cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Persepsi Penerapan Sasi Laut di Wilayah Perairan Kepulauan Kei: Upaya Mendukung Keberlanjutan Sumber Daya Laut Betaubun, Ana Diana Santy; Laiyanan, Sergius Epo Bran; Renyaan, Ditel; Pentury, Frischilla
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.136-144

Abstract

Secara konsep dan tujuannya Sasi ditujukan untuk keberlanjutan lingkungan dan perekonomian masyarakat pesisir meskipun tingkat resistensi cukup tinggi dari warga. Penelitian ini memberikan masukan kepada pemerintah pusat dan daerah dalam rangka pemberlakuan perlindungan zona laut dan MPA sehingga dapat ditetapkan aturan yang sesuai dengan kondisi masyarakat dengan pendekatan kearifan lokal yaitu sasi laut. Penelitian ini dilakukan di Kepulauan Kei, Maluku, Sampel penelitian diambil dari 5 Desa yang tersebar pada 5 kecamatan dan dua wilayah administrasi, sebanyak 52 responden digunakan dalam penelitian yang dianalisis dengan alat analisis regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa masyarakat menganggap bahwa wilayah perairan segera dan harus dilindungi lebih lanjut masyarakat pesisir telah sampai pada titik dimana mereka setuju adanya aturan formal untuk melindungi sumber daya laut berdasarkan konsep sasi. Selanjutnya faktor dukungan dan aturan formal akan meningkatkan dukungan masyarakat pesisir pada penggunaan sasi untuk perlindungan laut. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah daerah di Kepulauan Kei, agar segera menyusun dan menetapkan peraturan daerah pemanfaatan sumber daya laut, sehingga keberlanjutan sumber daya laut di wilayah ini dapat bertahan.
Parameter populasi dan tingkat eksploitasi ikan tongkol (Euthynnus affinis) di perairan Pulau Morotai Umar Tangke
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.74-81

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus sampai Oktober 2013 di perairan pulau Morotai. Penelitian dengan menggunakan metode survey lapangan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili apek dinamika populasi ikan tongkol (Euthynnus affinis) bertujuan untuk mengkaji parameter dinamika populasi dan tingkat eksplotasi ikan tongkol sebagai bahan masuk kepada nelayan dan pemerintah untuk penegelolaan sumberdaya tersebut agar tetap berkelanjutan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai parameter pertumbuhan ikan tongkol di perairan pulau Morotai memiliki nilai L∞ = 42.53, K = 0.5 dan t0 = -0.32 dengan nilai motalitalitas alami (M) 10.5, mortalitalitas penangkapan (F) 0.93 dan mortalitas total (Z) 1.98 serta tingkat eksploitasi (E) 0.47 telah mendaketai tingkat optimum (0.5) sehingga disarankan agar untuk tetap menjaga kelestarian sumberdaya ikan tongkol di perarian pulau Morotai, maka tidak perlu ada penambahan armada dan jumlah waktu penangkapan.
Composition and Condition of Mangrove Forest in Tarnana Island Subdistrict South Jailolo, North Maluku Province Susanto, Adi Noman; Sabar, Mesrawaty; Abubakar, Salim; Sunarti, Sunarti; Abubakar, Yuyun
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.99-107

Abstract

The mangrove ecosystem is one of the main ecosystems in the coastal area which is very productive, but is very vulnerable to changes or external influences. As a vulnerable ecosystem, mangrove ecosystem management has to concern the integration of the community's ecological, economic and socio-cultural aspects so that optimal and sustainable management is achieved. The research objectives were to know the composition of mangrove species, to determine the structure of the mangrove forest community (species diversity, species dominance, uniformity, species density, species cover) and to determine the condition of mangrove forests on Tarnana Island, Jailolo Selatan District. This research was conducted on Tarnana Island, Jailolo Selatan District, and West Halmahera Regency in January - February 2021. The sampling method was carried out using the spot check method. Sampling was carried out at the lowest tide by using 5 line transects and each line transect placed 5 plots. Data analysis included species diversity, species dominance, uniformity, species density and species cover. The composition of mangrove species on Tarnana Island was obtained as many as 8 species, namely Rhizophora apiculata, R. stylosa, Bruguirea gymnorrhiza, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Sonneratia alba, Xylocarpus granatum and Avicennia alba. The structure of the mangrove community has moderate species diversity, no dominant species and moderate uniformity. The condition of the mangrove forest on Tarnana Island is in the damaged category with rare density.
Penggunaan Ekstrak Bawang Hut An Sebagai Insektisida Bot Ani Untuk Menekan Pertumbuhan Spodoptera litura F. Secara In-Vitro Tomia, Amalan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.1.1.9-14

Abstract

Bawang Hutan (Crinum asiaticum L) merupakan salah satu tumbuhan liar yang diketahui mengandung alkaloid yang bersifat toxin yang mempunyai daya kerja sama dengan toxin yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama di lapangan. Spodoptera litura F merupakan jenis hama yang berkemampuan untuk merusak sangat tinggi pada areal pertanaman sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui keefektifan ekstrak bawang hutan terhadap persentase mortalitas larva S. litura secara Invitro dan mengetahui besar konsentrasi yang terbaik untuk kematian larva S. litura. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Dasar Fakultas Pertanian Universilas Khairun Ternate Maluku Utara selama 6 bulan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan ragam yang sesuai dengan rancangan yang digunokan, pengujian akan dilanjutkan sampai uji BNT (beda nyata terkecil) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa gejala awal yang dapat dilihat setelah aplikasikan ekstrak bawang hutan bersifat repellen, antifeedan, dan terjadi perubahan wama pada kulit luar (abdomen) larva, serta larva mengeluarkan cairan dan djais yang berlebihan. Hasil uji beda menunjukan bahwa pemberian pakan yang diaplikasikan dengan insektisida ekstrak bawang hutan berpengarun signifikan. Peningkatan konsentrasi ekstrak bawang hutan berbanding lurus dengan nilai persentase keterlambatan instar Ill ke JV sebesar Y = 4. 0488x - 55.49 serta nilai koefisien korelasi (R.2) = 0.9672. Ektrak bawang hutan memberikan pengaruh terhadap persentase mortalitas larva S. Litura sebesar Y = 2. 75x - 42.5 serta nilai koefisien korelasi (R2 ) = 0.9336.
Agroekosistem pertanaman jagung di Desa Sasa Provinsi Maluku Utara Lidya M. Ivakdalam
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.23-29

Abstract

Peningkatan produksi jagung dipengaruhi oleh beberapa kendala salah satunya adalah kendala abiotik dan biotik. Kendala abiotik disebabkan oleh rendahnya ketersediaan hara di tanah, sementara kendala biotik meliputi gangguan yang disebabkan oleh organisme pengganggu tanaman (OPT). Masalah OPT (hama dan penyakit) inilah yang membuat petani selalu kesulitan dan memilih mengunakan pestisida sebagai jalan keluarnya. Sementara dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia selalu muncul terutama karena penggunaan yang tidak bijaksana. Akibatnya terjadi resistensi, resurjensi, terbunuhnya musuh alami dan menimbulkan pencemaran lingkungan, karena kadar residu pestisida kimia dapat meningkat dan membunuh organisme yang ada pada rantai makanan Untung (2006). Penelitian ini bertujuan mempelajari kelimpahan Artropoda pada agroekosistem jagung dan pengelompokkan berdasarkan perannya. Penelitian berlangsung pada November 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman Artropoda pada agroekosistem jagung ditemukan lima kelompok Artropoda yaitu hama, predator, parasitoid, serangga netral, dan dekomposer.  Kelompok hama memiliki kelimpahan lebih banyak dibandingkan kelompok lainnya, dengan pola sebaran hama H. armigera dan O. furnacalis bersifat acak, dan R. maidis bersifat mengelompok.
Respon penawaran kacang tanah di Indonesia Tupamahu, Yonette Maya
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.56-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi respon penawaran dan elastisitas penawaran kacang tanah di Indonesia. Bentuk respon penawaran adalah Model Nerlove dan teknik estimasinya Ordinary Least Square (OLS) menggunakan Eviews 7. Penelitian menggunakan data time series selama 26 tahun yaitu 1990-2015. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi respon penawaran kacang tanah di Indonesia adalah : harga kacang tanah pada tahun sebelumnya, penawaran kacang tanah pada tahun sebelumnya, harga padi pada tahun sebelumnya, harga kedelai pada tahun sebelumnya, dan produksi kacang tanah pada tahun t. Elastisitas penawaran harga sendiri dalam jangka pendek dan panjang bersifat elastis. Sedangkan elastisitas harga silang terhadap harga padi pada tahun sebelumnya dan terhadap harga kedelai tahun sebelumnya bersifat inelastis.
Analisis usahatani bayam (Studi kasus di Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate) Haryati La Kamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.58-63

Abstract

Penelitian dilakukan di Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate yang bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan BEP dari usahatani tanaman bayam. Data dianalisis untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan BEP. Hasil analisis menunjukkan biaya total sekali produksi usahatani tanaman bayam yaitu sebesar Rp. 16.405.000,- yang terdiri dari biaya variabel sebesar Rp. 6.040.000,- dan biaya tetap sebesar Rp. 10.365.000,-. Penerimaan dari masing-masing jenis bayam dalam sekali produksi, antara lain : Bayam merah sebesar Rp. 18.000.000,- dan bayam hijau sebesar Rp. 22.500.000,-. Jadi penerimaan total dari produksi bayam secara keseluruhan adalah sebesar Rp. 40.500.000,-. Pendapatan  total  dari  usahatani  tanaman  bayam  dalam  sekali  produksi  yaitu sebesar Rp. 24.095.000,-. Nilai  R/C  rasio  usahatani  tanaman  bayam  sebesar  2,4687. Ini  menunjukkan usahatani tersebut efisien dan menguntungkan sehingga layak dikembangkan. Nilai Break Even Poin (BEP) penerimaan, produksi, dan harga lebih kecil dari total penerimaan, produksi, dan harga. Dengan demikian usahatani tanaman bayam dapat menguntungkan dan layak dikembangkan.
Characteristics of Catch Fisheries in Pangandaran District Martin Anjar Ginanjar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.226-238

Abstract

The characteristics of fishing gear are important for sustainable capture fisheries management and development, with several assessments and observations on fishing gear construction, fishing operations and environmental friendly assessment of the fishing gear used by fishermen. One of the fishing gear that is widely used by fishermen in Pangandaran Regency is gillnet fishing gear. This study aims to identify the characteristics of gillnet fishing gear and test the level of environmental friendliness of gillnet fishing gear. The analytical method applied is descriptive analysis. The results of this study indicate that the characteristics of gillnet fishing gear in Pangandaran Regency are: webbing has a mesh size of 4 inches with a transparent color made of polyamide monofilament, targeting white pomfret. On average, gillnet fishermen have reached their productive age at work, and the vessels used are 1 GT in size and the quality of their catch is still fresh. The results of the analysis show that the gillnets in Pangandaran can be categorized as environmentally friendly fishing gear with a score of 27.9.
Pendugaan stok ikan tomgkol di Selat Makassar Sulawesi Selatan Edy H.P. Melmambessy
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.53-61

Abstract

Ikan tongkol termasuk dalam golongan ikan tuna kecil, dan selalu bergerombol. Jenis ikan tongkol yang ada di Selat Makassar Sulawesi Selatan adalah Euthynnus affinis, Auxis thazard, dan Auxis rochei. Data produksi tahun 1999-2007 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan  menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi dan jumlah nelayan untuk melakukan penangkapan ikan tongkol.  Permintaan ikan yang meningkat tentu berpengaruh positif bagi peningkatan pendapatan nelayan, namun perlu disadari bahwa peningkatan permintaan sumberdaya tersebut selalu diikuti tekanan untuk melakukan eksploitasi semakin intensif. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui nilai lestari-Maksimum Sustainable Yield (MSY) dan Effort Optimal (Fopt.) ikan tongkol di perairan Selat Makassar Sulawesi Selatan serta mengetahui apakah telah terjadi over fishing atau belum dalam pemanfaatan ikan tongkol. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2010 bertempat di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara menganalisis data sekunder tahun 1999 sampai 2007 yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dengan model Schaefer dan Fox. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa : 1) nilai lestari (MSY) ikan tongkol di Selat Makassar Sulawesi Selatan adalah 4.069,75 ton per tahun dengan penangkapan optimum (Fopt.) 1.666.666,67 trip per tahun. 2) Keberadaan populasi ikan Tongkol  di perairan Selat Makassar Sulawesi Selatan telah mengalami over fishing, dimana hasil penangkapan pada tahun 2007 sebesar 6.139.6 ton telah melewati nilai lestari (MSY) ikan tongkol sebesar 4.069,75 ton per tahun.
Komposisi Jenis dan Kelimpahan Zooplankton di Perairan Teluk Buli, Halmahera Timur Yuliana, Yuliana; Ahmad, Fasmi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.44-50

Abstract

Keberadaan ikan dan kesuburan perairan merupakan salah satu indikator adanya zooplankton, mengingat peranan zooplankton dalam ekosistem sebagai konsumer pertama yang memakan fitoplankton, kemudian zooplankton dimakan oleh anak-anak ikan.  Berdasarkan fungsi zooplankton dalam perairan tersebut, maka sangat penting untuk melakukan penelitian tentang kondisi zooplankton terutama terkait dengan komposisi jenis dan kelimpahan di perairan Teluk Buli Kabupaten Halmahera Timur.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan zooplankton di perairan Teluk Buli Halmahera Timur.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2014 di perairan Teluk Buli Kabupaten Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara pada 5 (lima) stasiun.  Pengambilan sampel zooplankton menggunakan metode penyaringan dengan melakukan penarikan plankton secara horizontal selama 5 menit di bagian permukaan laut (kedalaman 0,5 meter).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 33 jenis zooplankton dengan kelimpahan yang berkisar antara 4.567,84 - 19.321,61 ind/m3.  Indeks-indeks biologi zooplankton berturut-turut dengan kisaran adalah indeks keanekaragaman (H’) : 1,5286 - 1,9282, indeks keseragaman ( E ) :  0,4945 - 0,6238, dan indeks dominansi (D) : 0,1926 - 0,3389.