cover
Contact Name
Netty Ermawati
Contact Email
netty@polije.ac.id
Phone
+62331-333532
Journal Mail Official
agriprima@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po.Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121 - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 25492934     EISSN : 25492942     DOI : https://doi.org/10.25047/agriprima
Agriprima merupakan jurnal ilmiah pertanian terapan yang mencakup berbagai topik di bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian di bidang pemuliaan dan genetika tanaman, bioteknologi tanaman, teknologi perbenihan, perlindungan tanaman, ilmu tanah, nutrisi tanaman, teknologi panen dan pasca panen, serta inovasi yang relevan dan prospektif untuk kemajuan pertanian dan produksi tanaman. Jurnal ini diterbitkan enam bulanan pada bulan Maret dan September. Semua makalah yang dikirimkan sepenuhnya ditinjau sejawat oleh reviewer yang berkualifikasi dengan keahlian di bidang yang sesuai untuk artikel tersebut.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER" : 10 Documents clear
Makropropagasi Tanaman Pisang Lokal Kultivar Ambon dan Musang dengan Perlakuan Hormon Benzylaminopurin dan Media Tanam Zakaria, Moch Faesal septean; Ubaidillah, Mohammad; Jamila, Raudhotun; Dyanshah, Danny Agus
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon pertumbuhan tunas tanaman pisang kultivar ambon dan musang terhadap perlakuan hormon benzylaminopurin (BAP) dan media tanam. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Perlakuan media tanam berupa campuran arang sekam dan kompos (M1), kompos dengan cocopeat (M2), tanah/kontrol (M3). Perlakuan yang digunakan yaitu tanpa hormon sebagai kontrol percobaan (B1) dan hormon BAP yang digunakan yaitu 25 mg/L (B2), 50 mg/L (B3) dan 75 mg/L (B4). Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, tinggi tunas, luas daun tunas, jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of variance (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kultivar Ambon variabel waktu muncul tunas terbaik terdapat pada kontrol dan perlakuan dengan hormon 25 mg/L, sedangkan pada kultivar musang terdapat pada perlakuan B4 dan B1. Pada variabel tinggi tunas menunjukkan bahwa hasil tertinggi terdapat pada kultivar ambon M3, musang M3, ambon M1 dan ambon M2. Pada variabel luas daun tunas menunjukkan hasil tertinggi terdapat pada kultivar ambon M1, musang M2, musang M1, dan musang M3. Pada variabel jumlah akar menunjukkan perlakuan tertinggi terdapat pada kultivar ambon M1 dan musang M2.
Pemanfaatan Bekatul Padi dan Beras Jagung Sebagai Media Alternatif Perbanyakan Cendawan Metarhizium anisopliae sebagai Pengendali Hama Spodoptera frugiperda Erdiansyah, Iqbal; Hasanah, Anisa Aprilia; Ali Wafa
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bekatul padi yang dapat dimanfaatkan sebagai media alternatif perbanyakan cendawan M. anisopliae sebagai bioinsektisida bagi ulat tentara. Percobaan dilakukan pada bulan Juni hingga Desember 2022 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Politeknik Negeri Jember. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama yakni jenis media alternatif yang terdiri dari 3 taraf yaitu beras jagung (M1), beras jagung + bekatul padi halus (M2), dan beras jagung + bekatul padi kasar (M3). Sedangkan faktor kedua yakni konsentrasi larutan cendawan M. anisopliae dengan 5 taraf yaitu 5 mL/L (J1), 10 mL/L (J2), 15 mL/L (J3), 20 mL/L (J4), dan 25 mL/L (J5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media alternatif beras jagung dan bekatul padi kasar memberikan hasil terbaik pada kerapatan spora cendawan M. anisopliae yang diberikan konsentrasi larutan sebanyak 25 mL/L dengan kerapatan spora sebesar 23,69 x 109 spora/mL, memiliki tingkat viabilitas tertinggi sebesar 61,67%, dan memiliki tingkat toksisitas berdasarkan LC50 dan LC95 yang masing-masing sebesar 11% dan 29% sebagai bioinsektisida terhadap hama S. frugiperda. Tingginya kerapatan spora pada media campuran ini karena tingginya nutrisi sehingga pertumbuhan cendawan menjadi lebih optimal.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Pupuk Fosfat Parwi, Parwi; Arif Syahdani; Umi Isnatin; Use Etica
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.662

Abstract

Produktifitas jagung manis di Indonesia masih belum optimal. Produktifitas jagung sebesar 8,13 ton/ha sedangkan potensinya 14-18 ton/ha. Peningkatan produktivitas jagung manis dapat dilakukan melalui pemberian pupuk organik. Pupuk organik cair urin kelinci dapat meningkatkan hasil tanaman jagung manis. Sedikit literatur yang mengkombinasikan urin kelinci dengan keong mas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pupuk organic cair urin kelinci dan fosfat terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama ialah pupuk organik cair urin kelinci (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: K1= urin kelinci, K2= urin kelinci + keong mas, K3= urin kelinci + keong mas + daun pepaya, K4= urine kelinci + keong mas + nanas. Faktor kedua ialah pupuk fosfat (P) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: P1= Tanpa fosfat, P2= SP-36, P3= rock fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk organik cair urine kelinci dan fosfat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat tongkol dengan klobot, dan berat tongkol  tanpa klobot. Perlakuan yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi adalah K1P2 (urin kelinci + SP-36).
Menilik Helopeltis spp. Hama Penting Komoditas Perkebunan di Indonesia Gina Nur'aini Buchory; Iftita Fitri; Fani Fauziah
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.664

Abstract

Helopeltis spp. (Hemiptera), merupakan salah satu hama utama pada beberapa tanaman buah dan komoditas perkebunan. Di Indonesia, Helopeltis diketahui menyerang tanaman teh, kakao, kina, jambu mete, lada, dan hama minor pada tanaman kehutanan. Tidak hanya di Indonesia, Helopeltis juga telah menjadi hama utama pada berbagai komoditas lintas negara. Penurunan produksi secara signifikan akibat serangan hama ini menjadi alasan penting untuk pengendalian yang lebih akurat dan tepat sasaran. Tanaman yang terserang akan menunjukkan bercak coklat kehitaman dan mengering sehingga menyebabkan kuantitas dan kualitas produk menurun. Hama ini menjadi tantangan serius dalam perdagangan domestik dan luar negeri. Untuk keputusan pengelolaan yang lebih baik, sangat penting untuk mengetahui status hama, distribusi, kisaran inang, dan lain-lain. Hal ini berarti untuk pengendalian tersebut perlu adanya pengetahuan dasar mengenai Helopeltis itu sendiri. Teknik pengendalian utama yang masih digunakan oleh petani saat ini adalah aplikasi pestisida sintetik. Namun, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang ramah lingkungan dan aman terhadap kesehatan maka diperlukan alternatif pengendalian lainnya. Kajian jurnal ini membahas lebih dalam mengenai Helopeltis spp baik dari biologi, kelimpahan, perilaku makan, nilai ekonomi, interaksi dengan organisme lain, serta upaya pengendaliannya.
Efektivitas Ekstrak Etanol dan Ekstrak Infusa Tanaman Ubi Kayu sebagai Kandidat Bioherbisida untuk Menekan Pertumbuhan Gulma Jukut Pendul Silvi Fatika Wulandari; Esna Dilli Novianto; Eka Nur Jannah
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.668

Abstract

Jukut pendul merupakan gulma yang sulit diberantas dan menurunkan produktivitas tanaman padi hingga 50%. Herbisida sintetis mampu menekan pertumbuhan gulma, namun penggunaan intensif dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak infusa dan ekstrak etanol dari ubi kayu varietas karet dalam menghambat gulma jukut pendul. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari penyemprotan menggunakan ekstrak infusa dan ekstrak etanol masing-masing daun ubi, umbi, dan kulit umbi ubi kayu varietas karet serta kontrol sebagai pembanding. Data dianalisis menggunakan uji sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji DMRT jika berbeda signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam pengaruh antara ekstrak infusa dan ekstrak etanol dari bagian daun, umbi, dan kulit umbi tanaman ubi kayu varietas karet terhadap pertumbuhan gulma jukut pendul. Bagian kulit umbi ubi kayu varietas karet memiliki efek bioherbisida yang signifikan dalam menghambat pertumbuhan gulma jukut pendul berdasarkan pertambahan tinggi tajuk hari ketujuh dan persentase kesehatan tanaman. Analisis uji DMRT membuktikan bahwa metode ekstrak etanol lebih efektif menekan pertambahan tinggi tajuk pada hari ketujuh dan menurunkan persentase kesehatannya. Ekstrak etanol kulit umbi ubi kayu varietas karet dapat dijadikan kandidat bioherbisida yang terbaik karena mampu menekan pertumbuhan gulma jukut pendul dengan cara menurunkan persentase kesehatan hingga 41,67% dan menekan pertambahan tinggi tajuk hingga 1,94 cm pada hari ketujuh. Simpulan dari penelitian adalah bagian kulit umbi ubi kayu varietas karet yang diekstrak dengan metode ekstrak etanol terbukti efektif menekan pertumbuhan gulma jukut pendul.
Isolasi, Identifikasi dan Karakterisasi Jamur Pyricularia oryzae Penyebab Penyakit Blas pada Tanaman Padi di Kediri, Jawa Timur Yohana Avelia, Sandy; Fibrianti Shinta Dewi; Arrohmatus Syafaqoh Li’aini
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.669

Abstract

Padi (Oryza sativa Linnaeus) merupakan tanaman penting dan termasuk komoditas pangan utama di Indonesia. Salah satu penyakit yang dapat menurunkan produktivitas padi dan menimbulkan kerugian besar yaitu penyakit Blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae.. Tujuan penelitian ini adalah untuk identifikasi dan karakterisasi jamur P. oryzae penyebab penyakit Blas pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Juni - Oktober 2023. Kegiatan penelitian ini terdiri dari isolasi jamur patogen P. oryzae dari tanaman padi yang bergejala Blas, kemudian dilakukan identifikasi dan karakterisasi secara morfologi dengan mikroskopis dan makroskopis serta molekuler. Hasil yang didapatkan yaitu dari pengamatan morfologi secara makroskopis dan mikroskopis, jamur patogen penyebab penyakit pada tanaman padi adalah Pyricularia oryzae. Pada uji molekuler, diketahui jamur yang diisolasi memiliki panjang 500 bp (base pair) serta memiliki homologi terdekat (Per Ident.) sebesar 94.44% dengan Pyricularia oryzae strain B71 (CP060330.1). Pada pengujian patogenisitas, jamur patogen ini juga memberikan gejala yang sama dengan serangan P. oryzae penyebab penyakit blas.
Level Intensitas Serangan Hama Kepik Renda (Vatiga illudens) pada Berbagai Aksesi Singkong (Manihot esculenta) Kabupaten Banyumas secara Ex Situ Suroto, Agus; Tini, Etik Wukir; Fauziah, Jihan Nur; Oktaviani, Eka
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.670

Abstract

Singkong merupakan tanaman yang dapat hidup sepanjang tahun dan berasal dari Amerika Selatan dengan lembah sungai Amazon sebagai tempat penyebarannya. Indonesia menduduki lima besar negara pengekspor singkong dunia. Namun demikian, di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, data luas panen tanaman ini mengalami fluktuasi. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi fluktuasi produksi singkong di Kabupaten Banyumas adalah munculnya potensi serangan hama baru, Vatiga illudens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi intensitas serangan hama Vatiga illudens secara ex situ terhadap 7 (tujuh) aksesi tanaman singkong yang dikoleksi dari seluruh wilayah di Kabupaten Banyumas. Sebanyak 7 (tujuh) aksesi tanaman singkong yang digunakan dikoleksi dari Kecamatan Sokaraja, Sumbang, Ajibarang, Gumelar, dan Cilongok. Penelitian dilakukan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf α 5% yang telah dilakukan, aksesi tanaman singkong yang dikoleksi dari Kecamatan Gumelar menunjukkan rata-rata intensitas serangan tertinggi (22,34%) dibandingkan dengan yang lain. Intensitas serangan terendah (2,69%) ditunjukkan oleh aksesi tanaman singkong dari Kecamatan Cilongok. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam menentukan metode pengendalian hama terpadu yang spesifik sesuai dengan karakter tanaman budidaya dan hama yang menyerang tanaman tersebut.
Temperature, Relative Humidity and Photosynthetic Photon Flux Density Affects the Growth of Phyllanthus niruri L. Seedling Adi Prabowo, Mohamad Khrisna; Irna Suryana Bidara; Siti Himawati; Eka Nurhangga; Rina Aprianti; Dwi Pangesti Handayani; Rizki Dwi Satrio; Winda Nawfetria
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.673

Abstract

In order to obtain high-quality seedlings, the effects of temperature, relative humidity, and photosynthetic photon flux density (PPFD), the seed of Phyllanthus niruri L. (meniran) were investigated in different microclimate (temperature, relative humidity, PPFD) environments. The present study was conducted from February to May 2024 at the experimental greenhouse and screen house of the National Research and Innovation Agency, Banten, Indonesia. Microclimate parameters were observed thrice daily at 8 am, 12 pm, and 3 pm during the research. The two environments significantly differ in microclimate. The average temperatures, relative humidity, and PPFD of environment 1 are 35.30±5.04 oC, 60.95±17.40%, and 483.33±406.00 µmol m-2 S-1, while environment 2 are 33.07±4.84 oC, 70.47±16.63% and 356.4±339.55 µmol m-2 S-1. All treatments were repeated 18 times. After the 21-day treatment during the seedling stage, P. niruri seedlings were observed, including the germination rate, number of leaves, shoot length, and chlorophyll content index. Results showed that the germination rate, leaves, shoot length, and chlorophyll content index significantly differ between P. niruri seedlings in both environments. Phyllanthus niruri that grow in environment 1 have a higher germination rate than in environment 2, likewise, the number of leaves, shoot length, and chlorophyll content index. This initial research showed that P. niruri seedling grows better in an environment with temperature, relative humidity, and PPFD, respectively 35.30±5.04 oC, 60.95±17.40%, and 483.33±406.00 µmol m-2 S-1.
Respons Jenis dan Konsentrasi Nutrisi pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L. subssp. Chinensis) terhadap Bobot Basah Tanaman dan Bobot Kering Tanaman Secara Hidroponik Rakit Apung Harahap, Evi Julianita; Chairudin; Mursinan Fariza
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.675

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar, Meulaboh Aceh Barat dimulai dari bulan Maret sampai bulan Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 3x3 dengan 3 ulangan faktor yang diteliti meliputi jenis nutrisi dan konsentrasi Nutrisi. Jenis nutrisi terdiri dari 3 taraf yaitu J1 = Nutrisi AB mix, J2 = Nutrisi Hydro J, dan N3 = Nutrisi Goodplant. Sedangkan Konsentrasi nutrisi terdiri dari 3 taraf yaitu K1 = 600 ppm, K2 = 800 ppm, dan K3 = 1000 ppm. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Variabel pengamatan yang diamati adalah berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis nutrisi berpengaruh nyata terhadapa parameter berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Konsentrasi nutrisi berpengaruh nyata terhadapa parameter berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Interaksi jenis nutrisi dan konsentrasi nutrisi berpengaruh nyata terhadapa parameter berat kering tanaman.
Pengaruh 2,4 Diklorofenoksiasetat (2,4 D) Dan Thidiazuron (TDZ) Terhadap Multiplikasi Tunas Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Varietas Queen Secara Kultur In Vitro Frida Rahma Andini; Fatimah Nursandi; Erfan Dani Septia
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v8i2.678

Abstract

Potensi ekspor nanas berupa produk nanas kalengan meningkat, namun perbanyakan bibit masih konvensional yang membutuhkan waktu lama seperti menggunakan mahkota 18-24 bulan, sucker (tunas batang) 14-17 bulan, slip (tunas buah) sekitar 15-20 bulan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh 2,4-D dan thidiazuron terhadap multiplikasi tunas nanas varietas queen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) kontras ortogonal dengan 2 faktor dan 1 kontrol. Faktor pertama konsentrasi ZPT TDZ dengan 3 taraf (0,1 ppm; 0,3 ppm; dan 0,5 ppm). Faktor kedua konsentrasi ZPT 2,4-D dengan 2 taraf (1 ppm dan 2 ppm). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lamjut BNJ α = 5%. Hasil penelitian pemberian 2,4-D dan TDZ menunjukkan interaksi tidak nyata antara kontrol dengan perlakuan terhadap semua variabel penelitian selama 12 MST. Kombinasi 2,4-D dan TDZ menunjukkan interaksi tidak nyata terhadap semua variabel penelitian selama 12 MST. Konsentrasi TDZ berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas eksplan dan eksplan berkalus (%) nanas queen, dimana TDZ konsentrasi 0,3 ppm cenderung lebih efektif dalam menghasilkan tunas eksplan nanas queen. Berbagai konsentrasi 2,4-D memberikan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel penelitian selama 12 MST.

Page 1 of 1 | Total Record : 10