cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Edukasi: Jurnal Pendidikan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 18298702     EISSN : 24071803     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUKASI: Jurnal Pendidikan is a Research Scientific Journal published two times a year by LPPM IKIP PGRI Pontianak with p-ISSN 1829-8702 (print) and e-ISSN 2407-1803 (online). The article contains the results of research and other scientific literature related to education, learning, science, technology, socio-culture, and entrepreneurship, especially related to higher and basic Education in order to inspire and provide benefits for the wider community. it contains research results and basic scientific literature) according to the field of its scientific work.
Arjuna Subject : -
Articles 505 Documents
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP se-Kota Pontianak Desty Septianawati
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1078

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kreatif adalah salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh siswa pada tahap perkembangan pengetahuannya. Hal tersebut karena kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan dasar bagi siswa untuk dapat bersaing dalam menghadapi tantangan hidup yang tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan, terutama penguasaan terhadap semua mata pelajaran di sekolah. Penelitan dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMP se-Kota Pontianak yang terbagi menjadi sekolah kategori tinggi, sekolah kategori sedang, dan sekolah kategori rendah. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan bentuk penelitiannya adalah penelitian survei. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified cluster random sampling. Dari 23 sekolah diambil secara acak masing-masing sekolah kategori tinggi, sedang, dan rendah. Pengkategorian sekolah berdasarkan nilai Ujian Nasional siswa. Berdasarkan hasil analisis penelitian diperoleh rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa SMP se-Kota Pontianak sebesar 44,4% dengan kategori cukup, sedangkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada sekolah kategori tinggi, sedang, dan rendah masing-masing sebesar 46,05%, 45,15%, dan 42% yang berarti tergolong cukup. AbstractCreative thinking skills are one of the abilities students need to have at the stage their learning. This is because creative thinking is a fundamental ability for students to compete in the development of science. Therefore, this research aimed to reveal the ability of creative thinking of junior high school students in Pontianak, which was divided into three categories, namely schools with high, medium and low categories. This research is descriptive research with research form is survey research. The sample of this research was 23 schools taken by using stratified cluster random sampling represent schools with high, medium and low categories. Categorization of schools based on students National Exam scores. Based on the result of the research analysis, it was found that overall mean score of creative thinking ability of junior high school students in Pontianak was 44.4% which was categorized as moderate. In addition, the mean score of students’ creative thinking skills at schools with high, medium and low categories were 46.05%, 45.15%, and 42% which was categorized as moderate.
Kompetensi Profesional Guru Geografi dalam Proses Pembelajaran Materi Lingkungan Hidup di Kelas XI SMA Negeri 10 Singkawang Ihsan Nurhakim; Ivan Veriansyah
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1074

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengembangkan pembelajaran geografi melaluikompetensi profesional guru geografi dalam proses pembelajaran materiLingkungan Hidup di Kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 10 Singkawang.Penelitian merupakan penelitian kuantitatif berjenis deskriptif dan asosiatif yaitumenggunakan APKG 1 dan 2 sebagai alat ukur. Dari hasil penelitian APKG 1memperoleh nilai 3,65 dengan karegori sangat baik dan APKG 2 memperoleh nilai 3,35 dengan kategori sangat baik. Sedangkan dari hasil angket 75,52 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kompetensi profesional guru geografi dapat mengembangkan proses pembelajaran materi Lingkungan Hidup kelas XI SMA Negeri 10 Singkawang dengan kategori sangat baik. AbstractThe purpose of this study was to develop geography learning through the profesional competence of geography teachers in the learning process of Environmental Materials at the eleventh grade students of SMAN 10 Singkawang. This research is a descriptive and associative quantitative research of APKG 1 and 2 as a measurement tool. The result of the research showed that: (1) APKG 1 score is 3.65 which was categorized as very good; (2) APKG 2 score is 3.35 which was categorized as very good; and (3) the finding also revealed thatquestionnaire score is 75.52 which was categorized as very good. As for the results of this study known that the profesional competence of geography teachers can develop the learning process of environmental material on the eleventh grade students of SMAN 10 Singkawang which was categorized as very good.
Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membina Kedisiplinan Peserta Didik Yuliananingsih Yuliananingsih; Teresius Darmo
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1073

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membina kedisiplinan peserta didik di kelas XI SMA Negeri 1 Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. Jenis penelitian mengunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan bentuk penelitian survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, komunikasi langsung, dan dokumenter. Alat pengumpul data berupa panduan observasi, pedoman wawancara, dan lembar catatan. Hasil penelitian yakni pelaksanaan kedisiplinan peserta didik pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di kelas XI SMA Negeri 1 Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau sudah berjalan sebagaimana mestinya, meskipun secara keseluruhan belum maksimal sesuai apa yang diharapkan, karena masih ada beberapa diantara peserta didik yang kurang disiplin. Peran guru pendidikan kewarganegaraan dalam membina kedisiplinan peserta didik dengan cara mengingatkan siswa supaya tidak melakukan pelanggaran aturan dan memberikan pemahaman pentingnya kedisiplinan untuk memperoleh keberhasilan dalam belajar yang baik. Upaya guru dalam membina kedisiplinan peserta didik dengan cara memberikan pemahaman pentingnya kedisiplinan dengan mengaitkan kewajiban siswa di kelas dan kewajiban siswa dalam menaati aturan yang ada di lingkungan sekolah. Jika siswa masihmelakukan pelanggaran harus segera diberikan peringatan berupa teguran danapabila siswa tetap melakukan pelanggaran, maka diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang ada di sekolah. AbstractThis study aimed at describing the implementation of the teacher's role in fostering the discipline of students in class XI of SMA 1 Sekadau Hulu, Sekadau Regency. This research used qualitative research with descriptive methods and research survey forms. Data collection techniques used direct observation, direct communication, and documentary techniques. Data collection tools employed observation sheet, interview guidelines, and researcher’s field note. The study found that implementing students’ disciplined in civic education subject at class XI 1 SMA Sekadau Hulu Sekadau Regency was running well even though it was not as fully as expected overall because there were some students who lack discipline. The role of teachers in civic education subjects in fostering discipline in class XI of SMA Negeri 1 Sekadau Hulu, Sekadau Regency always reminds students not to break the rules, providing an understanding of the importance of discipline to gain success in learning. Teacher efforts in fostering discipline in class XI students of SMA 1 Sekadau Hulu Sekadau Regency by providing an understanding of the importance of discipline by associating students' obligations in the classroom and the obligation of students to obey the rules in the school environment. If the students are still break the rules, they must immediately be given a warning in the form of reprimand, and if the students continue to break the rules, they will be given sanctions in accordance with the school rules and regulations.
Meningkatkan Sikap Empati Siswa SMP melalui Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama Novi Andriati; Amelia Atika; Petrus Rico Yuditio
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1081

Abstract

AbstrakEmpati merupakan suatu aktivitas untuk memahami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang lain, serta kondisi yang dialami orang lain, tanpa kehilangan kontrol dirinya. Tujuan penelitian yaitu meningkatkan sikap empati siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama di kelas VIII SMP Negeri 1 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan dengan bentuk penelitiannya Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Teknik pengumpul data menggunakan teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, dan teknik komunikasi tidak langsung. Alat pengumpul data menggunakan skala psikologis, pedoman observasi, dan panduan wawancara. Subjek penelitian 8 orang siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi dari guru BK. Hasil penelitiann memperlihatkan bahwa sikap empati siswa sebesar 59,90%. Prosespelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalammeningkatkan sikap empati meliputi tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan penutup berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatkan sikap empati pada siswa sebesar 73,70%. AbstractEmpathy is an activity to understand what others are thinking and feeling, as well as what is thought and felt by those concerned with the conditions experienced by others, without losing control of themselves. This study aimed at improving the attitude of empathy of students through guidance services in groups with sociodrama techniques at the class VIII of SMP Negeri 1 Sungai Raya, Kubu Raya. The research method used in this study is action research, with the form of research is Guidance and Counseling Action Research (PTBK). Data collection techniques used direct observation, direct communication, and indirect communication. Moreover, the data collection tools were psychological scale, observation sheet, and interview guide. The subject of the research was 8 students, based on recommendations from the BK teacher. The results of the study showed empathy for students with 59.90%. The process of implementing group guidance services with sociodrama techniques to increase empathy including the stages of formation, transition, activities, and closing smoothly in accordance with the planning that has been made, sociodrama techniques can increase empathy for students with 73.70%.
Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Madrasah Tsanawiyah Ema Sukmawati; Rustam Rustam
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1075

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas IXA di MTs Sirajul Ulum Pontianak. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan siklus I dan II, diperoleh kesimpulan bahwa melalui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Dalam penerapan layanan bimbingan kelompok sudah dilaksanakan dengan maksimal, meskipun pada awal pertemuan terdapat kendala, yaitu hampir semua anggota kelompok masih malu dalam berbicara dan menyampaikan pendapatnya terkait dengan topik yang dibahas, masih kurang aktif dalam memainkan perannya serta belum maksimalnya kemampuan pemimpin kelompok dalam memimpin jalannya kegiatan. Kecerdasan emosional mengharuskan seseorang belajar mengakui dan menghargai perasaan pada dirinya dan orang lain untuk menanggapi dengan tepat, menerapkan dengan efektif informasi, dan emosi dalam kehidupan dan pekerjaan sehari - hari. Dengan kata lain seorang individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik adalah individu yang mampu mengenali emosi diri, mampu mengelola emosi, mampu memotivasi diri, mampu mengenali emosi orang lain, serta mampu membina hubungan baik dengan orang lain. Berdasarkan hasil angket pada pertemuan terakhir terdapat peningkatan persentase kecerdasan emosional siswa yang sebelumnya termasuk dalam kategori “cukup” menjadi kategori “baik” setelah dilakukan layanan bimbingan kelompok.  AbstractThis study aimed at improving the emotional students grade IXA of MTsSirajul Ulum Pontianak. Based on the results of the implementation of cycles I and II, it can be concluded that through the implementation of group guidance services can improve students' emotional quotient. The implementation of group guidance services had been carried out maximally, eventhough at the beginning of the meeting there were obstacles, namely almost all group members were embarrassed in speaking and expressing their opinions regarding to the topics discussed, less active in applying their roles and lack of ability of group leader in leading the activities. Emotional quotient requires a person learns to recognize and appreciate feelings for himself and others to respond appropriately, applying information and emotions in life and daily work effectively. In other words, an individual who has good emotional intelligence is an individual who is able to recognize emotions themselves, manage emotions, motivate themselves, recognize the emotions of others, and build good relationship with others. Based on the results of the questionnaire at the last meeting there was an increase in the percentage of emotional quotient of students previously was in the "sufficient" category to "good" category after group guidance services were conducted.
Analisis Tata Tulis Karangan Eksposisi Kelas X IPS SMK Muhammadiyah Pontianak (Ditinjau Berdasarkan PUEBI) Melia Melia
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1080

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengkaji pemakaian huruf kapital dan tanda baca yang terdapat dalam karangan eksposisi siswa kelas X IPS SMK MuhammadiyahPontianak serta berdasarkan pengalaman peneliti ketika melihat hasil karangansisiwa. Pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimanakah pemakaian huruf kapital pada karangan eksposisi siswa kelas X IPS SMK MuhammadiyahPontianak? dan (2) Bagaimanakah pemakaian tanda baca pada karangan eksposisi siswa kelas X IPS SMK Muhammadiyah Pontianak? Jenis penelitian adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi dokumenter. Alat pengumpul data adalah dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif. Berdasarkan dari hasil analisis data diketahui tata tulis karangan eksposisi siswa kelas X IPS SMK Muhammadiyah Pontianak yang berjumlah 74 data masih terdapat kesalahan pemakaian huruf kapital dan pemakaian tanda baca, yaitu berupa kesalahan tanda baca titik, koma, dan tanda hubung. AbstractThis research was aim to examine the use of capital letters and punctuation in the exposition essay to the students of class X Muhammadiyah Vocational High School Pontianak and based on the researchers’ experience readt he results of students’ exposition essay. The research problems as follows: (1) How is the use of capital letters in the exposition essay to the students of class X Muhammadiyah Vocational High School Pontianak? And (2) How is the use of punctuation in the exposition essay to the students of class X Muhammadiyah Vocational High School Pontianak? This type of research was case study. The data collection technique was documentary study techniques. The tool ofdata collection was documentation. The technique of data validity was used triangulation. To analized the data used interactive model analysis techniques. Based on the results of the data analysis of the study, it was found that the procedures of writing exposition essayto the students of class X Muhammadiyah Vocational High School Pontianakwas 74 made mistake in using capital letter and punctuation, namely full stops, commas, and hyphens. 
Penerapan Model Think Talk Write untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama Mesterianti Hartati; Mai Yuliastri Simarmata; Selly Firtawati
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1083

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi secara jelas dan objektif mengenai peningkatan keterampilan menulis teks berita dengan penerapan model cooperative learning tipe think talk write pada siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitianmenggunakan metode tindakan dengan bentuk penelitian tindakan kelas. Untukobjek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu yang jumlahnya 24 orang dan 1 orang guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah observasi langsung, komunikasi langsung, pengukuran, dan studi dokumenter. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dalam proses pembelajaran menjadi lebih aktif dari sebelum penerapan model, sementara dari hasil pembelajaran terdapat peningkatan dari sebelum menggunakan model Think Talk Write hingga sesudah menggunakannya. Peningkatan tersebut terlihat dari persentase pembelajaran dengan ketercapaian indikator kinerja pada saat pra siklus yaitu 29,17% menjadi 91,67% di siklus 2, terlihat peningkatan tersebut hingga 62,5%. AbstractThis study aimed at finding out and getting information clearly and objectivelyabout improving news text writing skills by applying the model of cooperativelearning think talk write at the class VIII Suhaid 1 Junior High School 1 KapuasHulu District. The study used action methods, with a form of classroom actionresearch. For the object of research was students of class VIII A of SMP Negeri 1Suhaid in Kapuas Hulu Regency which consisted of 24 students and 1 teacher. Data collection techniques used in this study was direct observation, directcommunication, measurement, and documentary study. Data analysis techniqueused in this study was classroom action research with comparative descriptivestatistical technique. The results of this study showed that the learning processbecomes more active than before the application of a model, moreover, from thelearning outcomes there was an increase of up to 62% from the results of writing pre-cycle news text to the second cycle.
[RETRACTED] Peningkatan Keterampilan Menyimak Komprehensif dan Kritis dengan Metode Resitasi pada Mahasiswa Wiendi Wiranty
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1082

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana proses dan hasil peningkatan keterampilan  menyimak komprehensif dan kritis dengan metode resitasi pada mahasiswa.  Masalah penelitian adalah bagaimana proses dan hasil meningkatkan keterampilan menyimak komprehensif dan kritis menggunakan metode resitasi? Metode penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpul data menggunakan teknik komunikasi langsung, observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Alat pengumpul data menggunakan angket, panduan observasi, pedoman wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data meggunakan teknik statistik deskriptif komparatif dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan antara siklus I dan siklus II. Siklus I terjadi peningkatan menjadi 60,01% dan siklus II mencapai 78,50%. Sehingga dapat disimpulkan penerapan metode resitasi pada mata kuliah menyimak komprehensif dan kritis dinyatakan dapat meningkatkan keterampilan menyimak mahasiswa.
FRONT MATTER (Editorial Board, Pengantar, Daftar Isi, Pedoman) Front Matter
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i1.1189

Abstract

Pengaruh Kemampuan Berhitung dan Menyederhanakan Bentuk Aljabar terhadap Kemampuan Menyelesaikan Masalah Trigonometri Yadi Ardiawan
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v17i2.1293

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengukur pengaruh kemampuan berhitung dan kemampuan menyederhanakan bentuk aljabar terhadap kemampuan menyelesaikan masalah Trigonometri. Metode penelitian adalah deskriptif dengan bentuk penelitian studi hubungan. Populasi penelitian seluruh mahasiswa Pendidikan Matematika IKIP PGRI Pontianak yang mengambil mata kuliah Trigonometri tahun akademik 2017/2018 sebanyak 100 orang yang terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas AP, BP, dan CP. Sampel adalah mahasiswa kelas AP dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah tes kemampuan menghitung, menyederhanakan bentuk aljabar, dan menyelesaikan masalah Trigonometri dalam bentuk esai yang terdiri dari 5 butir soal untuk masing-masing tes. Teknik analisis data menggunakan uji parametrik. Hasil penelitian adalah: (1) Terdapat pengaruh yang positif antara kemampuan berhitung terhadap kemampuan menyelesaikan masalah Trigonometri sebesar 23,4%; (2) Terdapat pengaruh yang positif antara kemampuan menyederhanakan bentuk aljabar terhadap kemampuan menyelesaikan masalah Trigonometri sebesar 19,9%; dan (3) Terdapat pengaruh yang positif secara bersama-sama antara kemampuan berhitung dan kemampuan menyederhanakan bentuk aljabar terhadap kemampuan menyelesaikan masalah Trigonometri sebesar 29%. AbstractThe research aims to measure the effect of the ability to count and to simplify the form of algebra on the ability to solve Trigonometric problems. The research method was descriptive with a form of relationship study research. The research population was all students of Mathematics Education of IKIP PGRI Pontianak taking Trigonometry courses in the academic year 2017/2018 were 100 people divided into 3 classes, namely AP, BP, and CP classes. Samples are AP class students with a cluster random sampling technique. The measuring instrument used the ability to calculate tests, simplify the form of algebra, and solve Trigonometry problems in the form of essays consisting of 5 items for each test. Data analysis techniques used parametric. The results of the research: (1) There is a positive influence between the ability to count on the ability to solve Trigonometry problems by 23.4%; (2) There is a positive influence between the ability to simplify the form of algebra to the ability to solve Trigonometry problems by 19.9%; and (3) There is a positive influence jointly between the ability to count and the ability to simplify the form of algebra on the ability to solve trigonometric problems by 29%.  

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2025): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 2 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 1 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21 No 2 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21, No 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 2 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 1 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 2 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 2 (2020): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2020): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 2 (2012): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 1 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 7, No 1 (2010): Edukasi: Jurnal Pendidikan More Issue