cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI Nelwan, Fenny; Wuisan, Eveline M.; Tanudjaja, Lambertus
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi kehidupan manusia. Kekurangan suplai air bersih akan sangat berpengaruh pada berbagai faktor kehidupan manusia, baik kesehatan, ekonomi, dan lain sebagainya. Sehingga perlu direncanakan suatu sistem penyediaan air bersih.Desa Kima Bajo memiliki potensi mata air, namun tidak dimanfaatkan. Sehingga perlu dibuat suatu Sistem Penyediaan Air Bersih. Sistem jaringan air bersih yang direncanakan yaitu dengan menampung air dari mata air Pongo kemudian dengan menggunakan pompa, air dinaikkan ke reservoir distribusi, selanjutnya air didistribusikan ke penduduk melalui Hidran Umum dengan sistem gravitasi.Debit mata air 87,840 m3/hari akan memenuhi kebutuhan air untuk 10 tahun kedepan sebesar 37,225 m3/hari. Ukuran bak penampung (3x3x3x5)m dan ukuran reservoir distribusi (3x3x5,5)m. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa HDPE. Untuk kalkulasi sistem distribusi perpipaan, menggunakan program Epanet 2.0. Perencanaan ini sesuai dengan tujuan yaitu dapat menyediakan dan memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Kima Bajo.Kata kunci: Air bersih, Desa Kima Bajo, perencanaan, sistem gravitasi, perpipaan
RESPON DINAMIS BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN VARIASI TATA LETAK OUTRIGGER Pesik, Estty Rodianti; Wallah, Steenie E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai sistem desain dan metode perencanaan telah dikembangkan untuk meningkatkan kekakuan lateral dalam menahan beban gempa pada bangunan tingkat tinggi seperti, moment resisting frames, shear wall-frame systems, core and outrigger systems, framed-tubes, tube-in-tube, bundled tubes, truss tubes without interior columns, modular tubes. Dalam sistem-sistem tersebut dipilih core and outrigger systems, karena sistem ini dianggap paling efektif digunakan untuk bangunan dengan ketinggian 40 lantai dibandingkan dengan sistem yang hanya menggunakan core atau shear wall-frame system.Pemodelan dimensi bangunan berupa struktur beton bertulang dengan denah 49 m x 49 m, struktur 40 tingkat dengan tinggi 3 meter untuk tiap tingkatnya. Elemen struktur: balok 45 cm x 75 cm, kolom lt. 1-10, 120 cm x 120 cm, kolom lt. 11-20, 110 cm x 110 cm, kolom lt. 21-30, 100 cm x 100 cm, kolom lt. 31-40, 90 cm x 90 cm, tebal pelat 17 cm, tebal core wall 50 cm, outrigger menggunakan profil baja H-Beam 350 mm x 350 mm. Struktur dianalisis dengan pembebanan gempa dinamis menggunakan Response Spektrum dan gempa statis menggunakan Equivalent Static Load. Struktur dianalisa secara tiga dimensi menggunakan software ETABS.Dari penelitian ini dihasilkan penempatan outrigger yang berkontribusi besar terhadap pengurangan simpangan yaitu pada ½ dan ¾ dari tinggi bangunan. Dimana lokasi tersebut mampu mereduksi simpangan sebesar 12,27% untuk gempa dinamis. Kata kunci: bangunan tingkat tinggi, outrigger, beban gempa, simpangan, ETABS.
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN OVERLAY PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE BINA MARGA 2017 MENGGUNAKAN DATA LENDUTAN BB DAN AASHTO 1993 MENGGUNAKAN DATA LENDUTAN FWD (STUDY KASUS: RUAS JALAN AIRMADIDI - KAIRAGI) Manguande, Jeisya; Manoppo, Mecky R. E.; Sendow, Theo K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overlay adalah lapis perkerasan tambahan yang di pasang di atas konstruksi perkerasan jalan yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan struktur agar dapat melayani lalu lintas yang di rencanakan selama umur rencana. Pada Ruas Jalan Airmadidi – Kairagi Kondisi fungsional dapat dilihat secara visual terjadinya kerusakan seperti cacat permukaan dan retak  sedangkan untuk kondisi struktural dilakukan pemeriksan non destruktif menggunakan alat Benkelman Beam (BB) dan Falling Weight Deflectometer (FWD).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta membandingkan tebal lapis tambah (overlay) metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 dengan AASHTO 1993. Dalam Penelitian ini data yang diambil  yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer yaitu data Volume Lalu Lintas dan Data Sekunder yaitu Data  Lendutan Benkelman Beam (BB) dan lendutan Falling Weight Deflectometer (FWD).Hasil perhitungan volume lalu lintas didapat nilai CESA (Cumulative Equivalent Single Axle) menurut Bina Marga 2017 adalah CESA4 sebesar 7.172.054,42 dan CESA5 sebesar 11.115.907,07 menurut metode AASHTO 1993 adalah W18 = 11.253.968,57. Perbedaan hasil dari kedua metode ini disebabakan karena pada Manual Desain Perkerasan jalan 2017 penetapan nilai VDF (Vehicle Damage Factor) menggunakan Tabel 2.5 sedangkan pada metode AASHTO 1993 Nilai VDF (Vehicle Damage Factor) disetiap kendaraan menggunakan interpolasi dengan tabel faktor ekivalnesi beban gandar dengan mencari nilai SN berdasarkan tebal perkerasan, koefisien lapisan dan koefisien drainase. Hasil perhitungan tebal lapis tambah (overlay) menurut metode Bina Marga 2017 dengan nilai CESA4  adalah 4 cm dan CESA5 adalah 15 cm, sedangkan untuk metode AASHTO 1993  adalah 7 cm.Pada penelitian ini juga dibuat simulasi perhitungan beban lalu lintas terhadap tebal lapis tambah perkerasan yang dianalisis dengan model regresi linier, regresi eksponensial, regresi logaritma. Dari hasil analisa, regresi logaritma menghasilkan nilai r² paling besar dan menjadi kunci untuk pemilihan model terbaik. Kata Kunci: Manual Desain Perkerasan Jalan 2017, AASHTO 1993, Overlay, VDF, Bekelman Beam, Falling Weight Deflectometer, CESA, Tebal lapis tambah perkerasan.
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATIK DAN CALENDRING STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN MANADO TOWN SQUARE 3 Randyanto, Eko Seftian; Sumampouw, Josef E. R.; Balamba, Sjachrul
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian alternative metode dalam mencari nilai daya dukung tiang sangat beragam, dengan menggunakan berbagai data paremeter tanah. Coduto (1994) membagi 3 (tiga) untuk mendukung Daya Dukung Pondasi tiang diantaranya yaitu metode Static (Menggunakan prinsip –prinsip mekanika tanah klasik), Dinamic dan loading test (uji beban skala penuh). Beberapa metode yang dibahas dalam perhitungan daya dukung tiang diantaranya dengan cara statik dan calendring, untuk metode statik menggunakan data triaxial, N-SPT dan Sondir. Rumus umum yang digunakan untuk mencari daya dukung dengan metode statik yaitu Qu = Qb + Qs dengan menjumlahkan tahanan ujung (Qb) dan tahanan samping (Qs). Pengujian calendring didasarkan atas perlawanan tanah terhadap tumbukan tiang. Pengujian ini ditujukan untuk penghentian pemukulan dikarenakan tiang sudah tidak mengalami perlawanan penetrasi sehingga perlu dilakukan uji calendring untuk mendapatkan daya dukung tiang. Hasil daya dukung antara cara statik akan dibandingkan dengan pengujian calendring. Hasil nilai daya dukung tiang dengan menggunakan data triaxial pada metode Meyerhof sebesar 38,76 ton dan U.S Army Corps sebesar 56,27. Perubahan nilai daya dukung tiang akibat pengaruh pemancangan, untuk Metode Meyerhof sebesar 74,17 ton dan U.S. Army Corps sebesar 105,90 ton. Penggunaan data SPT dalam mencari nilai daya dukung tiang dibagi menjadi dua metode, untuk Metode Meyerhof daya dukung tiang sebesar 69,88 ton dan metode Briaud et al 124,99 ton. Hasil daya dukung tiang dengan menggunakan data sondir, untuk Metode Meyerhof sebesar 96,21 ton dan Metode Schmertmann & Nottingham sebesar 90,1320 ton. Daya dukung tertinggi ada pada uji calendring dengan metode hiley sebesar 272,83 ton. Penurunan tertinggi sebesar 0,4 inch dan struktur dapat dikategorikan sebagai Reinforced concrete structure, Brick walls high story, Machine operation dengan batas penurunan maksimum antara 1-3 inch. Hasil dari setiap metode diambil daya dukung tiang terendah untuk mewakili setiap metode. Kata kunci : Cara Statik, Uji Calendring, Daya Dukung Tiang, Penurunan Tiang
ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI TALAWAAN DI TITIK 250 m SEBELAH HULU BENDUNG TALAWAAN Abdulhalim, Dwiki Fahrezi; Tanudjaja, Lambertus; Sumarauw, Jeffry S. F.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Talawaan merupakan salah satu sungai di Minahasa Utara yang pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewati oleh sungai Talawaan yang sebagian besar merupakan pemukiman masyarakat dan lahan pertanian. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir dan tinggi muka air yang dapat terjadi.Analisis dilakukan dengan mencari hujan rencana menggunakan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Talawaan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2002 s/d 2014. Debit rencana menggunakan simulasi hujan aliran dengan metode HSS SCS menggunakan bantuan program computer HEC-HMS. Debit rencana hasil simulasi HEC-HMS menjadi masukkan dalam program computer HEC-RAS untuk simulasi muka air pada penampang yang telah di ukur.Hasil simulasi menunjukkan bahwa penampang pada STA 0 + 0 tidak dapat menampung debit banjir kala ulang 100 tahun.  Kata kunci: Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS
POLA DISTRIBUSI HUJAN JAM-JAMAN DAERAH MINAHASA SELATAN DAN TENGGARA Sumarauw, Jeffry Swingly Frans
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Design rainfall is an input for analyzing the ungagged cathment design flood. Daily rainfall should be transformed into hourly rainfall. Transforming the daily rainfall to hourly rainfall by using the Storm Pattern of each own area. Until now there is no research about Storm Pattern of South Minahasa and South East Minahasa area therefor in design flood analysis still using the Storm Pattern from another area. The aim of this research is to get the Storm Pattern of the South Minahasa and the South East Minahasa area. The hourly rainfall data from 2003 to 2014 was taken from the Automatic Rain gage station at Tumani-Tompasobaru station, Buyat station, and Noongan station. Data was analyzed by using Statistics Methods. The rainfall data that used is the rainfall that has depth more than 50 mm in one rainfall series. Data is analyzed to get the frequency of each rainfall duration and then determine the rainfall duration that can represent the storm pattern of the research area. The result shows that the duration of  storm pattern of this area is six to ten hours which 63% in first hour, 8% in second hour, 19% in third hour, 7% in fourth hour, 2% in fifth hour and 1% in sixth to tenth hour. Keywords: rainfall, pattern
ANALISIS PERHITUNGAN LUAS TULANGAN GELAGAR JEMBATAN PENAMPANG PERSEGI DAN PENAMPANG T MENURUT METODE BMS 1992 Manangi, Sri Rachmila; Sendow, Theo K.; Rumayar, Audie L. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu jembatan direncanakan untuk mampu memikul beban baik beban hidup maupun beban mati. Gelagar adalah bagian struktur atas jembatan yang berfungsi mendukung semua beban yang bekerja pada lantai jembatan. Dua tipe penampang gelagar yaitu gelagar penampang persegi dan gelagar penampang T dianalisis untuk mengetahui besarnya perbedaan luas tulangan perlu dari kedua penampang ini, menggunakan metode Bridge Management System 1992 (BMS 1992), dengan bentang jembatan 8.00 m sampai 25.00 dan tinggi gelagar 0.60 m sampai 1.80 m terhadap perencanaan tulangan lentur gelagar yang menggunakan mutu beton (fc’) 30 MPa, mutu baja (fy) 300 MPa.Hasil analisis menunjukkan perhitungan luas tulangan dengan analisa penampang T akan sedtkit lebih ekonomis (paling kecil 85%), dibandingkan dengan perhitungan analisa penampang persegi, pada tinggi gelagar yang relatif rendah. Namun, pada tinggi gelagar yang semakin tinggi, hasil perhitungan luas tulangan kedua metode ini, akan mendekati sama (mendekati 100%). Sehingga perhitungan luas tulangan dengan analisa penampang persegi akan lebih dianjurkan dari pada analisa penampang T untuk tulangan tunggal.  Kata Kunci : Gelagar Persegi, Gelagar T, BMS 1992, Luas Tulangan
ANALISA KESTABILAN BANGUNAN EMBUNG NUNUKA 1 Seroy, Camela Apriani; Manoppo, Fabian J.; Rondonuwu, Steeva G.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embung or can also be called a small dam is one of the buildings of water resources that can function to accommodate water, water conservation efforts, and can also control flooding even on a small scale. Some criteria for a shelter building are included in the embung criteria, including building height <15 meters calculated from the foundation to the highest elevation of the building and also the amount of water storage caused by construction is less than 500,000 thousand.Nunuka Embankment is one of the efforts carried out in order to overcome water shortages in East Bolangitang Sub district, where water deficits were identified in terms of needs and the availability of water in the sub-district.In order to avoid disasters caused by failure factors, embung buildings need to be reviewed for failure factors that are likely to occur similar to those used in potential failures in the construction of dams in general, namely building failure caused by the influence of hydrology and hydraulics, building failure caused because of the influence of water seepage, and building failure caused by the influence of the structure itself.In this thesis, the author has conducted an analysis using the parameters C (cohesion), Permeability (k), Poisson Ratio (n), Ø (shear angle), gsat (gamma saturated), E (modulus of elasticity) and gunsat (gamma unsaturated) to calculate the potential for embung failure in terms of failure due to water seepage in the body of the reservoir and failure caused by the influence of the embung structure itself. Application Plaxis 8.5 is a tool used by the author to conduct a review of building safety factors, seepage that occurs in buildings and decreases that occur in dams in several scenarios then compared with the results of the same review using the Geostudio application. Keywords: Embung, Small Dam, Nunuka Embankment, Small Dam Stability, Safety Factor
PENGARUH VARIASI KANDUNGAN BAHAN PENGISI TERHADAP KRITERIA MARSHALL PADA CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON-LAPIS ANTARA BERGRADASI HALUS Ator, Praesillia Christien; Waani, Joice E.; Kaseke, Oscar H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) atau Laston (Lapis aspal beton-lapis antara). Campuran ini terdiri dari agregat kasar, agregat halus dan filler (bahan pengisi). Menurut Spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 3, filler adalah bahan yang 100% lolos saringan No.100 dan tidak kurang 75% lolos saringan No.200. Dalam pelaksanaan pembuatan campuran beraspal panas menggunakan alat AMP (Asphalt Mixing Plant) kemungkinan terjadi fluktuasi kandungan filler. Pengaruh dari variasi kandungan filler dalam campuran ini yang akan diteliti terhadap kriteria Marshall. Dalam penelitian ini digunakan material agregat yang berasal dari desa Lolan dan telah melalui proses pemeriksaan sesuai dengan persyaratan agregat dalam campuran. Berdasarkan gradasi dicari komposisi campuran agregat dengan variasi kadar aspal kemudian diuji Marshall untuk mendapatkan kadar aspal terbaik. Berdasarkan gradasi yang diperoleh dan kadar aspal terbaik dibuat campuran yang mengikuti gradasi ideal, tetapi untuk membuat variasi filler pada ukuran saringan terbawah filler dan dua saringan sebelumnya turut divariasikan, setelah itu dibuat benda uji dengan variasi filler 2%,4%,6%,8%,10% terhadap berat total agregat kering. Hasil pengujian Marshall menunjukkan bahwa pada kadar filler 2% sampai dengan 10% nilai stabilitas adalah 1604 kg sampai dengan 2496 kg, nilai flow adalah 3,27 mm sampai dengan 4,35 mm, nilai VFB adalah 60,85% sampai dengan 83,09%, nilai ratio filler-bitumen efektif adalah 0,41 sampai dengan 2,03, hasil tersebut menunjukkan semakin tinggi kadar filler nilai stabilitas, flow, VFB dan ratio filler-bitumen efektif meningkat. Sedangkan pada kadar filler 2% sampai dengan 10% nilai VIM adalah 7,58% sampai dengan 2,56% dan nilai VMA adalah 19,35% sampai dengan 15,14%, menunjukkan semakin tinggi kadar filler nilai VIM dan VMA menurun. Kadar filler yang terbaik memenuhi seluruh kriteria Marshall ada pada range tertentu dan dalam penelitian ini dibatasi oleh persyaratan nilai ratio filler-bitumen efektif, maka range kadar filler terbaik berada antara 5% sampai dengan 7%. Kata Kunci : AC-BC, Filler (Bahan Pengisi), Kriteria Marshall
MODULUS ELASTISITAS BETON GEOPOLYMER BERBASIS FLY ASH DARI PLTU AMURANG Soentpiet, Bill Johan; Wallah, Steenie E.; Manalip, H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah material konstruksi yang umum digunakan untuk saat ini. Beton merupakan hasil pencampuran dari air, semen, agregat halus, agregat kasar, serta bahan tambahan lainnya. Namun saat ini, dampak dari produksi semen pada  lingkungan sudah cukup mengkhawatirkan karena dapat meningkatkan kadar karbon dioksida di atmosfer. Untuk itulah dilakukan riset-riset demi meminimalisir penggunaan semen pada beton. Salah satu riset terbaru adalah mengenai beton geopolymer, yakni beton tanpa menggunakan semen. Sebagai gantinya, digunakan fly ash atau abu terbang, yang merupakan sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dalam Penelitian ini, dilakukan pengujian modulus elastisitas dari beton geopolymer dengan fly ash yang berasal dari PLTU Amurang untuk mendapatkan gambaran yang baik mengenai karakteristik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan nilai modulus elastisitas beton geopolymer yang didapat dari pengujian laboratorium secara signifikan lebih rendah daripada nilai modulus elastisitas yang didapat dari pendekatan rumus SNI, Sehingga modifikasi rumus SNI dilakukan untuk mendekati nilai hasil pengujian dari laboratorium. Rumus modifikasinya adalah  untuk umur 7 hari,  untuk umur 28 hari. Jika memperhitungkan berat volume beton (untuk beton dengan berat volume (wc) antara 1440 dan 2560 kg/m3), maka rumusnya adalah Ec =  untuk umur 7 hari, dan   untuk umur 28 hari. Kata kunci : "Beton Geopolymer", "Modulus Elastisitas"

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue