cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Shautut Tarbiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Shautut Tarbiyah adalah satu dari banyak jurnal yang ada di IAIN Kendari yang membahas Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Al-Mar’ah dalam Hadis Nabi SAW Fatira Wahidah
Shautut Tarbiyah Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.177 KB) | DOI: 10.31332/str.v20i1.34

Abstract

Persoalan perempuan merupakan hal yang selalu actual untuk dibicarakan.Bagaimana tidak, di jaman modern seperti sekarang ini masih saja ada yang memandang rendah kedudukan perempuan, serta masih saja terdapat diskriminasi terhadap perempuan. Kendatipun juga tidak sedikit yang merasa tertarik untuk mengadakan penelitian-penelitian mengenai perempuan. Keistimewaan kodrati yang dimiliki masing-masing antara laki-laki dan perempuan  mengantar  kepada  perbedaan  fungsi  dan  peran  utama  yang dituntut dari laki-laki dan perempuan tersebut. Islam mewajibkan laki-laki sebagai suami untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Kendatipun demikian bukan berarti perempuan sebagai istri tidak boleh membantu sang suami mencari nafkah. Pada dasarnya hubungan suami dan istri, laki-laki dan perempuan adalah hubungan kemitraan.Kata kunci: Al-Mar’ah, perempuan, suami, istri dan Hadis.
Kualitas Input Program Pendidikan di Sulawesi Tenggara Edy Karno
Shautut Tarbiyah Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.102 KB) | DOI: 10.31332/str.v23i1.579

Abstract

Abstrak            Tulisan ini merupakan kajian tentang kualitas input program pendidikan di Propinsi Sulawesi Tenggara, yang mencakup empat aspek yakni: dukungan peserta program, dukungan dana program, dukungan penyelenggara program, dan koordinasi antar instansi. Kualitas input merupakan salah satu perspektif yang digunakan dalam mengevaluasi program "Cerdas Sultraku" yang dicanangkan oleh pemerintah propinsi Sulawesi Tenggara melalui bantuan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) pada tingkat SMA/SMK dan beasiswa pada tingkat sarjana/pascasarjana. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan: Pertama, pada aspek dukungan peserta Program Cerdas Sultraku adalah adanya kesesuaian profil dan proses perekrutan peserta Program Cerdas Sultraku dengan kriteria yang ditetapkan Program Cerdas Sultraku sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Tenggara. Kedua, pada aspek dukungan dana adalah tersedianya dana sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada Program Cerdas Sultraku. Sumber dana yang berasal dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota serta melibatkan orang tua peserta Program Cerdas Sultraku sesuai kriteria Program Cerdas Sultraku. Ketiga, pada aspek penyelenggara adalah kesesuaian dukungan penyelenggara dengan yang ditetapkan pada ketentuan Program Cerdas Sultraku, yakni antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara dengan Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Keempat, pada aspek koordinasi antar instansi adalah terjalinnya kerjasama yang baik antar stakeholders. Dimana seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara yang masuk kedalam tim pengelola Program Cerdas Sultraku telah bekerjasama dengan baik dan sesuai kriteria Program Cerdas Sultraku. Kata Kunci: Kualitas, Input Pendidikan, Evaluasi Program
AKHLAK DALAM PERSPEKTIF ALQURAN Fatira Wahidah
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3523.316 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i1.97

Abstract

Tulisan ini berbicara tentang akhlak dalam perspektif Alquran. Alquran sebagai kitab suci umat Islam sarat dengan tuntunan-runtunan yang mengatur segala kehidupan di dunia. Oleh karena itu, Alquran menekankan begitu pentingnya akhlak, kendati pun kata khuluq dalam artian akhlak hanya disebut satu kali dalam Alquran. Alquran juga telah mengajarkan bagaimana berakhlak kepada Allah, sesama manusia, dan kepada lingkungan. Khusus kepada manusia, Alquran telah mengajarkan cara berturur kata dan cara berinteraksi terhadap sesama.Kata Kunci: akhlak, Alquran 
UNIVERSALITAS PENDIDIKAN DALAM SASTRA Asliah Zainal
Shautut Tarbiyah Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.613 KB) | DOI: 10.31332/str.v17i2.145

Abstract

Tulisan ini merupakan salah satu upaya penggalian nilai-nilaipendidikan dalam karya sastra. Bahwa sastra tidak hanya memilikiperan memberikan hiburan karena aspek keindahannya (dulce), akantetapi juga memiliki fungsi memberikan sesuatu yamng berguna (utile)bagi masyarakat. Sesuatu yang berguna bisa berwujud banyak,diantaranya adalah menawarkan nilai pembelajaran yang baik dalamkehidupan. Inilah yang dimaksudkan dengan universalitas pendidikanyang dapat ditemukan dalam karya sastra.Tulisan ini juga bermaksud untuk menggugah kesadaran bahwasastra bukan sesuatu yang berada di luar kehidupan manusia (beyondhuman). Sastra ada di dalam diri setiap manusia dan sastrasesungguhnya adalah gambaran kehidupan manusia sebenarnya yangdituangkan dalam realitas imajinatif pengarang.Karena berbentuk imajinatif, maka misi yang diemban karya sastrabisa jadi menawarkan satu nilai pembelajaran kehidupan yang bijak,tanpa perlu khawatir dalam ketersinggungan. Pendidikan denganmodeling seperti ini justru dianggap lebih efektif dibanding lewatpengguruan secara langsung.Hal lain yang perlu disadari bahwa karya sastra bukanlah resepjitu yang ketika diterapkkan akan mendapatkan hasil secara langsungdan kasat mata. Pembelajaran nilai-nilai kehidupan dalam karya sastrabaik itu puisi, prosa maupun drama adalah pembelajaran abadi akannilai-nilai kemanusiaan dan pendidikan. Akhirnya realitas kekerasandan serba ketidakpastian hidup yang dialami manusia, khususnyasubyek didik meniscayakan sebuah metode pembelajaran yang bijak.Salah satu cara untuk menggapai itu adalah lewat membaca,mencermati, dan mengkritisi karya sastra. Selamat membaca lautanmakna kehidupan Wallahu a’lam.Kata Kunci : Pendidikan, Sastra
Guru sebagai Garda Terdepan Membangun Bangsa Marlina Gazali
Shautut Tarbiyah Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.346 KB) | DOI: 10.31332/str.v19i1.50

Abstract

Menjadi  guru, adalah  tugas dan panggilan tertinggi seorang manusia.  Guru telah menyingsingkan baju  untuk memperbaiki wajah pendidikan. Guru   menjadikan wajah pendidikan sebagai senyum yang menghiasi bangsa, guru menjadikan wajah pendidikan kita sebagai penyejuk kondisi bangsa. Guru telah  mengabdikan dirinya dengan baik, untuk  melahirkan anak didik yang bisa menjadi tumpuan harapan bangsa.  Oleh karenanya peran guru ini sangatlah mulia, guru berada pada garda terdepan karena gurulah yang  melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas dan cakap serta kreatif untuk membangun bangsa ini.Kata Kunci : Guru, membangun bangsa
METODE MEMAHAMI MAKSUD SYARIAH (PENDEKATAN MAKNAWI) Nasri Akib
Shautut Tarbiyah Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2828.376 KB) | DOI: 10.31332/str.v15i2.113

Abstract

Allah swr membuat syari'at kepada man usia unruk menciptakankemashlahatan, kedamaian dan kebahagiaan umat rnanusia baik eli duniamaupun eli akhirat, Untuk memahami maksud syariat, ada riga bentukpendekatan yang dilakukan para ahli, yairu (1) lafdJah, (2) maknawiyah dan(3) laftiyah dan maknawtjah. Pendekatan maknawiyah digunakan unrukmemahami maksud syariat yang seringkali menggunakan bahasa eli luarpengertian umum dari suatu lafazh dan kaedah bahasa serta untukmenjawab masaiab-masalah hllhlm islam yang tidak ada hukumnya eli dalamal-qur'an dan sunnah. Unruk irulah, tulisan ini membahas tentangmemahami maksud syariah dengan pendekatan maknawi.Kata Kunci; Maksud Syariah, Pendekatan Maknawi,
Dasar Perencanaan Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Samrin Samrin
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.708 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i1.18

Abstract

Setiap kegiatan selalu berisi tiga langkah, yaitu langkah persiapan atau perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan atau perencanaan merupakan kegiatan langkah awal dari suatu kegiatan, berisi berbagai upaya mempersiapkan apa yang akan dilaksanakan. Sesuai dengan besar kecilnya kegiatan serta kebiasaan atau cara orang mengerjakannya, ada rencana yang dilakukan dengan cepat, sepintas dan tanpa rencana tertulis, tetapi ada pula perencanaan yang membutuhkan waktu lama, pengerjaan yang saksama oleh banyak orang dan didokumentasikan secara tertulis. perencanaan  pembelajaran seharusnya dipandang sebagai suatu alat yang dapat membantu para pengelola pembelajaran lebih berdaya guna dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai seorang pendidik. Perencanaan dapat menolong pencapaian suatu sasaran secara lebih ekonomis, tepat waktu, dan memberi peluang untuk lebih dikontrol dan dimonitor dalam pelaksanaannya. Secara garis besar, perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang dicapai oleh suatu kegiatan pembelajaran, cara apa yang digunakan untuk menilai pencapaian tujuan, materi atau bahan apa yang disampaikan, bagaimana cara menyampaikan bahan, serta media/alat apa yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan proses pembelajaran.Kata Kunci : Perencanaan, Pembelajaran, dan Pendidikan Agama Islam.
Kapitalisme dan Pendidikan Liberal-Kapitalistik Samrin Samrin
Shautut Tarbiyah Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.598 KB) | DOI: 10.31332/str.v21i2.374

Abstract

Kapitalisasme adalah ancaman terhadap dunia pendidikan. Olehkarena itu, prinsip kapitalisme yang hanya mencari keuntunganpribadi seharusnya tidak dipraktikkan dalam dunia pendidikan. Begitupula, pendidikan tidak layak diperlakukan seperti komoditi untukperdagangan atau pasar bebas sebab jika demikian pendidikan akandiatur sesuai dengan hukum pasar. Meningkatnya permintaanpendidikan akan mengakibatkan mahalnya biaya pendidikan. Tentu iniperlu diwaspadai jangan sampai jargon “orang miskin dilarangsekolah” akhirnya terbukti. Tradisi liberal-kapitalistik telahmendominasi konsep pendidikan hingga saat ini. Pendidikan liberalmenjadi bagian dari globalisasi ekonomi ‘liberal’ kapitalisme. Olehkarena itu, perlu gerakan untuk melawan hegemoni kapitalismeglobal, yaitu dengan lebih dahulu mengubah pandangan dunia (worldview). Artinya mengubah paradigma kehidupan sosial itu sendiri.Dunia pendidikan sejatinya tidak pantas mengikuti model kapitalismeyang memuja keuntungan dan nilai-nilai komersial, sebagai satusatunyatujuan. Diperlukan diperlukan pembelajaran sosial (sociallearning) yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan dantotalitas untuk bisa lepas dari perangkap kapitalis. Dampak pendidikanliberal-kapitalistik lebih banyak negatifnya. Oleh karena itu, duniapendidikan ke depan harus menjadi ruang, di dalamnya setiap orangmulai belajar akan makna, hakikat hidup, subtansi kehidupan sertakehidupan sederhana.Kata Kunci : Kapitalis, Pendidikan, dan Liberal-kapitalis
PENDIDIKAN RESPONSIF GENDER Marlina Gazali
Shautut Tarbiyah Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.076 KB) | DOI: 10.31332/str.v18i1.66

Abstract

Pendidikan bukan hanya dianggap dan dinyatakan sebagai sebuah unsurutama dalam upaya pencerdasan bangsa melainkan juga sebagai produk ataukonstruksi sosial, maka dengan demikian pendidikan juga memiliki andilbagi terbentuknya relasi gender di masyarakat.Pendidikan berpresfektif gender hendaknya dimulai dari rumah tangga.Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik danmengarahkan anak-anaknya, karena apabila dalam satu keluarga tersebutterjadi bias gender maka hal ini akan sangat berpengaruh pada pola pikiranak-anaknya dimasa yang akan datang.Gender adalah suatu konsep kultural , berupaya membuat perbedaan dalamhal peran , perilaku , mentalitas dan katekteristik emosional antara laki-lakidan perempuan yang berkembang dalam masyrakat.Pendidikan responsif gender jangan diterjemahkan sebagai upaya perempuanmelawan laki-laki. Bukan demikian. Namun, bagaimana perempuan dapatmendapatkan kesetaraan nonkodrati. Yang dalam jangka panjang dapatmeningkatkan perlindungan, pelayanan dan kesejahteraan kaum perempuan.Kata Kunci : pendidikan responsif, gender
STRUKTUR SOSIAL DI SEKOLAH Pairin Pairin
Shautut Tarbiyah Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.881 KB) | DOI: 10.31332/str.v16i2.129

Abstract

Struktur sosial memungkinkan sekolah menjalankan fungsinya sebagai lembaga edukatif dengan baik. Masing-masing mempunyai kedudukan dan menjalankan peranan seperti yang diharapkan menurut kedudukan itu. Dengan demikian dapat dicegah berbagai konflik dan dapat dijiwai kelancaran segala usaha pendidikan. Sistematika penyusunan struktur sosial di sekolah adalah diawali dengan kedudukan atau posisi seseorang dalam struktur sosial di sekolah, yakni kepala sekolah, guru-guru, kepala tata usaha, tenaga tata usaha, bendahara, siswa, masyarakat, dan semua yang dianggap yang mempunyai keterkaitan dengan struktur sosial di sekolah. Manajemen kepemimpinan sekolah adalah, merupakan pekerjaan yang berkaitan dengan manusia, maka pemimpin hares mampu memperbaiki gaya berfikir manusia-manusia yang ada dalam sekolah, mampu mengubah peta yang digunakan berfikir manusia dalam sekolah. Kata Kunci : Struktur sosial, sosiologi pendidikan

Page 4 of 29 | Total Record : 287


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2025): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 30, No 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol. 30 No. 2 (2024): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tra Vol 29, No 2 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 29, No 1 (2023): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 2 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 28, No 1 (2022): Transdisciplinary Approach in Islamic Education in the 4.0 era (Pendekatan Tran Vol 27, No 2 (2021): Pendekatan Transdisipliner dalam Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 27, No 1 (2021): Pendidikan Islam di Era 4.0 Vol 26, No 2 (2020): Education in Islamic Societies Vol 26, No 1 (2020): Education in Islamic Societies Vol 25, No 2 (2019): Kependidikan Vol 25, No 1 (2019): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 39, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 38, No 24 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 2 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 24, No 1 (2018): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 23, No 2 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 23, No 1 (2017): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 2 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 22, No 1 (2016): Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 21, No 2 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 21, No 1 (2015): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 2 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 20, No 1 (2014): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 2 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 19, No 1 (2013): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 2 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 18, No 1 (2012): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 2 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 17, No 1 (2011): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 2 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 16, No 1 (2010): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 2 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan Vol 15, No 1 (2009): Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Keagamaan More Issue