cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
METODE PENGKAJIAN ILMU BAHASA Jabal Nur Karim
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2144.904 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.106

Abstract

Metode pengkajian ilmu rnutlak diperlukan, termasuk dalam ilmubahasa. Sernua ilmu pengetahuan dapat dicapai bukan karenamaterinya terapi karena rnetodenya. Dan hal ini tenru sejalan denganciri ilrnu pengetahuan. Para linguis rnernandang bahwa metode sangatmenentukan benar tidaknya suaru fakra. Metode adalah cara yangteratur dan berfikir secara baik unruk mencapai maksud dan tujuan.Dengan kata lain, metode adalah eara mendekati, mengamati,me nganalisi 5 dan rnenjelaskan fenomena kebahasaan. Dalampengkajian ilmu bahasa terdapat beberapa metode, yaitu metodekompararif, metode deskriptif, metode historis, dan metodekontrastif Selain iru, ada beberapa bidang kajian bahasa, yairufonologi, morfologi, sintaksis dan se man tik.
Paradigma dan Corak Pemikiran Teologi Islam Klasik dan Modern Abbas Abbas
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.174 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i1.11

Abstract

Teologi klasik adalah warisan dari teolgi masa lalu dalam bentangan sejarah Islam dan memiliki ciri apologitatik(perdebatan panjang pada wilayah dosa besar, eskatologi, syurga dan neraka dan kekekalan al-qur’an) dan romantisme mengenang dan merindukan kehebatan dan keunggulan para teolog masa lalu tanpa mengisi dan mempersiapkan konpetisi global yang akan dihadapi, sedangkan corak pemikiran teologi modern adalah lebih mengutamakan substansi daripada form, dan mengfungsikan nilai-nilai Islam untuk mengatasi persoalan keumatan yang konkrit seperti kebodohan, kemiskinan, pengangguran, dan keterbelakangan sosial serta mengembangkan  ilmu pengetahuan dan sains dalam kerangka kesejahtraan dan ketentraman umat manusia dimuka bumi ini. Dua corak teologi yang ada pada masyarakat menjadikan warna paradigma teologi Islam harus dapat didialektikakan oleh para penganut teologi yang lebih moderat, sehingga meninggalkan pola teologi klasik tidak berarti meninggalkan totalitas tetapi merombak konstruk berfikir kearah substansi ijtihad sesuai dengan pesan-pesan nilai kemanusian yang humanis.Kata Kunci : Paradigma, Teologi, Klasik, Modern.
Konflik Sosial Kontemporer antar Umat Beragama (Analisis Sosiologis dan Teologis) Abbas Abbas
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.764 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i2.367

Abstract

Substansi agama adalah memberikan tata kelola kehidupan bagi umatmanusia dimuka bumi ini agar senantiasa menjalankan aturan-aturanyang telah ditetapkan oleh pencipta dengan berbagai petunjukpetunjukteknisnya sebagaimana di dalam kitab-kitab yang telahditurunkan kepada nabi-nabi, tetapi hal demikian dalam mewujudkanproses pencapaian kearah yang paling tinggi (puncak kebaikan,manusia terbentur dalam konflik-konflik proses dalam membangundialektika internal umat beragama dengan berbagai sekte internnya,begitu juga dengan proses dialektika antar umat beragama yang secarapandangan keluar mengalami banyak perbedaan-perbedaan, darisinilah dibutuhkan kematangan, kedewasaan dalam beragama,sehingga substansi yang ingin dicapai oleh agama tetap menjaditujuan utama, tidak dikandaskan karena pertikaian/konflik pada prosesmencapai tujuan utama. Beberapa hal yang patut diperhatikan dalammelihat sumber-sumber konflik tersebut adalah adanya klaimkebenaran oleh orang-orang yang sangat bersikukuh untukmendiskreditkan kelompok lain, tetapi kelompoknya lah yangdianggap paling benar. Sehingga dibutuhkan kedewasaan dalammelihat kembali substansi ajaran agama dengan membangun dialogantar agama bagi pemuka dan tokoh-tokoh pengendali, bagi penuntutilmu dan akademisi kembali melakukan interpretasi pesan-pesanagama dengan menawarkan kesejukan dan kedamaian, sehingga dapatmembangun dialog antar agama lebih hidup dan bersinergi untukkedamaian dan kemaslahatan penganut agama-agama.Kata Kunci: Konflik, Sosial, Umat.
Bahasa Kriptos para Koruptor Fahmi Gunawan
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.079 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.59

Abstract

Bahasa dapat digunakan siapa saja untuk tujuan yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan bahasa untuk kepentingan  politik, kepentingan hukum, kepentingan agama, bahkan ada pula yang menggunakan bahasa untuk kepentingan kerahasiaan pribadi. Bahasa yang digunakan untuk kepentingan kerahasiaan disebut bahasa kriptos. Bahasa kriptos digunakan untuk merahasiakan, menyembunyikan, dan mengaburkan makna kata dari kata sebenarnya. Tulisan ini membahas bahasa kriptos, atau bahasa sandi, atau bahasa rahasia yang digunakan para koruptor di Indonesia. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif ditemukan bahwa bahasa sandi atau kode yang digunakan para koruptor itu berupa kode warna, penggunaan huruf kapital, kode senjata, kode buah-buahan, kode cairan, kode bagan organisasi, kode agama, dan kode bahasa Arab. Banyaknya kode  yang digunakan para koruptor disebabkan oleh perbedaan latarbelakang sosial budaya tempat mereka berada.Kata Kunci: Bahasa Kriptos, Koruptor 
EFEKTIFITAS METODE MUHADATSAH TERHADAP PENGUASAAN BAHASA ARAB MAHASISWA STAIN KENDARI Wa Muna Wa Muna
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.043 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i1.122

Abstract

Tesis ini ditulis sebagai usaha secara ilmiah untukmempelajari dan menganalisa sejauh mana efektivitas metodeMuhadatsah terhadap penguasaan bahasa Arab mahasiswa STAINKendari. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan efektifitasmetode Muhadatsah terhadap penguasaan bahasa Arab bagimahasiswa STAIN Kendari, dan mengungkapkan faktor-faktorpendukung efektifitas metode Muhadatsah dalam penerapan materibahasa Arab kepada mahasiswa STAIN Kendari.Penyusunan tesis ini menggunakan field research (penelitianlapangan) yang dilakukan dengan cara observasi, interview, angketdengan pendekatan paedagogies dan psikologis. Menurut tujuanpenelitian ini adalah penelitian terapan, dan ditinjau dari jenis datanyamaka penelitian ini merupakan gabungan dari kuantitatif dankualitatif.Data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukan bahwametode Muhadatsah memiliki efektifitas bila diterapkan dalampembelajaran dalam bahasa Arab kepada mahasiswa STAIN Kendari,mahasiswa yang dalam proses memperoleh prestasi belajar yangdiukur dengan nilai yang berkisar dari 1,7 sampai 4,0. sedangkanpenggunaan bahasa Arab mahasiswa yang dalam proses pembelajaranbahasa Arab menggunakan metode Muthalaah, insya’, dan qawaid(X2) diukur dengan nilai berkisar 1,4 sampai 3,7. hasil uji statistikdengan menggunakan uji t (untuk membedakan dua buah mean)harga tabel pada derajat kebebasan (db) atau degree of freedom (df)n1 + n2-2 adalah = df = 18 + 18 – 2 = 34 pada 0,01= 8,134 atau t =8,134 dan t = 0,34 (selisih X 1,X 2, df = 34) atau t ≥ t. Efektifitasmetode Muhadatsah dalam penerapan materi bahasa Arab kepadamahasiswa STAIN Kendari didukung oleh 4 (Empat) faktor yakni:penerapan metode Muhadatsah menjadikan lidah mahasiswa menjaditerbiasa dan fase berbicara dalam berbahasa Arab, mahasiswabermotivasi untuk menyebutkan dan mengerti kata-kata dan kalimatdalam bahasa Arab yang diajarkan dosen nya, mahasiswa denganmudah menangkap simbol-simbol Bahasa Arab yang diajarkan olehdosen ya, dan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung danpraktis.Kata Kunci : Efektifitas, Muhadatsah, Mahasiswa
Dakwah dalam Membangun Karakter Bangsa “Berlandaskan Nilai-Nilai Qurani” Nurdin Nurdin
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.809 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.27

Abstract

Persoalan demi persoalan yang terjadi dalam masyarakat kita memang seolah tidak pernah terhenti. Ibarat benang, kerumitannya kian hari, kian kompleks dan sulit diurai. Dalam masyarakat plural, fenomena semacam ini menjadi sebuah keniscayaan, terutama dalam membangun sebuah karakter bangsa. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki karakter. Karakter akan sangat ditentukan sejauhmana masyarakat suatu bangsa saling berinteraksi, menerima, menghormati dan saling menghargai satu sama lain tanpa harus memandang adanya perbedaan golongan, warna kulit, etnik, budaya dan agama. Islam sebagai agama memandang bahwa perbedaan antara sesama manusia adalah kekayaan dan merupakan sunatullah. Tulisan ini akan mengurai dan mengkaji “dakwah negara dalam prespektif kepluralan”, dan “tanggung jawab dakwah negara-bangsa mengelolanya berdasarkan pendekatan nilai-nilai agama dalam Al-Quran”.Kata Kunci: Dakwah, karakter bangsa, nilai Qurani.
Hubungan Disiplin Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pada Siswa SMAN 1 Kapoiala Kabupaten Konawe Samrin Samrin
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.144 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.495

Abstract

This study examines the relationship discipline of learning and the learning environment to the learning achievement of Islamic religious education and morality in students of SMAN 1 Kapoiala Kab. Konawe. This study aims to analyze empirically the relationship discipline of learning and the learning environment on student achievement SMAN 1 Kapoiala Kab. Konawe. The population in this study were students of SMAN 1 Kapoiala totaled 225. The samples in this study were taken by using random sampling (random sampling), with a sample of 69 students. Collecting data in this study using a questionnaire method of documentation. Data collected were analyzed by using descriptive and regression techniques. The results showed that the students' discipline included in either category 59.8%, the learning environment of students included in either category 59.82%, and the learning achievement of Islamic religious education and moral included in the category enough 54.5%. There is a positive and significant relationship between disiplinbelajar and learning environment on student achievement in the subject of Islamic religious education and moral in SMAN 1 Kapoiala the academic year 2014/2015 either partially or simultan.Berdasarkan study and discussion, we can conclude that there is a relationship antaradisiplin positive and significant learning and the learning environment to the learning achievement of Islamic religious education and moral either partially or simultaneously. Partially, the relationship given by the variable learning discipline by 34.40%, 25.80% of the learning environment. While it simultaneously hubungankedua magnitude of these variables is 45.5%.Keywords:      Discipline Learning, Learning Environment, Learning Achievement
MENUMBUHKAN NILAI-NILAI KEIMANAN MELALUI ORIENTASI PENDIDKAN SAINS FISIKA Abdul Kadir
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.155 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i2.133

Abstract

Umat Islam telah melakukan berbagai kesalahan dalam mempelajari ilmu alam atau sains khususnya fisika, sehingga berdampak pada pengikisan keimanan yang disebabkan oleh kekurangan-waspadaan umat Islam dalam menyerap ilmu pengetahuan (sains) yang dikembangkan oleh masyarakat yang tidak peduli dengan aqidah dan syariah Islam. Ilmu-ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh masyarakat banyak mengandung unsur-unsur yang merugikan keimanan seserorang di antaranya; (a) pemberian penghargaan yang berlebihan kepada para pengmebang ilmu, (b) kesalahan penggunaan istilah, seperti “penemu” yang mengandung konotasi bahwa ilmu sebelumnya tidak ada. Di samping itu, menurunnya nilai-nilai keimanan itu disebabkan oleh; a) kurangnya penghayatan kekuasaan Allah melalui ilmu pengetahuan, dan b) kurangnya pemikir muslim saat ini untuk menggali ilmu pengetahuan baru. Hal ini berdampak negatif. Misalnya, lambat laun generasi muda muslim akan mendapat kesam bahwa ilmu itu selalu bersumber dari barat yang jelas sekuler dan akan menggangap bahwa masyarakat Islam sebagai masyarakat yang terbelakang dan akan mengangungkan cara berfikir sekuler dan materialistik. Oleh karena itu kita harus mampu menanamkan keimanan melalui pemahaman keteraturan fenomena alam dalam sains fisika.
Pengelolaan Harta Wakaf yang Produktif dan Profesional Mashur Malaka
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.593 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.38

Abstract

Potensi wakaf umat Islam sangat besar, akan tetapi potensi tersebut belummaksimal dalam pengembangan dan pengelolaannya, walaupun tidak dapatdipungkiri bahwa wakaf telah memainkan peran yang sangat penting dalampembangunan masyarakat. Oleh karena itu strategi pengelolaan wakaf yangbaik perlu diciptakan guna mewujudkan harta wakaf yang produktif danprofesional dalam pengelolaannya. Sebagai salah satu institusi keagamaanyang erat hubungannya dengan sosial ekonomi Wakaf Tunai tidak hanyaberfunsi ibadah tapi juga berfungsi sosial. Ia merupakan salah satumanifestasi iman dan rasa solidaritas antara sesama manusia. Dalamfungsinya sebagai ibadah ia diharapkan akan menjadi bekal bagi kehidupan siwakif yang pahalanya terus mengalir. Dalam fungsinya sebagai ibadah sosialWakaf Tunai merupakan asset yang amat bernilai dalam meningkatkanpertumbuhan ekonomi.Kata kunci : harta, wakaf, produktif, profesional
Pendidikan Islam di Era Globalisasi (Peluang & Tantangan) Samrin Samrin
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.236 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i1.583

Abstract

AbstrakPendidikan Islam secara ideal berfungsi membina dan menyiapkan anak-anak dalam keluarga termasuk anak didik yang berilmu, berteknologi, berketerampilan tinggi dan sekaligus beriman dan beramal saleh. Penjabaran materi pendidikan Islam  tidak hanya berkisar pada hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah ubudiyah yang khas  (khusus), akan tetapi ubudiyah yang lebih umum dan luas, yaitu pengembangan ilmu sosial sehingga anak dapat berinteraksi dengan lingkungannya secara baik maupun pengembangan pengetahuan dan teknologi yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan mampu merebut peluang posisi pembuat kebijakan (policy makers), untuk dapat merebut posisi itu sediakan SDM yang ahli di bidangnya. Melahirkan SDM yang ahli harus kembali ke pendidikan bukan ke partai politik Islam yang lebih didominasi oleh dunia politisi. Sekaligus manfaatkan peluang global dengan kemajuan informasi, komunikasi serta ipteknya untuk memperkuat posisi pendidikan Islam.Kata Kunci : Pendidikan Islam, Globalisasi

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue