Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN"
:
15 Documents
clear
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANALGETIK DI RUMAH SAKIT
Nindya Prastiwi;
Hansen Nasif;
Yufri Aldi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.401
Pendahuluan : Nyeri merupakan keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien di rumah sakit. Nyeri yang masih dirasakan pasien setelah menerima analgesic, menandakan bahwa terdapat ketidakefektifan penggunaan analgetik pada pasien. Keefektifan penggunaan analgetik menentukan keberhasilan terapi.Tujuan : Mengetahui efektifitas penggunaan analgetik dalam penatalaksanaan nyeri pada pasien terutama dalam penggunaannya di Rumah Sakit.Metode : Literatur review. Strategi pencarian data yaitu adalah mencari langsung grey literatur melalui mesin pencarian data Google dan menggunakan database Google Scholar, Pubmed dan ScienceDirect dengan kata kunci “Efektivitas Analgetik Rumah Sakitâ€. Research question dibuat dengan format PEOS dan penyaringan data menggunakan PRISMA Flowcart. Kriteria inklusi meliputi jurnal tentang efektivitas analgetic yang telah dipublikasi dalam sepuluh tahun terakhir (2010-2020), jurnal nasional dengan akreditasi sinta 1-6, dan jurnal internasional yang terindex scopus dengan ranking Q1-Q4. Kriteria eksklusi meliputi jurnal yang tidak terfokus membahas efektivitas analgetic atau intensitas nyeri, dan jurnal yang dengan metode review.Hasil : Dari 18 jurnal yang direview, Sebagian besar jurnal tersebut membahas perbandingan efektivitas antara dua atau lebih analgetik, baik analgetik tunggal maupun kombinasi. Dari perbandingan tersebut penggunaan analgetic kombinasi dianggap efektif digunakan pengganti opioid.Kesimpulan : Efektivitas suatu analgetic dapat tercapai dengan baik bila disesuaikan dengan derajat nyeri pasien. Saat ini, penggunaan terapi multimodal sering digunakan di rumah sakit, karena selain efektif menurunkan intensitas nyeri, kombinasi analgetik opioid dengan analgetik non narkotik mampu menekan efek samping yang ditimbukan oleh opioid, mengurangi ketergantungan penggunaan opioid pada pasien, serta mempercepat masa pemulihan, sehingga meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan.
ANALISIS BAHAYA DAN RESIKO PADA UNIT PELAKSANA UJI BERKALA KENDARAAN BERMOTOR
Anton Budiharjo;
M Iqbal;
Mohammad Archi Maulyda Archi Maulyda
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.402
Pendahuluan : Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Kabupaten Kebumen merupakan salah satu unit pelayanan publik yang setiap harinya melayani uji berkala kendaraan bermotor (keur) sehingga terdapat potensi bahaya dan resiko kecelakaan kerja yang mengintai setiap harinya.Tujuan : Penelitian ini secara khusus membahas bahaya dan resiko di dalam proses pengujian berkala kendaraan bermotor.Metode : Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) dipakai dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mengidentifikasi bahaya serta resiko pada pelaksanaan uji berkala pada UPBKB Kabupaten Kebumen, sehingga dapat diberikan rekomendasi usulan pengendalian dan mitigasi dampak guna meminimalisir kecelakaan kerja berdasarkan jenis dan kategori resikonya.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah resiko pada pengujian kolong bawah kendaraan berada pada level tinggi dengan temuan bahaya berupa terbentur bagian kepala dengan bagian bawah kendaraan, terkena tetesan oli dan cairan panas dari bagian bawah kendaraan, paparan radiasi panas dari bagian mesin kendaraan. Resikonya luka pada kepala, iritasi pada mata dan kulit serta paparan radiasi panas ke tubuh.Kesimpulan : Kesimpulannya terdapat potensi bahaya dan resiko pada UPUBKB Kabupaten Kebumen yaitu pada pengujian kolong kendaraan mendapatkan risk level tinggi sehingga perlu adanya identifikasi dan mitigasi dampak guna mengeliminasi bahaya dan resiko tersebut.
PEMETAAN KERAWANAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA PADANG
Febry Handiny;
Gusni Rahmah;
Nurul Prihastita Rizyana
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.407
Latar Belakang: Prevalensi Demam Berdarah Dengue (DBD) diperkirakan mencapai 3,9 milyar orang di 128 negara berisiko terinfeksi virus dengue. DBD ditemukan didaerah tropis dan sub-tropis dimana Asia berada pada urutan pertama di dunia dalam kasus DBD setiap tahunnya. WHO melaporkan Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita DBD tertinggi di Asia Tenggara.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kasus DBD per kecamatan dan sebaran kerawanan penyakit DBD berdasarkan kelembaban udara dan kepadatan penduduk di Kota Padang.Metode: Penelitian ini menggunakan pemodelan spasial faktor-faktor lingkungan fisik yang berpengaruh terhadap kejadian DBD dengan menggunakan sistem informasi geografis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berbantuan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Padang dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang Tahun 2020. Analisa data menggunakan skoring untuk mengahasilkan zona kerawanan DBD.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Kurnji, Koto Tangah dan Padang Timur mempunyai kerawanan yang tinggi. Tingkat kerawanan penyakit demam berdarah di Kota Padang ditampilkan dalam bentuk peta.Simpulan: Perlunya upaya pencegahan penyakit DBD berbasis wilayah dalam pengendalian fakto risiko DBD
PENGOLESAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL PADA STRIAE GRAVIDARUM
Indah Putri Ramadhanti;
Gita Ruthika Amy
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.408
Latar Belakang: Pada masa kehamilan, terjadi perubahan pada kulit yang berbeda antara satu wanita dengan wanita lain dikarenakan adanya pertambahan darah yang mengalir ke kulit yang menyebabkan perubahan kulit wanita hamil yaitu striae gravidarum. Hampir 90% ibu Hamil di Indonesia mengalaminya. Kandungan Extra Virgin Olive Oil (EVOO) dapat mengurangi permasalahan kulit tersebut yang masih jarang digunakan di Indonesia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengolesan EVOO terhadap perubahan striae gravidarum pada ibu hamil Trimester II di Klinik Bina Kasih Sarolangun.Metode: Metode penelitian adalah Quasy Eksperimen dengan pendekatan one group pre and post test design. Populasi sebanyak 14 orang ibu hamil, sampel 8 responden dengan Teknik purposive samplingHasil: Dari hasil uji normalitas saphiro wilc, didapati data berdistribusi normal sehingga uji bivariat menggunakan paired t-test. Hasil Analisa univariat didapati rerata striae gravidarum pretest adalah 2,38 dengan kategori II (warna merah tua) dan III (warna ungu), rerata striae gravidarum posttest adalah 1,25 dengan kategori I (warna merah muda). hasil Analisa bivariat dengan p-value Â0,012Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengolesan EVOO terhadap perubahan striae gravidarum pada ibu hamil Trimester II. Disarankan bahwa ibu hamil dapat menjaga dan memelihara kulit dari awal kehamilan sehingga dapat mengurangi perluasan striae gravidarum selama kehamilan yang dapat mengganggu kenyamanan selama kehamilan.
PENGGUNAAN MOBILE TECHNOLOGY DAN PENELITIAN PARTISIPATORIS UNTUK PENCEGAHAN DROUP-OUT KB SELAMA PANDEMI COVID-19
Andari Wuri Astuti;
Mufdlillah Mufdlillah;
Witriani Susasi Anggraeni;
Ewang Sewoko
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.422
Latar Belakang Masalah: Pada masa pandemi COVID-19, Pasangan Usia Subur (PUS) di Indonesia mengalami hambatan untuk melakukan kunjungan di fasilitas kesehatan dikarenakan pembatasa sosial, hal ini juga mempersulit PUS mengakses kontrasepsi. Data menunjukkan bahwa pada rentang Maret sd Mei 2020, terdapat peningkatan jumlah kehamilan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mencegah drop out KB pada PUS selama masa pandemi COVID-19 dengan menggunakan mobile technology dan PAR serta menggali pengalaman stakeholder KB.Metode: Kegiatan yang dimplementasikan dalam penelitian ini ada 2 kegiatan besar yaitu dengan melakukan PAR dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kontrasepsi dan KB. Blended online-offline method diterapkan dalam pendidikan kesehatan ini. Mobile technology dipilih sebagai media untuk memberikan pendidikan kesehatan, WhatsApp dan Youtube video digunakan untuk mengirimkan pesan dan informasi tentang kontrasepsi dan KB, serta memberikan informasi tentang akses kontrasepsi pada masa pandemi COVID-19. Study PAR ini dilaksanakan pada bulan Juni sd Agustus 2020, dan one to one interview dilakukan untuk menggali pengalaman stakeholder.Hasil: Data interview menunjukkan bahwa PUS merasakan bahwa penggunaan mobile technology memberikan manfaat bagi mereka untuk dalam memperoleh pengetahuan dan informasi tentang kontrasepsi dan KB.PAR juga memberikan kesempatan kepada PUS untuk bisa berkontribusi pada sebuah program intervensi kesehatan yang menyebabkan emreka lebih bisa berpartisipasi pada program tersebut. Kader, tokoh masyarakt dan bidan juga merasakan manfaat positif dari program yang dijalankan dalam memberdayakan masyarakat di daerah tersebut.pada masa pandemi COVID-19. Namun demikian, ketidakstabilan jaringan internet dibeberapa daerah dianggap senagai salah satu tantangan pada saat implementasi.Kesimpulan: Diperlukan scope dan tempat yang luas untuk implementasi pada studi yang sam, sehingga mangaaf dari program bisa dirasakan oleh lebihnbanyak masyarat, hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan kesdaran ber KB serta menurunkan angka drop out KB pada masa pandemi COVID-19.
PENTINGNYA PELAYANAN ANTENATAL CARE SELAMA KEHAMILAN
Suci Maisyarah Nasution
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.423
Latar Belakang: Kehamilan sehat merupakan gambaran dari kelahiran sehat dan aman. Secara global hampir 15% bayi di seluruh dunia dilahirkan dengan berat badan lahir rendah, serta berdampak pada kematian dan kesakitan bayi. Pemeriksaan kehamilan sangat disarankan sebagai salah satu strategi untuk menurunkan angka kejadian BBLR.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) dengan kejadian BBLR.Metode: Penelitian ini merupakan studi Analitik Observasional dengan rancangan case-control. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling seluruh Rekam medis pasien bersalin di RSUD sebanyak 65 kasus dan 65 kontrol, sampel yang di ambil dalam penelitian ini dengan memenuhi kriteria Inklusi ibu yang memiliki catatan pemeriksaan kehamilan, bayi tunggal, bayi lahir hidup, dan kriteria ekslusi : jumlah kehamilan ibu < 2x. Pengelompokan ANC yang baik dengan melakukan pemeriksaan kehamilan > 4 x. pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan α0,05.Hasil:Hasil menunjukkan 56,9% umur ibu pada kasus dan kontrol berada pada rentan yang bagus (<35 tahun) padan hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan ANC dengan kejadian BBLR dengan nilai p value = 0,001, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ANC dengan kejadian BBLR dimana ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan < 4 x selama kehamilan beresiko melahirkan bayi BBLR.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PELAKSANAAN PEMBERIAN SUPLEMENTASI KAPSUL VITAMIN A DI KOTA PEKANBARU
Fathia Maulida;
Asih Setiarini
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.425
Latar Belakang Masalah: Covid-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan disebabkan oleh virus bernama Coronavirus. Karena penyebarannya yang cepat dan penambahan kasus yang banyak, WHO kemudian mengumumkan penyakit ini sebagai pandemi di seluruh dunia. Untuk menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia menerapkan berbagai peraturan mengenai kedaruratan dan pembatasan sosial yang salah satunya adalah penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan covid-19.Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan suplementasi kapsul vitamin A di pelayanan kesehatan saat sebelum dan sesudah adanya pandemi covid-19 di Kota Pekanbaru.Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif kemudian disajikan dengan naratif deskriptif. Wawancara dilakukan dengan 4 orang petugas gizi dari 4 puskesmas yang berbeda di Kota Pekanbaru secara langsung dengan protokol kesehatan ketat. Data yang di hasilkan di buat transkrip kemudian di analisis konten berdasarkan analisis persepsi informan dalam memberikan pendapat dan pengalaman mengenai pelaksanaan suplementasi vitamin A.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan suplementasi kapsul vitamin A di puskesmas Kota Pekanbaru sebelum pandemi sudah berjalan dengan baik namun terjadi perubahan drastis dalam pelayanan kesehatan dan pelaksanaan suplementasi vitamin A saat pandemi covid-19 sehingga menyebabkan penurunan cakupan pencapaian keberhasilan yang signifikan jauh dibawah target nasional sebesar 82%. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya kebijakan pembatasan kegiatan (PSBB) sehingga berdampak pada pelaksanaannya dan juga rasa takut dari kader dan masyarakat untuk melaksanakan pelayanan kesehatan saat pandemi covid-19 ini.Simpulan: Dibutuhkan penguatan kinerja tenaga kesehatan dan dukungan dari tokoh masyarakat dalam optimalisasi pelaksanaan suplementasi vitamin A saat pandemi covid-19 ini.
EXTRACT VIRGIN OLIVE OIL AS A NATURAL REMEDY IN REMOVING CRADLE CAP IN INFANTS
Kholilah Lubis;
Nofri Wardianti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.426
Background: Cradle cap (Infantile Seborrhoeic Dermatitis), a form of dermatitis that manifested as patches of scale severity on the scalp of infants. The plaque is hard, thickness and tightly scale accompanied by red inflammation resembling a hat, cause itching, discomfort and causes stress to the parents with the prevalence rate of 3.5% in worldwide distribution. Extract Virgin Olive Oil (EVOO) have an anti-inflammatory, antioxidant, wound healing, skin ageing, and reduces the incidence of skin cancer.Purpose: The aim to determine the effect of EVOO with a duration time to recover the cradle cap.Method: This study was a queasy experiment with the control group (was not administration) and the intervention group (was given four drops of EVOO). The population was 21 infants and only five infants with cradle caps in the Siulak Mukai Public Medical Centre area, Kerinci Regency, Jambi. The sampling technique used the purposive sampling technique for as many as 10 samplings. Infants are aged 1-4 months; cradle cap confirmed in the head with a low degree (less than 10%) from the infant's head's frontal area and parietal areas. The statistical analysis used an independent sample t-test.Result: There were significant differences between the two groups in the duration of recovered the cradle cap (p = 0.000). Further analysis demonstrated a favourable effect of the intervention group with duration time to recovered 10.20 days than the control group is 27.60 days.Conclusion: EVOO is recommended to remove cradle caps in infants and nourish hair by making the infant's scalp moist by preventing oxidative damage.
PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU SEHAT PASIEN HIPERTENSI
Tika Ramadanti;
Evi Hasnita;
Oktavianis Oktavianis
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.427
Latar Belakang: Pada tahun 2017 tercatat kabupaten Sijunjung berada pada urutan 6 tertinggi kasus hipertensi yaitu dengan jumlah kasus sebesar 1.749 kasus dan angka ini mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Permasalahan umum pada pasien hipertensi adalah kurangnya pemahaman serta perilaku sehat responden dalam mengontrol tekanan darah.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Menggunakan Metode Demonstrasi Langsung dan Media Aplikasi Whatsapp Terhadap Perilaku Sehat Pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Kabupaten Sijunjung Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini mixed method, populasi pada penelitian ini sebanyak 811 orang yaitu pasien hipertensi pada wilayah fokus penelitian dan pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional sampling dengan besaran sampel sebanyak 30 orang. Informan pada penelitian ini ditetapkan 1 orang anggota keluarga pasien yaitu sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara mendalam.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas penyuluhan kesehatan menggunakan metode demonstrasi dan dengan media aplikasi wahtsapp dengan beda rata-rata 6,2 dan p = 0,021 dimana metode demonstrasi lebih efektif dalam meningkatkan perilaku sehat pada pasien hipertensi. Hasil analisis kualitatif juga menunjukkan bahwa perbedaan mencolok antara kedua kelompok adalah pada perilaku merokok dimana pada kelompok demonstrasi langsung terlihat responden lebih mampu untuk mengubah perilaku sehat dalam mengurangi dan menghentikan kebiasaan merokok.
KAJIAN PENGGUNAAN MISOPROSTOL ORAL DAN VAGINA SEBAGAI PENGINDUKSI PERSALINAN
Adji Prayitno Setiadi;
Yosi Irawati Wibowo;
I Gede Yudi Anggara;
I Made Yogista Dhitama
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35730/jk.v12i1.428
Latar belakang: Misoprostol telah digunakan secara luas sebagai penginduksi persalinan, walaupun di beberapa negara masih off-label. Oleh karenanya, pembaharuan data terkait misoprostol perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung praktek berbasis bukti.Tujuan: menyediakan kajian profil misoprostol terkait dengan indikasi, efektivitas dan efek sampingnya.Metode: Kajian naratif dengan penelusuran pada PubMed (Medline), CINAHL, dan Science Direct untuk mendapatkan artikel penelitian acak terkontrol terkait misoprostol oral/vaginal sebagai penginduksi persalinan pada periode 1 Januari 2014 sampai 20 Juni 2020.Hasil: Terdapat 9 artikel yang membandingkan misoprostol vaginal (MV) versus misoprostol oral (MO) (atau placebo atau dinoprostone). Misoprostol terutama digunakan sebagai penginduksi persalinan pada kondisi kehamilan post-datism, atau adanya komplikasi maternal/fetal. MV terlihat lebih efektif terkait ‘kejadian persalinan per-vaginam dalam 24 jam’ dibandingkan MO (1 penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan, p<0,001). Sedangkan terkait dengan ‘tingkat operasi sesar’, masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Efek samping maternal terkait hiperstimulasi uterus dan takisistole menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi pada MV. Efek samping pada fetus, seperti meconium-stained liquor dan abnormalitas denyut jantung fetus, cenderung lebih tinggi pada MV, di mana masing-masing terdapat 1 penelitian yang menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,004 dan p=0,047, secara berurutan).Simpulan: Misoprostol vaginal tampak memberikan profil efektivitas yang lebih baik, namun terdapat kecenderungan risiko efek samping yang lebih tinggi; sehingga, pemberian oral memiliki potensi sebagai alternatif.