cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
FAKTOR PENYEBAB GIZI BURUK PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MATA KOTA KENDARI Ratna Umi Nurliah
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4208.813 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.143

Abstract

Kata Kunci : Gizi Buruk, Balita, Puskesmas
Pengaruh Kreativitas dan Intelegensi Terhadap Kemandirian Belajar Anak Muh. Shaleh
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.667 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i1.48

Abstract

Kreativitas anak dan intelegensi anak diduga kuat sangat signifikan mempengaruhi kemandirian belajar anak. Melalui metode penelitian kuantitatif, dengan menyebarkan angket pada 45 orang siswa Kelas III SD Negeri 1 di Kecamatan Baruga Kota Kendari, dugaan tersebut akan diuji kebenarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) terdapat hubungan langsung positif antara kreativitas siswa dengan kemandirian belajar siswa. Hal ini berarti bahwa tiap peningkatan kreativitas dapat meningkatkan kemadirian belajar siswa, 2) terdapat hubungan langsung positif antara inteligensi siswa dengan kemandirian belajar siswa. Hal ini menunjukan bahwa tiap peningkatan inteligensi siswa dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa, 3) terdapat hubungan langsung positif antara kreativitas dan inteligensi siswa secara bersama-sama terhadap kemandirian belajar siswa. Hal ini berarti bahwa kreativitas dan inteligensi memberikan kontribusi dalam penignkatan kemandirian belajar siswa.Kata Kunci: kreativitas, intelegensi, dan kemandirian belajar.
PARAGRAP YANG BAIK Fahmi Gunawan
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4736.545 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.111

Abstract

T ulisan ini membahas rentang paragraf yang baik, sebuah model kajiansintaksis. Data diambil dari majalah kontan pada rubrik investasi deoganjudul "menanri janji presiden terpilih". Dengao menggunakan teoriVerhaar dan Ramlan tentaog paragraf diremukan bahwa paragraf yangditeliti mernpunyai banyak variasi sintaksis. Dalam wacana, paragraf inimempuoyai kohesi dan kohereosi. Dalam kalimat, paragraf inimempuoyai jenis kalimat sederbana dan kalimat luas. Dalam klausa,paragraf ini rnempunyai klausa lengkap dan ridak leogkap. Pada frase,paragraf ini mempunyai Erase endosentrik dan frase eksosentrik.Karenanya, dapat dikatakan bahwa paragraph peoelirian ini termasukparagraf yang baik unruk dijadikan contoh atau model kajian sintaksis.Kata Kunci: Paragraf dan Analisis Sintaksis
Nilai Pendidikan Islam Film Animasi Upin dan Ipin dalam Membentuk Perilaku Islami Anak di Kelurahan Tinanggea Rahmad Rahmad
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.841 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i2.372

Abstract

Begitu susahnya mengajar dan membuat siswa bersemangat belajar,atau jika menggunakan perspektif siswa sendiri, betapa sulitnyamenumbuhkan semangat belajar dalam diri, karena proses panjangdalam pembelajaran akan memunculkan berbagai macam masalahyang dapat menghalangi tercapainya tujuan pendidikan yang hendakdicapai. Proses pembelajaran yang tidak singkat itu membutuhkanbermacam cara dan inovasi yang dapat menumbuh kembangkansemangat dan kreativitas pelajar maupun pengajar, sehingga seorangpengajar benar-benar memperhatikan proses pentransferan ilmupengetahuan dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur. Penelitian iniadalah penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Subjekpenelitian ini adalah anak usia 5-12 di kelurahan Tinanggea,Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan. Adapaun teknikpengambilan sampelnya menggunakan snowball sampling. Hasilpenelitian: 1. Film animasi Upin dan Ipin adalah sebuah film yangkaya akan nilai moral, dakwah dan Pendidikan Islam didalamnya,yang bertujuan untuk memahamkan anak-anak secara khusus, muslimpada umumnya tentang ajaran agama Islam. 2. Film animasi Upin danIpin terbilang efektif dalam membentuk perilaku Islam bagi anak, initerlihat banyak perubahan pola fikir dan pola sikap anak-anak diKelurahan Tinanggea setelah menonton Film animasi Upin dan Ipin.Kata Kunci: Nilai Pendidikan Islam, Film animasi, Perilaku Islami
UPAYA MENINGKATKAN LIFE SKILLS PESERTA DIDIK MELALUI PENDEKATAN SAINS-TEKNOLOGI-MASYARAKAT (STM) DALAM PEMBELAJARAN IPA Abdul Kadir
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.681 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i1.64

Abstract

Pendidikan IPA selama ini lebih banyak berlangsung secara teks book, halini menyebabkan pembelajaran menjadi tidak bermakna, peserta didiktercerabut dari kehidupan nyata, dan pada akhirnya pendidikan tidak mampumemberikan bekal life skills kepada peserta didik. Pendekatan STMmenghajatkan agar pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas senantiasabersesuaian dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat.Sesuai denganobjek kajian IPA yaitu segala fenomena alam, maka semestinya pendidikan IPAdengan menggunakan pendekatan STM diharapkan mampu membekali pesertadidik dengan life skills agar dapat bertahan hidup di alam dengan segaladinamikanya.Kata Kunci : Pendidikan IPA, Pendekatan STM, Life skills
SAYYID MUHAMMAD THANTHAWI DAN PERANANNYA DALAM TAFSIR ALQUR‟AN (Telaah Metodologi Kitab : Tafsir al-Wasīth) Hasdin Has
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.261 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i2.127

Abstract

Fadhilatul Imamil Akbar Sayyid Muhammad Thanthawi Syaikhul Azhar Al- Syarif (1928-2010),adalah sorang ulama dimasa modern dengan multi disiplin ilmu, khususnya dalam bidang tafsir al-Qur‟an. Salah satu penafsir tematik al-Qur‟an terbaik yang pernah dimiliki al-Azhar al-Syarif adalah penulis kitab tafsir al-Wasith. Dengan bahasa yang mudah, lugas dan sederhana serta jauh dari riwayat-riwayat israiliyat dan fanatisme mazhab menjadikan tafsir ini sangat pantas disejajarkan dengan tafsir-tafsir yang lain buah tangan ulama-ulama mufassirin yang terkenal. penulis memaparkan dan menganalisa tentang sejarah hidup dan metodologi yang dikembangkan oleh Syekh Thantawi dalam tafsir al-Wasith. Hasilnya terlihat bahwa metodologi penafsirannya berdasarkan metode tahlili sehingga terkesan subyektif. Ia menghubungkannya dengan ayat al-Quran dan Hadis-Hadis Nabi saw serta pendapat para sahabat dan tabi‟in. walaupun sampai saat ini hadis-hadis dalam tafsir ini belum teruji kwalitas keshahihannya. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan multidisipliner sesuai isi kandungan ayat dan dengan penguraiannya yang sistematis menjadikan tafsir ini terkesan sederhana namun sarat dengan makna dan ilmu pengetahuan.
Tafsir Al-Qur’an pada Masa Nabi Muhammad Saw Hingga Masa Kodifikasi Amri Amri
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.237 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.32

Abstract

Tulisan ini menguraikan pengertian tafsir dan ta’wil serta perkembangan tafsirsejak   masa   Nabi   Muhammad   saw   hingga   masa   kodifikasi.   Adapun pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan historis dengan content anlysis.Pada masa Nabi Muhammad saw, penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an menjadi otoritas beliau. Namun, beliau hanya menafsirkan ayat- ayat Al-Qur’an yang dianggapnya penting dan yang ditanyakan oleh sahabtnya. Oleh  karena  itu,  tafsir  dari  beliau  hanya  sedikit.  Dan  sumber penafsiran beliau adalah ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah. Pada masa sahabat, penafsiran sahabat memiliki empat sumber yaitu: ayat-ayat Al-Qur’an, sunnah nabi, pendapat sahabat sendiri dan isrāilyyah. Sahabat menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan pendapatnya atau dengan isrāilyyah ketika mereka tidak menemukan penjelasannya dari Al-Qur’an atau dari sunnah. Adapun pada masa tabi`īn, penafsiran tabi`īn memiliki lima sumber yaitu: ayat-ayat Al- Qur’an,   sunnah   nabi,   pendapat   sahabat,   pendapat   tabi`īn   sendiri   dan isrāilyyah. Tabi`īn menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan pendapatnya atau dengan isrāilyyah ketika mereka tidal menemukan penjelasannya dari Al- Qur;an atau dari sunnah atau dari pendapat sahabat. Akan tetapi, penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an pada masa nabi dan sahabat diketahui dari mulut ke mulut, karena kodifikasi tafsir dilaksanakan pada akhir masa kerajaan umaiyyah, meskipun kodifikasi itu masih dalam bab khusus dalam kitab-kitab Hadis.  Sesudah  itu  barulah  perkembangan  kodifikasi  tafsir  dilaksanakan secara terpisah dari kitab-kitab Hadis ke kitab khusus untuk tafsir.Kata kunci: Tafsir, Qur’an, masa kodifikasi dan masa Nabi
RITUAL PERSIAPAN REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT MUNA SULAWESI TENGGARA (Sebuah Tinjauan Antropologis) Asliah Zainal
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.525 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.75

Abstract

Tulisan ini berupaya untuk mengungkapkan bagaimana ritual karia menunjukan sebuah ritual persiapan reproduksi bagi perempuan dalam masyarakat Muna Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan cara pandang emik. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Ritual persiapan reproduksi bagi perempuan Muna berisi simbol-simbol Islam yang dianalogikan kepada proses penciptaan manusia. Hal tersebut terlihat dari prosesi pelaksanaan ritual tersebut dalam beberapa unsur. Ritual ini juga menegaskan adanya perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan, khususnya dalam perkawinan. Ritual karia menyimbolkan persiapan fungsi reproduktif perempuan, sesuatu yang secara tegas ditekankan penting oleh masyarakat Muna dan tidak menjadi penting bagi ritual produktif bagi laki-laki.Kata Kunci: Ritual, Karia, Reproduksi, Perempuan.
PENDIDIKAN DAN HAK ASASI MANUSIA Samrin Samrin
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2805.794 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.138

Abstract

Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pendidikan merupakan hak yangmutlak bagi setiap warga negara Indonesia. Dengan demikian,pendidikan dapat menjadi media pembelajaran dan pembudayaanpenegakan hak asasi manusia. Tulisan ini mencoba menelaah tentangketerkaitan antara pendidikan sebagai proses memanusiakan manusiadan hak asasi manusia sebagai upaya menempatkan pada posisisebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Pendidikandan Hak Asasi Manusia pada prinsipnya dapat diletakkan dalamhubungan yang saling mempengaruhi atau saling menguntungkan,pola hubungan yang dimaksud dapat dilihat dari dua aspek yaknihubungan fungsional dan hubungan simbiotikKata kunci: Pendidikan, Hak, manusia.
Nikah dalam Perspektif Al-Qur’an Sitti Kuraedah
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.966 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i1.43

Abstract

Nikah dalam Al Quran dapat ditemukan dengan menelusuri  lafadz Zawwaja dengan berbagai bentuk pecahan kata dan maknanya. Kata tersebut ditemukan berulang tidak kurang 80 kali belum termasuk penggunaan lafadz Nikahun yang belum sempat penulis telusuri. Kata Nikahun secara majazi diartikan hubungan seks sedangkan kata Zawaj berarti pasangan, Sedang menurut istilah, nikah adalah suatu akad yang mengandung kebolehan terjadinya hubungan seksual antara seorang laki dan perempuan dengan memakai kata kata nikah atau tazwij. Tujuan pernikahan adalah untuk menyalurkan kebutuhan biologis sekaligus untuk mendapatkan keturunan dalam satu ikatan perkawinan dalam rangka mencapai keluarga sakinah mawaddah warahmah. Hukum pernikahan beda agama juga disebutkan bahwa a) Suami Islam, istri ahli kitab hukumnya boleh, b) Suami Islam, istri kafir bukan ahli kitab hukumnya haram, c) Suami ahli kitab, istri Islam hukumnya haram, d) Suami kafir bukan ahli kitab, istri Islam hukumnya haramKata Kunci: Nikah, Al-Qur’an

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue