cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG SISTEM TRANSPORT INTERMODA PELABUHAN JAILOLO. Arsitektur Simbiosis Mesdila, Semuel B.; Poli, Hanny; Sondakh, Julianus R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20700

Abstract

Kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu Kabupaten yang sedang berkembang dalam hal ekonomi maupun lainnya. Daya tarik Kabupaten Halmahera Barat akan Pariwisata laut menjadi tujuan utama para turis datang ke kota ini. Sehingga perhubungan laut dengan fasilitas yang memadai sangat memberikan nilai tambah dalam pelayanan.  Pelabuhan ini juga bukan hanya berperan dalam hal Pariwisata tetapi juga sebagai alat penyebertangan ke daerah lain, serta sebagai sarana untuk berdagang sehingga peran Pelabuhan Jailolo sangat vital bagi daerah disekitarnya, maka dari itu dengan adanya Redesain Pelabuhan yang di rencanakan akan memberikan fasilitas yang memadai dalam menampung segala aktifitas, dalam hal kepelabuhanan Pelabuhan Jailolo juga merupakan salaha satu pintu masuk menuju Kabupaten Halmahera dan sekitarnya yang tentunya sangat berperan untuk menunjang kelancaran transportasi antar Kota dan Kabupaten, selain itu Redesain Pelabuhan Jailolo juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti Terminal Angkutan Darat yang akan di di desain pada satu lokasi yang sama. Dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Simbiosis sehingga diharapkan mampu menghadirkan Pelabuhan dengan perpaduan fungsi yang kreatif dan falitas yang baik sehingga memberikan kenyamanan dalam penggunannya.Kata kunci : Pelabuhan Jailolo, Arsitektur Simbiosis, Halmahera Barat, Jailolo, Terminal.
ARSITEKTUR ALGORITMIK. Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16771

Abstract

Arsitektur Algoritmik menggunakan algoritma yang dapat memberikan solusi pada permasalahan desain dalam arsitektur seperti perletakan ruang, pola struktur, bahkan nilai estetika. Namun masalah algoritmik dalam desain adalah kepastian hubungan timbal balik antara angka dan konsep bagi beberapa desainer terlihat terlalu menentukan. Banyak desainer tidak tertarik pada komposisi matematis desain, melainkan hanya pada komposisi itu sendiri. Selagi hal ini diinterpretasikan sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap kemungkinan rasionalisasi desain, juga menjadi penghalang dalam menjelajahi batasan dari rasionalisasi desain.Dengan cara berpikir yang baru untuk menghasilkan desain arsitektur, maka dipakailah komputer sebagai alat bantu dalam mengaplikasikan suatu desain. Komputer bukan otak manusia, juga bukan perancang untuk manusia, melainkan rekan pendamping untuk imajinasi manusia, sumber ide, dan pintu menuju dunia lain yang baru dalam pikiran manusia.Kata kunci: Algoritma, Arsitektur, Komputer
RUMAH SUSUN PADA KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI TONDANO DI MANADO. Behaviour Modifier Landimuru, Elza Y.; Gosal, Pierre H.; Warouw, Fela
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17290

Abstract

            Menurut UU No. 38 tahun 2011, Daerah aliran sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Kawasan daerah bantaran sungai seringkali luput dari perhatian pemerintah. Sungai hanya menjadi halaman belakang kota, terabaikan, dan jarang tersentuh. Akibatnya permukiman kumuh tumbuh berkembang secara liar di pinggir sungai yang mengakibatkan terjadinya banjir. Kota Manado memiliki permukiman kumuh dan rawan banjir. Pada Kawasan bantaran sungai Tondano menjadi yang paling dominan. Sehingga perlu dilakukan penataan ulang salah satunya yaitu dengan menyediakan rumah susun. Dengan melakukan metodologi penelitian langsung pada kawasan  daerah aliran sungai Tondano di Manado dan studi literatur maka ditemukan site yang sesuai yaitu berada pada lingkungan II. III, IV dan V, kelurahan karame. Dan tema yang sesuai untuk perancangan rumah susun pada kawasan daerah aliran sungai Tondano di Manado yaitu behavior modifier. Dari hasil perancangan dapat disimpulkan bahwa  rumah susun berada di luar kawasan daerah aliran sungai Tondano, terdapat dua tipe unit hunian yaitu tipe 42 untuk masyarakat menengah kebawah dengan jumlah 430 unit hunian dan tipe 84 untuk masyarakat menengah keatas dengan jumlah 183 unit hunian. Rumah susun milik digunakan oleh masyarakat yang berada pada lingkungan II, III, IV dan V Kelurahan Karame dan rumah susun sewa digunakan oleh masyarakat di luar lingkungan II, III, IV dan V Kelurahan Karame. Tema behavior modifier diterapkan pada desain ruang dalam unit hunian dan desain ruang luar bangunan berdasarkan perilaku yang didapat pada survey lapangan. Kata kunci: Rumah susun, Kawasan bantaran sungai Tondano, permukiman kumuh, behavior modifier
TAMAN WISATA BUDAYA DAN HOTEL RESORT DI TANA TORAJA. Dynamic Modular Architecture Paundanan, Selpi; Poli, Hanny; Suryono, .
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20846

Abstract

Taman wisata budaya merupakan wadah untuk menampung setiap wujud kebudayaan suatu daerah. Tana Toraja merupakan daerah kabupaten yang layak untuk membangun sebuah taman wisata budaya dengan melihat jumlah wisatawan yang terus mengalami peningkatan sekaligus sebagai wujud apresiasi, tempat penelitian, pengembangan dan rekreasi. Taman wisata budaya yang dilengkapi dengan hotel resort menjadi strategi penggabungan dua tipologi fungsi arsitektur yang synergy. Menghadirkan taman wisata budaya dan hotel resort dengan tema dynamic modular architecture akan menciptakan karya arsitektur yang memberikan ekspresi bentuk yang kemudian digabungkan dengan kebudayaan setempat. Mengumpulkan data, menganalisa, dan menentukan konsep yang dilakukan berulang hingga mencapai titik maksimal merupakan strategi perancangan yang digunakan. Memilih tapak yang strategis dengan berbagai analisa yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan objek dan kaitannya dengan dynamic modular architecture. Hasil perancangan kemudian menjadi wadah bagi masyarakat setempat untuk pengembangan kebudayaan yang ada sejak lama.Kata kunci: Dynamic, Hotel resort, Taman wisata budaya, Wisatawan
HOTEL RESORT DI PULAU LEMBEH (NEW ORGANIC) Azis, Nella F.; Hanny, Poli; Deddy, Erdiono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v5i1.12276

Abstract

Pesona keindahan alam di bumi nyiur melambai tak bisa dipungkiri lagi, tersohor sampai ke mancanegara. Tidak heran daerah ini ditetapkan sebagai satu dari tempat tujuan utama wisata di Nusantara. Satu keindahan yang makin menyempurnakan Sulawesi Utara sebagai daerah yang memesona bagi wisatawan asing maupun lokal yang datang berkunjung adalah keindahan Pulau Lembeh di Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut). Pulau ini terkenal karena menjadi lokasi penyelaman wisatawan asing di Sulawesi Utara selain Bunaken.Pulau ini dipisahkan dari daratan utama Pulau Sulawesi oleh Selat Lembeh. Hotel  Resort di Pantai Pulau Lembeh Kota Bitung yang dapat mewadahi kunjungan wisatawan, memanfaatkan potensi pulau serta memberi edukasi tentang potensi pulau pada pengujung serta pemakai. Dengan pendekatan konsep alam sebagai dasar perancangan Arsitektur New Organic, sebagai lambang pemersatu manusia dengan lingkungan. Kata kunci:, Hotel Resort,Lembeh,New Organic
GEDUNG VERTIKULTUR DI MANADO. Bangunan Hemat Energi Poluan, Valentino S.; Gosal, Pierre H.; Wuisang, Cynthia E. V.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17259

Abstract

Visi pemerintah dalam pembangunan jangka menengah Kota Manado periode 2016-2021 yaitu “Manado Kota Cerdas 2021” atau “The Smart City of Manado in 2021”. Menurut laman smartcityindonesia.org, Smart City adalah konsep kota cerdas yang dirancang guna membantu berbagai hal kegiatan masyarakat, terutama dalam upaya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien, memberikan kemudahan akses kepada masyarakat, untuk mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ada beberapa masalah dalam mewujudkan Manado sebagai kota cerdas, salah satunya pertumbuhan penduduk setiap tahunnya jika dilihat dari data statistik penduduk kota Manado beberapa tahun kebelakang. Kebutuhan konsumsi pangan masyarakat juga berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk, perlu adanya solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Budidaya tanaman vertikal (Vertical Farming) atau Vertikultur di dalam gedung sebagai salah satu poin untuk mewujudkan kota Manado sebagai Smart City, konsep ini sudah populer dan di beberapa negara lainnya. Dengan menerapkan hemat energi pada desain maka bangunan dapat beroperasi tanpa memakan energi yang berlebihan. Lokasi perancangan objek berada di kawasan Megamas Manado dengan luas lahan 70.041,25 m2 untuk mewadahi fungsi: budidaya tanaman, hunian apartemen,  dan mall organik. Dalam penerapan konsep hemat energi pada bangunan penulis menggunakan sistem operasional bangunan menurut Yeang dalam jurnal Priaman, yaitu: Sistem Pasif, Sistem Hybrid, Sistem Aktif, dan Sistem Produktif.Kata kunci : Smart City, Vertikultur, Hemat Energi.
PELABUHAN WISATA DAN REKREASI DI MANADO (ARSITEKTUR KONTEMPORER) Sondakh, Cynthia V.; Gosal, Pierre H.; Sela, Rieneke L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v4i1.6916

Abstract

Pelabuhan Wisata dan Rekreasi merupakan sarana antar moda dengan tujuan wisata yang ada di manado. Pelabuhan ini dirancang khusus untuk menggabungkan sarana transportasi air dengan tujuan Bunaken, Manado Tua, Siladen, yang juga sebagai tempat hiburan dan rekreasi yang ditampung dalam satu bangunan utama dan dua bangunan pendukung. Dengan adanya Pelabuhan ini, masyarakat dapat dengan mudah untuk menjangkau tujuan wisata yang dimaksud. Untuk dapat mencapai hasil perancangan yang maksimal, maka dasar perancangan bamgunan ini mengacu pada tema desain yaitu “Arsitektur Kontemporer” yang artinya dimana bangunan dirancang dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada sehingga menghadirkan suatu bangunan yang bisa menyediakan fasilitas yang baik dengan bentuk yang menarik perhatian para wisatawan. Untuk menghadirkan objek desain ini, perancangan ini melewati proses seperti analisa dan penerapan tema Arsitektur Kontemporer yang melibatkan banyak aspek perancangan. Tujuannya ialah menghadirkan Pelabuhan Wisata dan Rekreasi sebagai tempat yang dapat memenuhi kebutuhan wisata, hiburan dan rekreasi. Kata Kunci : Pelabuhan, Pariwisata, Rekreasi
MANADO ART CENTER. Complexity and Contradiction in Architecture Rachel M. Solang; Alvin J. Tinangon; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24064

Abstract

Indonesia adalah tanah yang kaya. Berbagai keragaman suku, bahasa, bangsa, dan kebudayaan memenuhi tanah air. Setiap provinsi bahkan kabupaten/ kota memiliki kebudayaan menarik yang wajib diperkenalkan ke masyarakat luas bahkan hingga ke jenjang internasional. Selain itu kreativitas yang dimiliki manusia pada umumnya tidak hanya melalui seni kognitif seperti prestasi-prestasi akademik, melainkan juga segi afektif yang sangat erat dengan optimalisasi penggunaan otak kanan, sehingga seni menjadi sebuah gaya hidup bahkan menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari.Perkembangan seni, seprti pelaku seni yang ada di Manado ini memerlukan suatu wadah agar seni dan kebudayaan yang merupakan identitas bangsa dapat terpelihara dengan baik. Sebuah wadah yang dapat menjawab segala keutuhan para pengguna seni baik itu pelaku seni maupun penikmat seni. Sehingga seni dapat terpelihara dengan baik, dinikmati, dan dapat dibawa luas hingga ke jenjang internasional, agar bisa menarik para wisatawan untuk mengunjungi bahkan mempelajari seni milik tanah air.Manado Art Center dengan penerapan Complexity and Contradiction ini hadir untuk menjawab segala kebutuhan para pelaku seni tanpa mengesampingkan estetika dalam pembangunan pada iklim tropis seperti di Indonesia ini.Metode yang digunakan merupakan kriteria yang telah tentukan berupa analisis sebelum pemecahan masalah, sintesis outpun secara sistematis, kemudian mengevaluasi secara logis, secara bertahap dan berulang-ulang suatau rancangan, sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Manado Art Center seperti, rencana tapak, layout, denah, tampak, dengan konsep bangunan sesuai penerapan Complexity and Contradiction in Architecture.             Kata kunci : Manado, Art Center, Complexity And Contradiction In Achitecture, Seni.
KANTOR PENGELOLAAN DAN FASILITAS DISTRIBUSI TOTAL OIL DI BITUNG “ARSITEKTUR FUNGSIONALISME” Sumanti, Charlos; Rate, Johannes Van; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.14786

Abstract

Salah satu hasil pengolahan minyak bumi adalah Oil (Pelumas). Industri pelumas menjadi salah satu industri strategis yang mengalami pertumbuhan cukup pesat, dimana permintaan akan produk pelumas meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini dinilai didorong dengan semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermesin yang banyak memerlukan produk ini serta perkembangan sektor industri yang meliputi produksi dan konstruksi. Pelumas Total masuk ke pasar Indonesia sejak tahun 2003 melalui PT  Total  Oil  Indonesia.  Perusahaan  Total  Oil  Indonesia  merupakan  investasi penuh dari Total SA dari Perancis. Pemasaran  pelumas  Total  di Indonesia  mencakup  hampir  semua  sektor bisnis, meliputi sektor industri dan sektor otomotif kecuali sektor penerbangan. Seharusnya ada kantor pengolaan dan fasilitas distribusi Total Oil setingkat internasional di Indonesia. Khususnya di kawasan Asia Pasifik di daerah Indonesia Bagian Timur. Bitung adalah kota yang dipilih untuk menghadirkan konsep tersebut. Perencanaan Kantor Pengelolaan dan Fasilitas Distribusi Total Oil di Bitung diharapkan mampu mengedepankan faktor fungsi dari bangunan. Maka tema Arsitektur Fungsionalimse dtetapkan untuk dapat dielaborasikan kedalam konsep perancangan. Kata kunci: Pelumas, Total Oil Indonesia, Arsitektur Fungsionalisme
REDESAIN PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MANADO. Green Architecture Suot, Astrid P.; Sangkertadi, Prof.; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18028

Abstract

Latar belakang, dunia pendidikan memegang peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Salah satu cara dengan melengkapi sarana dan prasarana antara lain Perpustakaan. Perpustakaan menyediakan pengetahuan dan informasi bagi setiap penggunanya, maka seharusnya perpustakaan memiliki fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan akan pendidikan. Kota Manado telah memiliki perpustakaan yang ada, namum berdasarkan berbgai pengamatan dari penulis yang dilakukan dengan beberapa metode terdapat beberapa kendala diantaranya, perpustakaan kota ini belum memiliki fasilitas yang lengkap, infrastruktur bangunan yang sudah memiliki banyak kerusakan, site berada didaerah rawan banjir serta beberapa masalah lainnya. Berdasarkan beberapa hal tersebut, maka penulis bertujuan untuk mendesain kembali Perpustakaan Umum di Kota Manado dengan tema Green Architecture yang pada hakekatnya dapat mengurangi dampak lingkungan yang kurang baik. Tema ini merupakan konsep perancangan dengan mengacu pada 6 aspek Greenship yaitu; pemakaian lahan, peningkatan kenyamanan manusia, efisiensi dan pengurangan penggunaan sumber daya energi, konservasi air, penggunaan material ramah lingkungan serta pengelolaan sampah efektif. Metode penelitian yang digunakan yaitu melalui kajian literatur, studi kasus, survey dan eksplorasi desain berupa sketsa ide. Peringkat yang didapat dari hasil perhitungan kriteria GBCI adalah silver dengan jumlah 36 poin. Diharapkan kedepannya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang ada serta dapat meningkatkan minat baca masyarakat Kota Manado dan sekitarnya.Kata Kunci : Perpustakaan Umum, Green Architecture

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue