cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 25496700     EISSN : 25496719     DOI : -
Core Subject : Education,
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Maret dan September dengan proses peer-review dan open access. Memiliki p-ISSN: 2549-6700 dan e-ISSN:2549-6719 , diterbitkan oleh Program Studi pendidikan matematika STKIP Andi Mattappa Pangkep. HISTOGRAM Berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh pakar, pendidik, ilmuan, praktisi dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan matematika terutama pada pengembangan model pembelajaran dan pengembangan perangkat serta istrument pembelajaran matematika
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA POKOK BAHASAN PECAHAN Inayanti Fatwa
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.553

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) yang ujicoba terbatas dilaksanakan di SDN No.1 Centre Pattallassang dengan tujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pada pokok bahasan Pecahan di kelas IVA SD dengan pendekatan matematika realistik. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model Thiagarajan (Model 4-D). Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini meliputi: Buku Siswa (BS), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Tes Hasil Belajar (THB). Perangkat pembelajaran yang dihasilkan telah dilakukan penyempurnaan berdasarkan masukan dan saran dari para ahli yang berkompeten dan ujicoba terbatas di kelas. Adapun hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa: (1) tingkat kemampuan siswa untuk tes hasil belajar pada siswa kelas IVA SDN No.1 Centre Pattallassang dalam memahami masalah pecahan dikategorikan tinggi, dengan skor rata-rata 73,60 dari skor maksimal 100 dengan standar deviasi 14,31; (2) dengan menggunakan perangkat pembelajaran matematika realistik, siswa jadi lebih aktif dalam proses pembelajaran; (3) pada umumnya siswa memberikan respons yang positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan; (4) tingkat kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran matematika realistik termasuk dalam kategori tinggi, artinya penampilan guru dapat dipertahankan.
PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING MATEMATIKA SEBAGAI SUPLEMEN BELAJAR SMA KELAS XI PADA MATERI IRISAN KERUCUT Alexander Christian Widya Eka Winarto; Tri Nova Hasti Yunianta
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v2i1.81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mobile learning matematika sebagai suplemen belajar bagi siswa SMA kelas XI pada materi irisan kerucut. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau research and Delopment (R&D) dengan menggunakan model Pengembangan ADDIE. Tahapannya terdiri dari: 1) Analysis (Analisis), 2) Design (Perancangan), 3) Development (Pengembangan), 4) Implementation (Implementasi), dan 5) Evaluation (evaluasi). Sampel penelitian adalah 25 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan dari kelas MIPA 9.3 SMA Negeri 1 Salatiga. Validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Penilaian ahli media diperoleh skor rata-rata sebesar 4,93 dengan kategori sangat baik dan penilaain ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 4,1 dengan kategori baik. Setelah melakukan revisi, media diimplementasikan pada proses pembelajaran materi Irisan Kerucut. Hasil implementasi media menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah menggunakan media mengalami peningkatan sebesar 0,731 dengan kategori peningkatan tinggi. Hasil analisis kepraktisan media diperoleh persentase 80% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mobile learning matematika sebagai suplemen belajar siswa pada materi irisan kerucut valid, praktis, dan efektif digunakan
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN BASED LEARNING PADA PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SRI YULIANTI
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v2i2.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada pembelajaran matematika kelas X di SMA Bait Al-Quran Kayuagung Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas X Palestina sebagai kelas eksperimen dan kelas X Yaman sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling. Proses pembelajaran di kelas eksperimen mendapatkan perlakuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan di kelas kontrol diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Pengumpulan data menggunakan teknik tes berbentuk soal essai berjumlah lima soal untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah siswa. Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan (α) = 0,05. Berdasarkan analisis t-test data test akhir diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05 kemudian menurut basis pengambilan keputusan dalam T-Test dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terbukti, bahwa ada pengaruh yang signifikan model PBL pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X SMA Bait Al-Quran Kayuagung.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA Indah Lestari; Noviana Ratna Putri
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.391

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada kemampuan berpikir kritis siwa yang masih rendah, siswa cenderung mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persoalan matematika yang berbentuk essay dengan penyelesaian yang membutuhkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Solusi dalam permasalahan ini bisa dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat, model pembelajaran Inquiry Based Learning menjadi solusi yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis karena model ini menekankan pada proses berpikir kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah yang dipermasalahkan Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 215 Jakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan teknik simple random sampling berjumlah 60 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument tes berupa soal essay berjumlah 10 soal yang telah melalui tahap validasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t. Penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran inquiry based learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematika.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN SIKAP DAN GENDER Besse Intan Permatasari
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 8 Balikpapan ditinjau dari sikap dan gender. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 378 siswa. Sampel merupakan siswa kelas VIII yang terpilih dengan cluster random sampling berjumlah 217 siswa. Siswa yang terpilih sebagai sampel menyelesaikan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan mengisi kuisioner sikap terhadap matematika. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2x2. Hasil ANAVA dua jalan mengungkapkan bahwa: 1) siswa dengan sikap positif memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari pada siswa dengan sikap negatif, 2) tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gender (laki-laki maupun perempuan), serta 3) tidak terdapat interaksi antara sikap dan gender terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
PENERAPAN SELF-ESTEEM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN OPEN-ENDED Novika Andriani A. Jariah; Zulkardi Zulkardi; Yusuf Hartono
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2017): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v1i2.28

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai self-esteem siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan open-ended. Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas VIII.6 SMP Negeri 2 OKU yang berjumlah 42 orang. Proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan tahapan pembelajaran pada pendekatan open-ended. Teknik pengumpulan data yakni dengan menggunakan angket MSSE (Math-Spesific Self-esteem), lembar observasi MBCSE (Metcalfe Behavioural Checklist of Self-esteem), dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, self-esteem siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan open-ended adalah tinggi. Hal ini dilihat dari hasil perolehan angket MSSE dan lembar observasi MBCSE, yaitu dengan rincian sebagai berikut: dari data lembar observasi MBCSE persentase siswa yang memiliki self-esteem dengan kategori sangat tinggi adalah 7,1%. Selanjutnya 56% siswa dengan kategori self-esteem tinggi; 36,9% siswa dengan kategori self-esteem rendah. Sementara, berdasarkan data angket MSSE persentase siswa dengan kategori self-esteem sangat tinggi adalah 30% dan 70% siswa dengan kategori self-esteem tinggi.
PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH DAN REALISTIK TERHADAP PRESTASI DAN MINAT DITINJAU DARI KEMANDIRIAN Annis Deshinta Ayuningtyas; Dafid Slamet Setiana
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v2i2.116

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Manakah yang memberikan prestasi dan minat belajar lebih baik, pembelajaran scientific approach, pendekatan realistik atau pembelajaran langsung. (2) Manakah yang mempunyai prestasi dan minat belajar lebih baik antara mahasiswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah. (3) Pada masing-masing tingkatan kemandirian belajar, manakah yang memberikan prestasi dan minat belajar lebih baik antara pembelajaran scientific approach atau pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial   3x3. Banyak sampel 119 mahasiswa. Instrumen pengumpulan data adalah angket kemandirian belajar dan tes prestasi belajar. Analisis tes prestasi menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran scientifik menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran langsung. (2) Pembelajaran dengan pendekatan realistik menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran langsung. (3) Kemandirian belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar. Hal ini berarti bahwa mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, kemandirian belajar sedang, dan kemandirian belajar rendah memiliki prestasi belajar yang berbeda. (4) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar. (5) Tidak ada interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemandirian belajar matematika terhadap minat belajar matematika.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN CTL TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SRI YULIANTI
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i1.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Lubuk Kecamatan Tanjung Lubuk kabupaten Ogan Komering Ilir.  Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan populasi kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Lubuk tahun ajaran 2015/2016. Sampel diambil dengan metode purposive random sampling. Dari 6 kelas yang ada dipilih 2 kelas secara random, sebagai kolompok kontrol dan eksperimen. Data diambil dengan menggunakan tes. Data dianalisis dengan t-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif penerapan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan penalaran dan komunikasi matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjung Lubuk. Ada perbedaan kemampuan penalaran dan komunikasi secara signifikan antara siswa yang belajar dengan pendekatan kontekstual dan yang belajar dengan pendekatan konvensional, sehingga pendekatan kontekstual dapat diimplementasikan dalam pembelajaran matematika di kelas.
PEMBELAJARAN INQUIRI BASED LEARNING PADA MATERI LIMAS SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Muhamad Saleh; Ernisa Ernisa; Aklimawati Aklimawati; Rifaatul Mahmuzah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v3i2.405

Abstract

Materi matematika didominasi oleh hal-hal yang bersifat abstrak. Sementara tingkat berfikir siswa pada usia anak Sekolah Menengah Pertama masih banyak kendala mengenai berfikir abstrak. Untuk itu perlu diupayakan proses pembelajaran Limas disesuaikan dengan taraf berfikir siswa. Tujuan Penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui penerapan Inquiri Based Learning (IBL) dan (2) respon siswa terhadap penerapannya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Banda Aceh terdiri dari empat rombongan belajar. Sampel sebanyak dua kelas yang dipilih secara random. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: tes dan non tes (angket). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan siswa dikelas kontrol. Siswa di kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata 78.66, sedangkan di kelas kontrol 68.57. Berdasarkan uji statistik menggunakan SPSS Ver 21 diperoleh bahwa Nilai sign (0,003) kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.  Respon yang diberikan siswa terhadap kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran IBL secara keseluruhan adalah positif dan termasuk dalam kriteria respon sangat baik dengan rata-rata persentase respon siswa sebesar 97,4%. 
PENGARUH IKLIM KELAS DAN KECERDASAN INTERPERSONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Irmawaty Natsir; Anis Munfarikhatin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2020): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/histogram.v4i1.568

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim kelas, kecerdasan interpersonal dan hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar sebanyak 2818 siswa dengan jumlah sampel 236 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan two-stage proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yakni: Skala iklim kelas, Skala kecerdasan interpersonal, dan Tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan analisis SEM (Structure Equation Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel iklim kelas berada dalam kategori “sedang”, variabel kecerdasan interpersonal berada dalam kategori “tinggi” dan variabel hasil belajar matematika berada dalam kategori “sedang”; (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara iklim kelas dengan kecerdasan interpersonal; (3) Iklim kelas secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dengan besar pengaruh 19%; (4) Kecerdasan interpersonal secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika  dengan besar pengaruh 25%.ABSTRACTThis research is an ex-post facto research that aims to understand the relationship between class climate, interpersonal intelligence and mathematics learning outcomes. The population in this study were all students of class VII State Junior High School in Biringkanaya District Makassar City as many as 2818 students with a sample of 236 students. The sampling technique in this study uses two-stage proportional stratified random sampling. The instruments used are: class sensitive scale, interpersonal intelligence scale, and mathematics learning achievement test. Data were analyzed with descriptive statistics and SEM (Structure Equation Modeling) analysis. The results showed that: (1) Class climate variables are in the "medium" category, interpersonal intelligence variables are in the "high" category and mathematics learning outcome variables are in the "medium" category; (2) There is a positive and significant relationship between class climate influence and interpersonal intelligence;(3) Class climate directly towards learning 19%; (4) Interpersonal intelligence directly directs positive towards mathematics learning outcomes with a large influence of 25%.

Page 10 of 41 | Total Record : 403