cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
PENGARUH KECEPATAN PEMBEBANAN DAN DIMENSI BENDA UJI TERHADAP KUAT TEKAN BETON Laheba, Grevardo Febrigiano; Wallah, Steenie E.; Tanudjaja, Hanock; Imbar, Sesty E. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan material menjadi tinjauan yang penting karena dibutuhkan pada perencanaan desain struktur. Pengujian laboratorium diperlukan untuk menentukan seberapa besar kekuatan material melalui berbagai metode pengujian. Prinsip pengujian kekuatan adalah pembebanan terhadap sampel benda uji pada skala tertentu di laboratorium untuk mendapatkan kekuatan maksimum. Pengujian dapat dilakukan dalam berbagai kondisi, jenis dan skala, beban maupun benda uji.Pengaruh kecepatan pembebanan terhadap kuat tekan beton untuk beberapa ukuran benda uji diteliti dalam penelitian ini. Kecepatan pembebanan divariasikan dari 10-100 MPa/menit. Pengujian dilakukan menggunakan mesin uji tekan hidraulik dengan kecepatan pembebanan manual. Pengukuran kecepatan pembebanan dengan menggunakan stopwatch dan video recording.Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kecepatan tinggi, semakin besar kecepatan pembebanan maka semakin besar pula kuat tekannya. Pada kecepatan pengujian standar (ASTM C39/C39M), pengujian berbagai variasi dimensi ukuran kubus memperlihatkan pengaruh yang kecil terhadap kuat tekan. Selisih kuat tekan antar variasi dimensi benda uji ini semakin meningkat seiring kenaikan kecepatan pembebanan yang diaplikasikan. Terlihat sedikit peningkatan kuat tekan pada kecepatan sangat rendah. Korelasi tersebut mengarah pada kesimpulan tentang adanya suatu “kecepatan transisi” yang merupakan nilai kecepatan pembebanan dimana selisih kuat tekan antar variasi dimensi yang terjadi bernilai minimum.Kata kunci: Dimensi Benda Uji, Kecepatan Pembebanan, Kuat Tekan Beton
PENGUJIAN KUAT LENTUR KAYU PROFIL TERSUSUN BENTUK I Matana, Mega Nospita; Kumaat, Ellen J.; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu merupakan salah satu komoditi hasil hutan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai kebutuhan. Kayu digunakan sebagai bahan Konstruksi bangunan untuk rumah tinggal, gedung, jembatan, bantalan kereta api dan lain-lain. Kayu solid di pasaran semakin berkurang  maka dibuatlah desain balok tersusun yang menggabungkan beberapa kayu untuk menghasilkan ukuran yang diinginkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh variasi jarak paku terhadap kekuatan lentur kayu ,Untuk mendapatkan nilai-nilai dari : Beban, tegangan, modulus elastisitas, kadar air, berat jenis dari balok kayu yang bersangkutan dan memberikan gambaran tentang cara menguji kekuatan lentur.Dari hasil penelitian dengan menggunakan acuan SNI didapat mutu kayu kayu cempaka adalah : E8. Untuk Kuat lentur kayu  didapat kekuatan kampuh tegak lebih kuat dengan nilai jarak 3cm = 220,026 kg/ cm2, 6cm = 245,768kg/cm2, 9cm = 230,894 kg/ cm2 dibandingkan dengan kampuh mendatar dengan nilai 3cm = 199,089 kg/ cm2, 6cm = 170,501kg/ cm2, 9cm = 150,700kg/cm2. Hal ini disebabkan oleh kuat lekat pada paku yang menahan kayu tersebut.  Pengujian ini menghasilkan benda uji kampuh tegak pada jarak 6 cm mempunyai kekuatan lebih kuat.   Kata kunci : (Kayu cempaka, balok tersusun, modulus elastisitas, tegangan lentur)
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG DAERAH PANTAI TOBOLOLO KELURAHAN TOBOLOLO KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA Sabatun, Kurniawan M. Hi.; Jansen, Tommy; Jasin, M. Ihsan
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan wilayah pantai sangatlah penting dalam mempertahankan bentuknya dimana wilayah pantai berperan khusus dalam bidang rekreasi, pelabuhan, navigasi, dan lain sebagainya. Pantai Tobololo yang merupakan salah satu wilayah pantai daerah wisata. Oleh sebab itu dalam pengembangan dan pengamanan daerah pesisir maka perlu mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi di pantai tersebut.Dalam penelitian ini perlu dilakukan pendekatan teori dan analisis transformasi gelombang yang terjadi di kawasan pantai Tobololo. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMG Ternate untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil perhitungan gelombang di perairan Pantai Tobololo didominasi oleh gelombang arah Timur Laut dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan November 2014 dengan H = 0.449 m dan T = 2.908 det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.996 sampai 1.500 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0.832 sampai 1.189. Tinggi gelombang yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 0.444 sampai 0.782 m pada kedalaman 1 m sampai 10 m.  Kata kunci: Pantai Tobololo, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah
PENGARUH PEMANFAATAN ABU TERBANG (FLY ASH) DARI PLTU II SULAWESI UTARA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Umboh, Alfian Hendri; Sumajouw, Marthin D. J.; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, pembangunan konstruksi-konstruksi beton, khususnya yang memerlukan persyaratan yang sederhana dengan menggunakan semen murni merupakan sebuah pemborosan dari segi biaya. Untuk menanggulangi dampak penggunaan semen yang berlebihan tersebut, maka pemakaian High Volume Fly ash Concrete untuk menggantikan pemakaian beton normal menjadi salah satu solusi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggantian sebagian semen dengan abu terbang (fly ash) terhadap kuat tekan beton mutu normal. Untuk tipe abu terbang yang digunakan yaitu abu terbang kelas C. Komposisi variasi penambahan abu terbang (fly ash) sebanyak 0%, 30%, 40%, 50%, 60% dan 70% dari berat semen. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk silinder, yang diuji pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Penelitian ini menguji beton dengan benda uji silinder (diameter 100 mm dan tinggi 200 mm) sebanyak 96 sampel dan terdiri dari 6 variasi konsentrasi abu terbang pada pengujian 7, 14, 21, 28 hari dan masing-masing variasi sebanyak 16 sampel. Berdasarkan hasil pengujian, penambahan persentase abu terbang (fly ash) sebesar 30%,40%, 50%, 60%, 70% memiliki nilai kuat tekan tertinggi pada presentase abu terbang (fly ash) 30% yaitu sebesar 24,18 MPa untuk umur beton 28 hari. Dan nilai kuat tekan terendah pada presentase abu terbang (fly ash) 70% yaitu sebesar 3,645 MPa untuk umur beton 7 hari. Kata kunci: abu terbang (fly ash), kuat tekan
EVALUASI PERHITUNGAN KAPASITAS MENURUT METODE MKJI 1997 DAN METODE PERHITUNGAN KAPASITAS DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA PERILAKU KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN ANTAR KOTA (STUDI KASUS MANADO - BITUNG) Merentek, Taufan Guntur Stallone; Sendow, Theo K.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Manado – Bitung sebagai jalan nasional harus dievaluasi untuk dapat dinilai karakteristiknya. Evaluasi kapasitas Ruas Jalan dapat dilakukan dengan menggunakan metode MKJI 1997 dan metode analisa perilaku karakteristik arus lalu lintas dengan metode Greenshields, Greenberg, dan Underwood. Kota Bitung merupakan kota pelabuhan sebagai pintu gerbang masuk dan keluarnya penumpang, barang dan kendaraan dari provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado adalah ibukota propinsi Sulawesi Utara yang merupakan pusat kegiatan baik perekonomian, pendidikan, bahkan kegiatan  lainnya. Untuk mengevaluasi ruas jalan yang diteliti yaitu Ruas Jalan Manado - Bitung maka terlebih dahulu harus menentukan Kapasitas Ruas Jalan. Untuk penentuan kapasistas ruas jalan dapat dihitung dengan menggunakan MKJI 1997 dan metode analisa perilaku karakteristik arus lalu lintas seperti volume (flow), kecepatan (speed) dan kepadatan (density), atau dengan menggunakan model Greenshields, Greenberg, dan Underwood yang kemudian dibandingkan dengan kapasitas menggunakan metode MKJI 1997. Kapasitas dengan menggunakan pemodelan Greenshields, Greenberg, dan Underwood didapat dengan terlebih dahulu mencari hubungan matematis antara parameter Volume-Kecepatan-Kepadatan dan koefisien determinasi (R2) yang tertinggi untuk tiga hari survey. Dari hasil pemodelan didapat untuk model Greenshields koefisien tertinggi adalah hari Rabu, 31 Juli 2013 (arah Manado-Bitung) dengan R2 = 0,6386 dengan persamaan Hubungan (S–D), S = 45,9717-0,4541.D dan Kapasitas (VM) = 2835,394 smp/jam. Untuk model Greenberg yang memiliki koefisien determinasi tertinggi adalah hari Sabtu, 03 Agustus 2013 (arah Bitung-Manado) dengan R2 = 0,718686 dengan persamaan Hubungan (S – D), S = 82,3752 - 14,9825.LnD dan Kapasitas (VM) = 1346,124 smp/jam. Untuk model Underwood koefisien determinasi   tertinggi adalah hari Rabu, 31 Juli 2013 dengan R2 = 0,81108 dengan persamaan Hubungan (S – D), S = 49,77676.e-0,00998.D dan Kapasitas (VM) = 1172,17 smp/jam. Untuk perhitungan dengan menggunakan MKJI didapat kapasitas (VM) = 2883 smp/jam. Berdasarkan perhitungan dari ketiga model tersebut yang paling mendekati dengan perhitungan MKJI adalah model Underwood dengan Kapasitas (VM) = 2855.447467 smp/jam. Kata kunci : Kapasitas, Greenshield, Greenberg, Underwood
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA KOLONGAN DAN KOLONGAN SATU KECAMATAN KOMBI KABUPATEN MINAHASA Tambalean, Tirza Gabriela; Binilang, Alex; Halim, Fuad
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kolongan dan Kolongan Satu terletak di Kecamatan Kombi yang pertumbuhan penduduknya mengalami perkembangan sehingga membutuhkan sarana dan prasarana penunjang pemenuhan kebutuhan akan air bersih. Masyarakat sekitar menggunakan mata air untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih, namum pada kenyataannya tidak semua warga mendapatkan air bersih dari sumber air tersebut. Oleh karena itu diperlukan perencanaan sistem penyediaan air bersih guna menunjang kebutuhan penduduk pada masa mendatang.Sistem penyediaan air bersih di Desa Kolongan dan Kolongan Satu direncanakan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih selama 20 tahun hingga tahun 2037. Proyeksi jumlah penduduk dihitung menggunakan metode analisis regresi logaritma karena memiliki koefisien korelasi terbesar dan nilai standart error terkecil. Hasil analisis menunjukan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk hingga tahun rencana adalah 1838 jiwa, dengan kebutuhan total air bersih sebesar 0,7696 liter/detik atau 66493,44 liter/hari masih dapat dipenuhi oleh potensi mata air yang ada. Sumber mata air yang digunakan memiliki debit sebesar 6,4 liter/detik, lebih besar dari kebutuhan air. Untuk penyaluran air bersih dilakukan dengan sistem gravitasi. Mata air akan ditampung di reservoir berkapasitas 60m3 dengan dimensi 6m x 4m x 2,5m, selanjutnya air didistribusikan ke daerah pelayanan melalui 19 hidran umum. Desain sistem penyediaan air bersih dianalisa menggunakan software EPANET 2.0 dan didapat ukuran pipa berdiameter 3 inch untuk pipa transmisi dan pipa 2 inch untuk pipa distribusi. Kata Kunci: Desa Kolongan, Kebutuhan Air, Penyaluran Air Bersih
ANALISIS BIAYA INVESTASI PADA PERUMAHAN GRIYA PANIKI INDAH Manopo, Steven Fredrik Josef; Tjakra, Jermias; Mandagi, Robert J. M.; Sibi, Mochtar
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembangunan suatu proyek memerlukan modal barang atau jasa produksi. Sebelum proyek untuk investasi dibangun, perlu dilakukan suatu studi kelayakan proyek. Studi kelayakan proyek ditinjau dari beberapa aspek, diantaranya finansial (ekonomi), legal (hukum), lingkungan, dan lain sebagainya.Penerapan analisis kriteria investasi dalam penulisan ini ditinjau dari aspek financial (ekonomi) mengenai investasi yang terdapat dalam proyek Perumahan Griya Paniki Indah, yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan investasi proyek dalam hal ini keuntungan yang akan dicapai.Setelah diadakan analisis dengan menggunakan kriteria investasi maka dapat diambil kesimpulan bahwa, Net Present Value = Rp. 3.226.683.070 yang memberikan nilai positif. Internal Rate of Return memberikan niai lebih besar dari i yang direncanakan yaitu sebesar 10.609%. Index Profibility memberikan nilai yang lebih besar dari 1 (IP > 1) yaitu 1,183. Payback Period (PP) akan kembali pada tahun ke-7 bulan ke-10 hari ke-13. Break Even Point = Rp. 1.065.498.573. Dengan demikian perumahan Griya Paniki Indah memenuhi syarat dalam kriteria investasi sehingga investasi pada proyek ini menguntungkan dan baik untuk dilaksanakan. Penyusunan arus dana (cash flow) sangat menentukan dalam menganalisis biaya investasi,untuk itu diharapkan ketelitian dalam mengestimasi pendapatan dan biaya proyek. Perlu dilakukan penelitian yang lebih luas lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat mengenai kelayakan suatu proyek, karena hanya ditinjau dari aspek ekonomi (finansial).Kata kunci: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Index Profibility (IP), Payback Period (PP), Break Even Point (BEP).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETERLAMBATAN PADA PROYEK JALAN DI (PROVINSI SULAWESI UTARA) Palulun, Yohanes Ranjed; Pratasis, Pingkan A. K.; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pekerjaan proyek jalan biasanya terjadi kendalat, baik kendala yang memang sudah diper-hitungkan maupun kendala yang diluar perhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi faktor penyebab terlambatnya penyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai dengan rencana yang telah dibuat, dalam hal ini pada proyek (Jalan di provinsi Sulawesi Utara) dimana sering terjadi keterlambatan baik dari segi teknis maupun non teknis. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner kepada responden yang pernah menangani proyek tersebut. Metode Rangking digunakan untuk menentukan Rangking para responden dan memberikan prioritas terhadap variable studi. Pengolahan data kuisioner menggunakan program SPSS dengan metode analisis deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking-rangking tiap faktor yang menjadi penyebab keterlambatan penyelesaian proyek. Faktor-faktor yang menjadi penyebab utama yang mempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan jalan di (Provinsi Sulawesi Utara) yaitu : Kekurangan bahan material, perolehan ijin dari pemerintah, keterlambatan pengiriman bahan, kekurangan tenaga kerja, ketersediaan keuangan selama pelaksanaan, kesalahan desain yang dibuat oleh perencana, perubahan desain oleh owner, kesalahan dalam penyelidikan tanah,dan kondisi permukaan air bawah tanah dilapangan.  Kata Kunci : Faktor – faktor keterlambatan, Kuisioner, Jalan di Provinsi Sulawesi Utara,  SPSS for windows
ANALISA TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN BARU DENGAN METODE BINA MARGA 2017 DIBANDINGKAN METODE AASHTO 1993 Mantiri, Cynthia Claudia; Sendow, Theo K.; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode perhitungan merupakan salah satu faktor dalam mendesain tebal perkerasan lentur jalan baru. Ada beberapa metode mendesain tebal perkerasan lentur jalan baru, namun untuk penelitian ini digunakan dua metode mendesain tebal perkerasan lentur yaitu metode yang disediakan oleh America Asociation of State Highway Traffic Officials (AASHTO) dan metode untuk Indonesia sendiri ditetapkan oleh Kemetrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga.Kedua metode tersebut memiliki parameter – parameter data yang sama yaitu beban lalu lintas, CBR tanah dasar, R, ZR, S0, IP0, IPt, ∆Psi, koefisien drainase, material lapis perkerasan, akan tetapi kedua metode ini memiliki perbedaan dalam teknis perhitungan tebal perkerasan lentur jalan baru. Penelitian ini dilakukan variasi nilai CBR tanah dasar (kekuatan tanah) dari 6% sampai 40% dan nilai beban sumbu kendaraan (ESAL) dari 1.000.000 ESAL sampai 25.000.000 ESAL sehingga akan diperoleh 200 macam variasi nilai untuk mengukur sensitivitas terhadap tebal perkerasan lentur melalui kedua metode tersebut.Hasil yang didapat berupa perbedaan tebal perkerasaan dimana AASHTO 1993 mendapatkan nilai tebal perkerasan yang lebih besar untuk lapis pondasi atas (Granular Treated Base) yaitu dengan variasi CBR dan beban sumbu kendaraan didapat 44 cm ~ 62.5 cm sedangkan Bina Marga 2017 didapat sebesar 44 cm ~ 50.5 cm. Sedangkan untuk lapis pondasi atas (Cement Treated Base) didapatkan hasil yang bervariasi untuk AASHTO 1993 dan Bina Marga 2017 dimana tebal perkerasan berkisar 45.5 cm ~ 51.5 cm untuk variasi CBR AASHTO 1993 dan untuk Bina Marga 2017 didapatkan hasil tebal perkerasan yang sama untuk semua variasi CBR yaitu 47.5 cm.Kata Kunci: AASHTO, Bina Marga, Perkerasan Lentur, Jalan Baru
PENERAPAN METODE SCHMIDT HAMMER TEST DAN CORE DRILLED TEST UNTUK EVALUASI KUAT TEKAN BETON PADA RUANG IGD RSGM UNSRAT GUNA ALIH FUNGSI BANGUNAN Karundeng, Vilty Stilvan; Wallah, Steenie E.; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balai pengobatan Rumah Sakit Gigi dan Mulut sebelumnya digunakan sebagai tempat perkuliahan. Gedung perkuliahan ini sudah sangat tua dan tidak memiliki data awal perencanaan. Sesuai dengan PP No.36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No.28 tahun 2002 mengenai Bangunan Gedung, bahwa setiap bangunan yang beralih fungsi sudah selayaknya untuk dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan rekomendasi bahwa gedung yang ada masih layak untuk beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton dengan menggunakan metode Schmidt Hammer Test pada balok, kolom dan plat serta Core Drilled Test hanya pada plat lantai. Benda uji hasil coring kemudian diuji kuat tekan beton di laboratorium Konstruksi dan Material Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi. Hasil pengujian kuat tekan rata-rata sampel Core Drilled Test pada plat lantai sebesar 24.76 MPa, sedangkan Schmidt Hammer Test pada kolom 25.45 MPa, balok 26.35 MPa dan plat 25.84 MPa dengan koefisien variasi pada kolom 23.82%, balok 16.37 % dan plat 39.60%. Perhitungan 85% dari kuat tekan rata-rata benda uji lebih dari 17 MPa dan memenuhi persyaratan beton struktural. Koefisien variasi hasil pengujian Schmidt Hammer Test > 6% yang menunjukkan tingkat keseragaman yang kurang baik. Hasil pengujian ini dapat dievaluasi berdasarkan peraturan yang ada dan bisa dijadikan data awal untuk evaluasi struktur selanjutnya. Kata kunci : Kuat Tekan, Schmidt Hammer Test, Core Drilled Test.

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue