cover
Contact Name
Christy Vidiyanti
Contact Email
christy.vidiyanti@mercubuana.ac.id
Phone
+628567535557
Journal Mail Official
arsitektur@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan
ISSN : 20888201     EISSN : 25982982     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/vitruvian
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 16 no. 2 (2026)" : 6 Documents clear
EVALUASI PENCAHAYAAN ALAMI DAN NILAI OTTV SELUBUNG BANGUNAN UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA RUSUNAWA DAAN MOGOT UNIT A Sutrisno Aji Prasetyo; Harry Miarsono; Syarif Hidayatullah; Lanjar Setiawan
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan hunian vertikal khususnya rumah susun sewa (rusunawa) seringkali belum memenuhi standar efisiensi energi yang dipersyaratkan, terutama terkait optimasi bukaan ventilasi sebagai media pencahayaan alami dan pengendalian beban panas termal selubung bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pencahayaan alami melalui bukaan ventilasi eksisting dan menghitung nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) selubung bangunan pada Rusunawa Daan Mogot Unit A, Kalideres, Jakarta Barat, sebagai indikator efisiensi energi dalam kerangka penilaian Greenship GBCI. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui simulasi perangkat lunak DIALux pada 884 ruang di 10 lantai dan perhitungan OTTV berdasarkan SNI 6389:2020, dengan pemodelan tiga dimensi menggunakan SketchUp sebagai dasar input. Objek penelitian adalah Rusunawa Unit A yang memiliki total 784 unit bukaan ventilasi jendela terdiri dari tiga tipe (Type 1: 135×150 cm, Type 2: 70×150 cm, Type 3: 260×150 cm) yang terdistribusi pada empat orientasi fasad. Hasil simulasi menunjukkan rata-rata pencahayaan alami sebesar 1.210,96 lux pada seluruh lantai 1 hingga 10, dengan 45,6% dari total 884 ruang aktif memperoleh cahaya alami ≥300 lux, seluruhnya telah memenuhi standar minimum 250 lux sesuai SNI 03-6575-2001 dan SNI 6197:2020. Namun demikian, nilai OTTV total bangunan diperoleh sebesar 47,257 W/m², melebihi batas SNI 6389:2020 (≤35 W/m²) dan Pergub DKI Jakarta No. 5 Tahun 2026 (≤45 W/m²), dengan komponen OTTV Solar sebagai penyumbang terbesar sebesar 55,9%. Sebagai rekomendasi, penggantian spesifikasi kaca menjadi kaca Low-Emissivity (Low-E) dengan Shading Coefficient SC ≤ 0,24 dan penerapan elemen peneduh horizontal pada orientasi Utara dan Selatan diperlukan untuk memenuhi standar efisiensi energi yang dipersyaratkan.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN MIXED METHOD SEQUENTIAL EXPLORATORY DALAM IDENTIFIKASI DELINEASI KAWASAN KOTA TUA TEGAL BERBASIS SENSE OF PLACE Sandi Aris Munandar; Nurhikmah Budi Hartanti
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan delineasi kawasan bersejarah merupakan aspek penting dalam upaya pelestarian dan pengelolaan warisan budaya perkotaan. Namun, delineasi kawasan Kota Tua Tegal hingga saat ini masih didominasi oleh pendekatan fisik dan administratif, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi persepsi, pengalaman, dan makna yang dimiliki masyarakat terhadap kawasan. Kondisi tersebut menyebabkan batas kawasan bersejarah menjadi kurang representatif dalam menggambarkan identitas dan nilai sosial-budaya yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan Mixed Method Sequential Exploratory dalam mengidentifikasi delineasi Kawasan Kota Tua Tegal berbasis sense of place. Metode penelitian menggunakan desain mixed method sequential exploratory yang diawali dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan pemetaan persepsi (mental mapping), kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur dimensi Place Identity, Place Attachment, dan Place Dependence. Hasil analisis kedua jenis data selanjutnya diintegrasikan melalui triangulasi dan overlay spasial untuk menghasilkan delineasi kawasan yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mixed method mampu mengidentifikasi hubungan antara karakter fisik kawasan, aktivitas sosial, dan makna tempat yang membentuk sense of place masyarakat terhadap Kota Tua Tegal. Integrasi data kualitatif dan kuantitatif menghasilkan delineasi kawasan yang lebih kontekstual dibandingkan pendekatan berbasis morfologi atau administratif semata. Selain itu, pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan validitas penentuan batas kawasan melalui penguatan aspek perseptual dan spasial secara simultan. Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis bagi studi kawasan heritage perkotaan serta dapat menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pelestarian kawasan bersejarah yang lebih partisipatif dan berbasis pengalaman masyarakat.
Faktor yang Mempengaruhi Generasi Y dalam Memilih Hunian di Kota Surabaya Natasya Adelia Putri; Firda Michlala Salsabila; Septia Heryanti; Tania Puspita Dewi
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan gaya hidup dan pola kerja yang dinamis menyebabkan hunian tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang yang mendukung mobilitas, produktivitas, dan kenyamanan hidup. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pekerja di Kota Surabaya dalam memilih hunian berdasarkan kerangka konseptual yang disusun dari sintesis penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode pendekatan mixed methods dengan desain sequential exploratory yang melibatkan responden generasi Y atau disebut milenial (kelahiran 1981–1996) yang bekerja di wilayah Kota Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang memuat enam variabel utama, yaitu lokasi, aksesibilitas, harga, fasilitas lingkungan, desain, dan reputasi pengembang. Data dianalisis secara deskriptif serta diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kelayakan instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang diuji memenuhi kriteria validitas dan reabilitas, dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,968. Faktor yang paling dominan mempengaruhi preferensi hunian generasi milenial pekerja di Surabaya adalah aksesibilitas, keamanan dan kualitas lingkungan, serta keterjangkauan harga dan fleksibilitas pembayaran. Selain itu, lokasi strategis yang dekat dengan pusat aktivitas dan bebas risiko banjir, desain hunian modern dan fungsional, serta reputasi pengembang yang baik turut mempengaruhi keputusan pemilihan hunian. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi milenial cenderung memilih hunian yang mendukung efisiensi mobilitas, keamanan, keberlanjutan finansial, dan kualitas ruang hunian.
ANALISIS PENGARUH URBANISASI TERHADAP LANSKAP BUDAYA: STUDI KASUS KAMPUNG MALAUMKARTA KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT DAYA Rahmi Ariani Salam; Mega Wulandari; La Ode Muhammad Zulkarnaen
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi merupakan salah satu fenomena global yang membawa dampak besar terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat, termasuk pada wilayah-wilayah adat di Indonesia. Di wilayah adat seperti Kampung Malaumkarta, Kabupaten Sorong, dinamika ini muncul melalui peningkatan akses infrastruktur, intervensi pembangunan, dan intensitas interaksi masyarakat dengan wilayah luar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan lanskap budaya di Kampung Malaumkarta sebagai akibat dari proses urbanisasi selama periode 2019–2025, serta mengidentifikasi bentuk perubahan dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis coding dan analisis spasial dengan data yang didapatkan dari studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada elemen fisik, terjadi perubahan pada lingkungan binaan dengan adanya peningkatan infrastruktur seperti jalan, drainase, jaringan komunikasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta pengembangan kawasan wisata. Namun, pada penggunaan lahan pertanian dan penggunaan lahan permukiman tetap stabil di bawah pengelolaan tradisional. Pada elemen non-fisik, perubahan utama terlihat pada kegiatan ekonomi dan budaya. Pada kegiatan ekonomi terjadi peningkatan kesejahteraan akibat intervensi pemerintah, dukungan lembaga swadaya, dan pengembangan pariwisata berbasis alam. Sementara itu, pada kegiatan budaya, generasi muda mulai jarang menggunakan bahasa daerah meskipun kegiatan adat dan spiritual tetap terjaga melalui peran gereja dan sistem egek sebagai penguat nilai sosial. Secara keseluruhan, proses urbanisasi di Kampung Malaumkarta tidak menimbulkan perubahan yang signifikan, karena masyarakat Kampung Malaumkarta masih mempertahankan nilai adat, solidaritas sosial, dan kearifan lokal sebagai dasar ketahanan budaya.
PENGARUH VEGETASI TERHADAP KENYAMANAN THERMAL GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Aisyah Brilliana; Fibria Conytin Nugrahini; Zuraida; Nurul Fitria Marina
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetasi merupakan elemen penting dalam desain arsitektur di iklim tropis yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika sajap. Namun, berperan dalam meningkatkan kenyamanan termal bangunan. Kenyamanan thermal dalam suatu gedung merupakan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas dan kesehatan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh vegetasi terhadap kondisi termal di lingkungan Gedung Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengukuran lapangan pada beberapa titik berbeda yang memiliki tingkat vegetasi bervariasi. Analisis menggunakan  inputan dari data  kuantitatif  Thermal Control Tool dari Center for the Built Environmet (CBE), yang merupakan perangkat lunak  berbasis website. CBE akan meminta data kenyamanan thermal dengan perhitungan nilai PMV antara lain data suhu udara, kelembaban udar,  kecepatan angina, rata-rata metabolism tubuh serta data level pakaian yang digunakan. Predicted Mean Vote (PMV) merupakan metode pengukuran yang memperkirakan respon manusia (pengguna gedung) terhadap kondisi thermal sekitarnya berupa sensasi thermal. Sensasi termal didasarkan pada standar ASHRAE yaitu +3 hot (panas), +2 warm (hangat), +1 slightly warm (agak hangat), 0 neutral (netral), -1 slightly cool (agak sejuk), -2 cool (sejuk), dan -3 cold (dingin). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Gedung F yang dikelilingi oleh vegetasi menunjukkan suhu yang lebih rendah dan kelembapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Gedung Laboratorium Terpadu.maka dapat disimpulkan keberadaan vegetasi di sekitar bangunan terbukti efektif dalam menurunkan suhu mikroklimat dan meningkatkan kenyamanan termal lingkungan kampus.
POLUSI VISUAL DAN DEGRADASI CITRA KOTA: ANALISIS IMAGEABILITY KORIDOR JALAN JENDERAL SUDIRMAN KUANINO, KOTA KUPANG Yuliana Bhara Mberu; Novenrius Kornelius Sera; Robert M Raya Wulan
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji degradasi kualitas visual koridor Jalan Jenderal Sudirman Kuanino, Kota Kupang, akibat polusi visual kumulatif dari dominasi billboard komersial dan jaringan kabel utilitas udara yang tidak tertata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan menerapkan kerangka Image of the City Kevin Lynch sebagai lensa interpretatif untuk menganalisis dampak polusi visual terhadap paths, edges, districts, nodes, dan landmarks. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi fotografi pada lima titik strategis, pemetaan spasial, dan wawancara mendalam dengan 15 informan yang mewakili pengguna jalan, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Tematik Braun dan Clarke untuk mengidentifikasi tema-tema empiris sebelum ditafsirkan secara teoretik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi billboard dan kabel utilitas udara menciptakan visual chaos dan cognitive overload yang mengganggu orientasi, mereduksi ritme fasad, menghomogenkan identitas kawasan, serta menggeser landmark publik oleh elemen komersial temporer. Temuan empiris dari wawancara mengungkap adanya benturan antara tiga logika utama: logika ekonomi pelaku usaha, logika kenyamanan publik, dan logika tata kelola pemerintah. Polusi visual ini tidak hanya berdampak estetis, tetapi menurunkan keterbacaan (legibility) dan daya citra (imageability) pada koridor. Temuan ini menegaskan relevansi teori Kevin Lynch dalam konteks kota dengan sense of place kontemporer dan memberikan dasar konseptual bagi penataan visual koridor jalan perkotaan yang berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6