Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember. Jurnal ini memuat kajian-kajian pendidikan, Sosial dan Keagamaan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Agustus.
Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 7000-9000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari.
Articles
516 Documents
Strategi Promosi Lembaga Pendidikan kepada Masyarakat dalam Meningkatkan Jumlah Siswa “Studi di Madrasah Aliyah Mu’allimin Mu’allimat Jombangâ€
Wahidah, Finadatul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (727.532 KB)
Di era globalisasi saat ini, peran humas (hubungan masyarakat) sangatlah penting. Mengingat persaingan di lembaga pendidikan sesmakin ketat. Jika menginginkan lembaganya dikenal masyarakat atau khalayak yang nantinya berimbas kepada banyaknya jumlah siswa, maka setiap lembaga pendidikan harusla mempnyai strategi promosi yang bagus. Karna, dengan mempromosikan sumber-sumber daya dari suatu lembaga, maka lembaga tersebut akan mudah didengar dan dikenal masyarakat, sebagaimana yang dilakukan oleh MA Mu’allimin Mu’allimat Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan strategi promosi yang dilakukan oleh MA Mu’allimin Mu’allimat Jombang, hal ini menarik untuk dikaji karena setiap tahunnya jumlah siswa MA Mu’allimin Mu’allimat Jombang mengalami peningkatan.
Cross Culture Understanding (CCU) “Solusi Alternative dalam Pembelajaran Bahasa Arabâ€
Ashfiya, Za’imatil
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1164.974 KB)
Dalam pembelajaran Bahasa Arab sebagai bahasa Asing, salah satu tujuan yang harus dicapai adalah dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tersebut. Penguasaan tata bahasa dan kosa kata saja tidak cukup. Pengetahuan akan budaya bahasa sasaran juga penting, hal ini bertujuan agar para komunikan dapat berkomunikasi dengan nyaman. Karena kurangnya pengetahuan peserta didik terhadap budaya bahasa sasaran, akan menyebabkan terjadinya ketidak nyamanan dan kesalahan-kesalahan dalam berkomunikasi, bahkan lebih parah lagi akan menyebabkan misunderstanding dalam berkomunikasi. Untuk mengetahui budaya bahasa sasaran maka perlu kiranya memasukkan unsur budaya dalam pembelajaran Bahasa Arab, sehingga kesalahan dan ketidak nyamanan serta kesalahfahaman bahasa karena factor budaya bisa diminimalisir. Untuk itulah dibutuhkan CCU sebagai solusi elternatif dalam pembelajaran Bahasa Arab Kata kunci: Bahasa, Budaya, Cross Culture Understanding, pembelajaran Bahasa Arab
Improving Student’s Reading Comprehension ThroughThink-Pair-Share At The Second Language Class Of MAN II Batu Malang
Mahfirah, Naily Inayatul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.846 KB)
Little attention has been paid to the problems about understanding an English text keeping in reading comprehension. This study aims at investigating the problems occurred to the second language class of MAN II Batu. Reading is one of the most important aspect to show the understanding of a text and the meaning of the word, sentence and paragraph. Reading comprehension is an activity which can improve critical thinking. Because, reading a text need to think critically to get the idea of a text. So the researcher choose Think-Pair-Share (TPS) as the technique. She believe that TPS technique could improve students’ mastery in reading comprehension at the second language class. Then the researcher triedto give students a new thing to make them comprehend and get the idea of a text as well as possible. The class consist for about 26 students. This study uses collaborative action research design which consists of four main steps: planning, implementing, observing, and reflecting. The data is taken from quiz, observation checklist and reading comprehension test.The findings indicate that using TPS method can improve the students’ reading comprehension. The students’ average score improve from 66, become 82. The data are obtained from the implementation of TPS method in improving students’reading comprehension of a text. Key words: Reading Comprehension, Think-Pair-Share (TPS) technique.
Gagasan Abdur Rahman Wahid (Gus Dur) dalam Pengembangan Sistem Nilai-nilai Pondok Pesantren untuk Menghadapi Arus Globalisasi
Arifin, Zainal
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (391.951 KB)
Globalisasi telah membawa perubahan perilaku kehidupan masyarakat. Perubahan perilaku akibat globalisasi tidak hanya terjadi di masyarakat perkotaan, tetapi juga berdampak pada masyarakat pedesaan yang secara tidak langsung juga akan mempengaruhi masa depan pesantren, karena pesantren banyak berdiri di daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis narrative studies menggunakan pendekatan studi biografi. Penelitian ini mengungkapkan tentang gagasan-gagasan Abdurrahman Wahid tentang pengembangan nilai-nilai pondok pesantren untuk menghadapi arus globalisasi pada zaman sekarang. Sistem yang digagas oleh Abdur Rahman Wahid, merupakan sistem yang bersifat unik yang harus dipertahankan oleh pesantren, dalam hal ini tradisi-tradisi yang dimiliki oleh pesantren. Seperti pengajaran literatur-literatur kitab kuning yang sampai saat ini masih diajarkan di pesantren. Keunikan tersebut, pesantren dituntut bisa mengintegrasikan dan mengkoneksikan sesuai perkembangan zaman saat ini, terutama dalam menghadapi arus globalisasi. Kata Kunci: Abdurrahman Wahid, Pengembangan Sistem Nilai, Pondok Pesantren
Peran Kepemimpinan Kyai Bersama Alumni Pondok Pesantren Al-Qodiri I Jember di dalam Mewujudkan Metode Siasatul Muluk (New Public Servic) Menuju 5000 Santri “Studi Pada Pondok Pesantren Al-Qodiri I Jemberâ€
Hanisy, Asmad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 14 No. 1 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.052 KB)
Kyai merupakan aktor utama, baik sebagai perintis, pengasuh dan sekaligus pimpinan pesantren. Kyai sangat menentukan dan mewarnai pembentukan tipologi pesantren yangIa pimpin. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui peran kepemimpinan kyai bersama alumni pondok pesantren al-qodiri jember didalam mewujudkan metode siasatul muluk (new public servis) menuju 5000 santri. Metode yang digunakan dalam Kajian ini adalah deskriptif. Tipe kajian yang digunakan dalam kajian ini adalah tipe kajian deskriptif. Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwadalam bidang perencanaan, pengorganisasian, sistem dan pengawasan di Pondok Pesantren Al-qodiri Jember, kyai mempunyai peran yang sentralistik karena segala sesuatu yang menyangkut bidang perencanaan, pengorganisasian, sistem dan pengawasan didi Pondok Pesantren Al-qodiri Jember, kyai adalah sosok motivator dalam penentu finalnya. Semua yang ada di Pondok Pesantren Al-qodiri Jember akan berjalan jika kyai setuju. Namun jika tidak, maka hal tersebut tidak bisa dijalankan. Kata Kunci: Kepemimpinan, Kyai, Pesantren, dan Siasatul Muluk.
Karakter Pendidikan Gender di Pesantren Aswaja di Kabupaten Pasuruan “Sebuah Perpaduan Analisa Kritis antara Gender Profetik dan Posfeminisme di Pesantren Pasuruan sebagai Kota Santri dan Post-Patriarchy Societyâ€
Masitah, Dewi
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (787.663 KB)
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pola pembelajaran dan karakter pendidikan gender profetik Pesantren Aswaja Pasuruan yang mereka aplikasikan sehingga memproduk santri dan santriwati menjadi orang yang profesional dibidangnya, menjadi pemerintah dan legislatif yang mampu mencetak kebijakan-kebijakan pengarusutamaan gender ataupun menjadi tokoh masyarakat yang mampu mengubah pemikiran dan bersosilalisasi dengan masyarakat? Dan bagaimana peran pesantren kepada masyarakat, yaitu bagaimana pesantren dengan karakternya bisa mengubah main set masyarakat Pasuruan yang sangat Patriakhi dalam pendidikan anak perempuan mereka? Berdasarkan masalah penelitian diatas kami mengunakan metodologi penelitian fenomenologi, disini peneliti berada pada posisi sebagai observer, karena peneliti melakukan pengamatan terhadap tradisi dan perilaku sehari-hari Pembelajaran di pesantren kemudian dianalisis berdasarkan teori yang digunakan, dan diterjemahkan dalam konteks sinkretisme dan habitus yang terbentuk. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi dengan analisis data tiga jalur analisis, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/ verification (Penarikan kesimpulan). Hasil dari penelitian ini selain berbicara aplikasi gender profetik tapi juga berbicara strategi dan hasil dari aplikasi pendidikan gender profetik sesuai karakter pesantren. Dimana hal ini bukan sekedar kesadaran posfeminisme belaka yang terdengar seperti utopia tapi sudah ada produk-produk untuk memperbaiki nasip perempuan dalam dunia postmodern ini. Kata Kunci: Gender Porfetik dan Pesantren Pasuruan
Telaah Konsep Kepemimpinan dalam literatur Islam dan Indonesia
Arkanudin, Ari
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.949 KB)
Kepemimpinan adalah hal pokok yang ada dalam setiap organisasi, kelompok, negara bahkan agama. Karena menjadi faktor utama keberhasilan tujuan sebuah organisasi maupun kelompok. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Kepemimpinan adalah aktifitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam Islam merujuk pada kitab suci al-Qurân terdapat dua kata yang digunakan untuk menunjukkan makna kepemimpinan. Pertama, mengunakan istilah khalifah, dan kedua memakai istilah imam. Dalam kontek Indonesia kepemimpinan ialah presiden, presiden merupakan pemegang kekuasaan eksekutif pada sistem pemerintahan presidensial. Dan mekanisme kontrol dilakukan oleh lembaga perwakilan rakyat. Kata Kunci: Kepemimpinan, Khalifah, Presiden.
Problematika Sosio-Historis Arah Kiblat Masjid “Wali†Baiturrahim Gambiran Kabupaten Pati Jawa Tengah
Nurkhanif, Muhammad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.364 KB)
Menghadap ke arah kiblat menjadi syarat sah bagi umat Islam yang hendak menunaikan salat, baik salat fardhu atau shalat-shalat sunat yang lain. Hal ini sudah ditentukan sejak zaman Rasulullah SAW. Oleh karenanya menghadap arah kiblat merupakan suatu keharusan baik dalam beribadah secara individu maupun berjama’ah.Urgensi menghadap arah kiblat dalam shalat ini kemudian menuntut bagi umat muslim untuk memperhatikan arah kiblat masjid-masjid atau mushola dalam rangka ksempurnaan ibadah. Masjid Baiturrahim Gambiran Pati Jawa Tengah. Masjid ini memliki nilai historis yang tinggi sebagai salah satu masjid tertua di Jawa Tengah. Masjid ini dibangun pada tanggal 9 Oktober 1445. Umur masjid ini lebih tua dua tahun dari majid Agung Demak. Selain nilai historis yang melekat pada masjid Baiturrahim Gambiran Pati, masjid ini pun memiliki nilai “keramat†sebab dibangun oleh wali (sunan Kalijaga) selayaknya masjid-masjid wali yang lainnya. Dengan dasar ini penulis mengadakan penelitian dengan pendekatan sosio historis dan dengan jenis penelitian kualitatif field research. Hasil penelitian ini memaparkan alasan kenapa masyarakat Gambiran Pati masih menggunakan arah kiblat versi Sunan Kaljaga dan faktor yang melatar belakangi masyarakat Gambiran Pati dalam memilih arah kiblat versi Sunan kalijaga yang mengandung nilai mitos. Faktor tersebut antara lain; faktor nilai historis masjid Baiturrahim sebagai masjid wali dan juga sosok legendaris dari Sunan Kalijaga. Faktor sosio kultural masyarakat Gambiran Pati yang notebene berprofesi sebagai petani yang berpendidikan rendah serta ketergolongannya Pati sebagai salah satu kabupaten wilayah Jawa Tengan yang akrab dan harmoni dengan mistis kejawen. Key word: Arah Kiblat Masjid Baiturrahim Pati, masjid Wali, sosio Historis, mistis kejawen
Kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren “Studi Analisis Perilaku Kiai Non-Warisan dalam Organizational Developmentâ€
Wahidah, Finadatul
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (693.834 KB)
The most varied Islamic educational institution is boarding school. In the leadership of a boarding school, a kiai is the most important element. Kiai pioneers, nurtures, determines the mechanism of learning; and curriculum and colors the boarding school in everyday life according to the skills and trends he has. Zamakhsyari Dhofier states that the kiai is a title given by the community to an Islamic scholar who owns or who is the leader of the boarding school and teaches the classical Islamic books to the santri. In addition, the title of kyai is also called the pious person (the person who is expert in his Islamic knowledge). In the midst of today's modernization civilization, the term kiai has undergone a transformation of meaning. These are the term inherited kiai and non-inherited kiai. The kiai title is given to someone who does not have expertise in religious knowledge, but has a high spirit to establish an Islamic boarding school and dedicate his life in the way of Allah SWT. Furthermore, he who disseminates the teachings of Islam through educational activities can be called as non-inherited kiai . This research was conducted in a boarding school in Jember namely Al-Barokah An-Nur Jember. Founder of Al-Barokah boarding school An-Nur is someone who does not have expertise in Islamic science, but has a high ghirah in establishing boarding school. We may call this kind of Kiai by non-inherited kiai. The focus of this study are: (1) how are characteristics of Al-Barokah An-Nur boarding school; (2) how are organization management and development (organizational development) in Al-Barokah AN-Nur boarding school; (3) how is the kiai leadership behavior in managing Al-Barokah AN-Nur; The purpose of this study is to reveal and analyze the leadership of kiai (inherited kiai and non-inherited kiai) in developing the boarding school he founded. This research was conducted using qualitative research type and case study approach. The data collection techniques use interview, observation, and documentation. Data analysis uses interactive model Miles Huberman. Keywords: Islamic boarding school, Kiai, Organizational Development
Pengaruh Tingkat Pemahaman Agama Islam terhadap Persepsi Mahasiswa pada Radikalisme berbasis Agama “Studi pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jemberâ€
Ansori, Muhamad
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 15 No. 2 (2018): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.068 KB)
Mahasiswa yang memiliki pengetahuan agama yang luas akan lebih bersifat terbuka dan lebih mudah menerima berbagai perbedaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh tingkat pengetahuan agama terhadap persepsi mahasiswa pada gerakan radikalisme berbasis agama? Sehingga tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan agama terhadap persepsi mahasiswa pada gerakan radikalisme berbasis agama. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasinya adalah mahasiswa semester VI di STAI Al-Qodiri Jember tahun akademik 2017/2018 dengan jumlah sampel 167 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumen. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana. Kesimpulan penelitian adalah hipotesis penelitian tidak diterima, sehingga tingkat pengetahuan agama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi mahasiswa pada gerakan radikalisme berbasis agama. Besarnya pengaruh pengetahuan agama terhadap persepsi mahasiswa pada gerakan radikalisme berbasis agama hanya 1,5% yang dikategorikan pengaruhnya sangat lemah. Kata Kunci: Pengetahuan Agama, Persepsi Mahasiswa, Gerakan Radikalisme berbasis Agama