cover
Contact Name
Roni Koneri
Contact Email
ronicaniago@unsrat.ac.id
Phone
+6281340275276
Journal Mail Official
j.bioslogos@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Bios Logos
JURNAL BIOS LOGOS is the journal published by Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sam Ratulangi University. The aims of the journal are to publish original research papers and article review in biology science i.e. botany, zoology, molecular biology, microbiology, ecology, diversity and conservation, taxonomy and biogeography. BIOS LOGOS is published two times per year (February and August)
Articles 276 Documents
Status Kerentanan Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stål.) terhadap Jamur Beauveria bassiana (Bals.) Vuil. yang Diisolasi dari Berbagai Inang Parluhutan Siahaan; Rowland Mangais
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v12i2.42286

Abstract

The brown plant hopper (Nilaparvata lugens. Stål.) is a pest of crops, especially rice crops worldwide and has been a problem for a long time. One of the reasons for the explosion of N. lugens was that it had developed resistance as a result of the inability of pesticides to suppress the growth of these insect pests. Utilization of the entomopathogenic fungus Beauveria bassiana is one of the efforts to reduce the use of synthetic pesticides. This study aimed to measure the susceptibility status of the brown planthopper (N. lugens) to the fungus B. bassiana isolated from several host insects. This study used a completely randomized design, with two treatments, namely the type of host and the concentration of conidia. The results showed that the highest mortality of N. lugens was in the treatment of L. oratorius isolates with concentrations of 109 and 108, namely 40% and 39.3%, and the lowest was in the isolates of Jati sari with concentrations of 106, which was 22.7%. N. lugens was more susceptible to the fungus B. bassiana L. oratorius isolate with an RR value of 0.63 compared to P. pallicornis isolates which had an RR value of 0.93.Keywords: Nilaparvata lugens; Beauveria bassiana; Resistance ABSTRAK Serangga wereng coklat (Nilaparvata lugens. Stål.) merupakan hama pada tanaman, terutama pada tanaman padi di seluruh dunia dan telah menjadi masalah sejak lama. Ledakan N. lugens salah satunya karena telah mengalami resistensi sebagai akibat dari ketidakmampuan pestisida dalam menekan pertumbuhan dari serangga hama tersebut. Pemanfaatan jamur entomopatogen Beauveria bassiana menjadi salah satu upaya mengurangi penggunaan pestisida sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status kerentanan wereng batang coklat (N. lugens) terhadap jamur B. bassiana yang diisolasi dari beberapa serangga inang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dengan dua perlakuan yaitu jenis inang dan konsentrasi konidia. Hasil penelitian menunjukkan mortalitas N. lugens tertinggi yaitu pada perlakuan isolat L. oratorius konsentrasi 109 dan 108 yaitu 40% dan 39,3% dan terendah pada isolat Jati sari konsentras 106 yaitu 22,7%. Hama N. lugens lebih rentan terhadap jamur B. bassiana isolat L. oratorius dengan nilai RR 0,63 dibandingan isolat P. pallicornis yang memiliki nilai RR 0,93.
Inventarisasi Tumbuhan Paku di Ruang Terbuka Hijau Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara Angelia Elisabeth Andries; Roni Koneri; Pience Veralyn Maabuat
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 12 No. 2 (2022): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v12i2.42343

Abstract

Campus Green Open Space is room which open the area dominated by vegetation good that covers trees, shrubs, grass, and vegetation Closing land. This study aims to make an inventory of fern species found in the Green Open Space, Sam Ratulangi University Manado. Data retrieval techniques using the direct roaming method and documentation. The results showed that 6 families and 17 species of ferns live in green open spaces at the Sam Ratulangi University Campus. The family with the highest number of species found was Pteridaceae, while the lowest were Thelypteridaceae and Cibotiaceae. Drynaria sparsisora and Pyrrosia lanceolata were fern species found in all study sites. The ferns found generally live epifits and some grow above the groundKeywords: Ferns; Inventory; Pteridaceae; Drynaria sparsisoraABSTRAK Ruang terbuka hijau kampus meliputi lahan terbuka yang dimana kawasannya didominasi oleh vegetasi baik itu meliputi pepohonan, semak, rumput, maupun vegetasi penutup tanah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menginventarisasi spesies tumbuhan paku yang terdapat di ruang terbuka hijau Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Teknik pengambilan data menggunakan metode jelajah secara langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan 6 famili dan 17 spesies tumbuhan paku yang hidup di ruang terbuka hijau Kampus Universitas Sam Ratulangi. Famili yang paling banyak ditemukan jumlah spesiesnya adalah Pteridaceae, sedangkan yang terendah Thelypteridaceae dan Cibotiaceae. Drynaria sparsisora dan Pyrrosia lanceolata merupakan spesies tumbuhan paku yang ditemukan pada semua lokasi penelitian. Tumbuhan paku yang ditemukan umumnya hidup secara epifit dan beberapa tumbuh di atas tanah.Kata kunci: Tumbuhan paku; Inventarisasi; Pteridaceae; Drynaria sparsisora
Kajian Struktur Anatomi Beberapa Tanaman Suku Araceae Ega Viranda; Nike Anggraini
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 3 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i3.48029

Abstract

Suku Araceae merupakan kelompok talas-talasan dengan ciri khas struktur daun, bunga, dan batang yang menarik. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji anatomi keseluruhan bagian tanaman suku Araceae mulai dari bagian daun, tangkai daun, batang, akar, serta perbungaannya. Metode yang digunakan yaitu metode kajian literature. Hasil yang diperoleh yaitu anatomi daun dan tangkai daun terdapat tiga jenis epidermis yaitu Straight-sided anticlinal walls, Undulate-anticlinal walls, dan Sinous-antiklinal walls, tipe stomata Amphibrachyparacitic, Parahexacytic, Paracytic, dan Anomositik. Anatomi batang Caladium bicolor menunjukkan susunan jaringan yang terdiri dari jaringan epidermis, korteks, berkas pembuluh. jaringan epidermis. Anatomi akar Caladium bicolor yaitu menunjukkan epidermis, korteks, dan stele, Anatomi akar Spathiphyllum cannifolium terdiri dari xilem dan floem, pembuluh metaxylem, dan empulur. Anatomi bunga Amorphophallus titanium memiliki spatha tersusun atas epidermis ditutupi kutikula dan stomata bertipe paracytic atau anomositik. Berdasarkan kajian literatur dapat disimpulkan bahwa setiap jenis tanaman araceae memiliki anatomi yang berbeda-beda walaupun termasuk kedalam suku yang sama.
Diversity and Abundance of Entomopathogenic Fungi and Their Hosts in Rice Fields of Kembang Mertha Village-Bolaang Mongondow Rowland Mangais; Laurentius Rumokoy; Parluhutan Siahaan
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i2.48123

Abstract

The diversity of entomopathogenic fungi in an area can provide information about the potential for controlling insect pests. This is important to do to find suitable biological control agents to reduce the impact of using synthetic pesticides. This research was conducted to look at the diversity and abundance of entomopathogenic fungi and their host insects, so that potential entomopathogenic fungal and pest species were identified in the rice fields of Kembang Mertha Village. The results obtained were four species of host insects, namely Leptocoarisa oratorius, Schotinopara coarctata, Ricelia dorsalis and Nilaparvata lugens, and three species of entomopathogenic fungi, namely Beauveria bassiana, Metarhizium sp. and Hirsutella sp.. The host insect diversity indices in the medium category were S. coarctata (1.10) and N. lugens (1.04) and for entomopathogenic fungi, the three fungal species found were in the medium category respectively B. bassiana (1.31), Metarhizium sp. (1.07) and Hirsutella sp. (1.05). The highest abundance index values ​​for host insects were S. coarctata (84.62%) and N. lugens (50%), while for pathogenic fungi were Hirsutella sp. (43.73%).
Deteksi Unit-unit CRISPR (Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeat) pada Genom Beberapa Mikroba yang Berasosiasi dengan Ascidia Laut Trezya Pangemanan; Inneke Rumengan; Kurniati Kemer; Antonius Rumengan; Elvy Ginting; Rosita Lintang; Joudy Sangari
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 2 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i2.48847

Abstract

Sekuens CRISPR merupakan suatu rangkaian nukleotida pada genom banyak mikroba yang terdiri dari urutan-urutan nukleotida palindromik berulang yang mengapit sekuens spesifik yang berasal dari asam nukleat asing. Studi ini bertujuan untuk memperoleh data sekuens genom beberapa mikroba dari komunitas mikrobioma ascidia yang tersedia di NCBI GenBank®, serta mendeteksi keberadaan unit-unit CRISPR pada genom mikroba tersebut dengan analisis in silico menggunakan CRISPRCasFinder. Data sekuens genom utuh berhasil diperoleh untuk Synechococcus sp. PCC 7002 (3.008,047 MB), Leptolyngbya sp. PCC 7376 (5.125,950 MB), Candidatus endolissoclinum faulkneri L2 (1.481,191 MB), dan Prochlorococcus marinus (1.751,080 MB), juga urutan genom shotgun untuk ketiga strain Prochloron didemni (P2-Fiji, P3-Solomon dan P4-Papua New Guinea) masing-masing dengan ukuran 84,370; 40,852; dan 64,281 MB. Sekuens CRISPR terdeteksi pada tiga dari tujuh genom mikroba dengan kisaran 2-20 unit CRPSR. Tipe sistem CRISPR-Cas perlu ditelusuri lebih lanjut ke depan.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Sifat Kimia, Total Koloni Bakteri dan Organoleptik Dadih Benika Naibaho; Rosnawyta Simanjuntak; Mika Silalahi
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 3 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i3.49190

Abstract

Pengolahan dadih yang tradisional atau mengandalkan proses fermentasi alami menjadikan dadih yang dihasilkan tidak konsisten daya simpannya lebih kurang 3 hari pada suhu ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji apabila digunakan starter apakah penyimpanan bisa lebih lama dengan variasi suhu, dan pengaruhnya terhadap sifat fisik, total koloni bakteri dan organoleptik rasa dan tekstur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu suhu penyimpanan yang terdiri dari suhu ruang dan suhu refrigerator dan lama penyimpanan dadih. Lama penyimpanan dadih memberi pengaruh berbeda nyata terhadap kadar lemak, kadar protein, pH, dan organoleptik (rasa dan tekstur) dadih yang dihasilkan tetapi tidak memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap Total Koloni Bakteri dadih yang dihasilkan. Interaksi antara suhu penyimpanan dan lama penyimpanan memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar lemak, kadar protein, Total Koloni Bakteri, dadih yang dihasilkan. Kata kunci: Dadih, Total Koloni Bakteri, Starter, Bakteri Asam Laktat
Pengaruh Penambahan Pupuk Organik dan Mikoriza Terhadap Kadar Klorofil dan Antosianin Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki) Indah A. Suwignya; Johanis Julian Pelealu; Trina Ekawati Tallei
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 3 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i3.49247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan pupuk organik dan mikoriza terhadap kadar klorofil dan antosianin pada daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki) yang ditanam di lahan marjinal. Penelitian ini menggunakan desain faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan untuk setiap perlakuan. Pengukuran kandungan klorofil a, b, dan total, serta antosianin dilakukan menggunakan metode spektrofotometri. Analisis data dilakukan dengan uji Analisis Varian (ANOVA) dua arah pada tingkat signifikansi α = 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kandungan klorofil a dan klorofil b. Namun, penggunaan mikoriza dan pupuk organik menunjukkan perbedaan signifikan dalam kandungan klorofil total. Perlakuan dengan pemberian mikoriza 10 g dan pupuk organik 50 gr per lubang tanam (M0P0) memberikan kandungan klorofil total tertinggi. Meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam kadar antosianin antara perlakuan yang berbeda, penggunaan mikoriza 10 g per lubang tanam dan pupuk organik cenderung meningkatkan kadar antosianin. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan mikoriza dan pupuk organik dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan kadar antosianin pada daun ubi jalar ungu.
Skrining Fitokimia dan Uji Antibakteri Nanopartikel Perak Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi Ni Made Suarjo Putri; Dwi Sutiningsih; Mochamad Hadi
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 3 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i3.49813

Abstract

Infections caused by bacteria are still common in developing countries, among them Staphylococcus epidermidis and Salmonella typhi. In Indonesia, papaya leaves (Carica papaya L.) are widely used as traditional medicine because they contain compounds that are antibacterial. The combination of silver nanoparticles with papaya leaves has the potential to increase antibacterial effectiveness. The purpose of this study was to determine the effectiveness of papaya leaf extract silver nanoparticles in inhibiting Staphylococcus epidermidis and Salmonella typhi bacteria. This research method is a true experiment with a post-test only design with a control group. The results showed that papaya leaf metabolites consisted of flavonoids, steroids, and tannins, while the total levels contained in flavonoids 791.209%, and tannins 11.138%. The diameter of the inhibition zone concentrations of 100, 150, 200, and 250 ppm proved that papaya leaf extract combined with silver nanoparticles had good antibacterial active compounds but was more powerful in killing Staphylococcus epidermidis bacteria than Salmonella typhi bacteria.
Biomassa dan Cadangan Karbon di Atas Permukaan pada Kawasan Mangrove Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya Wendy Kristianto; Rafdinal Rafdinal; Riza Linda
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 3 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i3.50212

Abstract

Mangrove merupakan suatu komunitas tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai dan berperan penting sebagai penyimpan dan penyerap karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran biomassa dan cadangan karbon di atas permukaan. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dari Agustus hingga Oktober 2022 di Kawasan Mangrove Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya. Penentuan lokasi penelitian dilakukan menggunakan metode systematic sampling with random start, kemudian dibentuk 20 plot pengamatan untuk mengamati diameter pohon mangrove dengan ukuran ≤ 4 cm. Penentuan biomassa mengacu pada metode non destructive dengan menggunakan persamaan allometrik. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima jenis tumbuhan mangrove yaitu Avicennia marina, A. alba, Sonneratia caseolaris, Nypa fruticans dan Rhizophora mucronata. Hasil penelitian menunjukkan jumlah biomassa dan cadangan karbon masing – masing yaitu 273,98 ton/ha dan 136,99 ton C/ha. Biomassa dan cadangan karbon tertinggi terdistribusi pada kelas diameter 34-43,99 cm sebesar masing – masing 73,52 ton/ha dan 36,76 ton C/ha, dan distribusi biomassa dan cadangan karbon tertinggi pada jenis A. marina dengan jumlah masing – masing 152,875 ton/ha dan 76,437 ton C/ha. Kata Kunci : biomassa, cadangan karbon, mangrove, sungai kupah.
Pengaruh Penambahan Starter Bakteri Tunggal Bacillus subtilis dan Lactobacillus plantarum Terhadap Penurunan Kadar Kalsium Oksalat dan Kualitas Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain.) Khusnul Khotimah; Robby Gus Mahardika; Henny Helmi
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 13 No. 3 (2023): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v13i3.50310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan starter bakteri tunggal Bacillus subtilis dan Lactobacillus plantarum terhadap kalsium oksalat, glukomanan, uji proksimat (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat) dan kualitas tepung secara hedonik. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu 0%, B.subtilis 20%, B.subtilis 25%, L.plantarum 20%, dan L.plantarum 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan tepung porang dengan penambahan starter bakteri B.subtilis dan L.plantarum menunjukkan terjadinya penurunan pH, kenaikan Total Asam Tertitrasi (TAT), dan kenaikan populasi bakteri bakteri aerob dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada seluruh perlakuan pada hari ke-0 hingga hari ke-2 dan cenderung mengalami kenaikan pH, dan penurunan TAT, dan penurunan populasi bakteri pada hari ke-3. Tepung porang dengan penambahan starter bakteri B.subtilis lebih baik dalam menurunkan kadar kalsium oksalat. Namun, kandungan glukomanan relatif sama pada setiap perlakuan. Tepung porang dengan penambahan starter bakteri B.subtilis lebih baik dalam menurunkan kadar air, kadar abu,dan kadar protein sedangkan penambahan starter bakteri L.plantarum lebih baik dalam menurunkan kadar karbohidrat. Kandungan kadar lemak pada setiap perlakuan relatif sama. Penambahan bakteri pada pembuatan tepung porang cenderung tidak mempengaruhi rendeman dan kualitas yang ditinjau dari warna, rasa, aroma, dan tekstur.