cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Regionalisme pada Fasad Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe Ardian, Hanan Doni; Dafrina, Armelia; Andriani, Dela; Novianti, Yenny
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1066

Abstract

Abstrak Berkembanganya arsitektur modern dengan international style berdampak pada krisisnya identitas bangunan di suatu daerah, khususnya di Aceh. Sehingga kehadiran arsitektur regionalisme sebagai upaya pengembalian identitas daerah sangat diperlukan yang diperketat melalui peraturan daerah agar membangun gedung yang berciri khas adat/budaya setempat, salah satunya yaitu Peraturan Gubernur Aceh Nomor 13 Tahun 2023. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan karakteristik arsitektur regionalisme pada fasad gedung kantor DPRK Lhokseumawe yang diduga memiliki unsur ciri khas kedaerahan serta sebagai salah satu kantor yang memiliki peran penting di pemerintahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menjabarkan, mengidentifikasi dan menganalisis penerapan karakteristik arsitektur regionalisme melalui observasi dan wawancara kepada perancang gedung kantor DPRK Lhokseumawe. Temuan dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa terdapat beberapa elemen fasad yang menerapkan arsitektur regionalisme sebagai upaya pelestarian budaya Aceh, seperti atap, kolom, dinding, bukaan, entrance, warna dan ornamen. Kata kunci: Arsitektur Regionalisme, Aceh, Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe  Abstract The development of modern architecture with international styles has an impact on the crisis of building identity in a region, especially in Aceh. So the presence of regionalism in architecture as an effort to restore regional identity is needed, which is tightened through regional regulations in order to build buildings characterized by local customs and culture, one of which is Aceh Governor Regulation Number 13 of 2023. Therefore, the purpose of this research is to find out how the application of regionalism architecture characteristics on the facade of the DPRK Lhokseumawe office building, which is thought to have elements of regional characteristics and is one of the offices that has an important role in government, The method used in this research is descriptive-qualitative to describe, identify, and analyze the application of regionalism's architectural characteristics through observation and interview with the designer of the DPRK Lhokseumawe office building. The findings of this research are that there are several facade elements that apply regionalism architecture in an effort to preserve Acehnese culture, such as roof, column, wall, opening, entrance, color, and ornamental Keywords: Regionalism Architecture, Aceh, DPRK Lhokseumawe Office Building
Penerapan HEC-RAS Untuk Analisis Angkutan Sedimen Dasar Terhadap Debit Angkutan Sedimen Pada Saluran Parit Berkat Novelyne, Fiona Gita; Nurhayati, Nurhayati; Gunarto, Danang
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1070

Abstract

Abstrak Saluran Parit Berkat merupakan salah satu saluran di daerah rawa pasang surut Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap yang mengalami perubahan dasar saluran, yakni pendangkalan akibat proses sedimentasi. Pendangkalan yang terjadi di saluran Parit Berkat terutama pada bagian hilir dapat mengganggu aliran ke sungai dan menyebabkan meningkatnya muka air di hulu sehingga air lebih cepat meluap ke permukaan saat musim hujan atau saat terjadi air pasang dan dapat mengakibatkan kekeringan saat musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit angkutan sedimen dasar di saluran Parit Berkat. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa penampang saluran dan sampel sedimen dasar. Data sekunder berupa peta catchment area, curah hujan harian stasiun Sungai Kakap PTK-12 dan tinggi muka air pasang surut selama 15 hari. Simulasi aliran dan angkutan sedimen menggunakan program aplikasi HEC-RAS 6.0 dengan metode Meyer-Peter Muller. Hasil penelitian menunjukkan besar angkutan sedimen dasar tertinggi saat kondisi pasang untuk debit periode ulang 10 tahun, yaitu sebesar 1,73 kg/det di titik 1, sedangkan saat kondisi surut, besar angkutan sedimen dasar terendah untuk debit periode ulang 10 tahun adalah sebesar 0,92 kg/det di titik 1. Kata kunci: sedimen dasar, HEC-RAS, Meyer-Peter Muller, saluran, Parit Berkat Abstract Parit Berkat channel is one of the channels in the tidal swamp area of Punggur Besar Village, Sungai Kakap District which has experienced changes in the basis of the channel, namely silting due to the sedimentation process. Siltation that occurs in the Parit Berkat channel, especially in downstream, can disrupt the flow to the river and cause an increase in the water level upstream so that water overflows to the surface faster during the rainy season or high tide and can cause drought during the dry season. This study aimed to determine the amount of bed load transport in the Parit Berkat channel. The data used are primary data and secondary data. Primary data are channel cross-sections and bed load samples. Secondary data are catchment area maps, daily rainfall of Sungai Kakap PTK-12 station, and tidal water levels for 15 days. Flow and sediment transport simulation using the HEC-RAS 6.0 application program with the Meyer-Peter Muller method. The results showed the highest bed load transport during tidal conditions for the 10-year return period, which was 1.73 kg/sec at point 1, while at low tide, the lowest bed load transport for the 10-year return period was 0.92 kg/sec at point 1. Keywords: bed load, HEC-RAS, Meyer-Peter Muller, channel, Parit Berkat
Pengaruh Normalisasi Terhadap Kinerja Drainase di Jalan G. Obos XII Kota Palangka Raya Kamiana, I Made; Jaya, Allan Restu; Oktaviani, Putri Cindy
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1073

Abstract

Abstrak Kawasan sekitar Jalan G. Obos XII di Kota Palangka Raya awalnya merupakan permukiman jarang, kemudian berkembang menjadi kawasan permukiman dan perdagangan yang padat. Salah satu dampaknya, drainase Jalan G. Obos XII rentan banjir. Pada tahun 2022, pemerintah daerah melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan G. Obos XII. Penelitian ini meliputi analisis dari aspek teknis dan aspek persepsi masyarakat. Hasil analisis secara teknis menunjukkan, normalisasi berpengaruh sebesar 100% terhadap pengurangan panjang drainase yang berpotensi banjir dan berpengaruh sebesar 381,16% terhadap peningkatan kinerja drainase. Hasil analisis secara statistik dengan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan, sebanyak 98% dari responden menyatakan bahwa kinerja drainase meningkat sesudah normalisasi; nilai z hitung sebesar 6,024 lebih besar daripada nilai z kritis adalah 0,00003; nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil daripada signifikansi kritis sebesar 0,05. Jadi, normalisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja drainase menurut persepsi responden. Kata kunci: normalisasi, kinerja drainase, analisis teknis, analisis persepsi masyarakat Abstract The area around G. Obos XII Street in Palangka Raya City initially was sparsely populated, then developed into a densely populated residential and commercial area. One of its consequences is the susceptibility of G. Obos XII Street drainage to floods. In 2022, the local government conducted drainage channel normalization on G. Obos XII Street. This study includes analyses from both technical and community perception aspects. The technical analysis results indicate that normalization has a 100% impact on reducing the length of flood-prone drainage and a 381.16% impact on improving drainage performance. The results of statistical analysis using the Wilcoxon Signed-Rank Test show that 98% of respondents stated that drainage performance improved after normalization; the calculated z-value as 6.024 is greater than the critical z-value is 0.00003; the significance value as 0.000 is smaller than the critical significance as 0.05. Therefore, normalization significantly influences drainage performance according to respondents' perceptions. Keywords: design discharge, drainage capacity, drainage performance, public perception.
Analisis Akar Penyebab Risiko K3 Pelaksanaan Pekerjaan Abutment dan Pemasangan Girder Metode Fault Tree Analysis (FTA) Proyek Tol Solo - NYIA Kulon Progo ratnaningsih, anik; Salim, Balqis Sajidah; Arifin, Syamsul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1078

Abstract

Abstrak Jalan Tol Solo-NYIA Kulon Progo menjadi proyek utama pembangunan Indonesia yang memiliki komponen seperti girder, abutment, dan sebagainya. Menurut data BPJS ketenagakerjaan terhitung sejak 2020 hingga 2022 terjadi peningkatan pada kecelakaan kerja. Sehingga perlu adanya evaluasi penerapan K3 dan faktor risiko terjadi. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis untuk mendapatkan akar penyebab dari risiko tersebut. Hasil analisis Fault Tree Analysis (FTA) didapatkan risiko dominan pada pekerjaan Abutment yaitu jalanan berdebu, tertusuk besi beton, dan terjatuh dari ketinggian. Risiko dominan pada pemasangan girder didapatkan hasil PCL girder terguling/terjatuh, Iritasi mata, dan Trailer terperosok. Akar penyebab risiko dari pekerjaan abutment dan pemasangan girder disebabkan dari beberapa faktor yaitu faktor manusia, faktor manajemen, faktor teknis dan faktor lingkungan. Respon risiko diantaranya selalu berhati hati dalam bekerja, melakukan pergantian shift pekerja, menggunakan APD lengkap, melakukan toolbox meeting, mengadakan safety induction dan safety talk, melakukan inspeksi alat, serta operator sebelum memulai pekerjaan, dan menerapkan SOP yang benar. Kata kunci: Kecelakaan kerja, Faul Tree Analysis, Manajemen Risiko,   Abstract Toll roads are the main projects of Indonesia's development that have components such as girders, abutments, etc. According to BPJS data, from 2020 to 2022 there has been an increase in work accidents. So it is necessary to evaluate the application of Occupational Health and Safety (OHS) and risk factors. The method used is Fault Tree Analysis to obtain the root cause of the risk. The results of the Fault Tree Analysis (FTA) analysis found the dominant risk in Abutment work, dusty roads, punctured by concrete iron, and falls from a height. The dominant risk in girder installation is obtained from PCL girder rollover/fall, eye irritation, and trailer mired. The root cause of risk from abutment work and girder installation is caused by several factors, there are human factors, management factors, technical factors and environmental factors. Risk responses include always being careful at work, changing worker shifts, using full PPE, conducting toolbox meetings, holding safety induction and safety talks, inspecting equipment, and operators before work, and implementing the correct operating procedures. Keywords: OHS, Risk management, Fault Tree Analysisis
Tinjauan Sifat Mekanis Reactive Powder Concrete melalui Perlakuan Uap dengan Abu Sekam Padi sebagai Alternatif Material Pozzolan Sapriandi, Sapriandi; Amrizal, Amrizal; Sayahdin, Sayahdin; Alkhaly, Yulius Rief
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1079

Abstract

Abstrak Reactive Powder Concrete (RPC) merupakan jenis dari beton mutu ultra tinggi dengan karakteristik kuat tekan, dan kuat lentur yang sangat tinggi. Komponen penyusun RPC semen dengan kandungan yang tinggi, bahan yang sangat halus berupa silika dalam jumlah tinggi, dan tanpa agregat kasar. Pada penelitian ini dilakukan tinjauan sifat mekanis berupa uji kuat tekan dan kuat lentur RPC melalui perlakuan uap dengan abu sekam padi sebagai alternatif material pozzolan. Pengujian kuat tekan dilakukan pada kubus berukuran 70,7 x 70,7 x 70,7 mm umur 7 hari dan 28 hari, dan kuat lentur pada balok berukuran 70,7 x 70,7 x 300 mm umur 28 hari. Variasi abu sekam padi digunakan 15%, 20%, 25%, 30% dan 35% dari berat semen dengan jumlah benda uji sebanyak 3 sampel per variasi. Perawatan uap dimulai setelah satu hari pengecoran selama 72 jam pada suhu 90„ƒ kemudian dilakukan perendaman. Hasil pengujian menunjukan bahwa kuat tekan tertinggi umur 7 hari diperoleh pada variasi abu sekam padi 30% dan merupakan yang paling optimum dengan kuat tekan sebesar 108,37 MPa, selanjutnya pada RPC umur 28 hari kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi ASP 35% sebesar 116,59 MPa. Kemudian kuat lentur RPC tertinggi umur 28 hari diperoleh pada variasi abu sekam padi 30% dan merupakan yang paling optimum dengan kuat lentur sebesar 13,80 MPa. Hal ini menunjukkan bahwa abu sekam padi pada campuran RPC melalui perlakuan uap dapat dijadikan alternatif material pozzolan untuk menghasilkan kuat tekan dan kuat lentur RPC yang tinggi. Kata Kunci: Reactive Powder Concrete, Abu sekam padi, Kuat tekan, Kuat lentur, Perawatan uap  Abstract Reactive Powder Concrete (RPC) is a type of ultra high quality concrete with very high compressive strength and flexural strength characteristics. High-content cement, a very fine material with a high silica content, and no coarse aggregate are the components of RPC. In this study, rice husk ash (RHA) was used as an alternative pozzolanic material, and steam treatment was utilized to study the mechanical properties of RPC through compressive strength and flexural strength tests. Examinations of compressive strength were performed using cubes of 70.7 x 70.7 x 70.7 mm at 7 days and 28 days, while tests of flexural strength were performed using beams size 70.7 x 70.7 x 300 mm at 28 days. With a total of three samples for each variation, rice husk ash was employed at rates of 15%, 20%, 25%, 30%, and 35% by weight of cement. After casting for one day at 90°C for 72 hours, steam treatment started before being submerged in water. The results revealed that the 30% variation of rice husk ash had the highest compressive strength at 7 days, with an optimal compressive strength of 108.37 MPa, followed at 28 days by the 35% variation of RHA, with a maximum compressive strength of 116.59 MPa. Furthermore, the highest flexural strength of RPC at 28 days ages was obtained at 30% variation of rice husk ash and was the optimum with a flexural strength of 13.80 MPa. This study indicates that rice husk ash can be utilized as a substitute pozzolanic material in RPC mixes to develop high compressive and flexural strengths. Keywords: Reactive Powder Concrete, Rice husk ash, Compressive strength, Flexural strength, Steam curing.
Pengaruh Asal Tenaga Kerja Konstruksi Terhadap Produktifitas kerja, Studi Kasus Proyek CWM - 01 Universitas Malikussaleh juanda, juanda; Wesli, Wesli; Sofyan, Sofyan; Khairullah, Khairullah; Maizuar, Maizuar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1082

Abstract

Abstrak Tenaga kerja menjadi salah satu bagian terpenting dalam pembangunan dan faktor penunjang keberhasilan proyek yang baik. Kemampuan tenaga kerja lokal dan luar daerah berpengaruh dalam percepatan pembangunan dan efisien pembangunan, dan besar pengaruh tenaga kerja lokal dan tenaga kerja luar daerah terhadap pekerjaan. Metode observasi dan kuesioner dilakukan dengan pengamatan dilapangan untuk menghitung besarnya produktivitas dan rasio pemanfaatan tenaga kerja, hasil  Perhitungan uji realibilitas kostruk didapat nilai 0,847 menunjukan good reability, setelah dilakukan pengujian hubungan krateristik model pada sofware SEM Amos versi 23 menunjukan bahwa CMIN/DF 3,076 maka syarat ‰¤ 2 telah terpenuhi maka dinyatakan goodness of fit, maka rasio pemenfaatan tenaga kerja lokal 0,076 jam atau 25,5% sedangkan tenaga kerja non lokal  0,077 jam atau 25,8% pengaruh produktifitas tenaga kerja lokal dan non lokal pada persentase kemampuan bekerja Pasangan Dinding Bata 34,57%, plesteran dinding bata 7,20%  dan setatus pekerja non lokal lebih cepat dari pekerja lokal pada pemasangan keramik didapatkan 16,48% lebih cepat penyelesaiannya terhadap pekerja lokal maka besarnya pengaruh asal tenaga kerja terhadap produktifitas kerja mempuyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap rasio pemanfaatan tenaga kerja. Kata kunci: Produktifitas, Rasio Pemanfaatan Tenaga Kerja, Pengaruh Asal  Abstract Labor is one of the most important parts in development and a factor that supports the success of a good project. The ability of local and non-regional workers influences the acceleration of development and efficient development, and the large influence of local and non-regional workers on employment. Observation and questionnaire, question sheets and direct observation in order to obtain input data to calculate the amount of productivity and labor utilization ratio, of the construction reliability test calculation, a value of 0.847 is obtained, indicating good reliability, after testing. The model characteristic relationship in SEM Amos software version 23 shows that CMIN/DF is 3.076, then the condition ‰¤ 2 has been fulfilled, then it is declared goodness of fit, then the utilization ratio of local labor is 0.076 hours or 25.5% while non-local labor is 0.077 hours or 25. 8% influence of local and non-local labor productivity on the percentage of work ability of brick wall masonry 34.57%, brick wall plastering 7.20% and one hundred non-local workers faster than local workers and for ceramic installation 16.48% quicker completion for local workers, the magnitude of the influence of the origin of the workforce on work productivity has a very significant influence on the labor utilization ratio. Keywords: Productivity, Labor Utilization Ratio, Effect of Origin
Identifikasi Faktor Pengaruh Kedisiplinan Pekerja Konstruksi Pada Sistem Keselamatan Konstruksi Proyek Gedung Bertingkat Kamaludin, Tutang Muhtar; Fadjar, Adnan; Maruf, Yahya Anang; Mukafih, Ahmad Haqiq
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1088

Abstract

Abstrak Sikap tidak disiplinnya pekerja terhadap sistem keselamatan konstruksi pada pekerjaan proyek gedung bertingkat menyebabkan kecelakaan kerja pada proyek kontruksi, dikarenakan tindakan tidak aman yang dilakukan oleh pekerja kontruksi bangunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan pekerja terhadap sistem keselamatan konstruksi pada pekerjaan proyek gedung bertingkat di Kota Palu. Sampel pada penelitian ini terdiri dari Kontraktor dan Konsultan. Data yang diperoleh dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas, kemudian dianalisis dengan menghitung rata-rata (mean) dan korelasi product moment yang dijelaskan melalui teknik analisis statistik deskriptif. Faktor yang mempengarui kedisiplinan pekerja terhadap sistem keselamatan konstruksi pada proyek konstruksi gedung bertingkat di Kota Palu. Secara simultan pembawaan, kesadaran, motivasi dan pola pikir memiliki pengaruh positif terhadap variabel terikat pada sistem keselamatan konstruksi proyek gedung bertingkat Kata kunci: pekerja, sistem, keselamatan, bangunan, konstruksi   Abstract The undisciplined attitude of workers towards the construction safety system in multi-storey building projects causes work accidents in construction projects, due to unsafe actions carried out by building construction workers. The aim of this research is to determine the factors that influence workers' discipline towards construction safety systems on multi-storey building projects in Palu City. The sample in this research consisted of contractors and consultants. The data obtained were subjected to validity and reliability tests, then analyzed by calculating the average (mean) and correlation product moment which is explained through descriptive statistical analysis techniques. Factors that influence worker discipline regarding the construction safety system in multi-storey building construction projects in Palu City. Simultaneously, disposition, awareness, motivation and mindset have a positive influence on the dependent variable in the construction safety system for multi-storey building projects Keywords: workers, systems, safety, buildings, construction 
Prioritas Pembangunan Infrastruktur Jalan Menggunakan Analitycal Hierarchy Process di Kabupaten Bireuen Husni, Husni -; Wesli, Wesli; Maizuar, Maizuar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1093

Abstract

Abstrak Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan dan Rencana Kerja Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Kabupaten Bireuen tahun anggaran 2023, Terdapat 10 ruas jalan yang diusulkan untuk pembangunan, dengan prioritas pembangunan telah diurutkan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum diketahuinya kriteria apa yang dipertimbangkan dalam menentukan urutan prioritas tersebut. Keterbatasan anggaran pada sektor infrastruktur jalan mengharuskan adanya skala prioritas. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kriteria urutan prioritas dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bireuen menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang ditinjau meliputi panjang pembangunan, kondisi jalan, rencana anggaran, aksesibilitas, kependudukan, fasilitas sosial, dan sarana perekonomian. Alternatif yang dipertimbangkan adalah 10 ruas jalan di Kabupaten Bireuen. Metode Penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data.  Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling sebanyak 150 informan dan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang dominan perlu dipertimbangkan dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bireuen adalah kriteria kondisi jalan. Kata kunci: Prioritas, pembangunan, infrastruktur, jalan, AHP  Abstract Results of the Development Planning Deliberation and Work Plan for the Bireuen Regency Activity Implementation Work Unit for the 2023 fiscal year, there are 10 road sections proposed for development, with development priorities having been sorted. The main problem in this research is that it is not yet known what criteria are considered in determining the priority order. Budget limitations in the road infrastructure sector require a priority scale. The research objective is to identify priority order criteria in road infrastructure development in Bireuen Regency using the Analytical Hierarchy Process (AHP). The criteria reviewed include development length, road conditions, budget plans, accessibility, population, social facilities and economic facilities. The alternatives being considered are 10 roads in Bireuen Regency. Quantitative research method using questionnaires as a data collection tool. The sampling technique used was purposive sampling of 150 informants and respondents. The research results show that the dominant criteria that need to be considered in the development of road infrastructure in Bireuen Regency are road condition criteria. Keywords: Priorities, development, infrastructure, roads, AHP
Pengaruh Perubahan Temperatur Terhadap Struktur Jembatan Baja Nakhrowi, Imam; Rastandi, Josia Irwan; Delitriana, Arvilla
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1099

Abstract

Abstrak Kemajuan dalam teknologi rekayasa struktur telah membawa inovasi signifikan dalam pembangunan infrastruktur, termasuk pengembangan jembatan segmental baja. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki dampak perubahan temperatur dan jenis perletakan terhadap perilaku struktur jembatan segmental baja, dengan fokus pada tiga kondisi perletakan yang berbeda: sendi-rol (SSC), sendi-sendi (FEC), dan penggunaan Lead Rubber Bearing (LRB). Pemodelan dilakukan menggunakan metode elemen hingga dalam perangkat lunak MidasCivil. Analisis finite element diarahkan untuk memahami deformasi dan distribusi tegangan dalam struktur jembatan di bawah beban mati dan variasi temperatur. Hasil studi menunjukkan bahwa perubahan temperatur menyebabkan deformasi yang signifikan pada struktur jembatan, dengan pola perilaku yang berbeda tergantung pada jenis perletakan. Perletakan Sendi-Rol dan penggunaan LRB cenderung menunjukkan respons deformasi yang serupa, sementara perletakan Sendi-Sendi menunjukkan perilaku yang berbeda. Selain itu, distribusi tegangan juga bervariasi tergantung pada kondisi perletakan, dengan Sendi-Sendi menghasilkan tegangan yang lebih tinggi pada beberapa titik tertentu. Kata kunci: Temperatur, Perletakan, Jembatan Segmental Baja, Finite Element,  Abstract                  Advancements in structural engineering have led to significant innovations in infrastructure development, notably segmental steel bridges. This study investigates the effects of temperature changes and different bearing conditions: simply supported condition (SSC), fixed end condition (FEC), and the implementation of Lead Rubber Bearing (LRB) on segmental steel bridge behavior. Utilizing finite element analysis use MidasCivil, the research examines deformation and stress distribution under dead loads and varying temperatures. Findings indicate temperature fluctuations induce significant deformations, with distinct responses based on bearing conditions. SSC and LRB show similar deformation patterns, while FEC behaves differently. Stress distribution varies accordingly, with FEC resulting in higher stresses at certain points. These insights enhance understanding of temperature and bearing effects on segmental steel bridges, informing maintenance strategies for durability. Validating computational models with field observations is recommended to ensure accurate simulations. Keywords: Temperature, Boundary Condition, Segmental Steel Bridge, Finite Element 
Pendugaan Hasil Sedimen Terhadap Penggunaan Lahan dengan Metode MUSLE di DAS Way Besai Saputro, Rifki Ananda; Kusumastuti, Dyah Indriana; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad; Purwadi, Ofik Taupik
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1101

Abstract

Abstrak Salah satu dampak dari erosi adalah penurunan produksi pangan secara global. Penyebab erosi yang terjadi di wilayah sungai adalah perubahan tutupan lahan dan iklim. Dengan melakukan penghijauan, meningkatkan vegetasi dan ekologi, dan perencanaan penggunaan lahan diindikasikan dapat mencegah erosi. Sedimentasi akibat erosi di sungai juga dapat mengurangi kapasitas sungai dalam menampung air. Metode MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) merupakan pengembangan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dalam pendugaan hasil sedimen. Tujuan dari penelitian adalah memperoleh pendugaan hasil sedimen terhadap penggunaan lahan menggunakan metode MUSLE pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Besai berbasis sistem informasi geografis. Hasil sedimen periode ulang dengan metode MUSLE untuk Y(2 tahun), Y(5 tahun), Y(10 tahun), Y(25 tahun), Y(50 tahun), Y(100 tahun), dan Y(200 tahun) masing-masing diperoleh sebesar 656.8765 ton, 782.4091 ton, 861.3319 ton, 957.7598 ton, 1027.6898 ton, 1096.4283 ton, dan 1164.6822 ton. Sedimentasi kala ulang menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan bertambahnya lama periode yang berulang. Kata kunci: Sedimen, Erosi, MUSLE, DAS Way Besai  Abstract Erosion leads to a global decrease in food production. Land cover and climate changes are the main causes of erosion in river areas. To reduce erosion, we can implement greening projects, improve vegetation, and plan land use strategically. Sedimentation resulting from river erosion can diminish the water-holding capacity of rivers. MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) method, which enhances USLE (Universal Soil Loss Equation), is used to predict sediment yield. The objective of research is to estimate sediment yield in relation to land use using MUSLE method within Way Besai Watershed, based on a geographic information system (GIS). Sediment yields for recurrence periods, including Y(2 years), Y(5 years), Y(10 years), Y(25 years), Y(50 years), Y(100 years), and Y(200 years), are calculated as 656.8765 tons, 782.4091 tons, 861.3319 tons, 957.7598 tons, 1027.6898 tons, 1096.4283 tons, and 1164.6822 tons, respectively. Sedimentation rates exhibit an upward trajectory in tandem with increasing recurrence periods. Keywords: Sedimentation, Erosion, MUSLE, Way Besai Watershed

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol 4, No 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol 3, No 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol 2, No 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue