cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Efektivitas Ekstrak Buah Bitung (Barringtonia asiatica L. ) Terhadap Hama Spodoptera litura F. Pada Tanaman Kubis (Brassica oleraceae) Nonice Manikome; Ariance Yeane Kastanja; Zeth Patty
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1349.268 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.17-22

Abstract

Saat ini di Halmahera Utara petani sedang mengikuti program alih teknologi pertanian khususnya tanaman hortikultura.  Salah satu tanaman hotikultura yang dibudidayakan adalah kubis, akan tetapi dalam peningkatan produksi kubis mengalami permasalah organisme penggangu tanaman (OPT).  Spodoptera litura (F.) merupakan salah satu hama yang menyerang kubis. Serangan hama tersebut dapat menyebabkan kerusakan hingga 90 persen jika tidak dikendalikan. Salah satu cara mengurangi masalah akibat penggunaan insektisida sintetik yaitu perlu dikembangkan sarana pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan  dengan menggunakan insektisida yang berasal dari tumbuhan (insektisida nabati).  Berdasarkan hal ini dilakukan penelitian mengenai efektivitas ekstrak buah bitung (Barringtonia asiatica L. ) terhadap hama Spodoptera litura F. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Perlakuan adalah konsentrasi ekstrak yaitu 10 persen, 20 persen, 30 persen, 40 persen, 50 persen, dan kontrol. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengendalian S. litura dengan menggunakan ekstrak B. Asiatica efektif.  Rata- rata mortalitas menunjukan hasil presentasi yang sangat baik.  Mortalitas tertinggi 84,25 persen ditemukan pada konsentrasi ekstrak 50 persen., dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah efektif dalam mengendalikan larva S. litura. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektifitas ekstrak  buah bitung dalam mengendalikan hama lain pada tanaman kubis bahkan hama pada tanaman sayuran lainnya.
Persepsi Masyarakat Tentang Larangan Pemanfaatan Dan Pelestarian Penyu Di Pulau Meti Kabupaten Halmahera Utara Sophia N. M. Fendjalang
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1455.256 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.23-28

Abstract

Tiga dari enam jenis penyu di Indonesia yaitu; Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Abu-abu (Lepidocheys olivacea) dapat ditemukan di Pulau Meti. Ketiga jenis penyu ini dapat ditemukan pada 2 lokasi yang berbeda di pulau ini pada akhir bulan Maret hingga Juni setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Pulau Meti terhadap larangan dan pelestarian penyu. Penelitian dilakukan selama bulan Juni 2019 di Pulau Meti sebagai lokasi peneluran dan penetasan penyu. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pemilihan responden untuk wawancara dilakukan secara purposif (Purposive Sampling) yang difokuskan pada kelompok nelayan. Jumlah responden sebanyak 30 orang, data yang diperoleh diolah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42.15% responden mengetahui tentang larangan penangkapan penyu dan pengambilan telur penyu oleh pemerintah, namun masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi. 31.40% dari responden mengaku tidak peduli dengan larangan pemerintah.  15.7% responden tidak tahu tentang larangan eksploitasi penyu, 8.26% responden pernah dengar tentang larangan eksploitasi penyu, 2.48% responden baru tahu tentang larangan eksploitasi penyu menunjukkan masih kurangnya sosialisasi tentang larangan ini kepada masyarakat. 55.71% responden sangat setuju dan 2.86% setuju pelestarian penyu perlu lebih diperhatikan, 11.9% responden tidak setuju untuk dilakukan pelestarian penyu sedangkan 21.9% responden tidak peduli tentang pelestarian penyu. Sikap masyarakat “asal tidak ada yang tahu”, “asal tidak ada yang lapor”, “asal petugas tidak tahu” harus diubah. karena itu, kegiatan sosialisasi dan monitoring serta penerapan sanksi perlu dilakukan bagi yang melanggar peraturan.
Pengaruh Energi Gelombang Laut sebelum Musim Peneluran terhadap Perubahan Lokasi dan Tingkah Laku Peneluran Penyu di Pulau Pasir Timbul Kabupaten Halmahera Utara Krisostomus Rupilu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.561 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.54-61

Abstract

Pulau Pasir Timbul merupakan lokasi peneluran 3 jenis penyu yaitu Chelonia mydas, Eretmochelys imbricata dan Lepidocheys olivacea. Keberadaan penyu untuk bertelur selalu mendapat ancaman dari luar, baik dari manusia atau alami berupa predator dan lingkungan yang mempengaruhi penyu menuju lokasi peneluran. Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi perubahan rona lingkungan peneluran adalah gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan seperti gelombang sebelum musim peneluran penyu terhadap rona pantai dan tingkah laku peneluran di pulau Pasir Timbul. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan melakukan pengamatan terhadap gelombang laut, rona pantai dan tingkah laku peneluran penyu. Pengamatan gelombang dilakukan pada musim barat sebelum musim peneluran dengan membagi lokasi menjadi 4 transek sesuai arah mata angin. Pengamatan rona pantai dan tingkah laku peneluran penyu dilakukan pada saat musim peneluran pada bulan april  sampai mei. Hasil analisa energi gelombang pada pulau Pasir Timbul memiliki energi gelombang tinggi pada T2 berkisar antara 211,07–1332,09 joule/m2. Energi gelombang yang besar dipengaruhi oleh tiupan angin yang berhembus pada saat musim barat. Besarnya energi gelombang pada T2 mengakibatkan perubahan garis pantai, dimana mengalami abrasi hingga daerah vegetasi dengan kemiringan mencapai 90o. Penyu yang muncul pada bagian barat pulau terhalang (barrier) untuk mencapai lokasi peneluran, perubahan rona pantai ini berdampak pada tingkah laku penyu untuk mencapai lokasi peneluran. Besarnya energi gelombang yang terjadi  selama musim barat pada lokasi T2, menjadi penyebab perubahan rona pantai dan tingkah laku peneluran penyu pada bagian barat pulau. Perlu melakukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh musim timur terhadap perubahan rona pantai pulau.
Analisis Kualitas Kerupuk Ikan Tuna dengan Uji Mikroorganisme dan Organoleptik di Kota Ternate M. Janib Achmad; Darmawaty Darmawaty; Nursanti Abdullah; Ardan Samman; Iswar Tolori
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.28 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.60-68

Abstract

Ikan tuna adalah jenis ikan dengan kandungan protein yang tinggi dan lemak yang rendah. Ikan tuna mengandung protein antara 22,6 - 26,2 g/100 g daging. Lemak antara 0,2 - 2,7 g/100 g daging. Di samping itu ikan tuna mengandung mineral, kalsium, fosfor, zat besi dan sodium, vitamin A (retinol), dan vitamin B (thiamin, riboflavin dan niasin). Salah satu pengolahan tradisional ikan tuna adalah pembuatan kerupuk ikan tuna, produk olahan ini sangat digemari oleh masyarakat. Karena memiliki nilai ekonomi, maka produk olahan ini perlu diteliti, untuk mengetahui total kepadatan koloni bakteri, mengetahui jenis-jenis bakteri pada kerupuk ikan tuna dan mengetahui cita rasa kerupuk tuna dengan metode uji organoleptik, yaitu tekstur, aroma, warna dan rasa. Penelitian ini menggunakan metode eksporatif, dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara langsung pada tempat pengolahan yaitu di Kelurahan Toboko dan Akehuda Kota Ternate. Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa jumlah total koloni bakteri tertinggi adalah 3.1 × 103 CFU/gram pada sampel A dan adalah 0.5 × 106 CFU/gram pada sampel A dan B. Hasil indentifikasi bakteri ditemukan 3 (tiga) jenis Microccus, Bacillus, dan Stapylococcus. Sedangkan rata-rata hasil analisis organoleptik adalah; warna 1-9, aroma 6.52-7.79, tekstur 7.63 dan rasa adalah 7.41-8.11.
Potensi Sisik Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr) sebagai Masker Collagen Firlianty Firlianty; Elita Elita; Anang Najamuddin; Rario Rario; Panca Ajura Purba
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.149 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.69-74

Abstract

This study aims to know the potential of collagen mask of nile tilapia scale and Dayakness onion. It was an experimental study with 3 treatments of different ethanol concentrations (50%, 70%, 90%). Data are presented. Data collection covered phytochemical tests, water content, ash, and pH. Results showed that the collagen mask of nile tilapia scale and Dayakness onion positively contained alkaloid, saponin, tannin, and flavonoid. These compounds reflect that collagen of Dayakness onion and nile tilapia scale is potential to use as face mask that could overcome face problem, such as acne. The collagen mask has pH of 6, consistent with that of SNI for facial beauty product. The nile tilapia scale and Dayakness onion have good potential for mask. The ethanol used for solvent yielding the highest collagen was recorded in 90% ethanol.
Analisis Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Desa Efi-Efi Kecamatan Tobelo Selatan Halmahera Utara Femsy Kour; Febrina Olivia Akerina; Zakarias Dilago
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.087 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.38-45

Abstract

Potensi perikanan yang melimpah di Halmahera Utara menjadi kekuatan besar bagi masyarakat nelayan untuk memanfaatkan laut sebaik mungkin khususnya pada sektor perikanan tangkap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mensejahterakan kehidupan masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan dengan menggunakan analisis deskriptif dan Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial masyarakat nelayan Desa Efi-Efi masih rendah, tergambar dari pendidikan formal nelayan yang rendah. Rata-rata distribusi Nilai Tukar Nelayan masyarakat nelayan Desa Efi-Efi di atas angka satu yaitu nelayan yang memiliki NTN di bawah angka satu mulai dari 0,94-0,99 sebanyak 3 orang, NTN yang berada di sekitar atau di atas angka satu mulai dari 1,08-3,31 sebanyak 37 orang sehingga disimpulkan bahwa nelayan mempunyai tingkat kesejahteraan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan subsistennya dan mempunyai potensi untuk mengkonsumsi kebutuhan sekunder atau kebutuhan tersier maupun menabung
Potensi Ekologi Bulu Babi di Pelita Jaya dan Pulau Osi Kabupaten Seram Bagian Barat Yona A. Lewerissa; Degen E. Kalay
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.81 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.56-53

Abstract

Bulu babi (echinoidae) adalah salah satu sumberdaya perikanan bernilai ekonomis penting dengan permintaan pasar yang cukup tinggi di Asia, Eropa dan Amerika.  Permintaan pasar akan sumberdaya ini dari tahun ke tahun semakin meningkat, akibatnya tingkat pemanfaatan dipacu untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Metode pemanfaatan yang banyak dilakukan masyarakat adalah pengambilan hasil produksi dari alam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kepadatan, , Potensi/kelimpahan, frekuensi kehadiran, dan indeks ekologi serta mengkaji kondisi kualitas perairan Dusun Pelita Jaya dan Pulau Osi seperti suhu, salinitas, dan kecepatan arus. Untuk pengambilan sampel digunakan metode transek linier kuadrat dengan jarak transek 50 meter dan jarak antara kuadrat pengamatan 10 meter. Dari hasil penelitian ini maka didapatkan hasil yaitu bulu babi di Pelita Jaya terdiri atas tiga spesies, sedangkan di Pulau Osi  lima spesies. Kepadatan dan frekuensi kehadiran tertinggi di Pelita Jaya diwakili oleh spesies Tripeneustes gratilla, sedangkan Pulau Osi diwakili oleh Diadema setosum. Potensi/kelimpahan bulu babi di Pelita Jaya sebesar 33.033 individu, sedangkan di Pulau Osi sebesar 74.240 individu.  Dari nilai indeks ekologi maka dapat dinyatakan bahwa keragaman di kedua lokasi berada pada kategori sedang, dengan dominasi spesies yang rendah , serta  keserasian spesies bulu babi di dalam komunitasnya berada pada keadaan berimbang (Steady State). Parameter kualitas air (suhu, salinitas, dan kecepatan arus) sesuai untuk pertumbuhan bulu babi di Pelita Jaya dan Pulau Osi.
Karakteristik Uji Organoleptik Ikan Cakalang Asap dengan Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa, Sabut Kelapa dan Kayu Mangrove Dr. Ahmad Talib; Sukrianto Gunawan; Azis Husen
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.13 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.83-90

Abstract

Asap cair mempunyai sifat anti bakterial sehingga bahan makanan dapat bertahan lama tanpa membahayakan konsumen. Pengawetan dengan asap cair mampu memberikan karakteristik berupa aroma, warna dan rasa yang spesifik pada produk yang dihasilkan.  Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah tempurung, sabut kelapa dan kayu mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan asap cair menggunakan perlakuan tempurung kelapa, sabut kelapa dan kayu mangrove dan dilanjutkan dengan uji organoleptik meliputi atribut  kenampakan, rasa, warna dan tekstur produk ikan asap.  Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif dengan terhadap perlakuan ikan cakalang  dengan menggunakan asap cair.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asap cair dengan perlakuan tempurung kelapa lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan nilai tertinggi pada semua parameter yang meliputi (kenampakan, rasa, warna dan tekstur) secara berurutan adalah ( 5,92; 6,04;6,4;5,92 dan 6,24) sedangkan perlakuan lainnya dengan nilai yang lebih rendah.
Karakteristik Uji Organoleptik Ikan Cakalang Asap dengan Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa, Sabut Kelapa dan Kayu Mangrove Talib, Dr. Ahmad; Gunawan, Sukrianto; Husain, Aziz
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.13 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.83-90

Abstract

Asap cair mempunyai sifat anti bakterial sehingga bahan makanan dapat bertahan lama tanpa membahayakan konsumen. Pengawetan dengan asap cair mampu memberikan karakteristik berupa aroma, warna dan rasa yang spesifik pada produk yang dihasilkan.  Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah tempurung, sabut kelapa dan kayu mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan asap cair menggunakan perlakuan tempurung kelapa, sabut kelapa dan kayu mangrove dan dilanjutkan dengan uji organoleptik meliputi atribut  kenampakan, rasa, warna dan tekstur produk ikan asap.  Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif dengan terhadap perlakuan ikan cakalang  dengan menggunakan asap cair.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asap cair dengan perlakuan tempurung kelapa lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan nilai tertinggi pada semua parameter yang meliputi (kenampakan, rasa, warna dan tekstur) secara berurutan adalah ( 5,92; 6,04;6,4;5,92 dan 6,24) sedangkan perlakuan lainnya dengan nilai yang lebih rendah.
Model Matematika Pertumbuhan Udang Vanami (Litopenaeus vannamei) dengan Pengaruh Pemanenan Parsial sebagai Dasar Penetapan Waktu Pemanenan Aris Alfan; Fitroh Resmi; Slamet Ifandi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.939 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.75-82

Abstract

Pemanenan parsial pada budidaya udang vaname telah banyak dipraktikkan oleh para petani. Pemanenan parsial telah terbukti secara praktis dapat menghasilkan panen yang lebih banyak dibandingkan dengan pemanenan tunggal. Namun untuk menentukan waktu pemanenan parsial, para petani masih menggunakan perkiraan atau kebiasaan. Melalui penelitian ini akan dibuat suatu model pertumbuhan biomassa nonlinier dari budidaya udang vanami yang selanjutnya dapat digunakan untuk memprediksi waktu pemanenan yang menghasilkan biomassa maksimal. Dalam artikel ini digunakan data sekunder yang diolah menggunakan software MAPLE. Menggunakan persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanan parsial mampu menunjukkan hasil 78% lebih banyak dibandingkan dengan sistem pemanenan tunggal. Model pertumbuhan biomassa yang telah dikonstruksi dipengaruhi oleh beberapa parameter yaitu A, M, L, W_, k, t_0