dalam proses pengirimannya, sinyal video dibagi menjadi dua bagian, yaitu sinyal suara dan video. Hasil penelitian ini, dapat diperlihatkan bahwa sinyal video dapat dikirimkan melalui perangkat VLC dengan jarak 75 cm.
IMPLEMENTASI FILTER INFINITE IMPULSE RESPONSE (IIR) DENGAN RESPON BUTTERWORTH DAN CHEBYSHEV MENGGUNAKAN DSK TMS320C6713
Lita Lidyawati;
Arsyad Ramadhan Darlis;
Alfin Fernando Tamba
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 1: JETT Juli (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.099 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v2i1.97
Filter berfungsi melewatkan frekuensi sinyal yang diinginkan dan menahan frekuensi sinyal yang tidak diinginkan. Respon filter yang sering digunakan adalah respon Butterworth dan Chebyshev. Simulasi digunakan untuk menjelaskan karakteristik dan respon dari filter. Simulasi filter dilakukan dengan menggunakan software Matlab dengan memasukkan parameter berupa frekuensi passband, frekuensi stopband, ripple passband, dan stopband attenuation. Setelah simulasi, dilakukan implementasi filter dengan DSK TMS67013 dan software CCS dengan parameter yang sama pada simulasi. Simulasi dan implementasi dilakukan pada semua band frekuensi. Hasil pengujian terhadap implementasi filter adalah respon magnitude, frekuensi cut-off, bandwidth, dan faktor kualitasnya dengan filter hasil simulasi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
PENERAPAN OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF) UNTUK MENENTUKAN JALUR TERBAIK DALAM JARINGAN
Hari Antoni Musril
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 4 No 1: JETT Juli 2017
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1636.38 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v4i1.989
Large-scale computer networks often face problems in data communications. Data transmission takes a long time due to the inappropriate selection of routing protocols. The selected routing protocol can not provide the best alternative path for get through the data packets. This research tested the ability of Open Shortest Path First (OSPF) routing protocol in the selection of the best path. As a comparison the chosen routing protocol is Routing Information Protocol version 2 (RIPv2). This research compares the best path generated by OSPF and RIPv2. OSPF is a routing protocol that often used in medium and large scale networks. OSPF distributes routing information between system autonomous routers (AS). OSPF is routing protocol that use link-state algorithm to build and calculate the shortest path to all known destination. Link-state algorithms are also known as dijkstra algorithm or shortest path first (SPF) algorithms. Dijkstra's algorithm is applied in the OSPF protocol to choose the best route to be taken by a data packet from a source address in order to arrive at the destination address with the value of the unit load (cost metric) the smallest. In graph theory, Dijkstra's algorithm is used to choose the shortest path between two vertices of a graph that is a representation of the network topology. Whereas RIPv2 is a distance vector protocol that uses a hop count in it's measurement. Path that have a lower hop count will be selected for get through the data packets. Based on experiments that have been carried out, the OSPF routing protocol can provide a selection of the best route (best path) to deliver data packets. While RIPv2 can not specifically generate the best path.
Pengaruh Space Diversity Terhadap Peningkatan Availability pada Jaringan Microwave Lintas Laut dan Lintas Pegunungan
Dekri Belly Liu;
Eka Wahyudi;
Eka Setia Nugraha
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 4 No 2: JETT Desember 2017
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.326 KB)
|
DOI: 10.25124/jett.v4i2.1107
Availability merupakan suatu parameter yang digunakan untuk mengetahui kehandalan sistem pada jaringan microwave. Namun ada kalanya availability yang dihasilkan dalam perancangan sistem tidak optimal, maka perlu dilakukan optimasi. Optimasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik space diversity, di mana akan dilakukan penambahan antena diversity utuk melakukan optimasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan availability yang paling signifikan dari beberapa kondisi jaringan, yaitu berlokasi di atas laut dan daerah pegunungan. Jaringan yang berada di Laut menghasilkan peningkatan availability yang lebih tinggi dari pada jaringan yang berada di pegunungan. Peningkatan availability jaringan di laut yaitu 0,961446%, sedangkan peningkatan availability jaringan di pegunungan yaitu 0,060623475%. Hal tersebut dikarenakan pengaruh oleh terrain roughness, climatic factor dan C factor. Nilai terrain roughness jaringan laut yaitu 6,10 meter, sedangkan jaringan di pegunungan yaitu 32,10 meter. Kemudian climatic factor jaringan laut bernilai 2 sedangkan jaringan pegunungan bernilai 0,25. Semakin kecil nilai terrain roughness dan semakin besar nilai climatic factor mengakibatkan nilai C factor membesar. Nilai C factor jaringan laut yaitu 6,56 sedangkan jaringan di pegunungan yaitu 0,1.