cover
Contact Name
Agus Eka Aprianta
Contact Email
penerbitan@isi-dps.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isi-dps.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Segara Widya: Jurnal Penelitian Seni
ISSN : 23547154     EISSN : 27988678     DOI : -
Core Subject : Art,
The journal presents as a medium to share knowledge and understanding art, culture, and design in the area of regional, national, and international levels. The journal accommodates articles from research, creation, and study of art, culture, and design without limiting authors from a variety of disciplinary/interdisciplinary approaches such as art criticism, art anthropology, history, aesthetics, sociology, art education, and other contextual approaches.
Articles 219 Documents
Amreta Ing Huma Seni Hidroponik Upcycled Glass dan Keramik Ismayana, Diva; I Nyoman Suardina; Ida Ayu Gede Artayani
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i1.3241

Abstract

Tujuan agar penciptaan koleksi karya Amreta Ing Huma Seni Hidroponik Upcycled Glass dan Keramik dapatbermanfaat memberikan kontribusi terhadap generasi muda serta memberikan edukasi yang berbasis budaya Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu estetika dari Clive Bell dan William Morris serta pendekatan seni ekologis berkelanjutan. Temuan dalam penciptaan ini adalah koleksi karya seni berjudul Amreta Ing Huma. Koleksi dengan judulAmreta Ing Huma diartikan sebagai air kehidupan di sawah merupakan penciptaan karya seni berbasis seni ekologis (ecological art). Koleksi karya seni Amreta Ing Huma mewakili imaji seni dengan ide pemantik fenomena degradasi lingkungan dan seni hidroponik, terimplementasidengan penggunaan material limbah kaca bening dan limbah kaca botol wine berwarna hijau, material keramik dengan teknik glasir, tanaman microgreens, tanaman herbal semusim serta berbabagi medium tanam pada seni hidroponik atau soilless culture. Koleksi karya seni Amreta Ing Huma diartikan sebagai sesuatu yang memicu emosi estetis berdasarkan susunan formalnya dan mengisi ruang imajinasi personal bagi audiens atau pemirsa selain ditelaah secara formalis. Ketika seseorang menikmati karya seni Amreta Ing Huma hanya mampu mengapresiasi dimensi formal karya tersebut selama beberapa menit saja. Selebihnya pemirsa cenderung melayang dalam imajinasi personalnya tentang kesan psikologis karya seni “air kehidupan di sawah”.
Pengembangan Media Infografis Canva pada Materi Menggambar Alam Benda untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Siswa Kelas VII G di SMP Negeri 1 Labuhan Haji Indana Zulfa Amelia
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3305

Abstract

Penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan bahan ajar untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan menggambar siswa. Tujuan penelitian ini adalah membuat infografis Canva untuk pembelajaran siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Labuhan Haji. Penelitian ini menerapkan metodologi pengembangan dalam membuat grafis Canva untuk menggambar objek alam. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan mlalui model penelitian dan pengembangan (R&D). Penelitian ini mencakup 2 kelompok: kelompok control beserta kelompok eksperimen, disertai partisipasi 36 siswa kelas 7 G. Data penelitian terkumpul melalui tes awal beserta tes akhir, observasi serta penyebaran kuesioner guna memperoleh data evaluasi. Menurut hasil analisis data, ditemukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 20,99%. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan media infografis Canva dapat membantu meningkatkan hasil balajar siswa. Dengan demikian, infografis dijadikan salah satu alternatif media visual yang efektif dalam mendukung proses pembelajaran menggambar di sekolah agar lebih berkualitas dan menyenangkan
Proses Proses Penciptaan Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography di Hype Dance Crew Kota Pangkalpinang Tarindo, Tarindo; Rochayati, Rully; Madona Adoma, Auzy
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3306

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses penciptaan Anchors Aweigh Hip-Hop Choreography oleh komunitas Hype Dance Crew di Kota Pangkalpinang sebagai respon terhadap popularitas modern dance di kalangan anak muda. Dengan latar belakang masuknya modern dance di Pangkalpinang melalui globalisasi budaya dan media sosial, penelitian bertujuan untuk mengetahui kreativitas koreografer dalam menciptakan koreografi hip-hop dan mendokumentasikan proses kreatif sebagai referensi bagi komunitas tari lainnya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama periode Maret-April 2025, penelitian ini menganalisis proses penciptaan koreografi menggunakan teori Moving From Within dari Alma M. Hawkins yang meliputi tahapan melihat, merasakan, menghayalkan, mengejewantahkan, dan memberi bentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografer Lucky berhasil menciptakan empat motif gerak dasar dengan tema bajak laut yang terinspirasi dari film Roman Polanskis dan video YouTube, serta mengembangkan variasi pola lantai yang sesuai dengan jumlah tujuh penari, menghasilkan koreografi utuh berdurasi 4 menit 26 detik dengan iringan musik hip-hop yang energik. Kesimpulannya, Hype Dance Crew berperan signifikan dalam perkembangan modern dance di Pangkalpinang dengan menciptakan karya orisinal yang lahir dari eksplorasi gerak dan emosi, membuktikan bahwa seni tari modern dapat berkembang dinamis dengan generasi muda sebagai pelaku aktif yang mampu menciptakan karya seni berkualitas.
Analisis Kesesuaian Atmosfer Ruangan Dengan Karakter Konsumen Di Café Kota Denpasar Anak Agung Sagung, Kartika Pradnya Sari
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3328

Abstract

Tren dan gaya hidup masyarakat yang dipengaruhi oleh globalisasi budaya mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Pola konsumsi masyarakat mengalami perubahan secara pesat. Salah satu contohnya adalah meningkatnya minat terhadap tempat untuk menikmati hidangan yang menyajikan makanan dan minuman dalam suasana santai dan nyaman. Cafe menjadi salah satu tempat yang direkomendasikan sebagai penunjang gaya hidup masa kini, karena fasilitas yang disediakan mendukung kenyamanan konsumen serta menawarkan berbagai pilihan atmosfer, terutama di cafe-cafe yang ada di Kota Denpasar. Peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana atmosfer ruangan memengaruhi preferensi karakter konsumen di cafe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif  dengan metode pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi serta metode analisis data secara induktif, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atmosfer ruangan  cafe memainkan peran penting dalam memengaruhi preferensi karakter konsumen dalam mengunjungi cafe. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengusaha cafe dalam menciptakan suasana yang sesuai dengan karakter konsumen yang ditargetkan, sehingga dapat meningkatkan loyalitas konsumen.
PENGGUNAAN APLIKASI PROCREATE UNTUK MEMBANTU DESAINER MEMBUAT GRAFFITI DALAM FORMAT DIGITAL Yulio, Sandy
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3332

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menunjukan proses membuat graffiti secara digital dengan menggunakan aplikasi Procreate pada iPad. Pembuatan graffiti digital bertujuan untuk mengisi layout buku, majalah dan media cetak lain seperti merchandise. Perolehan data dilakukan secara kualitatif dengan mewawancarai Zedho dari Jombang dan Jeus dari Jember sebagai pelaku graffiti dengan dua aliran yang berbeda, yaitu wildstyle dan character. Selain pelaku graffiti Zedho merupakan pemilik toko graffiti bernama Blackcanz, sehingga ia sangat memahami berbagai karakteritik hasil semprotan berbagai macam caps graffiti. Sedangkan Jeus akan menjelaskan berbagai brush yang dapat digunakan untuk membuat karakter graffiti di aplikasi Procreate. Hasil dari artikel ini adalah langkah-langkah mebuat gambar digital yang bertekstur seperti graffiti yang ada di jalanan. Graffiti digital tidak merusak ruang publik, tidak mudah hilang, dan dapat diterapkan pada berbagai produk selanjutnya. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi pelaku graffiti untuk melatih skill, mengembangkan konsep, atau berkarya secara digital. Selain itu, dapat juga menjadi referensi pengguna iPad untuk membuat graffiti secara digital pada Procreate.  
DESAIN WEBSITE INTERAKTIF SASTRA DAERAH "GO'ET" UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR INPRES CUNCA LAWIR faran, sefri; Swandi, Wayan; Sustiawati, Ni Luh
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3349

Abstract

Go’et is a form of traditional oral literature that can be an effective medium for educating the Manggarai people, as it contains moral, social, and cultural values that are closely related to everyday life. Through go’et, the younger generation can learn about local wisdom, ethics, and respect for tradition. However, in this modern era, go’et is increasingly rarely mastered and understood by the younger generation due to the lack of direct cultural inheritance. Therefore, it is important to introduce and teach go’et from an early age, especially through formal education, so that this cultural heritage remains preserved and is able to shape the character and identity of the nation’s future generations. Addressing this issue, go’et has now been incorporated as a core topic in local curriculum subjects at the elementary school level. SD Inpres Cunca Lawir is one of the schools integrating go’et into local curriculum learning. However, in classroom implementation, discussions on go’et still face challenges, particularly regarding limited supporting facilities. Therefore, innovative learning media are needed to support the learning process so that go’et material can be presented more effectively and engagingly to students. The government’s recommendations regarding digital learning provide a solution for addressing the go’et topic digitally. The learning media were designed using the ADDIE approach and S.P. Gustami’s creation method, resulting in an interactive website for Manggarai go’et regional literature. An interactive website was chosen because it allows students to engage actively, and the website is equipped with features such as learning materials, a glossary of terms, and quizzes to encourage active student interaction.
MAKNA PERTUNJUKAN WAYANG WONG RAMAYANA LAKON MAYA SANDI DI BANJAR PESALAKAN GIANYAR Ni Komang Sekar , Marhaeni; Marajaya, I Made
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3421

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji makna pertunjukan Wayang Wong Lakon Maya Sandi di Banjar Pesalakan Kabupaten Gianyar Bali. Wayang Wong yang lakonnya bersumber dari cerita pewayangan ini termasuk kesenian langka dan hanya terdapat di beberapa daerah di Bali. Wayang Wong Ramayana ini dipentaskan pada tanggal, 19 September 2024 saat upacara pujawali atau odalan di Pura Dalem Prajurit. Kehadiran Wayang Wong dalam upacara ini mengandung makna yang diyakini dapat membawa berkah dan keselamatan bagi para pendukungnya. Permasalahannya adalah: (1) Bagaimana bentuk estetika pertunjukan Wayang Wong Lakon Maya Sandi di Banjar Pesalakan Kabupaten Gianyar?; (2) Makna apa yang terkandung dalam pertunjukan Wayang Wong Lakon Maya Sandi di Banjar Pesalakan Kabupaten Gianyar?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literature. Data yang telah terkumpul diolah secara deskriptif kualitatif didukung oleh teori estetika dan teori semiotika. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa bentuk estetika pertunjukan Wayang Wong lakon Maya Sandi di Banjar Pesalakan di Kabupaten Gianyar dapat dilihat pada; lakon, penokohan, retorika, gerak, antawacana, dan dialog antar tokoh. Makna pertunjukan Wayang Wong Ramayana lakon Maya Sandi antara lain; makna religius, makna estetika, makna hiburan, makna pelestarian, dan makna sosial.
Peran Art Jakarta dalam Memajukan Seni Kontemporer Indonesia: Perspektif Sejarah Sosial Seni I Gusti Ayu Putu Pratiwi; Hendra Santosa
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3432

Abstract

This research is grounded in the shifting landscape of Indonesian contemporary art following the Reformasi era, during which art institutions began to play a crucial role in mediating values, social networks, and the structure of the cultural field. Art Jakarta, as the largest art fair in Indonesia, exemplifies how an art institution functions not only as an exhibition platform but also as an active cultural agent. This study explores the role of Art Jakarta in shaping artistic value and social structure within Indonesia’s contemporary art world. Using the social history of art approach and Pierre Bourdieu’s theory of the cultural field, the research examines how Art Jakarta operates as a symbolic, economic, and social arena where cultural actors interact, compete, and negotiate positions. The study employs a qualitative methodology, involving in-depth interviews, participatory observation, and document analysis of curatorial texts and art media. Thematic and contextual analysis is used to understand Art Jakarta’s institutional role in influencing the social dynamics of art. Findings reveal that Art Jakarta contributes to symbolic legitimacy, strengthens artists’ social capital, and shapes the narrative of the contemporary art market. While it creates opportunities for professional growth and cross-institutional collaboration, the fair also reproduces structural exclusivity through curatorial selection and gallery representation. This study concludes that Art Jakarta functions not merely as a marketplace but as a strategic cultural institution that actively influences the development, direction, and social history of contemporary Indonesian art.
DESAIN ILUSTRASI DIGITAL KARYA GUS DARK PERSPEKTIF ESTETIKA DAN AKTIVISME Giri, Ketut Hersa Swadharma Putro Giri
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3441

Abstract

Penelitian ini membahas desain ilustrasi digital karya Gus Dark dari perspektif estetika dan aktivisme. Gus Dark dikenal sebagai illustrator yang memanfaatkan media social untuk menyampaikan kritik social melalui ilustrasi bergaya kartun dengan sentuhan realisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik visual, narasi visual, dan keterkaitan aktivisme dalam pebentukan estetika karyanya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan meliputi teori elemen desain, narasi visual Anthony C. Caputo, semiotika Charles Sanders Peirce, serta konsep aktivisme digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gus Dark secara konsisten memanfaatkan elemen garis, bidang, tekstur warna, teks, dan balon kata untuk membangun pesan visual yang kritis. Bentuk non geometri dan teks manual digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap ketimpangan social. Aktivisme digital melalui Instagram menjadi wadah utama penyebaran karya, sekaligus mempengaruhi gaya visual sebagai media pembelaan atau dukungan. Dengan demikian karya Gus Dark tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai medium aktivisme visual di era digital.