cover
Contact Name
Netty Ermawati
Contact Email
netty@polije.ac.id
Phone
+62331-333532
Journal Mail Official
agriprima@polije.ac.id
Editorial Address
Jl. Mastrip Po.Box 164, Kec. Sumbersari, Kab. Jember 68121 - Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 25492934     EISSN : 25492942     DOI : https://doi.org/10.25047/agriprima
Agriprima merupakan jurnal ilmiah pertanian terapan yang mencakup berbagai topik di bidang ilmu pertanian. Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian di bidang pemuliaan dan genetika tanaman, bioteknologi tanaman, teknologi perbenihan, perlindungan tanaman, ilmu tanah, nutrisi tanaman, teknologi panen dan pasca panen, serta inovasi yang relevan dan prospektif untuk kemajuan pertanian dan produksi tanaman. Jurnal ini diterbitkan enam bulanan pada bulan Maret dan September. Semua makalah yang dikirimkan sepenuhnya ditinjau sejawat oleh reviewer yang berkualifikasi dengan keahlian di bidang yang sesuai untuk artikel tersebut.
Articles 163 Documents
Investigation of In Vitro Apocarotenoid Expression in Perianth of Saffron (Crocus sativus L.) Under Different Soil EC Mandana Mirbakhsh; Zahra Zahed; Sepideh Mashayekhi; Monire Jafari
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2023): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i1.508

Abstract

Crocus sativus is a triploid sterile plant with red stigmas belonging to family of Iridaceae, and sub family Crocoideae. Crocin, picrocrocin, and safranal are three major carotenoid derivatives that are responsible for color, taste and specific aroma of Crocus. Saffron flowers are harvested manually and used as spice, dye or medicinal applications. The natural propagation rate of most geophytes including saffron is relatively low. An in vitro multiplication technique like micropropagation has been used for the propagation of saffron. To understand the efficiency of this alternative and study the molecular basis of apocarotenoid biosynthesis/accumulation, the RT-PCR method was performed on perianth explants that were cultured on MS medium to observe the level of expression of zeaxanthin cleavage dioxygenase (CsZCD) gene during stigma development, and also the impact of soil EC on its expression. The present study was conducted at Plant molecular and physiology Lab, Alzahra University, Tehran, Iran during 2011-2013. Stigma-like structures (SLSs) on calli were collected from immature perianth explants from floral buds of corms that were collected from Ghaen city, and compared to (Torbat-e Haidariye, Mardabad and Shahroud cities) for investigating the impact of different soil EC on CsZCD expression. The results indicated that CsZCD gene was highly expressed in fully developed red SLSs in perianth of cultured samples of Shahroud with the highest salinity. In this research, a close relationship between soil EC and second metabolites regulation is studied. Overall, these results will pave the way for understanding the molecular basis of apocarotenoid biosynthesis and other aspects of stigma development in C. sativus.
Induction of Protocorm-Like Bodies (PLBs) Phalaenopsis spp. Hybrids Mutation through Ultraviolet Irradiation (UV254) and Ethyl Methane Sulfonate (EMS) Agatha Sullivania Kurniadi; Fenny Irawati; Sulistyo Emantoko Dwi Putra; Poppy Hartatie Hardjo
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2023): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i1.512

Abstract

Phalaenopsis sp. is the most-produced orchid species in Indonesia. Compared to conventional breeding, mutation induction by using mutagens, such as Ultraviolet Light-C (λ = 254 nm) (UV254) and Ethyl Methane Sulfonate (EMS), could probably result in new superior orchid variants. This research aims to get some mutants with phenotypes that have visual differences in the Phalaenopsis spp. hybrids wild type. There were 4 durations of UV254 irradiation: 5’ on, 85’ off; 10’ on, 80’ off (1 day and 7 days for each treatment); 4 concentrations of EMS used in this research: 0.05%; 0.06%; 0.07%; 0.08% for 6 hours of immersion; selected UV254 irradiation (5’ on, 85’ off (7 days)) combined with these concentrations. UV254 irradiation treatment (5’ on, 85’ off (1 day and 7 days); 10’ on, 80’ off (7 days)) resulted in some mutants with leaf phenotypes that were visually different from the wild type; 0.05% EMS treatment resulted in PLBs mutant with a visually larger size than the wild type; 0.08% EMS treatment and combination treatments (for EMS 0.05% and 0.08% for each treatment) resulted in non-growing albino PLBs. Hence, mutation induction using UV254 and EMS in this research produced several most likely mutants having visual differences that may be more desirable than the wild type.
Pemetaan Kesehatan Kebun Kelapa Sawit Berdasarkan Nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) Menggunakan Citra Landsat-8 Di Kebun PT. Wanapotensi Guna Nur Hadi Ageng Pangestu; Galuh Banowati
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2023): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i1.513

Abstract

Komoditas kelapa sawit memberikan sumbangan devisa terhadap negara sangat besar, rata-rata pertahun US$ 22-23 miliar. Bahkan ditahun 2021, devisa yang dihasilkan dari ekspor komoditas kelapa sawit mencapai US$ 30 miliar, rekor tertinggi selama ini. Faktor kesehatan tanaman menjadi sangat penting untuk diperhatikan agar tanaman menghasilkan sesuai potensi genetisnya. Berbagai metode yang cepat dan akurat dikembangkan untuk melakukan analisis kesehatan tanaman, mengingat lahan pengusahaannya bersifat hamparan dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. NDVI atau Normalized Difference Vegetation Index merupakan metode yang digunakan dalam membandingkan tingkat kehijauan vegetasi yang berasal dari citra satelit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kondisi kesehatan tanaman kelapa sawit dengan menggunakan metode NDVI dengan teknologi penginderaan jauh menggunakan Citra Landsat 8 L2 C2 yang direkam pada 07 Oktober 2021. Nilai NDVI yang diperoleh dijadikan acuan untuk menilai tingkat kesehatan tanaman, dan untuk komparasi nilai NDVI yang diperoleh dikorelasikan dengan hasil LSU (Leaf Sampling Unit) unsur Nitrogen. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan di PT. Wanapotensi Guna yang terletak di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya dari total wilayah tengah II PT. Wanapotensi Guna menunjukkan, 0.1% tergolong non vegetasi, 0.2% tergolong tanaman tidak sehat, 50.12% tergolong tanaman normal dan 49.58% tergolong tanaman sehat dengan korelasi nilai NDVI dengan data LSU N memiliki korelasi yang kuat dengan nilai 0.7214.
Pengaruh Biopestisida Fobio dan Agens Hayati Trichoderma sp., terhadap Penyakit Layu Fusarium pada Bawang Merah Farisa; Dita Megasari; Sri Wiyatiningsih
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2023): MARCH
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i1.522

Abstract

Pengendalian penyakit tanaman bawang merah hingga saat ini masih mengandalkan fungisida kimia yang dapat mencemari lingkungan, sehingga perlu dilakukan pengendalian secara hayati dan ramah lingkungan. Alternatif yang dapat diterapkan adalah menggunakan Biopestisida Fobio dan agens hayati Trichoderma sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon aplikasi Biopestisida Fobio dan agens hayati Trichoderma sp. terhadap penyakit layu fusarium pada bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2022 di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan dua faktor, yaitu konsentrasi Biopestisida Fobio terdiri dari 3 taraf yaitu petak utama adalah F0 (kontrol atau perlakuan pestisida kimia), F1 (Fobio 5 ml/liter), F2 (Fobio 7,5 ml/liter) dan anak petak yaitu konsentrasi Trichoderma sp. terdiri dari 3 taraf yaitu T0 (kontrol atau perlakuan pestisida kimia), T1 (Trichoderma sp. 10 ml/liter), T2 (Trichoderma sp. 20 ml/liter) sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Parameter pengamatan meliputi periode inkubasi, kejadian penyakit, berat basah umbi, dan berat kering umbi. Hasil penelitian dari semua kombinasi perlakuan tidak berbeda nyata. Hasil perlakuan aplikasi Biopestisida Fobio menunjukkan bahwa tanaman bawang merah berbeda nyata terhadap periode inkubasi pada perlakuan F2 dengan nilai rata-rata tertinggi yaitu 20 hst. Kejadian penyakit terendah terdapat pada perlakuan F2 pada umur 28 dan 42 hst. Perolehan berat basah paling tinggi diperoleh pada perlakuan F2T0 yaitu 2,128 kg. Perolehan berat kering tertinggi yaitu pada perlakuan F0T2.
Pengaruh Asap Cair Sekam Padi terhadap Jumlah Populasi Semut Hitam (Dolichoderus thoracicus) sebagai Pemangsa Hama Ulat Grayak pada Tanaman Jagung Rudi Wardana; Ahmad Maulana Zarkazi; Iqbal Erdiansyah; Liliek Dwi Soelaksini
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i2.502

Abstract

Ulat grayak merupakan hama yang menyerang tanaman jagung. Selain itu, dalam tanaman jagung juga terdapat predator yaitu semut hitam. Dalam mengatasi populasi ulat yang banyak dapat menggunakan pengaplikasian asap cair. Kemudian untuk menjaga keseimbangan ekosistem yg ada disana perlu diadakan penelitian tentang predator semut hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap cair sekam padi terhadap populasi semut hitam dan hasil panen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 6 taraf perlakuan konsentrasi asap cair sekam padi dan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 18 unit percobaan. Kegiatan di lapang meliputi proses budidaya dan teknik aplikasi asap cair sekam padi dan pestisida sintetik yang berbahan aktif emamektin benzoate. Percobaan disusun dengan 3 variabel yang terdiri dari uji mortalitas dan efikasi insektisida, populasi hama dan predator, dan variabel berat tongkol dan berat pipilan. Hasil pada variabel mortalitas dan efikasi hama menunjukkan bahwa perlakuan P5 (25ml/lt) adalah perlakuan yang efektif karena hasil efikasi insektisida sebesar 73%. Variabel jumlah populasi hama menunjukkan hasil tidak berbeda nyata untuk populasi hama dimana untuk perlakuan asap cair yaitu 0,48 ekor sedangkan pestisida sintetik yaitu 0,26 ekor. Untuk jumlah populasi predator semut hitam menunjukkan hasil berbeda nyata yaitu 0,62 ekor pada asap cair dan 0,30 ekor untuk pestisida sintetik. kemudian variabel berat tongkol menunjukkan hasil yang berbeda nyata antara perlakuan asap cair dan pestisida sintetik yaitu sebesar 182,50 gr dan 203,68 gr, begitu juga dengan variabel berat pipilan yang menunjukkan berbeda nyata antara perlakuan asap cair dan pestisida sintetik yaitu sebesar 109,44 gr dan 143,58 gr.
Pengaruh Interval Pemupukan dan Lama Penyungkupan terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium sp. saat Aklimatisasi Parawita Dewanti; Sulistiyono
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i2.516

Abstract

Anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga banyak dibudidayakan di Indonesia. Perbanyakan anggrek secara kultur jaringan di tahap aklimatisasi seringkali mengalami kegagalan. Upaya yang dilakukan untuk mendukung keberhasilan aklimatisasi anggrek dilakukan dengan interval pemupukan dan lama penyungkupan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui interval pemupukan dan lama penyungkupan yang sesuai untuk aklimatisasi anggrek dendrobium. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2022 di greenhouse Agrotechnopark Universitas Jember. Metode penelitian menggunakan Rangcangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan dua faktor yaitu interval pemupukan dan lama penyungkupan dan diulang sebanyak 4 kali. Taraf interval pemupukan yaitu: (P1: 6 hari, P2: 10 hari, dan P3: 14 hari), sedangkan taraf lama penyungkupan yaitu: (S0: tanpa sungkup, S1: 10 hari, S2: 30 hari, dan S3: 50 hari,). Parameter pengamatan meliputi persentase planlet hidup, pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, dan berat segar tanaman. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis menggunakan analisis ragam dan dan diuji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan interval pemupukan terbaik untuk aklimatisasi anggrek dendrobium adalah 6 hari sekali yang menghasilkan pertambahan tinggi rerata 1,43 cm. Lama penyungkupan terbaik adalah tanpa penyungkupan yang menghasilkan jumlah akar rerata 10,42 helai dan panjang akar rerata 8,29 cm. Kombinasi interval pemupukan dan lama penyungkupan terbaik adalah 6 hari sekali dengan tanpa penyungkupan yang menghasilkan pertambahan tinggi rerata 2,23 cm.
Efikasi Asap Cair Hasil Pirolisis Pelepah Sawit untuk Pengendalian Kutu Kebul dan Pengaruhnya Terhadap Tanaman Cabai Merah Mila Lukmana; Linda Rahmawati; Isna Fazria; Indriani; Herry Iswahyudi; Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid; Muhammad Helmy Abdillah
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i2.517

Abstract

Bemisia tabaci Genn merupakan vektor hama begomovirus CMV, TMV, ChiVMV, PepYLCV pada tanaman cabai. Berbagai penelitian telah memastikan efektivitas asap cair menurunkan jumlah serangga dan mampu mengendalikan kerusakan yang diakibatkannya. Pelepah kelapa sawit merupakan bahan baku lokal yang melimpah yang dapat dipirolisis menjadi asap cair dan diduga dapat mengendalikan intensitas serangan serangga pada tanaman cabai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh asap cair pelepah kelapa sawit terhadap jumlah nimfa kutu kebul, intensitas serangannya terhadap tanaman, mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, dan mengetahui hubungan dosis pemberian asap cair terhadap ketahanan tanaman. Penelitian ini dilakukan dalam rancangan acak lengkap dengan 32 percobaan ulangan di dalam screen UV Politeknik Hasnur dari Desember 2021 hingga Mei 2022. Analisis data menggunakan model uji Tukey's HSD dengan 5% α. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 mL per 1000 mL asap cair yang terbuat dari pelepah sawit mengurangi jumlah nimfa dan intensitas serangan, tetapi pertumbuhan tanaman menjadi tercekam dengan korelasi negatif (R2 = 35%) terhadap ketahanan tanaman pada setiap peningkatan dosis. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan asap cair harus bersentuhan langsung dengan organisme pengganggu tumbuhan.
Identification of Pests and Diseases on Coconut (Cocos nucifera L.) in Sangihe Island Regency, North Sulawesi Province, Indonesia Alisya Talita Papona; Efi Toding Tondok; Bonjok Istiaji
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i2.520

Abstract

As an archipelago regency, the Sangihe Islands has been known for its expanses of coconut plantations, which are one of the local community's primary commodities and sources of income. An inventory of pests and diseases specific to coconut in this area has never been carried out, and this information is needed, especially regarding sustainable coconut management. This study aimed to determine the presence of coconut pests and diseases in Sangihe and to obtain the latest conditions related to pests and disease incidence. The research was carried out through several stages, i.e., interviewing farmers, sampling, and identifying and documenting pests and diseases. The climate condition of Sangihe Island is classified as type A (very wet), with an average rainfall of 248 mm, temperature of 27 C, and humidity of 83% from 2017-2021. This condition is one of the determining factors for the existence of pest attacks and disease-causing pathogen infection on coconut. Pests dominated as disturbing organisms compared to diseases caused by plant pathogens. These pests included grasshoppers, coconut rhinoceros beetles, coconut hispine beetles, coconut mites, and white-tailed mice. Observations of the damage intensity by Sexava coriaceae were conducted in the Tahuna Barat district by selecting three land categories. The most severe damage occurred in field B (mostly planted with Hybrid Coconuts) with a percentage of 39%, while the lowest damage was in field C (mostly planted with Tall Coconuts), at 17%. The major disease detected was a gray leaf spot caused by the fungus Pestalotiopsis palmarum. The highest disease incidence and severity were found in Tabukan Utara district with percentages of 43% and 22% respectively, while the lowest incidence and severity were found in Tahuna Barat district with percentages of 3% and 1%, respectively.
Pengaruh Media Tanam dan Pemberian Berbagai Dosis Kalium Nitrat terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Endah Devi Astuti; Kacung Hariyono
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i2.527

Abstract

Produksi mentimun di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun masih tergolong rendah, yaitu rata-rata 10 ton/ha. Sehingga perlu usaha untuk meningkatkan produksi mentimun dengan berbagai macam teknologi yang tepat dalam budidaya mentimun diantaranya penggunaan media tanam dan pemupukan yang tepat. Media tanam dapat dikombinasikan untuk mendapatkan berbagai nutrisi yang tepat untuk tanaman dapat tumbuh, berkembang, dan bereproduksi dengan baik. Salah satu pupuk yang dibutuhkan tanaman untuk memenuhi unsur nitrogen dan kalium adalah Kalium Nitrat (KNO3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara jenis media tanam dengan berbagai dosis kalium nitrat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Lengkap Faktorial dan diulang 3 kali dengan faktor pertama yaitu jenis media tanam yang terdiri atas empat taraf yaitu tanah (P1), tanah + cocopeat (P2), tanah + arang sekam (P3), dan tanah + pasir (P4). Faktor kedua yaitu dosis KNO3 yang terdiri atas 4 taraf, yaitu Kontrol-NPK (K1), KNO3 10 gr/tanaman (K2), KNO3 15 gr/tanaman (K3) dan KNO3 20 gr/tanaman (K4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kombinasi perlakuan media tanam dan dosis KNO3 berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang dengan perlakuan P3K3 sebagai perlakuan terbaik. Media tanam terbaik yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun adalah media yang terdiri atas tanah dan arang sekam dengan perbandingan 1:1. Dosis KNO3 yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun adalah dosis 15 gr/tanaman.
Evaluasi Daya Hasil dan Heritabilitas pada Beberapa Genotipe Tomat (Solanum lycopersicum L.) Umi Nuraisyah; Elza Zuhry; Yunandra
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i2.538

Abstract

Produksi tomat dapat ditingkatkan melalui teknik pemuliaan tanaman dengan merancang vaeritas tomat adaptif pada dataran rendah dan melakukan seleksi pada genotipe-genotipe unggul menggunakan parameter genetik heritabilitas. Penelitian bertujuan mengevaluasi produksi dan heritabilitas karakter komponen hasil pada beberapa genotipe tomat. Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau menjadi lokasi percobaan ini mulai September 2022 hingga Februari 2023. Rancangan acak kelompok (RAK) adalah metodologi penelitian yang digunakan. Sebanyak 30 unit percobaan diperoleh dengan mengulang setiap genotipe hingga tiga ulangan. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa genotipe F7 003008-1-12-10-10-6(1) (SG3), F7 078097D-9-7-2-21-13(1) (SG5), dan F7 097D078-2-2-2-10(19R)-4(3) (SG6) merupakan genotipe-genotipe yang memiliki berat buah per tanaman dan jumlah buah lebih baik dari varietas Ratna dan Intan. Karakter waktu panen pertama, diameter buah, panjang buah, berat buah, jumlah buah, dan berat buah per tanaman adalah karakter dengan heritabilitas tinggi, sedangkan karakter umur muncul bunga adalah karakter dengan heritabilitas sedang.