cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur DASENG
ISSN : 23018577     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur DASENG adalah media informasi pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni khususnya Artikel Ilmiah bidang Arsitektur berupa Hasil Penelitian, Hasil Perancangan, Studi Kepustakaan maupun Tulisan Ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 882 Documents
AKADEMI DAN KONSERVATORI SENI MUSIK DI MANADO. Gestalt dalam Arsitektur Vensensia, Maria; Waani, Judy O.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20830

Abstract

Seni musik semakin berkembang dan telah bertumbuh luas di berbagai daerah, ini mengakibatkan minat dalam musik semakin bertambah dan masih akan terus bertambah. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan musik yang ada di dunia terlebih di Indonesia. Selain menjadi hoby peran media sosial yang semakin berkembang mendorong musik untuk ditekuni secara profesional. Oleh karena itu zaman sekarang banyak masyarakat yang ingin mempelajari musik itu secara lebih dalam seperti pendidikan yang mengkhususkan pada musik. Namun pendidikan musik yang terdapat di Indonesia paling banyak hanya berupa tempat-tempat kursus dan untuk pendidikan tinggi musik masih sangatlah kurang.  Salah satu objek Arsitektur yang memfasilitasi kegiatan ini adalah Akademi dan Konservatori musik. Akademi dan konservatori  musik merupakan wadah setara perguruan tinggi untuk menyalurkan dan mengembangkan keahlian dalam bermusik baik dalam hal pendidikan, pemeliharaan hingga pengembangan musical seperti pementasan baik teater, paduan suara yang menggabungkan lagu, dialog ucapan, akting, dan tarian serta ditunjang dengan ruang pembelajaran dan galeri. Bangunan ini membutuhkan ruang yang dapat menunjang kesinambungan fungsi dan kenyamanan pengguna, Konsep dari tema Gestalt ini menjamin rancangan bangunan dari segi kenyamanan bangunan baik strukrur maupun pola hubungan ruang. Dengan mempelajari prinsip rancangannya, maka kita akan mengetahui dan memahami penerapan tema ini pada objek bangunan. Kata kunci : Gestalt, Akademi, Konservatori, Musik
PUSAT PENELITIAN REKAYASA JALAN WILAYAH XV SULUT-GORONTALO DI MANADO. “ARSITEKTUR HIGH TECH” Payuyu, Riska B.; Makarau, Vicky H.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17094

Abstract

Pembangunan Nasional adalah upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang sekaligus merupakan proses pembangunan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan Nasional.Kemajuan infrastruktur merupakan salah satu aspek utama dalam mewujudkan pembangunan Nasional. Pentingnya infrastruktur yang memadai dapat membantu percepatan pembangunan, sehingga pertumbuhan ekonomi pun dapat berkembang dengan cepat. Pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah  melalui Balai Jalan Dinas Pekerjaan Umum dapat mewujudkan pelaksana penyusunan teknis dan strategis pada pengembangan infrastuktur.Arsitektur High Tech adalah tema yang sesuai dengan pembangunan Pusat Penelitian tersebut, karena kemajuan dunia Teknologi dalam pembangunan infrastruktur yang selalu berkembang ke era yang lebih modern. Arsitektur High Tech adalah konsep desain yang diartikan sebagai suatu aliran gaya arsitektur modern yang membesarkan struktur dan teknologi pada suatu bangunan. Dengan demikian perpaduan konsep serta tujuan pembangunan sangat saling menunjang dimana Pusat Penelitian merupakan suatu penemuan yang teruji dan High Tech adalah suatu moderenisme dalam pembangunan.Perancangan Pusat Penelitian Rekayasa Jalan Wilayah XV Sulut - Gorontalo di Manado pada dasarnya adalah yang di butuhkan pada perkantoran yang lebih khusus untuk Balai Jalan Dinas Pekerjaan Umum, sebagai bentuk bangunan untuk Pusat Penilitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas pembangunan infrastruktur, baik berupa Jalan Raya, Jalan Layang, dan Jembatan.  Kata kunci : Infrastruktur, Arsitektur High Tech
RELOKASI PASAR TRADISIONAL BAHU DI MANADO. Arsitektur Ekologi Kakase, Julio R.; Wuisang, Cynthia E. V.; Lakat, Ricky M. S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21301

Abstract

Salah satu pusat kegiatan yang banyak menarik pergerakan masyarakat Kota Manado adalah Pasar Tradisional Bahu. Kemacetan yang terjadi di daerah Malalayang Satu merupakan salah satu masalah yang diakibatkan oleh kegiatan yang terjadi di Pasar Tradisional Bahu. Hal ini dikarenakan aktivitasnya sering tumpah dan memenuhi bahu jalan, sehingga menjadi penyumbang penumpukan kendaraan bermotor dari dan menuju Malalayang.Tidak adanya fasilitas pendukung, seperti parkiran di pasar ini membuat banyak pengunjung yang memarkirkan kendaraan dengan sembarangan di sisi badan jalan pasar, juga trotoar. Bukan hanya itu, tidak tertatanya para pedagang membuat pemandangan pasar ini sangat buruk. Maka perlunya dilakukan Relokasi Pasar Tradisional Bahu dengan perencanaan penataan kembali pasar. sebagai pendukung kegiatan di dalamnya menggunakan Tema “Arsitektur Ekologi” karena objek perancangan berkaitan dengan kenyamanan seseorang baik dengan ruangan maupun kenyamanan yang diberikan objek terhadap lingkungan yang ada disekitarnya. Kata kunci: Pasar Tradisional Bahu, Relokasi, Arsitektur Ekologi.
GELANGGANG REMAJA DI MANADO. Pendekatan Psikologi Arsitektur Londo, Febryanti A.; Waani, Judy O.; Sondakh, Julianus A. R.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17598

Abstract

Banyak sekali komunitas, klub dan even remaja yang diadakan di Kota Manado, hal ini merupakan tanda bahwa remaja setempat memiliki potensi untuk menunjukan kreativitas maupun eksistensinya. Fenomena ini perlu diimbangi dengan penyediaan berbagai fasilitas untuk mewadahi kegiatan remaja seperti fasilitas olahraga, fasilitas kesenian dan fasilitas komunitas. Meskipun sudah ada beberapa bangunan yang diperuntukan untuk generasi muda di Kota Manado, namun pada kenyataanya bangunan yang sudah ada belum bisa menarik perhatian para remaja untuk datang dan melakukan kegiatan positif ditempat tersebut.Perancangan Gelanggang Remaja di Manado ini bertujuan untuk mendapatkan desain bangunan yang dapat memberikan fasilitas kegiatan olahraga, kesenian serta kegiatan komunitas ke dalam bentuk bangunan yang mampu mewadahi psikologi remaja guna meningkatkan kreativitas remaja. Persoalan desain adalah: bagaimana ekspresi ruang dan bentuk bangunan yang mewadahi psikologi remaja agar lebih kreatif dapat diterjemahkan ke dalam desain wadah Gelanggang Remaja di Manado, dan Psikologi Arsitektur sebagai solusi desain arsitektural. Prinsip-prinsip Psikologi Arsitektur yang diterapkan pada Gelanggang Remaja ini diharapkan dapat menghadirkan desain bangunan yang mampu mewadahi psikologi remaja agar lebih kreatif dalam berkegiatan di dalamnya.Kata Kunci: Remaja, Kreativitas, Psikologi Arsitektur, Gelanggang Remaja, Manado
RUMAH SAKIT KHUSUS KANKER DI MANADO. Evidence-Based Design Henricho Dirganeri; Rieneke L. E. Sela; Pierre H. Gosal
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24636

Abstract

Saat ini berbagai masalah kesehatan terus berkembang di tengah masyarakat, salah satu masalah kesehatan tersebut adalah penyakit kanker. Sulawesi Utara pun tidak luput dari masalah tersebut, penyakit kanker terus mengalami perkembangan di daerah ini, sedangkan fasilitas kesehatan yang menjawab masalah tersebut masih kurang. Melihat fenomena tersebut maka perlu adanya fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan bagi pasien – pasien penyakit kanker. Tujuan perancangan ini adalah merancang rumah sakit khusus kanker di Manado yang dapat menjadi salah satu alternatif pelayanan penyakit kanker di Sulawesi utara sehingga fasilitas tersebut secara spesifik memberikan pelayanan bagi pasien-pasien penyakit kanker. Rumah sakit khusus kanker tersebut dirancang dengan pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik dan pendekatan lokasional yang dilakukan melalui survei lokasi, objek, literatur, wawancara, dan kajian studi kasus.  Pada perancangan rumah sakit ini  menggunakan metode glass box, penerapan metode glass box ditujukan agar setiap luaran perancangan memiliki alur dan pertimbangan yang jelas sehingga setiap hasil perancangan dapat memberikan manfaat bagi pasien, staf maupun operasional rumah sakit tersebut. Tema evidence-based design merupakan pendekatan tematik yang memiliki tujuan untuk memberikan luaran terbaik bagi pasien, staf maupun pengembangan rumah sakit berdasarkan data dan riset yang telah ada, pendetakan ini diterapkan pada keseluruhan perancangan rumah sakit yaitu penataan dan pengembangan tapak, konfigurasi massa bangunan, penataan ruang dalam, desain ruang dalam, desain ruang luar, dan lain-lain. Kata kunci : Rumah Sakit Khusus Kanker, Evidence-Based Design, Glass Box.
REDESAIN PASAR TRADISIONAL 23 MARET DI KOTAMOBAGU. “ARCHITECTURE HYBRID ” Mokorimban, Fadhillah D.; Supardjo, Surijadi; Sembel, Amanda
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.15364

Abstract

Pasar tradisional seringkali di anggap memiliki citra buruk karena keadaan pasar yang semrawut, kotor dan tidak nyaman. Sama halnya dengan Pasar Tradisional 23 Maret yang lekat dengan image pasar tradisional pada umumnya. Sarana dan rasarana pasar yang buruk serta gagalnya peran revitalisasi pasa pasar akibat tidak meratanya pengaturan tempat berjual yang berdampak pada ditinggalkannya gedung pasar oleh penjual. Namun, eksistensi pasar tradisional ini masih menjadi pilihan umum masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari karena barang yang ada di pasar tradisional relatif lebih murah dan bisa ditawar. Olehnya keberadaan Pasar Tradisional 23 Maret ini sangat penting sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah khususnya Kotamobagu, maka perlu dilakukan Redesain pada Pasar Tradisional 23 Maret ini dengan tema Architecture Hybrid dengan menggabungkan konsep tradisional dan modern diharapkan mampu memberikan citra baru pada pasar dengan memaksimalkan seluruh aspek pendukung dan penunjang aktivitas pada pasar sehingga pasar tradisional dapat turut serta dalam perkembangan perekonomian daerah. Kata kunci            : Architecture Hybrid, Pasar Tradisional, Redesain.
PUSAT KEISLAMAN DI KOTA TERNATE (STUDI BUDAYA ISLAM). Deconstruction of Islamic Structure Usman, Suhrawardi; ., Sangkertadi; Erdiono, Deddy
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19304

Abstract

Islam sebagai suatu keyakinan yang mengajarkan pada kehidupan bermasyarakat yang lebih baik dan terarah ini, tidak terlepas dari pengaruh sistem kebudayaan yang telah mengakar pada masyarakat. Pengaruh inilah yang memunculkan akulturasi dan transformasi pada nilai tatanan keislaman yang ada. Kota Ternate merupakan salah satu kota dengan perkembangan Islam yang pesat ini dari akulturasi nilai keislaman dan kebudayaan masyarakat. Hal ini tentu saja dapat dilihat pada beberapa pratek-praktek keberagaman yang terjadi. Penghadiran Pusat Keislaman (Studi Budaya Islam) sebagai suatu pusat kegiatan keislaman yang dapat menjembatani kehidupan sosial masyarakat dengan nilai-nilai Islami. Pusat Keislaman (Studi Budaya Islam) ini dikhususkan pada fasilitas-fasilitas dengan fungsi muamalah sebagai pemenuhan akan eksistensi Masjid Raya Al-Munawwar yang merupakan pusat peribadatan masyarakat Kota Ternate. Bangunan ini tidak hanya difungsikan pada kegiatan-kegiatan muamalah tetapi terlebih khususnya pada fasilitas-fasilitas studi budaya Islam sehingga baik yang muslim maupun masyarakat non muslim dapat mengenal lebih dekat tentang nilai-nilai universal Islam dalam berbudaya. Pusat Keislaman (Studi Budaya Islam) ini dihadirkan dengan menggunakan pendekatan deconstruction of Islamic Culture sehingga pada akhirnya paradigma berbudaya masyarakat lebih terarah sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Kata kunci : Akulturasi Budaya Islam, deconstruction of Islamic Culture, Pusat Keislaman (Studi Budaya Islam), Kota Ternate.
AKADEMI SEPAKBOLA MANADO. Green Architecture Yohanes R. S. Elias; Raymond Ch. Tarore; Steven Lintong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25589

Abstract

Sepak bola saat ini menjadi olahraga terpopuler di dunia termasuk di Di indonesia sepakbola telah menjadi olahraga terpopuler dan paling diminati oleh masyarakat baik kalangan muda maupun tua.Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kompetisi sepakbola yang berlangsung di dalam negeri yang bahkan memiliki daya tarik tinggi bagi pemain asing untuk bermain di liga indonesia.Berbagai klub dari kota kota besar di Indonesia telah mengambil bagian dalam kompetisi nasional yang ada.Namun sayangnya dalam hal ini kota  Manado masih belum  memiliki klub yang memiliki kemampuan dengan standar yang mampu  mencukupi untuk dapat bersaing di liga lokal Indonesia bahkan  fungsi dari stadion kota tidak dapat dimaksimalkan.Salah satu faktor yang ada disebabkan oleh kurangnya pemain lokal dengan  kemampuan yang dapat bersaing di tingkat nasional.Hal ini disebabkan minimnnya pedidikan sejak usia dini dan juga kurangnya sarana pendukung seperti lapangan untuk tempat bermain dan berlatih.Dalam perancangan kali ini tema yang digunakan adalah Green Architecture. Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan perencanaan bangunan yang berusaha untuk meminimalisasi berbagai pengaruh membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan Konsep ini sangat cocok dipakai dalam perancangan objek karena lokasi dari objek yang berada dalam kawasan pengembangan kota baru dan perancangan bangunan ditargetkan utuk penggunaan jangka panjang dan juga hasil rancangan dapat membawa dampak positif serta menjadi panutan dalam pembangunan kota yang sehat,hemat energi dan ramah lingkungan.Kata Kunci: Akademi Sepakbola, Sepakbola,Manado,Green Architecture.
PLAZA FOTOGRAFI DI MANADO. Architecture Montage. Andreani, Juneth; Tinangon, Alvin J.; Moniaga, Ingerid L. E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i1.16757

Abstract

Fotografi merupakan bagian hidup dari manusia sekarang ini. Fotografi hadir dalam setiap aspek kehidupan kita, untuk merekam kenangan atau  menginformasikan suatu peristiwa publik. Manado sebagai salah satu kota yang juga tidak terlepas dari fenomena fotografi. Pesatnya perkembangan dunia fotografi terutama saat beralihnya era analog ke era digital sedikit banyak memudahkan masyrakat luas untuk dapat menyentuh dunia tersebut, yang sebelumnya hanya bisa dilakoni oleh kalangan terbatas. Terlebih dengan adanya inovasi telepon genggam, yang dewasa ini juga memasukan aspek fotografi didalamnya, sehingga membuat dunia fotografi makin menjadi bagian dari kehidupan kita. Hal ini lah yang mendorong banyaknya para fotografer amatir di Manado membentuk suatu komunitas atau perkumpulan, dimana mereka dapat saling bertukar ilmu fotografi satu dengan  lainnya, dan mengembangkan  ilmu fotografi di Manado. Sehingga lewat perkembangan komunitas inilah,timbul berbagai macam aktifitas dan kegiatan fotografer yang membutuhkan  ruang untuk  mensosialisasikan gagasan dan karya kreatif dari para fotografer.Kegiatan perancangan ini menggunakan Tema Architecture Montage yaitu sebuah strategi desain yang menerapkan beberapa aspek dalam teknik fotografi montage: sifat dan prinsip yang diaplikasikan kedalam bentuk, ruang, tampilan maupun ide-ide arsitektural lainnya.Perancangan Plaza Fotografi dengan mengusung tema diatas menghasilkan desain yang unik dimana bentukan massa bangunan dibuat dari hasil merakit kembali bentukan lama dari sebuah plaza menjadi bentuk yang baru. Sirkulasi ruang dalam memberikan kesan dinamis yang bersifat interaktif, hal ini diperoleh dari sifat daripada montage yaitu dinamis, kontras dan interaktif. Dari segi tampilan bangunan, konsep selubung bangunan menggunakan konsep hasil merakit ulang bentukan baru yang dilakukan mengikuti sifat dan prinsip dari montage itu sendiri. Diharapkan dengan penggunaan strategi desain diatas, Plaza Fotografi ini akan memiliki tampilan yang unik dan membawa sejumlah terobosan baru dalam dunia arsitektur. Kata Kunci : Fotografi, Plaza, Manado, Architecture, Montage 
PUSAT KREATIVITAS SENI DAN BUDAYA MINAHASA DI TONDANO. Arsitektur Vernakular Febrian Ch. Rembet; Cynthia E. V. Wuisang; Faizah Mastutie
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27552

Abstract

Batu adalah “rumah”. Kayu adalah “Rumah”. Tanah adalah “Rumah”. Gunung dan Lembah pun adalah “Rumah. Bahan dan tempat bukanlah merupakan suatu yang menentukan berdirinya sebuah “rumah”. Akal, cara berpikir, dan menentukan situasi adalah dasar utama dalam mendirikan sebuah “rumah”1. Dalam adat dan budaya, kita mewarisi segala hal yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita, yang mana salah satu dari antara warisan tersebut adalah karya arsitektur2. Implementasi dari budaya dan adat ke arsitektur adalah suatu karya yang mewarisi garis estafet nenek moyang dalam bertahan hidup dan meneruskan kehidupan. Di Sulawesi Utara sendiri, terdapat suatu bangsa yang bernama Minahasa. Orang Minahasa sendiri adalah orang-orang yang terikat akan budaya. Yang mana pasti mempengaruhi gaya arsitektur. Terdapat empat suku besar Minahasa yaitu, Tontemboan, Tombulu, Tolour, dan Tonsea yang memilik gaya arsitektur yang serupa, namun memiliki arti yang berbeda-beda. Arsitektur Vernakular menafsirkan suatu gaya arsitektur yang tidak lekang oleh adat dan budaya. Dengan segala keunikan dari daerah, ataupun memiliki suatu tradisi adat terlebih dahulu. Arsitektur Vernakular memiliki makna yaitu dalam membangun sesuatu haruslah menggunakkan adat dan budaya terebih dahulu. Seperti yang terjadi pada masyarakat Minahasa pada jaman dahulu, dimana mereka mendirikan rumah di tempat yang mereka diami pada waktu itu juga dengan memanfaatkan hasil alam yang ada di sekitar dan tradisi-tradisi yang harus dilakukan sebelum membangun rumah. Kata Kunci: Rumah, Minahasa, Adat, Budaya, Vernakular

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 3, Agustus 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 3, Agustus 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): DASENG Volume 12 Nomor 4, Oktober 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 1, Januari 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022 Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 1, Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, November 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020 Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019 Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018 Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4 No.1 Mei 2015 Vol. 3 No. 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Volume 3 No.1 Mei 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.2 Juli 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Edisi Khusus TA. Volume 2 No.1 Mei 2013. Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku II EKSPERIMENTAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012 More Issue