cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Pada Pemanfaatan Kawasan Wisata Alam Maleura Wa Ode Ernawati Marfi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.097 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.331-339

Abstract

Karakteristik sosial ekonomi masyarakat nelayan dalam keterkaitannya dengan pemanfaatan kawasan di wisata alam Maleura Desa Lakarinta Kecamatan Lohia memiliki keterkaitan dalam kehidupan masyarakat Desa Lakarinta dimana kawasan tersebut dijadikan salah satu sumber mata pencaharian dan sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang mudah dijangkau dan didapatkan oleh masyarakat sekitar.
Pengaruh Rendaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Kandungan Vitamin C dan pH Minuman Infused Water Lydia Maria Ivakdalam; Zasendy Rehena
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.015 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.344-349

Abstract

Infused water adalah air minum yang diberi tambahan potongan buah, sayuran atau herbal sehingga sari-sari dari buah yang direndam dalam air putih akan keluar, memberikan cita rasa, dan berbagai manfaat bagi yang meminum air tersebut. kandung Vitamin C yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan mempunyai aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman potongan buah jeruk nipis terhadap kandungan Viamin C dan pH minuman infused water. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu  lama perendaman perasan kulit jeruk nipis selama 1 jam, 2 jam, 4 jam, dan 6 jam, dan 8 jam dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Menganalisis  Kandungan  Vitamin C dengan Metode Titrasi Iodium dan pengukuran tingkat keasaman (pH). Penelitian ini dilaksanakan di Lab Biokimia dan THP Universitas Pattimura Ambon, pada bulan September 2019. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa nilai Fhitung untuk perlakuan lama perendaman perasan kulit jeruk nipis terhadap kandungan Vitamin C minuman Infused Water adalah sebesar 1,778 dengan signifikasi 0,000. Hasil nilai Fhitung untuk perlakuan Lama Perendaman peraasan Kulit jeruk Nipis Terhadap keasaman (pH) Minuman Infused Water adalah sebesar 1.140 dengan signifikasi 0,392. Kesimpulannya ada pengaruh Lama Perendaman Perasan Kulit jeruk Nipis Terhadap kandungan Vitamin C Minuman Infused Water yang cenderung meningkat. Terdapat kecenderungan kestabilan tingkat keasaman (pH) Minuman Infused Water terhadap Lama Perendaman Kulit jeruk NipisData pengaruh perendaman jeruk nipis terhadap kandungan vitamin C dan pH dianalisis dengan anova satu jalur.
Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (allium ascalonicum l.) Pada Perlakuan Pemotongan Umbi dan Berbagai Takaran Bokashi Pupuk Kandang Ayam di Desa Waefusi Kecamatan Namrole Kab. Buru Selatan Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.022 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.87-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemotongan umbi dan pemberian berbagai takaran bokashi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan rancangan acak kelompok dalam bentuk faktorial dua faktor dimana faktor pertama adalah pemotongan umbi bibit (p) yang terdiri dari tanpa pemotongan ujung umbi  (p1) dan pemotongan ujung umbi (p2).  Faktor kedua adalahperlakuan beberapa takaran bokashi pupuk kandang ayam (b) yang terdiri atas beberapa taraf yaitu 2 kg bokashi pupuk kandang ayam/petak (b1), 4 kg bokashi pupuk kandang ayam/petak (b2) dan 6 kg bokashi pupuk kandang ayam/petak (b3). Pemotongan umbi memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaan pada umur 2 MST (21,36 cm), 4 MTS (29,34 cm), 6 MST (34,14 cm) dan 8 MST (22,90 cm). Jumlah daun umur 2 MST (14,10 helai), 4 MST (23,46 helai), 6 MST (27,51 helai), dan 8 MST (16, 57 helai); jumlah umbi (11,33) ; berat basah (776,67 g) ; berat kering umbi (443, 33 g). Takaran bokashi pupuk kandang ayam 4 kg petak-1 menghasilkan rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman (31,84 cm), jumlah daun (26,53 helai) jumlah umbi (11,33), berat basah (776,67) dan berat kering umbi (443,33 g). Terdapat interaksi yang berpengaruh nyata antara pemotongan umbi dan takaran bokashi pupuk kandang ayam 4 kg petak-1 yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah.
Analisis Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani Nasriah Nasriah; Andi Nuddin; Irmayani Irmayani
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.025 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.340-343

Abstract

Program PUAP adalah program terobosan Kementrian Pertanian dalam bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petan ianggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di perdesaan. Tujuan penelitian untuk menentukan besarnya pendapatan petani setelah mengikuti Program PUAP. Daerah Penelitian ditentukan secara purposive, yaitu di Kelurahan Lompoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare. Populasi dalam penelitian ini adalah Petani Anggota GAPOKTAN penerima pinjaman BLM-PUAP. Jumlah populasi adalah 169 orang dan sampel diambil 20% dari jumlah populasi sebanyak 34 orang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran (mixed method) yaitu deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif sedangkan teknik sampling porporsie melalui penyebaran kuesioner kepada kelompok penerima dana PUAP. Pengolahan data dengan statistic distribusi frekuensi, teknik penyajian data dengan table dan grafik. HasilPendapatan yang diperoleh petani setelahikut Program PUAP rata-rata diatas Rp500.000-Rp3.000.000,-/bulan disbanding sebelum ikut Program PUAP.
Pengaruh Formulasi Tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan Tepung Wortel (Daucus carota) terhadap Nilai Gizi dan Organoleptik Nugget Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Melkhianus Hendrik Pentury
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.124 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.350-359

Abstract

Formulasi bahan olahan pangan dengan penambahan Sayuran kedalam salah satu produk akan menaikan nilai gizi dan penerimaan produk bagi konsumen. Wortel (Daucus carota L) termasuk kelompok sayuran yang memiliki umbi berwarna jingga, yang kaya akan kandungan gizi yaitu β-karoten sebagai sumber antioksidan alami, serat pangan, tokoferol, asam askorbat, dan α-tokoferol. Tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) adalah sumber pangan lokal yang kandungan karbohidratnya tinggi. Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan yang berpotensi cukup tinggi serta memiliki nilai ekonomis dan banyak disukai masyarakat. Difersifikasi olahan ikan, selain  mempertahankan mutu dan memperpanjang masa penyimpanan juga sebagai bentuk penerimaan konsumsi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh formulasi tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan tepung Wortel (Daucus carota) terhadap nilai gizi dan organoleptik nugget Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas lima perlakuan yaitu formulasi tepung Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) dan tepung Wortel (Daucus carota) (0%:50%; 15%:35%; 25%:25%; 35%:15%; 50%:0%). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Variabel pengamatan terdiri atas penilaian organoleptik dengan parameter uji meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, dan analisis nilai gizi meliputi kadar air dan abu menggunakan metode gravimetri, kadar lemak menggunakan metode soxhlet, kadar protein menggunakan metode biuret dan kadar glukosa menggunakan metode aplikasi dari Sudarmadji tahun 2007. Data dianalisis menggunakan Analyses of Variances (ANOVA) dan apabila berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik formulasi tepung mangrove dan tepung wortel dalam pembuatan nugget ikan cakalang yakni pada perlakuan perbandingan tepung mangrove 35% dan tepung wortel 15% dengan rerata penilaian organoleptik disukai panelis.
Teknik Pemeliharaan Tanaman Bawang Daun (Allium fistuosum L.) Secara Monokultur dan Tumpangsari di Desa Savana Jaya Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru Iskandar Hamid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.103 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.65-71

Abstract

Kegiatan pemeliharaan tanaman bawang daun yang dilakukan petani pada pola tanam monokultur dan tumpangsari relatif sama dan sesuai anjuran kecuali pada tahap pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Pupuk yang  diberikan masih di bawah dari dosis yang dianjurkan, serta pengendalian penyakit yang belum dilakukan oleh petani yang mengusahakan bawang daun secara monokultur.              Pengalaman berusahatani merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keterampilan petani dalam mengelola usahataninya.  Pengalaman berusahatani menunjukkan bahwa kedua petani responden memiliki kapasitas pengolahan usahatani yang lebih matang dibandingkan tahun sebelumnya.
Keanekaragaman Tumbuhan Obat Taman Wisata Alam Baumata Kabupaten Kupang serta Pemanfaatannya oleh Masyarakat Lokal Sudarmin Ledo; Wilhelmina Seran
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1438.154 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.299-310

Abstract

Informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat Taman Wisata Alam (TWA) Baumata belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang keanekaragaman tumbuhan obat di kawasan tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis vegetasi menggunakan metode jalur transek, sebanyak 45 plot dengan ukuran 2 x 2 m, 5 x 5 m, 10 x 10 m, dan 20 x 20 m. yang dilakukan di TWA Baumata. Wawancara dilakukan untuk mengetahui penggunaan berbagai jenis tumbuhan obat oleh masyarakat lokal. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 31 jenis tumbuhan obat di TWA  Baumata. Indeks Keanekaragaman Jenis (Indeks Shannon) menunjukkan tingkat keanekaragaman semua vegetasi di TWA Baumata tergolong sedang. Masyarakat lokal menggunakan 10 jenis tumbuhan obat yang berasal dari kawasan TWA Baumata. Informasi potensi tumbuhan obat yang ada di kawasan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan dapat mendukung upaya konservasi untuk tetap menjaga kelestariannya.
Distribusi Vertikal dan Keanekaragaman Jenis Moluska pada Ekosistem Hutan Mangrove di Gugusan Pulau-Pulau Sidangoli Dehe Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara Said Hasan; Rugaya H Serosero; Salim Abubakar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1633.283 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.29-37

Abstract

Pola sebaran spesies-spesies moluska di hutan mangrove menunjukkan adanya suatu zonasi. Moluska mangrove dapat dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu: moluska pengunjung, fakultatif dan asli. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji distribusi vertikal moluska dan keanekaragaman jenis, dominansi jenis, kemerataan jenis dan kesaman komunitas moluska hutan mangrove di Gugusan Pulau Sidangoli Kabupaten Halmahera Barat. Pengambilan moluska  menggunakan metode transek kuadrat. Transek ditarik secara horizontal sejajar garis pantai berdasarkan zonasi hutan mangrove yaitu zona bagian depan (ZBD), zona bagian tengah (ZBT) dan zona bagian belakang (ZBB). Hasil penelitian diperoleh distribusi vertikal moluska pada Zonasi Bagian Depan (ZBD) memiliki keanekaragaman jenis moluska lebih tinggi dan terendah di Zona Bagian Belakang (ZBB). Struktur komunitas moluska untuk semua stasiun penelitian memiliki keanekaragaman jenis tergolong sedang, tidak ada jenis yang dominasi dan penyebaran jenis moluska sangat merata.
Distribusi Pendapatan Nelayan pada Perikanan Skala Kecil dan Besar di Selat Sunda Yonvitner Yonvitner; Hanif Wafi; Gatot Yulianto; Mennofatria Boer; Rahmat Kurnia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.689 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.9-16

Abstract

Perikanan selat Sunda termasuk kegiatan perikanan skala kecil (<10 GT) dan skala besar (>10 GT) yang masih menerapkan sistem bagi hasil dari pendapatan.  Untuk itu perlu ditentukan tingkat pendapatan yang diperoleh sebagai bagian dari usaha penangkapan.  Penelitian yang dilakukan di Selat Sunda Labuan dan Lempasing untuk menjawab besaran pendapatan yang diperoleh.  Hasil menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh relative sama antara < 10 GT dan > 10 GT.  Secara umum terlihat risiko penangkapan terhadap pendapatan masih tinggi saat musim panceklik. Untuk itu diupayakan 40 persen dari kelebihan pendapatan dari kebutuhan dipergunakan untuk menabung agar nelayan tetap memperoleh manfaat saat musim panceklik.
Strategi Pengelolaan Sumberdaya Manusia di Usaha Budidaya Ikan Sidat PT XYZ, Sukabumi: Analitical Hierarchy Process Yodfiatfinda Yodfiatfinda; Seli Andika Pingki; Muhammad Karim
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.686 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.1-8

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengelolaan sumber daya manusia pada PT. XYZ. Perusahaan ini bergerak dalam  usaha agribisnis budidaya ikan sidat yang terintegrasi sampai pengolahan. Sebahagian besar produk (70%) diekspor terutama ke Korea Selatan. Perusahaan menghadapi permasalahan diantaranya pengelolaan SDM, yakni  belum sesuai dengan kualifikasi  tenaga kerja yang profesional, serta belum optimalnya stratragi untuk mengoptimalkan  kemampuan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah (i) mengetahui kualifikasi dan kopetensi sumber daya manusia profesional yang bekerja di PT.XYZ. (ii) mencari  alternatif dan prioritas strategi yang dapat diterapkan pada perusahaan PT. XYZ dalam mengelola SDM. Responden dalam penelitian ini merupakan informan kunci yang berperan sebagai expert adjusment. Responden dipilih secara sengaja dengan menetapkan kriterianya yaitu orang-orang yang mengetahui permasalahan secara profesional dan memiliki keilmuan yang atau pengalaman yang relevan. Teknik pengambilan sampling dilakukan secara porposive. Hasil kajian menunjukkan bahwa karyawan  yang  profesional sesuai dengan tingkat pendidikan sebanyak 26%  mereka adalah  karyawan tetap dan  yang tidak profesional sebanyak 64% mereka semua adalah karyawan kontrak. Kesesuaian  kualifikasi SDM profesional  berdasarkan pendidikan sarjana sebanyak 12% dan tidak sesuai dengan kualifikasi sebanyak 87%. Strategi alternatif sebagai prioritas yang dapat diterapkan dalam  pengelolaan SDM yaitu meningkatkan disiplin, kemampuan memimpin dan sikap melayani.