cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 892 Documents
GRAHA INSAN CITA DI MANADO: Arsitektur Hemat Energi Fortuna, Nora Dara; Sangkertadi; Tinangon, Alvin J.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i3.66175

Abstract

Perancangan Graha Insan Cita ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pusat aktivitas dan rumah intelektual kader HmI di Sulawesi Utara. Minimnya infrastruktur yang memadai menyebabkan keterbatasan dalam pengembangan ruang diskusi dan kegiatan intelektual kader HmI di Sulawesi Utara, khususnya Manado. Melalui pendekatan arsitektur hemat energi, proyek ini dirancang tidak hanya sebagai pusat kegiatan mahasiswa, tetapi juga wadah untuk kegiatan diskusi, seminar, pelatihan, dan berbagai pertemuan organisasi, dari pertemuan kecil hingga acara skala besar. Oleh karena itu, Graha Insan Cita harus mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan tersebut melalui perancangan ruang yang adaptif dan berkelanjutan. Metode perancangan yang digunakan adalah proses desain berdasarkan teori John Zeisel yaitu siklus image-present-test, metode ini bertumpu pada cara pikir yang fleksibel, dimana perancang dapat merubah prediksi hasil akhir secara continue sebagai respon terhadap informasi-informasi baru atau sebelumnya, sehingga akan menghasilkan hasil final desain terbaik berdasarkan beberapa penyempurnaan berulang yang sudah dilakukan sebelumnya. Kompleks Graha Insan Cita mencakup bangunan utama yang berfungsi sebagai ruang pengelola, ruang pengkaderan, asrama putra dan putri, area pertemuan mahasiswa, serta mushollah, bagian luar terdiri dari area uji produk halal, area olahraga, area belajar outdoor, area tanam/hydroponic, area pemanenan air hujan, serta area penangkapan sinar matahari. Arsitektur hemat energi diterapkan melalui fleksibilitas bentuk, orientasi bangunan, bukaan untuk memaksimalkan penghawaan dan pencahayaan alami, pemilihan material yang sesuai, serta pemanfaatan energi terbarukan. Graha Insan Cita ini diharapkan dapat menjadi sebuah karya yang tidak hanya mendukung kegiatan organisasi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keberlanjutan dan teknologi di masa depan. Kata Kunci : Graha Insan Cita, Hemat Energi, Manado, HmI.
AGROWISATA RESORT DI TOMOHON: Arsitektur Biomimesis Siallagan, Anvina Allisa; Siregar, Frits O. P.; Lakat, Ricky S. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i3.66241

Abstract

Bidang pariwisata yang ditujukan sebagai kegiatan perekonomian sudah menjadi andalan untuk pengembangan bagi sejumlah negara, terlebih bagi negara yang memiliki daya tarik wisata yang cukup besar, seperti banyaknya keindahan alam, aneka warisan sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat. Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa pariwisata ialah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh pengusaha, masyarakat dan pemerintah. Berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut dan diapit oleh dua gunung berapi aktif membuat lokasi Tomohon memiliki suhu dan kondisi tanah yang sangat baik. Lahan yang banyak digunakan sebagai tempat untuk bercocok tanam dengan hasil tanaman sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Puncak Wawo yang berada di Kelurahan Matani Dua, Tomohon Tengah memiliki potensi alam yang baik untuk dikembangangkan. Suhu udara yang sangat baik untuk digunakan sebagai lahan bercocok tanam, juga letak daerah yang cukup jauh dari pusat kota membuat daerah ini memiki tingkat kebisingan yang sangat rendah. Hal ini sangat baik untuk dikembangkan di bidang pariwisata. Dengan adanya perancangan Agrowisata Resort di Tomohon, maka keberlanjutan teknis dan ekologis lingkungan dapat dimaksimalkan. Dengan menggunakan pendekatan arsitektur biomimesis, perancangan akan tepat sasaran dalam menghasilkan sebuah agrowisata resort. Desain resort yang berkonsep menyatu dengan alam dan menciptakan bangunan dengan tema arsitektur biomimesis sangat tepat untuk daerah Tomohon Tengah. Kata Kunci: Agrowisata, Resort, Arsitektur Biomimesis.
PUSAT PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA MANADO: Arsitektur Inklusif Sangkay, Visilia C.; Rogi, Octavianus H. A.; Rondonuwu, Dwight M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66664

Abstract

Perancangan Objek Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kota Manado dengan pendekatan Arsitektur Inkusif dilatarbelakangi dari factor sumber daya manusia, yaitu penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas sering dianggap tidak mampu dan memerlukan perhatian khusus oleh masyarakat sekitar. Minimnya fasilitas, layanan pelatihan, dan penyediaan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas menjadi hambatan dalam beraktivitas di tengah Masyarakat. Pendekatan Arsitektur Inklusif dalam perancangan ini tidak hanya menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, tetapi bisa memberi kesempatan bagi kaum ini untuk mengikuti pelatihan dan program pembelajaran sesuai dengan klasifikasi penyandang disabilitas yang ada. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode konsep Pengembangan Varietas-Reduksi Varietas (PV-RV) oleh Horst Rittel, yang memuat identifikasi permasalahan dan penentuan solusi akhir, yang mana mencakup nilai akhir optimal untuk perancangan bagi pengguna utama dari objek perancangan ini, yakni penyandang disabilitas dengan klasifikasi, yaitu Tunanetra, Tunadaksa, Tunawicara, Tunarungu dan Tunaganda. Objek perancangan ini memuat ruang serta area yang inklusif, di dalamnya digunakan penerapan prinsip desain yang aksesibel, fleksibel, ergonomis, serta penerapan secara sensory design dan deaf space. Ruang yang tersedia dalam objek ini ialah ruang privat untuk ruang pelatihan, ruang serbaguna, akomodasi, ruang penunjang, ruang pengelola, area UMKM Inkubasi, kebun, taman dan area parkir. Desain yang responsif dan pengadaan fasilitas serta program pendidikan yang diterapkan dalam perancangan ini diharapkan dapat mewadahi seluruh aspek aktivitas bagi penyandang disabilitas. Kata Kunci: Penyandang Disabilitas, Inclusive Design, Universal Design, Manado
HOTEL BAHARI DI BITUNG: Arsitektur Biofilik Rumengan, Jillka F.; Sondakh, Julianus A. R.; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66669

Abstract

Perkembangan sektor industri dan pariwisata di Kota Bitung mendorong kebutuhan akan fasilitas akomodasi yang tidak hanya memenuhi fungsi dasarnya, tapi juga mempunyai nilai ekologis dan estetika tinggi. Perancangan ini mengintegrasikan prinsip arsitektur biofilik sebagai tema yang bertujuan menciptakan hubungan harmonis antara manusia dan alam yang dilakukan dengan mempertimbangkan pola Nature in the Space pada prinsip biofilik, seperti memaksimalkan pencahayaan alami, penggunaan vegetasi di ruang luar dan ruang dalam, serta menggunakan material dan motif alami untuk menciptakan ruang dengan suasana yang tenang, nyaman dan menyatu dengan alam, serta ramah lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan ruang yang sehat dan nyaman secara fisik, tetapi juga secara psikologis mampu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan pengguna bangunan. Suasana yang dihadirkan dari penerapan desain biofilik diharapkan mampu menghadirkan ketenangan, kehangatan, serta kesan menyatu dengan alam sekitar meskipun berada di tengah perkotaan, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan. Kata lunci: Hotel, Kota Bitung, Biofilik
GEDUNG PERTUNJUKAN DAN PAMERAN DI MANADO: Akustik Lingkungan Tanauma, Angelina S. B.; Sangkertadi; Malik, Andi M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66680

Abstract

Perancangan Gedung Pertunjukan dan Pameran di Manado dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan fasilitas untuk menunjang kegiatan pertunjukan serta pameran yang optimal, fungsional, dan mampu mengakomodasi berbagai jenis kegiatan pertunjukan dan pameran / eksibisi. Manado, sebagai Ibu Kota Sulawesi Utara, memiliki potensi besar dalam pengembangan seni pertunjukan dan pameran, yang terbukti dari antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap berbagai kegiatan seni. Namun, kurangnya infrastruktur pendukung yang memadai seringkali memaksa kegiatan seni diselenggarakan di lokasi yang tidak optimal, seperti area terbuka atau auditorium non-standar. Hal ini berdampak negatif pada kualitas pertunjukan dan pengalaman pengunjung, terutama terkait akustik dan fasilitas pameran. Perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah gedung yang yang tidak hanya menyediakan fasilitas optimal dan kenyamanan bagi seniman dan pengunjung, tetapi juga berfokus pada pemenuhan kebutuhan akustik yang optimal untuk berbagai jenis pertunjukan, sekaligus mampu menarik minat masyarakat luas. Diharapkan perancangan gedung ini dapat mewadahi seluruh kegiatan kesenian di Sulawesi Utara, menjadikan Manado sebagai pusat seni regional, serta berkontribusi pada peningkatan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal. Kata Kunci: Gedung Pertunjukan, Pameran, Akustik Lingkungan, Manado
MANADO OCEANARIUM CENTER: Arsitektur High Tech Nanlessy, Lourens A. P.; Sangkertadi; Supardjo, Surijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66686

Abstract

Manado Oceanarium Center merupakan pusat pariwisata, pendidikan, dan hiburan yang berfokus pada kehidupan laut dan teknologi. Pembangunannya di kota Manado diharapkan menjadi ikon baru yang mewakili kota tersebut. Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Utara. Manado dianggap sebagai ibu kota terumbu karang karena letaknya yang strategis di kawasan Segitiga Terumbu Karang, namun masih memiliki keterbatasan fasilitas atau bangunan yang berfokus pada kehidupan laut yang ada di Manado. Dengan hadirnya Manado Oceanarium Center, diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor-sektor penting seperti pendidikan, ekonomi, dan pariwisata, terutama di bidang sains dan teknologi. Konsep "Arsitektur Berteknologi Tinggi" diterapkan untuk memastikan efisiensi teknologi dalam desain bangunan, dengan menggabungkan tema-tema arsitektur berteknologi tinggi. Hal ini dapat menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menghibur tetapi juga edukatif, meningkatkan kesadaran akan konservasi, dan menjadikan bangunan lebih hemat energi dan berkelanjutan, sehingga menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. Kata Kunci: Oceanarium Center, High-Tech Architecture, Kota Manado
GLAMPING RESORT di DANAU TONDANO: Back To Nature Wuntu, Brinda H.; Waani, Judy O.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66687

Abstract

Perancangan objek Glamping Resort di Danau Tondano dilatarbelakangi oleh perkembangan potensi pariwisata lokal yang belum diimbangi dengan penyediaan akomodasi ramah lingkungan. Melalui pendekatan tematik Back To Nature, sehingga dapat menciptakan objek wisata yang mampu mewadahi kebituhan wisatawan, dengan menerapkan prisnip Back To Nature melalui penggunaan material alami, serta memperhatikan pemilihan lokasi dan karakteristik tapak secara kontekstual. Metode perancangan yang digunakan adalah Image-Present-Test, yang menekankan eksplorasi visual dan pengujian ide secara bertahap. Proses desain didukung oleh studi literatur, kajian preseden, pendekatan pengguna, dan analisis tapak di sekitar Danau Tondano. Hasil rancangan difokuskan pada integrasi desain dengan landscape sekitar, kenyamanan pengguna, serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis berkelanjutan. Kata Kunci : Glamping Resort, Back To Nature, Danau Tondano
PUSAT KOMUNITAS KREATIF DI KEPULAUAN SANGIHE: Arsitektur Neo Vernakular Akiang, Andriano B.; Rondonuwu, Dwight M.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66695

Abstract

Perancangan Pusat Komunitas Kreatif di Kepulauan Sangihe dengan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular sebagai strategi desain yang responsif terhadap konteks budaya dan geografis lokal. Sebagai wilayah kepulauan yang kaya akan tradisi, Sangihe memiliki potensi besar dalam pengembangan ruang kreatif berbasis budaya. Arsitektur Neo-Vernakular dipilih untuk merepresentasikan integrasi antara nilai arsitektur tradisional dengan kebutuhan kontemporer yang berkelanjutan. Perancangan ini mengakomodasi beragam aktivitas seni dan budaya, seperti kerajinan lokal, musik bambu, seni vokal hingga seni Masamper. Dalam sebuah ruang publik yang inklusif dan adaptif terhadap lingkungan tropis. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip arsitektur lokal tidak hanya mendukung pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat identitas kawasan dan kualitas ruang komunal. Pusat Komunitas Kreatif ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan potensi kreatif masyarakat, khususnya generasi muda, serta menjadi ikon baru yang merepresentasikan karakter lokal Kepulauan Sangihe secara arsitektural. Kata kunci: Pusat, Komunitas, Kreatif, Kepulauan Sangihe, Arsitektur Neo Vernakular
COTTAGE DI DANAU LINOW: Eco Friendly Design Mengko, Yonathan J.; Waani, Judy O.; Sela, Rieneke L.E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66710

Abstract

Danau Linow terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, memiliki berbagai potensi dibidang pariwisata yang tidak kalah bagusnya dengan daerah-daerah lain yang ada di Sulawesi Utara. Khususnya wisata alam Kota Tomohon memiliki sebuah danau yang sudah dikenal sejak dari dulu yaitu Danau Linouw. Banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Danau Linow namun tidak dapat menikmati waktu lebih lama karena kurangnya fasilitas akomodasi di sekitar area danau. Saat ini, infrastruktur di sekitar Danau Linow masih terbatas, dan fasilitas yang ada belum mendukung ekowisata yang berkelanjutan. Tujuan perancangan tugas akhir ini, untuk menjawab rumusan masalah yang ada yaitu bertujuan untuk merancang cottage yang ramah lingkungan dan menciptakan akomodasi yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode glassbox oleh J. C. Jones (1970). Hasil rancangan ini akhirnya menghasilkan desain cottage yang berorientasi pada prinsip-prinsip eco-friendly dan keberlanjutan yang sangat penting untuk menjaga ekosistem alami serta memperkuat daya tarik wisata berbasis alam. Kata kunci: Cottage, Kota Tomohon, Eco-friendly
PUSAT TERAPI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA BITUNG: Arsitektur Neo Vernakular Kawulur, Clarissa B.; Mandey, Johansen C.; Kindangen, Jefrey I.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i4.66711

Abstract

Jumlah anak berkebutuhan khusus di Kota Bitung mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun fasilitas terapi yang tersedia masih sangat terbatas. Kondisi ini memaksa sebagian keluarga untuk mencari layanan terapi ke luar kota, yang membutuhkan biaya dan waktu lebih besar. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan perancangan Pusat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Bitung dengan tema Arsitektur Neo-Vernakular, yang menggabungkan elemen tradisional dengan desain modern untuk menciptakan ruang yang ramah anak dan kontekstual terhadap budaya lokal. Perancangan ini bertujuan menyediakan fasilitas terapi yang lengkap dan terintegrasi, mencakup terapi wicara, okupasi, fisik, sensori, hingga terapi psikologis. Bangunan dirancang untuk memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan emosional anak berkebutuhan khusus dengan memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas. Proses perancangan menggunakan metode Glass Box, yaitu metode argumentatif dan terstruktur, yang dimulai dari tahap definisi masalah hingga evaluasi desain secara logis. Pendekatan perancangan meliputi analisis tapak, tipologi bangunan, serta penerapan tema arsitektur neo-vernakular yang diadaptasi dari bentuk Rumah Adat Walewangko, motif Batik Bentenan, dan elemen lokal lainnya. Bangunan dirancang dengan konfigurasi massa sederhana yang mudah dipahami anak, penggunaan material lokal, serta tata ruang yang mendukung terapi holistik dan interaksi sosial. Fasilitas yang disediakan meliputi area terapi individu dan kelompok, taman sensoris, ruang bermain, serta ruang edukasi bagi orang tua dan masyarakat. Perancangan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan terapi, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pemberdayaan keluarga dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Diharapkan, bangunan ini dapat menjadi model pusat terapi yang humanis dan inklusif di Sulawesi Utara, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal melalui pendekatan arsitektur yang kontekstual dan adaptif. Kata Kunci : Anak Berkebutuhan Khusus, Terapi Anak, Neo-Vernakular, Kota Bitung.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 4, November 2025 Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue