cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 313 Documents
Analisis Potensi Pengembangan Komoditas Salak Pondoh (Salaca edulis) di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Hidayatun Hidayatun; W Roessali; T Ekowati
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2018): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v2i1.219

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menghitung pendapatan usahatani salak pondoh, menganalisis bagaimana potensi produksi dan potensi pengembangan komoditas salak pondoh di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilaksanakan Bulan November hingga Desember 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan mengambil Desa Pekandangan dan Desa Sipedang di Kecamatan Banjarmangu yang paling banyak mengusahakan tanaman salak. Responden dalam penelitian ini berjumlah 80 responden yang terdiri dari 60 responden petani salak pada analisis pendapatan, 20 responden dalam analisis SWOT yang terdiri dari 6 dinas pemerintah, 10 petani salak, dan 4 pedagang. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan, analisis LQ dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani salak pondoh sebesar Rp 4.964.615/bulan. Produksi salak pondoh pada periode 2012 – 2014 bukan merupakan komoditas basis dengan nilai LQ < 1, sedangkan pada Tahun 2015 dan 2016 merupakan komoditas basis di Kecamatan Bajarmangu dengan nilai LQ 1,726 pada Tahun 2015 dan 1,560 pada Tahun 2016. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa skor pada matrik IFE 2,97 dan matrik EFE menunjukkan skor sebesar 2,76. Skor tersebut menunjukkan potensi pengembangan komoditas salak di Kecamatan Banjarmangu berada pada kuadran 1 yang menunjukkan bahwa komoditas salak pondoh memiliki kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang yang ada.Kata kunci: basis, pengembangan, LQ, SWOT, salak pondoh
ANALISIS FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI BUNGA POTONG KRISAN DI KECAMATAN BANDUNGAN, KABUPATEN SEMARANG Yiswi Indah Kusumaningtyas
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar biaya dan pendapatan petani pada usahatani bunga potong krisan, mengetahui faktor sosial ekonomi apa saja yang mempengaruhi pendapatan petani pada usahatani bunga potong krisan dan mengetahui faktor sosial ekonomi apa yang paling mempengaruhi pendapatan petani pada usahatani bunga potong krisan di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Metode dasar dalam penelitian ini adalah metode eksplanatif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, lokasi penelitian di Kecamatan Bandungan yaitu di Desa Duren, Desa Jetis, Desa Kenteng, Desa Candi, Desa Banyukuning dan Kelurahan Bandungan sebagai desa/kelurahan yang membudidayakan bunga potong krisan. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 71 orang. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis usahatani dan analisis faktor sosial ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan: Rata-rata besarnya biaya usahatani bunga potong krisan Rp. 12.845.398/MT dan rata-rata besarnya pendapatan usahatani bunga potong krisan adalah sebesar Rp. 21.824.609/MT. Faktor-faktor jumlah tenaga kerja luar, luas lahan yang diusahakan, pengalaman usahatani, dan keikutsertaan petani dalam pengelolaan agrowisata berpengaruh terhadap pendapatan petani dalam usahatani bunga potong krisan di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, sedangkan  yang paling berpengaruh adalah luas lahan yang diusahakan.
PERSEPSI UMKM TERHADAP PEMANFAATAN E-COMMERCE e-SIATIK (ternakitik.com) DI KABUPATEN BREBES Suci Nur Utami; Nur Ariesanto Ramdhan; Suci Paramitasari Syahlani; Rini Widiati
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi UMKM terhadap perancangan website E-commerce E-siatik (ternakitik.com) di Kabupaten Brebes. Data penelitian dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan 40 responden pemilik UMKM dan data sekunder diperoleh dari literatur yang mendukung bagi penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan pengambilan data menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan skala likert dengan bantuan instrumen penelitian berupa kuesioner.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap perancangan website E-commerce E-Siatik tergolong baik dengan indeks sebesar 73,13%. Penggunaan media e-siatik menjadi harapan baru bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran dan menghemat biaya promosi yang harus dikeluarkan. Kata kunci: , e-siatik, persepsi, ternakitik.com, UMKM
ANALISIS USAHATANI PADI ORGANIK DI KECAMATAN NGUNTORONADI, KABUPATEN WONOGIRI Titania Fitriana Dewi; Tria Rosana Dewi; Joko Sutrisno
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v5i1.905

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan produtivitas, pendapatan, efisiensi dan kemanfaatan usahatani padi organik varietas Mentik dengan usahatani padi organik varietas IR 64 di Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode teknik purposive sampling. Lokasi penelitian dan pengambilan sampel responden dipilih secara sengaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani padi organik varietas Mentik memiliki nilai produktivitas sebesar 4.589,59 Kg/Ha/MT berbeda nyata dengan produktivitas usahatani pada organik varietas IR 64 yaitu 4.239,59 Kg/Ha/MT. Pendapatan yang diperoleh dari usahatani padi organik varietas Mentik adalah 21.184.250,03 Rp/Ha/MT berbeda nyata dengan pendapatan yang diperoleh dari usahatani padi organik varietas IR 64 yaitu 16.086.779,82 Rp/Ha/MT. Efisiensi usahatani padi organik varietas Mentik berbeda nyata dengan usahatani padi organik varietas IR 64, usahatani padi organik varietas Mentik mempunyai efisiensi R/C ratio  sebesar 2,93, sedangkan pada usahatani padi organik varietas IR 64 yatitu R/C ratio sebesar 2,40. Usahatani padi organik varietas Mentik mempunyai kemanfaatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi organik varietas IR 64 dengan nilai incremental B/C ratio 8,67.Kata Kunci : efisiensi, padi organik, pendapatan, produktivitas, usahatani
Metode Penentuan Faktor-faktor Keberhasilan Penting dalam Analisis SWOT Mohamad Harisudin Mahfud
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i2.546

Abstract

Abstract : Discussion about the strategy has become an interesting topic to be discussed. Practitioners and academics mutually support the development of strategic management. SWOT analysis is an analytical tool most widely used amongst other analytical tools.The initial stages should researchers do is set an important success factor, because the key success factors is a prerequisite to the formulation of strategic alternatives. However in the study of the meta-analysis found a fact that the existing strategy formulation has the weakness of the methodology. Among the weakness is the low level of reliability and validity of the critical success factors (strengths, weaknesses, opportunities and threats) that are set. This article proposed a solution in the form of formulation procedures critical success factors that can be replicated by other researchers as well as ease of corrective action if found errors in the determination of critical success factors. Keywords: Strategy, Critical Success Factors, Methodological, SWOT
Analisis Kecenderungan Mengkonsumsi Marjinal dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat Jawa Timur Rohmaniyah Rohmaniyah; Slamet Subari
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.47

Abstract

 ABSTRACTThe purpose of this research is (1) to know the macro economic factors that influence the consumption of East Java society, (2) to analyze the marginal propensity to consume, (3) to discuss the consumption pattern of the East Java community. Multiple linear regression method is used to answer the first objective, the second objective is calculated using the MPC formula, while the third goal is analyzed through consumption expenditure table. The result of the research shows that income and interest rate influence the consumption of East Java society with coefficient value of 0,827 and 0,334 respectively. This shows that if there is increase of income and Interest rate of 1% then consumption will increase by 0.827 and 0.334. The value of East Java MPC ranges from -0.004 - 0.57 to an average of 0.240 (24%), this show that 24% of East Java's income is used for consumption, while the remaining 76% is used for consumption purposes. East Java community consumption pattern shows consumptive pattern to non food consumption with percentage equal to 54,12%. Keywords: East Java, Consumption, MPC
KARAKTERISTIK SIFAT KIMIAWI DAN ORGANOLEPTIK FRUIT LEATHER DENGAN VARIASI PERBANDINGAN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) Atik Puji Lestari; Agustina Intan Niken Tari; Novian Wely Asmoro
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.702

Abstract

ABSTRAKFruit leather adalah suatu produk olahan buah yang dikonsumsi sebagai kudapan (snack food). Fruit leather terbuat dari satu jenis atau campuran beberapa macam buah yang dihancurkan dan dikeringkan menjadi lembaran tipis. Pada penelitian ini dipilih buah pepaya dan daun kelor sebagai bahan baku pembuatan fruit leather. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui formulasi fruit leather buah pepaya dan daun kelor yang baik, karakteristik kimia dan sifat organoleptik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yang terdiri dari 5 variasi formula, setiap perlakuan diulang 3 kali dan 2 ulangan analisis atau duplo, sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi fruit leather pepaya dan tepung daun kelor berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, vitamin C, aktioksidan, organoleptik rasa dan overall tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap organoleptik aroma. Pemilihan formulasi terbaik fruit leather pepaya dan tepung daun kelor didapatkan pada perlakuan F1 (99 gr pepaya + 1 gr tepung daun kelor) dengan kadar air sebesar 18,72 %, kadar abu sebesar 2,43 %, vitamin C sebesar 0,28 mg/gr, antioksidan sebesar 20,07 %, organoleptik rasa sebesar 3,23 %; aroma sebesar 2,57 % dan overall sebesar 3,27 %.Kata kunci : Daun kelor, Fruit leather, Pepaya, Sifat kimia, Sifat Organoleptik  
ANALISIS USAHATANI PADI GOGO DI LAHAN RAWA LEBAK (Studi Kasus : Desa Talang Dukun, Kecamatan Sungai Pinang, Propinsi Sumatera Selatan) Indri Januarti; Yulian Junaidi; Eka Mulyana
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v5i1.1109

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani padi rawa lebak guna mendukung ketahanan pangan, yaitu bantuan Padi Gogo Rawa yang lebih adaptif terhadap lingkungan rawa lebak, termasuk perubahan iklim yang tidak menentu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis produksi dan pendapatan usahatani padi gogo di Lahan Rawa Lebak Desa Talang Dukun; (2) Menganalisis kelayakan usahatani padi gogo. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini menggunakan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Adapun analisis yang diguanakan dalam penelitian in, diantaranya analisis usahatani penerimaan, biaya dan pedapatan, analisis R/C ratio, dan B/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi padi gogo di lahan rawa lebak Desa Talang dukun rata-rata sebesar 833 kg per hektar dalam bentuk gabah kering giling (GKG), dengan pendapatan usahatani rata-rata sebesar Rp. 2.785.957,00 per hektar. R/C rasio untuk usahatani padi gogo di lahan rawa lebak yang untuk pertama kali ditanam sebesar 2,31, artinya usahatani gogo ini layak untuk dikembangkan di lahan rawa lebak karena R/C rasio lebih besar dari 1. Sedangkan nilai B/C rasio untuk usahatani padi gogo di lahan rawa lebak yang untuk pertama kali ditanam sebesar 1,31, artinya usahatani gogo ini masih masuk kriteria layak untuk dikembangkan di lahan rawa lebak karena B/C rasio juga lebih besar dari 1.Kata Kunci: Padi Gogo, Rawa Lebak, Usahatani 
Pengaruh Kafein Terhadap Lengkung Ekor Spermatozoa Epididimis Sapi Bali Oktora Dwi Putranti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2018): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v2i2.265

Abstract

This study aims to analyze the influence of caffeine on the distance of the tail movement of the spermatozoa epididymis cattle Bali. Methods in this study with a collection of sperm from Slaughter House (RPH) and then conducted the process of freezing with Tris yolk dilution. Treatment of caffeine with levels of 0 mg/ml, 2 mg/ml, 4 mg/ml and 6 mg/ml in spermatozoa that have been in thawing. The variables observed were DCL, DAP, DSL, ALH analyzed by CASA. Results showed no difference (P> 0.05) motility with caffeine treatment and short sperm tailwave distance of 37.27 μm showed the sperm motility velocity. Keywords: spermatozoa tail, caffeine
Upaya Peningkatan Kualitas Daging Ayam Broiler Melalui Pemberian Ekstrak Meniran Puji Astuti; Heru Suripta; Lusia Risyani PM
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 1 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i1.38

Abstract

This research was conducted to evaluate the effects of extracts Phyllanthus niruri extracted with water and methanol as a substitute for commercial feed additive to determine the impact on the meat quality of broilers. The research use 200  broilers  which were devided  into four treatments and four replication: 1) Control, broilers were given drinking water without Phyllanthus niruri extract,  2) broilers were given  feed additive commercially (bacitracin), 3) broilers were given methanol extract   as much as  40 mg / l; and 4) broilers were given water extract  as much as of 40 mg / l of drinking water. Each replication consisted of  10  broilers. At the end of the research, four  broilers from each treatment were cut. The research used the completely randomized design. The variables observed were  performance (feed intake, body weight gain and feed conversion), characteristics of the carcass (carcass percentage, meat and bone ratio, and percentage of abdominal fat), and the quality of the meat (fat, cholesterol, and unsaturated fatty acids). Data were analyzed variance analysis. The results showed that feed consumption (84,80 vs 89,31; 89,16; 9163 g/head/day), body weight gain (55,87 vs 59,57; 59,34; 59,70 g/head/day), carcass characteristics, and meat quality were influenced by Phyllanthus niruri extract. Water extracts provide better meat quality than the methanol extract.

Page 4 of 32 | Total Record : 313