cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
ISLAMISASI PENDIDIKAN BAHASA ARAB Zulaeha Zulaeha
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2510.17 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.134

Abstract

Islamisasi adalah pemberian nilai-nilai Islam terhadap ilmupengetahuan. Islamisasi pendidikan bahasa Arab sebagai salah satudisiplin ilmu pengetahuan merupakan penanaman nilai-nilai Islamdalam bidang bahasa. Hal ini didasarkan. Bahwa potensi bahasadalam diri manusia merupakan sunnatullah atau ketentuan Allah.Bahasa dilihat sebagai salah satu tanda kebesaran Allah yang adapada diri manusia.Linguistik Islam mengkaji hakikat bahasa sebagai suatukemampuan alamiah yang dimiliki oleh manusia yang merupakanpemberian atau karunia Tuhan kepada manusia. Hal ini diisyaratkandalam al-Qur’an Surah al-Rahman: 1-4. Potensi bahasa dimiliki olehmanusia bukanlah dengan bahasa tertentu, akan tetapi memilikikemampuan untuk mempelajari dan mengetahui bahasa-bahasa lain.Dalam al-Qur’an bahwa Allah memberikan potensi berbahasa denganmengajarkan bahasa dan dialek sebagai sarana untuk salingmengenal diantara berbagai suku di muka bumi, sebagaimanadisinyalir dalam QS. Al-Hujurat :13. QS. al-Ruum:22, QS. Al-Baqarah:31.Pengenalan terhadap sunnatullah dalam bidang bahasasebagaimana yang disinyalir dalam beberapa ayat tersebut sebagaireaksi terhadap kajian linguistik Barat yang semata-mata didasarkanpada empirisme dan rasionalisme yang memandang bahasasebagaimana adanya dengan mengkaji dari sudut zahirnya saja tanpamenghubungkannya dengan aspek sunnahtullahnya.Kata Kunci : Islamisasi, linguistik Islam
Micro Teching pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/Keguruan Nurseha Gazali
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.39 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.39

Abstract

Melahirkan calon-calon guru dimasa mendatang harus memenuhi kualifikasi,performance dan attitude yang sesuai dunia guru. Guru pada masamendatang, bukanlah sekedar lapangan kerja dan pegawai negeri, tetapi guruadalah segalanya sebagai bentuk pengabdian tidak hanya didalam kelas tetapijuga didalam masyarakat. Mewujudkan guru yang tidak hanya memenuhikualifikasi keilmuan, tetapi juga mendukung guru yang memenuhikompetensi dasar baik professional, sosial, kepribadian dan paedagogik,maka guru perlu mahir dalam micro teaching. Micro teaching diperlukan dandigunakan sebagai wadah laboratorium dalam kelas calon guru, sebelumcalon guru tersebut memasuki laboratorium nyata dalam masyarakat.Kata Kunci : Micro Teaching, LPTK, tenaga kependidikan, dan guru.
Perencanaan Strategis dan Praktiknya di Perguruan Tinggi Syahrul Syahrul
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.148 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i1.584

Abstract

Abstrak            Perguruan tinggi memiliki mandat besar dalam membumikan Tri Dharmanya. Justru dalam takdir demikianlah perguruan tinggi sejatinya menjadi sangat dinamis. Pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan wahana penjaga dinamikanya. Meskipun demikian, pengelolaan lembaga yang baik memegang kunci pengejawantahan mandat tersebut. Pendekatan strategik dalam mengelola lembaga pendidikan merupakan perekat segala dinamika perguruan tinggi. IAIN Kendari merupakan salah satu potret dari pergulatan sebuah perguruan tinggi dalam melakukan transformasi. Pergulatan tersebut menyampaikan pesan bahwa tidak cukup mengikuti trend dunia sebatas slogan maupun tagline, lebih dari itu mengamalkannya secara konsisten.Kata Kunci: Perencanaan Strategis, Kualitas, Perguruan Tinggi
KONSEP DASAR ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN TINGGI Masdin Masdin
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4247.366 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i1.102

Abstract

Analisis kebijakan adalah sebagai suatu metode atau prosedur menggunakan argumentasi rasional dan fakta-fakta untuk menjelaskan, menilai, dan membuahkan pemikiran dalam rangka upaya memecahkan masalah publik. Pendekatan dalam analisis kebijakan menggunakan pendekatan deskriftif dan normatif. Pendekatan deskriftif dimaksudkan untuk menyajikan inforrnasi apa adanya kepada pengambil keputusan agar pengambil keputusanmemahami permasalahan yang ada. Sedangkan pendekaran normatif dimaksudkan untuk membantu para pengambil keputusan dalam memberikan gagasan hasil pemikiran agar para pengambil keputusan dapat memecahkan suatu kebijakan. Dalam analisis kebijakanada dua paradigma metodologi yang sering dipakai, yaitu paradigama kuantitatif dan paradigma kualitatif. Prosedur analisis kebijakan pendidkan tinggi mempertimbangkan tiga hal yaitu, pertama fungsi alokasi, fungsi inquiri, dan fungsi komunikasi. Isu-isu strategis dalam dunia pendidikan dewasa ini melipuri tiga hal yaitu pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, serta penguatan tata kelola, akuntabilitas danpencitraan publik.Kata Kunci : Analsis, Kebijakan, Straregi.
PROFESIONALITAS DALAM MENGEMBAN MISI KEKHALIFAHAN (Telaah Analitis-Aplikatif Terhadap Asma Allah ( الصمد , الأحد Zulaeha Zulaeha
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.88 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i2.150

Abstract

Lafaz al-ahad (maha kuasa) mengandung arti bahwa siapayang mempunyai kemampuan melebihi yang lainnya, pastilah iatunggal (satu) di tengah kalangan mayoritas, karena hanya dialahyang mampu berbuat sesuatu yag tak dapat diperbuat oleh orang lain.Lafaz al-shamad temukan dalam al-Qur’an hanya satu kaliyaitu الله الصمد pada ayat kedua sirat al-Ikhlas. Bila ayat sebelumnyamenegaskan keesaan Allah dalam hal Zat, sifat, perbuatan sertapenyembahan kepadanya, maka lafaz al-shamad tersebut lebihmempertegas kemahasempurnaan zat-Nya, sehingga Ia Esa dalamsehala hal, dalam artian bahwa kemampuannya tak tertandingi olehsiapapun jua. Karena itu, patutlah ia menjadi tumpuan harapan bagisemua mahluknya di alam raya ini.Kemandirian sebagai wujud profesionalitas dalam diriseseorang merupakan suatu keteladanan terhadap sifat Allah الأحدالصمد . Profesionalitas dipandang sebagai suatu keharusan bagi setiaporang sebab hanya bekal inilah yang dapat mengantarkannya mampumengemban amanah atau tanggung jawab yang dilimpahkan padanya.Kesadaran akan tuntutan ini akan memotivasi setiap individu untukmembenahi diri dengan berbagai bekal keilmuan dan keterampilansehinga terciptalah kehidupan ilmiah yang kondusif yang padaakhirnya memotivasi persaingan sehat dalam meraih peluang kerjaatau posisi tetentu di berbagai asek kehidupan masyarakat.Kata Kunci : Profesionalitas, misi kehalifahan
Sistem Penyelengaraan Pendidikan Guru Berkualitas di Kementerian Agama Muhammad Hadi
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.023 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.55

Abstract

Kebutuhan calon guru kian hari semakin meningkat, bahkan membutuhkan penanganan secara cepat, dengan mempertimbangkan masuknya dunia politik dan gagasan dakwah ke rana pendidikan Islam, di samping melihat keterbatasan anggaran pendidikan di Departemen Agama. Keberadaan pendidikan guru, sebenarnya telah banyak memberikan kostribusi positif bagi perkembangkan pendidikan Islam di Indonesia. Perkembangan signifikan terhadap jumlah lembaga pendidikan guru dengan pola penyebaran yang luas di hampir seluruh provinsi telah menghasilkan ribuan alumni tenaga pendidik, dan kependidikan dari beragam keahlian dan jenjang pendidikan. Kehadiran tenaga guru di tengah-tengah masyarakat, juga telah memberi sumbangan baru dalam pengembangan pendidikan Islam ke arah yang lebih maju.Tantangan guru  di masa depan sangat berat, baik tantangan bersifat internal maupun eksternal. Tantangan internal bisa berupa pemberlakuan Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang menuntut peningkatan kualitas guru sebagai tenaga profesional. Sedangkan tantangan eksternal bisa berupa arus globalisasi yang menuntut sumber daya manusia berkualitas yang memiliki daya saing dan toleransi tinggi. Sehingga calon guru di masa depan haruslah sosok pendidik yang profesional dan memiliki kopetensi secara akademik, pedagogik, berkepribadian baik, memiliki daya saing dan toleransi tinggi serta mampu menguasai teknologi untuk kepentingan pendidikan dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Agar tujuan dimaksud dapat dicapai, tentu harus disiapkan sosok guru yang ahli di bidangnya, seperti menyiapkan rancangan sistem pendidikan guru yang berorientasi pada kualitas dan dikelola secara profesional. Kata kunci: Peningkatan pendidikan guru di lingkup Departemen Agama
NILAI-NILAI ISLAM DALAM KOSMOLOGI ALAM SEMESTA Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.042 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i1.118

Abstract

Begitu melimpahnya bukti-bukti ilmiah mengenai keunikan bumisebagai planet yang mampu memberikan hunian bagi manusiaselayaknya mampu menjadikan manusia bersyukur kepada Tuhan.Dalam makalah ini penulis menunjukkan beberapa bukti sebagaikajian ilmu pengetahuan cosmologi disertai dengan gambar, gambarpendukung serta sedikit mengenai penjelasanya. Pengkajian makalahdimulai dari tatanan yang maha agung, yaitu alam semesta, galaksi,sistem tata surya, dan bumi. Dengan penjelasan yang runtut tersebutdiharapkan dapat memberikan pencerahan kepada pembaca untukmensyukuri nikmat Tuhan Yang Maha Esa.Kata kunci : Bukti, Tuhan, kosmologi, alam semesta, Bumi, manusia.
Otonomi Daerah, Pilkada dan Pendidikan Politik untuk Anak Bangsa Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.588 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.23

Abstract

Gagasan otonomi daerah membawa konsekuensi politik nasional yang mewabah hingga ke daerah-daerah. Persoalan bangsa Indonesia adalah persoalan kita semua sebagai warga negara, apalagi komunitas yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Anak-anak bangsa yang sedang berproses mencari jati diri, perlu diberikan pemahaman dan arah oleh para pendidik sehingga dalam pencarian identitas dan eksistensi dirinya tidak hanya melalui tayangan film di layar kaca. Beberapa informasi, pemberitaan yang menimbulkan kegalauan pada anak bangsa, perlu diluruskan dan dilakukan pengkajian bersama di dalam kelas, sehingga memunculkan kesadaran kritis, dan peningkatan kecerdasan. Dalam upaya mengarahkan anak didik untuk menjadi manusia cerdas, kritis, memiliki jati diri dan humanis, diperlukan politik pendidikan yang memanusiakan melalui kebijakan pendidikan. Politik pendidikan bisa diupayakan oleh para pendidik melalui pembelajaran di kelas.Kata Kunci : Otonomi, pilkada, pendidikan politik dan anak bangsa.
Peningkatan Hasil Belajar Aqidah Akhlaq Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Siswa Mts.S Al-Alim Maligano Ety Nur Inah; Martiani Martiani
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.472 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.490

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes Aqidah Akhlaq through the implementation of cooperative learning model Think Pair Share (TPS) class VIII MTs.S Al-Alim Maligano. This type of research is the Classroom Action Research (PTK) is the implementation of the action research / treatment directly by using learning model, in this study using a pair of cooperative learning model Think Share (TPS). This learning model consists of three phases the first phase Think (think), the second phase Pair (pairs) and Phase Sharing (sharing). Thinking phase, the research object is a class VIII student MTs.S Al-Alim Maligano. Techniques of data collection is done by observation sheets, test and documentation and data analysis techniques. The results obtained after conducting research that is: the first cycle of daily student test scores ranged from 75-90 with an average value of 73.29 grade students completed as many as 26, An increase in value of 19.3% of students in accordance KKM is 75. In cycle II daily student test scores ranged from 75-99 with an average value of 84.76 class with an average increase of 11.7 class so as to increase the percentage of 88.23% compared to the first cycle second cycle increased total of 30 out of 34 students have already reached 75 KKM limit of 80% of the planned target.Keywords: Cooperative type Think Pair Share (TPS), learning outcomes
IJTIHAD PERSPEKTIF SUFISME Tomo Paranrangi
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.097 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.71

Abstract

Pada prinsipnya ijtihad, meliputi semua dimensi ajaran Islam tanpa kecuali, baik berkenaan dengan aqidah, syariat dan tasawuf. Khusus dalam tasawuf atau sufisme, ijtihad meliputi takhalli, tahalli dan tajalli serta maqamat yang ada di dalamnya, dengan segala pengalaman dan pencapaian spritualnya. Ijtihad dalam sufisme ini sangat ekslusif dibandingkan dengan ijtihad bidang Keislaman lainnya.Kata kunci: Ijtihad, sufisme

Page 3 of 29 | Total Record : 287


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue