cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Wacana Elit Politik: antara Eufemisme dan Sarkasme Fahmi Gunawan
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.116 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i2.76

Abstract

Artikel ini membahas wacana elit politik: antara eufemisme dan sarkasme dengan menggunakan pendekatan kebudayaan. Yang dimaksud bahasa elit politik adalah bahasa yang digunakan oleh para pemegang kekuasaan. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif ditemukan bahwa bahasa elit politik terbagi dua, yaitu eufemisme dan sarkasme. Eufemisme adalah bahasa yang lebih halus sebagai pengganti dari bahasa yang dirasakan kasar sehingga dapat mengaburkan makna, sementara sarkasme adalah bahasa yang digunakan untuk mengucapkan kata-kata yang pahit dan kasar. Penggunaan kata-kata ini dilakukan untuk mengejek, mencemoh, dan menyindir yang diduga akan menyakiti hati orang lain dan hal ini melanggar kesantunan berbahasa. Penggunaan bahasa sarkasme ini merefleksikan budaya miskin bahasa atau (linguistic poverty) di kalangan para elit politik.Kata Kunci: Wacana Politik, Eufemisme, Sarkasme
Hak Azasi Manuasi, Penyimpangan Fitrah Manusia Hasan Basri
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2530.615 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i1.139

Abstract

Propaganda HAM terus mengalir ke seluruh negeri dan semakindigencarkan oleh negara-negara penyokong ideologi kapitalismesekular,termasuk Indonesia telah memasukkan masalah HAM inidalam konstitusi negara (UUD 1945, khususnya hasil amandemen).Untuk memudahkan penerimaan HAM bagi negara-negaraberkembang, maka isu HAM berusaha diterjemahkan dalam kontekslokal, bahkan dalam konteks agama. Tidak jarang umat Islam begitulatah mengatakan bahwa HAM yang ruhnya adalah liberalisme adadalam Islam. HAM bersumber dari filsafat liberalisme yangindividualistik. Liberalisme dan individualisme sama-samamenjadikan manusia sebagai pusat perhatian (antroposentris). Dengandemikian, konsep HAM telah menuhankan manusia danmemanusiakan Tuhan. Konsep ini secara langsung berlawanandengan prinsip dasar hukum dalam Islam, yang hanya menjadikanTuhan sebagai syri’ (QS. al-An’m [6]: 57). Konsep HAM tidak sajabertentangan dengan Islam, tetapi justru bertentangan dengan fitrahmanusia.Kata Kunci: HAM, kebebasan, fitrah
Manahij al-Bahsi al-Lughawi (Metode Penelitian Ilmu Bahasa) Beti Mulu
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.763 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i1.44

Abstract

Manahij al-bahth al-lugah adalah metode pengkajian dengan cara kerja yang bersistem di dalam penelitian bahasa yang bertolak dari data yang dikumpulkan secara deskriptif berdasarkan teori  linguistik. Manhaj al-wasfi muncul di Barat pada permulaan abad 17 sebagai reaksi terhadap manhaj al-tarikhi al-ta’lili al-mi’yari al-qadim yang telah menguasai penelitian bahasa Arab dan Erofah. Tokoh-tokohnya yang terkenal ada 3 yaitu: 1. Ferdinand de Saussure (1857-1913). 2. Edward Sapir (1848-1939), 3. Leonard Bloomfield (1877-1949). Metode wasfi dan metode mi‘yari  dalam penelitiannya keduanya meliputi standar-standar bahasa yang sempurna yakni: fonologi, morpologi, sintaksis dan semantic tetapi berbeda dalam melakukan penelitian terhadap bahasa khusunya pada masalah al-‘illah, al-‘amil, dan al-jauhar. Metode wasfi pada awalnya mengumpulkan bahasa kemudian mendeduksi kaidah-kaidahnya. Meneliti setiap lahjah satu persatu kemudian mendudukkannya pada standar bahasa tersebut. Sedangkan pada metode mi‘yari, meneliti bahasa secara induktif, setelah menemukan kaidah-kaidah nahwu kemudian membuat hipotesa terhadap kaidah bahasa tersebut, hanya saja masih mencampurkan satu sama lain. Dalam masalah lahjah metode ini berusaha membentuk nahwu umum terhadap lahjah-lahjah tersebut.Kata Kunci: Manahij
Urgensi Bimbingan dan Konseling Bagi Wanita Manopause (Kajian Psikologi Islam) Nurdin Karim
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3186.415 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.107

Abstract

Persoalan Manopause dialami oleh setiap wanita normal. persoalan Manopause berkaitan dengan dua hal, fisik dan psikologis. karenanya sangat diperlukan pengkajian dari berbagai sudut pandang yang bertujuan untuk mendapatkan solusi dalam menangani problema wanita Manopause. tulisan ini mencoba menelaah konsep bimbingan dan konseling islam yang berkaitan dengan persoalan psikologis wanita Manopause. dalam konteks bimbingan dan konseling Islam seorang wanita Manopause diajak untuk merenungkan dirinya sebagai khalifah Allah di muka bumi. Alasan pertama karena menunjukkan kelemahan, keterbatasan serta ketergantungan manusia kepada yang lain sehingga setiap manusia potensi untuk mempuanyai masalah, sedangkan kedua menunjukkan kebebasan manusia sekaligus besarnya tanggungjawab yang dipikul dalam kehidupannya dimuka bumi.
Remaja Desa dan Teknologi Informasi di Kabupaten Buton Burhan Burhan
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.14 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i1.12

Abstract

Perubahan kehidupan masyarakat kini semakin cepat seiring dengan lajunya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi. Desa menjadi tempat awal bagi remaja desa untuk menangkap informasi dan pengetahuan awal sebagai bekal kehidupannya di masa depan. Globalisasi yang ditandai dengan arus perputaran informasi yang sangat cepat tersebut memberi efek besar bagi perilaku hidup remaja baik remaja perkotaan maupun remaja pedesaan. Remaja dengan tingkat labilitas yang cukup tinggi memang harus disiapkan sejak dini, agar mereka dapat dengan mudah hidup damai berdampingan dengan laju perubahan tersebut. Sangat mendesak untuk menghasilkan remaja yang dapat beradaptasi dan mampu bersaing. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Teknik pengumpulan data utama dengan menggunakan angket, dan data sekunder dijaring dengan menggunakan dokumentasi melalui penelusuran pustaka dan wanwancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan ICT remaja desa di Kabupaten Buton termasuk dalam kategori baik, 51 orang remaja atau 80.95 %, 10 orang remaja atau 15.87 % dan 2 orang remaja atau 3.17 % termasuk dalam kategori sedang dan kategori sangat baik.Kata Kunci : remaja desa, teknologi informasi, globalisasi, Buton
Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah pada Siswa Kelas XI IPS₁ SMA Negeri 2 Baubau Tahun Pelajaran 2014/2015 melalui Pembelajaran Kancing Gemerincing Basri Basri
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.07 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i2.368

Abstract

Pendudukan militer Jepang di Indonesia 1942-1945 menjadi salah satupokok bahasan mata pelajaran sejarah di SMA/MA sederajat,termasuk pada Kelas XI.IPS.₁ SMA Negeri 2 Baubau tahun pelajaran2014/2015. Melalui penelitian tindakan kelas dengan menerapkanmodel pembelajaran kancing gemerincing adalah: (a) untukmengungkap pengaruh pembelajaran kancing gemerincing terhadaphasil belajar sejarah. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahamandan penguasaan siswa mata pelajaran sejarah setelah diterapkannyapembelajaran kancing gemerincing. Penelitian bersiklus ini dilakukansebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu:rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaranpenelitian ini adalah siswa Kelas XI. Data yang diperoleh berupahasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 1) Model pengajaran kancinggemerincing dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarahmateri pendudukan jepang di Indonesia, 2) Pembelajaran dengankancing gemerincing memiliki dampak positif dalam meningkatkanprestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasanbelajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (65%,), siklus II(80%), siklus III (91%), 3) Model pengajaran kancing gemerincingdapat menjadikan siswa merasa dirinya mendapat perhatian dankesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide danpertanyaan, 4) Siswa dapat bekerja secara mandiri maupun kelompok,serta mampu mempertanggungjawabkan segala tugas individumaupun kelompok, 5) Penerapan pembelajaran dengan kancinggemerincing mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkankreatifitas belajar siswa.Kata Kunci: Prestasi belajar, sejarah, pembelajaran, kancinggemerincing.
Pemerolehan Pragmatik pada Anak Usia 2 Tahun (Studi pada Neilika Elen Elmaihira Warga Desa Cialam Jaya Konda) Laode Abdul Wahab
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.475 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i2.60

Abstract

Penelitian mengenai pemerolehan pragmatik pada anak usia dua tahun menarik. Penelitian ini telah dilakukan pada nara sumber Neilika Elen Elmaihira dipanggil Elen seorang anak perempuan usia dua tahun tinggal di Desa Cialam Jaya Konda pada tanggal 24-25 Mei 2013 dengan teknik rekam, simak, dan catat. Nara sumber sehari-harinya menggunakan bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman sepermainannya. Hasil penyimakan, pencatatan dan transkrip perekaman dijadikan data dialog. Data yang tersedia menunjukan bahwa pada setiap konteks dialog terdapat pelanggaran terhadap maksim-maksim dengan frekuensi tertentu. Sebagian jawaban nara sumber bersifat lugas dan sangat informatif atau sudah mematuhi maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Pelanggaran maksim lebih disebabkan tidak memadainya pengetahuan nara sumber. Penggunaan bahasa tubuh seperti mengangguk dan menggelengkan kepala menandakan bahwa nara sumber berusaha untuk mematuhi maksim di tengah ketidaktahuannya.Kata Kunci: Pemerolehan Pragmatik, Anak 2 Tahun, Elen, Cialam Jaya
MUSIBAH DALAM PERSPEKTIF HADIS Amri Amri
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.511 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i1.123

Abstract

Allah swt. telah menciptakan segala sesuatu berpasangpasangan.Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. al-DEriyEt/51: 49.Terjemahnya: Dan dari segala sesuatu Kami ciptakan berpasangpasangansupaya kamu mengingat kebesaran Allah (49).Jadi, segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah swt di mukabumi ini masing-masing memiliki pasangan. Misalnya: laki-laki danperempuan, jantan dan betina, siang dan malam, atas dan bawah,baik dan buruk, yang sesuai dengan keinginan dan yang tidak sesuaidengan keinginan.Dalam kehidupan di dunia ini, setiap manusia tidak akankosong dari dua hal, yaitu: 1) Yang sesuai dengan keinginannya. 2)Yang tidak sesuai dengan keinginannya.Hal-hal yang sesuai dengan keinginan manusia, seperti: sehat,selamat, banyak harta, banyak keluarga, banyak sahabat dan semuakelezatan dunia lainnya. Adapun hal-hal yang tidak sesuai dengankeinginan manusia, seperti: ketaatan, kemaksiatan dan musibah.11JamEl al-DFn al-QEsimG, Tahb Mau`izat al-Mu’minn (Cet. II; Al-Mamlakah al`Arabiyyah al-Su`Hdiyyah: DEr Ibni al-Qayyim, 1408 H / 1988 M), h. 372.121Ketaatan dan kemaksiatan terikat dengan ikhtiar manusia.2 Artinyamanusia memiliki pilihan untuk menolak ketaatan atau melakukanketaatan. Demikian juga manusia memiliki pilihan untuk menolakkemaksiatan atau melakukan kemaksiatan. Akan tetapi, musibah tidakdemikian halnya, musibah tidak terikat dengan ikhtiar manusia.3Artinya manusia tidak memiliki pilihan untuk menolak musibah,manusia hanya memiliki pilihan untuk menghindari ataumenghindarkan musibah.Persoalan musibah tidak saja dibahas oleh al-Qur’an, tetapijuga dibahas oleh Hadis Rasulullah saw. Namun dalam tulisan ini,akan dibahas tentang musibah berdasarkan Hadis Rasulullah saw. Dansudah barang tentu persoalan musibah telah diuraikan oleh banyakHadis dengan matan dan sanad yang mungkin berbeda dalamberbagai kitab Hadis.Perbedaan matan dan sanad Hadis yang berbicara tentangsuatu pokok persoalan, tidak terlepas dari periwayatan Hadis secaralisan dalam kurun waktu yang relatif lama. Lebih satu abadsepeninggal Rasulullah saw, barulah Hadis itu dibukukan, yaitu padamasa pemerintahan Umar bin Abdil Aziz (w. 101 H).4Akan tetapi, perbedaan matan Hadis yang berbicara tentangsuatu pokok persoalan bisa menjadi penyebab perbedaan kualitasHadis. Demikian juga perbedaan sanad Hadis yang berbicara tentangsuatu pokok persoalan bisa pula menjadi penyebab perbedaan kualitasHadis.
Konsep dan Sistem Layanan Pendidikan Tinggi Berbasis Teknologi Nurjannah Nurjannah
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.339 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i2.28

Abstract

Keniscayaan menggunakan kecanggihan teknologi dalam sistem layanan pendidikan merupakan harga mati di era digital saat ini.  Kekayaan informasi yang sekarang tersedia di internet  telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi para penemu sistemnya. Oleh karena itu, penerapan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik perhatian peserta didik yang diduga kuat menjadi salah satu faktor keterpurukan bangsa Indonesia dari sisi pendidikan harus segera ditanggalkan. Dalam konteks STAIN Kendari yang akan berbenah dan beralih status, maka pilihannya adalah keharusan untuk mengembangkan dinamika belajar yang kondusif dan kreatif, melakukan transformasi organisasi dari sistem konvensional ke sistem yang lebih modern. Konsekuensi dari paradigma tersebut adalah; lembaga berkewajiban, mengembangkan sekaligus memberdayakan sumber daya manusia yang dimilikinya, mengembangkan manajemen pengetahuan yang adaptif, serta membumikan pemanfaatkan teknologi guna mendukung terciptanya berbagai perubahan dalam rangka mengatasi dan mengantisipasi dinamika yang terus terjadi.Kata kunci : Teknologi, pendidikan, layanan, system
Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Umum: Studi Kasus Di Universitas Lakidende Sastramayani Sastramayani; Sabdah Sabdah
Shautut Tarbiyah Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.576 KB) | DOI: 10.31332/str.v22i2.496

Abstract

Islamic Education in Higher Education is a subject spearhead the development of the personality. The hope is that students have a strong character in the practice of science, technology and art. In practice in Public Higher Education, the course is not getting treatment that is consistent with the spirit of building a formidable generation. Lakidende University also showed the same trend in which universities do not have a clear design of the position of subjects of Islamic education in the curriculum is. The response of students to the courses of Islamic education is still the same with other subjects. The measures taken by the lecturer of Islamic education are still in the context of educational interaction in the classroom, there was no movement in the form of additional activities outside of the classroom as on material enrichment classes.Keywords: Islamic Education, Public Higher Education, Curriculum

Page 2 of 29 | Total Record : 287


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue