cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 313 Documents
FREKUENSI MOLTING DAN SINTASAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) DENGAN PERSENTASE PAKAN TUBIFEX DAN KOMERSIAL YANG BERBEDA sarmin Sarmin; Marhaendro Santoso; Kasprijo Kasprijo
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.903

Abstract

Abstract Feeding is one component in the cultivation which plays a very large role in growth determination and in terms of production costs, given that freshwater crayfish is omnivorous that can be fed with commercial and tubifex feed.  This study examines the influence of a combination of commercial and tubifex feed on moulting frequency and survival rate of freshwater crayfish.  The research was conducted for 60 days; tested animals weighed 3±0.69 g and measured 5±0.34 cm, in average. Experimental design using Complete Randomized Design (CRD) was applied to examine 5 treatments in quadruplicates. Treatment P1 represented 0% tubifex and 100% commercial feed, P2= 25% tubifex and 75% commercial feed, P3= 50% tubifex and 50% commercial feed, P4= 75% tubifex and 25% commercial feed, P5= 100% tubifex and 0% commercial feed. The study showed that the survival rate and moulting frequency were not different between treatments. Moulting frequency between successive treatment were P1= 4.25±1.5, P2= 1.5±3.75, P3= 2.75±1.3, P4= 4±1.4, P5= 3.5±1.3. Survival rate between respective treatment were P1= 40±16.33%, P2= 30±25.82%, P3= 35±25.17%, P4= 30±25.82%, and P5= 45±25.82%. Key words: Cherax quadricaritanus, feed, molting, survival, tubifex.
KAJIAN UMUR DAN MEDIA PEMBERSIHAN TELUR TERHADAP KUALITAS PENETASAN AYAM KAMPUNG Roi Mustakim; sri sukaryani; Engkus Ainul Yakin
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v5i1.1581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimal penyimpanan telur tetas dan media pembersihan telur terhadap berat tetas dan daya tetas ayam kampung. Materi penelitian menggunakan telur tetas sebanyak 180 butir. Design percobaan menggunakan RAL pola faktorial, faktor pertama adalah faktor umur telur tetas, terdiri dari  umur 3 hari (A1), umur 6 hari (A2), dan umur 9 hari (A3). Faktor kedua adalah media pembersihan telur tetas, terdiri dari media pembersihan dengan  alkohol 70 % (B1) dan dengan air hangat 60 o C (B2), masing-masing kombinasi perlakuan di ulang sebanyak 2 kali. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Bilamana terdapat perbedaan, di lanjutkan dengan uji Duncan’t Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur telur berpengaruh secara nyata  terhadap berat tetas ayam kampung, dengan rata-rata nilai berat tetas dicapai oleh perlakuan A2 (45,83 g) disusul kemudian oleh A1 (44,35 g) dan A3 (43,97 g), sedangkan media pembersihan telur menunjukkan berpengaruh tidak nyata terhadap berat tetas ayam kampung. Rata-rata nilai berat telur pada perlakuan B1 dan B2  masing-masing sebesar 44,43 g dan 45,00 g. Tidak terdapat interaksi antara umur telur dan media pemberihan telur terhadap berat  tetas ayam kampung. Umur telur menunjukkan berpengaruh  sangat nyata terhadap daya tetas, dengan rata-rata daya tetas tertinggi pada perlakuan A1 (83,72 %) kemudian A2 (56,33 %) dan A3 (32,80 %), namun media pembersihan telur menunjukkan berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ayam kampung, rata-rata pada perlakuan B2 (62,64 %) dan B1 (52,59 %) adapun diantara umur telur dan media pembersihan telur tidak terdapat interaksi.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah umur telur berpengaruh sangat nyata terhadap berat tetas dan daya tetas ayam kampung, sedangkan  media pembersihan telur berpengaruh nyata terhadap daya tetas dan berpengaruh tidak nyata terhadap berat tetas ayam kampung.       Kata kunci: berat tetas, daya  tetas, media pembersihan, umur telur AbstractThis research aims to determine the optimal storage time for hatching eggs and the media for cleaning eggs against hatching weight and hatchability of native chickens. This research material uses 180 hatching eggs. The experimental design used a factorial of completely randomized design, the first factor was the age of the hatching eggs, consisting of 3 days (A1), 6 days (A2), and 9 days (A3). The second factor is the media for cleaning hatching eggs, consisting of cleaning media with 70% alcohol (B1) and warm water at 60 o C (B2), each treatment combination is repeated 2 repetitions. The collected data were analyzed statistically using a factorial completely randomized design. If there are differences, continue with the Duncan't Multiple Range Test (DMRT). The results showed that egg age had a significant effect on the hatching weight of native chickens, with the average hatch weight value achieved by treatment A2 (45.83 g) followed by A1 (44.35 g) and A3 (43.97 g). , while the media for cleaning eggs showed no significant effect on the hatching weight of native chickens. The average egg weight values in treatment B1 and B2 were 44.43 g and 45.00 g, respectively. There is no interaction between egg age and egg feeding media on the hatching weight of native chickens. Egg age showed a very significant effect on hatchability, with the highest average hatchability in treatment A1 (83.72%) then A2 (56.33%) and A3 (32.80%), but the media for cleaning eggs showed a significant effect. on the hatchability of native chicken eggs, the average treatment was B2 (62.64%) and B1 (52.59%), while there was no interaction between the age of the eggs and the media for cleaning the eggs. The conclusion of this study was that egg age had a very significant effect on hatching weight and hatchability of native chickens, while the media for cleaning eggs had a significant effect on hatchability and had no significant effect on hatching weight of native chickens. Keywords: hatch weight, hatchability, cleaning medium, egg age 
Karakter Agronomis Tanaman Kedelai (Glycine max L Merril) Terhadap Pemberian Kompos Kulit Buah kakao Pada Tanah Ultisol Tri Kusumastuti; Muh Kusberyunadi
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i2.545

Abstract

Tanah ultisol merupakan salah satu jenis tanah marginal yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian karena keberadaanya yang cukup luas. Untuk meningkatkan kandungan unsur hara dan memperbaiki sifat tanah pada tanah ultisol dapat dilakukan dengan menambahkan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter agronomis tanaman kedelai terhadap pemberian kompos kulit buah kakao pada tanah ultisol. Penelitian ini telah dilakukan di Dusun Soboman, Ngestiharjo, Kasian, Bantul, Yogyakarta pada bulan  Juni – Agustus 2019.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor tunggal yaitu dosis kompos kulit buah kakao yang terdiri dari 7 aras (0, 50, 100, 150, 200, 250 dan 300) g / tanaman dan diulang sebanyak tiga ulangan.   Variabel yang diamati meliputi jumlah bintil akar, berat kering bintil akar, panjang akar, berat kering akar, berat segar tanaman, berat kering tanaman, jumlah polong, berat biji per tanaman dan indeks panen. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang nyata 5 %.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos kulit buah kakao dengan dosis 150 gram per tanaman tingkat efisiensinya lebih tinggi dan memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah ultisol.
Efektivitas Dosis dan Aplikasi Pupuk Npk Majemuk Pada Fase Vegetatif Pada Tanaman Strawberry (Fragaria x ananassa Duchesne) Norry Eka Palupi; Titistyas Gusti Aji; Dwi Kurnila Sari; Sutopo Sutopo
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.46

Abstract

Pengelolaan hara merupakan salah satu faktor penentu hasil dan kualitas buah yang tinggi. Selama ini, rekomendasi pupuk untuk tanaman stroberi menggunakan NPK 16-16-16. Pemupukan NPK 16-16-16 masih kurang mencukupi, sehingga petani masih menambahkan pupuk KNO3. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian terhadap pupuk NPK dengan komposisi berbeda yaitu dengan porsi K lebih tinggi (NPK 12-6-24). Pengujian efektivitas pupuk NPK dan cara aplikasi dilakukan bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman strawberry. Penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu Dosis pupuk NPK 12-6-24 dengan taraf 0; 1 g (g/L); 2 g (g/L); 3 g (g/L); 4 g (g/L); dan pupuk NPK rekomendasi 16-16-16, 2 g (2 g/L). Faktor kedua yaitu cara aplikasi dengan taraf A1 (ditabur) dan A2 (dikocor). Data tinggi dan jumlah daun yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance aplikasi SPSS dan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf α 5%. Hasil pengujian pupuk NPK 12-6-24 terhadap pertumbuhan strawberry yang dibandingkan dengan  NPK 16-16-16 sebagai pupuk rekomendasi memperlihatkan bahwa interaksi antara perlakuan dosis dan cara aplikasi tidak berpengaruh nyata, namun perlakuan tunggal dosis berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi dan jumlah daun tanaman strawberry. NPK 12-6-24 dosis 4 g aplikasi granul (ditabur) efisien terhadap pertumbuhan tanaman strawberry secara keseluruhan apabila mempertimbangkan tenaga kerja, sedangkan NPK 12-6-24 dosis 2 g aplikasi kocor efisien apabila mempertimbangkan jumlah pupuk yang digunakan dan Perlakuan NPK 12-6-24 lebih efisien dibandingkan pupuk NPK 16-16-16 rekomendasi pada semua parameter Kata Kunci: Strawberry, Pupuk NPK, Dosis, Aplikasi
TRADITIONAL COCONUT OIL PURIFICATION USING ACTIVATED CHARCOAL COCONUT SHELL ADSORBENTS Nining Putri Kurnianingsih; Maherwati Maherawati; Tri Rahayuni
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.848

Abstract

Coconut oil in West Kalimantan is still largely a traditional coconut oil because it has not gone through a refining process. To improve the quality of traditional coconut oil, the addition of activated charcoal can be used as an adsorbent so as to improve the quality of coconut oil. Activated charcoal can be made from materials that contain high carbon, one of which is a coconut shell. The purpose of this study was to determine the effect of adding activated charcoal to improving the quality of traditional coconut oil and the concentration of adding activated charcoal that produced the best characteristics of coconut oil. The research design used was a Randomized Block Design with one factor (coconut shell active charcoal concentration) 6 levels of treatment (0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%) with 4 replications. The data obtained were analyzed using ANOVA (ɑ = 5%) if there was an influence followed by BNJ test (ɑ = 5%). The results showed that the addition of coconut shell activated charcoal with a concentration of 1% -5% to traditional coconut oil can significantly reduce free fatty acid levels. In addition, the addition of activated charcoal affects the sensory attributes of color and aroma to be better than the control (without the addition of activated charcoal). The best traditional coconut oil produced in this study is traditional coconut oil added with coconut shell activated charcoal with a concentration of 5% with chemical and sensory characteristics as follows: water content 0.138%, free fatty acid content 0.428%, saponification number 231, 9 mg KOH / g, color value 4,88, and aroma value 3,68.Keywords: adsorbent, activated charcoal, coconut oil, refining, coconut shell
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA KOMODITAS CENGKEH DI KABUPATEN TOLITOLI Fitriana Fitriana; Abd Fattah; Nurmala Nurmala; Adnan Putra Pratama
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v5i1.1168

Abstract

Tanaman cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Tolitoli. Semakin tingginya biaya produksi dan dampak  fluktuasi harga komoditas cengkeh menjadi masalah utama bagi para petani dalam membudidayakan komoditas ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya harga pokok produksi komoditas cengkeh di Desa Bilo Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Cahaya Tani). Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan sumber data berasal dari data primer yang dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Penentuan biaya produksi dilakukan dengan cara memperhitungkan biaya langsung dan tidak langsung dari seluruh komponen biaya usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi Komoditas Cengkeh di Desa Bilo Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Cahaya Tani) yang diperoleh sebesar Rp. 22.042.024/Ha dengan Harga Pokok Produksi per kilonya sebesar Rp. 70.422.
Konfirmasi Dam Effect pada Sifat Berat Lahir Silangan Kambing Boer Tristianto Nugroho
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2018): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v2i2.264

Abstract

Dam effect merupakan pengaruh induk yang terkait dengan kemampuan induk untuk mendukung kebuntingan, produksi susu, dan kemampuan merawat anak dari lahir sampai masa sapih. Peranan dam effect adalah mendukung pertumbuhan awal anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi adanya dam effect pada sifat berat lahir (BL) pada silangan kambing Boer. Materi yang digunakan berupa data recording BL dari 1001 ekor anak kambing di CV. Kambing Burja, Batu, Jawa Timur dari tahun 2012-2016. Untuk mengetahui adanya dam effect, analisis data dilakukan dengan membandingkan dua model Analysis of Variance (ANOVA) yang berbeda. Model pertama (Model 1) disebut dengan reduced model karena faktor dam tidak digunakan dalam perhitungan, sementara model kedua (Model 2) disebut complete model karena faktor dam digunakan sebagai random effect. Pejantan, komposisi darah induk, paritas induk, jenis kelamin anak, tipe kelahiran dan tahun pengamatan digunakan sebagai fixed effect untuk kedua model tersebut. Konfirmasi adanya dam effect dilakukan dengan membandingkan kedua model menggunakan F-test for overall significance. Hasil analisis menunjukkan bahwa BL tidak dipengaruhi (p>0,05) oleh faktor komposisi darah induk, akan tetapi secara nyata (p<0,05) dipengaruhi oleh pejantan, paritas induk, jenis kelamin, tipe kelahiran dan tahun pengamatan. Pada perbandingan Model 1 dan Model 2 untuk sifat BL diperoleh perbedaan yang nyata (P<0,05). Selanjutnya dapat disimpulkan dam effect memengaruhi sifat BL, sehingga faktor induk menjadi perlu dipertimbangkan dalam proses seleksi.
The effect of Consumption of Black Sorbean Tempe against Blood Plasma Amino Acid Profiles of Rats Nurrahman Nurrahman
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 1 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i1.37

Abstract

Tempe is a food derived from plant materials that have a high-quality protein, easy to digest and low anti-nutritional. This study aims to determine the effect of the consumption of black soybean tempe against blood plasma amino acid profiles of rats. A total of 20 rats were grouped into 5 (five). Rats were placed in individual cages and room temperature (25 - 27oC). Maintained for 30 days of each group were treated with the standard feeding and feed plus black soybean tempe flour (25, 50, 75 and 100% instead of casein). On day 31, as many as 20 rats as much as 1 ml of blood is taken. Obtained blood plasma was separated to be used for the analysis of amino acid profile. The results showed that there were 14 types of amino acids  detected in the blood plasma. The highest amino acid was glutamic acid and the lowest was glutamine. Consumption of black soybean tempe increased blood plasma amino acid levels.
Proteksi Tepung Ikan Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa Terhadap pH dan NH3 Catur Suci Purwanti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2018): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v2i1.215

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Proteksi Tepung Ikan Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa terhadap Fermentabilitas In Vitro dilihat dari NH3 dan pH dan mengetahui konsentrasi asap  cair  yang dapat digunakan pada proteksi bahan pakan tinggi protein. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan sebagai berikut: : P0 = Tepung ikan tanpa perlakuan, P1 = Tepung ikan + Asap cair dari tempurung kelapa konsentrasi 10%, P2 = Tepung ikan + Asap cair dari tempurung kelapa konsentrasi 20%, P3 = Tepung ikan + Asap cair dari tempurung kelapa konsentrasi 30%. Peubah yang diamati NH3 dan pH. Masing-masing perlakuan ditambahkan asap cair sebanyak 5 %. Tepung ikan diproteksi dengan asap cair dari tempurung kelapa caranya dengan menyemprotkan asap cair tersebut ke bahan tersebut  kemudian didiamkan semalam. Hasil rerata nilai kadar NH3 pada penelitian ini antara 11 – 23 mg/100 gram.  Rerata pH P0 dan P1 yang dihasilkan adalah 5,75±0,01 dan 5,51±0,01 sedangkan P2 dan P3 masing-masing 5,32±0,01 dan 5,20±0,01. Kadar NH3 dan pH yang ideal sesuai dengan kondisi didalam rumen adalah proteksi tepung ikan mengunakan  asap cair dengan konsentrasi  0% dan 10 %  Kata kunci : Asap cair, NH3, pH, proteksi, tepung ikan
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN TEH DI KABUPATEN SUKOHARJO Febriana Ramadhani; Umi Barokah; Joko Sutrisno
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 1 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i1.838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut yang ada pada teh seduh dan teh celup, serta atribut yang paling dipertimbangkan saat pembelian teh. Peneltian ini dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Sukohajo yaitu Kecamatan Kartasura (kota), Sukoharjo (sub urban) dan Weru (desa). Penentuan responden dengan menggunakan metode accidental sampling sebanyak 96 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April-Mei 2018. Data dianalisis menggunakan analisis chi-square dan analisis multi atribut fishbein. Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan preferensi konsumen dalam pembelian teh. Hasil analisis multi atribut fishbein menunjukka bahwa atibut yang palig dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian untuk teh seduh adalah rasa, sedangkan untuk teh celup adalah kepraktisan.

Page 2 of 32 | Total Record : 313