cover
Contact Name
Franky R.D Rengkung
Contact Email
frankyrengkung@unsrat.ac.id
Phone
+6281311100340
Journal Mail Official
jurnalpolitico@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Malalayang Manado Kode Pos 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Politico: Jurnal Ilmu Politik
ISSN : 23025603     EISSN : 29639018     DOI : -
Core Subject : Social,
The POLITICO journal contains various articles related to developments and dynamics that occur in the world of politics. Writings or articles published in the POLITICO Journal can be the results of research or scientific opinions related to political science both in theory and practice.
Articles 511 Documents
TRADISI NOKEN PADA PILKADA DI PAPUA (Studi Kasus Pada Pilkada Tahun 2017 Di Distrik Ilamburawi) Mprib, Peinus
JURNAL POLITICO Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia salah satu wilayah yang dibenarkan dalam penyelenggaraannya dapat dilakukan dengan cara yang berbeda dan khusus dalam pemberian suara adalah masyarakat di beberapa wilayah Papua. Khusus yang dimaksud adalah diakuinya sistim Noken Sistim Ikat dan Sistim Gantung (sistim kesepakatan bersama), yaitu dimana kepala daerah yang dipilih hanya  berdasarkan kesepakatan bersama. Sistem noken tersebut, walaupun masih menjadi pro kontra (bahkan dianggap kurang demokratis) dalam Pilkada, namun penerapannya sah sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang beranggapan bahwa noken adalah bagian dari kearifan lokal orang Papua sehingga sistem ini resmi di perbolehkan. Proses pemungutan suara menggunakan noken (gantung/ikat) adalah sebagai berikut: Pertama, noken gantung adalah dimana rakyat yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) datang dan menyerahkan surat suara (yang sudah diisi sesuai dengan hatinurani) kedalam noken. Kedua, noken  ikat adalah dimana rakyat bersepakat bersama untuk seluruh suara diserahkan kepada kepala suku yang akan bertindak mengatasnamakan rakyat dalam memberikan suara (memilih) dalam Pilkada. Tradisi noken ini merupakan salah satu kearifan lokal Papua dalam proses Pilkada, dimana masyarakat memberikan kekuasaan penuh kepada kepala suku atas nama atau perwakilan rakyat dalam Pilkada untuk pemberian suara. Dalam tradisi masyarakat Papua dalam mengambil keputusan bersama biasanya dilakukan dalam rapat atau musyawarah yang melibatkan masyarakat keseluruhan atau orang-orang tertentu saja. Pada penelitian ini wilayah yang dijadikan lokasi penelitian adalah  di Distrik Ilamburawi, yang  terdapat 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kata Kunci: Noken; Pilkada; Papua.     NOKEN TRADITION IN ELECTIONS IN PAPUA(Case Study on 2017 Election in Ilamburawi District) ABSTRACTIn the holding of general elections in Indonesia, one of the areas that is justified in organizing them can be done in different ways and specifically in voting is the people in several regions of Papua. Specifically what is meant is the recognition of the Noken Bonding System and the Hanging System (collective agreement system), ie where regional heads are chosen only based on mutual agreement. The noken system, although still a pro and contra (even considered less democratic) in the elections, the application is valid according to the decision of the Constitutional Court (MK) which considers that noken is part of the local wisdom of Papuans so that this system is officially permitted. The voting process using noken (hanging / tie) is as follows: First, hanging noken is where people who have registered in the Permanent Voter List (DPT) come and submit ballots (which have been filled in accordance with conscience) into noken. Second, noken ikat is where the people agree together for all the votes submitted to the head of the tribe who will act on behalf of the people in voting (voting) in the elections. This noken tradition is one of the local wisdoms of Papua in the local election process, where the community gives full power to the tribal chief on behalf of or the people's representatives in the election for voting. In the tradition of the Papuan people in making joint decisions is usually done in meetings or deliberations that involve the whole community or certain people. In this study the area used as the location of the study was in Ilamburawi District, which contained 5 polling stations (TPS). Keywords: Noken; Local elections; Papua.
STRATEGI PARTAI PDIP DALAM MEMENANGKAN CALON ANGGOTA LEGISLATIF PADA PEMILU TAHUN 2019 DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Trilke Erita Tulung, Mohamad Ricky Pratama,su, Agustinus B. Pati,
JURNAL POLITICO Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilu merupakan langkah awal partai politik dalam bersaing untuk merebutkan kekuasaan untuk menduduki kursi eksekutif dan/atau legislatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi yang digunakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memenangkan calon yang diusungnya pada pemilu legislative tahun 2019 di Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa strategi yang digunakan Partai PDIP dalam pemenangan pemilu legislatif 2019 di Boltim. Strategi dimaksud antara lain menggunakan jaringan partai tingkat lokal, sosialisasi, melakukan berbagai event, kampanye, pencitraan figur, citra partai, bahkan melakukan money politic. Strategi yang dimainkan PDIP cukup berhasil dibuktikan dengan perolehan suara partai PDIP di daerah pemilihan 1 yang meliputi Kecamatan Modayag bersatu berhasil memperoleh suara 3,419 suara. Di samping itu ada perolehan suara partai lain yaitu PKB 1,301, GERINDRA 1,734, GOLKAR 3,081, NASDEM 3,978, GARUDA 15, BERKARYA 354, PKS 631, PERINDO 1,327, PPP 563, PSI 112, PAN 6.065, HANURA 758, DEMOKRAT 3,553, PBB 6, PKPI 178. Sedangkan perolehan suara di daerah pemilihan 2 yang meliputi Kecamatan Kotabunan, Tutuyan dan Nuangan. Partai PDIP memperoleh 3,195 suara. Dengan perolehan suara partai lain yaitu PKB 376, GERINDRA 347, GOLKAR 291, NASDEM 2,814, GARUDA 22, BERKARYA 76, PKS 1,319, PERINDO 926, PPP 17, PSI 103, PAN 4,798, HANURA 786, DEMOKRAT 1,746, PBB 968, PKPI 4. Dengan strategi yang di terapkan tersebut partai PDIP berhasil mendapatkan suara terbanyak ke enam di dapil 1 (daerah pemilihan 1) dan partai PDIP juga mendapatkan suara terbanyak ke dua di dapil 2 (daerah pemilihan 2 Kata Kunci : Strategi; Calon Legislatif; PDIP    ABSTRACTElection is the first step for political parties in competing for power to occupy the executive and / or legislative seats. The purpose of this research is to find out and describe the strategies used by the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) to win the candidates it carries in the 2019 legislative elections in East Bolaang Mongondow (Boltim). This study used a qualitative method. Based on the results of the study, it was found that several strategies were used by the PDIP Party in winning the 2019 legislative elections in Boltim. The strategies referred to include using local level party networks, socialization, conducting various events, campaigns, image image, party image, and even conducting money politics. The strategy played by the PDIP was quite successful as evidenced by the vote acquisition of the PDIP party in electoral district 1 which includes the united Modayag District, which succeeded in getting 3,419 votes. In addition, there were other party votes, namely PKB 1.301, GERINDRA 1,734, GOLKAR 3.081, NASDEM 3,978, GARUDA 15, BERKARYA 354, PKS 631, PERINDO 1,327, PPP 563, PSI 112, PAN 6,065, HANURA 758, DEMOKRAT 3,553, PBB 6 , PKPI 178. Meanwhile, the vote acquisition was in the 2 electoral districts covering Kotabunan, Tutuyan and Nuangan Districts. The PDIP party received 3,195 votes. With the votes acquired by other parties, namely PKB 376, GERINDRA 347, GOLKAR 291, NASDEM 2,814, GARUDA 22, BERKARYA 76, PKS 1,319, PERINDO 926, PPP 17, PSI 103, PAN 4,798, HANURA 786, DEMOCRAT 1,746, PBB 968, PKPI 4 With the strategy implemented, the PDIP party managed to get the sixth most votes in electoral district 1 (electoral district 1) and the PDIP party also received the second most votes in electoral district 2 (electoral district 2). Keywords: Strategy; Legislative candidates; PDIP
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI WILAYAH PERBATASAN (Studi Di Pulau Marampit Kecamatan Nanusa Kabupaten Kepulauan Talaud) Fanley N. Pangemanan, Yolanda Tamamengka, Novie R. Pioh,
JURNAL POLITICO Vol 9, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                      Wilayah perbatasan sebagai batas kedaulatan suatu negara secara universal memiliki peran strategis dalam penentuan kebijakan pemerintah baik untuk kepentingan nasional maupun hubungan antar negara (internasional). Pengelolaan wilayah perbatasan merupakan bagian integral dari manajemen negara, yang secara operasional merupakan kegiatan penanganan atau mengelola batas wilayah dan kawasan perbatasan. Dengan begitu keberadaan pulau terluar termasuk Pulau Marampit yang berada di utara wilayah Indonesia, harusnya menjadi wilayah yang diprioritaskan dalam pembangunan khsusnya infrastruktur yang maju. Dan diharapkan dengan adanya pembangunan tersebut, akan berdampak pada perekonomian desa, daerah, bahkan tingkat nasional. Namun disayangkan pembangunan infrastruktur di pulau ini tergolong tertinggal. Keberadaan Badan Pengelola Perbatasan (BPPD) Sulawesi Utara yang memiliki tugas penting dalam pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan, seperti halnya Pulau Marampit, tidak menetapkan program seperti yang diharapkan. Padahal, kebijakan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan khususnya di Pulau Marampit sangat diperlukan. Selain itu pulau Marampit juga memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kata Kunci : Kebijakan, BPPD; Infrastruktur, Wilayah Perbatasan.   ABSTRACTThe border area as the boundary of a nation's sovereignty universally has a strategic role in determining government policy for both national interests and international relations. Management of border areas is an integral part of state management, which is operationally an activity of handling or managing borders and border areas. Thus, the existence of the outer islands, including Marampit Island, which is located in the north of Indonesia, should be an area that is prioritized in the development of especially advanced infrastructure. And it is hoped that this development will have an impact on the economy of the village, region, and even the national level. However, it is unfortunate that infrastructure development on this island is classified as lagging behind. The existence of the North Sulawesi Border Management Agency (BPPD) which has an important task in infrastructure development in border areas, such as Marampit Island, does not set a program as expected. In fact, government policies in infrastructure development in border areas, especially on Marampit Island, are needed. Besides that, Marampit Island also has a lot of potential that can be developed. Keywords: Policy, BPPD; Infrastructure, Border Areas.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN (Studi di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara) Sombang, Nova
JURNAL POLITICO Vol 10, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembangunan dengan melibatkan partisipasi masyarakat merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam merencanakan pembangunan yang berkaitan dengan sumber daya lokal berdasarkan kajian musyawarah. Partisipasi bukan sekedar salah satu tujuan dari pembangunan nasional, tetapi merupakan bagian yang integral dalam proses pembangunan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini akan mengkaji bentuk partisipasi masyarakat Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dalam perencanaan pembangunan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dari hasil penelitian ditemukan bentuk partisipasi masyarakat Desa Wori dalam perencanaan pembangunan adalah dalam keterlibatan dalam mengikuti rapat rencana pembangunan di desa masih kurang aktif. Hal itu masih perlu di tingkatkan karena masih banyak masyarakat yang belum berpartisipasi dan terlibat secara langsung dalam proses pembuatan perencanaan program pembangunan yang akan di laksanakan setiap tahunnya. Hal  yang menjadi kendala sehingga masyarakat kurang berpartisipasi dan kurang aktif dalam mengikuti rapat perencanaan pembangunan adalah kurangnya dilibatkan masyarakat secara aktif dalam pembuatan rencana pembangunan di desa sehingga menyebabkan kurang terjalin kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan desa. Selain itu yang menjadi permasalahan yang mendasar adalah komunikasi yang tidak baik, yang dibuktikan banyak yang tidak tahu tentang pelaksanaan musrembang karena mereka tidak mendapat undangan/ pangilan dari pemerintah desa. Kata Kunci : Partisipasi; Perencanaan; Pembangunan  ABSTRACTDevelopment by involving community participation is an effort to empower the community in planning development related to local resources based on deliberation studies. Participation is not just one of the goals of national development, but is an integral part of the development process. By using a qualitative descriptive research method, this study will examine the form of community participation in Wori village, Wori sub-district, North Minahasa district in development planning, as well as the factors that influence it. From the results of the research, it was found that the form of participation of the Wori village community in development planning was that their involvement in participating in development planning meetings in the village was still less active. This still needs to be improved because there are still many people who have not participated and are directly involved in the planning process of development programs that will be carried out every year. The thing that becomes an obstacle so that the community does not participate and is less active in participating in development planning meetings is the lack of active involvement of the community in the making of development plans in the village, resulting in less good cooperation between the government and the community in implementing village development. In addition, the fundamental problem is poor communication, which is proven by many who do not know about the implementation of musrembang because they do not receive invitations / calls from the village government. Keywords: Participation; Planning; Development
SOSIALISASI POLITIK PASANGAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR MELALUI ALAT PERAGA KAMPANYE DAN BAHAN KAMPANYE OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI SULAWESI UTARA Stefanus Sampe, Eka Budiawan, Daud M. Liando,
JURNAL POLITICO Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBelum meningkatnya partisipasi pemilih di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur menyiratkan bahwa sosialisasi politik yang dilakukan oleh pasangan calon melalui fasilitasi penyelenggara belum berjalan dengan baik.  Penyelenggara telah melakukan upaya pelaksanaan fasilitasi akan tetapi harus diakui bahwa penurunan partisipasi merupakan fenomena bahwa sosialisasi politik pasangan calon belum berjalan dengan baik.  Oleh karenanya dianggap perlu untuk mencari jalan keluar melalui penelitian ilmiah. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh informasi bahwa proses keberhasilan sosialisasi politik melalui Agen Sosialisasi Politik yaitu KPU Provinsi Sulawesi Utara telah melaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.  Materi Sosialisasi Politik berupa alat peraga kampanye berbentuk baliho, umbul-umbul, dan spanduk bukanlah penyebab penurunan partisipasi masyarakat dalam pemilihan.  Bahan kampanye membantu masyarakat pemilih untuk mengetahui program dan visi misi pasangan calon.  Mekanisme Sosialisasi Politik, pemilih tidak terlalu termotivasi untuk mengikuti ajakan memilih pasangan tertentu, pilihan masyarakat ditentukan lebih kepada keterwakilan kedaerahan.  Pola Sosialisasi Politik,  penempatan alat peraga kampanye selama tahapan kampanye telah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, penyebaran bahan kampanye langsung oleh tim kampanye pasangan calon kepada masyarakat pemilih. Kata Kunci : Sosialisasi Politik, Alat Peraga Kampanye, Bahan Kampanye  ABSTRACTThe low level of voters’ participation in the 2015 gubernatorial election in North Sulawesi Province showed that the candidates’ political socialization done by the local electoral commission was looked not work well.  The local electoral commission had attempted to introduce the candidate but the level of public participation in the election was still low.  Thus, it is necessary to find a way out through research.From the research, it can be informed that the political socialization was implemented the local electoral commission based on the regulation.  The materials of political socialization including banners and billboards were not the cause of the low level of public participation in the election.  They help the voters to know the candidates’ vision, mission and program.  But they were not able to encourage the voters to vote.  The voters’ preferences were determined by the regional representation of the candidates.  The patern of socialization and the placement of campaign props during campaign period were done through coordination with the local governments.  The spread of campaign materials were done by the candidates’ campaign teams to the people. Keywords : Political Socialization, Campaign Props, Campaign Materials
PENGARUH KOORDINASI TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM BEASISWA ANAK ASUH PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Alfon Kimbal, Dini Asti Gonibala, Ventje Kasenda,
JURNAL POLITICO Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                Dalam pelaksanaan program beasiswa anak asuh pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, efektivitas merupakan tujuan utama para pelaksana program. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan utama tersebut, koordinasi merupakan hal yang penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh koordinasi terhadap efektivitas program beasiswa anak asuh pemerintah daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif.  Populasi penelitian sebanyak 126 responden. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, diperoleh sebanyak 56 responden yang merupakan pegawai di Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan beberapa kepala desa yang merupakan unsur pemerintah desa. Hasil analisis membuktikan bahwa koordinasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas dengan tingkat hubungan kuat dan nilai determinasi sebesar 47,3% serta memiliki arah hubungan positif dengan nilai Y’ = 12,153 + 0,562 X. Kata Kunci: Koordinasi; Efektivitas; Program Beasiswa   ABSTRACTIn implementing the scholarship program for the local government of Bolaang Mongondow Selatan Regency, effectiveness is the main goal of program implementers. Therefore, to achieve this main goal, coordination is essential. The purpose of this study was to determine how much influence the coordination has on the effectiveness of the local government foster children scholarship program in Bolaang Mongondow Selatan Regency. This research uses a quantitative descriptive approach. The study population was 126 respondents. By using purposive sampling technique, there were 56 respondents who were employees of the Education Office, Social Service and several village heads who were elements of the village government. The results of the analysis prove that coordination has a significant effect on effectiveness with a strong relationship level and a determination value of 47.3% and has a positive relationship direction with the value of Y '= 12.153 + 0.562 X. Keywords: Coordination; Effectiveness; Scholarship Program
EFEKTIFITAS APLIKASI QLUE MANADO DALAM PELAYANAN PUBLIK STUDI DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA MANADO Muyu, Yulven Leonardo
JURNAL POLITICO Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKQlue (PT Qlue Performa Indonesia) adalah perusahaan teknologi yang mengembangkan ekosistem smart city di Indonesia. Qlue Manado adalah aplikasi yang dapat digunakan warga untuk melaporkan peristiwa yang terjadi seperti banjir, tindak kriminal, kebakaran, dan lain-lain. Laporan warga akan direspon untuk ditindaklanjuti. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan efektivitas dari aplikasi Qlue di Kota Manado. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian yang didapat berupa: Pertama pemberian layanan kepada masyarakat oleh dinas komunikasi dan informatika kota Manado lewat jarak jauh dengan bekerja sama dengan PT. Qlue Indonesia agar pelayanan publik lebih maksimal kepada masyarakat Indonesia terlebih khusus masyarakat Kota Manado provinsi Sulawesi Utara. Kedua Tata cara Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Manado melayani masyarakat mengikuti sesuai dengan Standar Operasional Procedur (SOP) dalam melayani masyarakat kota Manado lewat layanan informasi aplikasi Qlue serta bekerja sama dengan dinas-dinas terkait seperti dinas Perhubungan kota Manado, Dinas PUPR kota Manado, dan dinas-dinas lainnya yang ada di kota Manado, dan beserta tugas dari struktur organisasi dari dinas komunikasi dan informatika kota Manado.[i]Kata Kunci : Efektivitas,  Aplikasi  Qlue dan  Pelayanan Publik[ii][iii] ABSTRACTQlue (PT Qlue Performa Indonesia) is a technology company that develops smart city ecosystem in Indonesia. Qlue Manado is an application that can be used by residents to report events such as floods, crimes, fires, and others. Citizen reports will be responded to for follow up. The purpose of this study was to determine and explain the effectiveness of the Qlue application in Manado City. This research uses qualitative research methods. The results obtained are in the form of: First, the provision of services to the community by the communication and informatics office of the city of Manado via long distance in collaboration with PT. Qlue Indonesia so that public services can be maximized to the Indonesian people, especially the people of Manado City, North Sulawesi province. Second, the procedures for the Manado City Communication and Informatics Service to serve the public follow the Standard Operating Procedure (SOP) in serving the people of the city of Manado through the Qlue application information service and in collaboration with related agencies such as the Manado City Transportation Service, Manado City PUPR Service and the -Other services in the city of Manado, and along with the duties of the organizational structure of the Manado city information and communication office. Keywords: Effectiveness, Qlue Application and Public Service   
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELOLAAN BUMDES DI DESA RUMBIA KECAMATAN BOTUMOITO KABUPATEN GORONTALO Tirta Pranadita Mailensun, Yuspan Bemba, Rusniati,
JURNAL POLITICO Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBadan Usaha Miliki Desa (BUMDes) sebagai wadah pengembangan ekonomi kreatif masyarakat desa Rumbia belum mampu menjalankan usahanya dengan baik sesuai dengan potensi produk masyarakat. Produksi jagung pertahun mencapai 500 ton dan gula aren berkisar 200 biji/minggu, keberadaan produkini belum diakomodir lewat BUMDes. Konsentrasi pengembangan usaha di desa Rumbia dari 2016-2019 adalah usaha depot air isi ulang yang sekarang mengalami kemandekan yang disebabkan dari transparansi pengelolaan anggaran dan program BUMDes tidak sesuai dengan potensi produktif ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan melihat faktor penyebab BUMDes di desa Rumbia mengalami kemandekan. Dengan mengunakan metode penulisan deskriptif kualitatif, hasil analisis dari penelitian ini benar-benar sesuaidengan kondisi yang terjadi dilapangan mengenai pengelolaan BUMDes.Kata Kunci : Pengelolaan, BUMDes, Desa Rumbia ABSTRACTVillage Owned Enterprises (BUMDes) as a forum for developing the creative economy of the Rumbia village community have not been able to run their businesses properly in accordance with the potential of community products. Annual corn production reaches 500 tons and palm sugar around 200 seeds / week, the existence of this product has not been accommodated through BUMDes. The concentration of business development in Rumbia village from 2016-2019 is a refill water depot business that is currently experiencingstagnation due to transparency in budget management and the BUMDes program is not in accordance with the economic productive potential of the community. This study aims to look at the factors causing BUMDes in Rumbia village to stagnate. By using descriptive qualitative writing methods, the results of the analysis of this study are truly in accordance with the conditions that occur in the field regarding the management of BUMDes.Keywords: Management, BUMDes, Rumbia Village
PERILAKU PEMILIH PADA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI TALAUD TAHUN 2013 (Studi Kasus di Kecamatan Kabaruan) Sasondol, Binsar
JURNAL POLITICO Vol 7, No 3 (2018): Juli 2018
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKNegara yang demokratis menjamin adanya partisipasi rakyat dalam politik. Partisipasi yang dikenal dengan partisipasi politik tersebut dilakukan untuk mempengaruhi proses pembuatan keputusan politik. Salah satu partisipasi politik yang di lakukan masyarakat untuk mempengaruhi proses pembuatan keputusan politik yaitu partisipasi dalam pemungutan suara atau perilaku politik (Voting behavior). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemilih pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Talaud tahun 2013 di Kecamatan Kabaruan, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data daam penelitian ini di lakukan dengan metode observasi wawancara dengan informan, studi dokumen, analisis data ini di lakukan selama penelitian ini berlangsung. Hasil penelitian menunjukan  bahwa perilaku pemilih atau masyarakat sangat bervariasi, ada yang menggunakan hak pilihnya itu berdasarkan hati nuraninya, ada juga ketika memilih di pengaruhi oleh factor-faktor dari luar, seperti politik uang, ras, kepemimpinan, rekan atau teman kerja, ataupun saudara. Tetapi factor yang paling menonjol atau paling mempengaruhi adalah factor politik uang, karena pemilih merasa mengambil atau menerima uang dari calon atau tim sukses itu lebih baik, dari pada tidak di perhatikan selama satu periode dan juga bisa menggantikan satu hari tidak bekerja karena pergi ketempat pemungutan suara (TPS). Kata Kunci: Perilaku, Pemilih, Pemilihan Kepala Daerah  ABSTRACT               Democratic countries guarantee people's participation in politics. Participation known as political partitioning is carried out to influence the political decision-making process. One of the political participation of the community to influence the political decision-making process is participation in voting or political behavior (Voting behavior). This study aims to determine the behavior of voters in the election of regents and deputy regents in 2013 in the District of Kabaruan, using qualitative research methods. Data collection in this study was conducted by observing interviews with informants, document studies, and analyzing this data during this research. The results show that voter or community behavior is very varied, there are those who use their voting rights based on their conscience, there are also when choosing influenced by external factors, such as money politics, race, leadership, colleagues or work colleagues, or relatives. But the most prominent factor or the most influential is the factor of money politics, because voters feel that taking or receiving money from a candidate or success team is better, than not being paid attention to for one period and also replacing a day without working because they go to polling stations. Keywords: Behavior, Voters, Election of Regional Heads
PROGRAM PELATIHAN KERJA BAGI PARA PENCARI KERJA OLEH DINAS TENAGA KERJA KOTA MANADO Rambi, Angelina
JURNAL POLITICO Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan pencari kerja di Indonesia adalah ketidaksiapan mereka untuk memasuki dunia kerja itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kemampuan yang dimiliki terkadang tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh dunia kerja yang membutuhkan. Untuk mengatasi hal ini perlu ada campur tangan pemerintah, terkait bagaimana menyiapkan para pencari kerja agar mempunyai kompetensi yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Penelitian ini akan melihat bagaimana upaya yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, dalam meningkatkan kompetensi pencari kerja yang ada di Kota Manado. Dinas ini mempunyai program pelatihan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi dari pencari kerja, namun perlu dilihat apakah pelatihan yang diberikan itu sesuai dengan kebutuhan dunia kerja atau tidak. Untuk itu dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini akan mengkaji program yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, dengan menggunakan pendekatan yang dikemukakan oleh  Anwar Prabu Mangkunegara (2006), yang mengatakan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah program pelatihan dapat dilihat dari siapa yang melatih, metode yang digunakan, tujuan dari pelatihan, serta siapa yang menjadi peserta pelatihan. Temuan penelitian menggambarkan bahwa program pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Manado bagi para pencari kerja di Kota Manado, sangat baik sebagai upaya meningkatkan kompetensi dari para pencari kerja yang ada di Kota Manado. Kata Kunci: Program Pelatihan; Pencari Kerja; Dinas Tenaga Kerja   ABSTRACTThe problem of job seekers in Indonesia is their unpreparedness to enter the world of work itself. This is caused by many factors. One of them is the abilities that are owned sometimes cannot meet the standards set by the world of work in need. To overcome this, there needs to be government intervention, related to how to prepare job seekers to have the appropriate competences required by the world of work. This research will look at how the efforts made by the Manpower Office of Manado City to improve the competence of job seekers in Manado City. This agency has a training program whose aim is to increase the competence of job seekers, but it needs to be seen whether the training provided is in accordance with the needs of the world of work or not. For this reason, by using qualitative methods, this study will examine the programs carried out by the Manado City Manpower Office, using the approach proposed by Anwar Prabu Mangkunegara (2006), which states that the factors that influence the success of a training program can be seen from who is involved. training, the methods used, the objectives of the training, and who was the training participant. The research findings illustrate that the training program conducted by the Manado City Manpower Office for job seekers in Manado City is very good as an effort to improve the competence of job seekers in Manado City. Keywords: Training Program; Job seekers; labor offices

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026 Vol. 13 No. 1 (2024): Januari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Januari 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): Oktober 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Juli 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): April 2022 Vol 11, No 1 (2022): Januari 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Januari 2022 Vol 10, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 10, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 10, No 2 (2021): April 2021 Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10, No 4 (2021): Repository Vol 10, No 2 (2020): Juni 2020 Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 9, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 9, No 2 (2020): April 2020 Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 8, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 8, No 3 (2019): November 2019 Vol 8, No 2 (2019): April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 8, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 7, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 7, No 3 (2018): November 2018 Vol 7, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 7, No 2 (2018): April 2018 Vol 7, No 2 (2018): Juni 2018 Vol 7, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 6, No 2 (2017): Juni 2017 Vol 6, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 5, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 4, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 2 (2014): April 2014 Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014 Vol 2, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013 Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue