cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015" : 40 Documents clear
PUSAT PENELITIAN DAN KONSERVASI BIOTA LAUT DI TELUK TOTOK “FLOATING ARCHITECTURE” Karundeng, Frensy G.; Tarore, Raymond C. H.; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8888

Abstract

Teluk Totok merupakan salah satu kawasan yang memiliki banyak spesies biota laut bernilai estetika tinggi dan ekonomi tinggi. Untuk mendukung hal tersebut, maka dibangun sebuah pusat penelitian dan konservasi biola laut di Teluk Totok, dengan tujuan agar dapat melestarikan spesies biota laut. Floating Architecture merupakan salah satu konsep yang dihadirkan untuk meningkatkan ketersediaan lahan dan meminimalkan kerusakan daerah sekitar sehingga dapat memberikan dampak positif pada biota laut sekitar. Tempat yang representatif dan sebuah karya arsitektur yang berkualitas merupakan tujuan utama di bangunnya Pusat Penelitian dan Konservasi Biota Laut di Teluk Totok dengan konsep Floating Architecture. Pendekatan yang digunakan dalam merancang bangunan ini adalah pendekatan terhadap tipologi objek, tematik, dan kajian terhadap tapak. Sedangkan untuk proses perancangan diaplikasikan proses perancangan generasi II yang dikemukakan oleh John Seizel. Fasilitas yang tersedia dalam objek rancangan ini terdiri dari fasilitas penelitian dan konservasi berupa laboratorium, exhibition, dan asrama peneliti. Terdapat juga fasilitas pengelola, dan fasilitas komersial berupa restoran. Analisa terhadap tapak dilakukan berdasarkan beberapa aspek klimatologi, keunikan lahan, dan topografi lahan. Sedangkan analisa terhadap gubahan bentuk arsitektur ditinjau dari beberapa aspek, seperti bentuk dan ruang, struktur dan utilitas, serta konsep ruang luar dan ruang dalam. Secara keseluruhan, Perancangan Pusat Penelitian dan Konservasi Biota Laut ini merupakan sebuah perancangan bangunan terapung skala sedang yang memfokuskan pada perancangan bangunan terapung dengan tidak merusak daerah pesisir pantai dan lingkungan sekitar bangunan. Kata Kunci: Floating Architecture, Penelitian, Konservasi, Totok.
GRAHA PEMUDA DI MANADO (BIOPHILIC DESIGN) Sutrisno, Brawid; Tarore, Raymond Ch.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.9680

Abstract

Tumbuh kembang anak muda saat ini sangat berpengaruh pada factor factor lingkungan dan pergaulan mereka. Saat ini juga di Manado semakin banyak anak muda yang memiliki bakat dan potensi baik di bidang seni dan olahraga. Narkoba, free sex, dan kejahatan lainnya adalah beberapa contoh hal yang sering menjebak anak muda. Dalam hal ini Peran orang tua nyatanya tidak lagi bisa membendung hasrat anak muda untuk coba - coba pada hal yang kurang baik terhadap mereka. Faktor pergaulan dan pertemanan yang “tidak sehat” seringkali lebih besar pengaruhnya dari pada peran orang tua. Oleh sebab itu perlu adanya peranan penting dari pemerintah kota Manado  untuk membuat sebuah wadah atau tempat dalam hal ini Graha pemuda  yang bisa memfasiliitasi kegiatan para anak muda untuk mengembangkan bakat mereka dalam bidang seni, olahraga dan pendidikan positif yang bersifat non formal.  Sehingga para anak muda di manado  mendapatkan suatu lingkup pergaulan yang positif yang berguna untuk masa depan mereka.selain itu graha pemuda yang akan di buat menggunakan tema biophilic design dimana tema ini membuat terjadinya keselarasan anta objek arsitektur dan lingkungan alam sekitanya. Penggunaan tema ini juga di harapkan mampu menggugah kesadaran anak muda untuk menjaga alam sekitar mereka dari sekarang . Kata Kunci : Biophilic,Graha,Pemuda
WATERFALL RESORT DI TALAWAAN (TRANSFORMASI KONSEP FALLING WATER FRANK LLOYD WRIGHT) Meray, Christy J.; Moniaga, Ingerid L.; Van Rate, Johanes
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8879

Abstract

Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu bagian dari wilayah di Provinsi Sulawesi Utara yang sangat kaya akan kehidupan sosial-budaya serta sumber daya alam yang potensial untuk dijadikan sebagai objek wisata. Salah satunya adalah Air Terjun Tunan (Tunan Waterfall) yang merupakan objek wisata andalan Kabupaten Minahasa Utara. Namun aksesbilitas jarak yang jauh, infrastruktur yang belum optimal dan fasilitas penunjang yang belum memadai menyebabkan para wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara hanya sekedar berkunjung saja tanpa menginap untuk menikmati lebih lama keindahan Air Terjun Tunan yang ada. Oleh karena itu, kehadiran resort di kawasan Air Terjun Tunan di Desa Talawaan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan wisatawan dalam beristirahat, berekreasi, serta menikmati keindahan alam yang ada disekitar objek wisata Air Terjun. Transformasi Konsep Falling Water F.L. Wright merupakan tema yang diangkat dalam perencanaan Waterfall Resort tersebut. Pemahaman konsep Falling Water oleh Frank Lloyd Wright adalah bahwa bangunan merupakan bagian dari alam, terkesan seolah-olah muncul dari alam dimana F.L. Wright tidak menyukai simetris yang statis dengan memanfaatkan kedinamisan alam. Dengan mentransformasikan konsep Falling Water, penulis menggunakan teori transformasi oleh F.D.K. Ching dimana setiap bentuk ruang yang dihasilkan mengalami perubahan-perubahan, baik secara dimensional, perubahan akibat pengurangan, dan perubahan akibat penambahan. Pemahaman konsep Falling Water dan teori transformasi dirampung menjadi satu kesatuan sehingga bisa menghasilkan suatu perancangan yang diinginkan. Melalui perencanaan resort ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk pengembangan fasilitas-fasilitas pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara serta bisa meningkatkan kualitas serta kuantitas kerja Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam upaya pelestarian objek-objek wisata di Minahasa Utara. Kata kunci : Air Terjun, resort, falling water.
RUMAH SAKIT JANTUNG DI MANADO HEALING ENVIRONMENT Languju, Pathric J.; Van Rate, Johannes; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.9654

Abstract

Menurut Departemen Kesehatan RI, penyakit jantung masih menempati posisi paling atas dari keseluruhan penyakit yang mengakibatkan kematian. Pada akhir abad 20, penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di negara maju dan negara berkembang. Dengan keadaan yang seperti itu, maka perlu disediakan sarana rumah sakit sebagai balai pengobatan khusus penyakit jantung yang cukup kompatibel untuk melayani pasien dengan penyakit jantung dengan fasilitas yang memadai. Untuk mencapai tujuan di atas, proses perancangan Rumah Sakit ini dilaksanakan dengan suatu konteks tematik Healing Environment dimana dalam perancangan ini, proses penyembuhan pasien bukan hanya didapatkan melalui pihak medis tetapi juga didapatkan dari bangunan yang digunakan oleh pasien sebagai objek rancangan. Kata Kunci : Rumah Sakit Jantung, Healing Environment
PUSAT PENELITIAN PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI DOLODUO, KEC. DUMOGA BARAT (Triple Zero Sebagai Pendekatan Desain) Hassan, Rizky P.; Sangkertadi, Prof.; Waani, Juddy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10720

Abstract

ABSTRAK Saat ini Dumoga Barat yang ibukotanya Doloduo merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow, yang menjadi kawasan andalan di Provinsi Sulawesi Utara sebagai sentra penghasil beras, sehingga memiliki peran yang penting dalam upaya pemenuhan pangan masyarakat, teruma dengan hasil pertanian berupa beras yang dapat diunggulkan. Namun beberapa tahun terakhir hasil capaian Tanaman Padi ini menurun. Hal ini diduga karena menurunnya produktivitas lahan (kesuburan lahan), teknologi usahatani padi belum optimal, pengelolaan tanaman tidak intensif, dan terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan berkembangnya hama dan penyakit tanaman. Pusat Penelitian adalah suatu tempat kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk proses mengembangkan tumbuhan.dimana penelitian tersebut dapat meningkatkan kualitas padi menjadi baik tentunya. Dalam hal ini sebagai jembatan dalam merancang objek arsitektural ini “Triple Zero” dianggap cocok menjadi tema perancangan yang dilakukan untuk mencapai suatu objek atau wadah yang ramah lingkungan, sehingga dengan adanya rancangan Pusat Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi masalah-masalah yang terjadi di daerah tersebut dalam mengurangi tingkat emisi dan penyakit tanaman, sarana dan prasarana yang ada. Selain itu Triple Zero memiliki karakteristik sendiri yang dapat diterjemahkan dalam bahasa dan rancangan Arsitektur. Kata Kunci : Doloduo, Pusat Penelitian, Tanaman Padi, Triple Zero, Arsitektur
AGROWISATA HORTIKULTURA DI MINAHASA TENGGARA (Arsitektur Ekologis Dengan Pendekatan Konsep Permakultur) Wahongan, Cindy R. S.; Sondakh, Julianus A. R.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8893

Abstract

Minahasa Tenggara merupakan salah satu daerah pusat pengembangan industry pertanian. Oleh karenanya terdapat berbagai macam hasil pertanian  seperti kelapa, cengkih, pala, serta berbagai macam hasil pertanian seperti buah dan sayuran. Produksi pertanian yang ada patut dikembangkan agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk itu perlu disediakan sarana dan prasarana yang menunjang pengembangan potensi pertanian yang ada. Salah satu potensi pertanian yang ada di Kabupaten Minahasa Tenggara yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah adalah perkebunan salak di Desa Pangu Kecamatan Ratahan Timur. Terdapat sekitar 500 ha perkebunaan salak yang telah digalakkan oleh pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Disamping juga terdapat berbagai macam potensi pertanian yang layak dikembangkan di Kabupaten Pemekaran ini. Potensi ini juga didukung dengan keadaan alam desa Pangu dengan udara yang sejuk dan pemandangan kearah pegunungan sehingga memberikan nilai tambah sebagai tempat berwisata. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka penulis terdorong untuk merancang kawasan Agrowisata Hortikultura di Minahasa Tenggara dengan tema Arsitektur Ekologis Dengan Pendekatan Konsep Permakultur. Kata Kunci: Minahasa Tenggara, Agrowisata, Ekologis, Permakultur.
CONCERT HALL DI MANADO ‘ANALOGI MEKANIKAL AKUSTIK’ Lumbaghi, Angela C.; Makainas, Indrajaja; Rengkung, Michael M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.10026

Abstract

Kota Manado sebagai kota yang berkembang dalam segi entertainment khususnya di bidang musik, memiliki penggemar yang cukup banyak terbukti dengan antusiasme warga kota akan pagelaran dan pertunjukan musik baik berskala nasional maupun internasional. Namun, dari sekian banyak konser musik yang diadakan hanya dilakukan di convention, ballroom hotel, lapangan olahraga bahkan café-café yang peruntukannya bukan untuk sebuah pertunjukan musik yang layak dalam segi akustika bangunan maupun fasilitas-fasilitas di dalamnya. Concert Hall di Manado, dihadirkan untuk mewadahi kebutuhan masayarakat kota akan sebuah gedung konser yang layak secara fasilitas dan akustika bangunan dengan Analogi Mekanikal Akustik sebagai tema perancangannya. Dengan menganalogikan mekanisme dari akustik itu sendiri dapat menyajikan bangunan gedung konser yang layak secara fungsi, akustika ruang dalam maupun ruang luar dan peruntukannya bagi warga Kota Manado. Kesimpulannya, Analogi Mekanikal Akustik dalam Concert Hall di Manado mampu menyajikan bangunan modern yang menarik dari segi visualisasi dan berorientasi terhadap kenyamanan akustika bangunan. Kata kunci: Concert Hall, mekanikal, akustik.
RESORT NUSA INDAH DI LOBBO (BAMBU SEBAGAI ELEMEN GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTURAL) Sumallea, Yakobus; Sondakh, Julianus A. R.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8884

Abstract

Pulau Nusa Indah merupakan salah satu obyek wisata bahari yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud, yang menjadi obyek utama bagi para wisatawan ketika berlibur di kabupaten ini. potensi yang di miliki  oleh pulau tersebut yaitu perairan yang jernih, pantai berpasir putih, serta terdapat beberapa spot indah untuk diving dan snortkling yang memamerkan akan keindahan terumbu karang dan keindahan biota laut lainya. Melihat potensi dan kekuatan nusa indah yang sangat luar biasa sehingga mendorong adanya perancangan sebuah Resort untuk menjadi salah satu akomodasi di pulau nusa indah, sehingga dapat menampung semua aktifitas yang ada di dalamnya serta dapat memperkenalkan pada dunia potensi wisata bahari yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud. Dalam perancangan ini bambu sendiri menjadi material utama dalam perancangan resort, karna bambu sendiri merupakan material yang ramah lingkungan, harganya murah dan muda didapat di daerah ini, sehingga  sangat cocok untuk di hadirkan di Resort Nusa Indah. Bambu ini akan di desain sedemikian rupa agar dapat menghadirkan nilai esteika yang tinggi dalam rancangan resort, sehingga resort ini memiliki daya tarik tersendiri. Kata Kunci : Resort Nusa Indah, Bambu, Ruang Arsitektural.
RE-DESIGN TAMAN BUDAYA SULAWESI UTARA DI MANADO “NEO-VERNACULAR ARCHITECTURE” Maloring, Indri Y. W.; Rengkung, Joseph; Wuisang, Cynthia
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.9663

Abstract

Budaya adalah suatu cara hidup/tradisi/kebiasaan yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sulawesi Utara adalah Provinsi yang kaya akan budaya. Tiga etnis besar yang menjadi penduduk asli dari provinsi ini memiliki beragam tradisi kebudayaan disetiap etnisnya. Kebudayaan yang sudah ada secara turun ditemurun ini sudah seharusnya diperkenalkan dan dilestarikan oleh generasi-generasi selanjutnya. Perlu adanya sebuah wadah untuk dapat mempersatukan seluruh kebudayaan yang ada dan untuk terus mendekatkan budaya dengan masyarakat. Taman budaya adalah sarana yang dihadirkan pemerintah sebagai tempat mempromosikan, mengekpresikan dan mengembangkan setiap kebudayaan daerah. Penerapan tema “Neo Vernacular Architecture” dalam kegiatan medesain kembali objek Taman Budaya Sulawesi Utara di Manado ini merupakan solusi yang tepat untuk menghadirkan sebuah objek wisata budaya yang menggambarkan kebudayaan asli dalam sebuah bangunan arsitektural modern . Kata kunci : Taman Budaya, Sulawesi Utara, Neo Vernacular Architecture
Redesain Gedung Pingkan Matindas di Manado “Pluralistik Dalam Arsitektur Post Modern” Runtu, Andri R.; Waani, Judy O.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i2.8897

Abstract

Perkembangan peradaban dunia terus melaju untuk setiap waktunya. Adapun hal ini berimbas pada tersajinya beragam alternatif hiburan bagi kalangan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat Kota Manado dimana kecenderungan perilaku masyarakatnya lebih menyukai hiburan yang konsumtif. Berbagai macam latar belakang dari masyarakat penghuni Kota Manado ini menandakan ada beragam pula tingkah laku, pola hidup, kesenian, serta kebiasaan-kebiasaan lainnya. Dan salah satu dari ragam latar belakang yang layak diangkat sebagai hiburan yang konsumtif serta edukatif adalah kesenian. Tanggapan atas kebutuhan ini memunculkan gagasan untuk menyediakan tempat yang dapat menampilkan serta membantu proses pelestarian dan perkembangan berbagai kesenian yang ada di Kota Manado. Melihat kurang maksimalnya fungsi yang berjalan pada salah satu gedung kesenian di Manado, dalam hal ini Gedung Kesenian Pingkan Matindas, maka diperlukan penyegaran kembali, dalam bentuk redesain. Redesain Gedung Pingkan Matindas di Manado kali ini dilakukan dengan pendekatan tema Pluralistik Dalam Arsitektur Pos Modern. Pendekatan dengan tema ini diharapkan dapat membantu menata dengan teratur keragaman kesenian yang ada di Kota Manado. Untuk menghadirkan objek desain, maka perancangannya akan melewati tahapan-tahapan analisa hingga transformasi yang melibatkan banyak aspek perancangan. Tujuannya adalah menghadirkan Gedung Kesenian Pingkan Matindas yang baru yang dapat menjalankan fungsi utamanya dengan lebih maksimal lagi dari sebelumnya, sekaligus sebagain pilihan hiburan yang edukatif bagi masyarakat Kota Manado. Kata kunci: Redesain, Gedung Kesenian,Pluralistik danArsitekturPos Modern

Page 1 of 4 | Total Record : 40


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025 Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue