cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Karakteristik SiO2 - Getah Flamboyan (Delonix regia) Sebagai Material Coating Pencegah Korosi Rochmat, Agus; Ptamudita, Marta; Fathiayasa, Fia; Buchari, Arie
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak cara telah dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi, salah satunya adalah coating (pelapisan). Saat ini banyak material industri menggunakan coating yang berasal dari material logam yang lebih kuat. Namun penggunaan material ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena bersifat racun bila terpapar (matahari dan air hujan) serta harganya sangat mahal. Salah satu sifat material coating silika yang saat ini terus dikembangkan adalah sifat superhidrofobik (sudut kontak air lebih besar dari 150°). Karakteristik sifat bahan akibat pengaruh penambahan silika pada campuran silika-getah flamboyan sebagai material coating pada kondisi kondisi optimum diharapkan dapat menjadi bahan pencegah korosi. Pembuatan materal coating dilakukan dengan memadukan silika yang berasal dari waterglass dan getah flamboyan kemudian dilakukan pencelupan baja dengan metode dip coating. Komposisi silika dengan getah flamboyan yaitu 60 :40, 55:45, 50:50, 45:55, 40 :60 dengan variasi konsentrasi waterglass yaitu 30%, 40% dan 50%. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada penambahan silika material coating menyebabkan laju korosi semakin besar dan penambahan getah pada silika membuat perubahan fisik pada material coating. Kondisi optimum pada pengujian lingkungan dicapai pada komposisi 60 : 40 dengan konsentrasi waterglass 30% dan laju korosi yang diperoleh 1,6E-05 gr/cm2 jam. Material coating ini dapat digunakan pada rentang 200-300 oC.
Shielded Metal Arc Welding Cladding pada Shaft Wringer Roll Wiyono, Slamet; Sunardi, .; Widodo, .
TEKNIKA Vol 12, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cladding merupakan proses pelapisan logam dengan logam lainnya dengan cara pengerolan panas atau pengelasan. Tujuan dilakukan cladding adalah untuk memberikan tambahan lapisan luar pada permukaan material yang mengalami keausan untuk mendapatkan kembali dimensi awal. Pada prakteknya, proses cladding ini akan menyebabkan perubahan struktur pada material akibat proses pemanasan yang diberikan selama proses cladding berlangsung. Berdasarkan data histori perbaikan shaft wringer roll, perbaikan shaft wringer roll telah dilakukan dengan metode cladding menggunakan shielded metal arc welding [SMAW] namun belum diperoleh hasil yang optimal. Tutujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi dan level parameter yang sesuai untuk rekomendasi proses perbaikan selanjutnya. Shaft wringer roll yang digunakan sebagai sampel adalah milik salah satu perusahaan baja terbesar di Kota Cilegon. Material shaft tersebut adalah AFNOR 25CD4 [SAE 4130] dan elektorda Nikko Steel RD-18B yang memiliki karakteristik mirip dengan material shaft wringer roll. Proses cladding dilakukan menggunakan tiga parameter cladding yang dikelompokkan dalam dua level parameter, yaitu arus cladding (110 A dan 170 A), kecepatan cladding (3 mm/s dan 7 mm/s), dan perlakuan panas (tanpa preheating dan preheating pada 200 oC selama 1 jam). Melalui pendekatan full factorial design experiments didapatkan delapan kombinasi parameter proses cladding. Hasil penelitian diperoleh perubahan struktur mikro dan kekerasan material yang paling mendekati raw material adalah sampel dengan parameter cladding menggunakan arus las 110 A, kecepatan pengelasan 3 mm/s, dan diberikan pemanasan awal.
Studi Awal Pengolahan Sampah Kota sebagai Energi Baru Terbarukan dengan Anaerobic Biodigester Caturwati, Ni Ketut; Pinem, Mekro Permana; Angga, .
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan hasil samping kegiatan manusia yang seringkali dikesampingkan karena dianggap tidak berguna dan menjadi sumber pencemaran lingkungan. Sebaliknya dunia saat ini mengalami krisis energi akibat cadangan energi fosil yang semakin menipis. Hal ini menuntut dilakukannya pengembangan teknologi pengolahan sampah sebagai sumber energi seperti teknologi anaerobic biodigester. Paper ini menampilkan hasil eksperimen pengolahan sampah organik dengan anaerobic biodigester dengan starter kotoran sapi, kotoran  kambing dan air lindi. Hasil penelitian menunjukkan biogas yang dihasilkan dari starter kotoran kambing memiliki kadar gas metana sebesar 64,3%. Nilai sangat baik mendekati nilai maksimal standar biogas menurut Energy Resources Development Series No. 19 Esca, Bangkok dengan kisaran kandungan metana sebesar 55-65%
Pengaruh Penambahan Surfaktan terhadap Karakteristik Mikrokapsul Melamin Urea Formaldehid Dhamar Lestari, Retno Sulistyo; Sari, Denni Kartika
TEKNIKA Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroenkapsulasi merupakan salah satu cara untuk mengatur pelepasan bahan aktif dan melindungi bahan aktif yang dapat melarut secara konvensional dengan pelapisan dari bahan semi permeable, tidak larut dalam air, atau bahan berpori yang permeable. Dengan mengatur ketebalan dari dinding mikrokapsul, difusi dari senyawa aktif yang dienkapsulasi dapat terkontrol. Penelitian ini terfiri dari 2 tahap, yaitu pembuatan resin melamin urea formaldehid dan pembuatan mikrokapsul. Yang dipelajari dari penelitian ini adalah mendapatkan karakter dari mikrokapsul Melamin Urea Formaldehid (MUF) yang dibuat dengan kondisi proses yang berbeda.Pembuatan mikrokapsul MUF dilakukan dengan metode in-situ polimerisasi pada suhu 50 ˚C, pH 3, waktu homogenisasi 30 menit, dan waktu mikroenkapsulasi 2 jam dengan bahan yang digunakan terdiri dari larutan resin prepolimer melamin urea formaldehid, diazinon, minyak kelapa sawit, serta surfaktan sodium dodecyl sulfat (SDS) dan polivinil alkohol (PVA). Karakterisasi terhadap produk mikrokapsul yang dihasilkan dilakukan dengan menggunakan mikroskop optik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrokapsul MUF memiliki kisaran diameter 50 sampai 160 μm. Tanpa penambahan surfaktan, hasil mikrokapsul memiliki ketebalan 13,8 μm dan dengan penambahan SDS dan PVA tebal mikrokapsul yang dihasilkan sebesar 7,55 μmKata kunci : mikroenkapsulasi, mikrokapsul melamin urea formaldehid, diazinon
Degradasi Senyawa Fenol dengan Metode Fotokatalitik di Reaktor Tabung Berbuffle Kustiningsih, Indar; Jayanudin, .; Sari, Denni Kartika
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Degradasi fenol menggunakan reaktor berbuffle telah dilakukan. Limbah yang digunakan adalah limbah fenol sintetik yang terbuat dari serbuk fenol (Merck Pro Analys). Fotokatalis yang digunakan adalah TiO2 Degussa 25. dengan variasi pengaruh penggunaan buffle dan pH. Konsentrasi awal limbah yang digunakan yaitu 10 ppm, 20 ppm dan 40 ppm, sedangkan loading katalisnya yaitu 0.5 gr/L, 1 gr/L dan 1.5 gr/L. Analisa konsentrasi fenol Spectrofotometer Hach. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buffle mempunyai peranan penting dalam hal pengontakkan antara limbah, energi foton dan katalis lebih baik dibandingkan dengan tidak menggunakan buffle. Persen penyisihan dengan tidak menggunakan buffle diperoleh 50.1% dan untuk menggunakan buffle diperoleh persen penyisihan sebesar 79.07%. Sedangkan loading katalis optimum untuk mendegradasi senyawa fenol adalah sebesar 1gr/L dengan pH terbaik yaitu pada pH 7. Pada kondisi optimum ini, dengan konsentrasi awal limbah 10 ppm diperoleh konsentrasi akhir sebesar 2,022ppm setelah degradasi selama 5 jam.
Pengaruh Temperatur Sintering terhadap Komposit (TiC-25NiCr) terhadap [(Ti₀,₇-MO₀,₃) 17C-25NiCr] Hasil Pemaduan Mekanik menggunakan Metode Planetary Ball Mill Alhamidi, Ali; Suryana, .; Hilman, M. Luthfi
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The powder mixtures of Ti, C, Ni, Cr and Mo are processed by powder metallurgy process to form ceramics metals (cermet) and sintered at various temperatures of 700°C, 1000 °C, and 1100°C have been investigated. The preparation sample of  the materials using the principle of mechanical alloying for 10 hours with varying molybdenum at 0 and 0,3% XRD analysis shows that there is no consolidated material cermet. However, the formation of TiC with binders NiCr shown occurred. Sample without molybdenum affect size crystallite of TiC and NiCr, the higher temperatures sintering causing size of crystallite TiC size of the less for higher temperatures sintering, while crystallite size of NiCr is much hinger.
Model Pengelolaan Sampah Perkotaan melalui Pendekatan Manajemen Avandi, Nauval; Auliani, Sigit
TEKNIKA Vol 10, No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena yang menarik manakala kita membicarakan tentang sampah yang menumpukdan berserakan ditengah Kota yang seharusnya bersih dari sampah, berbagai pihak salingmelempar tanggung jawab, Pemerintah beralasan ; armada angkutan tidak memadai, lahantempat pembuangan sampah sudah semakin sempit, tenaga kerja kurang mendapatperhatian, sedangkan masyarakat beranggapan bahwa Pemerintah lah yang harusbertanggung jawab karena kami sudah membayar retribusi sampah. Analisa yang dilakukandalam penelitian ini, menitikberatkan pada perencanaan, pengorganisasian, pengawasan,evaluasi dan pengendalian pada kegiatan masyarakat terutama bagaimana penanganansampah dilakukan, sehingga tujuan yang ditetapkan yakni Kota yang bersih dan indah dapatterwujud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukanpengamatan langsung terhadap obyek (observasi), melakukan wawancara secara terstrukturdengan para pedagang dan masyarakat serta menyebarkan instrumen kuesioner, kemudiandata yang telah dihimpun dianalisa dengan menggunakan statistik parametrik.Dari hasilanalisis yang dilakukan, menyatakan bahwa secara signifikan perilaku masyarakatmempengaruhi kondisi kebersihan Kota, selain itu juga faktor perencanaan denganpelaksanaan yang merupakan kewenangan Pemerintah tidak optimal.Penerapan fungsimanajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, evaluasi dan pengendalian)merupakan solusi yang tepat dalam pengelolaan sampah perkotaan yang semestinya dapatdilakukan oleh Pemerintah Daerah, seperti salah satu pengorganisasian terhadap pemulungyang dapat berfungsi sebagai tenaga kebersihan.
Pra Sintesa Compabilizer Abilizer LLDPE-g-MA Rohmah, Elfi Nur; Maranata, Shella; Pius, Doni; Ghozali, Muhamad
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penelitian mengenai komposit plastik biodegradable semakin banyak dilakukan. Penggabungan antara polyethylene jenis LLDPE (Linear Low Density Polyethylene) sebagai matriks yang dipadukan dengan PLA (Polylactic Acid) salah satunya. Perbedaan karakteristik dan sifat antara LLDPE dan PLA menyebabkan campuran tidak kompatibel oleh karena itu compatibilizer diperlukan pada saat pencampuran sehingga keduanya dapat bercampur sempurna. Pada penelitian ini dibahas mengenai pra pembuatan compatibilizer berupa LLDPE-g-MA atau maleic anhydride grafted linear low-density polyethylene. Rekayasa compatibilizer dilakukan beberapa variasi seperti waktu proses, pemurnian compatibilizer (sokhletasi) dan komposisi maleic anhidrat serta benzoil peroksida. Hasil compatibiizer yang terbentuk dianalisa %grafting dan analisa unsur dengan FTIR.
Pembuatan dan Karaktersasi Karbon Aktif Tempurung Kelapa dengan Aktivator Asam Fosfat serta Aplikasinya pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas Dhamar Lestari, Retno Sulistyo; Sari, Denni Kartika; Rosmadiana, Afriyanti; Dwipermata, Bening
TEKNIKA Vol 12, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai guna tempurung kelapa dapat ditingkatkan dengan menjadikannya sebagai bahan baku dalam pembuatan karbon aktif yang dapat digunakan sebagai adsorben dalam proses pemurnian minyak goreng bekas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk karakterisasi produk karbon aktif tempurung kelapa sesuai Standar Industri Indonesia No.0258-79 meliputi uji kadar zat mudah menguap, kadar air, kadar abu, dan kadar karbon terikat serta menentukan pengaruh ukuran partikel karbon aktif terhadap proses adsorpsi minyak goreng bekas. Metode penelitian meliputi pembuatan dan uji karbon aktif menggunakan furnace electric serta analisa bilangan asam pada minyak goreng sebelum dan sesudah adsorpsi. Hasil terbaik diperoleh pada karbon aktif 80 mesh pada konsentrasi asam fosfat 8% dengan kadar zat mudah menguap 2,9%, kadar air 1%, kadar abu 0,34%, dan kadar karbon terikat 96,7% serta penurunan bilangan asam menjadi 0,56 mgKOH/g. Adapun perbandingan luas permukaan karbon aktif sebelum aktivasi yaitu 46,247 m2/g, sedangkan setelah aktivasi sebesar 61,821 m2/g.
Analisa Performansi Kolektor Surya Pelat Datar dengan Media Penyimpan Panas Pasir untuk Pemanas Udara Astawa, Ketut; Gunawan Tista, Si Putu Gede; Saputra, I Wayan Hendra
TEKNIKA Vol 10, No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi dari sinar matahari dapat dimanfaatkan menggunakan kolektor surya, dimana radiasipanas dari matahari dikumpulkan dan diubah menjadi energi termal. Untuk mendapatkan performakolektor yang tinggi dapat dilakukan dengan penambahan media penyimpan panas berupa padatan.Dalam padatan seperti pasir tentunya memiliki energi internal, jika suatu padatan menyerap panas makaenergi internal yang tersimpan dalam padatan meningkat yang diindikasikan oleh kenaikantemperaturnya. Jadi perubahan energi pada atom-atom dan elektron-bebas menentukan sifat-sifatthermal padatan. Penelitian menggunakan sistem solar energy sederhana bertujuan mendapatkan profiltransformasi energi cahaya dari matahari menjadi energi termal yang dapat diserap oleh bahan pasir.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menempatkan pasir sebagai mediapenyimpan panas di luar pipa-pipa aliran udara pada sebuah kolektor surya pelat datar. Udara akandialirkan melalui pipa-pipa yang terpasang pada bagian bawah dari pelat penyerap dengan bantuansebuah Blower. Temperatur dan tekanan udara baik yang masuk atau keluar dari kolektor diukur untukmengetahui terjadinya perubahan besaran temperatur.Dengan penambahan media penyimpan panas akan mampu memanaskan fluida kerja sampaiintensitas yang rendah, sehingga ketika intensitas rendah temperatur udara keluar kolektor tetap tinggimaka energi berguna dan efisiensi yang dihasilkan juga akan meningkat