cover
Contact Name
Mia Dwianna
Contact Email
mia.dwiana@untirta.ac.id
Phone
+6287832743759
Journal Mail Official
jurnalrisetkomunikasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Raya Palka Km 3 Sindangsari, Pabuaran, Kab. Serang Provinsi Banten.
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JRK (Jurnal Riset Komunikasi)
ISSN : -     EISSN : 26864754     DOI : DOI: http://dx.doi.org/10.62870/jrk
Jurnal Riset Komunikasi aims to encourage research in communication studies. Focus and scopes within the journal include but not limited to: 1. Media anda Text Analysis 2. Cross-cultural Communication 3. Enviromental Communication 4. Health Communication 5. Organizational Communication 6. Political Communication 7. Gender Studies
Articles 160 Documents
Front Cover - Vol. 13 No. 1 Juni 2022 JRK JRK
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i1.15971

Abstract

PERANAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI REMAJA PENGGEMAR KPOP Roro Irene Marchellia; Chontina Siahaan
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i1.14737

Abstract

AbstrakSaat ini banyak remaja yang menyukai budaya Korea, mulai dari drama, film, style, hingga musik. K-pop atau korean pop kedudukan yang besar disini. K-pop mulai banyak dikenal oleh fans khusunya di Indonesia, sekitar tahun 2008 dan semakin dikenal lagi pada tahun 2011. Fans yang semakin banyak tersebut, kemudian bergabung menjadi satu atau bisa disebut dengan sebutan fandom. Yang dilakukan para fans K-pop tersebut sebagian besar adalah berkomunikasi di media sosial khususnya di instagram dengan fans lainnya. Dalam penelitian membahas tentang bagaimana peranan instagram sebagai media komunikasi fans K-pop di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peranan dari media sosial instagram dalam media komunikasi fans K-pop. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan memakai teknik wawancara serta kuisioner menggunakan google form. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yang menjelaskan data-data yang didapat dari responden. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah instagram berperan penting dalam kegiatan komunikasi fans K-pop khususnya peranan dari fitur di instagram yang sering digunakan fans K-pop untuk berkomunikasi dengan fans lain di penjuru dunia. Hasil penelitian juga menyebutkan bahwa peranan instagram sebagai media komunikasi fans K-pop tersebut, membuat mereka mendapatkan teman baru di internet.Kata Kunci : Fans, Instagram, Kpop, Media sosial, RemajaAbstractNowadays, there are many teenagers who like Korean culture, from dramas, movies, styles, to music. K-pop or Korean pop is a big notch here. K-pop began to be widely known by fans, especially in Indonesia, around 2008 and was increasingly recognized again in 2011. The more and more fans, then merged into one or can be called fandom. Most of what K-pop fans do is communicate on social media, especially on Instagram with other fans. In this study, we discuss the role of Instagram as a communication medium for K-pop fans among teenagers. The method used in this study is a qualitative method using interview techniques and questionnaires using google form. The type of research used is a descriptive type of research that explains the data obtained from the respondents. The results obtained in this study are that Instagram plays an important role in the communication activities of K-pop fans, especially the role of features on Instagram that are often used by K-pop fans to communicate with other fans around the world. The results of the study also stated that the role of Instagram as a communication medium for K-pop fans, made them make new friends on the internet.Keywords : Fans, Instagram, K-pop, Social media, Teens
Back Cover - Vol. 13 No. 1 Juni 2022 JRK JRK
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i1.15972

Abstract

AKTIVITAS CYBER PUBLIC RELATIONS PEMERINTAH DALAM DISEMINASI INFORMASI DUKUNGAN UNTUK EKSISTENSI IKON DAERAH Avira Candra Windiana; Eli Purwati; Krisna Megantari
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i1.15232

Abstract

Di setiap daerah memiliki ciri khas budaya unggulan yang mayoritas datang dari adat istiadat pendahulu mereka. Dengan keunggulan budaya yang dimiliki tersebut, beberapa daerah menjadikannya sebagai ikon daerah. Reog Ponorogo merupakan bentuk kesenian berupa atraksi menarik yang membawa tuntunan dan untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat Ponorogo, Jawa Timur yang saat ini diajukan pada pencatatan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke ICH-UNESCO. Pihak pemerintah Ponorogo khususnya humas sangat berperan pada agenda penting ini utamanya pada aktivitas publikasi online atau dikenal dengan istilah cyber public relations. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi aktivitas cyber public relations berdasarkan konsep-konsep dalam bidang kehumasan dan bentuk informasi yang disebarluaskan oleh humas pemerintah Ponorogo kepada publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus untuk mencari literatur sesuai topik dan dalam pengumpulan data dengan observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa humas pemerintah Ponorogo telah melakukan aktivitas cyber public relations diantaranya dengan unggahan publikasi melalui media sosial, website, dan email sebagai upaya pengoptimalan diseminasi informasi yang disebarluaskan kepada publik. Terkait bentuk informasi yang disajikan diselaraskan dengan media yang dipergunakan.
PENGARUH SELEBGRAM TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWI DALAM BERBELANJA ONLINE Ladyba Furi Harahap; Neila Susanti; Syahrul Abidin
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i1.13856

Abstract

Selebgram merupakan selebriti yang terkenal melalui sosial media dan mereka yang dipercaya untuk membawakan produk-produk yang dijual secara online melalui akun Instagram. Frekuensi remaja menggunakan Instagram menyebabkan mereka secara otomatis melihat produk-produk selebgram kesukaan mereka dan ini dapat menyebabkan perilaku konsumtif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh selebgram terhadap perilaku konsumtif yang dilakukan mahasiswi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data yang dikumpulkan oleh peneliti secara online menyebarkan kuesioner kepada 62 responden. Penarikan sampel menggunakan metode Probability Sampling maksudnya seluruh kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil sampel. Peneliti menggunakan korelasional dalam proses analisis data yang dilakukan menggunakan excel 2013. Berdasarkan hasil penelitian analisis data maka selebgram (X1) dan perilaku konsumtif (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap mahasiswi dalam berbelanja online sebesar 0,679 atau 46,1% yang artinya kuat sedangkan 53.9% lainnya dipengaruhi oleh faktor lainnya.
UNDERSTANDING INTER-CULTURAL COMMUNICATION: A STUDY CASE IN WORKPLACE Lambok Hermanto Sihombing; Yohanna Martha Savira Piay
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i1.14797

Abstract

This research intends to find out the obstacles of ethnicity and language in the communication of the import-export company PT. Jalak Kargo Logistik. This research focuses on the effect of ethnic and cultural diversity on the effectiveness of communication in the company. Therefore, it is necessary to study using several theories such as Intercultural communication by Wiggin, Cross-cultural communication by Mitra, Language Barrier by Bowen, Cultural Adaptation Workplace by Haninggan, code switching by Shana Poplack, and code mixing by Holmes. The results of this research show that the use of code switching and code mixing have been used in intercultural communication to solve the language barriers and it has effectively reduced the cultural gap between individuals in the working place.
PARTISIPASI ELEMEN MASYARAKAT FILM TERHADAP PERSOALAN LINGKUNGAN HIDUP Yanuar Luqman; Muhammad Wahyu Widagdo; Nurist Surayya Ulfa
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i2.17478

Abstract

Environmental issues are very complex things that require the participation of various elements of society. The film community is one element of society that is expected to contribute to participation in environmental management. The film produced by the community is one of the cultural artifacts, environmental communication is also inseparable from culture as its context. Film is also a participatory media that is used for the important role of community participation in creating special appropriate media content. With a qualitative descriptive method, this study aims to determine the strategy of the film community in conveying environmental messages. The results showed that the two selected communities had an equally important concern for environmental sustainability. Both use social media for communication coverage through films by choosing advocating narratives to provide a space for dialogue between the general public and interested parties, in this case the government and contributors to environmental problems.
Back Cover - Vol. 13 No. 2 Desember 2022 (JRK) Jurnal Riset Komunikasi
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i2.18651

Abstract

EKSISTENSI DAN PERLAWANAN KAUM EMAK-EMAK DALAM PARADIGMA FEMINISME PADA PILPRES 2019 Rangga Gumelar; Iman Mukhroman; Ikhsan Ahmad; Zakaria .
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i2.16657

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana eksistensi para emak-emak dalam kontes pilpres 2019 pada Sudut Pandang Feminisme Liberalisme Pada Selubung Ideologi Patriaki. Banyak nilai-nilai dari cara berpikir ideologi patriaki yang kemudian menjadi bagian penting dan memiliki nilai dalam kehidupan sosial di masyarakat Indonesia. Ideologi tersebut seakan dengan tidak memberikan kesempatan para kaum emak-emak dalam kancah politik. Apakah fenomena saat ini sebagai gerakan yang sangat berati dalam peningkatan dan peran wanita atau hanya sebagai komodifikasi dalam politik semata. Dengan pendekatan dan metode kualitatif, penelitian ini mencoba menggambarkan apa yang kemudian terjadi diatas fenomena emak-emak dalam piplres 2019 dan konsep diri yang melekat. Observasi dan wawancara mendalam merupakan tehnik yang diakui sebagai sebuah validasi dalam penilitian kualitatif, termasuk didalamnya adanya triangulasi oleh peneliti. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Partisipasi perempuan dalam ranah politik tidak dapat dilepaskan dari pengaruh sistem budaya patriarki yang diwarnai dengan dominasi laki-laki atas perempuan. Masih banyak kaum emak-emak yang memilih lebih cenderung pada kaykinan sesaat bukan pada ideologi yang ada, artinya lebih cenderung damai dan menerima. Sehingga siapapun sesungguhnya yang menjadi pemenang bukanlah masalah bagi kaum emak-emak ini. 
KONSTRUKSI SOSIAL TEKNOLOGI MEDIA BARU APLIKASI TELEMEDICINE OLEH KELOMPOK RELEVAN DOKTER Ryanka Dizayani Putra; Umaimah Wahid; Hafied Cangara
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jrk.v13i2.16689

Abstract

Konstruksi sosial yang dibentuk Pandemi Covid-19 membuat aplikasi telemedicine di Indonesia semakin banyak jenisnya dan  pengguna nya baik masyarakat umum sebagai pasien hingga dokter. Secara umum, aplikasi ini dibuat untuk memudahkan pelayanan kesehatan antara dokter dan pasien tanpa batas ruang dan waktu, mulai dari konsultasi jarak jauh hingga peresepan obat yang bisa dikirim ke rumah. Namun penelitian yang menggunakan Teori Social Construction of Technology (SCOT) menemukan data lebih spesifik dengan menggunakan salah satu komponen SCOT yakni Interpretative Flexibility. Penelitian sebelumnya mengambil sudut pandang interpretasi dari para pasien, namun penelitian ini mengambil sudut pandang para Dokter. Ditemukan bahwa Kelompok Relevan Dokter memaknai teknologi aplikasi telemedicine sebagai penunjang profesinya sebagai dokter, menambah jam praktik secara leluasa untuk menambah pendapatan, dan meningkatkan pelayanan kesehatan Indonesia secara cepat dan seluas-luasnya memanfaatkan keunggulan Media Baru. Hasil penelitian juga menunjukan hasil dari komponen-komponen teori SCOT lainnya yakni The Relevant Social Group, Closure & Stabilization, dan  The Wider Context. Diketahui meski interpretasi dokter terhadap teknologi ini telah mencapai penutupan (closure) namun masih perlu adanya perbaikan dari konteks yang lebih luas yakni segi ekonomi-politik agar maraknya jenis aplikasi yang sama, lalu banyaknya jumlah dokter, namun tidak sebanding dengan jumlah pasien sehingga membuat aplikasi telemedicine terancam ditinggalkan dokter.

Page 9 of 16 | Total Record : 160