cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis Kualitas Kerupuk Ikan Tuna dengan Uji Mikroorganisme dan Organoleptik di Kota Ternate M. Janib Achmad; Darmawaty Darmawaty; Nursanti Abdullah; Ardan Samman; Iswar Tolori
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.60-68

Abstract

Ikan tuna adalah jenis ikan dengan kandungan protein yang tinggi dan lemak yang rendah. Ikan tuna mengandung protein antara 22,6 - 26,2 g/100 g daging. Lemak antara 0,2 - 2,7 g/100 g daging. Di samping itu ikan tuna mengandung mineral, kalsium, fosfor, zat besi dan sodium, vitamin A (retinol), dan vitamin B (thiamin, riboflavin dan niasin). Salah satu pengolahan tradisional ikan tuna adalah pembuatan kerupuk ikan tuna, produk olahan ini sangat digemari oleh masyarakat. Karena memiliki nilai ekonomi, maka produk olahan ini perlu diteliti, untuk mengetahui total kepadatan koloni bakteri, mengetahui jenis-jenis bakteri pada kerupuk ikan tuna dan mengetahui cita rasa kerupuk tuna dengan metode uji organoleptik, yaitu tekstur, aroma, warna dan rasa. Penelitian ini menggunakan metode eksporatif, dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara langsung pada tempat pengolahan yaitu di Kelurahan Toboko dan Akehuda Kota Ternate. Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa jumlah total koloni bakteri tertinggi adalah 3.1 × 103 CFU/gram pada sampel A dan adalah 0.5 × 106 CFU/gram pada sampel A dan B. Hasil indentifikasi bakteri ditemukan 3 (tiga) jenis Microccus, Bacillus, dan Stapylococcus. Sedangkan rata-rata hasil analisis organoleptik adalah; warna 1-9, aroma 6.52-7.79, tekstur 7.63 dan rasa adalah 7.41-8.11.
Evaluasi kinerja dan status keberlanjutan kawasan Agropolitan Perpat Belitung Hariyadi Hariyadi; Catur Herison; Edi Suwito
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.1.24-30

Abstract

Penelitian dilakukan pada kawasan agropolitan Perpat Belitung, selama bulan November 2009 sampai dengan bulan Maret 2010 dengan metode studi literatur, survey lapangan, wawancara dan questioner dan Analisis-analisis yang digunakan antara lain analisis Location Quetient (LQ), analisis unggulan dan andalan, metode pendekatan Multi Dimensional Scaling (MDS) Rap-Agrop, analisis Laverege,  analisis Monte Carlo dan analisis Prospektif serta analisis Deskriptif, yang bertujuan untuk : mengetahui potensi kawasan dalam mendukung pengembangan agropolitan Perpat,) mengevaluasi tingkat kinerja perkembangan kawasan agropolitan Perpat, mengevaluasi status keberlanjutan pengembangan kawasan agropolitan Perpat, mengetahui persepsi dan kebutuhan masyarakat terhadap agropolitan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masing-masing kecamatan memiliki dominansi komoditas yang beragam diusahakan dan dibudidayakan dan terdapat lima (5) komoditas unggulan yaitu Padi, Ubi Kayu, Lada, Kelapa dan komoditas Sapi Potong yang ditetapkan sebagai komoditas unggulan utama program agropolitan, dengan tingkat kinerja perkembangan wilayah termasuk dalam Strata PRA II Kawasan Agropolitan yang berstatus keberlanjutan pengembangan Kawasan Agropolitan Perpat termasuk dalam Strata kurang berkelanjutan, dan penetapan Kawasan Agropolitan Perpat dengan komoditas unggulan utama sapi potong tidak tepat untuk dikembangkan oleh karena kondisi existing tingkat perkembangan yang rendah dan status keberlanjutan yang kurang keberlanjutan.
The Relationship Between The Production Of Cultural Values And Social Change (Study of the Fisherman Community of Paotere Harbor During the Covid-19 Pandemic) Murni, Andi; Muhammad, Rahmat; Sakaria, Sakaria; Sabiq, Muhammad
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.207-215

Abstract

This study examines the cultural values that underlie social changes in the fishing community of Makassar City, with the Paotere Harbor Fish Auction Place as its economic locus. The type of research is library research. The data were collected using a sociological approach and using the theory of strategy and social change as the analytical framework. This study found three important things: first, the economy of the fishing community experienced a drastic change towards stagnation after the Covid-19 pandemic, second, the value system and cultural values of the local community were also affected, where the values of harmony ended in conflict, third, the government's strategy to facing social changes due to the non-integrative covid-19 pandemic, so that one community problem was able to be resolved and the negative impact of covid-19 was slightly eliminated, but on another issue, in the sector which still involves fishermen and marine livelihoods, fishing communities feel disadvantaged.
Pengaruh Penambahan Emulsifier Lemak Dalam Pembuatan Sosis Ikan Tenggiri (Scomberamorus comerso) Talib, Ahmad
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.2.1.42-49

Abstract

Ikan tenggiri merupakan bahan pangan yang muduh mcngalami kemunduran mutu (high perishable food). Kemunduran mutu terjadi disebabkan oleh kondisi penangkapan yang kurang baik, penanganan pasca panen yang tidak mampu mempertahankan mutu ikan serta pengolahan pasca panen yang kurang baik. Komponen kimia ikan tenggiri adalah sebagai berikut. air 66-84%. protein 16-22%. karbohidrai. 1-3%. lemak 0.1-2.2% dan bahan organik lain adalah 0.8-2% Proses pengolahan ikan tenggiri sebagai bahan sosis di Indonesia sudah banyak dimanfaatkan. Kurena tenggiri mempunyai daging yang putih sangat baik dimanfaatkan untuk berbagai aneka produk. Salah satu bentuk diversifikasi produk adalah pembutan sosis ikon. Sosis adalah makanan yang dipersiapkan dari daging yang digiling dan diberi bumbu. kemudian dimasukkan kedalam selongsong yang berbentuk silinder . Pengolahan sosis ikan merupakan satah satu usaha diversifikasi produk olahan hasil perikanan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan IPB dan bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian emulsifier pada produk sosis selain itu untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarkat Indonesia yaitu dengan memberikan lebih banyak pilihan produk yang dapat dibeli dan dikonsumen.
Pengaruh auksin terhadap induksi virus pada gugur daun tanaman cabai Amalan Tomia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.1.65-68

Abstract

Zat pengatur tumbuh yang terpenting adalah auxin, gibberellin,  dan sitokinin, tetapi bahan lain seperti ethylene dan inhibitor (penghambat) pertumbuhan, berperan penting dalam mengatur siklus hidup suatu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh auksin terhadap  perkembangan gejala virus pada tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Departemen Hama dan Penyakit Institut Pertanian Bogor. Berdasar Hasil uji Duncan (5%) terlihat  konsentrasi IAA 50 ppm dan 100 ppm dapat menekan terjadinya gugur daun yang disebabkan oleh virus (TMV) jadi semakin besar konsentrasi Auksin yang di induksi pada taman Cabai maka semakin meningkat pula ketahanan tanaman cabai terhadap inveksi Tomoto Mosaic Virus (TMV)
Productivity of Squid Fishing Lines on Badi Island, Pangkep Regency Ernaningsih Ernaningsih; Muh. Jamal; Mustamin Tajuddin; Halifah Halifah
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.15-27

Abstract

This research was conducted in June-August 2020 in Badi Island pangkep regency of South Sulawesi province.. The research method is a case study by following directly the operation of catching 26 squid fishing rods on the capture trip. Observations were made on a squid fishing rod based in the Badi Island environment with relatively the same size and construction. Data taken 25% of the fishing population fishing fishing squid Productivity of squid fishing in each respondent is different. CPUE (Catch Per Unit Effort) value of fishing rod catch in June – August has an increase in value. CPUE for the last five years of 2015-2019 has a very significant difference in value, but there are several factors that affect, among others, the efficiency of fishing gear operations, oceanography, increasing number of capture fleets and increasing number of trips. The area of capture is located around Badi Island and Lumu-Lumu Island. The time it takes to get to the arrest area is about ± 2 hours. Potential fishing area of squid fishing rod in the waters of Badi Island Pangkep Regency supported by several aquatic oceanographic parameters namely sea surface temperature, chlorophyll-a, salinity, current speed, depth and substrak waters.
Analisis daya saing ekspor cengkeh Indonesia di kawasan ASEAN dan Dunia Yonette Maya Tupamahu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.27-35

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis trend ekspor cengkeh Indonesia pada tahun 2015-2018, menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif ekspor cengkeh Indonesia, Malaysia dan Singapura di pasar internasional. Data penelitian dari tahun 1980-2012, yaitu nilai ekspor cengkeh Indonesia, nilai ekspor cengkeh negara ASEAN lainnya: Malaysia dan Singapura, nilai ekspor cengkeh di dunia, nilai ekspor total Indonesia, nilai ekspor total dari 2 negara ASEAN, dan nilai ekspor total di tingkat dunia. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis trend ekspor, analisis Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Hasil analisis menunjukkan ekspor cengkeh Indonesia meningkat pada tahun 2015-2018, masing-masing sebesar 10606,86 ton, 10943,20 ton, 11279,54 ton, dan 11615,88 ton dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 3,08% per tahun. Daya saing Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang rendah ditingkat dunia dengan nilai indeks RSCA sebesar 0,22 serta memiliki keunggulan kompetitif dengan ISP sebesar 0,46. Malaysia memiliki keunggulan komparatif yang rendah pasar dunia dimana nilai indeks RSCA sebesar -0,25. Keunggulan kompetitif Malaysia juga rendah dimana ISP sebesar -0,45. Sedangkan Singapura memiliki keunggulan komparatif yang tinggi dibandingkan Indonesia dan Malaysia, dimana rata-rata indeks RSCA sebesar 0,96. Namun Singapura memiliki keunggulan kompetitif yang rendah ditunjukkan nilai ISP sebesar -0,09, menunjukkan bahwa Singapura sebagai pengimpor komoditi cengkeh.
Kepadatan dan pola distribusi kerang kima (Tridacnidae) di Perairan Teluk Nitanghahai Desa Morella Maluku Tengah Ode, Inem
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.1-6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola distribusi kerang kima (Tridacnidae ) di Perairan Teluk Nitanghahai Desa Morella Maluku Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan metode belt transek. Hasil penelitian menemukan 5 jenis kima, yaitu Tridacna squamosa, Tridacna maxima, Tridacna maxima, Tridacna gigas dan Hipoppus hipoppus. Kelimpahan relatif individu tertinggi pada Tridacna squamosa sebesar 38,54% dan terendah Hipoppus hipoppus sebesar 0,52%. Kepadatan individu tertinggi pada Tridacna crocea sebesar 0.048 dan terendah pada Tridacna gigasyaitu 0.0013. Terdapat tiga pola distribusi kima di lokasi penelitian, yaitu pola distribusi mengelompok pada jenis Tridacna sqoamosa, Tridacnacrocea, dan Tridacna maxima. Pola distribusi acak pada jenis Tridacna gigas dan pola distribusi seragam pada jenis Hipoppus hipoppus.
Analisis usaha tani broccoli (Sprouting broccoli) Haryati Lakamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.74-77

Abstract

Broccoli merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik untuk dikembangkan.  Disamping sebagai sayuran kelas mewah yang harganya tergolong mahal, broccoli juga mempunyai nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan petani di daerah penelitian, efisiensi dari usahatani serta hal yang mendorong petani dalam mengusahakan broccoli.  Metode pengambilan sampel dilakukan secara sensus.  Data-data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder.  Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani responden dengan bantuan quisioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari pustaka-pustaka yang dipandang relevan, kantor Desa serta instansi yang terkait.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa biasa yang merupakan penjumlahan dari biaya tetap dan biaya variabel.  Analisa penerimaan sebagai hasil perkalian antara harga produksi dan produksi. Serta analisa pendapatan, yaitu selisih antara penerimaan yang diperoleh petani dengan biaya yang dikeluarkan selama proses produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata per kg broccoli di daerah penelitian adalah sebesar Rp.2.500,00,- dengan rata-rata produksi per hektar 4.062,32 kg, sehingga dalam setiap hektarnya akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp.10.155.804,- dengan total biaya yang diperlukan sebesar Rp.6.509.843,-. Jadi dapat dihitung  pendapatan  bersih  petani  broccoli  dalam  setiap  hektarnya  yaitu  Rp. 3.645.961. Perhitungan efisiensi pada penelitian ini yaitu 1,57 yang menunjukkan bahwa segi efisiensi usahatani broccoli dapat dikatakan efisien. Untuk mengetahui  apakah  benar-benar  sudah  efisien  bagi  petani  untuk  mengusahakan  tanaman broccoli, maka dapat kita uji dengan memakai uji thitung  dengan bantuan computer sehingga diperoleh hasil 27,11 yang lebih besar dari ttabel 2,47 yang berarti bahwa usahatani broccoli efisien untuk diusahakan.
Pengaruh sistem jarak tanam dan pemberian EM-4 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Carpsicum frutescens L.) Assagaf, Said AR.
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.65-79

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Jaya, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, berlangsung dari bulan Nopember 2016 sampai Februari 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam  dan EM-4 terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Adapun faktor pertama adalah Jarak Tanam (J) terdiri dari 3 taraf, yaitu J1 (40 cm x 60 cm), J2 (50 cm x 60 cm), J3 (60 cm x 60 cm) . Faktor kedua adalah EM-4 (E) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu E0 (Kontrol), E1 (150 L/ha) dan E2 (300 L/ha), diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kombinasi perlakuan jarak tanam 60 cm x 60 cm  dan  EM-4 konsentrasi 300 L/ha  (J3E2) lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya, ini dapat dilihat pada produksi berat buah per petak yaitu 6,64 kg.