cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Edukasi: Jurnal Pendidikan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 18298702     EISSN : 24071803     DOI : -
Core Subject : Education,
EDUKASI: Jurnal Pendidikan is a Research Scientific Journal published two times a year by LPPM IKIP PGRI Pontianak with p-ISSN 1829-8702 (print) and e-ISSN 2407-1803 (online). The article contains the results of research and other scientific literature related to education, learning, science, technology, socio-culture, and entrepreneurship, especially related to higher and basic Education in order to inspire and provide benefits for the wider community. it contains research results and basic scientific literature) according to the field of its scientific work.
Arjuna Subject : -
Articles 505 Documents
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Mahasiswa Yumi Sarassanti
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2311

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana kemampuan representasi matematis mahasiswa STKIP Melawi. Metode penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan bentuk penelitian survei. Subjek penelitian berjumlah 25 orang dari populasi mahasiswa Pendidikan Matematika yaitu 51 orang. Subjek dipilih secara simple random sampling tanpa mengetahui kemampuan awal matematika setiap mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar soal tes kemampuan representasi dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mahasiswa diwawancarai setelah selesai menjawab soal-soal yang diberikan. Penyajian hasil olah data dalam bentuk deskripsi yang kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang menjawab soal sesuai indikator menggunakan representasi visual (gambar) untuk menyelesaikan masalah matematika dikategorikan tinggi dan mahasiswa yang menjawab soal sesuai dengan indikator melakukan translasi dari representasi verbal (tulisan) ke dalam representasi visual (gambar) matematika dengan tulisan dikategorikan rendah. AbstractThe research objective was to determine how the mathematical representation abilities of STKIP Melawi students. The research method was descriptive qualitative with a survey research form. The research subjects were 25 people from the Mathematics Education student population, namely 51 people. Subjects were selected by simple random sampling without knowing the initial mathematical ability of each student. Data collection techniques using test and interview techniques. The research instrument used was a representation ability test question sheet and interview guidelines. The data analysis used was data reduction, data presentation, and conclusion. Students are interviewed after answering the questions given. Presentation of the results of data processing in the form of descriptions which then draw conclusions. The results showed that students who answered questions according to the indicators using visual representations (pictures) to solve math problems were categorized as high and students who answered questions according to the indicators translated from verbal representations (written) into visual representations (pictures) of mathematics with writing categorized as low.
Kemandirian dan Motivasi Belajar dalam Menggunakan Edmodo terhadap Hasil Belajar Siswa Ilham Ilahi; Fahmi Rizal; Dedy Irfan
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2322

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk membuktikan kontribusi kemandirian dan motivasi belajar dalam menggunakan Edmodo terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan di SMK Negeri 4 Payakumbuh. Metode penelitian menggunakan korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII TKJ SMK Negeri 4 Payakumbuh sebanyak 84 orang. Sampel penelitian yang digunakan adalah seluruh populasi. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket untuk melihat kontribusi kemandirian dan motivasi belajar. Analisis data penelitian menggunakan statistik deskriptif, korelasi product moment, dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menggunakan Edmodo, kemandirian belajar berkontribusi positif terhadap hasil belajar; motivasi belajar berkontribusi positif terhadap hasil belajar; kemandirian dan motivasi belajar secara simultan berkontribusi positif terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan di SMK Negeri 4 Payakumbuh. AbstractThe research objective was to prove the contribution of self-regulated learning and learning motivation in using Edmodo to learning outcomes in Network Infrastructure Administration subjects at SMK Negeri 4 Payakumbuh. The research method used correlational. The research population was 84 students of class XII TKJ SMK Negeri 4 Payakumbuh. The research sample used was the entire population. The research data were collected using a questionnaire instrument to see the contribution of independence and learning motivation. Analysis of research data used descriptive statistics, product moment correlation, and multiple regression. The results showed that in using Edmodo, students' self regulated learning contributed positively to learning outcomes; learning motivation contributes positively to learning outcomes; self-regulated learning and learning motivation simultaneously contribute positively to student learning outcomes in Network Infrastructure Administration subjects at SMK Negeri 4 Payakumbuh.
Study of Students’ Vocabulary Difficulties in Third-Semester Students of Food Technology Major Juliana Sujadi; Fariska Wulandari
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2347

Abstract

AbstractThis research aimed to know the students’ vocabulary ability and difficulties in learning vocabulary. The subject of the research was the third-semester students of Food Technology. The method used in this research is descriptive qualitative with questionnaire and interview as the instruments of data collecting. The data was analyzed qualitatively with the process of data collection, data reduction, and data display/conclusion drawing. The result of the research showed the students still have low vocabulary ability and there are some vocabulary difficulties experienced by the students, they have a very limited number of vocabularies; mispronounce English words; spelling English words especially for ‘a’, ‘I’, and ‘e’; do not understand long and complex words such as public health center, expired date, and fish spoilage. The students also have problems with range, connotation, and idiom in English. AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan kosakata dan kesulitan mahasiswa dalam belajar kosakata bahasa Inggris. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester tiga Jurusan Teknologi Pangan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan kuesioner dan wawancara sebagai instrumen pengumpulan data. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dengan tahap pengumpulan data, pengurangan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa semester tiga Jurusan Teknologi Pangan Politeknik Tonggak Equator memiliki kemampuan kosakata bahasa Inggris yang rendah dan terdapat beberapa kesulitan belajar kosakata yang dihadapi yaitu memiliki pembendaharaan kosakata bahasa Inggris yang rendah, memiliki kesulitan dalam pelafalan dan pengejaan ‘a’, ‘I’, dan ‘e’, tidak mengerti kosakata yang panjang dan rumit, memiliki masalah dengan penerjemahan. Mahasiswa juga memiliki masalah dengan penyusunan kata, konotasi, dan idiom dalam Bahasa Inggris.
Analisis Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa Karsoni Berta Dinata
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2499

Abstract

Abstrak Pandemi COVID-19 menyebabkan terjadinya perubahan proses pembelajaran dari tatap muka langsung menjadi pembelajaran daring yang memerlukan kemampuan literasi digital. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan literasi digital mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kotabumi tahun akademik 2020/2021 yang berjumlah 41 orang. Sampel penelitian sebanyak 30 orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket kemampuan literasi digital. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden “Sangat Baik” pada kemampuan functional skill and beyond dan “Baik” pada ketujuh aspek literasi digital yang lain. Berdasarkan hasil analisis data, maka disimpulkan bahwa kemampuan literasi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kotabumi berada pada kategori “Baik”. AbstractThe COVID-19 pandemic has led to a change in the learning process from face-to-face to online learning that requires digital literacy skills. This research aimed to determine how students' digital literacy skills were. The research method used was descriptive quantitative. The population in this study were all students of the Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah Kotabumi University in the 7th semester of the 2020/2021 academic year, totaling 41 people. The research sample was 30 people who were obtained using simple random sampling technique. Data were collected using a digital literacy ability questionnaire. The data analysis technique used descriptive statistics. The results showed that the respondents were "Very Good" in their functional skills and beyond and "Good" in the other seven aspects of digital literacy. Based on the results of data analysis, it is concluded that the digital literacy skills of students in the Mathematics Education Study Program of the Teacher Training and Education Faculty, Muhammadiyah University of Kotabumi are in the "Good" category.
Menggali Nilai-Nilai Karakter dalam Permainan Tradisional Hadi Rianto; Yuliananingsih Yuliananingsih
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2440

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter dalam permainan tradisional dan upaya pemerintah menggiatkan permainan tradisional sebagai dasar penanaman nilai karakter. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu kepala desa, tokoh masyarakat, dan 10 orang warga Desa Pasir Panjang, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Alat pengumpulan data menggunakan daftar ceklis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petak umpet, bola bekel, lompat tali karet, congklak, gobak sodor, ular naga panjang, dan engklek adalah permainan tradisional yang masih dilestarikan. Nilai karakter yang terbentuk yaitu: menumbuhkan sikap toleransi dan empati serta mengasah kemampuan emosional dalam berinteraksi; sikap sabar menunggu giliran; mematuhi peraturan bermain; dan semangat kerja keras. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menggiatkan permainan tradisional yaitu: membangun hubungan kemitraan dengan kaum intelektual dan lembaga terkait (perguruan tinggi); menjaga eksistensi permainan tradisional di masyarakat; serta memperkenalkan dan membiasakan permainan tradisional di lingkungan sekolah. AbstractThis research aimed to describe the character values in traditional games and the government's efforts to intensify traditional games as a basis for cultivating character values. This type of research was descriptive qualitative. The research subjects were the village head, community leaders, and 10 residents of Pasir Panjang Village, East Mempawah District, Mempawah Regency, West Kalimantan. The data collection tool used a checklist and interview guidelines. The data analysis technique used descriptive analysis. The results showed that petak umpet, bola bekel, lompat tali karet, congklak, gobak sodor, ular naga panjang, and engklek are traditional games that are still preserved. The character values that are formed are: fostering tolerance and empathy as well as honing emotional abilities in interaction; patience waiting their turn; obey the rules of play; and hard-working spirit. Efforts made by the government in intensifying traditional games, namely: building partnerships with intellectuals and related institutions (universities); maintain the existence of traditional games in society; and introduce and familiarize traditional games in the school environment.
Persepsi Mahasiswa terhadap Kecerdasan Emosional Setelah Diterapkan Teknik Collaborative Writing Eka Fajar Rahmani
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2400

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan teknik collaborative writing dapat mengembangkan kecerdasan emosional mahasiswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner berdasarkan pada 5 aspek kecerdasan emosional yang mencakup self-awareness, self-regulation, self-motivation, social awareness, dan social skills. Teknik analisis data dilakukan dengan perhitungan persentase dari butir kuesioner, dilanjutkan dengan interpretasi dan deskripsi data dari persepsi mahasiswa terhadap kecerdasan emosional setelah teknik collaborative writing diterapkan. Subjek penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak yang mengikuti kelas Essay Writing dan Literary Criticism berjumlah 43 orang dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis data, terjadi peningkatan kecerdasan emosional mahasiswa setelah diterapkannya teknik collaborative writing yang ditunjukkan dengan peningkatan respons pada aspek kecerdasan emosional. AbstractThis research aimed to find out if the implementation of collaborative writing techniques could develop the emotional intelligence of students. This research used descriptive quantitative method. Data collection tools used a questionnaire based on 5 aspects of emotional intelligence which include self-awareness, self-regulation, self-motivation, social awareness, and social skills. The data were analyzed by calculating the percentages of each questionnaire item, then continued to interpret and describe the implementation of collaborative writing technique. The subjects of this research were 43 students of Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pontianak who enrolled in Essay Writing and Literary Criticism classes, with a total of 43 students who were selected using purposive sampling technique. The results of the data analysis indicated that there happened improvements towards the emotional intelligence after collaborative technique was implemented shown by the increase of positive responses on emotional intelligence aspects.
Written Corrective Feedback in Academic Writing Class: How Does Experienced Teacher Lead the Effective Practice? Dayat Dayat
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2315

Abstract

AbstractThe research aimed to investigate an Indonesian academic writing teacher’s practice on written corrective feedback (WCF) in academic writing class. A case study involving an experienced Indonesian academic writing teacher and teacher students were employed. To gather data, a semi-structured interview was conducted. The data were then analyzed using the content analysis method. The findings indicated that the teacher’s practice on WCF was mediated by her language learning experience. Thus, the teacher provided WCF on her students’ writing drafts by considering the students’ personalities and their level of writing ability. In correcting student writing errors, the teacher used several types of WCF; direct and indirect correction; metalinguistic clues to the errors; and the reformulation of the wrong words. The relevant pedagogical implications for teachers in conceptualizing WCF and in learning and practicing it on their daily instruction based on their knowledge, experience, and reflection-on-practice. AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan praktik dosen Indonesia dalam penulisan akademik tentang umpan balik korektif tertulis (WCF) di kelas penulisan akademik. Penelitian termasuk studi kasus yang melibatkan seorang dosen Indonesia dalam menulis akademik yang berpengalaman dan mahasiswa. Untuk mengumpulkan data, dilakukan wawancara semi-terstruktur. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi. Temuan menunjukkan bahwa praktik dosen pada WCF dimediasi oleh pengalaman belajar bahasanya. Dosen memberikan WCF pada draf tulisan mahasiswanya dengan mempertimbangkan kepribadian mahasiswa dan tingkat kemampuan menulisnya. Dalam mengoreksi kesalahan menulis mahasiswa, dosen menggunakan beberapa jenis WCF; koreksi langsung dan tidak langsung; petunjuk kesalahan metalinguistik; dan perumusan ulang kata yang salah. Implikasi pedagogis yang relevan bagi dosen dalam membuat konsep WCF dan dalam mempelajari serta mempraktikkannya pada instruksi harian berdasarkan pada pengetahuan, pengalaman, dan refleksi pada praktik yang dilaksanakan.
Pentingnya Rubrik Penilaian dalam Pengukuran Kejujuran Peserta Didik Suwarno Suwarno; Candra Aeni
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i1.2364

Abstract

AbstrakPengembangan Kurikulum 2013 berbasis kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta didik. Penilaian bertujuan untuk menilai perilaku peserta didik di dalam maupun di luar pembelajaran. Tujuan penulisan artikel untuk menguraikan pentingnya rubrik penilaian dalam pengukuran kejujuran peserta didik di SMA. Apabila efektivitas pengajaran kejujuran dapat dilakukan, maka akan menjadi landasan yang kuat untuk bangsa. Kejujuran merupakan salah satu sikap sosial. Penilaian kejujuran dapat dilakukan menggunakan observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, serta jurnal. Instrumen yang digunakan pada jurnal berupa catatan pendidik. Sedangkan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik menggunakan instrumen berupa daftar cek atau skala penilaian yang disertai rubrik. Rubrik adalah alat penilaian yang memiliki deskripsi kinerja yang diharapkan setiap kriteria untuk mencapai nilai tertentu. Rubrik bisa analitik, holistik maupun keduanya yang dikombinasikan. Rubrik bermanfaat bagi peserta didik dan juga pendidik. AbstractCompetency-based 2013 curriculum development hopes to improve the quality of students, The assessment aims to assess the behavior of students inside and outside of learning. The purpose of this article was to describe the importance of assessment rubrics in measuring the honesty of students in high school. If the effectiveness of teaching honesty can be carried out, it will create a strong foundation for the nation. Honesty is a social attitude. Assessment of honesty can be done using observation, self-assessment, peer assessment, and journals. The instrument used in the journal was in the form of educator notes. As for observation, self-assessment, and assessment among students using instruments in the form of a checklist or rating scale accompanied by a rubric. A rubric is an assessment tool that has a description of the expected performance of each criterion to achieve a certain value. Rubrics can be analytical, holistic, or both. A rubric is useful for students and educators.
Analisis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi dalam Perspektif Spasial sebagai Upaya Penjaringan Mahasiswa Baru Ajun Purwanto; Paiman Paiman; Dony Andrasmoro
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 2 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i2.2901

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui profil dan menganalisis persebaran spasial mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2016-2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Bentuk penelitian survei dengan responden sebanyak 196. Teknik pengambilan data menggunakan komunikasi tidak langsung, alat yang digunakan adalah angket. Data yang digunakan yaitu  nama, asal, agama, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan orang tua. Teknik pengambilan sampel dengan stratified sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi paling banyak beragama Islam 95 orang; berjenis kelamin wanita 144 orang; pendidikan dari SMA Jurusan IPS 166 orang; pekerjaan orang tua petani 96 orang; penghasilan rata-rata orang tua Rp760.000,00/bulan; informasi tentang Program Studi Pendidikan Geografi paling banyak didapatkan dari saudara sebanyak 74 orang;  motivasi masuk karena berkeinginan untuk mengetahui seluk beluk bumi sebanyak 64 orang. Persebaran mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi menunjukkan pola distribusi yang menyebar. AbstractThis research aimed to determine the profile and analyze the spatial distribution of students from the 2016-2019 Geography Education Study Program. The research method used descriptive. The form of the survey with 196 respondents. The data collection technique used indirect communication, the tool used is a questionnaire. The data used name, origin, religion, gender, last education, occupation, and parents' income. The sampling technique used stratified sampling. The data analysis technique used descriptive quantitative and percentage. The results showed that the most students of the Geography Education Study Program were 95 Muslims; female sex 144 people; education from SMA majoring in Social Sciences 166 people; the occupation of the farmer's parents were 96 people; the average income of parents was Rp.760,000.00/month; Information about the Geography Education Study Program was mostly obtained from relatives as many as 74 people; The motivation to enter was because they want to know the ins and outs of the earth 64 people. The distribution of students from the Geography Education Study Program showed a distributed distribution pattern.
Efektivitas Pembelajaran Daring bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah di Masa Pandemi COVID-19 Minzani Aufa; Kanthi Pamungkas Sari
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 2 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v19i2.2961

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efektivitas pembelajaran daring bagi guru madrasah ibtidaiyah (MI) se-Kota Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dan informasi utama diperoleh dari subjek penelitian dengan populasi sebanyak 31 orang yang terdiri dari 29 guru dan 2 kepala madrasah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: pembelajaran daring di MI se-Kota Magelang selama masa pandemi COVID-19 berjalan secara “efektif”; guru telah menjalankan pembelajaran daring saat pandemi COVID-19; guru dapat menguasai “smartphone” dan “laptop” sebagai tool dalam pembelajaran daring; “WhatsApp” merupakan pilihan utama sebagai media dalam melaksanakan pembelajaran daring; dan guru “setuju” jika pembelajaran daring dilanjutkan dengan memperhatikan rencana pelaksanaan pembelajaran daring (RPPD) yang telah dibuat sesuai dengan indikator yang telah terukur sesuai dengan capaian pembelajaran. AbstractThe research aimed to analyze the effectiveness of online learning for madrasah ibtidaiyah (MI) teachers throughout Magelang City. The research method used descriptive qualitative. The main sources of data and information were obtained from research subjects with a population of 31 people consisting of 29 teachers and 2 madrasah principals. Data collection techniques used observation, documentation, interviews, and questionnaires. The data analysis technique used descriptive analysis. Based on the results of the research, it was concluded that: online learning at MI in Magelang City during the COVID-19 pandemic was running "effectively"; teachers have been running online learning during the COVID-19 pandemic; teachers can master “smartphones” and “laptops” as tools in online learning; "WhatsApp" is the main choice as a medium in carrying out online learning; the teacher "agrees" if online learning is continued by paying attention to the online learning implementation plan (RPPD) that has been made in accordance with indicators that have been measured in accordance with learning outcomes.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2025): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 2 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 22 No 1 (2024): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21 No 2 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 21, No 1 (2023): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 2 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 20, No 1 (2022): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 2 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 19, No 1 (2021): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 2 (2020): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2020): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2019): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 1 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2017): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 2 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2015): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2013): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 2 (2012): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 1 (2012): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 8, No 1 (2011): Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 7, No 1 (2010): Edukasi: Jurnal Pendidikan More Issue