cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Evolusi Mikrostruktur Paduan Al 6061 Hasil Proses Canai Dingin Terhadap Sifat Mekanik Alhamidi, Ali; Fitrullah, M.; Dewi, Mirnawati
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan Al 6061 diproses canai dengan reduksi 50%, 60% dan 70% selanjutnya di aging pada temperatur 2000C selama variasi waktu 1800, 3600, 5400, 7200 dan 10800 detik. Analisa microstruktur dan sifat mekanik dilakukan dengan optikal mikroskop dan Brinell Hardness Test (HBN). Bentuk mikrostrukutr menunjukan bahwa butiran memanjang setelah canai berubah menjadi berbentuk equaxial. Analisa XRD menunjukan hadirnya fase ke dua Mg2Si dan Al2FeSi nampak dalam peak XRD setelah canai dan aging. Hal ini nampak bahwa kekerasan meningkat dengan meningkatnya waktu aging dan menurun setelah aging selama 7200 detik. Nilai kekerasan tertinggi dicapai sebesar 121 HBN pada sampel yang direduksi 70% dan ading selama 7200 detik.Hal ini menjadi alasan bahwa kekerasan yang tinggi akibat hadirnya fraksi fase kedua setelah aging meningkat.
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal pada Simpang Ciruas Serang Pradana, M. Fakhruriza; Budiman, Arief; Robekha, Nova
TEKNIKA Vol 12, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang Ciruas adalah simpang dengan empat lengan yang dilengkapi dengan sinyal lampu lalu lintas.Simpang yang terletak di Kota Serang, Banten ini menghubungkan antara Jalan Raya Serang – Jakarta, Jalan Raya Ciptayasa Ciruas dan Jalan Raya Ciruas Walantaka. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang pada saat kondisi eksisting, mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja simpang serta mencari tahu alternatif solusi pemecahan masalah yang timbul pada Simpang Ciruas. Acuan yang dipakai dalammenganalisis kinerja simpang adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Berdasarkan hasil penelitian pada Simpang Ciruas diketahui bahwa simpang belum mendekati jenuh dibuktikan dengan adanya satu pendekat yang menghasilkan derajat kejenuhan (ds > 0,75 ; jenuh) yaitu pendekat Barat sebesar 0,8 sedangkan untuk pendekat Utara, Selatan dan Timur menghasilkan derajat kejenuhan (ds < 0,75 ; tidak jenuh) masing-masing sebesar 0,4, 0,66, 0,41. Kapasitas yang dihasilkan pada simpang Ciruas sebesar 379, 403, 1062, 1371 smp/jam masing-masing untuk pendekat Utara, Selatan, Barat dan Timur. Panjang antrian tertinggi dihasilkan pada pendekat Barat sebesar 126,5 m. Besar nilai angka henti seluruh simpang adalah 0,89 stop/smp. Tundaan rata-rata simpang yang didapat adalah 46,5 det/smp dan masuk tingkat pelayanan simpang (LOS) dengan tingkat E (> 40 – 60 det/smp). Untuk meningkatkan kinerja Simpang Ciruas dilakukan alternatif perbaikan dengan melakukan pengaturan ulang sinyal, perubahan fase dan pelebaran geometrik yang dimana hasil derajat kejenuhan untuk pendekat Utara = 0,3, Selatan = 0,46, Barat = 0,55 dan Timur = 0,42. Tingkat pelayanan simpang meningkat berada pada tingkat C.
Daya Output Optimal pada Jenis Solar Cell Monocrystalline dan Plycrystalline Yehzekiel, .; Siregar, Yulianta; Helmi, Hasdari; Syahrawardi, .; Afron, .
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan solar cell yang optimal dengan menggunakan 2 Jenis solar cell 100 Wp yaitu Monocrystalline dan Polycrystalline dan dilakukan di gedung Departement Teknik Elektro, Universitas Sumatera Utara, pada bulan oktober 2015. Jenis Monocrystalline menggunakan sudut kemiringan solar cell 0°-60°, sementara jenis Polycrystalline menggunakan reflektor (Cermin) dengan sudut reflektor 50°, 60°, 70°. Hasil daya output optimal yang diperoleh untuk Monocrystalline adalah sebesar 100 Watt, pada jam 12.00 WIB dengan sudut kemiringan reflektor 60° dan sudut kemiringan solar cell 10°.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Mutu Rumput Laut Kering Sari, Denni Kartika; Kustiningsih, Indar; Dhamar Lestari, Retno Sulistyo
TEKNIKA Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai salah satu penghasil rumput laut Eucheuma cottoni terbesar di Dunia maka di perlukan pengembanagn dalam penaganan hasil dari rumput laut yang dihasilkan salah satunya adalah tahap pengeringan rumput laut. Kandungan rumput laut merupakan salah satu bagian yang harus diperhatikan dalam pemrosesesan rumput laut. Mengingat manfaat rumput laut yang luas dalam industri kosmetik, pangan dan obat-obatan.Hasil penelitian ini bertujuan untuk menngetahui waktu dan suhu operasi dalam proses pengeringan serta memahami proses pengeringan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan massa kering rumput laut dalam 150 gram sebesar 12,75 gram serta kondisi optimum dalam proses pengeringan rumput laut, yaitu lama waktu pengeringan 4 jam dengan suhu 65 oC yang dinyatakan dengan nilai moisture content sebesar 0,16 kg H2O/kg RL dengan laju pengeringan sebesar 3,63 kg H2O/m2.jam dan sisa kadar air dalam rumput laut sebesar 1,36%
Pemodelan Resiko Kontaminasi Sumur Rakyat oleh Sumur Resapan Limbah Septic Tank Jayanudin, .; Fahrurrozi, Moh.
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

septic tank merupakan salah satu pengelolaan limbah sederhana dan merupakan sumber dari limbah domestik. Limbah septic tank dapat mempengaruhi sumber air bersih seperti sumur, sehingga posisi sumber air harus benar supaya terbebas dari kontaminan BOD dari septic tank. Tujuan dari artikel ini adalah mengembangkan model transport kontaminan sumur resapan septic tank untuk memberikan rekomendasi jarak aman antara sumur dengan septic tank. Model transport kontaminan dibagi menjadi dua zona yaitu zona unsaturated dan saturated yang keduanya dipengaruhi oleh proses adveksi, dispersi dan biodegradasi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan model yang dikembangkan menunjukkan bahwa pada model zona unsaturated dengan kedalaman 7 meter dengan waktu kurang dari 5000 hari mengandung BOD dibawah ambang batas, sedangkan pada zona saturated pada jarak 10 meter dengan waktu dibawah 3000 hari kandungan BOD masih aman, tetapi jika waktu diatas 5000 hari untuk zona unsaturated dan diatas 3000 hari untuk zona saturated konsentrasi BOD diatas ambang batas yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Pengaruh Variasi Suhu terhadap Proses Self Tempering dan Variasi Waktu Tahan pada Proses Tempering terhadap Sifat Mekanis Baja AISI 4140 Nandiawan, Desga Hita; Sunardi, .; Fawaid, Moh.
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja merupakan salah satu jenis logam yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan industry. Baha AISI 4140 adalah salah satu jenis baja yang banyak digunakan pada komponen mesin misalnya roda gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifak mekanis pada baja AISI 4140 dengan menggunakan varisi waktu pada proses tempering suhu pada proses self tempering. Pada penelitian ini, material terlebih dulu dipanaskan pada suhu 850°C kemudian ditahan dengan waktu 14 dan 28 menit kemudian didinginkan dengan media oli SAE 20. Pada saat proses pendinginan suhu yang harus dicapai adalah 200°C. Nilai ketangguhan terbesar pada saat proses tempering adalah 0,341 (J/mm²) dengan waktu tahan 120 menit, sedangkan pada saat proses self tempering ketangguhan terbesar pada suhu 600° dengan nilai 0,375 (J/mm²). Laju korosi terbesar pada saat proses tempering martensit yang mulai terbentuk didinginkan dengan cepat kemudian dipanaskan kembali sehingga membentuk martensit temper. Sedangkan pada proses self tempering martensit yang terbentuk belum sempurna dikarenakan pendinginan cepat pada saat quench.
Pengaruh Laju Alir Udara Dan Ukuran Limbah Batang Daun Tembakau Terhadap Syngas Menggunakan Reaktor Gasifikasi Updaraft Suhendi, Endang; Hasanah, Aisah; Anjariyah, Syaidah
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses gasifikasi merupakan proses pemanfaatan biomassa yaitu dengan mengkonversi biomas (bahan padat) menjadi syngas. Biomassa salah satunya yaitu limbah batang daun tembakau karena jumlahnya yang melimpah dan belum dimanfaatkan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut memanfaatkan limbah batang daun tembakau menjadi syngas (CO, H2, CH4) sebagai sumber energi baru dalam proses gasifikasi, mendapatkan kondisi optimum dari proses gasifikasi dengan memvariasikan laju alir udara dan ukuran limbah batang daun tembakau terhadap syngas yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan reaktor gasifikasi updraft dengan kapasitas 2 kg. Penelitian dilakukan secara batch dengan pengujian terhadap limbah batang daun tembakau secara proksimat dan ultimat dilanjutkan dengan proses preparasi bahan dan proses gasifikasi. Hasil dari proses gasifikasi dianalisa menggunakan metode gas chromatography. Identifikasi zona tahapan proses gasifikasi dilakukan dengan pemasangan 4 titik pengukuran temperatur sepanjang reaktor gasifikasi untuk mendapatkan zona pengeringan, zona pirolisis, zona oksidasi dan zona reduksi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, hasil optimum didapatkan pada laju alir udara 0,178 lpm dan ukuran limbah batang daun tembakau 0,44-0,64 mm menghasilkan syngas yaitu CO = 10,2 %v, H2 = 3,61 %v, CH4 = 1,61 %.
Rancang Bangun Alat Destilasi Air Laut menjadi Air Tawar meggunakan Tenaga Surya Haryadi, .; Rosyadi, Imron; Caturwati, Ni Ketut; Maulana, Ana
TEKNIKA Vol 12, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem destilator surya merupakan alat pengubah air laut menjadi air tawar yang murah serta ramah lingkungan, karena alat ini tidak membutuhkan peralatan seperti listrik, generator ataupun bahan bakar lainnya. Alat Destilator merupakan alat yang mengandalkan pasokan energi dari matahari karena kita tahu bahwa posisi Indonesia di daerah khatulistiwa pancaran sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat destilasi air laut dengan menggunakan tenaga surya. Destilator terdiri dari 3 buah alat yang divariasikan berdasarkan permukaan absorbernya, tujuannya adalah untuk mengetahui absorber yang paling baik menyerap dan menyimpan radiasi matahari. Absorber pertama dari bahan dasar plat yang di cat dengan warna hitam, yang kedua berwarna putih dan yang ketiga adalah dengan bahan kaca. Sudut kaca dirancang pada 30o , nilai ini berdasarkan riset yang telah ada sebelumnya. Penelitian dilakukan didepan halaman Gedung Center Of Excellence (COE) Industri Petrokimia Fakultas Teknik Universitas Ageng Tirtayasa Cilegon – Banten. Waktu penelitian dari perancangan dan pembuatan sampai penyelesaian laporan direncanakan selesai selama 5 bulan. Adapun waktu pelaksanaan pengambilan data dilaksanakan selama 2 bulan pada pukul 09:00 – 17:00 WIB dengan pengambilan data setiap 1 jam sekali. Setelah melakukan pengujian dan pengambilan data kemudian hasil air destilasi tersebut akan dilakukan pengujian komposisi kimia di Dinas Kesehatan di Kota Serang. Pada pengujian ini untuk mengetauhi komposisi kimia dari hasil air destilasi, sehingga layak atau tidak untuk dikonsumsi.
Perancangan Kursi Laktasi Ergonomis dengan Metode Rasional (Studi Kasus : Rumah Sakit XYZ) Mariawati, Ade Sri; Nurmala, Rohma
TEKNIKA Vol 10, No 1 (2014): Juli
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi ASI (Air Susu Ibu) dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu, yang ditunjang fasilitasyang bisa mempertemukan bayi dan ibu yaitu ruang menyusui. Hasil survey menunjukkanbelum banyak fasilitas umum yang menyediakan ruang khusus menyusui yang ada kursimenyusi. Kursi menyusui yang ada saat ini belum menerapkan prinsip ergonomi dananthropometri yang membuat ibu dan bayi kurang nyaman. Tujuan dari penelitian ini untukmerancang kursi pada ruang menyusui agar memberikan rasa nyaman pada ibu dan bayisaat menyusui. Metode yang digunakan yaitu metode rasional dengan focus perancanganterstruktur berdasarkan costumer need. Sehingga input, penggunaan dan hasil darirancangan ini adalah human center design. Kuesioner disebarkan kepada 36 respondenyang kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas.data diolah dengan metode rasional daritahap awal hingga tahap akhir maka diperoleh tujuan utama yaitu merancang kursi yangdapat memberikan rasa nyaman pada ibu menyusui, dengan alternative terpilih yaitu desainkursi untuk perorangan, memiliki sandaran, bentuk sandaran lurus,memiliki penyanggatangan, dan bahan kursi dari kayu solid berlapis busa.
Pengaruh Aktivator Kimia pada Performasi Bioadsorben dari Karbon Tempurung Kelapa sebagai Penjernih Air Sumur Irawan, Anton; Rahmayetty, .; Dewi, Nadia Kartika; Utami, Sri
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah tempurung kelapa merupakan material organik yang sangat potensial sebagai sumber karbon. Karbon dari tempurung kelapa akan mempunyai nilai guna lebih tinggi dengan perlakuan lebih lanjut menjadi karbon aktif. Karbon aktif dapat digunakan sebagai adsorben penjernih air. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kondisi optimum aktifasi karbon tempurung kelapa, agar dapat diaplikasikan untuk penjernihan air sumur. Dalam penelitian ini, limbah tempurung kelapa diproses secara pirolisis menghasilkan karbon tempurung kelapa. Kemudian karbon di aktivasi menggunakan metode aktivasi kimia dengan HCL dan NaOH sebagai aktivator. Pemilihan asam dan basa bertujuan untuk mempelajari efektivitas asam dan basa sebagai bioadsorben penjernih air. Kondisi optimum diaplikasikan sebagai penjernih air pada kolom adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terbaik diperoleh pada arang aktif dengan aktifator HCl 3N dengan lama perendaman 16 jam dan ukuran -100+118 mesh. Bilangan iodin yang dihasilkan adalah 853,25 mg/g, kadar air 0,09%, dan kadar zat mudah terbang 8,496%. Hasil Penjernihan air karbon aktif dapat mereduksi kadar besi (Fe) 64,36 % , kadar klorida 8,89%, TDS 8,51%, silika 4,67% dan kesadahan 18,58% dari kandungan air sumur sebelum proses adsorpsi.