cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL STATIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 817 Documents
ANALISIS KONTRAK KERJA OWNER TERHADAP KONTRAKTOR (STUDI KASUS: PERUMAHAN TAMAN MAPANGET RAYA) Tumembow, Wiwie Yuliati; Tjakra, Jermias; Arsjad, Tisano Tj.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrak kerja konstruksi di Indonesia dituangkan dalam peraturan Perundang-undangan Nomor 18 tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi, kontrak kerja adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Dalam kontrak kerja terdapat kelengkapan spesifikasi dan klausula-klausula tentang pekerjaan, sehingga kontrak kerja menjadi pedoman dari keseluruhan pelaksanaan proyek. Penerapan kontrak kerja diharapkan dapat mempermudah owner dan kontraktor menjalankan kewajibannya dalam pelaksanaan proyek. Kontrak kerja juga merupakan landasan hukum atas owner dan kontraktor, sehingga apabila salah satu pihak melakukan kelalaian, maka dapat menerima konsekuensi. Penerapan kontrak kerja pada pelaksanaan proyek Perumahan Taman Mapanget Raya tidak dijalankan sesuai isi kontrak yang ada, terjadi faktor kendala keterlambatan selama pelaksanaan, dalam hal ini dominan disebabkan oleh kelalaian pihak owner, dimana owner melanggar perjanjian kontrak dengan melakukan penangguhan pembayaran kepada kontraktor. Dan adapun konsekuensi owner dan Kontraktor terhadap keterlambatan pelaksanaan proyek perumahan Taman Mapanget Raya (Tamara), yaitu: (1) kontraktor tidak mendapat sanksi pembayaran denda atas keterlambatan yang terjadi, dimana hal tersebut disebabkan karena owner melanggar perjanjian master kontrak pasal 6 yaitu tidak membayar tepat waktu, sehingga kemudian klausul mengenai denda keterlambatan master kontrak pasal 7 tidak bisa diterapkan lagi bagi kontraktor, (2) keterlambatan berdampak besar terhadap owner, kerugian mutu, biaya dan waktu. Kata kunci: Kontrak Kerja, Penerapan, Konsekuensi.
KAJIAN EFEKTIFITAS PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) DI KOTA TOMOHON (STUDI KASUS: SD NEGERI 2 TOMOHON DAN SD LENTERA HARAPAN TOMOHON) Wie, Nanditho Richfidel Natanael; Lefrandt, Lucia I. R.; Pandey, Sisca V.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon merupakan kota dengan jumlah sekolah yang cukup banyak. Beberapa sekolah berlokasi di pinggir jalan utama, dimana kendaraan-kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi yang sangat membahayakan bagi anak-anak sekolah yang akan menyeberang jalan saat pergi maupun saat pulang sekolah. Anak-anak seringkali tidak berhati-hati dan bersikap spontan, sehingga berpotensi menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Evaluasi penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) perlu dilakukan, agar perilaku penyeberang jalan dan perilaku pengantar dapat diketahui, apakah sudah berperilaku selamat atau belum selamat. Kemudian dapat kita tarik kesimpulan apakah Zona Selamat Sekolah tersebut sudah efektif dalam penerapannya atau belum. SD Negeri 2 Tomohon dan SD Lentera Harapan Tomohon berlokasi di pinggir jalan utama sehingga dipilih menjadi lokasi penelitian karena di depan kedua sekolah ini terdapat Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang perlu untuk dievaluasi. Kedua Zona Selamat Sekolah ini akan dievaluasi berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 3236/AJ.403/DRDJ/2006. Penelitian dilakukan 3 hari di masing-masing lokasi, dan dilakukan secara langsung meliputi, data kelengkapan fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS), data perilaku penyeberang dan data perilaku pengantar. Data kecepatan dan data volume diambil berdasarkan acuan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) yang selanjutnya akan diolah untuk memperoleh tingkat pelayanan ruas jalan yang diteliti.Dari penelitian ini, data perilaku penyeberang dan pengantar dikedua lokasi penelitian dapat dinyatakan “belum selamat” dengan Zhitung > Ztabel. Berdasarkan hasil analisa tingkat pelayanan untuk ruas Jl. Sam Ratulangi (SD Negeri 2 Tomohon), diperoleh kapasitas 2376 smp/jam, volume jam puncak berkisar antara 274 smp/jam – 588 smp/jam dengan tingkat pelayanan tingkat pelayanan B pada jam puncak. Sedangkan untuk ruas Jl. Makmur (SD Lentera Harapan Tomohon), diperoleh kapasitas 2440 smp/jam, volume jam puncak berkisar antara 604 smp/jam – 831 smp/jam dengan tingkat pelayanan C pada jam puncak. Oleh karena itu perlu adanya perhatian dari pihak sekolah untuk mendidik para murid mengenai keselamatan dalam menyeberang jalan, dan untuk pihak pemerintah khususnya dinas perhubungan kota Tomohon agar mensosialisasikan maksud dan tujuan penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) bagi para pengguna jalan lainnya agar tercipta kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan. Kata kunci: Zona Selamat Sekolah, Kecepatan, Kapasitas, Tingkat Pelayanan Jalan
ANALISA DERAJAT KEJENUHAN AKIBAT PENGARUH KECEPATAN KENDARAAN PADA JALAN PERKOTAAN DI KAWASAN KOMERSIL (STUDI KASUS: DI SEGMEN JALAN DEPAN MANADO TOWN SQUARE BOULEVARD MANADO) Kayori, Rifan Ficry; Sendow, Theo Kurniawan; Jefferson, Longdong; Manoppo, Mecky R. E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lalu lintas seperti tundaan, antrian dan kemacetan terjadi dibeberapa kawasan di kota Manado. Salah satunya pada ruas jalan Piere Tendean yang merupakan kawasan komersil di kota Manado. Untuk mengatasi masalah tersebut maka terlebih dahulu mengkaji karakteristik jalan tersebut seperti kecepatan kendaraan, volume lalu lintas, dan kapasitas, yakni dengan melakukan studi pada ruas jalan tersebut. Studi dilakukan dalam penelitian ini bersifat riset yang dilakukan diruas jalan Piere Tendean selama tujuh hari survey. Studi ini bertujuan untuk menganalisa hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan. Serta untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan tersebut dengan menggunakan pendekatan secara.Hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan untuk arah Malalayang ke Pasar 45 selama seminggu dari hasil analisa dan perhitungan didapat nilai koefisien determinasi (R2) terendah yakni 25,50% dan nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu 86,53% dengan model persamaan Y = 1,146244 – 0,023009.x dan perbandingan antara thitung = 19,466357 dan ttabel = 2,00105. Untuk arah Pasar 45 ke Malalayang, hubungan derajat kejenuhan akibat pengaruh kecepatan selama seminggu dari hasil analisa dan perhitungan didapat nilai koefisien determinasi (R2) terendah yakni 17,33% dan nilai koefisien determinasi (R2) terbesar yaitu 72,62% dengan model persamaan Y = 0,712415 – 0,012575.x dan perbandingan antara thitung = 12,508237 dan ttabel = 2,00105.Serta untuk nilai indeks tingkat pelayanan jalan berdasarkan persamaan Davidson selama seminggu untuk arah Malalayang ke Pasar 45 didapat nilai (a) terendah yaitu 0,417961 dan nilai (a) tertinggi yaitu 1,499699, dengan nilai koefisien determinasi (R2) terkecil yakni 22,97% dan yang terbesar yaitu 84,44%. Sedangkan untuk arah Pasar 45 ke Malalayang, nilai indeks tingkat pelayanan jalan berdasarkan persamaan Davidson selama seminggu didapat nilai (a) terendah yaitu 0,217119 dan nilai (a) tertinggi yaitu 2,717964, dengan nilai koefisien determinasi (R2) terkecil yakni 14,47% dan yang terbesar yaitu 79,92%.Kata kunci: kecepatan, derajat kejenuhan, indeks tingkat pelayanan, persamaan Davidson
PERENCANAAN BALOK GIRDER PROFIL I PADA JEMBATAN PRESTRESSED DENGAN VARIASI BENTANG Armin, .; Manalip, H.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan sebuah jembatan beton prategang dalam memikul beban terutama pada struktur atas sangat dipengaruhi oleh kekuatan girdernya. Girder profil I merupakan bentuk yang paling banyak digunakan untuk pekerjaan balok jembatan. Direncanakan sebuah jembatan prestressed dengan metode post tension yang menggunakan girder profil I sebagai struktur utamanya. Kabel prestress yang digunakan adalah jenis strands Uncoated 7 wire super strands ASTM  416 Grade 270 Low Relaxation. Balok prategang ditinjau sebagai fully prestressed. Perencanaan dilakukan dengan dua model perencanaan, model perencanaan yang pertama adalah memvariasikan bentang jembatan, dimensi girder profil I, serta jumlah tendon yang digunakan. Sedangkan model perencanaan yang kedua adalah dimensi girder profil I dipertahankan dan penggunaan tendonnya dioptimalkan (hanya digunakan 2 tendon untuk masing-masing bentang jembatan). Girder profil I prestressed untuk bentang jembatan 20 m adalah b = 0.47 m dan h = 0.95 m, dengan Pt = 3745 kN, nt = 2 tendon serta ns = 30 strands, dimensi girder profil I prestressed untuk bentang jembatan 30 m adalah b = 0.60 m dan h = 1.36 m dengan Pt = 6026 kN, nt = 3 tendon serta ns = 48 strands. Jika dimensi girder profil I dipertahankan dan penggunaan tendonnya dioptimalkan (hanya digunkan 2 tendon saja), maka diperoleh Pt = 6150 kN, dan ns = 46 strands, dimensi girder profil I prestressed untuk bentang jembatan 40 m adalah b = 0.80 m dan h = 1.74 m dengan Pt = 9415 kN, nt = 4 tendon serta ns = 72 strands. Jika dimensi girder profil I dipertahankan dan penggunaan tendonnya dioptimalkan (hanya digunakan 2 tendon saja), maka diperoleh Pt = 9500 kN, dan ns = 70 strands. Kata kunci :  Jembatan, Beton Prategang, Girder Profil I, Post Tension, Fully Prestressed, Variasi Bentang.
EVALUASI KONSEP GREEN BUILDING PADA GEDUNG BARU FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Mongan, Aditya Imanuel; Tjakra, Jermias; Arsjad, Tisano Tj.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pemanasan global menjadi  problem utama yang sudah sangat gencar dikemukakan para ahli lingkungan akhir-akhir ini, salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan datang dari bidang jasa konstruksi. Oleh sebab itu, untuk mengurangi terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global yang di akibatkan oleh industri konstruksi, digunakanlah suatu inovasi yang  menghadirkan suatu konsep bangunan yang ramah lingkungan, atau dikenal dengan Green Building. Dari tujuan konsep ini, akan sangat baik jika di terapkan pada daerah pariwisata seperti di provinsi Sulawesi Utara ini, yang sangat akan bergantung pada aspek pemeliharaan lingkungannya.Mengingat juga aspek pembangunan di Sulawesi Utara yang sangat pesat dengan munculnya beberapa gedung bertingkat yang salah satu adalah gedung baru Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi di Manado maka diperlukannya suatu tolak ukur dalam menerapkan konsep Green Building pada pembangunan gedung tersebut. Untuk itu dilakukan evaluasi pada penerapan konsep Green Building pada gedung tersebut dengan menggunakan penilaian kriteria berdasarkan Green Building Council Indonesia (GBCI) dengan perangkat penilaian Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2 yang di gunakan di Indonesia.Berdasarkan hasil tabel analisa penerapan konsep Green Building pada gedung baru Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado di dapat bahwa total nilai keseluruhan sebesar 37 poin atau dalam presentase sebesar 36,6%. Poin dan presentase tersebut didapat dari hasil penjabaran dari masing-masing kategori dan kriteria pada perangkat penilaian Greenship. Sehingga gedung baru Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado  termasuk dalam kategori green building namun dengan predikat paling dasar yaitu peringkat bronze.Kata Kunci : Green Building, GBCI, Evaluasi Konsep, Gedung Baru, UNSRAT
PENGARUH BAHAN CAMPURAN ARANG TEMPURUNG TERHADAP KONSOLIDASI SEKUNDER PADA LEMPUNG EKSPANSIF Karaseran, Azzyzaro Junior; Sompie, Oktovian B. A.; Balamba, Sjachrul
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung Ekspansif merupakan jenis tanah berbutir halus ukuran kolodial, yang terbentuk dari mineral-mineral ekspansif. Disamping mempunyai sifat-sifat umum seperti halnya tanah lempung lainnya, juga memiliki sifat khas, yakni kandungan mineral ekspansif mempunyai kapasitas pertukaran ion yang tinggi, mengakibatkan lempung ekspansif memiliki potensi kembang susut apabila terjadi peningkatan dan pengurangan kadar air. Penanggulangannya dapat dilakukan dengan stabilisasi, antara lain dengan penambahan arang tempurung. Penambahan arang tempurung dapat mengurangi swelling dari tanah karena mereduksi indeks plastis tanah. Penggunaan arang tempurung sebagai material stabilisasi dapat menghemat biaya transportasi karena mudah diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian dilaboratorium, akibat penambahan kadar arang tempurung  4%, 6%, 8% dan 10%  pada tanah, nilai parameter konsolidasi; Cc, Cr, dan Cα berkurang sedangkan nilai Cv bertambah. Kata kunci : Lempung Ekspansif, Arang Tempurung, Parameter Konsolidasi
ANALISIS KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PANTAI NIAMPAK UTARA Parauba, Ratna; Jasin, Muh. I.; Mamoto, Jeffrey D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Niampak Utara terletak di Desa Niampak Utara Kecamatan Beo Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu Pantai di Kabupaten Kepulauan Talaud yang telah  terkena bencana akibat perubahan bentuk gelombang sehingga menyebabkan dampak yang buruk dan terjadi kerusakan daerah pesisir pantai seperti abrasi, erosi perairan pantai dan rusaknya pemakaman umum sehingga membuat masyarakat menjadi khawatir akan  kerusakan yang lebih besar lagi. Maka perlu adanya informasi tentang karakteristik gelombang  pada daerah tersebut yang dapat merusak pantai, salah satunya adalah dengan analisis karakteristik gelombang pecah dan hal-hal lainnya menyangkut kegiatan masyarakat yang dapat memicu terjadinya kerusakan pantai. Peramalan gelombang dihitung dengan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin selama 10 tahun dari stasiun BMKG Maritim Bitung untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang signifikan. Dari hasil perhitungan gelombang di perairan pantai Niampak Utara didominasi oleh gelombang arah Barat Laut dengan gelombang maksimum terjadi pada bulan Januari  2014 dengan H = 1.6747m dan T = 5.3600det. Koefisien refraksi yang terjadi berkisar antara 0.9358 sampai 0.9989 dan koefisien shoaling yang terjadi berkisar pada 0.9127 sampai 1,2354. Tinggi gelombang pecah yang didapat dari hasil perhitungan berkisar pada 1.2376 sampai 2.0267m pada kedalaman 0.1m sampai 25 m. Kata kunci: Pantai Niampak Utara, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah
EVALUASI TEKNIS PENGGUNAAN KOLOM KOMPOSIT BAJA BETON PADA BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK Alfirdaus, Ade Putra; Dapas, Servie O.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Saat ini kolom pada bangunan tinggi banyak menggunakan material beton bertulang. Seiring berkembangnya teknologi, kayu dan beton yang selama ini digunakan penuh dalam setiap pembangunan gedung, kini sudah mulai beralih menggunakan material baja. Pada akhirnya terciptalah berbagai metode dalam desain struktur salah satunya struktur komposit yang terdiri dari gabungan baja dan beton. Dengan menggunakan material baja ini selain dapat mengurangi masalah bagi lingkungan juga proses pengerjaannya yang terbilang lebih cepat dari konstruksi beton bertulang biasa. Pada penelitian ini didesain 3 model gedung lantai 15 dengan dimensi bangunan 24x36 m2 dimana masing-masing model kolom materialnya menggunakan beton bertulang, baja dan komposit baja-beton. Didesain dengan fungsi gedung, wilayah gempa dan pembebanan yang sama, yang nantinya akan dibandingkan ketiga kolom tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom komposit baja-beton lebih optimal untuk digunakan pada struktur gedung yang direncanakan. Hal ini ditunjukkan dengan dimensi yang lebih kecil, kebutuhan materialnya lebih rendah juga memiliki kelebihan struktur yang cenderung menyerupai kolom baja serta memiliki ketahanan terhadap bahaya kebakaran. Kata Kunci: Bangunan bertingkat, Kolom Komposit, Kolom Beton Bertulang, SAP 2000
ANALISIS KOEFISIEN HARGA SATUAN TENAGA KERJA DI LAPANGAN DENGAN MEMBANDINGKAN ANALISIS SNI DAN ANALISIS BOW PADA PEMBESIAN DAN BEKISTING KOLOM Arruan, Arthur; Sompie, Bonny F.; Sibi, Mochtar; Pratasis, Pingkan
JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan sekecil apapun apabila tidak didukung oleh tenaga kerja dengan kemampuan kerja yang baik dan bahan yang bermutu baik, tidak akan memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan dalam sebuah proyek. Bahkan akibat penggunaan sumber daya manusia yang kurang tepat bisa mengakibatkan kerugian yang besar pada proyek konstruksi. Masalah utama penelitian ini adalah berapa besar koefisien analisis harga satuan tenaga kerja yang sebenarnya di lapangan pada pekerjaan kolom beton bertulang. Salah satu cara mendapatkan koefisien analisis harga satuan adalah dengan cara pengamatan secara langsung menggunakan metode work sampling (teknik uji petik). Pengamatan dilakukan secara langsung di lapangan terhadap 14 tenaga kerja yang terbagi atas 3 kelompok kerja, yaitu 5 orang pada pekerjaan bekisting, 4 orang pada pekerjaan sengkang, dan 5 orang pada pekerjaan tulangan. Setelah menganalisis data, didapat nilai koefisien analisis harga satuan tenaga kerja sebagai berikut: 0,162 OH tukang dan 0,108 OH pekerja, pada pekerjaan bekisting: 0,036 OH tukang dan 0,038 OH pekerja, pada pekerjaan pembesian.Kata Kunci : koefisien harga satuan, tenaga kerja, work sampling
PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISI UDARA BANDAR UDARA MUTIARA SIS AL-JUFRI DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH Apriana, Feriska; Jansen, Freddy; Lintong, Elisabeth Mieke
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri Palu memiliki ukuran runway 2.360 x 45 m. Bandara ini direncanakan pemerintah sebagai bandara embarkasi haji di Indonesia Timur. Oleh karena itu, Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri Palu perlu melakukan penngembangan khususnya disisi udara sehingga dapat melayani pesawat rute luar negeri, seperti Airbus A330-200.Dalam perencanaan ini, penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder dengan data ramalan selama 20 tahun kedepan dengan menggunakan 3 metode, yaitu trend linier, logaritma, dan eksponensial. Data yang diperlukan antara lain data Klimatologi, Data Penumpang, Data Bagasi. Selanjutnya menghitung ukuran runway, taxiway, dan apron dengan menggunakan data ramalan yang ada dan data pesawat rencana yaitu A330-200. Perencanaanya mengacu pada standar ICAO, untuk perencanaan perkerasan mengacu pada standar PCA dan FAA.Penulisan ini meliputi perencanaan Runway, Taxiway, dan Apron. Untuk bagian sisi darat seperti terminal penumpang, gudang, dan parkir kendaraan hanya akan dihitung luas.Berdasarkan hasil perhitungan yang mengacu pada standar yang dikeluarkan International Civil Aviation Organitation (ICAO), maka dibutuhkan ukuran runway 3.143 x 45 meter, taxiway 185 x 23 meter, dan apron 141 x 312,4 meter. Mengingat ukuran apron yang ada masih memadai, maka lebarnya saja yang perlu dilakukan pengembangan. Sehingga ukuran yang dipakai adalah 141 x 373 meter. Tebal perkerasan lentur yang diperoleh dengan menggunakan metode Federal Aviation Administration (FAA) adalah 47 inch, dan tebal perkerasan kaku yang diperoleh dengan menggunakan metode Portland Cement Asosiation (PCA) adalah 9,5 inch. Kata Kunci :     Apron, Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Runway, Taxiway

Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sipil Statik Vol 10 No 2 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 9 No 1 (2021): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 8 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 7 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 5 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 3 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 12 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 10 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 7 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 6 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 5 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 4 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 10 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 9 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 6 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 4 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 3 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 12 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 10 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 9 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 8 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 6 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 5 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 4 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 3 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 2 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 11 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 10 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 9 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 8 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 7 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 6 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 4 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 3 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 2 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 1 (2015): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 7 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 6 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 5 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 4 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 3 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 2 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 2, No 1 (2014): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 12 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 11 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 10 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 8 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 7 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 6 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 5 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 4 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 3 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 2 (2013): JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 1 (2012): JURNAL SIPIL STATIK More Issue