cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
KUALITAS PENCAHAYAAN BUATAN PADA RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT. (Studi Kasus RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado) Samir, Alifa
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16761

Abstract

Rumah sakit bisa dikatakan sebagai pusat sumber dari berbagai jenis mikroorganisme yang bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan baik kepada petugas, perawat, dokter serta pasiennya yang berada di rumah sakit tersebut, maka pengaturan pencahayaan buatan dalam ruangan secara keseluruhan perlu mendapatkan perhatian khusus. Pengaturan pencahayaan buatan merupakan prasyarat terciptanya netralitas cahaya yang sesuai dengan standard berdasarkan SNI 03-6575-2001 Ruang Rawat Inap memerlukan tingkat Pencahayaan 250 Lux ,maka perlu melakukan penelitian seberapa besar kualitas pencahayaan buatan pada ruang rawat inap di RSUP Prof Dr.R.D. Kandou Manado yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan konsumsi energy yang terjadi di rumah sakit.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan postpositivistik-rasionalistik yang di teliti sebanyak 7 (tujuh) ruangan yang mewakili ruang rawat inap umum dengan hasil Penilaian okupan terhadappencahayaan buatan jawaban maupun respon dari okupan lewat kuesioner rata-rata 61,54% merespon perlu menambah lampu. Pencahayaan buatan tujuh ruang Rawat Inap yang di teliti memperoleh nilai kuat cahaya tidakmencapai standar pencahayaan menurut SNI-03-6575-2001.Kata Kunci: Pencahayaan Buatan, Ruang Rawat Inap.
WISMA ANGIN LAUT DI UNIVERSITAS SAM RATULANGI. Architecture Metabolism Setiawan, Nataniel A.; Franklin, Papia J. C.; Kapugu, Herry
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20826

Abstract

Universitas Sam Ratulangi menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang menerapkan sistem pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yaitu berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat. Namun saat ini Universitas Sam Ratulangi hanya bisa memberikan beberapa pelayanan jasa melalui Rumah Sakit, auditorium dan laboratoirum yang dikomersialkan sebagai sumber pendapatan. Laporan tugas akhir dengan judul “Wisma Angin Laut di Universitas Sam Ratulangi” memiliki rumusan masalah yaitu bagaimana merancang suatu bangunan komersial yang dapat menjadi salah satu sumber pendapatan Universitas Sam Ratulangi sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Tujuan untuk menghadirkan sebuah bangunan komersial yang dapat menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Universitas Sam Ratulangi sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Perancangan objek pada tugas akhir ini menggunakan pendekatan tema “Architecture Metabolism”, yaitu suatu pendekatan arsitektural yang menganalogikan sistem metabolisme hewan, tumbuhan, organisme hidup dan lingkungan alami mereka, siklus dari perubahan, pembaharuan dan perusakan dari jaringan organik yang terjadi tanpa henti. Architecture Metabolism melepaskan analogi mekanik dengan bentuk geometris yang monoton dan terkesan kaku menjadi analogi biologis dengan bentukan yang lebih beragam.Kata Kunci: Universitas Sam Ratulangi, Badan Layanan Umum, Architecture Metabolism
SARANA KEBUGARAN DAN RELAKSASI DI MANADO. “ARSITEKTUR LANSEKAP – SENSASI NATURAL” Joseph, Alfa A.; Tondobala, Linda; Mononimbar, Windy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17090

Abstract

Kesehatan merupakan harapan semua orang saat ini, ditengah hiruk pikuk, polusi dan kesibukan kerja di perkotaan. Pentingnya menjaga kesehatan menjadi salah satu tujuan hidup yang utama, yang kadang dilupakan oleh manusia. Kesibukan dan aktivitas yang cukup tinggi pada masyarakat yang bekerja dan tinggal di daerah perkotaan menuntut gaya hidup yang serba cepat. Gaya hidup ini tentunya membutuhkan suatu fasilitas kebugaran dan relaksasi yang dapat menunjang kesehatan tubuh. Dalam  realita masyarakat perkotaan saat ini tingkat persaingan dalam berbagai aspek menuntut pemenuhan kebutuhan harus terpenuhi dengan cepat, efisien dan mudah. Kehadiran sarana kebugaran dan relaksasi dihadirkan dalam satu tempat bersamaan di mana keduanya memiliki sinkronisasi dengan tujuan untuk memperoleh kebugaran dan kesehatan jasmani yang dibutuhkan masyarakat perkotaan yang hidup dengan kompleksitas kerja dan rutinitas. Perancangan sarana kebugaran dan relaksasi ini mempertimbangkan aspek penting yang mendukung kesehatan manusia yaitu lingkungan alam sekitar, sehingga dalam perancangannya alam atau lingkungan memegang peranan penting. Sensasi natural akan menjadi suatu kajian dalam tema arsitektur lansekap yang akan dihadirkan dalam konsep dan ide desain ke objek rancangan. Sensasi natural yang dimaksudkan memiliki beberapa substansi yang akan dijadikan sebagai acuan pada konsep dan perancangan dengan tetap memperhatikan elemen-elemen arsitektur lansekap sebagai kajian tematik. Sensasi natural yang akan dihadirkan bertujuan untuk memberikan suatu perasaan dan kesan yang berbeda yang dapat dirasakan pengguna, dimana pengguna disini dapat merasakan suatu kondisi lingkungan yang menunjang untuk melakukan aktivitas berolahraga dan relaksasi. Pemenuhan objek dengan tema arsitektur lansekap-sensasi natural ini diharapkan akan menjadi nilai tambah yang berbeda dari tempat kebugaran dan relaksasi lainnya di Manado. Kata kunci: Kebugaran dan Relaksasi – Lansekap – Sensasi Natural
STREET SHOPPING MALL DI MANADO. Arsitektur Nusantara Wuritimur, Kasawuri Y. A. L. F; Tarore, Raymond Ch.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21269

Abstract

Manado sebagai salah satu kota di Indonesia timur yang menjadi pusat segala aktifitas ekonomi, pariwisata, perdagangan, jasa dan industri yang dalam perkembangannya cukup pesat. Sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara tentunya Manado mempunyai daya tarik para investor dan para wisatawan untuk berkunjung dan menanamkan saham di kota ini. Dalam perkembangan ekonomi, peningkatan cukup signifikan disektor perdagangan dan Jasa yang mana  munculnya Pusat Perbelanjaan modern di kota Manado sebagai salah satu gaya hidup dan perkembangan sebuah kota. Manado telah memiliki beberapa pusat perbelanjaan modern (shopping mall) namun, kebanyakan berkonsep enclosed mall. Enclosed mall adalah sebuah pusat perbelanjaan modern yang tertutup, dimana para pengunjung akan terlindung dari panas matahari maupun air hujan. Pada perkembangannya, pusat perbelanjaan dimulai dari konsep terbuka, dalam artian tanpa penutup atap. Karakteristik mall ini yang diangkat sebagai pusat perbelanjaan pertama kali muncul yang akan di kembangkan sebagai pedestrian mall atau juga street shopping mall. Konsep Street Shopping Mall adalah sebuah pusat perbelanjaan yang mengorientasikan pejalan kaki ketika sedang berjalan-jalan atau rekreasi. Pusat perbelanjaan terbuka yang diharapkam sebagai transformasi baru sebuah shopping mall di Kota Manado. Arsitektur Nusantara sendiri dipilih karena akan memberikan sebuah nuansa baru dalam shopping mall dengan mengangkat keragaman budaya lokal Indonesia dengan ciri khasnya.                                         Kata Kunci: Street, Shopping Mall, Manado, Arsitektur Nusantara
MANADO UNDERSEA WEDDING HALL. Aquascape Architecture Torondek, Vicky; Rondonuwu, Dwight M.; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17593

Abstract

Pernikahan merupakan peristiwa penting dalam hidup sehingga perlu persiapan dan perencanaan yang matang sehingga semua keperluan pernikahan dapat dipenuhi. Ini berarti  memerlukan banyak waktu dan tenaga untuk mempersiapkannya sehingga setiap kebutuhan pesta pernikahan mulai dari pre wedding, wedding, dan honeymoon dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Ada berbagai tempat di kota Manado saat ini yang menjadi tujuan untuk melangsungkan pernikahan seperti: M Icon, MCC, MGP, Nyiur Melambai Restauran dan lainnya. Tetapi dari berbagai tempat pernikahan yang ada di kota manado saat ini belum ada tempat pernikahan yang menawarkan fasilitas atau suasana pernikahan di dalam air yang dapat mewadahi upacara pernikahan dari pre wedding, wedding, dan honeymoon dalam satu tempat sehingga banyak waktu yang dibutuhkan dalam menyiapkan dan merayakan pesta pernikahan.Dalam desain  “Manado Undersea Wedding Hall”, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan dari masyarakat akan sebuah tempat pesta pernikahan yang menawarkan konsep baru, dan fasilitas yang dapat mewadahi upacara pernikahan mulai dari pre wedding, wedding, dan honeymoon, sehingga setiap calon pasangan dapat memanfaatkan waktu seefisien mungkin dalam mengatur dan merayakan upacara pernikahan yang diinginkan. Dalam pendekatan Aquascape Architecture, desain “Manado Undersea Wedding Hall” akan didesain dengan konsep baru, dimana objek ini akan menawarkan view panorama bawah laut yaitu keindahan berbagai macam ikan dan keindahan terumpu karang bawah laut kota Manado.Kata Kunci : Pernikahan, Undersea Wedding Hall, Manado
SANGGAR SENI DI MANADO. New Organic Architecture Richard F. Tangka; Pierre H. Gosal; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24632

Abstract

Diselenggarakannya pendidikan non formal adalah sebagai pelengkap pendidikan formal. Sanggar sendiri adalah wadah kegiatan sebagai upaya peningkatan keterampilan anak  binaan  sanggar. Kurangnya pendekatan seni kepada kalangan remaja apalagi mencakup pendidikan bisa memicu penurunan  kreatifitas dan ketidaktahuan akan budaya tersebut khususnya di Kota Manado. Kebutuhan akan fasilitas terpadu dan sarana pendidikan dalam hal kesenian dan budaya sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kreatifitas, minat dan bakat yang dimiliki remaja Sanggar seni ini bisa memberikan fasilitas yang baik serta nyaman sehingga banyak menarik peminat untuk bisa meningkatkan kemampuan dan bakat pribadi.New Organic Architecture merupakan konsep tematik yang mengutamakan alam dan lingkungan pada perancangannya. Tema ini menjadi referensi pada setiap proses perancangan dan mencoba mengkolaborasikan antara objek dengan bentuk-bentuk yang terinspirasi dari alam. Kata kunci : Sanggar Seni di Manado, New Organic Architecture
APARTEMENT DI MANADO. “GREEN ARCHITECTURE (LOW ENERGY HOUSE)” Sumilat, Jeremy L.; Kindangen, Jefrey I.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15360

Abstract

Hunian adalah suatu hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang . Semua orang membutuhkan hunian sebagaitempat untuk bernaung . Semakin bertambahnya populasi manusia berarti semakin banyak pula kebutuhan akanhunian . Apartemen merupakan salah satu bentuk hunian yang paling diminati saat ini karena lebih efisien akanketerbatasan lahan . Dilihat dari kebutuhan akan hunian maka sudah selayaknya dikota Manado juga dihadirkansebuah bentuk apartemen yang jumlah penduduknya semakin hari semakin bertambah . Tema Low Energy House diambil karena energi merupakan hal yang terbatas kita sepatutnya menggunakanenergi dengan sebaik-baiknya dan tidak memboroskannya karena energi sudah semakin langka.  Kata Kunci : Hunian,Apartemen,Low Energy House
DESAIN BANDARA EMALAMO DI SANANA. Vernakular Kepulauan Sula Silfiani, Naila; Tungka, Aristotulus E.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19216

Abstract

Peran bandara sebagai salah satu akomodasi transportasi udara yang dapat menopang kemajuan suatu daerah dengan mempercepat perputaran ekonomi sehingga bandara sangat diharuskan berada pada daerah-daerah tertinggal agar dapat mendorong kemajuan daerah tersebut. Kabupaten Kepulauan Sula yang merupakan salah satu daerah tertinggal harus memiliki sebuah Bandara yang terletak di Kabupaten Sanana yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Sula sehingga dapat menjadi pusat simpul dalam jaringan transportasi daerah-daerah sekitar dan dapat membuka isolasi daerah. Pada era globalisasi ini, Bandara bukan hanya sekedar fasilitas transportasi udara namun bisa menjadi sebuah simbol dan dapat menjadi sebuah ikon daerah yang membanggakan bagi daerahnya. Oleh sebab itu, Bandara akan dihadirkan dengan Desain  Konsep Vernakular Kepulauan Sula dengan klasifikasi Rencana Induk Nasional Bandar Udara Lampiran 2b, pada tahun 2020-2030 yaitu Bandara Domestik dengan klasifikasi landas pacu 3C.Kata Kunci : Bandara, Transportasi, Sanana, Vernakular, Sula
SPORT CENTER DI MINAHASA TENGGARA. Arsitektur Metafora Agrendi A. C. Wojongan; Dwight M. Rondonuwu; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25585

Abstract

Sport Center merupakan Fasilitas olahraga terpadu yang memadukan fungsi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi yang didalamnya menawarkan area yang cukup untuk mengakomodasi banyak pengunjung. Di Kabupaten Minahasa Tenggara, fasilitas untuk menampung kegiatan olahraga belum  terfasilitasi dengan baik dan representatif. Menurunnya tingkat kenyaman dalam beberapa fasilitas olahraga menjadi alasan utama pengadaan  fasilitas olahraga terpadu di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tujuan Perancangan objek ini adalah untuk menyediakan wadah yang representatif untuk menunjang kegiatan olahraga bagi masyarakat umum dan atlit baik untuk berlatih maupun untuk penyelenggaraan event – event olahraga dalam skala kabupaten.Proses perancangan  menggunakan metode perancangan menurut teori John Zeizel, dengan 3 aspek pendekatan yaitu Pendekatan Tematik, Pendekatan Tipologi Objek serta   pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya.. Bangunan disampaikan dengan tampilan Arsitektur Metafora  untuk memberikan kesan menonjol pada bentuk bangunan. Metafora diterapkan pada dua massa bangunan yaitu pada massa utama (sport hall) yang menggunakan bentukan kepala burung manguni sebagai simbol budaya di kabupaten Minahasa Tenggara dan menggunakan penggunaan metafora konkrit atau tangible metaphor dan aquatic center menggunakan bentukan sifat air yaitu gelombang yang diterapkan pada atap bangunan sebagai visualisasi metafora abstrak atau intangible metaphor.Kata Kunci :    Sport Center, Arsitektur Metafora, Kabupaten Minahasa Tenggara
OCEANARIUM DI MANADO. Estetika Kaca pada Bangunan dengan Penerapan Arsitektur Feminisme Pangkey, Claudia; Rogi, Octavianus H. A.; Siregar, Frits O.P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16707

Abstract

Masih kurangnya objek wisata di Manado dan berbagai potensi alam yang dapat dikembangkan, salah satunya keindahan taman bawah laut dan biota-biota laut di Kota Manado. Oleh karena itu, Kebijakan Pemerintah Kota Manado tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado yang menyatakan bahwa salah satu fasilitas publik yang perlu di bidang Pariwisata adalah Oceanarium yang dinyatakan dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado Tahun 2014-2034 Pasal 43 ayat 2 (i) yaitu “pembangunan dan pengembangan oceanarium atau akuarium laut, di kawasan pesisir pantai utara di Kecamatan Bunaken” dengan tujuan ingin mengembangkan objek Pariwisata di kota Manado.Menanggapi hal diatas maka perencanaan untuk membuat objek Oceanarium di Kota Manado menjadi salah satu objek yang dibutuhkan pemerintah dalam hal mengembangkan kebutuhan wisata (exhibition), menambah pengetahuan atau pendidikan (education), dan untuk menjaga kelestarian alam bawah laut (conservation). Lokasi berdasarkan Kebijakan yang dibuat Pemerintah yaitu berada di Kecamatan Bunaken. Dan Tema yang digunakan dalam objek perancangan ini adalah Estetika Kaca pada Bangunan dengan Penerapan Arsitektur FeminismeKata Kunci : Oceanarium, Kota Manado, Estetika Kaca pada Bangunan dengan Penerapan Arsitektur Feminisme

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue