cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
HADIS DAN KHABAR AHAD DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD AL-GHAZALI Muhammad Alifuddin
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.805 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i2.149

Abstract

Dalam perspektif Muhammad Al-Ghazali; pemahaman dan penilaianterhadap hadis ahad, adalah sesuatu yang historis, , karena padaprinsipnya pandangan-pandangan tersebut sepenuhnya adalah hasilintrepretasi dan pendapat pribadi. Demikian pula penolakan terhadaphadis ahad, juga hanyalah hasil dari refleksi pemikiran ulama darimasalah yang bersangkutan, yang sifatnya relatif, spekulatif dan bolehjadi tidak tepat, sehingga jangan jangan sampai dipandang sebagaiagama itu sendiri. Lebih lanjut ia menyebutkan, bahwa akidah tidakmungkin terbentuk berdasarkan hadis-hadis ahad, karena akidah itusendiri sudah jelas dalam Qur'an. Hadis-hadis ahad barumemungkinkan untuk diterima dalam persoalan aqidah, bila memangmenjelaskan atau menerangkan sesuatu yang ada dalam Qur'an.Kata Kunci : Al-Ghazali, Hadis, Kabar Ahad
Mengembangkan Pendidikan Karakter Di STAIN Kendari Aliwar Aliwar
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.303 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.54

Abstract

Perbincangan hangat tentang terkikisnya karakter bangsa pada masyarakat dewasa ini, seakan mempertanyakan kembali peran lembaga pendidikan dalam membentuk dan menelorkan generasi berkualitas. Lembaga pendidikan dianggap kehilangan peran dalam membentuk watak, budaya dan karakter generasinya. Pendidikan hanya dianggap sebagai  proses transfer dan transmissi ilmu pengetahuan, tidak  merupakan proses penanaman nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Munculnya berbagai perilaku menyimpang/kejahatan seperti; tindakan korupsi, kekerasan, pornografi dan porno aksi, tawuran antar pelajar, narkotika serta in-toleransi  cukup menggugat eksistensi lembaga pendidikan dalam mempersipkan generasi yang unggul. Lembaga pendidikan harus melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter generasi bangsa. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Inilah tantangan khususnya lembaga pendidikan kita.Kata Kunci : Pendidikan Karakter
KONSTRIBUSI ISLAM TERHADAP KEBANGKITAN BARAT H. Moh. Yahya Obaid
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.412 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i1.117

Abstract

Islam selain sebagai agama samawi, juga merupakanpandangan hidup dan kehidupan dalam membangun peradaban dunia.Kejayaan pada masa bani Umaiyah dan Abasiaah dinilai oleh banyakkalangan sebagai inspirator kemajuan dunia modern (Globalisasi).globalisasi yang terjadi pada saat ini adalah bersumber dari Barat, danterus memegang supremasi dan hegemoni dalam berbagai lapangankehidupan masyarakat dunia pada umumnya, akan tetapi Islamsebagai Inspirator sekaligus sebagai agama yang berperadapantentunya memiliki andil besar terhadap kemajuan yang dicapai olehNegara Barat tersebut, jika demikian ketika globalisasi yangbersumber dari Barat ini, tampil dengan watak ekonomi-politik, dansains-teknologi, tentunya Islam harus mampu sebgai filter danpenetrasi dari dampak negatif yang diimbulkannya.Kata kunci: Kebangkitan,Islam,Peradaban,Dunia Barat
Diskursus Religiusitas Sang Kiyai Asliah Zainal
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.033 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.22

Abstract

Isu tentang agama dan demokrasi menjadi wacana luar biasa sejak runtuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998. Isu agama terkait erat dengan ilmu agama. Diskusi seputar isu agama tidak bisa lepas dari wacana pengetahuan berdasarkan konsep Foucault tentang kekuasaan. Menurut Michel Foucault, kekuasaan dapat tersebar ke segala arah, membentuk wacana, pengetahuan dan pada akhirnya menuju rezim kebenaran. Pengetahuan agama yang berasal dari kekuasaan akan menghasilkan wacana keagamaan. Makalah ini membahas wacana pemimpin agama, yang disebut kiyai. Di Indonesia setelah era reformasi, sumber pengetahuan dan otoritas menjadi tidak satu-satunya. Kehadiran kiyai hanyalah salah satu sumber otoritas keagamaan di Indonesia. Otoritas keagamaan terletak pada karisma seorang kiyai, yang berasal dari pengetahuan agama dan kepemilikan umat. Otoritas tersebut diterapkan dalam bentuk sistem patronase. Dengan karisma, kyai yang membangun kekuatan pengetahuan agama dan akhirnya menghasilkan wacana keagamaan lebih terlegitimasi.Kata kunci: otoritas keagamaan, wacana, Michel Foucoult, ulama.
Pemerintah Responsif Pendidikan: Kajian Atas "Program Cerdas Sultraku" di Sulawesi Tenggara Edy Karno
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.22 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.489

Abstract

Indonesian National Education System is the synergy component of the government, citizens, parents, and communities in the management of education. Nonetheless, the government appears to be the main engine of national education. This responsive attitude shown by some regional governments in Indonesia, one of the Southeast Sulawesi provincial government. The smart program sultraku derived from the vision of improving the quality of education in Southeast Sulawesi has been a major part in the development of quality human resources. This study found that the purpose of intelligent sultraku program is the improvement of human resources quality in Southeast Sulawesi. Its legal basis is Government Regulation No. 48 of 2008 on Education Funding, which is later than the regulation lowered the policy of Southeast Sulawesi Governor Regulation Number 55 Year 2014 concerning Scholarships Community Achievement Southeast Sulawesi provincial government on Sultan Agung Islamic University in Semarang, Central Java. Based on the needs analysis showed that the Regency / City in Southeast Sulawesi desperately need an education program that is responsive to local needs.Keywords: Financing Education, Quality, Policy, Programs
KAUKUS PEMIKIRAN KETUHANAN DALAM TEOLOGI DAN KAITANNYA DENGAN KALIMAT TAUHID H. Moh. Yahya Obaid
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.943 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i1.70

Abstract

Hidayah akal merupakan karunia besar yang Allah anugerahkan kepadasetiap manusia, dengan kekuatan akal pikir yang dimiliki, manusia sanggupmenyingkap tanda-tanda kekuasaan Allah di jagat raya ini dan dapat merobahperadaban manusia dari masyarakat permisif menjadi masyarakat yang serbacanggih dan modern, namun demikian manusia patut menyadari dibalikkekuatan akal manusia, masih pula terdapat keterbatasan dalam memahamidimensi-dimensi kehidupan yang terbentang luas dialam suprarasionaldiantaranya masalah ketuhanan.Memahami konsep ketuhanan dapat dijelaskan melalui dalil metafisik, fisik,theologi dan dalil moral yang dipadukan dengan dalil Huduts, dalil al-Imkandan dalil al-Inayah.Dalam perkembangannya terjadi perdebatan yang dialogis dalam memahamikonsep dan perbuatan tuhan di kalangan mutakallimun sehingga menambahhasanah keilmuan yang bermanfaat dalam membangun peradaban.Kata Kunci : pemikiran, ketuhanan, tauhid
Hubungan antara Minat dan Motivasi terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Konawe Selatan Zainuddin Zainuddin; Syafrial Syafrial
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/str.v23i2.740

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara apakah terdapat hubungan antara minat dan motivasi terhadap hasil belajar fisika siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Konawe Selatan. Untuk mengungkap data dalam menjawab masalah penelitian di atas, dilakukan penelitian terhadap 30 orang siswa sebagai anggota sampel dengan menggunakan teknik purporsive sampling, dengan menggunakan instrumen kuisioner berupa angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dieroleh rhitung = 0,994 > rtabel = 0,463 untuk taraf signifikan 0,01 atau 1%, sehingga rhitung lebih besar dari rtabel. Dengan demikian, maka terdapat hubungan yang signifikan antara minat  dan motivasi terhadap hasil belajar fisika  siswa  Madrasah Aliyah Negeri 1 Konawe Selatan.Kata kunci: Minat, Motivasi, dan Hasil Belajar FisikaThe study aims to find out the relation between interest and motivation towards learning outcomes students physics Madrasah Aliyah Negeri 1 Konawe Selatan. Data to uncover problems in answering the above research, performed research on 30 students as members of a sample using the purporsive technique of sampling, using a detailed questionnaire instrument in the form of question form and documentation. Based on the research results obtained rhitung = 0.994 > rtabel = 0.463 for significant levels of 1% or 0.01, so rhitung is greater than rtabel. Thus, there are significant relationships between interest and motivation towards learning outcomes students physics Madrasah Aliyah Negeri 1 Konawe Selatan.Keywords: Interest, motivation, and the results of Learning Physics
Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan : Kasus Kelurahan Bungguosu, Konawe Sandra Hasba; Syahrul Syahrul
Shautut Tarbiyah Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.198 KB) | DOI: 10.31332/str.v24i1.924

Abstract

Abstrak            Partisipasi masyarakat dalam Pembangunan merupakan bukti nyata dari kehidupan berdemokrasi. Tidak hanya dalam jargon politik, tetapi demokrasi juga mesti hadir dalam proses pembangunan. Pelibatan yang dikehendaki dalam pembangunan harus dapat menjangkau seluruh elemen dan segmen masyarakat. Desa Bungguosu yang menjadi objek dalam kajian ini, menjadi salah satu potret dari dinamika pembangunan nasional berbasis pemberdayaan. Melalui penyelidikan kualitatif-deskriptif tulisan ini sampai pada beberapa temuan: Pertama, partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan belum sampai pada tingkat menggerakkan masyarakat untuk berpikir jangka panjang tentang pembangunan di desanya; Kedua, pragmatisme masyarakat mengalami peningkatan karena hadirnya program bantuan yang bersifat konsumtif dan terima jadi. Jika pun dalam bentuk barang mentah, maka itu bersifat jangka pendek; Ketiga, terbangunnya persepsi politik praktis dalam kegiatan pembangunan, bahwa hadirnya program pembangunan daerah karena mendekati momentum pemilihan kepala daerah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kajian tentang kebijakan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Pembangunan, PemberdayaanAbstract            Community participation in Development is a clear evidence of democratic life. Not only in political jargon, but democracy must also be present in the development process. The desired engagement in development must be able to reach all elements and segments of society. The village of Bungguosu that became the object of this study, became one of the portraits of the dynamics of national development based on empowerment. Through this qualitative-descriptive investigation of this paper comes to several findings: First, community participation in development activities has not yet reached the level of mobilizing people to think long-term about development in their villages; Secondly, the pragmatism of the community has increased due to the presence of consumptive and acceptable assistance programs. If any in the form of raw goods, then it is short-term; Third, the establishment of practical political perception in development activities, that the presence of regional development program as it approaches the momentum of regional head election. This study recommends the need for a study of community empowerment-based development policies.Keywords: Community Participation, Development, Empowerment
Implementasi Manajemen Strategik Kepala Sekolah Dalam Menumbuhkan Sikap Keberagamaan Siswa di SMAN 1 Kendari Samrin Samrin
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.236 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i2.636

Abstract

Penelitian ini berjudul implementasi manajemen strategik kepala sekolah dalam menumbuhkan sikap keberagamaan siswa dengan permasalahan bagaimana sikap keberagamaan dan implementasi manajemen strategik kepala sekolah dalam menumbuhkan sikap keberagamaan siswa di SMAN 1 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis yakni penelitian yang bertujuan menjelaskan suatu gejala atau fakta serta upaya untuk mencari dan menata secara sistematis dan akurat data penelitian, kemudian dilakukan penelahan secara akurat dan mendetail guna mencari makna. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode wawancara, observasidan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap Islami yang ditanamkan nampaknya telah menjadi kebiasaan positif siswa dalam kesehariannya utamanya di lingkungan sekolah. Sikap Islami yang ditunjukkan siswa SMAN 1 Kendari adalah rajin ibadah (shalat), sikap sopan dan santun,  antusias terhadap ilmu agama, sikap toleransi, dan gemar ber-Infak. Dan Implementasi manajemen strategik kepala sekolah dalam menmbuhkan sikap keberagamaan siswa melalui beberapa kegiatan-kegiatan keagamaan diwujudkan dengan beberapa cara yaitu penyediaan sarana dan prasarana, pendekatan persuasif kepada siswa dengan selalu menasihati dan melakukan penilaian sikap keberagamaan sebagai bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam serta dengan melakukan pengarahan langsung sebagai upaya pembiasaan. Penerapan dari kebijakan strategik yang dapat menumbuhkan sikap keberagamaan siswa SMAN 1 Kendari pada dasarnya telah diterapkan dengan baik yang terlihat dari antusias siswa dalam kegiatan keagamaan, meskipun masih perlu untuk terus ditingkatkan seperti budaya 3S (senyum, salam dan sapa).Kata Kunci: Manajemen Strategik, Sikap Keberagamaan
Tanggung Jawab Sosial Pesantren: Studi pada Pondok Pesantren Al Munawwarah Pondidaha, Konawe Syahrul Syahrul
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.041 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i2.902

Abstract

Artikel ini mengkaji empat aspek, yakni: (1) Bagaimana dinamika internal pondok Pesantren Al-Munawwarah; (2) Bagaimana kondisi sosial-keagamaan masyarakat Pondidaha; (3) Bagaimana relasi pondok pesantren Al-Munawwarah dengan masyarakat Pondidaha; dan (4) Pola-pola apa saja digunakan pesantren dalam menanggapi tuntutan tanggung jawab dari masyarakat. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: (1) Secara internal, Pondok Pesantren Al-Munawwarah mengalami stagnasi dan dekonsolidasi sebagai akibat dari perhatian Yayasan yang rendah. (2) Etnik Tolaki merupakan penduduk asli dan mayoritas pada masyarakat Pondidaha, yang sebagian besar adalah pemeluk agama Islam. Implementasi nilai-nilai Islam terlihat dalam ritual-ritual formal maupun doktrin tertentu seperti: ijab kabul dalam pernikahan, tidak makan babi, khitan/sunat, penguburan jenazah, dan lain-lain. Praktek-praktek ini mudah dijumpai karena melekat dalam peristiwa keseharian masyarakat Tolaki. Sedangkan ajaran agama Islam pada aspek yang lain seperti mu’amalah belum nampak karena masih dominannya tradisi, atau kompromi agama dengan tradisi. (3) Idealisme yang tertuang dalam dasar pendirian Ponpes Al-Munawwarah salah satunya berorientasi kemasyarakatan, tetapi saat ini tidak dapat diwujudkan dalam kebijakan dan kerja-kerja konkrit. Posisi pesantren Al-Munawwarah mengalami alienasi  dari masyarakat. (4) Reaktif: Sebagai pola respons internal. Respons atas kondisi internal hanya bersifat insidental melalui Mekanisme bertahan, yang menjadi pilihan paling realistis dari manajemen pondok dalam konteks menjawab permintaan tanggung jawab sosial. Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial, Pesantren, Suku Tolaki  Abstract            This article examines four aspects: (1) How internal dynamics of Pesantren Al-Munawwarah; (2) How is the socio-religious condition of Pondidaha society; (3) How is the relation of boarding school of Al-Munawwarah with Pondidaha society; and (4) What patterns are used by pesantren in response to community responsibility demands. This research yields the following findings: (1) Internally, Pondok Pesantren Al-Munawwarah is stagnated and deconsolidated as a result of low foundation concern. (2) Ethnical Tolaki is a native and majority in Pondidaha society, most of whom are Muslims. Implementation of Islamic values is seen in formal rituals and certain doctrines such as: ijab kabul in marriage, not eating pork, circumcision / circumcision, burial of the corpse, and others. These practices are easy to find because they are inherent in the daily activities of the Tolaki community. While the teachings of Islam on other aspects such as mu'amalah not visible because it is still the dominant tradition, or compromise with the tradition of religion. (3) Idealism contained in the Al-Munawwarah Foundation is socially oriented, but it can not be realized in concrete policies and works. Al-Munawwarah pesantren positions have alienation from society. (4) Reactive: As an internal response pattern. The response to internal conditions is only incidental through the persistence Mechanism, which becomes the most realistic option of boarding school management in the context of answering the demand for social responsibility.Key Words: Social Responsibility, Pesantren, Tolaki Tribe

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue