cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Potret Pembelajaran Agama Islam Berbasis Karakter di SDIT al-Qalam Kendari Nurdin Karim
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.8 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i1.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi mendalam pengelola SDIT al-Qalam Kendari mengenai proses pembelajaran agama Islam berbasis karakter. Pendekatan kontekstual digunakan untuk memudahkan pengamatan di Sekolah Dasar Islam Terpadu al-Qalam Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi model Spradley dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis Spradley yaitu: analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya berdasarkan temuan penelitian, teori-teori pembelajaran dan pendapat para pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik melalui pembelajaran agama Islam di SDIT al-Qalam sangat ditentukan, (1) tujuan pembelajaran agama Islam, (2) pendekatan pembelajaran kontekstual, (3) penggunaan strategi pembelajaran, dan (3) penciptaan lingkungan dan budaya sekolah yang islami. Karakter yang dihasilkan adalah; taat beribadah, jujur, bertanggung jawab, disiplin, kerjasama, peduli, rasa ingin tahu, mandiri, disiplin, kasih sayang, sopan, santun, ramah, kreatif dan menghargai.Kata kunci: Agama Islam, karakter, pembelajaran, kontekstual, SDIT Al-Qalam Kendari
PERANAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN SUMBERDAYA MANUSIA (ANALISIS FILSAFAT POBINCI-BINCIKI KULI) Mahrudin Mahrudin
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3300.933 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i1.101

Abstract

Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama bagi seseorang. Pendidikan dalam keluarga sangat berperan dalam mengembangkan watak, kepribadian, nilai-nilai budaya, nilai-nilai keagamaan dan moral, serta keterampilan sederhana. Pendidikan dalam konteks ini mempunyai arti budaya, yaitu proses sosialisasi dan enkulturasi secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk membimbing anak agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak luhur, tangguh mandiri, kreatif, inovatif, beretos kerja, setia kawan, peduli akan lingkungan dan lain sebagainya. Untuk 1tu falsafah "pobinci-binciki kuli" pada rnasa Kesultanan Buton dapat dijadikan acuan dalam kehidupan keseharian.Kata Kunci: Keluarga, Sumber Daya Manusia
Pengaruh Kompetensi Profesional Terhadap Motivasi Kerja Guru Honorer TK Se Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari Halmuniati Halmuniati; Siti Sabania
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.351 KB) | DOI: 10.31332/str.v25i1.1346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan pengaruh kompetensi professional terhadap motivasi kerjaguru honorer TK se Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan angket (Kuesioner).Populasi dalam penelitian ini adalah guru honorer yang ada di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari sebanyak 30 orang guru.Teknik penarikan sampel menggunakan sampling jenuh dimana semua populasi digunakan sebagai sampel yang terdiri dari 30 orang guru honorer.Teknik analisis data untuk menjawab permasalahan pada hipotesis penelitian ini adalah analis SEM berbasis Partial Least Square (PLS).hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur kompetensi profesional terhadap motivasi kerja sebesar 0,571 dengan nilai  sebesar 4,232 artinya thit > ttab1,96. Semua indikator pada variabel kompetensi profesional dan variabel motivasi kerja memiliki nilai lebih besar dari nilai ttab1,96. Dengan Hasil ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja.Kata kunci : Kompetensi Profesional, Motivasi Kerja, PLS 
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dalam Peningkatan Minat Belajar dan Disiplin Siswa di SDN 18 Baruga Hartin Hartin
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.966 KB) | DOI: 10.31332/str.v25i1.1363

Abstract

Peserta didik di sekolah dasar adalah insan yang sedang membentuk fondasi fisik dan mental spritual. Secara fisik mereka dikenalkan tentang keutamaan kebugaran jasmani dalam menopang praktik pembelajaran. Secara psikis mereka membutuhkan sentuhan kejiwaan agar tumbuh semangat yang tinggi dalam belajar. Perhatian terpadu pada kebutuhan fisik dan psikis siswa akan menjadikan proses pendidikan yang dilakukan berlangsung secara simbang. Para guru menjadi pelaku utama pembinaan siswa secara komprehensif tersebut. Berbagai pendekatan inovatif dan kreatif mesti dilakukan dan dikembangkan agar siswa dapat berkembang seutuhnya. Perlakuan ini utamanya dilakukan dalam proses pembelajaran melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang relevan. Melalui proses pengamatan yang cukup panjang, keterlibatan peneliti secara langsung secara interaktif baik dengan guru maupun siswa, ditemukan beberapa hal positif dalam pendekatan pembelajaran di SDN 18 Baruga. Aspek yang diangkat dalam catatan ini adalah minat belajar dan disiplin siswa, yang pada awalnya merupakan masalah yang sulit dipecahkan. Namun, para guru terus-menerus melakukan perbaikan-perbaikan dalam proses pembelajaran dengan mengujicobakan beberapa pendekatan pembelajaran yang dapat menjadi jalan keluar atas masalah kesiswaan tersebut. Salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dengan menggunakan model percobaan maupun tindakan, penggunaan metode pembelajaran koperatif tipe STAD dapat meningkatkan minat belajar maupun disiplin siswa di SDN 18 Baruga. Kata Kunci: Pembelajaran Aktif Tipe STAD, Minat, Disiplin
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Peserta Didik di Pesantren Ummusshabri Kota Kendari Pairin Pairin
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.811 KB) | DOI: 10.31332/str.v25i1.1350

Abstract

Ajaran Islam merupakan pedoman perilaku dari para pemeluknya, lebih luas lagi bagi alam semesta. Karenanya sosialisasi ajaran Islam pada masyarakat mesti dilakukan secara terorganisasi melalui lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan Islam seperti pesantren. Perkembangan kekinian yang menunjukkan kemunduran etik masyarakat adalah penanda pentingnya penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam sejak dini. Upaya ini akan memberi sumbangan besar atas persoalan kebangsaan dalam konteks yang lebih luas. Pesantren Ummusshabri sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Sulawesi Tenggara telah menunjukkan peran besar dalam pendidikan dan kehidupan keberagamaan di Sulawesi Tenggara, sehingga penting dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada peserta didik di Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari. Dua hal yang didalami yakni: nilai-nilai pendidikan agama Islam pada peserta didik, dan proses penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada peserta didik. Untuk menjawab masalah penelitian, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan studi dokumen. Data yang terkumpul dianalis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan agama Islam pada peserta didik Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari mencakup: kedisiplinan, kesopanan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Ikhtiar yang dilakukan dalam rangka menjaga nilai-nilai pendidikan agama Islam peserta didik meliputi: pengawasan dan pemberian sanksi educatif, pembiasaan, menciptakan lingkungan santun, permberdayaan OSIS, serta membudayakan kerja sama dan tolong menolong.Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Islam, PesantrenIslamic teachings are the behavioral guidelines of their adherents, more broadly for the universe. Therefore the socialization of Islamic teachings in society must be carried out in an organized manner through educational institutions, especially Islamic education institutions such as Islamic boarding schools. Current developments that show the decline of ethics in society are a sign of the importance of planting the values of Islamic religious education from an early age. This effort will make a major contribution to the issue of nationalism in a broader context. The Ummusshabri Islamic Boarding School as one of the oldest Islamic educational institutions in Southeast Sulawesi has shown a large role in education and religious life in Southeast Sulawesi, so it is important to study it. This study aims to understand the planting of the values of Islamic religious education for students at the Ummusshabri Islamic Boarding School in Kendari. Two things were explored, namely: the values of Islamic religious education for students, and the process of planting the values of Islamic religious education for students. To answer the research problem, a qualitative approach is used with a descriptive method. Data is collected through interviews, observations, and document studies. The data collected is analyzed by stages of data reduction, data presentation, and verification. The results showed that the values of Islamic religious education in students of Kendari's Ummusshabri Islamic Boarding School included: discipline, politeness, responsibility, and social care. The efforts taken to safeguard the values of the Islamic religious education of students include: supervision and giving educative sanctions, habituation, creating a polite environment, empowering the student council, and cultivating cooperation and help. Keywords: Value, Islamic Education, Pesantren
Desain Penelitian Tindakan Kelas Berbasis Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournament Sabdah Sabdah
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.782 KB) | DOI: 10.31332/str.v25i1.1368

Abstract

Profesionalisme guru tidak hanya ditunjukkan dalam bukti-bukti formal seperti kepemilikan sertifikat pendidik. Lebih penting lagi adalah pengamalan secara substantif terkait tugas-tugas profesi keguruan. Tuntutan ini menyebabkan guru tidak lagi dapat bertahan pada zona nyaman, hanya menyelenggarakan rutinitas pembelajaran. Pencarian secara terus-menerus terkait pendekatan dan teknik pembelajaran mesti dilakukan, dengan menelusuri literatur-literatur terbaru, juga perkembangan terkini dalam praktik pembelajaran, sehingga dapat menjadi inspirasi terhadap perbaikan pembelajaran di sekolah masing-masing. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu ikhtiar untuk menciptakan tradisi akademik yang baik bagi guru, disamping budaya membaca juga tradisi menulis ilmiah. Sebelum mempratikkan jenis penelitian tindakan, maka guru secara konseptual harus memiliki pemahaman tentang desain penelitian tindakan. Kemampuan menciptakan desain pembelajaran berbasis penelitian tindakan menjadi tanda bahwa guru memiliki kesiapan untuk melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran. Dalam desain pembelajaran menggambarkan alas pikir perlunya tindakan dilakukan, pemahaman terhadap fakta-fakta di kelas, memetakan domain-domain penyelidikan, dan menetapkan strategi pembelajaran yang tepat. Desain juga mensyaratkan penjelasan teknis tentang praktik pembelajaran, mulai dari jenis penelitian, subjek yang diteliti, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan siklus yang harus dilewati selama pemberian tindakan. Kata Kunci: Desain Penelitian, Pembelajaran Kooperatif
Landscape Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam (Kajian di MAN 1 Konawe Selatan) Badarwan Badarwan
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.905 KB) | DOI: 10.31332/str.v25i1.1355

Abstract

Lembaga pendidikan, pada jalur dan jenjang apapun, tidak berada pada ruang kosong. Meskipun bersifat statis, tetapi keberadaan manusia di dalamnya menyebabkannya menjadi sangat dinamis. Pada lembaga pendidikan, dinamika sudah dimulai ketika melakukan perintisan, yaitu menangkap kebutuhan-kebutuhan terkini dari pelanggan. Semakin tinggi lagi dinamikanya ketika menghadapi kompetisi dengan sekolah-sekolah lain dalam merebut kepercayaan masyarakat. Karenanya pengembangan lembaga pendidikan merupakan sebuah keharusan, termasuk yang dilakukan di MAN 1 Konawe Selatan. Kajian sederhana ini mendeskripsikan berbagai hal yang terjadi dalam proses pengembangan kelembagaan MAN 1 Konawe Selatan, antara lain: profil dan perkembangan, sarana prasarana, peserta didik dan mutu pendidikan, biaya pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah, dan budaya sekolah. Penelusuran empirik menggunakan pendekatan kualitatif-deksriptif, dengan melakukan wawancara, mengamati, dan membaca dokumen. Data dianalisis dengan melakukan reduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan MAN 1 Konawe Selatan merupakan hasil perjuangan panjang dari masyarakat, yang dimulai dari status swasta hingga menjadi sekolah negeri. Sarana prasarana senantiasa ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan peserta didik. Demikian juga guru menunjukkan komitmen dalam perbaikan mutu pendidikan. Keberadaan kepala sekolah menjadi titik simpul dari berbagai upaya yang dilakukan warga sekolah, terutama dalam membangun budaya sekolah yang menunjukkan ciri khas MAN 1 Konawe Selatan. Kata Kunci: Pengembangan Organisasi, Tranformasi, Madrasah
Memahami Organisasi untuk Keunggulan Bersaing (Kajian Manajemen Strategi di Sekolah) Salisman Laugi
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.65 KB) | DOI: 10.31332/str.v25i1.1369

Abstract

Sekolah sebagai wahana pembentukan manusia paripurna harus senantiasa melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Tata kelola sekolah yang baik menjadi penopang utama dalam melaksanakan agenda-agenda pendidikan dan pembelajaran. Tidak hanya untuk kepentingan sementara, lebih penting lagi untuk masa depan yang lebih panjang. Posisi kepala sekolah sangat penting dalam memahami internal dan eksternal organisasi, sehingga dapat merumuskan posisi sekolah di masa depan dan menciptakan keunggulan-keunggulan khas sekolahnya.Kata Kunci:     Manajemen Strategi, Organisasi, Kepala Sekolah, Keunggulan Bersaing Abstract            School as a vehicle for the formation of a complete human being must always make continuous improvements Good school governance is the main support in implementing education and learning agendas. Not only for temporary purposes, more importantly for a longer future. The position of the principal is very important in understanding the internal and external organization, so that it can formulate a school position in the future and create distinctive advantages of the school. Keywords: Management Strategy, Organization, Principal, Competitive Advantage
Berbagai Aspek Kepemimpinan Kepala Sekolah Anco Anco
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.947 KB) | DOI: 10.31332/str.v25i1.1357

Abstract

Sekolah merupakan sebuah sistem yang meliputi guru, peserta didik, tenaga kependidikan, sarana prasarana, dan lingkungan sosial. Komponnen-komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan bersama. Secara faktual, tidak jarang ditemukan komponen-komponen sekolah berjalan secara sektoral, seakan terpisahkan dari yang lain. Peran kepala sekolah sangat strategis dalam merekatkan komponen-komponen sekolah, demi pencapaian tujuan sekolah. Kemampuan kepala sekolah dalam mengelola pelanggan internal maupun eksternal menunjukkan tanggungjawab sosial yang tinggi, sekaligus upaya perbaikan mutu lembaga pendidikan. Kata Kunci: Kepemimpinan, Mutu, Tanggung Jawab Sosial AbstractSchool is a system that includes teachers, students, education staff, infrastructure, and social environment. These components constitute a unified whole in the framework of achieving common goals. Factually, it is not uncommon to find school components running sectorally, as if they were separated from the others. The role of the school principal is very strategic in attaching school components to achieving school goals. The ability of principals to manage internal and external customers shows high social responsibility, as well as efforts to improve the quality of educational institutions. Keywords: Leadership, Quality, Social Responsibility
Variabel-Variabel Relasional Kesiapan Belajar Peserta Didik di Tingkat Sekolah Dasar Jumasrin Jumasrin
Shautut Tarbiyah Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.032 KB) | DOI: 10.31332/str.v25i1.1361

Abstract

Pendidikan tingkat dasar memerlukan penanganan serius dalam penanaman dasar-dasar pendidikan. Peserta didik pada jenjang ini memerlukan kesiapan mental dan fisik agar dapat menyesuaikan diri dalam proses pembelajaran. Sebagai peserta didik yang sepenuhnya dibimbing oleh orang dewasa, diperlukan desain terciptanya kondisi yang dapat menumbuhkan kesiapan mereka dalam belajar. Variabel perhatian orang tua dan motivasi belajar merupakan variabel yang terhubung kuat dengan kesiapan belajar siswa pada tingkat sekolah dasar. Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak, sehingga kondisi rumah dan terutama orang tua mesti mendukung proses seorang anak dalam meningkatkan kualitas belajar. Perhatian orang tua harus terwujud dalam sebuah ikhtiar sistematis untuk menyiapkan sang anak memasuki dunia sekolah. Perhatian orang tua tidak diwujudkan dalam aspek-aspek yang bernilai hedonis-permisif. Keluarga harus dapat menunjukkan energi motivatif bagi kesiapan belajar. Memasuki lingkungan sekolah, iklim belajar mesti dapat diciptakan sehingga peserta didik merasakan pengalaman belajar yang nyaman dan menyenangkan. Keberadaan guru juga harus menjadi penggerak siswa untuk mencintai pembelajaran. Suntikan motivasi secara terus-menerus harus dapat dilakukan oleh para guru, dalam berbagai bentuk, dengan cara-cara yang inovatif. Kolaborasi antara lingkungan keluarga dalam bentuk perhatian orang tua dan lingkungan sekolah dalam bentuk penumbuhan motivasi belajar diyakini memiliki pengaruh kuat pada kesiapan belajar siswa pada tingkat sekolah dasar. Kata Kunci: Kesiapan Belajar, Motivasi, Perhatian Orang Tua

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue