cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Pengrauh Ekstraksi Berbantu Gelombang Ultrasonik dan Variasi Pengeringan terhadap Sintesis Nanopartikel Perak Sari, Denni Kartika; Dhamar Lestari, Retno Sulistyo; Kustiningsih, Indar
TEKNIKA Vol 12, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanopartikel perak memiliki karakteristik yang unik dan dapat diaplikasikan pada berbagai bidang seperti obat,katalisis,industry tekstil maupun pada bidang pengolahan limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah biosintesis hijau dari nanopartikel perak menggunakan rumput laut Kappahycus alvarezi/Eucheuma Cottonii. Biosintesis nanopartikel dari bahan natural dari AgNPs memiliki banyak keuntungan diantaranya biosintesis AgNPs dari bahan alam lebih stabil, dan dapat mengurangi ion perak dalam pembentukan nanopartikel perak. Penggunaan gelombang ultrasonik diharapkan dapat meningkatkan yield dan mempersingkat waktu ekstraksi, penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan tahap pertama ekstraksi rumput laut dengan pengeringan oven adalah memvariasikan waktu 2,4,6, dan 8 menit, rasio ekstrak rumput laut dan AgNO3 1:10,1:151:20 , tahap kedua ekstraksi rumput laut dengan pengeringan sinar matahari memvariasikan waktu 2,4,6, dan 8 menit, rasio ekstrak rumput laut dan AgNO3 1:10,1:151:20. Tahap ketiga selanjutnya sebagai pembanding adalah sintesis nanopartikel perak dengan maserasi dan pemanasan dengan perbandingan 1:10,1:15 dan 1:20 . hasil menunjukan pada keseluruhan tahapan dan variasi menunjukkan terbentuknya ion perak dengan range panjang gelombang antara 210 hingga 310 nm. Namun belum membuktikan keberadaan nanopartikel perak. Hasil pengujian (Scanning Electron Microscopy) SEM menunjukkan ukuran partikel mencapai 20μm setelah dicoating. Hasil uji kandungan total fenolik terbaik pada pengeringan berbantu sinar matahari dengan lama ekstraksi berbantu ultrasonic selama 15 menit 0,02302 mg GAE/ekstrak.
Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia Mangostana L) Sebagai Inhibitor Korosi Baja Lunak (Mild Steel) Dalam Larutan H 2 SO 4 1 M Pramudita, Marta; Juliansyah, Hendri; Rizki, Muhammad Andre
TEKNIKA Vol 10, No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan berbagai penelitian, kulit manggis memiliki potensi yang baik sebagai inhibitorkorosi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi ekstrak inhibitor kulitmanggis pada baja lunak dalam larutan asam sulfat. Pertama yang harus disiapkan adalahsampel baja yang telah dihaluskan dan bubuk kulit manggis. Kulit manggis yang sudahdisiapkan di ekstrak dengan metoda maserasi menggunakan pelarut etanol selama 6 jam.Siapkan larutan media korosif H 2 SO 4 1 M dan sampel baja berukuran 1 x 2 x 0,5 cm.Setelah itu merendam baja dengan larutan asam dan larutan ekstrak kulit manggis untuksampel awal. Analisa SEM dilakukan pada baja yang telah direndam. Kandungan tanin yangterbesar terdapat pada ekstrak kulit manggis dengan pelarut etanol adalah 1 : 10 dengankadar 28,05 mg/100g. Nilai efisiensi inhibisi ekstrak kulit manggis pada media korosif larutanH 2 SO 4 1M sebesar 38,74% pada konsentrasi 300 ppm dengan waktu perendaman 9 jam.
Sistem Informasi Akademik Berbasis SMS pada Jurusan Teknik Elektro UNTIRTA Saraswati, Irma; Munarto, Ri; Hakim, Lukman Nul
TEKNIKA Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlunya pelayanan sistem informasi akademik yang cepat dan mudah pada Jurusan Teknik Elektro UNTIRTA, sehingga dirancang sebuah sistem aplikasi untuk pengaksesan informasi akademik via SMS. Sistem ini dibuat pada sebuah Personal Computer (PC) yang terhubung dengan telepon selular melalui kabel data serial dan sebuah database Microsoft Access, koneksi antara database dan Visual Basic 6.0 menggunakan komponen ADODC dan ODBC (Open Database Connectivity). ODBC digunakan untuk mengakses database relasional dan membuat program menjadi fleksibel artinya pengubahan jenis database yang dipergunakan oleh sebuah aplikasi tidak akan mempengaruhi kode program, setiap SMS yang masuk ke dalam telepon selular akan dibaca oleh sistem, kemudian dilakukan proses validasi sesuai dengan format kode yang telah ditentukan dan proses validasi NIM user. Permintaan yang dapat dilayani oleh sistem antara lain : nilai KHS, jadwal bimbingan akademik, jadwal kuliah, dan jadwal sidang skripsi.Sistem informasi akademik via SMS dibuat menggunakan Visual Basic 6.0. Untuk berkomunikasi dengan telepon selular menggunakan FBUS 1.5, program berjalan di bawah sistem operasi window XP Edition, dan sebuah telepon selular tipe Nokia 3310 sebagai sarana penerima dan pengirim SMS, sumber data diperoleh dari tabel-tabel database yang dibuat untuk keperluan sistem ini secara keseluruhan yang dapat diakses menggunakan perintah SQL (Structured Query Language). Dalam pengujian, sistem informasi akademik via SMS berhasil digunakan untuk mengirimkan permintaan pengguna dalam bentuk SMS response secara otomatis.
Optimaslisasi Kinerja Zeolit Alam Bayah Sebagai Katalis Untuk Pembuatan Triacetin Sebagai Aditif Premium Yulvianti, Meri; Nuryoto, .; Sobari, Muhammad Iqbal; Rijal, Sahrul
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pengembangan energi alternatif sangat banyak dilakukan untuk mengatasi permasalahan energi, salah satunya adalah pembuatan biodiesel yang memiliki produk samping berupa gliserol. Seiring berkembangnya produksi biodiesel maka gliserol yang dihasilkan pun akan mengalami peningkatan. Pengolahan gliserol menjadi aditif berupa triacetin dapat menjadi alternatif dalam mengatasi melimpahnya gliserol dan dapat menjadi terobosan baru untuk menaikan angka oktan premium dan angka setana pada minyak diesel. Penggunaan katalisator padat berupa zeolit alam Bayah dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap katalisator impor dan menggali potensi alam yang belum termanfaatkan secara maksimal. Tujuan penlitian ini menentukan kondisi optimal zeolit dalam pembuatan triacetin dengan melakukan variasi pengadukan, suasana kondisi reaksi dan persen berat zeolit. Dan untuk diharapkan dapat menghasilkan teknologi baru yang sederhana, ekonomis dan ramah lingkungan serta dapat memberikan manfaat berupa pemecahan masalah produk samping dari proses pembuatan biodiesel sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari produksi biodiesel tersebut. Penelitian ini dilakukan pada reactor batch. Kondisi optimal yang dicapai dalam pembuatan triacetin ini adalah pada kecepatan 600 rpm, perbandingan massa katalis 3% dan rasio perbandingan mol reaktan 1:3 mol gliserol : mol asam asetat, dengan konversi sebesar 89,90 %.
Pemanfaatan Buah Seri (Muntingia Calabura L) untuk Pembuatan Asam Asetat menggunakan Bakteri Acetobacter Xylinum Hasfita, Fikri; Maulinda, Leni; Devi, Ayu Sari
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah seri (Muntingua Calabura L) merupakan tumbuhan neotropik yang pemanfaatannya belum maksimal padahal di dalam buah seri diketahui mengandung karbohidrat yang berpotensi sebagai bahan baku pembuatan asam asetat. Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat, yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Kandungan karbohidrat yang tinggi dalam buah seri memungkinkan untuk difermentasikan menghasilkan asam asetat. Pembuatan asam asetat berbahan baku buah seri dilakukan secara fermentasi menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum yang dilakukan dalam dua tahap yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asetat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas buah seri (Muntingua Calabura L) sebagai bahan baku asam asetat dengan menganalisa pengaruh waktu fermentasi 3, 6, 9, 12 hari, dan volume filtrat 500, 550, 600, dan 650 ml, terhadap karakteristik asam asetat yang dihasilkan. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar asam asetat tertinggi pada waktu fermentasi 9 hari dengan jumlah alkohol sebanyak 650 ml yaitu 1,369 %. Hasil densitas untuk asam asetat telah memenuhi nilai standar densitas yaitu sebesar 1,055-1,083 gr/ml, dari waktu fementasi 3-12 hari, sedangkan untuk yield asam asetat nilai tertinggi diperoleh 40.00%. Nilai pH terbaik diperoleh pada waktu fermentasi 9 hari  dengan penambahan jumlah alkohol sebesar 650 ml yaitu 5,49.
Kendali Proses Grate Cooler Plant 8 Grate 1, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Haryanto, Heri
TEKNIKA Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan terutama semen di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat ditambah dengan banyaknya perusahaan semen di Indonesia membuat perusahan semen harus bersaing untuk memenuhi kebutuhan pasar yang cukup banyak tiap tahunnya (kuantitas) dan kepuasan konsumen (kualitas) di Indonesia. Dalam proses produksi semen terdapat tahap yang cukup menentukan kualitas dan kuantitas produk semen yaitu tahap pendinginan clinker dengan grate cooler. Pada tahap ini clinker hasil pembakaran kiln diturunkan suhunya dari awalnya sekitar 1400 °C menjadi 100-200 °C. Pada grate cooler, clinker didinginkan dengan cara meniupkan udara dengan kipas pendingin dari bawah grate plate. Grate Cooler IKN terdiri dari 2 ruang, yaitu grate 1 dan grate 2. Clinker yang baru keluar dari kiln akan masuk kedalam grate 1 untuk didinginkan dan dihancurkan menjadi ukuran yang lebih kecil setelahnya clinker akan didinginkan kembali pada grate 2 sebelum dipindahkan ke proses selanjutnya. Proses kendali grate 1 pada grate cooler dilakukan dari beberapa tempat seperti CCP (Central Control Panel), MCC (Module Central Control) LCB (Local Control Board) dan HCB (Hydraulic Control Board). Ketika sinyal kendali dikeluarkan oleh CCP untuk menentukan jumlah SPM (Stroke per Minute) maka sinyal kendali tersebut mengalami beberapa pengkondisian sinyal hingga grate plate bergerak sesuai dengan setpoint SPM yang diinginkan oleh operator di CCP. Berdasarkan hasil pengamatan di dapatkan bahwa perlu adanya pengambilan data arus pada output card modul I/O di MCC sehingga didapat persamaan yang valid dari konversi setpoint spm ke arus
Perencanaan Tebal Lapis Perkerasan Kaku Pada Underpass Cibubur Dengan Metode Bina Marga Dan NAASRA Pradana, M. Fakhruriza; Bethary, Rindu Twidi; Veronica, Shally Ice
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Trans Yogie, Cibubur sering mengalami kemacetan yang padatmaka pemerintah berencana membangun underpass di daerah Cibubur untuk mengantisipasi kemacetan.Perkerasan jalan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perkerasan kaku (rigid pavement) yaitu perkerasan struktur yang terdiri dari plat beton semen yang bersambung (tidak menerus), atau menerus, tanpa atau dengan tulangan terletak diatas lapis pondasi bawah, tanpa atau dengan lapisan aspal sebagai lapis permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis perkerasan kaku yang dibutuhkan, mengetahui perbedaan hasil perhitungan tebal lapis perkerasan kaku dengan metode Bina Marga Pd T-14-2003 dan metode National Associations of Australian State Road Authorities (NAASRA) 1987 dan mengetahui biaya pembangunan perkerasan kaku pada Underpass Cibubur. Pengumpulan data dilakukan melalui survey data lalu lintas harian pada jalur tersebut dan nilai CBR dari Kementerian Pekerjaan Umum.Data yang didapat digunakan untuk menghitung tebal perkerasan kaku dengan metode Bina Marga 2003 dan NAASRA 1987. Berdasarkan dari hasil perhitungan didapat tebal perkerasan kaku pada Bina Marga 2003 adalah 24 cm dengan biaya Rp. 1.360.097.000,00 dan tulangan berdiameter 16 mm dengan jarak 500 mm. Sedangkan NAASRA 1987 adalah 22 cm dengan biaya Rp. 1.269.563.000,00 dan tulangan berdiameter 16 mm dengan jarak 500 mm.
Analisa Perbandingan Pemakaian Bahan Bakar Solar Fuel Oil (SFO) dan Liquefied Natural Gas (LNG) terhadap Kinerja Boiler di Unit Cold Rolling Mill (CRM) di PT X Yusuf, Yusvardi; Budi, Santoso
TEKNIKA Vol 12, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar yang dipakai saat ini pada boiler di PT. X khususnya di unit Cold Rolling Mill (CRM) adalah LNG (Liquefied Natural Gas) yang sebelumnya bahan bakar yang dipakai adalah Solar Fuel Oil (SFO), pergantian bahan bakar minyak ke gas dimulai sejak akhir tahun 2009. Alasan digantinya bahan bakar tersebut adalah karena efisiensi yang dihasilkan bahan bakar gas lebih baik dibandingkan dengan bahan bakar minyak dan ditambah dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dunia, biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan bakar menjadi lebih besar.Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa boiler berbahan bakar LNG per jamnya rata – rata membutuhkan bahan bakar sekitar 347,52625 kg/jam dan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 2.543.892,-/jam serta menghasilkan efisiensi rata – rata 89,9 %, jauh lebih baik dibandingkan boiler berbahan bakar SFO yang membutuhkan bahan bakar sekitar 485,375 liter/jam dan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 3.979.104,-/jam serta menghasilkan efisiensi rata – rata 80,8%.
Sintesi Syngas dari Gliserol dengan Reaksi Steam Reforming Menggunakan Katalis Cu/γ-Al 2 O 3 -K 2 O Demustila, Harly
TEKNIKA Vol 10, No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya untuk membuat Syngas dari gliserol dengan reaksi Steam Reformingmenggunakan komponen aktif logam Cu. Fase aktif logam Cu sangat aktif pada rentangtemperatur relatif rendah, yaitu sekitar 200-300 °C. Percobaan kali ini bertujuan untukmempelajari pengaruh komponen aktif logam Cu dengan menggunakan penyangga γ-Al 2 O 3dan promotor K 2 O, sehingga diharapkan sintesis Syngas dengan menggunakan reaksiSteam Reforming gliserol dapat berlangsung pada temperatur relatif lebih rendah.Percobaan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, pembuatan tiga katalis terdiri darikatalis 4%Cu/γ-Al 2 O 3 -0,15%K 2 O, 6%Cu/γ-Al 2 O 3 -0,15%K 2 O dan 8%Cu/γ-Al 2 O 3 -0,15%K 2 O.Tahap kedua, karakterisasi seluruh katalis dengan uji kuat remuk menggunakan metodeCrushing Strength dan uji luas permukaan aktif katalis dengan metode BET Isothermal.Tahap ketiga, uji aktifitas seluruh katalis di dalam reaktor Fixed Bed pada temperatur 300°C, tekanan atmosfer dan rasio mol Steam/gliserol=6 selama 7 jam. Katalis 8%Cu/γ-Al 2 O 3 -0,15% K 2 O ternyata mampu menghasilkan konversi gliserol terbesar yaitu 86,35%.Penelitian lebih lanjut masih diperlukan terhadap katalis Cu/γ-Al 2 O 3 -K 2 O dengan konsentrasifase aktif lebih besar untuk reaksi Steam Reforming gliserol.
Pengaruh Laju Alir Udara Pengering Terhadap Pengeringan Kulit Manggis Sari, Denni Sulistyo; Dhamar Lestari, Retno Sulistyo
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah manggis diketahui memiliki banyak manfaat dalam dunia pengobatan dan kesehatan. Pengeringan merupakan proses pengeluaran air atau pemisahan air dalam jumlah yang relatif kecil dari material dengan menggunakan panas. Penelitian ini inidilakukan untuk membandingkan pengaruh laju alir udara terhadap laju pengeringan kulit manggis dengan variasi tekanan udara 16,5 mmH2O, 20 mmH2O, 23,5 mmH2O dan 27 mmH2O. Metode yang dilakukan dalam studi ini menggunakan alat pengering dengan suhu pengeringan 110 ℃ dan sampel kulit manggis dengan massa 50 gram. Pengurangan kadar air dalam kulit manggis diamati setiap 3 menit. Hasil dari studi ini di dapatkan nilai massa sampel setelah pengeringan pada tekanan udara 16,5 mmH2O, 20 mmH2O, 23,5 mmH2O dan 27 mmH2O masing masing 18,1 gram, 20,3 gram, 20,3 gram dan 222,2 gram, dengan waktu pengeringan masing masing selama 186 menit, 150 menit, 150 menit dan 144 menit dan kadar airnya masing-masing turun dari 62,8 % (basis basah) menjadi 2,76% , 8,37% , 8,37% , 16,22%. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa semakin besar laju alir udaranya, maka laju pengeringan pun akan semakin besar.