cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Kolaborasi Metode Empiris dan Mekanistik-Empiris Guna Identifikasi dan Evaluasi Kinerja Perkerasan Jalan Kurniawan, Dede; Hadi, Muhamad Abdul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1112

Abstract

Abstrak Kerusakan jalan yang tidak teratasi dengan baik dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, sehingga kondisi ini harus segera diantisipasi dengan berupa proses identifikasi dan evaluasi terhadap kinerja perkerasan baik itu secara empiris, mekanistik-empiris, ataupun kolaborasi antara keduanya. Pada metode empiris, solusi alternatif yang dapat diberikan adalah berupa analisis Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI), sedangkan pada metode mekanistik-empiris solusi alternatif yang dapat diberikan adalah analisis software KENPAVE. Ruas Jalan Yogyakarta-Pulowatu merupakan jalan provinsi dengan kondisi volume lalulintas kendaraan tinggi serta memiliki kerentanan terhadap penurunan kinerja, sehingga ruas ini dipilih sebagai objek yang akan dianalisis menggunakan kolaborasi dua metode analisis. Pada metode empiris, kondisi ruas jalan memiliki nilai PCI sebesar 31,68 (very poor) dengan saran penanganan berupa major maintenance, sedangkan pada nilai SDI didapatkan angka 267,25 (rusak berat) dengan saran penanganan berupa rehabilitasi jalan. Pada metode mekanistik-empiris, desain eksisting teridentifikasi tidak mencapai umur rencana 20 tahun dan disarankan untuk melakukan redesain menggunakan kriteria FFF6 agar desain dapat memenuhi standar umur rencana. Kata kunci: PCI, SDI, KENPAVE, Penilaian Kondisi, Kerusakan Jalan  Abstract Road deterioration, if left unaddressed, can significantly disrupt economic activities and community mobility. Hence, it is imperative to promptly anticipate this condition through the identification and evaluation of pavement performance, whether through empirical methods, mechanistic-empirical approaches, or a combination of both. In empirical methods, potential solutions may involve analyzing the Pavement Condition Index (PCI) and Surface Distress Index (SDI), while in mechanistic-empirical approaches, solutions may entail utilizing KENPAVE software for analysis. The Yogyakarta-Pulowatu Road, a provincial thoroughfare experiencing high traffic volume, is prone to performance deterioration, making it a prime candidate for analysis using both methods. In the empirical method, the road segment registers a PCI value of 31.68 (very poor), suggesting the need for major maintenance, whereas the SDI value stands at 267.25 (severely damaged), indicating the necessity for road rehabilitation. In the mechanistic-empirical method, the existing design is identified as not meeting the planned 20-year lifespan and is recommended to redesign using the FFF6 criteria to meet the planned lifespan standards. Keywords: PCI, SDI, KENPAVE, Condition Assesment, Road Damage
Perbandingan Respon Dinamis Pada Struktur Bangunan Bertingkat Tidak Beraturan Dengan Tiga Varian Konfigurasi Dinding Geser muna, mukhammad nailul; Teguh, Mochamad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1114

Abstract

Abstrak Artikel ini menyajikan hasil perbandingan respon struktur terhadap 3 variasi konfigurasi dinding geser pada bangunan bertingkat yang tidak beraturan pada denah. Konfigurasi dinding geser difokuskan pada letak dan bentuk dinding geser pada struktur gedung beton bertulang sembilan lantai dengan denah tidak beraturan dan terletak di daerah rawan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon struktur tidak beraturan pada gedung eksisting untuk dibandingkan dengan 2 model hasil modifikasi dinding geser. Analisis struktur untuk 3 model konfigurasi dinding geser digunakan software ETABS. Hasil analisis respon struktur terendah menunjukkan base shear sebesar 21548,528 kN. deflection arah x dan y masing-masing sebesar 56,47 dan 48,48 (mm). Story drift arah x dan y sebesar 10,589 dan 8,796 (mm), sedangkan drift rate terendah pada arah x dan y sebesar 0,212 dan 0,176 (%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa respon struktur pada gedung eksisting lebih optimum baik letak maupun bentuk dinding geser dibandingkan 2 model lainnya. Kata kunci: simpangan; simpangan-antar-tingkat; gedung-ireguler; beban-dinamis Abstract This article compares structural responses to three variations of shear wall configurations in irregular multi-story buildings in the plan. The shear wall configuration is focused on the location and shape of the shear wall in a nine-story reinforced concrete building structure with an irregular plan located in an earthquake-prone area. This study aims to analyze the response of irregular structures in existing buildings to compare with two modified shear wall models. Structural analysis for three shear wall configuration models used ETABS software. The lowest structural response analysis results showed a base shear of 21548.528 kN. Deflection in the x and y directions were 56.47 and 48.48 (mm), respectively. Story drift in the x and y directions was 10.589 and 8.796 (mm). At the same time, the lowest drift rate in the x and y directions was 0.212 and 0.176 (%). From these results, it can be concluded that the structural response in existing buildings is more optimal in both the location and shape of the shear wall compared to the other two models. Key words: displacement; drift-ratio; irregular-building; dynamic- load
Evaluasi Siklus Hidup Bangunan Ramah Lingkungan Dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan wati, dian laras; Jin, Oei Fuk
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1121

Abstract

 Abstrak   Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi bangunan ramah lingkungan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable development goals/SDGs) melalui analisis siklus hidupnya. Dengan latar belakang pentingnya bangunan ramah lingkungan dalam mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi sumber daya, penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematik literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis makalah terkait bangunan ramah lingkungan, penilaian siklus hidup proyek, dan aspek keberlanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangunan ramah lingkungan mampu mengurangi emisi karbon, mengoptimalkan penggunaan energi, dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Dengan demikian, implementasi bangunan ramah lingkungan dapat berperan penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui integrasi aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial.   Kata kunci: Bangunan ramah lingkungan, penilaian siklus hidup, dampak lingkungan, dampak ekonomi, pembangunan berkelanjutan     Abstract   This study aims to evaluate the contribution of environmentally friendly buildings to achieving Sustainable Development Goals (SDGs) through life cycle analysis. Given the crucial role of environmentally friendly buildings in reducing environmental impact and enhancing resource efficiency, this research employs a systematic literature review method to gather and analyze papers related to environmentally friendly buildings, project life cycle assessment, and sustainability aspects. The analysis results indicate that environmentally friendly buildings can reduce carbon emissions, optimize energy use, and provide long-term economic benefits. Thus, the implementation of environmentally friendly buildings can play a significant role in achieving sustainable development goals through the integration of environmental, economic, and social aspects.   Keywords: Green building, life cycle assessment, environmental impact, economic impact, sustainable development
Pemanenan Air Hujan Dengan Metode Roof Catchment Sebagai Pengawetan Air Bangunan Gedung Institut Teknologi Sumatera Jerfikanasa Murda, Gung Bagus; Herison, Ahmad; Zakaria, Ahmad; Indriana K, Dyah; Ofik Taufik P, Ofik
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1127

Abstract

Abstrak Institut Teknologi Sumatera memiliki lahan dengan total 275 Ha dan diprediksi dapat menampung 64.000 mahasiswa pada 25 tahun kedepan. Laju penerimaan mahasiswa akan berbanding dengan pembangunan dan perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan meningkatnya limpasan permukaan dan menurunnya ketersediaan air tanah. Perlu dikakukan upaya preventif seperti pemanenan air hujan sebagai bentuk konservasi sumber daya air tanah. Kebutuhan air salah satu gedung sebesar 3.024 m3/tahun, direncanakan metode pengawetan air secara pemanenan air hujan, menghasilkan pasokan air sebesar 2.690,086 m3/tahun. Sistem pemanenan air hujan dapat menghemat penggunaan air tanah sebesar 40% dari penggunaan air gedung pertahunnya. Sistem pemanenan air hujan diharapkan mampu mengurangi penggunaan air tanah, dan upaya konservasi sumber daya air sehingga dapat meminimalisir terjadinya krisis air tanah. Kata kunci:  Tataguna lahan, Kebutuhan dan pasokan air, Pemanenan air hujan,    Abstract Sumatra Institute of Technology has a total land area of 275 ha and is predicted to be able to accommodate 64,000 students in the next 25 years. New student admission will be proportional to development and land use changes, which cause a decrease in groundwater supply and an increase in surface runoff. Preventative methods such as rainwater harvesting as a form of groundwater resource conservation need to be strengthened. One of the buildings has a 3,024 m3/year water requirement. A water preservation method is planned using rainwater harvesting, resulting in a water supply of 2.690,086 m3/year. Rainwater harvesting system can reduce annual building water demand by up to 40%. It's hoped that the rainwater harvesting system will be able to reduce groundwater use and conserve water resources so that it can minimize the occurrence of groundwater crises. Keywords: Land use, Water demand and supply, Rainwater harvesting
Evaluasi Kelayakan Material Gunung Terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Pada Perkerasan Lentur Jalan Raya di Kabupaten Manggarai Timur Gon, Kasmir; Caling, Claudius Lippershey Bright; Rusdi, Erdianto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1136

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan material gunung quary Bondo sebagai timbunan pilihan, agregat kelas A dan agregat kelas B perkerasan lentur jalan raya. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa jenis tanahnya memiliki batas cair 22%, indeks plastisitas 5%, lolos saringan Nomor 200 5,32% sampai 5,54%, Cu rata-rata 92,68 > 4, Cc rata-rata 5,17 > 3; Berdasarkan USCS dikategorikan sebagai GP-GM atau ML (low plasticity silt), kelompok A-1-a (0) menurut AASHTO. Nilai aktif sebesar 0,90 < 1,25 termasuk tanah normal. Berat isi kering maksimum 1,56 gr/cm3 pada kadar air optimum 22,9%, nilai CBR rendaman 96 jam sebesar 24% dan abrasi sebesar 22,49%, sehingga layak sebagai material timbunan pilihan perkerasan lentur jalan raya, tetapi tidak layak dipergunakan sebagai material agregat kelas B karena nilai CBR rendaman < 60% dan juga tidak layak dipergunakan sebagai agregat kelas A karena persen lolos saringan 1 ½ ˜ kurang dari 100% dan nilai CBR rendamannya < 90%. Kata kunci: laboratorium, layak, agregat, timbunan pilihan Abstract This research aims to evaluate the suitability of Mount Quary Bondo material as the embankment, class A and B aggregate for flexible pavement. Laboratory test results show this type of soil has LL of 22%, PI 5%, 5.32% to 5.54% passing No. 200 sieve, average Cu 92.68, average Cc 5.17 3; It is categorized as GP-GM or ML (USCS), and A-1-a (0) (AASHTO). The active value is 0.90 < 1.25 including normal soil; max dry density 1.56 gr/cm3 at 22.9% wopt, the soaked CBR of 96 hours is 24%, the abrasion is 22.69%; so it is suitable as the embankment for flexible highway pavement, but is not suitable for use as class B aggregate material because the soaked CBR < 60% and it is also not suitable for use as class A aggregate because percentage passing the 1 ½ (38,1 mm) sieve < 100% and the soaked CBR < 90%. Keywords: feasible, aggregate, selected material
Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air di Kabupaten Tulang Bawang Barat adama, riri arinda; Zakaria, Ahmad; Taufik P, Ofik; W, Endro; Romdania, Yuda
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1141

Abstract

Abstrak Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki luas 127.619 Ha dengan memiliki 9 Kecamatan di mana kebutuhan air di setiap tahunnya semakin meningkat. Penelitian ini menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air domestic dan non domestic Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk 20 tahun mendatang dimulai dari tahun 2024 hingga tahun proyeksi 2044. Metode penelitian menggunakan Analisa ketersediaan air, kebutuhan air, dan daya dukung air. Hasil Analisa yang dilakukan mendapatkan ketersediaan air bersih di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 4.217.642.254.194 L/tahun dengan total kebutuhan air domestik dan non domestik sebesar 18.134.612.550 L/tahun dengan daya dukung air sebesar 4.199.507.641.647 L/tahun dengan status surplus, proyeksi daya dukung air untuk 20 tahun mendatang didapatkan kebutuhan air setiap tahun meningkat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang mengalami pertumbuhan tiap tahunnya dan pembangunan di berbagai bidang dengan total sampai tahun 2044 sebesar 498.563.452.800 L/tahun dengan status surplus, oleh karena itu Kabupaten Tulang Bawang Barat perlu melakukan reboisasi dan penghijauan pada area pemukiman, membangun waduk di area yang berpotensial mengalami kekeringan dan memelihara rehabilitasi konservasi tanah dan air. Kata kunci:  Ketersediaan air, kebutuhan air, daya dukung air, neraca air, Kabupaten Tulang Bawang Barat Abstract West Tulang Bawang Regency is one of the regencies in Lampung Province which has an area of 127,619 Ha with 9 sub-districts where the need for water increases every year. This study analyzes the availability and demand for domestic and non-domestic water in West Tulang Bawang Regency for the next 20 years starting from 2024 to the projection year 2044. The research method uses analysis of water availability, water demand, and water carrying capacity. The results of the analysis obtained the availability of clean water in West Tulang Bawang Regency amounting to 4,217,642,254,194 L/year with a total domestic and non-domestic water demand of 18,134,612,550 L/year with a water carrying capacity of 4,199,507,641. 647 L/year with surplus status, the projection of water carrying capacity for the next 20 years obtained water demand increases every year due to population growth which experiences growth every year and development in various fields with a total until 2044 of 498,563,452,800 L/year with surplus status. Therefore, West Tulang Bawang Regency needs to reforest and reforest in residential areas, build reservoirs in areas that have the potential to experience drought and maintain soil and water conservation rehabilitation. Key words:  Water availability, water demand, water carrying capacity, water balance, West Tulang Bawang District
Low Impact Development-Based Drainage Design in Residential Areas: A Case Study of Mastrip Housing Purnagusti, Yangga; Hidayah, Entin; Kartini, Audiananti Meganandi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1142

Abstract

Abstrak Drainase konvensional menghadapi tantangan yang diperparah oleh peningkatan limpasan permukaan. Rain barrel adalah salah satu teknik Low Impact Development (LID) yang menyediakan penampung sementara yang berpotensi mengurangi limpasan. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki penerapan rain barrel untuk meningkatkan ketahanan terhadap banjir di Mastrip Housing. Menggunakan Storm Water Management Model (SWMM), limpasan hujan dimodelkan dalam kondisi sebelum dan sesudah implementasi di 71 subcatchment untuk menilai dampak infrastruktur LID. Hasilnya mengungkapkan bahwa rain barrel dapat mengurangi puncak limpasan sebesar 11% hingga 51%, dengan rata-rata pengurangan sebesar 12%. Efektivitasnya bervariasi, dipengaruhi oleh kepadatan rain barrel, cakupan area, dan penggunaan lahan. Ada tren yan menunjukkan subcatchment dengan area kecil dan unit rain barrel lebih banyak menunjukkan pengurangan peak runoff yang lebih besar, menekankan pentingnya pertimbangan rasio. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa penggunaan rain barrel tidak selalu berhasil dalam semua situasi. Sementara mereka mungkin efektif dalam meminimalkan limpasan di beberapa lokasi, efektivitasnya bervariasi di tempat lain bahkan di area perumahan yang sama. Oleh karena itu, metode infiltrasi LID dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas pengurangan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembang properti menuju perumahan ramah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dengan penerapan rain barrel dan LID. Kata kunci: Low-Impact Development (LID), Strategi, Stormwater Management Model, Rain Barrel, Peak Runoff Abstract The conventional drainage face challenges exacerbated by increased surface runoff. Rain barrels are one of the Low Impact Development (LID) techniques that provide temporary storage which potentially can reduce runoff. Therefore, this study investigates the application of rain barrels to enhance flood resilience in Mastrip Housing. Using the Storm Water Management Model (SWMM), rainfall runoff was modeled under pre- and post-implementation conditions in 71 sub-catchments to assess LID infrastructure impact. Results reveal rain barrels can reduce peak runoff by 11% to 51%, averaging a 12% reduction. The effectiveness varies, influenced by rain barrel density, area coverage, and land use. There is trend revealed, exhibiting sub-catchments with small area and more rain barrel unit showing bigger peak runoff reductions, emphasizing the necessity of ratio consideration. Nonetheless, this study finds that the usage of rain barrels is not equally successful in all situations. While they may effectively minimize runoff in some locations, their efficacy varies elsewhere even in the same housing area. Therefore, infiltration LID methods can be considered to improve the effectiveness of reduction. This study provides insights for property developers towards environmentally friendly housing and sustainable development with rain barrel and LID implementation. Keywords: Low-Impact Development (LID), Strategy, Stormwater Management, Rain Barrel, Peak Runoff
Kajian Putusan Pengadilan yang Membatalkan Putusan Arbitrase BANI pada Sengketa Kontrak Jasa Konstruksi Pertiwi, Putri Cahya; Nugroho, Arief Setiawan Budi; Wibowo, Richo Andi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1148

Abstract

Abstrak Penyelesaian sengketa kontrak konstruksi melalui arbitrase BANI pada kenyataannya tidak selalu memberikan putusan yang dapat diterima oleh para pihak yang berselisih. Dalam beberapa kasus, putusan BANI bahkan dibatalkan oleh Pengadilan. Penelitian ini mengkaji 35 putusan BANI yang diajukan permohonan pembatalan ke Pengadilan Negeri selama periode 2010 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 putusan BANI dibatalkan oleh Pengadilan sehubungan dengan penilaian hakim yang menyatakan bahwa Arbiter kurang cermat dalam mendeteksi keberadaan unsur tipuan dalam perkara. Sementara itu kajian mendalam terhadap dua kasus pembatalan putusan BANI oleh Pengadilan menunjukkan bahwa kemampuan Hakim Pengadilan dalam menilai keabsahan dokumen yang menjadi sengketa dalam kontrak konstruksi dan mendeteksi adanya kecurangan lebih cermat dibandingkan Arbiter BANI. Namun demikian, Arbiter BANI relatif lebih baik dibanding Hakim Pengadilan dalam menilai substansi permasalahan kontrak konstruksi dan memahami permasalahan sengketanya. Kata kunci: Arbitrase, BANI, Keadilan, Kelembagaan yang Tangguh, Pembatalan Putusan, Pengadilan   Abstract The resolution of construction contract disputes through BANI does not always result in decisions that are acceptable to the conflicting parties. In some cases, BANI decisions have even been overturned by the courts. This study examined 35 BANI decisions that were challenged in District Courts during the period from 2010 to 2022. The research findings indicate that 14 BANI decisions were overturned by the courts due to the judges' assessment, which stated that the Arbitrators were insufficiently diligent in detecting elements of fraud in the case. Furthermore, an in-depth review of two cases in which BANI decisions were overturned by the courts indicated that the ability of the court judges to assess the validity of the documents in construction contract disputes and detect fraud was more accurate than that of the BANI Arbitrators. Nevertheless, the BANI Arbitrators were relatively better than the Court Judges in evaluating the substance of construction contract issues and understanding the dispute issues. Keywords: Arbitration, BANI, Justice, Strong Institutions, Cancellation of Judgment, Courts
Pemanfaatan Plastik Low Density Polyethylene (LDPE) dan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Substitusi Sebagian Aspal Pada Lapisan AC-WC MT, Wesli; Syahputra, Mhd. Afrizam; Akbar, Said Jalalul; Muthmainnah, Muthmainnah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1149

Abstract

Abstrak Sampah plastik saat ini sudah menjadi suatu permasalahan yang sangat umum di lingkungan hidup, upaya pengurangan dan pencegahan telah banyak dilakukan, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan pertumbuhan dan penggunaan yang terus meningkat khususnya plastik yang tidak terkelola dengan baik. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi limbah plastik adalah dengan memanfaatkan viscoelastisity plastik dan dikombinasikan dengan karbon arang tempurung kelapa serta material tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan pengganti sebagian aspal pada lapisan AC-WC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya variasi campuran plastik LDPE dan arang tempurung kelapa yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi parameter marshall pada lapisan AC-WC. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental yang bersifat deduktif. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan kadar variasi plastik LDPE 5%, 10%, 15% dikombinasikan dengan arang tempurung kelapa 5%, 10% dan 15% hasil yang diperoleh dari pengujian marshall untuk variasi 10%, VIM dan VFA tidak memenuhi, variasi 20% VIM dan VFA tidak memenuhi dan variasi 30% hanya flow yang tidak memenuhi spesifikasi yang disyaratkan oleh Bina Marga Tahun 2018 Revisi II, sehingga dapat disimpulkan bahwa plastik LDPE dan arang tempurung kelapa tidak dapat dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian aspal pada variasi 10%, 20% dan 30%, hal tersebut disebabkan karena seluruh variasi campuran tidak memenuhi parameter marshall. Kata kunci: Arang Tempurung Kelapa, Plastik LDPE, Parameter Marshall, Substitusi Sebagian Aspal   Abstract Plastic waste has now become a very common problem in the environment, Many reduction and prevention efforts have been carried out, but the results obtained are not in line with the growth and increasing use, especially plastics that are not managed properly. One of the efforts that must be made to reduce plastic waste is to utilize the viscoelasticity of the plastic and combined with coconut shell charcoal carbon and the material will be used as a substitute for part of the asphalt in the AC-WC layer. The purpose of this study was to determine the magnitude of variations in the mixture of LDPE plastic and coconut shell charcoal that can be used to meet marshall parameters in the AC-WC layer. The method used in this study is an experimental method that is deductive. The results of studies that have been carried out with LDPE plastic variation levels of 5%, 10%, 15% combined with coconut shell charcoal 5%, 10% and 15% results obtained from marshall testing for 10% variation, VIM and VFA are not eligible, 20% variation in VIM and VFA are not qualified and 30% variation only flow does not meet the specifications required by Bina Marga 2018 Revision II, so it can be concluded that LDPE plastic and coconut shell charcoal cannot be used as a partial substitution of asphalt at variations of 10%, 20% and 30%, this is because the entire variation of the mixture does not meet the parameters of marshalls. Keywords: Coconut Shell Charcoal, LDPE Plastic, Marshall Parameters, Partial Substitution
Pengaruh Pemakaian Difa Soil Stabilizer Terhadap Daya Dukung Tanah Lempung Untuk Konstruksi Jalan Iswan, Iswan; Karami, Muhammad; Diana, I Wayan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1150

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh penambahan bahan difa soil stabilizer terhadap daya dukung dan potensi pengembangan tanah lempung. Tanah lempung berasal dari Lampung Selatan, dibagi menjadi lima variasi penambahan bahan tambah: variasi 1 (tanah asli), variasi 2 (tanah asli ditambah 8% semen dan 0% difa), variasi 3 (tanah asli ditambah 4% semen dan 3% difa), variasi 4 (tanah asli ditambah 6% semen dan 3% difa) dan variasi 5 (tanah asli ditambah 8% semen dan 3% difa). Untuk pengujian CBR, setiap variasi diberikan empat perlakuan yaitu pemeraman empat hari, pemeraman tujuh hari, pemeraman 14 hari, dan pemeraman empat hari dilanjutkan perendaman empat hari. Sedangkan untuk pengujian potensi pengembangan, benda uji direndam selama empat hari sebelum dilakukan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan penambahan difa soil stabilizer meningkatkan nilai CBR tanpa atau dengan rendaman untuk semua perlakuan dan menurunkan potensi pengembangan lempung. Dengan demikian dapat mengurangi ketebalan lapisan pondasi struktur perkerasan jalan. Kata kunci: difa soil stabilizer, sifat mekanik, stabilisasi, tanah lempung.  Abstract The objective of this study was to investigate the effect of difa soil stabilizer on the bearing capacity and swell potential of clay. The clay was divided into five variations: variation 1 (clay only), variation 2 (clay plus 8% cement and 0% difa), variation 3 (clay plus 4% cement and 3% difa), variation 4 (clay plus 6% cement and 3% difa) and variation 5 (clay plus 8% cement and 3% difa). For the CBR test, each variation was given four treatments, namely four-day curing, seven-day curing, 14-day curing, and four-day curing followed by four-day soaking. As for the swell potential test, the specimens were soaked for four days before testing. The results showed that the addition of difa soil stabilizer increased the CBR value without or with soaking for all treatments and decreased the clay swell potential, thereby reducing the thickness of the foundation layer of the pavement structure. Keywords: clay, difa soil stabilizer, mechanical characteristics, stabilization

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol 4, No 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol 3, No 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol 2, No 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue