HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep.
HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Articles
403 Documents
PROSES BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GENDER
Yunarni Yusri;
Febria Hardianty
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v3i2.486
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi proses berpikir kreatif mahasiswa berdasarkan perbedaan gender. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tugas pemecahan masalah matematika dan pedoman wawancara yang valid dan reliabel. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VII Program studi Pendidikan Matematika STKIP Andi Matappa yang terdiri dari dua orang (1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tidak terdapat perbedaan yang berarti tentang proses berpikir kreatif subjek laki-laki (S1) dan subjek perempuan (S2) dalam pemecahan masalah matematika yang memenuhi aspek lancar (fluent), fasih (flexible) dan baru (original), yaitu keduanya melalui tahapan: 1) persiapan, 2) inkubasi, 3) iluminasi, dan 4) verifikasi. Demikian pula, tidak ditemukan perbedaan yang berarti tentang rangkaian aktivias mental yang digunakan kedua subjek pada tiap tahapan; (2) Ditemu kenali perbedaan hasil tugas kedua subjek: 1) S1 menggunakan tiga cara yang baru, meskipun ketiga cara ini menggunakan konsep yang sama. Sedang S2, menggunakan satu cara baru, 2) fungsi-fungsi yang ditemukan S1 lebih variatif dan lebih kompleks dibanding fungsi-fungsi yang ditemukan S2. Meskipun hasil tugas kedua subjek berbeda,namun keduanya kreatif dalam pemecahan masalah matematika.
ANALISIS TINGKAT KESULITAN SISWA DALAM KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PERSAMAAN KUADRAT
Lala Intan Komalasari
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v4i1.566
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan – kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Persamaan Kuadrat Dan Fungsi Kuadrat, Teorema Faktor Dan Teorema Sisa Metode yang digunakan adalah menggunakan tes dan wawancara. Tes dilakukan kepada siswa sedangkan wawacara dilakukan kepada guru dan siswa. Sekolah yang merupakan tempat penelitian adalah SMA Advent Purwodadi sekolah ini adalah merupakan sekolah satu atap (SATAP) yang terdiri dari 300 siswa dari berbagai daerah Hasil wawancara guru menyatakan bahwa guru tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengajar materi Persamaan Kuadrat Dan Fungsi Kuadrat, Teorema Faktor Dan Teorema Sisa guru akan mengalami kesulitan apabila sudah masuk pada bentuk akar, sedangkan kesalahan yang dilakukan siswa bervariasi yaitu kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prinsip dan kesalahan operasi. Solusi yang di tawarkan adalah pembelajaran dengan memberikan soal open- ended pada materi persamaan kuadrat dan untuk menentukan grafik fungsi kuadrat yaitu dengan mengkontruksi prinsip.ABSTRACTThis study aims to analyze the difficulties of students in solving mathematical problems in the material Quadratic Equations and Quadratic Functions, Factor Theorem and Time Theorem The method used is to use tests and interviews. Tests are conducted on students while interviews are conducted on teachers and students. The school which is a place of research is Adventist Purwodadi High School. This school is a one-roof school (SATAP) consisting of 300 students from various regions. The teacher's interview results state that the teacher has no difficulty in teaching the material Quadratic Equations and Quadratic Functions, Theorem Factors and Theorems The rest of the teachers will experience difficulties if they have entered the root form, while the mistakes made by students vary, namely fact errors, concept errors, principle errors and operating errors. The solution offered is learning by giving open-ended questions to the material in quadratic equations and to determine the graph of quadratic functions, namely by constructing the principle.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TES FORMATIF DENGAN UMPAN BALIK TERHADAP HASIL BELAJAR STATISTIK DESKRIPTIF MAHASISWA PRODI STUDI EKONOMI SYARIAH STAIN WATAMPONE
Rahma Hidayati Darwis
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v1i1.22
ABSTAK: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen melibatkan dua perlakuan yaitu pemberian tes formatif dengan umpan balik dan pemberian tes formatif tanpa umpan balik, dengan satu variabel yaitu hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan pemberian tes formatif dengan umpan balik dengan hasil belajar mahasiswa yang diberi tes formatif tanpa umpan balik pada mahasiswa program studi Ekonomi Syariah. Populasi adalah seluruh mahasiswa prodi ekonomi syariah yang memprogramkan mata kuliah statistik deskriptif dan secara acak sederhana terpilih 2 kelompok. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis infrensial. Hasil analisis statistik deskriptif diperoleh skor rata-rata berada pada kategori tinggi untuk kelompok yang diberi tes formatif dengan Umpan Balik dan rata-rata untuk kelompok yang diberi tes formatif tanpa Umpan Balik berada pada kategori rendah. Hasil ini memberikan gambaran bahwa hasil belajar statistik deskriptif mahasiswa yang diberi tes formatif dengan umpan balik lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diberi tes formatif tanpa umpan balik. Hasil analisis inferensial dengan statistik uji-t disimpulkan bahwa tingkat hasil belajar staistik deskriptif mahasiswa yang diberi tes formatif dengan umpan balik berbeda signifikan dengan hasil belajar statistik deskriptif mahasiswa yang diberi tes formatif tanpa umpan balik.
PENGARUH KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SATAP BUNGORO
Herman Alimuddin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v1i1.182
Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen yang bersifat korelasi dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh keaktifan belajar siswa akibat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 4 Satap Bungoro tahun ajaran 2017-2018 yang berjumlah 27 siswa, dengan mengambil sampel dengan menggunakan teknik “simple jenuh”. Pegumpulan data menggunakan lembar observasi keaktifan dan tes tertulis. Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial Keaktifan siswa pada saat pembelajaran termasuk kategori aktif dengan persentase 55,55% dan skor rata-rata 75,26, Hasil belajar matematika siswa termasuk kategori sangat baik dengan persentase 51,82% dan skor rata-rata 80,56. Uji hipotesis diperoleh nilai Fhitung > Ftabel ( 6,965 > 4,24 ), yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) terjadi peningkatan hasil belajar pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Satap Bungoro.
PENGEMBANGAN LKM GEOMETRI ANALITIK BIDANG BERBASIS RME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA
Sitti Busyrah Muchsin;
Rahmat Kamaruddin;
Karlina Razak
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v2i2.241
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran berupa Lembar Kerja Mahasiswa berbasis pendekatan Realistic Mathematics Education yang valid dan efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika mahasiswa pada mata kuliah Geometri Analitik Bidang. Proses pengembangan LKM menggunakan model 4-D Thiagarajan. Instrumen-instrumen dalam penelitian ini adalah: (1) lembar validasi perangkat pembelajaran LKM, (2) lembar observasi, (3) angket respons mahasiswa, dan (4) tes berupa pretest dan posttest yang mengukur kemampuan literasi mahasiswa pada materi Geometri Analitik Bidang. Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan literasi mahasiswa yang terdiri dari level 1-6 sesuai dengan framework PISA. LKM berbasis Realistic Mathematics Education yang dikembangkan divalidasi oleh dua ahli kemudian dianalisis dengan validitas isi Gregory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKM yang dikembangkan dinyatakan valid dan efektif berdasarkan penilaian validator dan hasil uji coba yang dilaksanakan. Kevalidan perangkat lebih dari 75% atau V > 75%. Ini menunjukkan bahwa LKM yang dihasilkan berada pada kategori valid atau inferensia yang dilakukan adalah sahih. Keefektifan perangkat ditunjukkan dengan terpenuhinya 3 dari 4 indikator kefektifan yang ditetapkan, antara lain: (1) Rata-rata kemampuan literasi matematika mahasiswa berada pada level “sedang” (2) terpenuhinya 7 dari 9 kategori aktivitas siswa, (3) Semua mahasiswa memberikan respon positif sebesar 100% dari tiap aspek yang direspon.
PRINSIP BENTUK GEOMETRI UNTUK KEMUDAHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENYANDANG DISABILITAS
Indah Rahayu Panglipur;
Eric Dwi Putra
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v3i2.429
Pendidikan para penyandang cacat juga harus mendapatkan perhatian yang sama dengan yang lainnya. Demikian juga dari segi kemudahan dan kenyamanan dalam mendapatkan pendidikan. Baik terkait dengan kemudahan dalam hal kenyamanan dalam belajar di sekolah. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan perhatian besar kepada para penyandang cacat. Ada begitu banyak program yang berkaitan dengan peningkatan layanan publik untuk penyandang disabilitas. Terkait dengan bagaimana mengembangkan pembelajaran yang baik dan dukungan untuk penerapan kualitas belajar. Di beberapa sekolah inklusi di Jember, mereka sudah memiliki beberapa media yang mendukung proses pembelajaran. Terutama untuk mata pelajaran matematika yang mata pelajarannya masih cukup sulit. Lalu itu diperlukan untuk menyediakan media yang memfasilitasi proses pembelajaran dan memfasilitasi pemahaman. Itu Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip geometri yang dapat dengan mudah dan aman digunakan untuk pembelajaran matematika para penyandang cacat. Dalam penelitian ini subjek yang diamati dibatasi untuk orang dengan gangguan penglihatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilakukan diperoleh, dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip geometri yang dapat dengan mudah dan aman digunakan belajar bagi para penyandang cacat adalah sudut tumpul, permukaan kasar, dan dibuat lebih menonjol.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMAHAMAN KONSEP KALKULUS BERBASIS KOMPUTER
Akbar Nasrum
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v4i1.540
Tujuan dari peneitian ini adalah membuat suatu alat evaluasi berbasis komputer yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman konsep Kalkulus mahasiswa. Alat evaluasi ini bisa digunakan secara offline maupun online. Untuk mencapai tujuan itu digunakan model Plomp yang terdiri dari empat tahapan yaitu: fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi/konstruksi, fase test, evaluasi dan revisi. Sebelum mengkostruksi instrumen evaluasi dalam bentuk aplikasi, butir-butir soal divalidasi oleh dua orang pakar materi. Butir soal yang valid itulah yang diimport kedalam software Wondershare Quiz Creator untuk menciptakan sebuah prototipe instrumen evaluasi. Prototipe ini kemudian diujicobakan ke mahasiswa secara terbatas untuk melihat kepraktisan penggunaan aplikasi sekaligus menjadi alat evaluasi bagi penelti. Produk terkahir yang dihasilkan merupakan instrumen evaluasi yang valid dan praktis serta dapat digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep Kalkulus Mahasiswa.ABSTRACTThis research aims to create a computer-based evaluation tool that could be used to measure students' understanding of the Calculus concept. This evaluation tool could be used offline or online. We use Plomp's model, which consists of four phases: the initial investigation phase, the design phase, the realization/construction phase, the test phase, evaluation, and revision. Before constructing the evaluation instruments in the application form, the items were validated by two material experts. Those valid items were imported into the Wondershare Quiz Creator software to create a prototype evaluation instrument. This prototype was then trialled to students on a limited basis to see the practicality of using the application as well as being an evaluation tool for researchers. The latest product produced was a valid and reliable evaluation instrument and was appropriate to be used to measure the ability to understand the concept of Student Calculus.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS APOS
Nada Agustina
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v2i1.34
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa SMP pada materi persamaan garis lurus dalam pembelajaran berbasis APOS di SMP Negeri 1 Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis dan wawancara terhadap 4 subjek dan diperoleh informasi yang lebih mendalam. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman siswa pada tahapan-tahapan APOS (action, process, object, dan schema) pada materi Persamaan Garis Lurus di Kelas VIII.6 SMP Negeri 1 Palembang Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016/2017 yaitu cenderung baik. Dari hasil analisis kemampuan pemahaman konsep per-indikator, ada satu indikator yang sering muncul yaitu indikator kemampuan menyatakan ulang sebuah konsep, dan ada satu indikator yang paling sedikit muncul yaitu indikator kemampuan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah. Hal ini dikarenakan untuk mencapai indikator tersebut diperlukan pemahaman secara menyuluruh dari indikator yang lain, serta diperlukan kemampuan aktivitas prosedural dan konseptual.
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN HYPNOTEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Akbar Taufik;
Suryanti Suryanti
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v2i2.206
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan subjek penelitian kelas VIII-7 dan VIII-8 MTsN 1 Kota Makassar. Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui deskripsi hasil belajar siswa kelas VIII setelah dilaksanakan pembelajaran dengan metode pembelajaran hypnoteaching dan metode ceramah, (2) Untuk mengetahui keaktifan siswa kelas VIII dalam pembelajaran dengan metode hypnoteaching dan metode caramah, dan (3) Untuk mengetahui respons siswa kelas VIII terhadap metode pembelajaran hypnoteaching dan metode caramah, (4) Untuk mengetahui hasil belajar mana yang lebih baik antara metode pembelajaran hypnoteaching dengan metode ceramah. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik statistika deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata hasil belajar matematika yang diajar dengan metode pembelajaran hypnoteaching lebih baik dibandingkan yang diajar dengan metode ceramah. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan metode pembelajaran hypnoteaching adalah 82,90 lebih tinggi dibandingkan yang diajar dengan metode ceramah yakni 78,25, (2) Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran hypnoteaching lebih baik, (3) Respons siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran hypnoteaching sama positifnya dengan respons siswa yang diajar dengan menggunakan metode ceramah, dan (4) metode pembelajaran hypnoteaching lebih efektif diterapkan pada siswa kelas VIII MTsN 1 Kota Makassar.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR STATISTIKA DENGAN SOFTWARE R UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN
Muhammad Taqwa;
Akbar Taufik
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/histogram.v3i2.449
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan buku ajar yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Buku ajar ini sebagai penunjang perkuliahan statistika guna meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman konsep statistika sehingga mahasiswa memiliki ketrampilan analisis data dengan software R secara mandiri. Prosedur pengembangan buku ajar ini terdiri atas 4 tahap yaitu : pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran.. Materi buku ajar sesuai dengan rencana pembelajaran statistik yang ditampilkan dengan contoh dan software dengan R. Hasil penelitian yaitu (1) penilaian reviewer diperoleh skor validitas isi buku ajar adalah 0,81 yang berarti bahwa validitas isi buku ajar termasuk kategori tinggi dengan reliabilitas 0,89, sehingga buku ajar layak untuk digunakan sebagai alat penunjang kegiatan pembelajaran statistika matematika;(2) Buku ajar ini memiliki kriteria sangat praktis. Hal ini di jelaskan pada hasil uji kepraktisan oleh mahasiswa sehingga buku ajar layak digunakan pada perkuliahan statistika matematika; (3) Tidak ada peningkatan motivasi belajar mahasiswa pada matakuliah statistika matematika dengan perlakuan diajar menggunakan software R dan buku ajar statistika dengan R. Hal ini didukung oleh rata-rata ngain item motivasi belajar mahasiswa diperoleh yaitu -0,07 berada pada kategori rendah; (4) Tidak ada peningkatan pemahaman konsep mahasiswa pada matakuliah statistika matematika dengan perlakuan diajar menggunakan software R dan buku ajar statistika dengan R. Hal ini didukung oleh rata-rata ngain item pemahaman konsep mahasiswa diperoleh yaitu 0,25 berada pada kategori rendah.