cover
Contact Name
Rachmad Rizal Yulianto
Contact Email
rahmatrizalyulianto1990@gmail.com
Phone
+6285791298048
Journal Mail Official
jurnal.alwijdan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Mojosari No.2, Dawuhan, Jatirejoyoso, Kec. Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65163
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Wijdan : Journal of Islamic Education Studies
ISSN : 25412051     EISSN : 25413961     DOI : 10.58788
AL-WIJDÁN: Journal of Islamic Education Studies is a scientific journal of Islamic education that contains the results of research by experts in the field of Islamic education from various perspectives, including: Islamic Education Management Islamic Education and Peace Character building Islamic Education Innovation Educational Technology and Islamic Education Curriculum Islamic Education for Elementary, Middle, and Higher Levels Islamic Education Literacy, and Other Islamic Studies
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020" : 8 Documents clear
Implementasi Konsep Pendidikan Muhammadiyah dalam Upaya Membentuk Generasi Unggul Muhammadiyah Iwantoro; Lilik Masruroh
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.792 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i1.399

Abstract

This study aims to describe the implementation of the concept of Muhammadiyah education at the secondary school level (SMA/SMK) to form a quality generation of Muhammadiyah in Pasuruan Regency and outline the supporting and inhibiting factors encountered in forming the quality generation. The researcher uses a qualitative approach, in which the researcher tries to describe as objectively as possible the findings in the field. This research was conducted in SMA/SMK Muhammadiyah under the auspices of the PD Muhammadiyah Dikdasmen Board of Pasuruan Regency. The schools are Muhammadiyah 4 Gempol High School, Muhammadiyah 3 Pandaan High School, Muhammadiyah 1 Pandaan Vocational School, and Muhammadiyah 2 Lekok Vocational School. Researchers conducted interviews with each of these institutions as well as conducting observations to photograph the state of education in the Muhammadiyah schools. The results showed that the Muhammadiyah schools had carried out education well in terms of formal service. These schools have a relatively small number of students compared to other schools because the focus on implementing the Muhammadiyah concept of education experiences obstacles besides that the majority of students have a Nahdlatul Ulama background '. The preparation of Muhammadiyah cadres from these schools could not be carried out optimally, so graduates from Muhammadiyah schools with other schools could be said to have almost the same characteristics. Supporting factors in the implementation of this educational process include; education staff, the majority of whom are still young, and have established cooperation with related parties. The inhibiting factors include; in put low students, educational facilities that do not meet standards, and community participation in operational financing less than the maximum.   Key Words: The concept of Muhammadiyah,  education,  quality generation.
Evaluasi Ranah Afektif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Persepektif Kurikulum 2013 Mufidah, Luk Luk Nur
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.674 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i1.400

Abstract

We realize that between the learning process, behavior, human growth and development and how our thoughts and our feelings are interconnected and very influential in decision making. PAI teachers found several problems in carrying out the Affective domain evaluation. This study aims to describe and analyze the planning, implementation and evaluation of the affective domain in SMAN 1 and SMKN 1 Kertosono Nganjuk. This research design uses a multi-site study design, which seeks to describe a particular setting, object or event in detail and in depth. There are similarities and differences in the planning for evaluating PAI learning in the affective domain at SMAN 1 Kertosono Nganjuk and SMKN 1 Kertosono Nganjuk. The equation is an affective domain of PAI learning evaluation planning in the two schools that are both planned and outlined in the RPP. The difference is that in SMAN 1 Kertosono Nganjuk pays more attention to the whole affective domain of the PAI learning evaluation planning procedure. Reporting the evaluation of PAI affective domain learning in SMAN 1 Kertosono Nganjuk and SMKN 1 Kertosono Nganjuk have similarities and differences. The equation is an affective domain of PAI learning evaluation reporting in the two schools together with the cooperation of PAI teachers, BK teachers and homeroom teachers. While the difference is that in SMAN 1 Kertosono Nganjuk the evaluation data is entered into the curriculum and then to the homeroom teacher and the BK then the curriculum is ready to print. Whereas at SMKN 1 Kertosono Nganjuk, each subject submitted the subject value to the evaluation section then submitted it to the homeroom teacher. Reporting the evaluation of PAI affective domain learning in SMAN 1 Kertosono Nganjuk and SMKN 1 Kertosono Nganjuk have similarities and differences. The equation is an affective domain of PAI learning evaluation reporting in the two schools together with the cooperation of PAI teachers, BK teachers and homeroom teachers. The difference is that in SMAN 1 Kertosono Nganjuk the evaluation data is entered into the curriculum and then to the homeroom teacher and the BK then the curriculum is ready to print. Whereas at SMKN 1 Kertosono Nganjuk, each subject submitted the subject value to the evaluation section then submitted it to the homeroom teacher.   Key Words: Affective domain evaluation,  PAI, Curriculum 2013.
Kompetensi Pedagogik Guru PAI dalam Menerapkan Penilaian Autentik di Sekolah Dasar Nafiah, Siti
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.926 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i1.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru PAI dalam menerapkan penilaian autentik di SDN Kecamatan Belitang Madang Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, peneliti ini mendeskripsikan suatu fenomena   atau suatu keadaan sebenarnya yang dialami oleh subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah Guru PAI. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru PAI dalam menerapkan penilaian autentik mencakup perencanaan, penerapan, dan hasil belajar peserta didik. Dari hasil perencanaannya sudah cukup baik karena sudah melakukan standar perencanaan penilaian. Pelaksanaan ketiga aspek penilaian autentik di Kecamatan Belitang Madang Raya lebih sering menggunakan penilaian pada aspek kognitif saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotorik jarang digunakan. Hasil belajar peserta didik cukup baik karena rata-rata di atas KKM.   Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, Guru PAI, Penilaian Autentik.
Peran “Jama’ah Aremania” dalam Kegiatan Keagamaan di Kabupaten Malang Achadah, alif
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.823 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i1.429

Abstract

Sepak Bola lebih dari sekedar dari hidup dan mati, Bill Shankly pernah berucap seperti itu. Sepak bola memang nyatanya lebih dari itu. Sepak bola tidak terlepas dari supporter yang merupakan salah satu elemen penting di setiap keberadaannya. Malang, identik dengan Arema FC. Mereka juga memiliki supporter militant bernama Aremania. mereka salah satu supporter terbaik di Indonesia. Ketika ada sebuah fenomena sepak bola dan supporter menjadi elemen dalam berdakwah, maka munculah fenomena bernama Jama’ah Aremania di Desa Pagedangan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Siapakah Jama’ah Aremania? (2) Bagaimana Peran Jama’ah Aremania pada kegiatan keagamaan di Desa Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang? (3) Bagaimana dampak keikutsertaan Jama’ah Aremania pada kegiatan keagamaan terhadap Desa Pagedangan Kecamatan Turen Kabupaten Malang?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan cara untuk melakukan pengecekan keabsahan data adalah melalui perpanjangan pengamatan dan trianggulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Jama’ah Aremania masih terstruktur dan masuk dalam Arema FC. Aremania merupakan embiro dari Jama’ah Aremania sendiri. Jama’ah Aremania sendiri tumbuh dan lahir karena keresahan yang di alami oleh Aremania dan pemuda Desa Pagedangan terhadap kehidupan dan kondisi lingkungan mereka. (2) Jama’ah Aremania sangat berpengaruh besar terhadap beberapa sendi kehidupan di masyarakat Desa Pagedangan dan turut mempunyai andil dalam beberapa perubahan yang terjadi di dalamnya. (3) dampak yang paling nyata terlihat dari sini adalah sangat berkurangnya pola hidup yang destruktif dan mulai kembali ke jalan yang lebih positif dan mengenal Islam lagi.   Kata Kunci: Sepak Bola, Arema FC, Aremania, Jama’ah Aremania, Desa Pagedangan.
Kepemimpinan Pendidikan dalam Pengembangan Budaya Kerja Dosen di Perguruan Tinggi Rohmah, Noer
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.973 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i1.430

Abstract

Perguruan tinggi sebagai institusi sosial yang mempengaruhi budaya suatu bangsa harus siap menghadapi tantangan perubahan dengan menghasilkan lulusan yang tangguh. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menjadi lembaga visioner global dan memiliki sumber daya berstandar internasional. Untuk menjawab kebutuhan ini, perlu dilakukan perubahan paradigmatik yang adaptif terhadap perubahan-perubahan di masa depan; seperti memiliki pola pikir visioner berorientasi pada penciptaan budaya kerja yang dinamis, produktif, dan kompetitif. Kondisi ideal ini akan terwujud melalui seting kepemimpinan yang kompeten. Faktanya kepemimpinan seseorang akan lebih efektif jika didukung oleh kondisi budaya kerja yang kuat. Dalam artikel ini akan dibahas tentang kepemimpinan dan korealsinya dengan penciptaan budaya kerja produktif Dosen di perguruan Tinggi Islam Swasta di Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif; jenis studi kasus dengan desain multikasus. Hasil penelitian ini menunjukkan; 1) Konsep pendidikan kepemimpinan dalam pengembangan budaya kerja dosen menekankan pada kemampuan membentuk inti keyakinan dan nilai-nilai inti pekerjaan yang teraktualisasikan dalam tingkah laku dan sistem kerja, 2) model kepemimpinan, mengembangkan spiritual-transformasional dan kepemimpinan visioner melalui profesionalisme. dan pendekatan berbasis situasi dan kolegial berbasis budaya, 3) Strategi kepemimpinan, mengembangkan strategi empiris rasional, strategi normal-reeducative dan strategi power-coercive jenis prospector dan defender, 4) Hasil dari strategi kepemimpinan adalah peningkatan kinerja dosen (disiplin, kerja produktivitas, prestasi kerja), dan melahirkan sikap kerja utama, komitmen dan kepuasan kerja.   Kata Kunci: Kepemimpinan Pendidikan, Pengembangan Budaya Dosen.
Urgensi Kode Etik Guru dalam Membentuk Karakter Siswa: Studi Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari Ahmad, adam ahmad syahrul alim
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.08 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i1.433

Abstract

K.H. Hasyim Asy'ari in formulating the teacher's code of ethics, he first looked at the teacher as a profession that was very sacred and loaded with values of worship. The task of the teacher is not only limited to the activity of providing teaching, but also to provide education in the real sense. Namely directing students to have noble character and personality and noble behavior in accordance with religious and ethical norms. This paper aims to examine the code of ethics of a teacher described by KH. Hasyim Ash'ari in Chapters 5 through 8 of the book of Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim. Using library research methods by taking several discussion points related to the purpose of writing. And among the results of this study are: 1. The Adabul Book ‘Alim Wal Muta’allim is one of the monumental works of KH Hasyim Asy’ari who talks about morals for education practitioners. 2. The author can pull some of the main substances that the author classifies into 5 important points, namely: related to the nature of the teacher; teacher as a profession; basic concepts of teaching / educating; teaching / educating methods; and the progression of KH. Hasyim Asy'ari about the teacher's code of ethics. 3. Teacher code of conduct formulated by KH. Hasyim Asy'ari has a significant level of relevance, especially regarding efforts to realize the ideals and goals of national education.   Keywords: Code of ethic, KH. Hasyim Asy’ari, Adabul Alim wal Mutaallim.
Dinamika Pendidikan Pesantren di Pulau Jawa: Integrasi Sejarah dan Kearifan Lokal Hanif, Muhammad
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.954 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i1.464

Abstract

Hakikat pendidikan Nusantara adalah pendidikan pondok pesantren. Dinamika berdirinya lembaga tersebut memberikan banyak multitafsir berkaitan dengan keberadaannya yang disebut sebagai lembaga pendidikan tradisional. Artikel ini memuat tentang perjalanan pesantren, komponen, dan kearifan lokal sebagai ciri khas dari eksistensi pendidikan pesantren yang tradisional ditinjau berdasarkan hasil studi literatur dalam perspektif akademisi Barat dan Nusantara. Oleh karena itu, kajian yang secara rinci mendeskripsikan kontribusi tokoh pendiri pesantren ke-dalam bentuk kongkrit menjadi sangat penting, sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi para generasi penerus dalam menyebarkan ajaran Islam di masa yang akan datang.   Kata Kunci: Dinamika Pesantren, Sejarah dan kearifan local.
Konstruksi Budaya Damai Berbasis Manajemen Kesiswaan dalam Model Sekolah Ramah Anak inayati, isna nurul; rofik, Abdur
AL-WIJDÃN Journal of Islamic Education Studies Vol. 5 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Faculty of Islamic Sciences, Raden Rahmat Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.321 KB) | DOI: 10.58788/alwijdn.v5i1.474

Abstract

Harmonisasi kehidupan merupakan suatu kondisi yang diharapkan oleh semua bangsa. Tanpa harmonisasi, tentunya akan muncul banyak kekacauan dan perpecahan dalam masyarakat. Indonesia sebagai bangsa yang heterogen (multi-culture, etinik, ras, dan agama), dinilai cukup rentan terhadap munculnya konflik sosial yang dapat mengancam keutuhan negara (disintegrasi bangsa). Untuk itulah konstruksi budaya damai dalam berkehidupan bermasyarakat di pandang sebagai suatu hal yang urgent dan wajib dilakukan. Konstruksi budaya damai dapat diajarkan melalui pembiasaan baik dan contoh-contoh kongkrit di lingkungan sekolah dan masyarakat pada umumnya. Pembiasaan budaya damai di sekolah perlu dilakukan melihat kondisi pendidikan hari ini mulai rawan akan munculnya berbagai aktifitas perundungan (bullying) pada diri siswa. Atas dasar inilah, penerapan model madrasah/sekolah ramah anak perlu diinisiasi, dikembangkan, dan diterapkan di semua lini pendidikan terutama pada jenjang Pendidikan Dasar. Faktanya, jenjang ini menjadi dasar untuk mengkonstruksi dasar-dasar pengetahuan dan karakter dalam diri siswa. Karena apa yang diajarkan dan diinternalisasikan pada fase ini akan mengakar kuat pada diri siswa. Konstruksi budaya damai di sekolah dapat dilaksanaan melalui manajemen kesiswaan model sekolah ramah anak. Dalam kontek ini, konstruksi budaya damai berbasis manajemen kesiswaan telah di laksanakan di SDN 01 Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang; dan didesain melalui program 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun). Program 5S ini merupakan turunan dari Visi-Misi Sekolah yang dijabarkan dalam manajemen kesiswaan. Hasil penerapan program ini secara nyata berkonstribusi positif dalam upaya meningkatkan harmonisasi dan prilaku damai siswa SDN 01 Palaan.   Kata Kunci: Konstruksi Budaya Damai, Manajemen Kesiswaan, Sekolah Ramah Anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 8