cover
Contact Name
Novian Wely Asmoro
Contact Email
agrisaintifika@gmail.com
Phone
+62271-593156
Journal Mail Official
agrisaintifika@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Jl. Letjend Sujono Humardhani No 1, Jombor, Sukoharjo 57521 Jawatengah, Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian
ISSN : 25800345     EISSN : 2580748X     DOI : 10.32585/ags.v3i2.544
Agrisaintifika is a scientific journal that embodies scientific articles for researchers in the field of agricultural sciences (covering the field of agribusiness, agrotechnology, food, and animal husbandry) so that it can be used as a media publication of research results.
Articles 313 Documents
Umur Simpan Saos Tomat Pada Berbagai Konsentrasi Bahan Pengental Catur Budi Handayani; A. Intan Niken Tari; Afriyanti Afriyanti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2018): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v2i2.261

Abstract

Research on the shelf life of tomato sauce at various coagulant concentrations uses local tomatoes from the Sukoharjo with a concentration of 5, 7.5 and 10% of maezena flour from tomatoes used. The shelf life calculation uses the Archenius method with storage for 4 weeks at 3 different temperatures namely refrigerator temperature (4 OC), room temperature (27 OC), and temperature of 50 OC. Calculations are based on changes in water content, fungal growth and organoleptic tests of taste. The calculation results show that the shortest shelf life of tomato sauce is 24 days for sauces with 5 and 7.5% coagulant and 47 days for sauces with 10% coagulant, which are calculated based on organoleptic test of taste.Keywords: tomato sauce, shelf life, coagulant
Pengaruh Oksigen Pada Akumulasi Poly Hydroxy Alkanoates (PHA) M Khoiron Ferdiansyah
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 1 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i1.34

Abstract

Polyhydroxyalkanoates (PHA) adalah salah satu contoh dari bioplastik. PHA disintesis oleh bakteri sebagai karbon atau komponen simpanan energi ketika jumlah intake karbon berlebihan dan beberapa nutrisi seperti nitrogen, phospor, dan oksigen dalam kondisi yang terbatas. Pemberian aerasi oksigen sangat mempengaruhi produksi dan akumulasi PHA. Tingkat aerasi oksigen yang rendah akan meningkatkan konsentrasi PHA. Penetapan suplai oksigen pada batas level tertentu yang tepat akan dapat meningkatkan produktivitas atau akumulasi PHA, tanpa mengganggu pertumbuhan mikroorganismeKata kunci: polyhydroxyalkanoates, bioplastik, oksigen, bakteri
Analisis Pengaruh Agrowisata Terhadap Peningkatan Pendapatan Petani Bunga Krisan Di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Umi Lestariningssih; Agus Setiadi; Hery Setiyawan
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2018): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v2i1.218

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pendapatan petani bunga krisan sebelum dan sesudah adanya agrowisata, serta menganalisis pengaruh agrowisata terhadap peningkatan pendapatan petani bunga krisan di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Agrowisata Kampung Krisan Clapar Bandungan. Responden ditentukan secara purposive, yaitu anggota Kelompok Tani Gemah Ripah yang menanam bunga krisan yang berjumlah 32 orang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November – Desember 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang dibantu menggunakan kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah Paired Sample T-test dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan petani bunga krisan sebelum dan sesudah adanya agrowisata. Pendapatan petani setelah adanya agrowisata lebih tinggi dibanding pendapatan petani sebelum adanya agrowisata. Rata-rata pendapatan petani setelah adanya agrowisata sebesar Rp 31.713.636/tahun lebih tinggi dibanding pendapatan petani sebelum adanya agrowisata sebesar Rp 30.395.843/tahun. Agrowisata berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan petani bunga krisan di Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Kata Kunci : agrowisata, bunga krisan, pendapatan petani
Kajian Faktor yang Berpengaruh Pada Produksi Jagung di Kabupaten Wonogiri Catur Rini Sulistyaningsih
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 1 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i1.556

Abstract

Kabupaten Wonogiri berperan sebagai pemasok jagung di Propinsi Jawa Tengah. Untuk tetap mempertahankan eksistensinya maka produksi jagung harus diperhatikan. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani jagung. Dalam usaha tani jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, para petani jagung mengkombinasikan penggunaan faktor-faktor produksi. Namun mereka belum mengetahui sebenarnya faktor produksi yang digunakan apakah benar-benar dapat meningkatkan produksi jagung di wilayahnya. Variabel tenaga kerja, benih, pupuk kandang, phonska dan urea secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Variabel benih, phonska dan urea secara individual berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Sedangkan variabel tenaga kerja dan pupuk kandang secara individual tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Variabel benih mempunyai pengaruh paling besar terhadap produksi jagung di Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri. Kata-kata kunci : jagung, faktor, produksi
Fermentasi dengan Menggunakan Berbagai Jenis Mikrobia untuk Menurunkan Kandungan Saponin Buah Trembesi (Sammanea saman) Ahimsa Kandi Sariri; Engkus Ainul Yakin
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 3, No 2 (2019): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v3i2.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi dengan menggunakan berbagai mikrobia terhadap kandungan saponin dan nutrient buah trembesi. Agensia fermentasi yang digunakan terdiri dari dua kelompok yaitu jamur   Aspergillus niger dan bakteri  Lactobacillus plantarum. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola searah perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terbentuk kombinasi perlakuan 12 unit percobaan. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kandungan saponin dan analisis proksimat daun trembesi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Aspergillus niger dan Lactobacillus plantarum dalam fermentasi dapat menurunkan kandungan saponin dalam buah trembesi dan penggunaan Aspergillus niger dan Lactobacillus plantarum dalam fermentasi dapat menurunkan kandungan kandungan serat kasar dan meningkatkan protein kasar buah trembesi.
Pengaruh Dosis Pemupukan dengan Puktan Granul Terhadap Pertumbuhan dan Uji Kompatibilitas Bibit Tanaman Pangan dan Holtikultura Catur Rini Sulistyaningsih; Catur Budi Handayani
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 2 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i2.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pupuk organik padat dalam bentuk granul terhadap pertumbuhan bibit tanaman uji (pepaya,kelengkeng, rambutan, jeruk, padi, sorgum dan sawi) dan mengetahui kompatibilitas akar bibit tanaman terhadap pupuk organik. Metode penelitian dibagi dalam 2 tahapan yaitu perkecambahan dan pembibitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji statistik terhadap hubungan antara pemberian dosis pemupukan terhadap tinggi dan jumlah helai daun pepaya, kelengkeng, rambutan, padi, sorgum, sawi, dan jeruk menunjukkan bahwa pemupukan menggunakan pupuk tani granul pada gradasi 20 gram, 30 gram, dan 40 gram tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Untuk bobot tanaman baik bobot tanaman segar maupun kering tertinggi pada umumnya pada dosis pupuk 40 gram, kecuali tanaman sorgum tertinggi pada dosis 30 gram. Untuk root to shoot ratio tertinggi pada umumnya juga pada dosis pupuk 40 gram, kecuali pada tanaman sorgum tertinggi pada dosis pupuk40 gram, kecuali pada tanaman sorgum tertinggi pada dosis pupuk 20 gram. Uji kompatibilitas tertinggi pada dosis pupuk 40 gram pada tanaman padi, kelengkeng dan jeruk. Pada dosis 30 gram tertinggi pada tanaman rambutan, dan tertinggi pada dosis 20 gram pada tanaman pepaya dan sawi. Dan untuk tanaman sorgum baik pada dosis 20 gram, 30 gram dan 40 gram kolonisasi 0%.Kata Kunci : pupuk organik, kompatibilitas, bibit
PENAMBAHAN KULIT ARI BIJI KEDELAI HASIL FERMENTASI MENGGUNAKAN EM-4 DALAM FORMULASI RANSUM PELLET BROILER TERHADAP FRAKSI SERAT Anwar Efendi Harahap; Hidayati Hidayati; Sri Devi; Bakhendri Solfan
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 4, No 2 (2020): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v4i2.880

Abstract

Source of feed raw materials can be obtained from various wastes, one of which is industrial waste is soybean seed, processing soybean seed, which has the potential as broiler ration in the form of pellets. This study aims to evaluate the fraction of broiler pellet fiber fermented soybean seed (KABKF) using Effective Microorganism-4 with different storage times. The research method used was an experimental method with a completely randomized design consisting of 5 treatments and 4 replications. The variables in this study were the fiber fraction content which included NDF (%), ADF (%), ADL (%), hemicellulose (%) and cellulose (%). The results of this study indicate that the longer the storage of broiler pellet rations can reduce the NDF content (75.50% - 53.31%), ADF (57.57% - 41.56%), and ADL (12.33% - 5.73%). ) and had not been able to increase the content of hemicellulose (11.86% - 17.93%) and cellulose (42.39-29.78%. The conclusion of this study is that 8 weeks of storage has the best treatment in reducing the content of NDF%, ADF%, and ADL%
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PETANI DALAM MENGIKUTI ASURANSI USAHATANI PADI (AUTP) DI KABUPATEN SUKOHARJO Lina Hidayatul Hamidah; Joko Sutrisno; Agustono Agustono
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2021): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v5i1.1319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan kinerja program AUTP di Kabupaten Sukoharjo, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi petani dalam mengikuti program AUTP, serta mengetahui peluang petani untuk mengikuti AUTP di Kabupaten Sukoharjo. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan analitis. Metode pengambilan lokasi secara purposive dan pengambilan sampel secara simple random sampling dengan 60 responden. Data dianalisis menggunakan regresi logistik pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pelaksanaan program AUTP di Kabupaten Sukoharjo sudah baik sesuai panduan pelaksanaan dari pemerintah. Kinerja AUTP di Kabupaten Sukoharjo sudah baik, namun pengajuan klaim yang rumit dan klaim yang diberikan oleh pemerintah kepada petani masih perlu diperbaiki. Faktor-faktor yang memengaruhi petani dalam mengikuti program AUTP adalah faktor umur, penilaian anggota terhadap pengurus kelompok tani, mekanisme pelaksanaan, serta keyakinan klaim. Skenario yang memberikan peluang terbaik bagi petani mengikuti AUTP di Kabupaten Sukoharjo adalah skenario 3 dengan peluang 98,96%.
Kajian Pemanfaatan Enzim Dalam Pengolahan Wine Berbasis Pisang Lokal Warsono El Kiyat
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 2, No 2 (2018): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v2i2.266

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Salah satu produk turunan dari pisang yang tinggi nilainya ialah wine. Namun, pisang mengandung berbagai polisakarida, seperti: pektin, pati, dan xilan yang dapat menyebabkan warnanya keruh dan kental bila dibuat wine. Berdasarkan hasil studi, proses enzimatis sari pisang dengan kelompok enzim lignoselulolitik (pektinase, selulase, dan hemiselulase) dapat mendegradasi polisakarida seperti pektin, pati, dan xilan pada sari buah pisang sehingga menghasilkan produk yang jernih dan yield yang lebih banyak. Penggunaan enzim α-amilase dapat meningkatkan kadar gula terlarut dan pereduksi sari pisang yang berpengaruh terhadap pembentukan etanol. Sonikasi secara tunggal tidak berpengaruh signifikan terhadap yield dan kejernihan sampel namun berpengaruh signifikan bila digabungkan dengan enzim pektinase dan selulase. Penggunaan jenis enzim yang berbeda dapat mempengaruhi dan memberikan presepsi sensori yang berbeda.
Diversifikasi Produk Tepung Pati Garut (Maranta arundinaceae, Linn.) Menjadi Sohun Sri Hartati; Sartono Putro
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 1, No 1 (2017): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v1i1.39

Abstract

AbstrakBerbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan terhadap tingginya ketergantungan impor terigu, salah satunya adalah mengembangkan tepung umbi-umbian yang ada di wilayah Nusantara. Diantara umbi potensial adalah garut terutama tepung pati garut. Tujuan penelitian ini adalah divesrsifikasi tepung pati garut menjadi produk sohun. Umbi garut dibuat tepung pati garut, selanjutnya dibuat sohun. Parameter sohun yang dibuat diuji meliputi penentukan rasio pati dan air untuk gelatinisasi, penentuan rasio pati tergelatinasi dengan pati kering, penentuan cara gelatinasi serta pengujian total cooking loss dan uji sensoris terhadap sohun yang dihasilkan. Pengembangan produk tepung pati garut menjadi sohun menunjukkan bahwa proses pembuatan sohun dengan bahan utama tepung pati garut memerlukan rasio pati dengan air adalah 1:8, rasio pati yang digunakan gelatinasi dan pati kering 1: 11 serta proses pemasakan dengan pengukusan. Sohun yang diproduksi dari tepung pati garut meskipun berbeda dengan sohun komersial namun miliki rasa yang diterima konsumen dan total cooking loss (6,4249 %) yang memenuhi persyaratan sohun. Tepung pati garut potensial untuk diversifikasi pangan menjadi produk sohun.

Page 6 of 32 | Total Record : 313